0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan9 halaman

Manajemen PR: POAC dan Implementasi

Manajemen PR melibatkan penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berbagai program komunikasi organisasi. Bentuknya dapat berupa brosur, pertemuan kecil, hingga konferensi pers satelit. PR bertujuan membangun hubungan baik antara organisasi dan publik untuk mendukung tujuan organisasi.

Diunggah oleh

Vency Rifai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan9 halaman

Manajemen PR: POAC dan Implementasi

Manajemen PR melibatkan penelitian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berbagai program komunikasi organisasi. Bentuknya dapat berupa brosur, pertemuan kecil, hingga konferensi pers satelit. PR bertujuan membangun hubungan baik antara organisasi dan publik untuk mendukung tujuan organisasi.

Diunggah oleh

Vency Rifai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING DAN CONTROLING PUBLIC RELATIONS

Pengantar:

Berikut ini adalah salah satu contoh makalah PR yang ditulis oleh mahasiswa IAIN Surakarta.
Ada poin penting dalam makalah ini adalah bagaimana mahasiswa ini memasukkan ayat al
qur’an dan cuplikan kata mutiara atau hadist yang berhubungan dengan materi Public Relations.
Tugas ini kami berikan kepada mahasiswa agar mereka juga mampu menggali ayat ayat dalam al
qur’an atau hadist yang berkenaan dengan PR. Sehingga saat mereka nanti lulus atau kalian
lulus, dalam menyampaikan materi atau kebijakan yang berkenaan dengan komunikasi PR,
kalian juga mampu menyampaikan ayat ayat yang relevan.

Dengan demikian citra diri kalian sebagai mahasiswa UIN benar benar kelihatan wibawanya.
Disamping itu kemampuan mahasiswa dalam menyitir atau mengutip buku buku literasi yang
relevan dengan makalah perlu juga dikembangkan.

Sebagai Tugas untuk Pertemuan ke (6) lima: Press Relations dan Media Relations saya
memberi tugas untuk kalian untuk membuat makalah dengan judul diatas. Makalah ditulis seperti
contoh di bawah ini.

a. Terstruktur
b. Sistematis
c. Memuat kutipan ayat al qur’an atau hadist. Kutipan bisa ditaruh diatas sendiri atau disela
sela naskah dalam makalah.
d. Memuat daftar buku buku literasi/referensi yang relevan
e. Diketik dalam bentuk Ms word dengan spasi 1,5
f. Dikumpulkan maksimal pada tgl 7 Oktober 2021 jam 17.00 ke email
cakrefo@[Link] dan [Link]@[Link]
g. Mulai besok dua email itu yang saya pakai menerima email tugas tugas mahasiswa UIN
Surakarta.
h. Sementara pertemuan ke 5 nanti saya kirim materi baru monitoring dan evaluasi.
i. Jika ada petanyaan bisa dishare ke no wa group.

SELAMAT MENGERJAKAN
‫في حفظ اللسان‬  ‫سالمة اإلنسان‬
Keselamatan seseorang terletak dalam menjaga lisan.

‫ َل‬I ِ‫عُوبًا َوقَبَائ‬I ‫يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا َخلَ ْقنَا ُكم ِّمن َذ َك ٍر َوأُنثَى َو َج َع ْلنَا ُك ْم ُش‬
‫ِلتَ َعا َرفُوا إِ َّن أَ ْك َر َم ُك ْم ِعن َد هَّللا ِ أَ ْتقَا ُك ْم إِ َّن هَّللا َ َعلِي ٌم َخبِي ٌر‬
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Mengenal”.

A.  POAC PR

Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi/humas akan menggunakan konsep-konsep


manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan
fact finding, planning, communicating, evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan
manajerial. Untuk keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara
manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara
koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

Manajemen PR (humas) dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen


(perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan
humas. Manajemen humas berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Betuk kegiatan
komunikasi bisa berupa kegiatan kecil sampai pada kegiatan yang sangat komplek seperti
konferensi pers dengan menggunakan satelit.

Manajemen humas bisa mencakup :

·    Manajemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang dilakukan oleh organisasi

·    Manajemen terhadap kegiatan-kegiatan kehumasan yang lebih spesifik atau yang berupa
satuan-satuan kegiatan kehumasan.

Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang dipergunakan oleh
kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu
sendiri. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen
(POAC, Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

Peran Manajer dan Hubungan Masyarakat

Dengan melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat (humas) dalam suatu
organisasi yang sudah dikemukakan, dapat dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya
menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Disamping itu, untuk dapat mencapai
tujuan organisasi secara efisien dan efektif dan agar pekerjaan terlaksana dengan baik. Fungsi
dan tanggung jawab manajer humas hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar
dan efektif antara semua bagian dalam perusahaan disatu sisi dan antara perusahaan itu dengan
publik internal dan publik eksternal.

