SATUAN ACARA PENYULUHAN
APD (ALAT PELINDUNG DIRI)
Pokok bahasan : Keperawatan Komunitas
Subpokok Bahasan : Kesehatan Kerja
Topik : Alat Pelindung Diri dan Penyakit Akibat Kerja
:
:
Waktu :
Penyuluh : Mahasiswa PPN Angkatan XXII FIK Unpad 2012
I. Tujuan Instruksional
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah penyuluhan selama 1x30 menit, peserta mampu menjelaskan kembali pengertian, syarat,
dan macam-macam APD
Setelah penyuluhan selama 1x30 menit, peserta mampu memahami dan mengetahui tentang
penyakit yang ditimbulkan selama bekerja
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian APD
2. Menyebutkan kembali 5 dari 9 syarat-syarat APD
3. Menjelaskan macam-macam APD
4. Menyebutkan kembali macam-macam penyakit yang timbul selama bekerja
5. Menyebutkan kembali 5 dari 7 upaya pencegahan penyakit akibat kerja
II. Metode dan Media
Ceramah dan tanya jawab
Leaflet
III. Kegiatan
No Komunikator Komunikan
Pre Interaksi
1 Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam (2 menit)
2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan (3 menit)
penyuluhan
3 Apersepsi dengan menanyakan tentang pengertian Mendengarkan dan Menjawab
dan fungsi APD. Tentang macam-macam penyakit (3 menit)
akibat kerja dan upaya pencegahannya
Isi
4 Menjelaskan materi penyuluhan mengenai Mendengarkan (20 menit)
pengertian, syarat, dan macam-macam APD
Menjelaskan materi penyuluhan tentang macam-
macam penyakit akibat kerja dan upaya
pencegahannya
5 Memberikan kesempatan kepada komunikan untuk Mengajukan pertanyaan (10
bertanya tentang materi yang disampaikan menit )
6 Penutup
Memberikan pertanyaan akhir sebagai evaluasi Menjawab (2 menit)
7 Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan Mendengarkan (3 menit)
penyuluhan
8 Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Menjawab salam (2 menit)
IV. Lampiran Materi
A. Pengertian
Alat Pelindung Diri adalah alat-alat yang mampu memberikan perlindungan terhadap bahaya-
bahaya kecelakaan (Suma’mur, 1991).
Alat Pelindung Diri harus mampu melindungi pemakainya dari bahaya-bahaya kecelakaan yang
mungkin ditimbulkan, oleh karena itu, APD dipilih secara hati-hati agar dapat memenuhi beberapa
ketentuan yang diperlukan.
Menurut ketentuan Balai Hiperkes, syarat-syarat Alat Pelindung Diri adalah :
1. APD harus dapat memberikan perlindungan yang adekuat terhadap bahaya yang spesifik atau
bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja
2. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa ketidaknyamanan
yang berlebihan
3. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel
4. Bentuknya harus cukup menarik
5. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama
6. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang dikarenakan bentuk dan
bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam menggunakannya
7. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada
8. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya
9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya
Suma’mur (1994) menggolongkan alat pelindung diri menurut bagian tubuh yang
dilindunginya ke dalam 8 golongan yaitu :
1. Alat Pelindung Kepala
Tujuan dari penggunaan alat ini adalah melindungi kepala dari bahaya terbentur dengan benda tajam
atau keras yang menyebabkan luka tergores, terpotong, tertusuk, terpukul oleh benda jatuh,
melayang dan meluncur, juga melindungi kepala dari panas radiasi, sengatan arus listrik, api,
percikan bahan-bahan kimia korosif dan mencegah rambut rontok dengan bagian mesin yang
berputar Jenisnya berupa topi pengaman yang terbuat dari plastik, fiberglass, bakelite.
2. Alat Pelindung Mata
Masalah pencegahan yang paling sulit adalah kecelakaan pada mata, oleh karena biasanya tenaga
kerja menolak untuk memakai pengaman yang dianggapnya mengganggu dan tidak enak dipakai.
Kaca mata pengaman diperlukan untuk melindungi mata dari kemungkinan kontak dengan bahaya
karena percikan atau kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif partikel melayang, atau kena radiasi
gelombang elektromagnetik.
3. Alat Pelindung Muka
Alat Pelindung Muka digunakan untuk mencegah terkenanya muka oleh partikel-partikel yang dapat
melukai muka seperti terkena percikan logam pada saat melakukan pengelasan. Alat pelindung muka
sekaligus pula dapat melindungi mata. Alat pelindung muka yang biasa digunakan berupa tameng
muka atau perisai muka seperti goggles, helm pengelas dan topi penutup.
