Direct Shear Test (Uji Kuat Geser Batuan)
Didalam menetukan parameter geoteknik setidaknya ada tiga laboratorium test
yang dilakukan untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam yang nantinya
akan digunakan dalam perhitungan analisis kestabilan lereng untuk mendapatkan nilai
faktor keamanan. Laboratorium test tersebut diantaranya;
1. UCS (Unconfined Compression Strength Test)
2. Direct Shear Strength.
3. Triaxial Test
Pada bagian ini kita akan membahas direct shear strength atau kuat geser langsung.
Kuat geser tanah atau batuan adalah kemampuan tanah melawan tegangan geser yang
terjadi pada saat terbebani. keruntuhan geser atau shear failure tanah atau batuan
terjadi bukan disebabkan karena hancurnya butir butir tanah tersebut tapi karena
adanya gerak relatif antara butir butir tanah tersebut. Pada peristiwa kelongsoran
suatu lereng berarti telah terjadi pergeseran dalam butir butir tanah tersebut.
Kekuatan geser yang dimiliki oleh suatu tanah atau batuan dipengaruhi oleh faktor
faktor dibawah ini;
Pada tanah berbutir halus (kohesif ) misalnya lempung kekuatan geser yang dimiliki
tanah disebabkan karena adanya kohesi atau lekatan antara butir butir tanah atau
biasa disebut dengan kohesi (C).
Pada tanah atau batuan dengan butir kasar (non kohesif), kekuatan geser disebabkan
karena adanya gesekan antara butir butir tanah atau batuan sehingga sering disebut
sudut gesek dalam
Pada kondisi alamiah dilapangan kondisi material tanah maupun batuan selalu
bercampur sehinga kekuatan geser disebabkan karena adanya lekatan (karena kohesi)
dan gesekan karena adanya sudut geser dalam pada butir butir batuan dan tanah.
Kuat geser batuan dinyatakan dalam rumus;
Hubungan antara tegangan total, tegangan efektif dan tegangan air pori adalah
sebagai berikut;
Berikut ilustrasi sederhana dari alat direct shear strength;
Secara sederhana sampel tanah atau batuan dimasukkan kedalam alat seperti tabung
yang kemudian diberi beban normal yang besarnya tetap. Sampel tersebut kemudian
digeser dengan gaya () yang besarnya secara berkala dinaikkan sampai sampel tanah
atau batuan tersebut pecah (). Dan sleuruh angka tersebut dicatat kemudian diplot
kedalam grafik.
Saat ini alat untuk mengukur direct shear strength sudah otomatis dengan komputer
dalam menghitung displacement dari sampel tersebut karena dibutuhkan ketelitian
yang sangat tinggi dan harus sangat cepat untuk mencatat tiap perubahan. ada tiga
gauge yang harus dicatat per tiap perubahan gaya yang diberikan seperti horizontal
displacement gauge, vertical displacement gauge dan shear load gauge. Untuk
memulai bisanya ditentukan beberapa nilai beban atau tekanan normal (psi) yang
akan diberikan pada tiap sampel yang berbeda.
Dalam tabel dibawah ini saya coba mencoba menjelaskan secara sederhana
perhitungan dalam menentukan direct shear strength:
Sampel tanah atau batuan 1 diberikan gaya normal 2.27 psi dan seterusnya utk sampel
2 & 3. Kemudian pada tabel berwarna biru kita dapat melihat nilai gaya horizontal
yang diberikan pada sampel dan didapatkanlah pembacaan nilai horizontal
displacement (Tabel oranye), load dial reading (Tabel kuning) dan shear force (Tabel
merah).
Untuk shear stress (Tabel hijau) didapat dari pembagian horizontal shear force (Tabel
merah) dengan luas area.
Hal yang sama dilakukan pada beberapa sampel dengan pemberian gaya normal yang
berbeda, setelah itu dibuat grafik nilai dari shear stress (Tabel hijau ) vs horizontal
displacement (Tabel oranye) dengan beberapa sampel yang berbeda seperti pada
gambar dibawah;
Setelah diplot maka dari grafik tersebut kita mendapat nilai peak dimana saat sampel
batuan pecah/failure/runtuh, langkah selanjutnya adalah nilai tersebut dijadikan
gravik antara horizontall stress maksimal saat batuan pecah vsnormal stress tiap tiap
sampel.
Maka akhirnya didapat persamaan
Saya mencoba menjelaskan sesederhana mungkin dan bagaimana prakteknya, kalau
masih ada yang belum jelas dapat berkomentar dan akan kita diskusikan bersama, dan
kalo ada yang kurang boleh dikoreksi, masih belajar.
Reference:
ASTM D 3080 Standard Test Method for Direct Shear Test of Soils Under
Consolidated Drained Conditions.
Engineering Properties of Soils Based on Laboratory Testing Prof. Krishna
Reddy, UIC