Optimalisasi Kepatuhan Obat Pasien TB
Optimalisasi Kepatuhan Obat Pasien TB
Disusun Oleh :
RANCANGAN AKTUALISASI
PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN II ANGKATAN IV KELAS II C
Disusun Oleh :
Mentor Coach
i
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS
GOLONGAN II ANGKATAN IV KELAS II C
Disusun Oleh :
DISAHKAN OLEH
Mentor Coach
Penguji
NATALIA WULANDARI,SE,MM
NIP. 19711222 199803 2 002
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
terlaksanya dengan baik kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS
.Demikian pula laporan ini telah tersusun dengan baik sebagai dokumentasi
kegiatan aktualisasi sebagai proses pembelajaran akhir dari latihan dasar ini.
Saya menyadari bahwa seluruh proses dalam melaksanakan kegiatan aiktualisasi
ini tidak akan dapat dijalani tanpa bantuan dari banyak pihak. Untuk itu saya ingin
mengucapkan kata terima kasih kepada pihak-pihak berikut ini:
1. Ibu Sri Widarnarni. S.P,[Link] selaku Kepala badan Pengembangan sumber
daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah.
2. Ibu dr. Eflin N.M. Sianipar selaku Mentor dan Direktur RSUD Sukamara yang
telah meluangkan waktu,tenaga dan pikiran dalam penyusuan rancangan
aktualisasi ini.
3. Ibu Pamela, [Link], [Link] selaku Coach yang telah memberikan bimbingan dan
arahan dalam pengerjaan laporan aktualisasi ini.
4. Bapak / Ibu Widyaiswara yang telah memberikan Materi,Ilmu dan bimbingan
yang diberikan selama menjalani Pelatihan Dasar ini.
5. Teman-Teman LATSAR Golongan II Angkatan IV Kelas II C ( SANTUI) kalian
luar biasa.
6. Roomate Quba 04 “KLSBarBar” PutriLaka, Rona Mawar, Sondra,Rina,Rika.
Terimakasih untuk semua hal yang sudah kita jalani,kita habiskan bersama.
7. Keluarga saya yang telah memberikan doa serta dukungan moril maupun
materil kepada saya.
Saya menyadari akan keterbatasan saya dalam menyelesaikan laporan ini,
sehingga masukan berupa saran dan kritik yang membangun akan saya terima
demi perbaikan lebih lanjut. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
iv
6. IDENTIFIKASI ISU .............................................................................................................. 28
7. Identifikasi Sumber Isu..................................................................................................... 29
C. PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN........................................... 30
1. Formulir 1 : Rancangan Kegiatan ......................................................................................... 30
2. Jadwal Kegiatan.................................................................................................................... 38
3. Jadwal Kegiatan Aktualisasis ............................................................................................ 39
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI ................................................................................................ 40
A. Hasil Pelaksanaan Aktualisasi............................................................................................... 40
B. CapaianAktualisasi................................................................................................................ 41
BAB V PENUTUP ............................................................................................................................... 62
A. Kesimpulan........................................................................................................................... 62
B. Saran..................................................................................................................................... 63
C. Rencana Aksi Inovasi Pasca Pelatihan Dasar........................................................................ 63
DAFTAR PUSTAKA
v
DAFTAR TABEL
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri
Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pelaksanaan diklat pola
baru mengarahkan peserta diklat untuk memahami betul tugas dan
fungsinya di lingkungan kerja. Pemahaman ini dibangun melalui mata diklat
yang terakumulasi dalam kata ANEKA yaitu ; 1) Akuntabilitas, 2)
Nasionalisme, 3) Etika Publik, 4) Komitmen Mutu, 5) Anti Korupsi.
Perbaikan kinerja aparatur sipil saat ini merupakan suatu
keharusan jika dikaitkan dengan perkembangan dan tuntutan good
governance, yaitu profesionalisme, akuntabilitas, penegakan etika dan
moral dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pada dasarnya, Good
governance diarahkan untuk mengimplementasikan tata kelola
pemerintahan yang ideal. Keberadaan PNS (Pegawai Negeri Sipil/ Aparatur
Sipil Negeri) yang kompeten menjadi variabel penting dalam rangka
melaksanakan tata kelola pemerintahan yang ideal dan berorientasi
pada pelayanan. Melihat realitas yang ada, PNS sebagai aparatur negara
masih memiliki kinerja yang rendah. Hal ini didasarkan pada kompetensi
dan produktivitas PNS yang masih rendah serta banyaknya perilaku
yang rule driven, paternalistik dan kurang profesional. Oleh karena itu,
diperlukan manajemen sumber daya aparatur sipil negara yang baik guna
mengatasi hal tersebut.
