Komunikasi Data
Teknik Sinyal Encoding &
Komunikasi Data Digital
Part-5
Pendahuluan
• Teknik Sinyal Encoding
• Teknik Komunikasi Data Digital
Teknik Sinyal Encoding
Pendahuluan
• Dalam proses kerjanya komputer mengolah
data secara digital,melalui sinyal listrik yang
diterimanya atau dikirimkannya.
• Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal
dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam
angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu)
atau 0 (nol).
Pendahuluan (1)
• Kombinasi dari arus on atau off inilah yang
yang mampu membuat komputer melakukan
banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf,
gambar, suara, bahkan film film menarik yang
anda tonton dalam format digital.
• Sistem yang merubah sinyal analog menjadi
sinyal digital disebut Sistem Akuisisi Data.
Empat Komponen Sistem Akuisisi Data
1. Input analog yaitu mengubah sinyal input analog dari
sensor menjadi bentuk bit.
2. Output analog yaitu mengubah data digital yang
tersimpan dalam komputer menjadi sinyal digital.
3. Input/output digital yaitu untuk masukan dan
keluaran nilai digital (tingkat logika) kedua dari
perangkat keras.
4. Counter/timer digunakan pada saat perhitungan,
pengukuran frekwensi dan perioda, pembangkit
pulsa.
Pengkodean Data
• Pengkodean karakter yaitu memasangkan karakter
berurutan dari suatu kumpulan dengan yang lainnya,
dalam sistem komunikasi digital, informasi dari sumber
dikonversikan menjadi deretan digit biner yang efisien
dengan jumlah digit biner yang digunakan dibuat
seminimal mungkin.
• Dalam proses telekomunikasi, data tersebut harus
dimengerti baik dari sisi pengirim maupun dari sisi
penerima. Untuk mencapai hal tersebut, data harus
diubah dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk
komunikasi data.
Teknik Encoding
• Modulasi adalah proses encoding sumber
data dalam suatu sinyal carrier dengan
frekuensi
4(empat )kombinasi hubungan
data dan sinyal
• Data digital; sinyal digital perangkat
pengkodean data digital menjadi sinyal digital
• Data analog; sinyal digital konversi data analog
ke bentuk digital
• Data digital; sinyal analog beberapa media
transmisi hanya bisa merambatkan sinyal analog
• Data analog; sinyal analog data analog dapat
dikirimkan dalam bentuk sinyal baseband
Sinyal Digital
• Sinyal Digital adalah deretan pulsa voltase
terputus-putus yang berlainan dan masing-masing
memiliki ciri-ciri tersendiri.
• Setiap pulsa merupakan sebuah elemen sinyal
,elemen sinyal merupakan data yang
ditranmisikan melalui pengkodean bit data
,dimana Biner 0 = Level voltase lebih rendah Dan
Biner 1 = Level voltase yang lebih tinggi.
Keistimewaan Sinyal Digital
1. Mampu mengirikan informasi dengan kecepatan
cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim
dengan kecepatan tinggi.
2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi
tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi
itu sendiri.
3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan
dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang
sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Ketentuan; Proses Encoding
1. Unipolar : Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang
sama.
2. Polar : Satu state logic dinyatakan oleh tegangan positif dan
sebaliknya oleh tegangan negatif
3. Rating Data : Rating data transmisi data dalam bit per
secon
4. Durasi atau panjang suatu bit waktu yang dibutuhkan
pemancar untuk memancarkan bit
5. Rating modulasi : Rating dimana level sinyal berubah dan
diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik
6. Tanda dan ruang : Biner 1 dan biner 0 berturut-turut
Pengkodean Sinyal Digital
1. Nonreturn To Zero (NRZ)
– Nonreturn-to-Zero-Level (NRZ-L)
– Nonreturn to Zero Inverted(NRZI)
2. Multilevel Binary
– Bipolar-AMI (Alternate Mark Inversion
– Pseudoternary
3. Biphase
– Manchester
– Differential manchester
1. NonReturn to Zero (NRZ)
• Nonreturn-to-Zero-Level (NRZ-L) yaitu suatu kode dimana
tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan
tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya.
• Nonreturn to Zero Inverted(NRZI) yaitu suatu kode dimana
suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu
bit time akan dikenal sebagai binary „1′ untuk bit time
tersebut; tidak ada transisi berarti binary „0′. Keuntungan
differensial encoding : lebih kebal noise, tidak dipengaruhi
oleh level tegangan.
Kelemahan: dari NRZ-L maupun NRZI adalah keterbatasan
dalam komponen DC dan kemampuansynchronisasi yang
buruk.
2. Multilevel Binary
• Bipolar-AMI yaitu suatu kode dimana binary „0′
diwakili dengan tidak adanya line sinyal dan binary „1′
diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif. Zero
menggambarkan tidak adanya line signal. Satu
menggambarkan positif atau negatif sinyal.
• Pseudoternary yaitu suatu kode dimana binary „1′
diwakili oleh ketiadaan line sinyal dan binary „0′ oleh
pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif. Satu
menggambarkan adanya jalur sinyal. Zero
menggambarkan perwakilan dari positif dan negatif.