Staf humas harus menerapkan ketiga prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan mampu
secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan demikian ia dapat memberi
masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan usaha yang saling menguntungkan dan
berkelanjutan serta mampu bersaing. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas
harus mempelajari setiap langkah dan sasaran perusahaan. Memantau keadaannya sejauh mana
langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Apakah pendapat umum terhadap
langkah dan sasaran itu. Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan
esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan.

Tanggung jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya agar setiap
langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi pekerjaan agar jangan sampai ada
pekerjaan yang tumpang-tindih, mengawasi pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari
perencanaan dengan metode kerja yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi kerja yang
tepat. Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer hubungan masyarakat antara lain
mungkin perlu penataran baru, penyaringan baru untuk mendapatkan tenaga inti atau
diperlukannya penambahan tenaga yang berkualitas tertentu. Kualitas yang khas pada manajer
hubungan masyarakat ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus
berkemampuan sebagai juru analisis. Manajer hubungan masyarakat harus pula bisa membenahi
dirinya, dan menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas
sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah.

“Manajemen PR berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap


berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Bentuk kegiatan komunikasi
dapat berupa penerbitan brosur perusahaan, pertemuan-pertemuan kelompok kecil sampai pada
kegiatan yang sangat kompleks seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit”.
Dari pernyataan tersebut manajemen public relations dipahami sebagai bentuk pengelolaan
public relations dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu dengan menjalankan
penelitian, perencanaan dan evaluasi terhadap program yang dijalankan. Keterangannya sebagai
berikut:

1.    Penelitian

Pada dasarnya, penelitian merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh informasi dari
publik baik internal maupun eksternal untuk memahami masalah yang dihadapi dengan akurat
dan metode ilmiah.

2.   Perencanaan dan pemrograman

Perencanaan dan pemograman merupakan segala informasi atau data masukan atau input yang
diperoleh berkaitan dengan hal atau permasalahan yang dihadapi ke dalam bentuk rencana
tindakan untuk pemecahannya. Perencanaan Public Relations merupakan suatu proses
berkesinambungan dan selalu memerlukan peninjauan agar tindakan yang diambil sesuai dengan
aturan yang ditetapkan. Sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanaan program
antara lain: sifat, waktu dan lingkungan. Perencanaan juga harus memperhatikan situasi di dalam
maupun di luar organisasi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan tersebut.

3.   Pelaksanaan program

Pelaksanaan program merupakan tahap dimana rencana program yang telah ditetapkan
dilaksanakan atau diimplementasikan ke dalam suatu bentuk program aksi sebagai langkah nyata
pemecahan masalah PR yang dihadapi. Pelaksanaan Program ini dapat berupa program tindakan
maupun program komunikasi yang kesemuanya merupakan cara atau proses untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.

4.   Evaluasi

Merupakan suatu tahapan yang dilaksanakan untuk menentukan atau memperlihatkan nilai suatu
program termasuk pengelolaan maupun hasil atau dampak pelaksanaannya. Melalui evaluasi, PR
akan mengetahui faktor-faktor yang menjadi kegagalan ataupun keberhasilan suatu program,
sehingga dapat ditentukan langkah-langkah selanjutnya yang seharusnya dilakukan. Pada
dasarnya tujuan sentral PR adalah untuk menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan
organisasi atau perusahaan. Meskipun tujuan setiap organisasi berbeda tergantung dari sifat
organisasi tersebut, tetapi dalam kegiatan humas terdapat kesamaan yakni membina hubungan
yang harmonis antara organisasi dengan publik dalam membentuk citra positif. Hubungan yang
baik atau harmonis dalam PR mengandung arti luas, yakni sikap yang menyenangkan
(favorable), itikad baik (goodwill), toleransi (tolerance), saling pengertian (mutual
understanding), saling mempercayai (mutual confidence), saling menghargai (mutual
appreciation), dan citra baik (good image). Penampilan dan sikap seorang PR dalam mencapai
tujuan organisasi dengan cara menciptakan kesan yang baik akhirnya dapat melekat dan
mempengaruhi citra dari perusahaan yang diwakilinya.

Hakekat fungsi, tujuan dan kegiatan public relation

Public relations sebagai fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan
yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan public yang mempengaruhi kesuksesan atau
kegagalan organisasi tersebut.