Berdasarkan peraturan baru tentang Aparatur Sipil Negara yang
tertuang dalam UU No. 5 Tahun 2014 bahwa Aparatur Sipil Negara yang
umum disebut sebagai birokrat bukan sekedar merujuk kepada jenis
pekerjaan tetapi merujuk kepada seluruh profesi pelayanan publik. Untuk
mewujudkan Aparatur Sipil Negara yang profesional maka diperlukan diklat
1
prajabatan pola baru. Maka dari itu sebagai ASN perlu membuat rancangan
aktualisasi khususnya di pelayanan bidang kesehatan yang dilaksanakan di
instansi RSUD.
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh
infeksi Mycobacterium tuberculosis dan merupakan masalah kesehatan
yang penting di dunia. Gejala utama adalah batuk selama 2 minggu atau
lebih, batuk disertai dengan gejala tambahan yaitu dahak, dahak
bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat
badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam lebih
dari 1 bulan. Bahkan, di Indonesia tuberkulosis adalah pembunuh nomor
satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor
tiga setelah penyakit jantung dan penyakit akut pada semua usia (PPDI,
2006). Tempat masuknya bakteri Mycobacterium tuberculosis pada tubuh
manusia biasanya lewat saluran pernapasan, saluran pencernaan (GI), dan
luka terbuka pada kulit (Price and Wilson, 2006). Mycobacterium
tuberculosis merupakan jenis kuman berbentuk batang berukuran 1-4 mm
dengan tebal 0,3-0,6 mm. Sebagian besar komponen Mycobacterium
tuberculosis adalah berupa lemak atau lipid sehingga kuman mampu tahan
terhadap asam serta sangat tahan terhadap zat kimia dan faktor fisik.
Mikroorganisme ini bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak
oksigen. Oleh karena itu, M. tuberkulosis senang tinggal di daerah apeks
paru-paru yang kandungan oksigennya tinggi (Somantri, 2007).
Tingginya angka kejadian tuberkulosis di dunia disebabkan antara
lain ketidakpatuhan terhadap program pengobatan maupun pengobatan
yang tidak adekuat. Peningkatan jumlah penderita tuberkulosis ini
disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kurangnya tingkat kepatuhan
berobat, timbulnya resistensi ganda, kurangnya daya tahan tubuh terhadap
mikrobakteria, dan berkurangnya daya bakterisid obat yang ada, dan krisis
ekonomi ( Ana, 2012).
Kepatuhan merupakan istilah yang dipakai untuk mengetahui
ketaatan atau kesetiaan pasien dalam pengobatan (Bastable, 2002).
Kepatuhan sering menjadi masalah penting dalam perjalanan terapi
mengingat durasi pengobatan yang umumnya panjang. Tanpa
2
dilakukannya dukungan yang baik sering kali pasien menghentikan
pengobatan terutama dengan alasan telah merasa sembuh ataupun karena
adanya efek samping obat. Sebagai akibatnya, akan terjadi infeksi yang
berkepanjangan yang dapat memperburuk penyakit atau bahkan resistensi
obat. Jika penderita Tuberculosis tidak patuh untuk melaksanakan
pengobatan secara teratur selama enam bulan, maka pengobatan yang
telah dijalankan dapat dikatakan gagal dan pengobatan dimulai kembali
dari awal (Simamora, et al, 2010). Alasan ketidakpatuhan pada pasien
tuberkulosis (Depkes, 2006) :
a. Pemakaian jangka panjang
b. Punya pengalaman mempunyai efek samping
c. Takut terjadi ketergantungan obat
e. Tidak yakin obat yang digunakan dapat menyembuhkan
Penyakit Tuberculosis paru diobati dan disembuhkan. Pengobatan
Tuberculosis dapat diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif 2 bulan
pengobatan dan tahap lanjutan 4-6 bulan berikutnya. Pengobatan yang
teratur pada pasien Tuberulosis Paru dapat sembuh secara total, apabila
pasien itu sendiri mau patuh dengan aturan-aturan tentang pengobatan
Tuberculosis Paru. Sangatlah penting bagi penderita untuk tidak putus
berobat dan jika penderita menghentikan pengobatan, kuman Tuberculosis
Paru akan mulai berkembang biak lagi yang berarti penderita mengulangi
pengobatan intensif selama 2 bulan pertama (WHO, 2013).
