KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
PELAKSANAAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN
PUSKESMAS RUNDENG DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)
NONFISIK BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2022
A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan kegiatan bersumber DAK Nonfsik adalah Permenkes no.12 thn 2021
tentangTeknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran
2021
2. Gambaran Umum
Berisi gambaran umum terkait kondisi kesehatan di daerah dan program-program prioritas
kesehatan di daerah dana arah pemanfaatan DAK Nonfisik berdasarkan prioritas kegiatan.
:
No Rinciaan Menu/Kompoen Uraian
1 Upaya Penurunan AKI-AKB
a Pertemuan/kunjungan Merupakan pertemuan /kunjungan lapangan ke desa
lapangan dalam rangka desa untuk memberikan informasi terkait upaya
verifikasi,pelayanan, penurunan AKI-AKB dana melakukan vertifikasi
pencatatan dan pelaporan terhadap laporan AKI-AKB dan meningkat kan
yang dilakukan bides dan kerjasama yg baik antara kader, bides dan petugas
kader di setiap desa puskesmas. Harapannya kapasitas dan pengetahuan
kader serta bidan desa sehingga upaya penurunan
AKI-AKB lebih cepat
b Penyelia fasilitatif Kegiatan penyeliaan fasilitatif utk mendorong
poskesdes peningkatan perbaikan kinerja dan mutu pelayanan
program KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak) di POSKESDES
kegiatan ini juga terintegrasi dengan Program Kesehatan
Lingkungan dan Sapras ( Sarana dan Prasarana )
sehingga bidan2x PosKesdes lebih termotivasi utk
mengisi kelengkapan Administrasi Program KIA dan
menjaga sarana dan prasarana yang ada serta tepat
dalam menangani sampah medis dan non medis.
c Kelas ibu hamil Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama
tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap
muka dalam kelompok yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu
mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan,
perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos,
penyakit [Link] mendeteksi dini resiko tinggi
kehamilan dan dapat mencari solusi shg dapat
menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Surveilans kesehatan ibu Kegiatan kunjungan ke kasus kematian ibu dan bayi
dan bayi ,menanyakan kronologis kejadian kematian ibu/bayi
,sehingga diketahuikemungkinan penyebab kematian ibu
/bayi sehingga data ini diharapkan mengetahui
permasalahan kematian tersebut
Edukasi Kesehatan upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman
masalah reproduksi pada tentang kespro secara komprehensif. Sehingga,
remaja terbangun kesadaran untuk menjaga kesehatan sistem
reproduksi dalam fungsi dan prosesnya, serta,
melindunginya dari tindakan yang berisiko buruk, baik
secara fisik, maupun mental
Homevisit monev Petugas kesehatan/bidan puskesmas mendatangi ibu-
pelayanan terhadap ibu ibu bersalin didesa sehingga pelayanan bides bisa dinilai
sesuai dengan sop atau tidak, dan bisa meningkat kan
bersalin di desa mutu pelayanan terhadap bufas dan hal ini bisa menurun
kan AKI dan AKB dan keakuratan pendataan bufas
didesa tersebut
Monev Pelayanan Petugas kesehatan/bidan puskesmas mendatangi bayi
kesehatan pada bayi di desa bersalin didesa sehingga pelayanan bides bisa dinilai
sesuai dengan sop atau tidak, dan bisa meningkat kan
mutu pelayanan terhadap bayi dan hal ini bisa menurun
kan AKB dan keakuratan pendataan bayi didesa tersebut
Pertemuan Peran serta Kegiatan pertemuan dengan kader yang menjelaskan
kader dalam inovasi ayah bagaimana memotivasi suami bulin menjadi ayah
siaga bagi bumil siaga ,sehingga bulin bisa merasa lebih percaya diri dan
nyaman karena suami ikut serta membantu masa
kehamilan dan persalinan ,secara psikologi sangat
membantu kenyamanan bulin sehingga menurun kan AKI
dan AKB
2 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
a Konseling pemberian Kegiatan memberikan informasi dan pendididkan kepada
makan bayi dan balita, asi ibu –ibu tentang pemberian makanan bayi dan balita ,asi
ekslusif dan gizi sembang eksklusif dan gizi yg seimbang yang baik dan benar
dengan alat peraga atau media edukasi seperti poster
dll,diharapkan ibu mengerti dan dapat melaksanakan
sehingga tercapai tujuan meningkatkan kesehatan bayi
dan balita dan mencegah gizi buruk serta stunting
terutama di masa emas
b Pemantauan penimbangan balita Dilakukan di posyandu ,memantau cara penimbanganbb dan
pengukuran tb balita oleh kader sehingga tidak ada pengukuran atau
penimbangan yg salah dan memberi masukan bila ada yg tidak sesuia
dengan sop .