Fungsi humas

1. Fungsi konstruktif

Peranan humas dalam hal ini mempersiapkan mental public untuk menerima kebijakan
organisasi untuk mengetahui kepentingan public, mengevaluasi perilaku public maupun
organisasi untuk direkomendasikan pada manajemen, menyiapkan prakondisi untuk mencapai
saling pengertian, percaya dan saling membantu terhadap tujuan-tujuan public atau organisasi
yang diwakilkan.

2. Fungsi korektif

Berperan sebagai problem solver, yakni apabila sebuah organisasi atau lembaga terjadi masalah-
masalah atau krisis dengan public, maka humas harus berperan dalam mengatasi
terselesaikannya masalah tesebut.

Sementara cultip and center mengatakan bahwa fungsi PR meliputi hal-hal berikut.

~ menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi.

~menciptakan komunikasi dua arah secara timbale balik dengan menyebarkan informasi dan
perusahaan kepada public dan menyalurkan opini public dalam perusahaan.

~melayani public dan memberikan nasehat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan
umum.

~ membina hubungan secara harmonis antara organisasi dan public, baik internal maupun
eksternal.
Tujuan dan fungsi public relations

Tujuan adalah membentuk goodwill, toleransi (tolerance), saling kerjasama(mutual


understanding) dan saling menghargai (mutual appreciation) serta memperoleh opini public yang
favorable, image yang tepat berdasarkan prnsip-prinsip hubungan yang haronis baik hubungan
kedalam (internal relations) maupun hubungan keluar (external relations) (Ruslan, 1999:31

Bonar (1987:21) merumuskan tujuan PR adalah :

1. Public understanding (pengertian public)

2. Public confidence (kepercayaan public)

3. Public support (dukungan public)

4. Public cooperation ( kerjasama public)

Bagian-bagian dari fungsi PR :

~ hubungan internal, adalah bagian khusus PR yang membangun dan memertahankan hubungan
yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi mengantungkan
kesuksesannya

~ advertising, informasi yang digunakan oleh PR untuk menjangkau audien yang lebih luas,
bukan untuk konsumen yang menjadi sasaran marketing, dimana informasi yang ditempatkan
dimedia oleh sponsor tertentu yang jelas identitasnya yang membayar rang dan waktu
penempatan informasi tersebut. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan dimedia.

~ publisitas, adalah sumber-sumber informasi yang disediakan oleh PR dan diguanakan okeh PR
dan digunakan media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan
dimedia ini adalah metode yang tak bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi tidak
member bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut.

~ press agentry, adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik media
massa dan mendapatkan perhatian public. Banyak praktisi PR kadang-kadang menggunakan
taktik press agentry untuk menarik perhatian media kepada kliennya. Tetapi PR lebih sekedar
press agency.

~ Public affairs adalah bagian khusus dari PR yang membangun dan mempertahankan hubungan
pemerintah dan komunitas local dalam rangka memengaruhi kebijakan public.

~ lobbying adalah bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan memelihara
hubungan dengan pemerintah utama dengan tujuan memengaruhi penyusunan undang-undang
dan regulasi.
~ manajemen isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi, mengevaluasi,
dan merespon isu-isu kebijakan public yang memengaruhi hubungan organisasi dengan public
mereka. Secara administrative atau secara PR, akan tetapi, jika dilihat sebagai komunikasi
persuasif, ia menjadi taktik untuk memengaruhi kebijakan public, buak sebagai bagian dari
perencanaan strategi organisasi.

~ hubungan investor adalah bagian dari PR dalam perusahaan korporat yang membangun dan
menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan dengan shareholder dan pihak
lain didalam komunikasi keuangan dalam rangka memaksimalkan nilai pasar.

~ penegmbangan adalah bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas
membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan mendapatkan
dana dan dukungan sukarela.

FUNGSI HUMAS

 Public relation = Publisitas


Suatu teknik untuk menjamin pngertian diantara individu-individu.
 Public Relation = Keagenan Pers
Promosi tentang seseorang atau organisasi dengan mencapai publisitas yang
menyenangkan pada media massa.
 Public relation = Upaya Mempengaruhi
Usaha untuk mempengauhi pemberian suara pembuat undang-undang.
 Public Relation = Periklanan
Dilakukan dengan menyewa non persona waktu dalam media massa. Suatu komunikasi
non persona (non perorangan) melalui berbagai macam media komunikasi yang
dilakukan oleh seseorang atau mempengaruhi organisasi tertentu.
 Public Relation = Promosi
Aktivitas-aktivitas atau peristiwa-peristiwa yang direncanakan untuk menjamin dukungan
atau pengakuan tentang diri seseorang; produk, lembaga, atau gagasan.