Dukungan keluarga sangat menunjang keberhasilan pengobatan
pasien Tuberculosis Paru dengan cara selalu mengingatkan penderita agar
makan obat, pengertian yang dalam terhadap penderita yang sedang sakit
dan memberi semangat agar tetap rajin berobat. Dukungan keluarga yang
diperlukan untuk mendorong pasien Tuberculosis Paru dengan
menunjukkan kepedulian dan simpati, dan merawat pasien. Dukungan
keluarga, yang melibatkan keprihatinan emosional, bantuan dan
penegasan, akan membuat pasien Tuberculosis Paru tidak kesepian dalam
menghadapi situasi serta dukungan keluarga dapat memberdayakan
pasien Tuberculosis Paru selama masa pengobatan dengan mendukung
terus menerus, seperti mengingatkan pasien untuk mengambil obat-obatan
3
dan menjadi peka terhadap penderita Tuberculosis Paru jika mereka
mengalami efek samping dari obat Tuberculosis. Menurut Zahara (2007),
dalam penelitiannya ia menemukan bahwa dukungan keluarga merupakan
faktor penting keberhasilan pasien Tuberculosis dalam mematuhi program
pengobatan.
Rumah Sakit Umum Daerah Sukamara sebagai rumah sakit rujukan
juga menerima pasien dengan diagnosa Tuberculosis baik dalam menjalani
perawatan maupun melakukan kontrol. Dan masih ditemukannya penderita
tuberculosis yang menjalani pengobatan berulang dan pasien baru dengan
diagnosa tuberculosis.
Jumlah Jenis kelamin Kasus
No Bulan penderita L P B L
1. Agustus 18 Orang 9 Org 8 Org 4 14
2. September 20 Orang 14 Org 6 Org 4 10
3. Oktober 14 Orang 8 Org 6 Org 2 12
Tabel 1.1 Jumlah kunjungan pasien tuberculosis
Bedasarkan uraian diatas maka penulis akan menganalisis dan
merancang kegiatan aktualisasi optimalisasi kepatuhan dalam minum obat
pada pasien tuberculosis di ruang rawat inap Bougenville dimana penulis
sebagai perawat yang bertugas ditempat tersebut.
Berikut isu yang penulis temukan pada Instalasi Rawat Inap yang
berkaitan dengan peran dan kedudukan ASN antara lain :
1. Belum optimalnya kepatuhan penggunaan obat pada pasien
Tuberculosis.
Ketidakpahaman pasien pada penggunaan obat yang benar
dapat meningkatkan ketidakpatuhan minum obat pasien. Misal pada
pasien TB yang penggunaan obatnya untuk jangka waktu lama,
ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan pengobatan yang
tidak selesai dan dapat mengakibatkan resisten obat, yang biasa
disebut TB kebal obat atau TB MDR. Peningkatan pasien TB MDR
yang disebabkan karena ketidakpatuhan minum obat atau putus obat,
bisa terjadi karena obat yang sudah habis dan terlambat untuk kontrol
ulang di Poli Paru atau Puskesmas, pasien lupa minum obat akibat
kurangnya pemahaman akan aturan pakai obat yang benar, kurangnya
4
dukungan dari keluarga atau pendamping minum obat, dan pasien
yang tidak mau minum obat karena takut terhadap efek samping obat.
Oleh karena itu diperlukan pemberian edukasi dari tenaga medis, baik
dokter, perawat, maupun farmasi kepada pasien terkait kepatuhan
minum obat pasien TB.