3. Biphase
• Manchester yaitu suatu kode dimana ada suatu transisi
pada setengah dari periode. Tiap bit transisi low ke
high mewakili „1′ dan high ke low mewakili „0′. Zero
dari tinggi ke rendah di pertengahan interval. Satu dari
rendah ke tinggi di pertengahan interval
• Differential manchester yaitu suatu kode dimana
binary „0′ diwakili oleh adanya transisi di awal periode
suatu bit dan binary „1′ diwakili oleh ketiadaan transisi
di awal periode suatu bit.
Perbandingan Format Pengkodean
Sinyal Digital
Sinyal Analog vs Sinyal Digital(1)
• Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk
gelombang yg berkelanjutan, membawa informasi dg
merubah karakter gelombangnya. Sinyal analog
mentransmisikan suara & gambar dalam bentuk
gelombang kontiniu.
• Karakter yg terpenting yg dimiliki oleh isyarat analog
adalah amplitudo dan frekuensi yg biasanya
dinyatakan dg gelombang sinus, mengingat
gelombang sinus merupakan dasar untuk semua
bentuk isyarat analog.
Sinyal Analog vs Sinyal Digital(1)
• Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang
dapat mengubah signal menjadi kombinasi
urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner),
sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau,
proses informasinya pun mudah, cepat dan
akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital
hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data
yang relatif dekat.
Teknik Pengkodean dan Modulasi
• Bentuk x(t) bergantung pada teknik
pengkodean dan dipilih yang sesuai
dengan karakteristik media transmisi.
• Frekuensi sinyal pembawa dipilih yang
kompatibel dengan media transmisi
Teknik Komunikasi Digital
Pendahuluan
• Salah satu tujuan komunikasi data adalah untuk
mengirimkan data secara utuh dari sumber data hingga
sampai ke penerima atau tujuan pengiriman. Data utuh
diterima, berarti bahwa data tersebut lengkap tidak
corrupt atau hilang pada saat pengiriman.
• Untuk menjaga dan meyakinkan bahwa data yang
sedang dikirim akan tiba dengan selamat dan utuh ke
tangan penerima itulah dilakukan pendeteksian
kesalahan dan melakukan pembetulan kembali data jika
ternyata ada yang salah.
Keuntungan Teknik Komunikasi Data Digital
1. Kemudahan Multipleksing,
2. Kemudahan Persinyalan,
3. Integrasi Sistem Transmisi dan Switching,
4. Regenerasi Sinyal,
5. Kemudahan Enkripsi,
6. Pemrosesan Sinyal Digital,
[Link] Multiplexing
• Sistem komunikasi data digital pertama kali
diaplikasikan untuk sistem telepon yang menggunakan
teknik Time Division Multiplexing (TDM). Pada data
digital ini memiliki keunggulan dalam hal reliabilitas
terhadap gangguan (noise), distorsi, dan interferensi
lain.
• Degradasi sinyal akibat beberapa faktor gangguan
tersebut dapat diatasi dengan kemampuan data digital
yang melakukan regenerasi sinyal.
2. Kemudahan Persinyalan
• Persinyalan yang membawa informasi kendali
komunikasi merupakan bagian dari sistem transmisi
digital. Informasi tersebut dapat digabungkan ke
dalam jalur transmisi digital bersama-sama dengan
informasi kendali TDM yang dengan mudah dapat
diidentifikasi sebagai kanal kendali komunikasi.
• Fungsi dan format sistem persinyalan dapat
dimodifikasi secara terpisah tanpa mempengaruhi
sistem transmisi data secara keseluruhan.
[Link] Sistem Transmisi dan Switching
• Sistem komunikasi data digital fungsi TDM
sangat mirip dengan fungsi Time Division
Switching sehingga fungsi TDM dengan mudah
dapat diintegrasikan di dalam perangkat
penyambung.
[Link] Sinyal
• Dalam komunikasi digital representasi
sinyal suara dalam format digital
melibatkan proses konversi sinyal analog
menjadi urutan cuplikan-cuplikan diskrit.
• Setiap cuplikan diskrit direpresentasikan
dengan sejumlah digit biner.
[Link] Enkripsi
• Dalam kemudahan proses enkripsi dan
diskripsi terhadap sinyal digital merupakan
fitur ekstra dari sistem komunikasi digital.
[Link] Sinyal Digital
• Sebagai proses operasi yang dilakukan
pada sebuah sinyal untuk memanipulasi
atau mentransformasi karakteristik-
karakteristiknya.
SYNCHRONOUS DAN
ASYNCHRONOUS
• Synchronisasi adalah salah satu tugas
utama dari komunikasi data.
SYNCHRONOUS
• Ada level lain dari synchronisasi yang perlu agar
receiver dapat menentukan awal dan akhir dari suatu
blok data. Untuk itu, tiap blok dimulai dengan suatu
pola preamble bit dan diakhiri dengan pola postamble
bit. Pola-pola ini adalah kontrol informasi. Frame
adalah data plus kontrol informasi.
