0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan52 halaman

SK - RK Pedes

Diunggah oleh

Chris tyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan52 halaman

SK - RK Pedes

Diunggah oleh

Chris tyan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI NOMOR ™% TAHUN 2021 TENTANG PANDUAN FASILITASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, Menimbang : a. Mengingat : 1. DAN TRANSMIGRASI, bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 96 ayat (2) huruf b, Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, perlu menetapkan Panduan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa; . bahwa fasilitasi dan pendampingan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa dalam rangka _penyelenggaraan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa menjadi bagian dari tugas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang dilaksanakan melalui Tenaga Pendamping Profesional; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi tentang Panduan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, ‘Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495); Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6321); Menetapkan KESATU KEDUA. -2- 3, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864); 4. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1203); 5. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1262), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah ‘Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa, (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1569); 6. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi Nomor 15 Tahun 2020 tentang Organisasi dan ‘Tata Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1256); 7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1633); 8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 961) MEMUTUSKAN : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI TENTANG PANDUAN FASILITAS] PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA, Menetapkan Panduan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa, sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini; : Panduan Fasilitasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU, merupakan pedoman bagi; 1, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan KETIGA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. -3- ‘Transmigrasi dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan tugas pokok Tenaga Pendamping Profesional; 2. Tenaga Pendamping Profesional dalam melaksanakan tugas pokok fasilitasi dan pendampingan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa dalam rangka penyelenggaraan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa; 3. Unit-Unit Kerja Eselon I Lingkup Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam mendayagunakan Tenaga Pendamping Profesional untuk memifasilitasi program dan/atau kegiatan yang berhubungan dengan pendampingan masyarakat desa; 4. Pihak-pihak lain yang terlibat aktif dalam fasilitasi dan pendampingan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 'F September 2021 KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN HFIYAH NURLAELA, [Link] NIP,19661018 199203 2 003 1. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; 2. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah ‘Tertinggal, dan Transmigrasi; 3. Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; 4. Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan ‘Transmigrasi; dan 5, Gubernur/Bupati/Walikota penerima Dana Desa di seluruh Indonesia. LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI NOMOR _ TAHUN 2021 TENTANG PANDUAN FASILITASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA a Ye KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PANDUAN FASILITASI PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA( RKP DESA) BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI TAHUN 2021 KATA PENGANTAR Siklus perencanaan pembangunan di desa sesuai mandat Peraturan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 dimulai sejak bulan Juli tahun sebelumnya atau N-1 dari priode Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), yang diawali dengan Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Tahunan sampai dengan diterbitkannya Peraturan Desa tentang RKP Desa dan disusul dengan Peraturan Desa tentang APB Desa. Kepala Desa mempunyai waktu dalam proses penyusunan RKP Desa selama 3 (tiga) bulan sejak Juli, sehingga perlu pendampingan dalam penyusunan dokumen RKP Desa tersebut agar lebih terarah, tepat sasaran, tepat waktu serta sinergis antar sektor dan wilayah yang mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. RKP Desa adalah dokumen perencanaan kegiatan Pembangunan Desa periode 1 (satu) tahun, sebagai penjabaran tahunan dari RPJMDes. RKP Desa disusun berpedoman pada dokumen RPJMDes, hasil evaluasi RKP Desa tahun sebelumnya, situasi keadaan darurat, dan atau kebijakan pemerintah yang berskala luas. Disinilah peran penting Tenaga Pendamping Profesional (TPP) semua level pendampingan, baik PLD, PD, TAPM Kabupaten/Kota, TAPM Provinsi dan TAPM Pusat dalam memfasilitasi dan mendampingi Kepala Desa dan masyarakat Desa dalam proses penyusunan RKP Desa. Untuk keperluan ini, dipandang perlu diterbitkan Panduan Fasilitasi Penyusunan RKP Desa, untuk menjadi pedoman bagi seluruh TPP dalam menjalankan tugas fasilitasi dan pendampingan Penyusunan RKPD Desa. Selamat Berdesa...! Jakarta, September 2021 Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Luthfiyah Nurlaela Panduan Fasiita! Penyusunan RKP Desa | i DAFTAR ISTILAH 1, Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus — urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besamya kemakmuran masyarakat Desa. 3. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat Desa. 4. Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa. 5. Pemerintahan Desa adalah _penyelenggaraan = urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 6. Pemerintah Desa adalah kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa. 7. Badan Permusyawaratan Desa atau yang selanjutnya disingkat BPD atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang _anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. 8. Musyawarah Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh BPD untuk menyepakati hal yang bersifat strategis. 9. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau yang selanjutnya disebut Musrenbang Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa untuk menetapkan prioritas, program, kegiatan, dan kebutuhan Pembangunan Desa yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, swadaya masyarakat Desa, dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten /Kota. [Link] Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan discpakati bersama BPD. 11, Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan Panduan Fsiltas Penyusunan RKP Desa | i utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. 12,Pembangunan Kawasan Perdesaan adalah pembangunan antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui pendekatan partisipatif yang ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota. [Link] Pembangunan Desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Desa dengan melibatkan BPD dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya Desa dalam rangka mencapai tujuan Pembangunan Desa. [Link] Partisipatif adalahsuatu system pengelolaan pembangunan di Desa dan Kawasan Perdesaan yang dikoordinasikan oleh kepala Desa dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan guna mewujudkan’ pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial. [Link] Keadaan Desa adalah Proses penggalian dan pengumpulan data baik spasial maupun sosial mengenai keadaan obyektif masyarakat, masalah, potensi, dan berbagai informasi terkait yang menggambarkan secara jelas dan lengkap kondisi serta dinamika masyarakat Desa. [Link] Desa adalah upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan [Link] Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM Desa adalah dokumen perencanaan kegiatan Pembangunan Desa periode 6 (enam) tahun. [Link] Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya disingkat RKP Desa adalah dokumen penjabaran dari RPJM Desa untuk periode 1 (satu) tahun. [Link] Usulan RKP Desa adalah penjabaran RPJM Desa yang menjadi bagian dari RKP Desa untuk jangka waktu (satu) tahun yang akan diusulkan Pemerintah Desa [Link] pemerintah daerah kabupaten/kota melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. 21,Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lain yang sah. [Link] Aset Desa adalah segala potensi Desa yang meliputi sumberdaya alam dan lingkungan hidup, sumberdaya manusia, sumberdaya sosial dan budaya, sumberdaya ekonomi dan sumber-sumberdaya lainnya, yang dapat diakses, dikembangkan dan/atau diubah oleh Desa menjadi sumberdaya pembangunan yang dimiliki atau menjadi Aset Desa, dikelola, diolah, dimanfaatkan dan dipergunakan bagi kesejahteraan bersama masyarakat Desa. [Link] Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut ‘APB Desa, adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa. Panduan Fasiitasi Penyusuran RKP Desa | iit 24,.Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintahan Desa, _—pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. [Link] Dana Desa adalah dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam anggaran pendapatan dan _belanja daerah kabupaten /kota setelah dikurangi dana alokasi khusus. 26. Lembaga Kemasyarakatan Desa atau disebut dengan nama lain adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat Desa. [Link] Adat Desa adalah merupakan lembaga yang menyelenggarakan fungsi adat istiadat dan menjadi bagian dari susunan asli Desa yang tumbuh dan berkembang atas prakarsa masyarakat Desa. [Link] Kegiatan adalah pelaksana kegiatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, terdiri dari unsur Perangkat Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan unsur masyarakat. 29, Pendampingan Masyarakat Desa adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan, dan fasilitasi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemerintahan Desa. [Link] Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah anggota masyarakat Desa yang memiliki prakarsa atau/dan yang dipilih oleh Desa untuk menumbuhkan, mengembangkan serta menggerakkan prakarsa, partisipasi, swadaya dan gotong royong di kalangan masyarakat Desa. [Link] Usaha Milik Desa selanjutnya disingkat BUMDesa adalah ‘adan usaha yang seluruhnya atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui pernyataan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa, yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Desa. 32,Kementerian adalah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. [Link] adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi. Ponduan Fasilitess Penyusunon RKP Deso | iW DAFTAR ISI Judul. Daftar Isi.... BABI PENDAHULUAN ... Later Belakang Dasar Hukum Maksud Penyusunan Panduan. . Tujuan Penyusunan Panduan ... Pengguna Panduan. mon wD wobye BAB Il MATERI PANDUAN FASILITASI Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Tahunan . Pembentukan Tim Penyusun RKPDesa .. Pencermatan dan penyelarasan rencana kegiatan dan pembiayaan Pembangunan Desa. Pencermatan Ulang RPJMDesa. Penyusunan RKP Desa (Dilengkapi Desain dan RAB) dan DU RKPDesa. Musrenbang Desa Pembahasan Rancangan RKP Desa. Musyawarah Desa Pembahasan dan Penetapan RKP Desa..... | Musyawarah BPD Penetapan Peraturan Desa tentang RKP Desa... Sosialisasi RKP Desa kepada masyarakat oleh Pemerintah Desa melalui media dan forum-forum pertemuan desa . = ab omP uo po rmom joi ms 10 BAB Ill PELAKSANAAN FASILITASI A. Pra Tahapan Penyusunan RKP Desa B, Pelaksanaan Fasilitasi Penyusunan RKP Desa Cc. Paska Penyusunan RKP Desa... BABIV KETENTUAN LAIN ... A. Perubahan RKP Desa.. : B, Penyusunan Dan Pelaksanaan RKP Desa Oleh Penjabat Kepala Desa .. C. Bahan Bacaan Yang Harus Dikuasai D. Ketentuan Tambahan.. BAB V PENUTUP .. 1 12 Lampiran - Lampiran ‘Ponduan Fates Penyusunn RKP Desa | V BABI PENDAHULUAN A, PENDAHULUAN Penyelenggaraan pembangunan di desa memerlukan proses perencanaan yang komprehensif dan sistematik, agar seluruh prosesnya dapat tertata dengan baik dan mengedepankan konsep partisipatif dalam menjawab permasalahan, potensi dan kebutuhan yang ada di masyarakat dan desa. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu. disusun dokumen perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam konteks jangka panjang yaitu Dokumen Rencana Pembangunan Jangka MenengahDesa (RPJM Desa) dan Jangka Pendek yaitu Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). RKP Desa adalah dokumen penjabaran dari RPJM Desa untuk periode 1 (satu) tahun yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Desa atau yang disingkat dengan APB Desa. Selanjutnya, Daftar Usulan RKP Desa (DURKP Desa) adalah penjabaran RPJM Desa yang menjadi bagian dari RKP Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang akan diusulkan Pemerintah Desa kepada pemerintah daerah kabupaten/kota melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah dengan sumber pendanaan dari luar APB Desa. Perencanaan pembangunan desa merupakan tahapan penyusunan kegiatan yang ‘melibatkan seluruh komponen masyarakat, sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya kelembagaan deca dan sumberdaya yang ada. Karenanya, pelibatan masyarakat dalam pembangunan desa, _sejatinya_merupakan— wujud pengarusutamaan asas kekeluargaan, gotong-royong hingga keadilan Postal. Sebagai ruang penyusunan kegiatan pembangunan serta sebagai bagian dari upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional, maka perencanaan pembangunan tidak aja jmengembangkan pendekatan horizontal dalam arti mengedepankan aspek aspirasi (voice) masyarakat, namun juga mengembangkan pendekatan vertikal yaitu mengacu pada arah kebijakan nasional- Salah satu arah kebijakan nasional yang perlu diacu tersebut adalah pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penekanan arah kebjjakan pembangunan Desa tahun 2022 sebagaimana tercantum penjelasannya dalam Permendesa PDTT Nomer 21 tahun 2021, adalah fokus pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan desa atau yang disebut Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa). Ada 18 tujuan SDGs Desa yaitu Desa tanpa kemiskinan; Desa tanpa kelaparan; Desa sehat dan sejahtera; Pendidikan desa berkualitas; Keterlibatan perempuan Gesa; Desa layak air bersih dan sanitasi; Desa berenergi bersih dan terbarukan; Pertumbuhan ekonomi desa merata; Infrastruktur @an inovasi desa sesuai kebutuhan; Desa tanpa_kesenjangan; Kawasan permukiman desa aman dan nyaman; Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan; Desa tanggap perubahan iklim; Desa peduli lingkungan laut; Desa peduli lingkungan darat; Desa damai berkeadilan; Kemitraan untuk pembangunan desa; dan Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa [Link] analisa keadean desa baik dalam arti tinjauan masalah maupun potensi yang tercermin dari data hasil pemutakhiran data SDGs Desa anducn Fests Penyusunen RKP Deso | menjadi basis penyusunan RKPDesa. B, DASAR HUKUM Dasar hukum penyusunan panduan, sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6321); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentangPerubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864) 4. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1203) 5. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1262), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan ‘Atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa, (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1569); 6. Peraturan Menteri Desa, Permbangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1633); 7. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 Prioritas Penggunaan Dana’ Desa Tahun 2022 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 961). C. MAKSUD PENYUSUNAN PANDUAN Panduan ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi selurub andvon Fosttas Penyusunan RKP Desa | 2 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam memfasilitasi dan mendampingi penyusunan RKP Desa agar lebih terarah, tepat sasaran, tepat waktu serta sinergis antar sektor dan wilayah, dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. D. TUJUAN PENYUSUNAN PANDUAN Tujuan penetapan panduan ini adalah untuk menjadi pedoman bagi TPP danpara pihak yang peduli pada perencanaan desa dalam rangka: 1. Menfasilitasi Desa dalam penyusunan RKP Desa agar lebih berkualitas; 2. Mendorong Pemerintah Desa agar meningkatkan kualitas prosespenyusunan RKP Desa; 3. Memastikan perencanaan Desa Tahun 2022 berpedoman pada data yangtersedia dalam Sistem Informasi Desa (SID); 4, Mendorong terwujudnya RKP Desa sebagai dokumen perencanaan tahunan dan berfungsi secara efektif dalam pelaksanaan pembangunan desa. E, PENGGUNA PANDUAN Penggunapanduan adalah seluruh TPP di semua level, yaitu Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD), Tenaga Abli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten/Kota, TAPM Provinsi, dan TAPM Pusat, serta pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam fasilitasi dan pendampingan pembangunan desa. Panduan FasivasiPenyusunan RKP Desa | 3 BAB ll MATERI PANDUAN FASILITASI Materi panduan fasilitasi ini beri: tentang alur/tahapan penyusunan RKP Desa, yaitu: A. MUSYAWARAH DESA PERENCANAAN PEMBANGUNAN TAHUNAN Perencanaan Desa tahunan diawali dengan penyelenggaraan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Tahunan dan dilaksanakan paling lambat bulan Juli tahun berjalan (N-1) periode RKP Desa. Penyelenggara Musdes adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan difasilitasi oleh Pemerintah Desa. Materi pembahasan dalam Musdes mencakup: 1) Laporan Kepala Desa atas Realisasi RKP Desa tahun sebelumnya; 2) Pokok-pokok pikiran BPD; 3) Aspirasi dan prakarsa masyarakat; 4) Mencermati peta jalan strategi pencapaian SDGs Desa, jika data SDGs belum tersedia maka dapat mengggunakan data yang tersedia pada Sistem Informasi Desa (SID) Kementerian Desa PDTT dan atau data Desa lain yang dimiliki oleh Desa. 5) Pemilihan Ketua Tim Penyusun RKP Desa; Hasil (output) dari Musdes Perencanaan Pembangunan Tahunan. tersebut antaralain: 1) Daftar realisasi RKP Desa tahun sebelumnya yang sudah dilaksanakan danbelum bisa dilaksanakan; 2) Daftar pokok pikiranBPD tentang