c Pelatihan kader tentang cara Memberikan pelatihan cara penimbangan bb bayi dan tb ,sehingga
penimbangan dan pengukuran pada lebih memahirkan para kader utk melaksanakan kegiatan sesuai
bayi dan balita di posyandu sop,dan hasil kegiatan akurat dan tidak bias,jadi kita bisa tepat sasaran
utk perbaikan gizi balita
d Pemantauan Tumbuh Kembang Kegiatan pemantauan terhadap pertumbuhan serta perkembangan anak
Balita (SDIDTK) yang terbagi menjadi 2 hal, yaitu pertumbuhan fisik dan pertumbuhan
kemampuan struktur tubuh. Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan
melihat tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan hal lain yang
dapat diukur dengan alat ukur tertentu ,di sekolah tk sehingga bisa
mendeteksi dini bila ada gangguan pertumbuhan balita tsb
e Pertemuan inovasi pubertas Pertemuan yg menjelaskan ttg inovasi pubertas dalam posyandu
(posyandu bersama lintas sektor) ,diharapkan kader bisa mengetahui tupoksi lintas sektior sehingga
dan kader antara kader dan lintas sektir bisa bekerja sama ,untuk lebih optimal
nya kegiatan posyandu
Monitoring dan evaluasi sanitasi
dasar
Pemantauan Depot Air Minum
Pemantauan Tempat-tempat
pembuangan sampah akhir
Sosialisasi PHBS di sekolah
3 Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
a Senam Gerakan masyarakat Melakukan Senam bersama masyarakat desa yg merupakan
sehat implementasi dari indikator Germas (Gerakan Masyarakat
Hidup sehat) Senam sangat bermanfaat dalam mengembangkan
komponen fisik dan kemampuan gerak (motor ability). Orang –
orang yang terlibat senam akan berkembang daya tahan ototnya,
kekuatannya, powernya, kelenturannya, koordinasi, kelincahan,
serta keseimbangan,sehingga masyarakat dapat melaksanakan
senam secara teratur setiap hari dirumah masing masing dengan
contoh senam ini
b Pertemuan kader tentang Pertemuan yg memberikan motivasi kepada kader untuk
kampanye lokal dalam pelaksanaan germas di masyarakat desa karena kader adalah
mendukungpelaksanaan germas komponen dari masyarakat sehingga masyarakat lebih mudah
dalam menerima kompanye ini dan bisa melaksanakan germas
4 Upaya deteksi dini, preventif, dan respons penyakit
a Surveilans Kejadian Ikutan Memantau dan menindak lanjutidan melaporkan KIPI ,sehingga
Paska Imunisasi (KIPI) bisa mencegah keaadan yg lebih parah atau mengeteahui
pelaksanaan imunisasi permaslahan kipi ,mencatat dan melaporkan secara lengkap
b Verifikasi rumor dugaan KLB Mengecek secara langsung kelapangan apabila ada berita KLB
contoh terjadi KLB diare akibat banjir
Deteksi dini kasus HIV/Aids Pemeriksaan rapid hiv kepada bumil sehingga bisa di deteksi
pada ibu hamil secara dini sehingga bisa menurunkan AKI dan AKB dengan
penatalaksanaan yg tepat
Pemeriksaan malaria pada ibu Pemeriksaan rapid malaria kepada bumil sehingga bisa di
hamil deteksi secara dini sehingga bisa menurunkan AKI dan AKB
dengan penatalaksanaan yg tepat
Penjaringan kesehatan sekolah Kegiatan pemeriksaan anak sekolah yg baru masuk ,kelas 1 sd
SD/MI/SMP/MTS, SMA/MA dan 1 smp (kelas 7)dan kelas 10, Penjaringan kesehatan ini
Sederajat dilaksanakan setiap awal penerimaan siswa/siswi baru.