Kepatuhan minum obat merupakan faktor kunci keberhasilan
pengobatan tuberculosis. Ketidakpatuhan pengobatan meningkatkan
resiko kegagalan pengobatan dan relaps, serta dianggap sebagai salah
satu penyebab paling penting munculnya drug-resistant TB. Secara
khusus, multidrug-resistant TB (MDR-TB) dan extensively resistant TB
memunculkan ancaman serius. Pemberian edukasi mengenai
kepatuhan minum obat pasien TB.
2. Belum optimalnya penggunaan peresepan elektronik oleh dokter.
Penulisan resep yang tidak menggunakan resep elektronik,
sehingga masih menggunakan kertas resep dan menyebabkan proses
input resep semakin lama.
B. Tujuan
1. Untuk membekali Perawat sebagai ASN yang mampu
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar (ANEKA).
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan aktualisasi ini meliputi persiapan,
pelaksanaan serta pelayanan di Instalasi Ruang rawat inap Bougenville.
Berkaitan dengan kegiatan aktualisasi ini, sumber isu yang diangkat
berasal dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), Sasaran Kinerja Pegawai
(SKP), kegiatan yang diinisiatif oleh peserta melalui persetujuan coach dan
mentor, serta penugasan dari atasan yang menerapkan nilai-nilai
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi
5
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta dengan menimbang aspek
pelayanan publik, manajemen ASN serta Whole of Government.
6
BAB II
GAMBARAN
7
Tabel 2.1 Daftar Pegawai Berstatus ASN di RSUD Sukamara
JABATAN
NO URAIAN SATUAN JUMLAH
Struktural Fungsional
1 TENAGA MEDIS
Dokter Umum Orang 2 5 7
Dokter Gigi Orang 0 1 1
Dokter Ahli Bedah Orang 0 1 1
Dokter Ahli Penyakit Dalam Orang 0 1 1
Dokter Ahli Anak Orang 0 2 2
Dokter Ahli Obgyn Orang 0 1 1
Jumlah 2 11 13
2 TENAGA KEPERAWATAN
Perawat Orang 0 36 36
Bidan Orang 0 11 11
Jumlah 0 47 47
3 TENAGA KEFARMASIAN
Apoteker Orang 0 1 1
Analis Farmasi Orang 1 8 8
Asisten Apoteker Orang 0 8 8
Jumlah 1 17 18
4 TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
Epideomolog Kesehatan Orang 0 0 0
Entomolog Kesehatan Orang 0 0 0
Mikrobiolog Kesehatan Orang 0 0 0
Kesehatan Kerja Orang 0 0 0
Administrasi Kesehatan Orang 0 0 0
Sanitarian Orang 0 0 0
Jumlah 0 0 0
5 TENAGA GIZI
Nutrisionis dan Dietisien Orang 0 3 3
Jumlah 0 3 3
6 TENAGA KETERAPIAN FISIK
Fisioterapis Orang 0 3 3
Okupasiterapis Orang 0 1 1
Terapis Wicara Orang 0 1 1
Jumlah 0 5 5
7 TENAGA KETEHNISIAN MEDIS
Radiografer Orang 0 4 4
Tehnik Elektromedis Orang 0 1 1
Analis Kesehatan Orang 0 1 1
Refraksionis Optisien Orang 0 0 0
Otorik Prostetik Orang 0 0 0
Tehnisi Transfusi Orang 0 0 0
Perekam Medis Orang 0 2 2
Jumlah 0 8 8
TENAGA LAIN
8
1 PERAWAT GIGI
SPRG Orang 0 0 0
D 3 Tehnik Orang 0 0 0
D 3 Perawat Gigi Orang 0 3 3
Jumlah 0 3 3
2 PEKARYAS
SPKU Orang 0 1 1
Pekarya Atas Orang 0 0 0
Asisten Perawat Orang 0 1 1
Jumlah 0 2 2
3 TENAGA NON MEDIS
SD Orang 0 0 0
SMP Orang 0 0 0
SMA Orang 0 6 6
SMK Orang 0 0 0
S 1 Ekonomi Orang 9 0 1
D 3 Manajemen Informatika Orang 1 0 1