pembangunan Desa; 3) Daftar Aspirasi dari unsur masyarakat yanghadir; 4) Daftar Nama Calon Tim Penyusun RKP Desa; dan 5) Berita Acara (BA) Hasil Musdes Perencanaan Pembangunan Tahunan B. PEMBENTUKAN TIM PENYUSUNRKP DESA 1. Komposisi Tim PenyusunRKP Desa Kepala Desa dan Perangkat Desa mempersiapkan Penyusunan Rancangan RKP Desa dengan membentuk Tim Penyusun RKP Desa dengan Komposisi Tim PenyusunRKP Desa terdiri dari: a. Pembina yang dijabat oleh Kepala Desa; b. Ketua yang dipilih secara musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan kemampuan dan keahlian; c. Sekretaris ditunjuk oleh Ketua Tim; dan d. Anggota berasal dari Perangkat Desa, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), dan unsur masyarakat desa lainnya. Unsur Masyarakat Desal ainnya yang dimaksud meliputi: 1) Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh seni dan budaya, dan keterwakilan kewilayahan; 2) Organisasi atau kelompok tani dan/atau buruh tani; Pondvon FasiitasiPenpusunan RKP Deso | 4 3) Organisasi atau kelompok nelayan dan/atau buruh nelayan; 4) Organisasi atau kelompok perajin; 5) Organisasi atau kelompokp erempuan, forum anak, pemerhati dan perlindungan anak; 6) Perwakilan kelompok masyarakat miskin; 7) Kelompok berkebutuhan khusus atau difabel; 8) Kader Kesehatan; 9) Penggiat dan pemerhati lingkungan; 10) Kelompok pemuda atau pelajar; dan/atau 11) Organisasi sosial dan /atau lembaga kemasyarakatan lainnya sesuaikeadaan desa. 2. Jumlah Tim Penyusun RKP Desa ‘Tim penyusun RKP Desa paling sedikit berjumlah 7 (tujuh) orang dengan mempertimbangkan kesetaraan, keadilan gender dan keterwakilan perempuan 30% dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. 3. Tugas Penyusun RKP Desa a. Melakukan pencermatanulang terhadap hasil Musyawarah DesaPerencanaan Pembangunan Tahunan b. Melakukan pencermatan perkiraan pendapatan Desa; ¢. Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa; Melakukan pencermatan ulang _ terhadap data pemutakhiran IDMberbasis SDGs Desa dan peta jalan strategi pencapaian SDGs Desa; e. Penyusunan Rancangan RKP Desa; Penyusunan Rancangan DURKP Desa; dan g- Penyusunan Desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Kegiatan. 4. Tahapan Penyusunan RKP Desa Tim penyusun RKP Desa mempersiapkan penyusunan rancangan RKP Desamelalui tahapan sebagai berikut: a. Mencermati hasil Musdes Perencanaan Pembangunan Tahunan; b. Mencermati ulang data pemutakhiran IDM berbasis SDGs Desa dan petajalan strategi pencapaian SDGs Desa; c. Menyepakati hasil pencermatan ulang Dokumen RPJM Desa; d. Mencermati pendapatan desa dan penyelarasan program/kegiatan yangakan masuk ke desa; e. Menyusun usulan program dan/atau kegiatan dari prakarsa unsurmasyarakat; dan f Menyusun rencana kegiatan, desain serta Rencana Anggaran dan Biaya(RAB) kegiatan. Hasil tahapan penyusunan tersebut, menjadi Rancangan RKP Desa danDURKP Desa. Ponduan Fesiitasi Penyusunan RKP Desa |S (© PENCERMATANDAN PENYELARASAN RENCANA KEGIATAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DESA . Pencermatan dan Penyelarasan Pembiayaan Pembangunan yang MasukDesa a, Tim Penyusun RKP Desa melakukan pencermatan dan penyelarasan tehadap pembiayaan pembangunan yang masuk desa, yang mencakup: 1) Perkiraan Pendapatan Asli Desa (PAD); 2) Pagu Indikatif Dana Desa yang bersumber dari APBN; 3) Pagu Indikatif Alokasi Dana Desa (ADD) yang merupakan bagian daridana perimbangan yang diterima kabupaten /kota; 4) Perkiraan bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah kabupaten /kota; 5) Rencana bantuan keuangan dari APBD Provinsi; 6) Rencana bantuan keuangan dari APBD Kabupaten /Kota; dan 7) Sumber-sumber keuangan desa lainnya yang sah dan tidak mengikat. b. Hasil Pencermatan dituangkan dalam format Pagu Indikatif Desa. . Pencermatan dan Penyelarasan Kegiatan Pembangunan yang Masuk Desa a. Tim Penyusun RKP Desa melakukan pencermatan dan penyelarasan tehadap kegiatan pembangunan yang masuk desa. Dalam penyelarasan penyusunanRKP Desa, Tim Penyusun RKP Desa melakukan: 1) Pengkajian rencana kerja pemerintah daerah kabupaten/kota; 2) Pengkajian rencana program dan kegiatan pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten /kota termasuk di dalamnya pelaksanaan program sektoral yang masuk ke desa yang diselaraskan dengan KewenanganDesa; 3) Mempertimbangkan hasi Ipenjaringan aspirasi masyarakat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota dan menyelaraskan dengan rancangan RKP Desa. b. Hasil penyelarasan dituangkan dalam format Kegiatan Pembangunan Yang Masuk KeDesa; c. Berdasarkan hasil pencermatan dan penyelarasan, Tim Penyusun RKP Desa