Proses membina kebijaksanaan umum, menjamin pelaksanaan berbagai kebijaksanaan, dan


komunikasi mengenai kebijaksanaan kepada khalayak, sehingga menghasilkan pertukaran
gagasan formal secara dua arah antara sebuah organisasi dengan khalayaknya, pencerminan
fungsi hubungan masyarakat. Penekanan pada pengkajian dan perencanaan managemen
bersama-sama dengan penilaian terhadap keluaran (output) secara objektif dan kesinambungan
dalam pertukaran ini, membedakan hubungan masyarakat dari publisitas.
Penciptaan opini yang menyenangkan adalah tujuan utama hubungan masyarakat. Dengan
demikian menjadi jelaslah sifat dan bentuk opini public, factor-faktor yang mempengaruhinya,
dan peranan pemuka pendapat. Pengorganisasian hubungan masyarakat dan lembaga-lrmbaga
konseling serta peranan yang dimainkan masing-masing, didiskusikan untuk menunjukkan
persyaratan petugas pencatat fungsi hubungan masyarakat.

1. Opini public
Opini public adalah suatu ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama diantara
para anggota sebuah kelompok atau public, mengenai suatu masalah kontriversial yang
menyangkut kepentingan umum. Proses pembentukan opini public biasanya diungkapkan
oleh para anggota kelompok yang pandangannya bergantung pada pengaruh –pengaruh
yang dilancarkan kelompok.
Tujuan humas adalah pengembangan opini public yang menyenagkan dari sebuah
lembaga sosial, ekonomi, atau politik. Suatu pemahaman tentang proses pembentukan
opini public dan perubahan sikap merupakan dasar dari humas. Opini public bukan
merupakan suatu wujud dengan bentuk dan sifat nyata, tetapi merupakan sekumpulan
keyakinan, ilusi dan pandangan yag rasional maupun tidak rasional yang menggambarkan
sikap individu-individu membentuk public.
Opini public biasanya diungkapkan setelah terjadinya pertentangan, pertikaian, dan
perdebatan mengenai beberapa masalah kontroversial yang menyangkut system nilai,
doktrin, dan kesejahteraan sebuah kelpmpok

PROPAGANDA
Pengaruh penting terhadap opini public adalah propaganda. Menurut “Institue fir
Propaganda Analiysis”, propaganda adalah suatu pengungkapan opini, oleh seseorang
dan kelompok, yang dengan sengaja dimaksudkan untuk mempengaruhi opini atau
tindakan orang atau kelompok lain dengan merujuk pada tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam pengertian lugas, propaganda merupakan komunikasi yang jujur dan terus terang
dengan maksud menampilkan suatu sebab melalui penjelasan, persuasi atau misi dengan
rasa pengabdian. Sekarang propaganda dipergunakan oleh lembaga-lembaga agama,
politik, dan sosial untuk mempengaruhi fikiran dan tindakan orang lain demi kepentingan
yang terbaik. Dalam pengertian ini propaganda adalah persuasi yang sah.
Tetapi, propaganda sebagaimana dipraktekkan oleh pemerintah dan beberapa organisasi,
secara luas dinyatakan sebagai kegiatan subversive yang menghimbau kegilaan, dan
ketidak toleran, kebencian dan ketakutan, dengan menutupi fakta dan mempublikasikan
informasi palsu dan menyesatkan dalam upaya memanipulasi opini publiksecara busuk
dan tercela.

Kegiatan-kegiatan kehumasan meliputi :


~ customer relations seperti membangun hubungan baik dengan pihak luar, maksudnya
menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan public dan hubungan dengan
konsumen.
~ employe relations seperti membangun antara pimpinan dengan bentuk kerjasama dan
komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan.
~ community relations seperti membangun hubungan baikdengan pihak-pihak yang
selama ini telah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang kita wakili, menjaga
hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar perusahaan dan komunitas-komunitas
masyarakat tertentu.
~ government relations seperti menjalin hubungan yang baik sdengan pemerintah.
~ media relations seperti menjalin hubungan baik dengan media, karna kerja humas tidak
akan pernah berhasil tanpa adanya kerjasama yang baik dengan media, jadi hubungan itu
harus dijaga dengan baik dan tidak ada yang dirugikan.

Daftar Pustaka :
 Jefkins, Frank & Daniel Yadin. 2003. “Public Relations, Edisi Kelima”. Jakarta :
Erlangga.
 Ruslan, Rosady. 2010. “Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi :
Konsepsi dan Aplikasi”. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
 frazer Moore. 2005.” HUMAS membangun citra dengan komunikasi”. Bandung :
Remaja Rosdakarya.

Anda mungkin juga menyukai