Jumlah 10 6 13
TOTAL Orang 13 102 115
Sumber : Data Kepegawaian TU RSUD Sukamara
Tabel 2.2 Daftar Pegawai Berstatus Kontrak di RSUD Sukamara
JABATAN JUM
NO URAIAN SATUAN
Struktural Fungsional LAH
1 TENAGA MEDIS
Dokter Umum Orang 0 5 5
Dokter Gigi Orang 0 0 0
Dokter Ahli Bedah Orang 0 0 0
Dokter Ahli Penyakit Dalam Orang 0 0 0
Dokter Ahli Anak Orang 0 0 0
Dokter Ahli Obgyn Orang 0 0 0
Jumlah 0 5 5
2 TENAGA KEPERAWATAN
Perawat Orang 0 34 34
Bidan Orang 0 22 22
Jumlah 0 56 56
3 TENAGA KEFARMASIAN
Apoteker Orang 0 2 2
Analis Farmasi Orang 0 1 1
Asisten Apoteker Orang 0 0 0
Jumlah 0 2 2
4 TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT
Epideomolog Kesehatan Orang 0 0 0
Entomolog Kesehatan Orang 0 0 0
Mikrobiolog Kesehatan Orang 0 0 0
Kesehatan Kerja Orang 0 3 3
9
Administrasi Kesehatan Orang 0 0 0
Sanitarian Orang 0 0 0
Jumlah 0 3 3
5 TENAGA GIZI
Nutrisionis dan Dietisien Orang 0 3 3
Jumlah 0 3 3
6 TENAGA KETERAPIAN FISIK
Fisioterapis Orang 0 0 0
Okupasiterapis Orang 0 0 0
Terapis Wicara Orang 0 0 0
Jumlah 0 0 0
7 TENAGA KETEKNISIAN MEDIS
Radiografer Orang 0 1 1
Tehnik Elektromedis Orang 0 0 0
Analis Kesehatan Orang 0 4 4
Refraksionis Optisien Orang 0 0 0
Otorik Prostetik Orang 0 0 0
Tehnisi Transfusi Orang 0 0 0
Perekam Medis Orang 0 3 3
Jumlah 0 8 8
TENAGA LAIN
1. Operator SIM RS Orang 0 2 2
2. Cleaning Service Orang 0 14 14
3. Loket / Kasir Orang 0 11 11
4. Sopir Orang 0 4 4
5. Satpam Orang 0 6 6
6. TukangKebun Orang 0 4 4
7. Tukangmasak / Orang 0 6 6
PengantarMakan
8 Teknis Orang 0 6 6
9. Laundry Orang 0 3 3
10 Teknisi IPAL Orang 0 1 1
.
Jumlah 0 57 57
TOTAL Orang 0 135 135
10
“TERWUJUDNYA RUMAH SAKIT SEBAGAI PILIHAN UTAMA
MASYARAKAT SUKAMARA DAN SEKITARNYA”
RSUD Sukamara menjadi sarana pelayanan kesehatan rujukan yang
dipercaya, tidak hanya oleh masyarakat Sukamara itu sendiri, tetapi juga
dipercaya oleh masyarakat daerah sekitar (Kabupaten tetangga), sehingga
ketika mereka mempunyai masalah kesehatan, menjatuhkan pilihan
pertamanya kepada RSUD Kabupaten Sukamara sebelum memilih Rumah
Sakit yang lain.
Dalam rangka mewujudkan Visi tersebut, maka Misi RSUD
Sukamara adalah sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan prima yang berorientasi pada
pelanggan, profesional dan terjangkau oleh masyarakat;
2. Meningkatkan Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia rumah sakit
yang berdaya saing kuat dan profesional;
3. Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana RS untuk kepentingan
publik;
4. Mendukung program prioritas bidang kesehatan;
5. Mewujudkan Rumah Sakit yang bersih, rapi, santun, nyaman dan
aman;
6. Mengupayakan perlindungan hukum dan kenyamanan bagi tenaga
kesehatan di RS.
Guna menjaga komitmen pemberian layanan terbaik kepada
masyarakat Kabupaten Sukamara, RSUD Sukamara memiliki moto “
Senyum Permataku”.
Moto ini mempunyai arti bahwa setiap tenaga kerja yang bekerja di
RSUD Sukamara bersedia melayani dengan baik setulus hati.
