1.
Continuation Pattern (Pola Penerusan)
Sesuai namanya, pola chart ini muncul sebagai sinyal penerusan harga dari trend sebelumnya. Teknik
chart pattern dengan pola penerusan sangat bermanfaat untuk memfilter sinyal, karena pola chart di
kategori ini dapat mengidentifikasi "penyimpangan" harga dari trend utama sebagai koreksi sementara.
Artinya, setelah pola selesai terbentuk, harga kemungkinan besar akan kembali ke trend utama.
Berikut ini contoh-contoh pola chart yang tergolong dalam kategori pola penerusan:
A. Pola Ascending Triangle
Sinyal Dalam Teknik Chart Pattern: Penerusan Uptrend
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend
Ascending triangle ditandai dengan low harga yang semakin mengecil, tapi high-nya cenderung stabil. Hal ini
menandakan pelemahan kekuatan seller, tapi posisi buyer masih kokoh. Interpretasinya, koreksi dari uptrend
akan segera berakhir dan harga selanjutnya bakal kembali berlanjut dalam trend bullish.
Ascending triangle ditandai dengan low harga yang semakin mengecil, tapi high-nya
cenderung stabil. Hal ini menandakan pelemahan kekuatan seller, tapi posisi buyer masih
kokoh. Interpretasinya, koreksi dari uptrend akan segera berakhir dan harga selanjutnya
bakal kembali berlanjut dalam trend bullish.
B. Pola Descending Triangle
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend
Pola Descending Triagle
Sinyal Pada Pola Ini cenderung mengalami penerusan downtrend.
Berkebalikan dengan pola Ascending triangle, Descending Triangle
akan menggambarkan High yang terus menurun , dan low yang relative
stabil. Pada kondisi ini, kekuatan buyer melemah sehingga harga akan
segera masuk ke dalam trend Bearish
C. Pola Bullish Flag
Sinyal Dalam teknik Chart Pattern : Penerusan Uptrend
Pola chart ini menyerupai bendera, dengan lonjakan kenaikan harga berperan
sebagai "tiang", sementara koreksi yang terjadi setelahnya berfungsi sebagai
"bendera". Teknik chart pattern yang berfokus pada bullish flag mengajarkan
pada kita untuk selalu mewaspadai pergerakan harga yang tampak menurun di
tengah kondisi uptrend. Jika pelemahan tersebut diawali dengan penguatan
signifikan, maka bisa jadi harga tengah membentuk pola bullish flag, dan oleh
karenanya, penurunan itu hanyalah sekedar koreksi sementara.
D. Pola Bearish Flag
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend
Analisa teknikal dengan pola bearish flag memiliki dasar pemahaman
yang sama dengan bullish flag. Hanya saja, teknik chart pattern ini
menggunakan kemerosotan harga sebagai "tiang" dan koreksi naik
sebagai "bendera"-nya, serta mengindikasikan sinyal penerusan
downtrend.
E. Pola Bullish Pennant
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend
Bullish Pennant menggabungkan unsur pola flag dan triangle. Pola
chart ini mempunyai "tiang" karena didahului penguatan harga, dan
kemudian diikuti oleh koreksi dengan pola high low yang membentuk
triangle.
F. Pola Bearish Pennant
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend
Kebalikan dari bearish Pennant. Pola ini mengkombinasikan
Komponen Pola Triangle dan Flag yang tiangnya bersumber dari
penurunan Harga
G. Pola Bullish Wedge
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend
Wedge bisa dikatakan mirip dengan pennant, karena sama-sama
memiliki "tiang" dan diikuti dengan pola korektif yang berbentuk
seperti pola segitiga. Bedanya, formasi wedge berlawanan arah dengan
trend, sehingga dalam analisa teknikal yang memperhatikan bullish
wedge, koreksi harganya akan bergerak ke arah bawah. Teknik chart
pattern dengan bullish wedge dilandasi oleh kondisi pasar yang
tercermin dari bentukan pola ini, yakni ketika seller berupaya
mendominasi, tapi ternyata gagal karena harga sedang berada dalam
sentimen bullish.