menyusunR ancanganRKP Desa. d. PemerintahDaerah kabupaten/kota menginformasikan kepada Pemerintah Desa tentang program dan/atau kegiatan yang masuk ke Desa melalui penerbitan dokumen yang sah. e. Apabila terjadi keterlambatan penyampaian Informasi dan/atau sosialisasi Pagu Indikatif Pendapatan Desa dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah Provinsi, dan/atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Tim PenyusunRKP Desa melakukan: 1) PenerbitanSurat Pemberitahuan kepada KepalaDesa; Ponduan Fasiitasi Penyusunan RKP Desa | 6 2) Pembinaan dan pendampingan kepada Pemerintah Desa untuk mempercepat pelaksanaan perencanaan pembangunan desa. f. Percepatan pelaksanaan perencanaan pembangunan desa, agar APB Desa ditetapkan pada tanggal 31 Desember tahun anggaran berjalan. D. PENCERMATAN ULANG RPJM DESA 1. 4. Tim penyusun RKP Desa mencermati Skala Prioritas Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk 1 (satu) tahun anggaran berikutnya sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJM Desa; . Tim Penyusun RKP Desa melaksanakanP encermatan Ulang RPJM Desa yaitu untuk mencermati rencana kegiatan prioritas tahun berjalan dan untuk tahun berikutnya yang ada di RPJM Desa, serta mencermati kesesuaian arah kebijakan umum RPJM Desa dengan peta jalan strategi pencapaian SDGs Desa. . Hasil (outpuf) pencermatan UlangRPJM Desa adalah: a. Daftar Prioritas Kegiatan RPJM Desa tahun berjalan yang belum terealisasi; b. Daftar Prioritas Kegiatan RPJM Desa tahun berikutnya; c. Daftar prioritas program/kegiatan RPJM Desa yang mendukungpencapaian SDGs Desa; 4. Daftar rencana kerja sama antar desa; dan e. Daftar rencana kerja sama Desa dengan pihak ketiga. Hasil pencermatan ulang RPJM Desa menjadi dasar bagi Tim Penyusun RKPDesa dalam menyusun Rancangan RKP Desa. E, PENYUSUNAN RKP DESA DAN DURKP DESA 1. Pedoman Penyusunan Penyusunan rancangan RKP Desa dilengkapi dengan desain dan RAB sertaberpedoman pada: a. Hasil kesepakatan Musdes dan MusrenbangDesa; b. Perkiraan pendapatan desa untuk perhitungan 1 (satu) tahun yang akan datang; c. Rencana kegiatan pemerintah pusat, pemerintah dacrah provinsi, danpemerintah daerah kabupaten/kota; 4. Jaring aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten /Kota; e. Hasil pencermatanulangdokumenRPJM Desa; f. Hasil kesepakatan kerjasama antar desa; dan g. Hasil kesepakatan kerjasama desa dengan pihak lain. . Isi Rancangan RKP Desa. Rancangan RKP Desa paling sedikit memuat: a. Evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya; Ponduan Fasitasi Penyusunan RK? Desa | 7 f & . Rencana kegiatan dan RAB; Rencana kegiatan dan RAB untuk kerjasama antar Desa disusun dan disepakati bersama para Kepala Desa yang melakukan kerjasama antar Desa; Prioritas program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola oleh desa; Prioritas program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola melalui kerjasama antar desa dan pihak lain; Rencana program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola oleh desa sebagai kewenangan penugasan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten /kota; Pelaksana Kegiatan. . Pelaksanaan Penyusunan DURKP Desa a Pemerintah Desa dapat mengusulkan prioritas program dan kegiatan pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan/atau pemerintah daerah kabupaten/kota; . Tim Penyusun RKP Desa menyusun usulan_prioritas program dan kegiatan dan dituangkan dalam Rancangan DURKP Desa; Rancangan DURKP Desa menjadi lampiran Berita Acara Laporan Tim Penyusun RKP Desa yang menyusun Rancangan RKP Desa; Tim Penyusun RKP Desa menyampaikan Rancangan RKP Desa kepada Kepala Desa untuk diperiksa dengan dilengkapi Berita Acara; Dalam hal Kepala Desa tidak menyetujui rancangan RKP Desa, Kepala Desa meminta Tim Penyusun RKP Desa untuk melakukan perbaikan dengan tidak menambahkan kegiatan baru di luar hasil kesepakatan Tim Penyusun RKP Desa; Dalam hal Kepala Desa menyetujui Rancangan RKP Desa, Kepala Desameminta BPD menyelenggarakan Musdes Desa; Kepala | Desa menyampaikan DURKP Desa __ kepada Bupati/Waliko tamelalui Camat sebagai usulan kegiatan hasil partisipatif di desa untuk perencanaan pembangunand aerah. Penyampaian DURKP Desa paling lambat 31 Desem bertahun berjalan; . Bupati/Walikota menginformasikan kepada Pemerintah Desa tentang Hasil Pembahasan DURKP Desa. Informasi tersebut diterima Pemerintah Desa sebelum Penetapan RKP Desa. | MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA PEMBAHASAN RANCANGAN RKP DESA .Kepala. Desa melaksanakan © Musyawarah —_Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa untuk membahas