C. PROFIL PENULIS
Nama : Ruth Meliana Farista
Nip : 19890509 201903 2 018
Tempat/Tanggal Lahir :Palangka Raya, 09 Mei 1989
Alamat : [Link] VI No.356
Jenis Kelamin : Perempuan
11
Pendidikan Terakhir : D3 Keperawatan
Pangkat/Golongan : II/C
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : RSUD Sukamara
No. SK CPNS : 813.2/272/BKD/2019
12
10. Mendampingi visite.
11. Melaksanakan ronde keperawatan bersama dengan kepala ruang dan
profesi lain yang terkait.
12. Melaporkan perkembangan pasien kepada ketua tim dan kepala ruang.
13. Mencatat dan melaporkan semua tindakan perawatan dan respons
pasien pada catatan perawat.
14. Melaksanakan program medik dengan penuh tanggung jawab,Meliputi :
a. Pemberian obat.
b. Pemeriksaan laboratorium.
c. Persiapan pasien yang akan di operasi.
15. Memperhatikan keseimbangan kebutuhan fisik dan mental dan spiritual
dari pasien, Meliputi :
a. Memelihara kebersihan pasien dan lingkungannya.
b. Mengurangi penderitaan pasien dengan memberi rasa aman,
nyaman, dan ketenangan.
c. Pendekatan dengan komunikasi terapeutik.
16. Mempersiapkan pasien secara fisik dan mental untuk menghadapi
tindakan perawatan dan pengobatan secara diagnostik.
17. Melatih pasien untuk menolong dirinya sendiri sesuai kemampuannya.
18. Memberi pertolongan segera kepada pasien gawat atau sakratul maut.
19. Membantu kepala ruangan dalam ketatalaksanaan ruangan secara
administratif, Meliputi :
a. Menyiapkan data pasien baru, pulang, atau meninggal.
b. Sensus harian dan formulir.
c. Rujukan pasien.
20. Mengatur dan menyiapkan alat-alat yang ada diruangan.
21. Melaksanakan tugas dinas pagi/sore/malam sesuai jadwal dinas.
22. Memberi penyuluhan kesehatan kepada pasien sehubungan dengan
penyakitnya.
13
F. KEGIATAN ATAS INISIATIF SENDIRI
1. Memberikan edukasi kepatuhan minum obat TB.
2. Melakukan wawancara terkait keluhan pasien
3. Mengedukasi pasien terkait tindakan yang akan didapatkannya.
14
BAB III
NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN
SERTA PERAN PNS DALAM NKRI
15
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda,yaitu
akuntabilitas personal, akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok,
akuntabilitas organisasi, dan akuntabilitas stakeholder. Berdasarkan
tingkatan akuntabilitas tersebut dapat menciptakan lingkungan kerja
yang akuntabel dan dipahami juga sebagai nilai-nilai akuntabilitas,
yakni :
a. Kepemimpinan
b. Transparansi
c. Integritas
d. Tanggungjawab
e. Keadilan
f. Kepercayaan
g. Keseimbangan
h. Kejelasan
i. Konsistensi
2. Nasionalisme
Mata pelatihan nasionalisme memfasilitasi pembentukan nilai
Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu
[Link] nasionalisme secara politis merupakan manifestasi
kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi
suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan
penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya
maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Nasionalisme
adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus
tidak merendahkan bangsa lain. Nasionalisme merupakan pondasi bagi
ASN untuk mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
dengan orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara
atau sering juga diartikan sebagai paham kebangsaan.
Berdasarkan pasal 10 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara, fungsi ASN adalah sebagai berikut :
a. ASN sebagai pelaksana kebijakan publik.
b. ASN sebagai pelayan publik.
16
c. ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
Dari fungsi tersebut, seorang ASN memiliki fungsi sebagai
pelaksana kebijakan publik yang mencakup artian bahwa ASN adalah
aparat pelaksana (eksekutor) yang melaksanakan segala peraturan
perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik di
berbagai bidang dan sektor [Link] ASN sebagai
pelayan publik adalah segala bentuk pelayanan sektor publik yang
dilaksanakan aparatur pemerintah, termasuk aparat yang bergerak di
bidang perekonomian dalam bentuk barang dan jasa, yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Dari definisi tersebut, ada tiga poin penting
yang harus diperhatikan dalam pelayanan publik yaitu :
a. Tugas pelayanan merupakan suatu kewajiban yang harus
dilaksanakan oleh aparat pemerintah.
b. Yang menjadi objek layanan adalah masyarakat atau publik.
c. Bentuk layanan yang diberikan dapat berupa barang, jasa, maupun
administratife sesuai kebutuhan masyarakat dan perundang-
undangan yang berlaku.