4. Alat Pelindung Telinga
Hilangnya pendengaran adalah kejadian umum di tempat kerja dan sering dihiraukan karena
gangguan suara tidak mengakibatkan luka. Alat pelindung telinga bekerja sebagai penghalang antara
bising dan telinga dalam. Selain itu, alat ini melindungi pemakainya dari bahaya percikan api atau
logam panas misalnya pada saat pengelasan. Alat pelindung telinga dapat dibedakan menjadi 2
yaitu :
Sumbat telinga
Alat ini memberikan perlindungan yang paling efektif karena langsung dimasukkan ke dalam telinga
Tutup telinga
Alat ini dipakai di luar telinga dan penutupnya terbuat dari sponge untuk memberikan perlindungan
yang baik
5. Alat Pelindung Pernafasan
Secara umum alat pelindung pernafasan dapat dibedakan menjadi 2 alat yaitu :
Respirator, yang berfungsi membersihkan udara yang telah terkontaminasi yang akan dihirup oleh
pemakainya
Breathing Apparatus, yang mensuplay udara bersih atau oksigen kepada pemakainya
6. Alat Pelindung Tangan
Alat Pelindung Tangan merupakan alat yang paling banyak digunakan karena kecelakaan pada
tangan adalah yang paling banyak dari seluruh kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Pekerja harus
memakai pelindung tangan ketika terdapat kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti luka tangan
karena benda-benda keras, luka gores, terkena bahan kimia berbahaya, luka sengatan dan lain-
lainnya.
7. alat pelindung Kaki
Sepatu keselamatan kerja dipakai untuk melindungi kaki dari bahaya kejatuhan benda-benda berat,
terinjak benda yang berputar melalui kjaki, kepercikan larutan asam dan basa yang korosif atau
cairan panas, menginjak benda tajam. Sepatu pelindung dan boot harus memiliki ujung sepatu yang
terbuat dari baja dan solenya dapat menahan kebocoran. Ketika bekerja di tempat yang mengandung
aliran listrik, maka harus digunakan sepatu tanpa logam yang dapat menghantarkan aliran listrik. Jika
bekerja di tempat biasa maka harus vdigunakan sepatu yang tidak mudah tergelincir, sepatu yang
terbuat dari karet harus digunakan ketika bekerja dengan bahan kimia.
8. Pakaian pelindung
Pakaian pelindung dapat berbentuk APRON yang menutupi sebagian dari tubuh yaitu mulai dari dada
sampai lutut dan overalla yang menutup seluruh badan. Pakaian pelindung digunakan untuk
melindungi pemakainya dari percikan cairan, api, larutan bahan kimia korosif dan oli, cuaca kerja
(panas, dingin, dan kelembapan). APRON dapat dibuat dari kain, kulit, plastik, karet, asbes atau kain
yang dilapisi aluminium. Perlu diingat bahwa APRON tidak boleh dipakai di tempat-tempat kerja yang
terdapat mesin berputar.
Penyakit Akibat Kerja
Penyakit akibat kerja adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan
kerja. Beberapa kemungkinan penyakit yang dapat terjadi dapat digolongkan menjadi 5 golongan
yaitu :
Fisik : Kerusakan indera pendengaran, angioneorosis, heat rash,
kejang-kejang, panas, radang dingin, gangguan
penglihatan, kanker.
b. Kimia : pneumoconiosis, keracunan akibat zat kimia tersebut
c. Biologis/infeksi : antraksis, kulit
d. Fisiologis : luka, Flaktur/trauma
e. Psikologis : Stress
Upaya-upaya Pencegahan Penyakit Akibat kerja
Substitusi
Substitusi yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang
berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali, misalnya karbon tetraklorida diganti triklor-etilen
Ventilasi Umum
Yaitu mengalirkan udara sebanyak-banyaknya menurut perhitungan ke dalam ruang kerja, agar
bahan-bahan berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang membahayakan, yaitu kadar pada nilai
ambang batas
Ventilasi Keluar Setempat
Adalah alat yang dapat mengisap udara dari suatu tempat kerja tertentu, agar bahan-bahan yang
berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar
Isolasi
Adalah dengan cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan, misalnya isolasi mesin
yang hiruk pikuk, sehingga kegaduhan yang disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan
pada pekerja
Pakaian/Alat Pelindung
Alat pelindung dalam pekerjaan dapat berupa, kacamata, masker, helm, sarung tangan, sepatu atau
pakaian khusus yang didesain untuk pekerjaan tertentu
Pemeriksaan Sebelum Bekerja
Yaitu pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut
sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan baik fisik maupun, mentalnya
Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja, apakah ada
gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan. Dapat dilakukan setiap 6 bulan
sekali atau 1 tahun sekali, atau disesuaikan dengan kebutuhan
V. Daftar Pustaka
Dainur. 1995. Materi-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Widya Medika.
Depkes RI. 1992. Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV. Jakarta
Knollmueler.1998. Buku Saku Keperawatan Komunitas Kesehatan Rumah. Jakarta. EGC.
MPR RI. 1999. GBHN 1999 – 2004. Jakarta.
Summamur. 1994. Kesehatan Kerja. Jakarta. Widya Medika