Penjaringan kesehatan anak sekolah (Screening) adalah salah
satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk
mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar
segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta
tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan
kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan pertimbangan
dalam menyusun program pembinaan kesehatan disekolah
Pemeriksaan berkala serta tersedianya data atau informasi untuk menilai
SD/MI/SMP/MTS, SMA/MA perkembangan kesehatan peserta didik, maupun untuk dijadikan
Sederajat pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan
disekolah Kegiatan pemeriksaan anak sekolah kelas 2 sd 6 sd ,
8sd 9 smp, 11 sd 12 sma , pemeriksaan berkala kesehatan ini
dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan berkala
kesehatan anak sekolah (Screening) adalah salah satu bentuk
dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini
siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera
mendapatkan penanganan sedini mungkin
Pemeriksaan Kesehatan gigi dan Kegiatan pemeriksaan anak sekolah khusus untuk kesehatan gig
mulut di sekolah i dan mulut, Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan setiap awal
penerimaan siswa/siswi baru. Penjaringan kesehatan anak
sekolah (Screening) adalah salah satu bentuk dari pelayanan
kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang
memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan
penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau
informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik,
maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun
program pembinaan kesehatan disekolah
Pemberian tablet tambah darah Penanganan anemia salah satunya dengan program pemberian
pada rematri di sekolah dan di tablet tambah darah pada remaja putri, dengan Kegiatan
pesantren Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan WUS yang
dilakukan, utamanya merupakan kegiatan KIE yaitu promosi
atau kampanye tentang anemia. Kegiatan ini merupakan
kontribusi gizi untuk penurunan kasus kematian ibu, dengan
pencegahan anemia pada anak sekolah (remaja putri) secara
mandiri,karena di kecamatan salah satu tempat berkumpul nya
remaja putri tersebut di pesantren maka kegiatan ini
dilaksanakan di pesantren
Monitoring psoyandu remaja di Mengevaluasi kegiatan posyandu remaja didesa,sehingga bisa
desa diketahui permasalahan permaslahan pada posyandu remaja
tersebut dan dapat dicarikan inovasi agar posyandu remaja tanpa
kendala
Pelatihan Dokter Kecil pada pelatihan ini merupakan salah satu prorgam dari UKS yang
siswa SD/MI Sederajat menitik-beratkan pada kesehatan anak usia sekolah. Tujuannya
untuk meningkatkan pastisipasi siswa dalam menjaga kesehatan,
dan dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa maupun
orang lain untuk hidup sehat.
UKS upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk
perilaku hidup bersih maupun sehat anak usia sekolah yang
berada di sekolah
Pembentukan dan pelatihan Pembentukan Posyandu Remaja merupakan salah satu bentuk
posyandu remaja Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama
masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan
pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan
memberikan kemudahaan dalam memperoleh pelayanan
kesehatan bagi remaja untuk meningkatkan derajat kesehatan
dan keterampilan hidup sehat remaja.