Sedangkan ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa memiliki arti
bahwa seorang ASN dalam menjalankan tugasnya senantiasa
mengutamakan dan mementingkan persatuan dan kesatuan.
Berdasarkan 3 fungsi ASN tersebut, peran yang dilakukan ASN
harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang yang
berlaku. Fungsi nasionalisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah :
a. ASN yang berorientasi pada kepentingan publik dengan nilai yang
terkandungnya; ketepetan waktu, pelayanan yang akurat, ramah dan
santun dalam memberikn pelayanan, tanggung jawab, kelengkapan,
kemudahan mendapatkan pelayanan, variasi model pelayanan,
kenyamanan, bersikap adil dan tidak diskriminatif.
b. ASN yang berintegritas tinggi, dengan melaksanakan tugasnya dengan
jujur,bertanggung jawab dan berintegritas tinggi, melaksanakan tugasnya
dengan cermat dan disiplin, melayani dengan sikap hormat, sopan dan
tanpa tekanan, melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan
17
atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan, menjaga
kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara, menggunakan kekayaan
dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien,
menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam menjalankan tugas,
memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi, tidak menyalahgunakan informasi, dan
melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. ASN sebagai pemersatu bangsa bersikap netral dan adil, mengawoni
kepentingan kelompok minoritas, menjadi teladan dilingkungan masyarakat.
3. Etika Publik
Mata pelatihan ini memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar
etika publik melalui pembelajaran kode etik dan perilaku pejabat publik,
bentuk-bentuk kode etik dan implikasinya, dan penerapan kode etik
ASN. Etika publik merupakan refleksi tentang standar atau norma yang
menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yakni :
a. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
b. Sisi dimensi reflektif, etika public berfungsi sebagai bantuan dalam
menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
c. Modalitas etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan
faktual.
Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi publik, yaitu :
a. Dimensi kualitas pelayanan publik
Etika publik menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip
moral, sehingga etika public membentuk integritas pelayanan publik.
b. Dimensi modalitas
Etika publik bias bertindak baik atau berperilaku sesuai standar dan
mengorganisir tindakan agar sesuai etika dengan unsur-unsur
modalitas dalam etika publik yakni akuntabilitas, transparansi, dan
netralitas.
18
c. Dimensi tindakan integritas publik
Etika publik yang sesuai dengan nilai, tujuan dan kewajibannya untuk
memecahkan dilema moral yang tercermin dalam kesederhanaan
hidup.
Nilai-nilai dasar etika publik yang tercantum dalam Undang-Undang
ASN, yakni :
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
b. Setia dan mempertahankanUndang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdayaguna, berhasilguna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
[Link] kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas system pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN
yakni sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan
berintegritas tinggi.
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan
yang berlaku.
19
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggungjawab, efektif, dan efisien.
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya.
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau orang lain.
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN.
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu bertujuan untuk memberikan kepuasan
masyarakat dalam pelayanan [Link] mutu berdasarkan pada
subyektifitas [Link] mengukur penilaian tersebut perlu
adanya standar pelayanan sehingga sebuah mutu pelayanan dapat
terkontrol dengan [Link] pelatihan ini memfasilitasi pembentukan
nilai dasar inovatif dan komitmen mutu melalui pembelajaran tentang
efektivitas, efisiensi, inovasi dan kualitas penyelenggaraan
pemerintahan, dan konsekuensi dari [Link] mutu
merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada
kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain,
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan
layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara.
Berikut adalah nilai-nilai yang perlu diperhatikan dalam komitmen
mutu antara lain:
a. Bekerja dengan berorientasi pada mutu.
20
b. Inovatif.
c. Selalu melakukan perbaikan mutu.
d. Membangun komitmen pegawai untuk jangka panjang.
e. Membangun kerjasama antar pegawai yang dilandasi kepercayaan dan
kejujuran.
f. Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun
eksternal.
g. Menampilkan kinerja tanpa cacat (zerodefect) dan tanpa pemborosan
(zerowaste), sejak memulai setiap pekerjaan.
h. Menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan efisien dalam bekerja.