• Format yang tepat dari frame tergantung dari metode
transmisinya, yaitu:
– Transmisi character-oriented
– Transmisi bit-oriented
ASYNCHRONOUS
• Strategi dari metode ini yaitu mencegah problem
timing dengan tidak mengirim aliran bit panjang
yang tidak putus-putusnya. Melainkan data
ditransmisi per karakter pada suatu waktu,
dimana tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit
panjangnya.
• Timing atau synchronisasi harus dipertahankan
antara tiap karakter; receiver mempunyai
kesempatan untuk men-synchron-kan awal dari
tiap karakter baru.
• Komunikasi asynchronous adalah sederhana
dan murah tetapi memerlukan tambahan 2
sampai 3 bit per karakter untuk synchronisasi.
• Persentase tambahan dapat dikurangi dengan
mengirim blok-blok bit yang besar antara start
dan stop bit, tetapi akan memperbesar
kumulatif timing error. Solusinya yaitu transmisi
synchronous.
Perbandingan Asinkron dan Sinkron
• Untuk blok-blok data yang cukup besar, transmisi
sinkronisasi jauh lebih efisien dari pada asinkron.
Transmisi asinkron memerlukan overhead 20 %
atau lebih.
• Bila menggunakan transmisi sinkron biasanya
lebih kecil dari 1000 bit, yang mengandung 48 bit
kontrol informasi (termasuk flag), maka untuk
pesan 1000 bit, overheadnya adalah 48 / 1048 X
100% = 4.6%
Deteksi Error dengan Redundansi
• Data tambahan yang tidak ada hubungannya
dengan isi informasi yang dikirimkan, berupa
bit pariti.
• Berfungsi menunjukkan ada
tidaknya kesalahan data.
Troughput
• Perbandingan antara data yang
berguna dengan data keseluruhan.
Urutan Pengerjaan Sinkronisasi
• Sinkronisasi bit: Ditandai awal & akhir untuk masing-
masing bit.
• Sinkronisasi karakter: Ditandai awal dan akhir untuk
masing-masing karakter atau satuan kecil lainnya dari
data.
• Sinkronisasi blok: Ditandai awal dan akhir dari satuan
besar data. Dan untuk pesan yang besar, dibagi-bagi
menjadi beberapa blok kemudian baru dikirimkan
pengurutan blok-blok yang telah dibagi tersebut
adalah tugas dari timming.
Teknik Mendeteksi Error
• Forward Error Control: Dimana setiap karakter yang
ditransmisikan atau frame berisi informasi tambahan
(redundant) sehingga bila penerima tidak hanya dapat
mendeteksi dimana error terjadi, tetapi juga
menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error.
• Feedback (backward) Error Control: Dimana setiap
karakter atau frame memilki informasi yang cukup untuk
memperbolehkan penerima mendeteksi bila
menemukan kesalahan tetapi tidak lokasinya. Sebuah
transmisi kontro digunakan untuk meminta pengiriman
ulang, menyalin informasi yang dikirimkan.
Feedback error control
1. Teknik yang digunakan untuk deteksi
kesalahan
2. Kontrol algoritma yang telah disediakan untuk
mengontrol transmisi ulang.
Metode Deteksi Kesalahan
1. Echo: Metode sederhana dengan sistem
interaktif.
2. Error Otomatis atau Parity Check: Penambahan
parity bit untuk akhir masing-masing kata
dalam frame. Jenis Parity Check, yaitu : Even
parity dan Odd parity
Deteksi Kesalahan Dengan Bit Pariti
1. Vertical Redundancy Check ( VRC)
2. Longitudinal Redundancy Check (LRC)
3. Cyclic Redundancy Check ( CRC)
Bit Paritas : Mengapa kode komputer
memerlukan bit paritas?
1. Sirkuit atau jalur komunikasi yang mentransmisikan
sebuah bytedapat terinterferensi dengan adanya debu,
gangguan sinyal elektronik, pengaruh cuaca dan faktor-
faktor lainnya. Lalu, bagaimana cara komputer
mengenali error yang terjadi? Tugas pendeteksian inilah
yang dikerjakan oleh bit paritas.
2. Bit paritas disebut juga bit pemeriksa, yaitu bit
tambahan yang ditempatkan di posisi akhir sebuah byte.
Bit paritas dipakai untuk tujuan pemeriksaan akurasi,
yaitu memeriksa kesalahan (error) selama transmisi.
3. Bit paritas disusun menurut skema pengkodean
yang didesain di komputer. Skema paritas bisa
berupa paritas ganjil atau paritas genap. Misalnya,
pada skema paritas genap, huruf “H”
ASCII(01001000) memiliki dua buah angka 1.
4. Oleh karena itu bit kesembilan atau bit paritas
adalah 0 agar jumlah seluruh bit tetap genap. Pada
huruf “O” (01001111) yang memiliki lima buah
angka 1, maka bit kesembilannya berupa angka 1
agar jumlahnya tetap genap.
[Link] 45