Pembentukan Posyandu Remaja memiliki tujuan yaitu
meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi posyandu remaja, meningkatkan Pendidikan
Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan remaha tentang kesehatan reproduksi bagi
remaja, meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan jiwa dan
pencegahan penyalahgunaan NAPZA, mempercepat upaya
perbaikan gizi remaja, mendorong remaja untuk melakukan
aktivitas fisik, melakukan deteksi dini dan pencegahan Penyakit
Tidak Menular (PTM), dan meningkatkan kesadaran remaja
dalam pencegahan kekerasan,dengan pelatihan ini diharap kan
remaja dapat berperan aktif di posyandu remaja
Pemantauan kesehatan Kegiatan pemantauan sehingga diketahui bagaimana
lingkungan di poskestren Pemberdayaan warga pondok pesantren dan masyarakat sekitar
dalam bidang kesehatan serta peningkatan lingkungan yang
sehat di pondok pesantren dan wilayah sekitarnya
Dan pemantauan Pemberdayaan santri sebagai kader
kesehatan ,sehingga petugas kesehatan bisa memberi arahan
tentang permasalahan kesehatan di pesantern sehingga
meningkatkan derajat kesehatan seluruh undur pesantren
Kunjungan lansia di desa Mengunjungi semua lansia yang tidak bisa ke posyandu lansia
karena berbagai alasan dan memeriksa kesehatan lansia secara
berkala,sehingga bisa mendeteksi permasalahan kesehatan lansia
,dapat mencegah dan mengobati permaslahan kesehatan
lansia ,diharapkan dapat meningkat kan derajat kesehatan lansia
di desa
Psoyandu lansia Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan
yang berada di desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan
kesehatan masyarakat khususnya bagi warga yang sudah berusia
lanjut. Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi kaum
usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg
menitikberatkan pd pelayanan promotif dan preventif tanpa
mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative. Posyandu lansia
merupakan upaya kesehatan lansia yg mencakup kegiatan
yankes yg bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan
berdayaguna
Pelayanan pada penderita Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita
diabetes melitus Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya
pencegahan sekunder meliputi :
1) Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan
di fasilitas pelayanan kesehatan;
2) Edukasi perubahan gaya hidup dan/atau nutrisi;
3) Melakukan rujukan jika diperlukan
konseling tentang penyakit tidak Meberikan edukasi tentang penyakit tidak menular sehingga
menular (PTM) semua sasaran bisa mengerti tentang PTM tersebut dan bisa
melaksankan bagaimana pencegahan atau pun pengobatan nya
Pemantauan pelaksanaan peran serta masyarakat dalam
Pelaksanaan posbindu PTM di melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko
desa PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan
periodik,sehingga mengetahui segala permaslahan sehingga
posbindu bisa terlaksana rutin
Pelayanan pada penderita Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita
hypertensi hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan
sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun
meliputi :
1). Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali
sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
2). Edukasi perubahan perubahan gaya hidup dan/atau
kepatuhan minum obat
Pelacakan kasus Orang dengan
gangguan jiwa
Pemantauan Minum obat jiwa
Konseling tentang masalah
kesehatan jiwa dan napza
pelayanan imunisasi
Pelaksanaan Bias Di sekolah
Deteksi dini kasus Hepatitis dan
sifilis pada ibu hamil
Pelacakan kasus TBC di desa
Pelacakan kasus TB di
pesantren
Pemberian Obat cacing Ke SD
dan Paud/TK
Survei anak sekolah tentang
pengendalian dan pencegahan
penyakit menular
Pemantauan jentik di desa
Pertemuan berkala kader
kesehatan tentang p2p
STBM
5
a
Pemicuan STBM
b IMAS
c
Kampanye higine sanitasi
d
Monev paska Pemicuan
e Kampanye CTPS
f
Survey kuliatas air
g Verifikasi STBM
Penyediaan Tenaga dengan
perjanjian Kerja
-Honorarium Tenaga
Keuangan
-Honorarium Tenaga
Apoteker
Upaya pengendalian
dan pencegahan covid
-19
a
Honorarium pengolah
data
b
Honor Tracer
c
Jasa pemeriksaan
rapid antigen
d
Pelacakan kontak dan
pemantauan harian selama
karantina
Fungsi Manajemen
Puskesmas
Kegiatan Lokmin
Lintas Sektor
Puskesmas
Konsultasi Program
Bok ke Dinas
6 Distribusi Obat, Vaksin Dan BMHP Dari lnstalasi Farmasi Provinsi Ke
lnstalasi Farmasi Kabupaten/Kota
a
b
Akselerasi Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarqa (PlS-
7 PK)
a
b
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19 (COVID-
8 19)
a
b
B. PENERIMA MANFAAT
Menggambarkan siapa penerima manfaat misalnya, ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, kader
posyandu, tokoh masyakarakat, lintas sektor dan lain-lain.
