0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Efek Samping Obat: Kasus Rawat Inap dan Jalan

Pasien wanita berusia 54 tahun dirawat karena skizofrenia dan mengalami gatal, kulit kering dan takikardia setelah diberi risperidone. Gejala membaik setelah risperidone dihentikan. Pasien laki-laki berusia 72 tahun yang menderita diabetes dan hipertensi mengalami bengkak dan kemerahan pada kaki setelah mengonsumsi glimepiride dan amlodipine.

Diunggah oleh

tandraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

Efek Samping Obat: Kasus Rawat Inap dan Jalan

Pasien wanita berusia 54 tahun dirawat karena skizofrenia dan mengalami gatal, kulit kering dan takikardia setelah diberi risperidone. Gejala membaik setelah risperidone dihentikan. Pasien laki-laki berusia 72 tahun yang menderita diabetes dan hipertensi mengalami bengkak dan kemerahan pada kaki setelah mengonsumsi glimepiride dan amlodipine.

Diunggah oleh

tandraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Kasus Efek samping Obat, Pasien Rawat Inap

Skenario 1:
Seorang wanita berusia 54 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis skizofrenia. Pasien
menerima risperidone 2mg, clozapine 25mg, 1/2 ampul injeksi haloperidol, cetirizine 10mg,
methylprednisolone 4mg, amlodipine 5mg. Di keesokan harinya, pasien mengalami gatal-
gatal, pengerasan kulit wajah dan takikardia (denyut nadi 124). Setelah kejadian tersebut,
dokter menghentikan risperidone. Pasien kemudian diresepkan lotion wajah untuk merawat
kulit wajahnya yang kering dan mengelupas. Setelah menghentikan penggunaan risperidone,
kondisi kulit wajah pasien membaik,dan denyut nadi normal.[5]

Algoritma Naranjo :

No Pertanyaan Ya Tidak Tidak Hasil


Tahu
1. Apakah terdapat laporan lengkap tentang reaksi tersebut +1 0 0 +1/ 0
sebelumnya?
2. Apakah kejadian yang tidak dikehendaki muncul setelah obat yang +2 -1 0 +2
dicurigai digunakan?
3. Apakah ROTD membaik ketika obat diberhentikan atau setelah +1 -1 0 +1
pemberian suatu antagonis yang spesifik?
4. Apakah ROTD muncul kembali setelah obatnya digunakan +2 -1 0 0/-1
kembali?
5. Adakah penyebab lain yang dapat menyebabkan reaksi dengan -1 +2 0 +2
sendirinya?
6. Apakah reaksi muncul kembali setelah pemberian plasebo? -1 0 0 0
7. Apakah kadar obat dalam darah berada dalam rentang yang +1 0 0 0
dianggap toksik?
8. Apakah reaksi menjadi lebih parah ketika dosis obat ditingkatkan +1 0 0 0
atau menjadi kurang parah ketika dosis obat diturunkan?
9. Apakah pasien memiliki reaksi serupa terhadap obat-obatan yang +1 0 0 0
sama atau serupa pada paparan sebelumnya?
10. Apakah ROTD telah dipastikan dengan suatu bukti yang obyektif +1 0 0 0/+1
(misal: hasil uji laboratorium, dsb)?
Score: 6 (untuk eso kulit kering/ gatal2) nanti dicari lagi untuk ESO takikardi

Skala probabilitas NARANJO:

Total Skor Kategori

9+ : Sangat Mungkin/Highly probable

5–8 : Mungkin/Probable

1-4 : Cukup mungkin/Possible


0 : Ragu-ragu/Doubtful [3]

Kasus Efek samping Obat, Pasien Rawat Jalan

Skenario 2:
Seorang wanita datang ke apotek menyampaikan bahwa ayahnya 72 tahun penderita DM
dan hipertensi sejak 3 tahun yang lalu. Pasien mendapatkan terapi glimepiride 1 mg, 1 x
kali sehari, amlodipine 10 mg 1 x sehari . Pasien saat ini mengalami kaki bengkak
kemerahan, terasa kaku.
Tugas :
1. Lakukan pengumpulan data dan informasi pada wanita tersebut terkait kondisi
pasien!
2. Tetapkan masalah yang dialami pasien tersebut !

Algoritma Naranjo :

No Pertanyaan Ya Tidak Tidak Hasil


Tahu
1. Apakah terdapat laporan lengkap tentang reaksi tersebut +1 0 0 +1
sebelumnya?
2. Apakah kejadian yang tidak dikehendaki muncul setelah obat yang +2 -1 0 +2
dicurigai digunakan?
3. Apakah ROTD membaik ketika obat diberhentikan atau setelah +1 -1 0 0
pemberian suatu antagonis yang spesifik?
4. Apakah ROTD muncul kembali setelah obatnya digunakan +2 -1 0 0
kembali?
5. Adakah penyebab lain yang dapat menyebabkan reaksi dengan -1 +2 0 +2
sendirinya?
6. Apakah reaksi muncul kembali setelah pemberian plasebo? -1 0 0 0
7. Apakah kadar obat dalam darah berada dalam rentang yang +1 0 0 0
dianggap toksik?
8. Apakah reaksi menjadi lebih parah ketika dosis obat ditingkatkan +1 0 0 0
atau menjadi kurang parah ketika dosis obat diturunkan?
9. Apakah pasien memiliki reaksi serupa terhadap obat-obatan yang +1 0 0 0
sama atau serupa pada paparan sebelumnya?
10. Apakah ROTD telah dipastikan dengan suatu bukti yang obyektif +1 0 0 0
(misal: hasil uji laboratorium, dsb)?
Score:

Skala probabilitas NARANJO:

Total Skor Kategori

9+ : Sangat Mungkin/Highly probable

5–8 : Mungkin/Probable
1-4 : Cukup mungkin/Possible

0 : Ragu-ragu/Doubtful [3]

Anda mungkin juga menyukai