0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Perawatan Luka Pasca Sectio Caesarea

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan (SAP) mengenai perawatan luka post sectio caesarea yang mencakup tujuan, strategi penyampaian, materi, proses penyuluhan, evaluasi, dan daftar hadir."

Diunggah oleh

Nazalia Lutfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan11 halaman

Perawatan Luka Pasca Sectio Caesarea

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan (SAP) mengenai perawatan luka post sectio caesarea yang mencakup tujuan, strategi penyampaian, materi, proses penyuluhan, evaluasi, dan daftar hadir."

Diunggah oleh

Nazalia Lutfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“PERAWATAN POST SECTIO CAESAREA”

DISUSUN OLEH :

Janika Fergiwati (40214002)

Rofi Khotul Ismi (40214003)

Khalid Alfiady (40214033)

Purwo Jati Kanaka (40214036)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Keperawatan Maternitas


Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Pada Kehamilan
Sasaran : Pasien post SC
Hari / Tanggal : Sabtu, 15 September 2018
Waktu : 11.00 – 12.30 WIB
Tempat : Ruang Nifas RSUD Ngudiwaluyo Kab. Blitar

I. TUJUAN
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan  diharapkan mampu dan
memahami tentang perawatan luka post sectio caesarea dirumah.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang perawatan luka post
sectio caesarea diharapkan :
1. Menyebutkan pengertian perawatan luka dengan benar tanpa melihat
catatan / leaflet
2. Menyebutkan tanda dan gejala infeksi pada luka dengan benar tanpa
melihat catatan/leaflet.
3. Menyebutkan penyebab infeksi dengan benar tanpa melihat catatan/
leaplet
4. Menyebutkan cara-cara perawatan luka dengan benar
5. Dapat mendemontrasikan langkah-langkah perawatan luka dengan benar
tanpa melihat catatan
II. STRATEGI PENYAMPAIAN
A. Metode
Ceramah dan Tanya jawab.
B. Media
Leaflet.
C. Setting Tempat

Pasien dan
keluarga

penyaji

fasilitator

III. MATERI PENYULUHAN


A. Pengertian perawatan luka.
B. Tanda dan gejala infeksi
C. Penyebab infeksi
D. Penjelasan menuju 24 jam setelah operasi
E. Makanan setekah operasi Sectio Caesarea
IV. PENGORGANISASIAN
A. Moderator : Khalid alfiadi
B. Pemateri : Purwo Jati Kanaka
C. Fasilitator : Rofi Khotul Ismi
D. Observer : Janika Fergiwati.
V. PROSES PENYULUHAN DAN KEGIATAN

KEGIATAN
No TAHAPAN Waktu
Penyuluh Target
1 Pembukaan Individu Pasien post 5 Menit
a. Memberi salam. operasi Sectio
b. Perkenalan. Caesarea di
c. Menjelaskan tujuan penyuluhan Ruang Nifas
dan kontrak waktu penyuluhan.
2 Penyajian materi penyuluhan Individu Pasien post 25 Menit
a. Menjelaskan pengertian operasi Sectio
perawatan operasi Sectio Caesarea di
Caesarea Ruang Nifas
b. Menjelaskan tanda dan gejala
infeksi pada luka operasi
Sectio Caesarea.
c. Menjelaskan penyebab
infeksi
d. Penjelasan menuju 24 jam
setelah operasi
e. Makanan setekah operasi
Sectio Caesarea
3 Penutup Individu Pasien post 5 Menit
a. Menanyakan kembali materi operasi Sectio
penyuluhan yang sudah Caesarea di
diberikan kepada klien. Ruang Nifas
b. Menyimpulkan bersama sama
hasil kegiatan penyuluhan.
c. Salam penutup.
VI. MATERI
A. Pengertian Sectio Caesarea
Sectio Caesarea menurut (Wikjosastro, 2013) adalah suatu persalinan
buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan
dinding rahim dengan syarat dinding dalam keadaan utuh serta berat janin
di atas 500 gram.
Sementara menurut (bobak et al, 2004) Sectio Caesarea merupakan
kelahiran bayi melalui insisi trans abdominal.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Sectio Caesarea
merupakan suatu pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka
dinding perut dan dinding uterus.
B. Penyebab Infeksi
1. Adanya benda asing atau jaringan yang sudah mati didalam luk
2. Luka terbuka dan kotor
3. Gizi Buruk
4. Daya tahan tubuh yang lemah
5. Mobilisasi terbatas atau kurang gerak
C. Tanda dan gejala Infeksi
1. Terjadi bengkak disekitar luka
2. Panas badan yang meningkat
3. Kemerahan disekitar luka
4. Nyeri
5. Perubahan fungsi organ
6. Cairan yang berupa nanah pada luka
7. Luka berbau tidak sedap