No Nama Kegiatan Jumlah Penerima
Manfaat
1 Upaya Penurunan AKI-AKB
a. Pertemuan/kunjungan lapangan dalam
rangka verifikasi,pelayanan, pencatatan dan
pelaporan yang dilakukan bides dan kader di setiap
desa
b. Penyelia fasilitatif poskesdes
c. Kelas ibu hamil
d. Surveilans kesehatan ibu dan bayi
e. Edukasi Kesehatan masalah reproduksi pada remaja
f. Homevisit monev pelayanan terhadap ibu bersalin di
desa
g. Monev Pelayanan kesehatan pada bayi di desa
h. Pertemuan Peran serta kader dalam inovasi ayah
siaga bagi bumil
2 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
a. Konseling pemberian makan bayi dan balita, asi
ekslusif dan gizi sembang
b. Pemantauan penimbangan balita
c. Pelatihan kader tentang cara penimbangan dan pengukuran pada
bayi dan balita di posyandu
d. Pemantauan Tumbuh Kembang Balita (SDIDTK)
e. Pertemuan inovasi pubertas (posyandu bersama lintas sektor)
dan kader
f. Monitoring dan evaluasi sanitasi dasar
g. Pemantauan Depot Air Minum
h. Pemantauan Tempat-tempat pembuangan sampah akhir
i. Sosialisasi PHBS di sekolah
3 Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS)
a. Senam Gerakan masyarakat sehat
b. Pertemuan kader tentang kampanye lokal dalam
mendukungpelaksanaan germas
4 Upaya deteksi dini, preventif, dan respons
penyakit
a. Surveilans Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI)
pelaksanaan imunisasi
b. Verifikasi rumor dugaan KLB
c. Deteksi dini kasus HIV/Aids pada ibu hamil
d. Pemeriksaan malaria pada ibu hamil
e. Penjaringan kesehatan sekolah SD/MI/SMP/MTS,
SMA/MA Sederajat
f. Pemeriksaan berkala SD/MI/SMP/MTS, SMA/MA
Sederajat
g. Pemeriksaan Kesehatan gigi dan mulut di sekolah
h. Pemberian tablet tambah darah pada rematri di sekolah
dan di pesantren
i. Monitoring psoyandu remaja di desa
j. Pelatihan Dokter Kecil pada siswa SD/MI Sederajat
k. Pembentukan dan pelatihan posyandu remaja
l. Pemantauan kesehatan lingkungan di poskestren
m. Kunjungan lansia di desa
n. Psoyandu lansia
o. Pelayanan pada penderita diabetes melitus
p. konseling tentang penyakit tidak menular (PTM)
q. Pelaksanaan posbindu PTM di desa
r. Pelayanan pada penderita hypertensi
s. Pelacakan kasus Orang dengan gangguan jiwa
t. Pemantauan Minum obat jiwa
u. Konseling tentang masalah kesehatan jiwa dan napza
v. pelayanan imunisasi
w. Pelaksanaan Bias Di sekolah
x. Deteksi dini kasus Hepatitis dan sifilis pada ibu hamil
y. Pelacakan kasus TBC di desa
z. Pelacakan kasus TB di pesantren
aa. Pemberian Obat cacing Ke SD dan Paud/TK
bb. Survei anak sekolah tentang pengendalian dan
pencegahan penyakit menular
cc. Pemantauan jentik di desa
dd. Pertemuan berkala kader kesehatan tentang p2p
5 stbm
a. Pemicuan STBM
b. IMAS
c. Kampanye higine sanitasi
d. Monev paska Pemicuan
e. Kampanye CTPS
f. Survey kuliatas air
g. Verifikasi STBM