H. Pola Bearish Wedge
Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend
Dalam memahami teknik chart pattern dengan bearish wedge, Anda
tinggal membalik pemahaman dari prinsip analisa dengan pola bullish
wedge. Muncul ketika trend harga sedang didominasi sentimen
bearish, pola ini menandai koreksi yang berupaya mengungkit
kenaikan harga, tapi kemudian gagal dan harga akhirnya melanjutkan
downtrend
2. Reversal Pattern (Pola Pembalikan)
A. Pola Head and Shoulders
Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal
Head and shoulders banyak dikenal sebagai pola umum yang banyak
diandalkan oleh para trader reversal. Pola ini terdiri dari bahu kiri (left
shoulder), kepala (head), bahu kanan (right shoulder), dan garis leher
(neckline).
Pembentukan "head" menandakan upaya buyer yang berhasil mendorong harga
lebih tinggi dari high sebelumnya (teridentifikasi di "left shoulder"). Namun
demikian, high selanjutnya justru gagal mengungguli "head", dan akhirnya
terkonfirmasi sebagai "right shoulder". Hal inipun menandakan kekuatan buyer
yang mulai melemah. Apabila penurunan harga berikutnya berhasil menembus
"neckline" yang menggarisbawahi titik-titik low, maka besar kemungkinan
harga akan berlanjut dalam downtrend.
B. Pola Inverted Head an Shoulders
Sinyal Dalam Teknik chart Pattern: Bullish Reversal
Pola ini memiliki pengertian yang hampir mirip seperti pola head
and shoulders. Perbedaan terletak pada posisi pola, dimana low
harga menjadi dasar pengambilan formasi "head" dan kedua
"shoulders". Di samping itu, titik-titik high dalam pola ini digunakan
sebagai basis penentuan "neckline". Ketika harga berhasil breakout
dari neckline, maka kemungkinan bullish reversal bisa tercipta.
C. Pola Double Top
Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal
Pola double top teridentifikasi sebagai pola pembalikan yang
ditengarai dengan kemunculan dua top di level sama. Top kedua
yang tak mampu melebihi batas top pertama merupakan sinyal
ketidakmampuan buyer untuk mengangkat harga melewati batas
resistance. Ketika harga turun menembus "base" (ditarik dari low
harga), di saat itulah brearish reversal terkonfirmasi.
D. Pola Double Bottom
Sinyal dalam teknik chart pattern: bullish reversal
Terdiri dari dua bottom yang mencapai level setara, pola ini
bisa dianalisa dengan pemahaman yang hampir sama seperti teknik
chart pattern double top. Di sini, Anda tinggal menggunakan high
harga sebagai base dan mewaspadai breakout dari garis tersebut
sebagai sinyal pembalikan dari downtrend ke uptrend.
E. Pola Triple Top
Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal
Pola ini sama seperti pola double top, tapi mengandung 3 top
harga yang tampak berdiri sejajar. Sebagai penanda bearish reversal,
triple top muncul di puncak uptrend. Pola ini lebih jarang ditemui
ketimbang double top, tapi dianggap lebih valid karena dapat
memberikan konfirmasi lebih baik akan ketidakmampuan harga
menembus resistance.
F. Pola Triple Bottom
Sinyal dalam teknik chart pattern: bullish reversal
Untuk teknik chart pattern triple bottom, analisa teknikal yang
bisa digunakan tidak jauh berbeda dengan pola triple top. Anda
hanya perlu mengkonversinya sebagai sinyal bullish reversal yang
muncul saat harga mulai mendekati akhir downtrend. Low harga
yang sudah menguji suatu level (support) sebanyak 3 kali akan
membentuk pola triple bottom. Dalam hal ini, kekuatan seller sudah
mencapai batas maksimal, dan akibatnya harga akan memantul ke
atas untuk menciptakan pergerakan baru di arah uptrend. Hal itu
dapat terkonfirmasi setelah harga menembus "base" yang dibentuk
oleh titik-titik high harga.
Cara Mudah Mengenali Pola Dalam Teknik Chart Pattern
Ada 2 cara mudah yang bisa Anda aplikasikan untuk mengenali pola chart,
yaitu manual dan otomatis. Cara manual mengharuskan Anda untuk
mengamati chart sendiri dan menarik garis-garis pada pergerakan harga yang
membentuk suatu pola penting. Objek analisa teknikal seperti vertical line,
horizontal line, dan trend line dapat dimanfaatkan pada cara manual ini.
Sebagai contoh, untuk mendeskripsikan pola ascending triangle, Anda dapat
menghubungkan low harga dengan trendline, dan mengkoneksikan titik-titik
high dengan horizonal line.