D. Penjelasan menuju 24 jam setelah operasi


1. Miring/Berguling di Kasur
Cara mudah untuk membantu ibu berguling dari punggung ke samping
agar tidak menimbulkan rasa sakit. Pertama tekuk lutut dan panggul
(pergantian) sehingga kaki terletak rata di atas tempat tidur. Tekan
kaki ke tempat tidur lalu angkat panggul sehingga tubuh ibu berada
dalam posisi lurus dari bahu hingga lutut. Putar panggul ke sisi
sembari menggulingkan badan bagian atas ke sisi yang sama. Maka
ibu dalam posisi menyamping. Cara ini hanya menimbulkan sedikit
rasa sakit sebatas pada bagian sayatan.
2. Pernafasan Dalam
Umumnya pasca menjalani operasi caesar, menarik napas dalam-
dalam lalu membuang akan membuat rasa sakit. Namun napas dalam
harus tetap dilakukan, terutama bagi ibu yang harus dibius total selama
proses operasi caesar guna mempersihkan lendir-lendir yang
menempel di dada karena dapat menyebabkan infeksi.
3. Berdiri lalu berjalan
Selama beberapa menit pertama, ibu biasanya merasa lemas,
pusing dan sakit kepala. Untuk mengurangi rasa pusing, sebelum
bangun dari tempat tidur, ibu bisa melakukan beberapa gerakan.
Misalnya memutar pergelangan kaki dan menekuk tungkai untuk
memperbaiki peredaran darah.
Ibu istirahat sejenak untuk membiasakan dengan posisi-posisi baru,
terutama sewaktu bangun dari tidur dan berdiri. Sebelum, berdiri ibu
berguling ke tepi tempat tidur terlebih dahulu dan membiasakan diri.
Kaki dibiarkan menggantung beberapa saat baru kemudian
mendorong tubuh ke posisi duduk. duduk sesaat dan sambil
membiasakan diri, ibu bisa melakukan gelakan memutar pergelangan
kaki. Setelah ibu merasa siap, kaki diletakkan di lantai dan kemudian
ibu berdiri. Ibu tidak boleh ragu meminta bantuan perawat atau
keluarga. Ibu harus mengusahakan berdiri tegak semampunya. Hal ini
tidak akan membahayakan luka sayatan bekas operasi caesar meskipun
pada bagian itu terasa sakit.
Selanjutnya ibu memberi waktu sedikit lagi tubuh agar
terbiasa. Setelah tubuh terbiasa, ibu bisa melangkahkan kaki sedikit
demi sedikit. Percobaan pertama biasanya memang sulit, namun
setelah terbiasa ibu tidak akan merasa terbebani. Porsi berjalan
ditambahkan sedikit setiap darinya agar tubuh cepat terbiasa.
E. Makanan setelah operasi Sectio Caesarea
Setelah operasi Caesar, tidak ada pantangan soal makanan, karena
operasi tersebut tidak melukai usus. Akan tetapi memang memerlukan
tahapan dalam mengkonsumsi makanan diawal-awal setelah melakukan
operasi, karena bius mempengaruhi kerja usus dalam mencerna makanan
menjadi lebih lambat. Yang bisa ibu lakukan pasca operasi ini, awalnya
dengan minum air sedikit dulu, baru bisa makan bubur dengan lauk telur, dan
kalau keesokan harinya anda sudah bisa “buang angin” maka ibu sudah bisa
makan nasi seperti biasa.
Selain itu pada minggu-minggu pertama sebaiknya ibu hindari
mengangkat benda berat kecuali menggendong bayi. Karena akan lebih
menyenangkan jika ibu menangani bayinya sedini mungkin, dan tidak terlalu
fokus pada rasa sakit akibat luka bekas operasi. Dan beristirahatlah jika
memungkinkan untuk mengembalikan stamina pasca operasi.
Sebenarnya ibu bebas mengkonsumsi makanan apapun asalkan dalam
batas kewajaran, karena luka pasca operasi caesar membutuhkan banyak
protein untuk mempercepat proses penyembuhan. Untuk itu sangat
dibutuhkan makanan dengan kandungan yang sehat dan tentunya memiliki
protein yang tinggi.

VII. EVALUASI
A. Evaluasi struktur
1. SAP sudah di buat dan di koreksi
2. Leaflet sudah di buat dan di koreksi
3. Materi penyuluhan sudah di kuasai
B. Evaluasi proses
1. Pelaksanaan sesuai waktu yang telah di tetapkan
2. Keluarga aktif bertanya
3. Keluarga mendengarkan dengan perhatian
4. Keluarga dapat memahami pengertian, tanda bahaya, komplikasi dari
tanda bahaya kehamilan, dan pencegahan/mengantisipasi tanda bahaya
kehamilan
C. Evaluasi hasil
1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian kehamilan.
2. Keluarga dapat menyebutkan tanda bahaya kehamilan dan macam-macam
tanda bahaya kehamilan.
3. Keluarga dapat menyebutkan komplikasi dari tanda bahaya kehamilan.
4. Keluarga dapat menyebutkan pencegahan/mengantisipasi tanda bahaya
kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA

Wolf, Weilzel, Fuerest 2004. Dasar-Dasar Ilmu Keperawatan, Jilid II Jakarta


:Gunung Agung

Morison Moya J, 2004. Manajemen luka. EGC, Jakarta


DAFTAR HADIR PENYULUHAN

NO NAMA ALAMAT STATUS PARAF


1

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

Anda mungkin juga menyukai