h. Penyediaan Tenaga dengan perjanjian Kerja
i. Honorarium Tenaga Keuangan
j. Honorarium Tenaga Apoteker
k. Honorarium Tenaga Apoteker
l. Honor Tracer
m. Jasa pemeriksaan rapid antigen
n. Pelacakan kontak dan pemantauan harian
selama karantina
o. Fungsi Manajemen Puskesmas
p. Kegiatan Lokmin Lintas Sektor
Puskesmas
q. Konsultasi Program Bok ke Dinas
6 Distribusi Obat, Vaksin Dan BMHP Dari
lnstalasi Farmasi Provinsi Ke
lnstalasi Farmasi Kabupaten/Kota
7 Akselerasi Program lndonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarqa (PlS-PK)
8 Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona
Virus Disease 19 (COVID-19)
C. STRATEGI PECAPAIAN KELUARAN
Output Metode Tahapan
No Rincian Menu/Komponen
Satuan Volume Pelaksanaan Pelaksana
1 Upaya Penurunan AKI-AKB
a. Pertemuan/kunjungan Dokumen 2 Swakelola 1. Persiapan
lapangan dalam rangka Laporan Administrasi
verifikasi pencatatan dan 2. Pelaksanaan
pelaporan yang dilakukan Kegiatan
Dinkes Kab/Kota dan Faskes 3. Waktu
di wilayahnya Pelaksanaan
(februari-
april)
4. Pembuatan
Laporan
Akhir
b. Pertemuan dalam rangka
pemantauan pelaksanaan
AMPSR Orientasi Sistem
lnformasi MatNeo, MPDN
dan
e-Kohort
2. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
a. Konvergensi LP/LS dalam
upaya percepatan
perbaikan gizi masyarakat
b.
3. Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
a.
b.
Output Metode Tahapan
No Rincian Menu/Komponen
Satuan Volume Pelaksanaan Pelaksana
4. Upaya deteksi dini, preventil dan respons penyakit
a.
b.
5. Penguatan Mutu dan Akreditasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Penyiapan
menuju standar BSL-2 dan akreditasi standar BSL-2)
a.
b.
6. Distribusi Obat, Vaksin Dan BMHP Dari lnstalasi Farmasi Provinsi Ke
lnstalasi Farmasi Kabupaten/Kota
a.
b.
7. Akselerasi Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarqa (PlS-PK)
a.
b.
8. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19 (COVID-19)
a.
b.
D. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN
Menggambarkan kurun waktu pencapaian pelaksanaan kegiatan, misalnya 6 bulan atau 1 tahun
E. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Biaya yang diperlukan untuk pencapaian keluaran Bantuan Operasional Kesehatan Provinsi
sebesar Rp3.400.000.000,- (Tiga Milyar Empat Ratus Juta Rupiah) dengan kebutuhan per rincian
menu kegiatan sebagai berikut:
No Rincian Menu Kegiatan Kebutuhan Biaya
1 Upaya Penurunan AKI, AKB
2 Upaya Percepatan perbaikan gizi masyarakat
3 Upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
4 Upaya deteksi dini, preventil dan respons penyakit
7
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus
8
Disease 19 (COVID19)
Total 3.400.000.0000
Rincian Anggaran Biaya (RAB) terlampir
Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi……
…………………………………
NIP