dan menyepakati Rancangan RKP Desa; Musrenbang diikuti oleh Pemerintah Desa, BPD, dan Unsur Masyarakat lainnya serta warga desa atau kelompok masyarakat selain unsurmasyarakat; andvan Fasitas Penyusunan RKP Desa | 8 [Link] Desa memastikan kehadiran seluruh peserta dalam Musrenbang Desa; 4. Ketentuan kehadiran keterwakilan unsur masyarakat dan selain unsur masyarakat yang diundang berpedoman pada Permendesa PDTT yangmengatur tentang MusyawarahDesa; 5. Musrenbang Desa membahas dan menyepakati: a. Hasil pencermatan evaluasi laju pencapaian SDGs Desa dengan merujuk pada Sistem Informasi Desa; b. Rancangan RKP Desa terkait pembidangan, program dan kegiatan beserta sumberpendanaannya, merujuk pada pembidangan seperti yang tertera dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa; dan ¢. Prioritas program dan/atau kegiatan yang difokuskan pada upaya mewujudkan pencapaian SDGs Desa yang sudah ditetapkan dengan memprioritaskan kegiatan yang dibutuhkan masyarakat desa dengan memperhatikan: 1) Kewenangan Desa; 2) Prioritas Penggunaan Dana Desa yang ditetapkan oleh Menteri DesaPDTT setiap tahun anggaran; 3) Arah kebijakakan pembangunan Desa. d. Hasil kesepakatan Musrenbang Desa pembahasan Rancangan RKP Desa dituangkan dalam BeritaAcara dan disampaikan oleh Kepala Desakepada BPD. G. MUSYAWARAH DESA PEMBAHASAN DAN PENETAPAN RKP DESA 1. Penyelenggara Musdes pembahasan dan penetapan RKP Desa adalah BPDdengan difasilitasi oleh Pemerintah Desa; 2. Agenda Musées, adalah: a, Pelaporan hasil Rancangan RKP Desa; dan b. Pembahasan dan Penetapan RKP Desa. 3. Hasil PenetapanRKP Desa dituangkand alam Matrik Rencana Program dan Kegiatan Tahunan; 4. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam Musdes antara lain: a, Kehadiran peserta sesuai yang dipersaratkan Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa; b. Afirmasi/keberpihakan terhadap perempuan, difabel, anak dan kelompokmarginal lainnya dalam rangka penegakan inklusi sosial; c. Terlaksananya diskusi yang berkualitas; d. Adanya semangat transparansi dan akuntabilitas sosial. [Link] Musdes dituangkan ke dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh BPD, Kepala Desa dan Unsur Masyarakat, dilampiri daftar hadir dan notulasi Musdes. H, MUSYAWARAH BPD PENETAPAN PERATURAN DESA TENTANG RKP DESA 1. Penyelenggara Musyawarah Penetapan Peraturan Desa tentang Pondvan Fosiitas Penyusunan RKP Desa | 9 RKP Desaadalah BPD dengan difasilitasi oleh Pemerintah Desa; 2. Hasil (output) Musyawarah BPD adalah : a, Finalisasi Data RKP Desa, yang meliputi: 1) Prioritas program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola oleh desa; 2) Prioritas program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola melalui kerjasama antara desa dan pihak ketiga; 3) Prioritas program, kegiatan, dan anggaran desa yang dikelola oleh desa sebagai kewenangan penugasan dari pemerintahpusat, provinsi, dan kabupaten/kota; dan 4) Program kegiatan DU-RKP Desa. b, Berita Acara Kesepakatan bersama antara BPD dengan Pemerintah Desaterkait Rancangan RKP Desa yang akan ditetapkan; dan c, Pengesahan Peraturan Desa tentang RKP Desa. I. SOSIALISASI RKP DESA KEPADA MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH DESA MELALUI MEDIA DAN FORUM-FORUM PERTEMUANDESA Kepala Desa melakukan sosialisasi dan publikasi dokumen RKP Desa kepadamasyarakat, melalui: 1. Musyawarah persiapan pelaksanaan kegiatan desa; 2. Sistem Informasi Desa berbasis laman; ¥ Forum-forum pertemuan warga; > Papan informasi Desa; dan yw Media lain sesuai kondisi Desa. Ponduan Fasitas Penyusunan RKP Desa | 10 BAB IIL PELAKSANAAN FASILITASI TPP dari Pusat sampai Desa mempunyai kewajiban memfasilitasi dan memoniter semua tahapan penyusunan RKP Desa, agar sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudahd iatur di dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku. RKP Desa merupakan perencanaan tahunan desa yang disusun oleh Pemerintah Desa dan ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) berdasarkan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kabupaten/Kota dengan memperhatikan informasi dari pemerintah daerah kabupaten/kota berkaitan dengan Pagu Indikatif Desa dan Rencana Kegiatan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten /Kota. RKP Desa disusun mulai bulan Juli (N-1) tahun berjalan dan ditetapkan palinglambat akhir bulan September (N-1) tahun berikutnya. TPPberperanmelakukan fasilitasi dan pendampingan terhadap Pemerintah Desa dalam menyusun RKP Desa dimaksud pada setiap tahun anggaran, dengan Langkah-langkahfasilitasisebagaiberikut: A. PRA PENYUSUNAN RKP DESA. Pada tahapan pra