Sementara itu, ada pula cara otomatis yang bisa mempermudah proses analisa
teknikal dengan teknik chart pattern. Metode ini menggunakan jasa penyedia
analisa pola chart seperti Autochartist. Untuk mendapatkan layanannya, Anda
bisa berlangganan sinyal dengan mendaftar langsung di situs Autochartist,
atau registrasi akun di broker forex yang sudah bekerja sama dengan provider
sinyal itu.
Menggunakan Teknik Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Analisa teknikal dengan teknik chart pattern sangat berperan dalam
keberhasilan strategi trading forex, karena punya manfaat untuk mengenali
perluang entry. Bagi Anda yang menerapkan strategi trading forex reversal,
maka bisa menjadikan pola-pola pembalikan sebagai sinyal pelengkap.
Begitu juga dengan pola penerusan, dapat diandalkan oleh trend follower
untuk melengkapi setup strategi trading forex.
Beberapa ahli merekomendasikan agar entry sebaiknya dilakukan
setelah pola selesai terbentuk, untuk mendapatkan sinyal yang lebih valid.
Misalnya saja, jangan terburu-buru entry buy ketika pola bullish flag masih
dalam proses pembentukan. Sebaiknya tunggu hingga ada candle yang
tertutup di atas pola bullish flag, agar sinyal penerusan lebih terkonfirmasi.
Sementara untuk exit, terdapat level-level penting pada pola chart yang
bisa dipatok sebagai titik stop loss dan take profit. Sebagai contoh, coba
perhatikan grafik trading dengan pola head and shoulders di bawah ini.
Manfaat Trading Dengan Teknik Chart Pattern
Analisa teknikal dengan teknik chart pattern merupakan metode
pengamatan pada pergerakan harga secara langsung. Jika Anda sukses
memahami teori analisa dengan teknik chart pattern, maka tak akan sulit
untuk bisa memahami kondisi pasar dan menginterpretasinya sebagai peluang
trading.
Apalagi, teknik chart pattern tidak bergantung pada sinyal indikator
yang dihasilkan dari perhitungan harga di masa lalu. Pola chart mampu
memberikan sinyal leading karena selalu muncul lebih awal untuk menandai
suatu pergerakan penting, baik itu pembalikan maupun penerusan. Oleh
karena itu, Anda tak perlu khawatir ketinggalan sinyal jika menggunakan
teknik chart pattern dalam setup strategi trading forex Anda.
Cara mengenali pola dalam teknik chart pattern dan menggunakannya dalam
strategi trading
Secara umum ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengenali pola chart,
yaitu manual dan otomatis. Cara manual dilakukan dengan mengamati chart
dan menarik garis-garis pada pergerakan harga yang membentuk suatu pola
penting. Objek analisa tersebut termasuk vertical line, horizontal line, dan
trendline.
Sementara itu cara otomatis dapat digunakan dengan menggunakan jasa
penyedia analisa pola chart yang menyediakan layanan analisa teknis.
Dengan analisa teknikal chart pattern tersebut, Anda bisa menerapkan strategi
trading forex dengan lebih mudah. Pola-pola pembalikan bisa digunakan
sebagai sinyal pelengkap dan pola penerusan dapat diandalkan untuk
melengkapi setup strategi trading forex. Untuk entry sebaiknya dilakukan
setelah pola selesai terbentuk sehingga sinyal yang diperoleh lebih valid.
Serta berbagai level penting pada pola chart yang bisa dijadikan acuan
sebagai titik stop loss dan take profit.
Manfaat trading menggunakan teknik chart pattern
Analisa teknikal menggunakan teknik chart pattern merupakan metode
pengamatan trading pada pergerakan harga secara langsung. Jika trader
sukses memahami teori analisa ini, maka akan lebih mudah untuk memahami
kondisi pasar dan menginterpretasikannya sebagai peluang trading. Pola chart
mampu memberikan sinyal terdepan karena muncul di awal dan menandai
pergerakan penting yang ada, baik pembalikan ataupun penerusan.
Perluas wawasan Anda dengan membaca artikel edukasi forex di
Indovestory. Termasuk beragam berita maupun analisa forex dan juga istilah-
istilah forex seperti spread, pips pipette, dan sebagainya.