penyusunan RKP Desa, TPP melaksanakanf asilitasi sebagai berikut: 1. TAPM Kabupaten/Kota melakukan: a. Koordinsi dengan Pemerintah Kabupaten /Kota untuk: 1) menyusun petunjuk teknis/surat edaran tentang pelaksanaan Musyawarah Desa Perencanaan Tahunan; 2) jadwal kegiatan penyusunan RKP; 3) pagu indikatif DD maupun ADD, atau alokasi anggaran lainnya yangkemungkinanakan diperoleh Desa pada tahun depan; 4) program/kegiatan yang akan masuk ke Desa b. Supervisi PD dan PLD dalam pelaksanaan tugas fasilitasi penyusunan RKP Desa; c. Monitoring kegiatan persiapan penyusunan RKP Desa; d. Memastikan seluruh Desa mendapatkan pendampingan dalam penyusunan RKP Desa; ¢. Peningkatan kapasitas PD dan PLD dalam fasilitasi penyusunan RKPDesa; 2. PLD dan PD: [Link] bahan dan materi yang terkait dengan proses perencanaan penyusunan RKP Desa, baik tentang tahapan, dukungan regulasi, kebijakan maupun program/kegiatan yang menjadi prioritas ditahun yang akan datang; Ponduon Fasiitas! Penyusunan RKP Deso | 11 b. Memastikan desa-desa sudah memiliki DokumenRPJM Desa yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Desa, schingga diketahui kapan jadwal penyusunan RKP Desa; c. Berkoordinas idengan Camat dan Kepala Desa untuk menyusun jadwal tahapan penyusunan RKP Desa; [Link] ketersediaan sarana dan prasarana proses penyusunan RKP Desa; ¢. Melakukan fasilitasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat, terutama unsur-unsur yang akan diundang dalamM usyawarah Perencanaan Tahunan Desa, tentang perencanaan Desa. B, PELAKSANAAN FASILITASI PENYUSUNAN RKP DESA 1. Musdes Perencanaan Pembangunan Tabunan Pada tahap ini,PD dan PLD berperan antara lain: [Link] Musdes Perencanaan Pembangunan Tahunan disclenggarakan oleh BPD dan difasilitasi oleh Pemerintah Desa dan dimulai paling lambat bulan Juli tahun berjalan (N-1) priode RKP Desa; b. Memastikan kehadiran unsur unsur masyarakat yang wajib diundang sudah memenuhi quorum sesuai ketentuan, terutama kehadiran kelompok perempuan, kelompok difabel dan kelompok marginal lainnya; c. Memastikan ketersediaan Laporan KepalaDesa atas Realisasi RKP Desa tahun sebelumnya; d. Memastikan BPD terlibat aktif dalam mengemukakan pokok- pokok pikirannya; e. Memastikan masyarakat yang hadir dalam Musdes tersebut dapat mengemukakan aspirasi dan prakarsanya; f. Memastikan terbentuknya Tim Penyusun RKP Desa sesuai dengan aturan yang ada; g. Memastikan data Desa, baik yang terkait data IDM, SDGs atau data Desa lainnya menjadi acuan dalam proses penyusunan RKP Desa; [Link] dapat sebagai narasumber saat musyawarah Desa ini, untuk menyampaikan ketentuan peraturan perundang undangan yang terkaitdengan RKP Desa. 2. Pencermatan Ulang Data Pemutakhiran IDM Berbasis SDGs Desa dan Peta Jalan Strategi Pencapaian SDGs Desa a. Alur Pikir Penyusunan RKP Desa Ponduon Foslitasi Penyusunan RKP Desa | 12 Alur Pikir Penyusunan RKPDes Tahun 2022 Berbasis SDGs Desa & IDM b. Langkah Fasilitasi Langkah fasilitasi yang dilakukan berkenaan dengan pencermatan ulang data pemutakhiran IDM berbasis SDGs Desa dan peta jalan strategi pencapaian SDGs Desa, sebagai berikut: 1) Data SDGs Desa a) b) 8) Memastikan ketersediaan Data SDGs Desa dalam bentuk hard copy maupun soft copy sebagai bahan dasar untuk melihat kondisi desa terkini; Mengkaji data yang ada secara manual atau _berbasis aplikasi untuk mendapatkan gambaran kondisi riil data mikro desa (Rumah Tangga, RT/RW/Dusun, dan Desa); Memetakan kondisi yang ada sehingga tergambarkan data potensi dan masalah desa berbasis Data SDGs Desa; Munculkan — rekomendasi —_program/kegiatan yang mencakup: pendidikan, __kesehatan, _infrastruktur, ekonomi, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan program/kegiatan sesuai sektor yang ada. Terkait aplikasi SDGs Desa ini sedang proses pengembangan aplikasi untuk memunculkan rekomendasi; Melakukan kajian berdasarkan sektor pembangunan meliputi: Pemerintahan Desa, kependudukan, aset dan tanah, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, pertanian, peternakan, perikanan, —_kehutanan, pemeberdayaan masyarakat, dan lain-lain; Mengidentifikasi dan mengelompokkan Indikator SDGs Desa sesuai kewenangan desa berdasarkan Perdes atau Perbup Kewenangan; Telaah Data SDGs Desa yang sudah memunculkan program/kegiatan sektor yang disandingkan dengan kewenangan desa; Menyusun program/kegiatan dan _ pembidangan, meliputi: Pemerintahan Desa, pembangunan desa, pemberdayaan —_ masyarakat desa, pembinaan, kemasayarakatan,penanggulangan bencana dan tanggap darurat. Diagram Alur, sebagaiberikut: Pandvan Fasilitasi Penyusunan RKP Desa | 13

Anda mungkin juga menyukai