5. Anti Korupsi
Korupsi adalah tindakan melanggar hukum dengan tujuan untuk
memperkaya diri sendiri maupun golongan. Pelatihan Anti Korupsi ini
memfasilitasi pembentukan nilai-nilai dasar anti korupsi melalui
penyadaran anti korupsi, menjauhi perilaku korupsi, membangun sistem
integritas, dan proses internalisasi nilai-nilai dasar anti korupsi. Anti
korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-
norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan
negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak.
Kesadaran anti korupsi yang telah mencapai puncak tertinggi
akan menyentuh spiritual accountability, sehingga akan selalu ingat
pada Tuhan yang pada dasarnya merupakan tujuan hidup dan
kesadaran bahwa hidup mereka harus dipertanggungjawabkan. Spiritual
accountability yang baik akan menghasilkan niat baik, yang akan
menghasilkan visi dan misi yang baik, selanjutnya akan diterjemahkan
dalam usaha yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Hubungan konsekuensi tersebut idealnya dapat menjamin bahwa
pemilik spiritual accountability yang baik akan mendorong public
accountability yang baik pula, dan tentunya tidak akan tergerak dan
mempunyai niat sedikit pun untuk membuat kerusakan di muka
termasuk di dalamnya adalah melakukan korupsi, sebaliknya justru
21
akan mempunyai niat yang sangat kuat untuk menghindari korupsi.
Nilai-nilai yang terkandung dalam aspek anti korupsi antara lain:
a. Kejujuran
b. Kepedulian
c. Kemandirian
d. Kedisiplinan
e. Tanggung jawab
f. Kerja keras
g. Sederhana
h. Berani
i. Keadilan
22
a. Kedudukan ASN
Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri, namun
demikianpegawai ASN merupakan satu kesatuan.
b. Peran ASN
Peran ASN adalahsebagaipelaksanakebijakanpublik, pelayanpublik,
danperekatpemersatubangsa.
2. Hak dan kewajiban ASN
Seorang ASN mempunyai kewajiban dan hak sebagai berikut:
a. Gaji, tunjangan dan fasilitas
b. Cuti
c. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
d. Perlindungan
e. Pengembangan kompetensi
3. Kode etik dan kode perilaku ASN
Kode etik dan kode perilaku bertujuan untuk menjaga martabat dan
kehormatanASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku
agar pegawai ASN:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat
yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan BMN secara bertanggung jawab,
efektif, dan efisien; Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan
dalam melaksanakan tugasnya;
h. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada
pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
23
i. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau orang lain;
j. Memagang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN; dan
k. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
disiplin pegawai ASN.
4. Pelayanan Publik
Pelayanan public dapat diartikan sebagai pemberian layanan
(melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai
kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata
cara yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu
bahwa pemerintahan pada hakekatnya adalah pelayanan kepada
masyarakat. Karenanya Birokrasi publik berkewajiban dan
bertanggungjawab untuk memberikan layanan yang baik dan
profesional (TesisIrsan, 2012:9).Prinsip pelayanan publik yang baik
untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
a. Partisipatif
Pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
b. Transparan
Pemerintah harus menyediakan akses bagi warga negara untuk
mengetahui segala hal terkait pelayanan publik yang
[Link] juga harus diberi akses untuk
mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan apabila merasa
tidak puas terhadap pelayanan publik pemerintah.
c. Responsif
Pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan
warga [Link] wajib mendengarkan aspirasi dan keinginan
masyarakat yang menduduki posisi sebagai agen pelayanan publik.
d. Tidakdiskriminatif
Tidak ada perbedaan pemberian layanan kepada masyarakat atas
dasar perbedaan identitas warga negara.
24
e. Mudah dan murah
Mudah artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut
masuk akal dan mudah untuk [Link] artinya biaya yang
diperlukan dapat dijangkau oleh seluruh warga negara.
f. Efektif dan efisien
Efektif, mampu mewujudkan tujuan yang hendak dicapai (untuk
melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan strategis
negara dalam jangka panjang). Efisien, cara mewujudkan tujuan
dilakukan dengan prosedur sederhana, tenaga kerja yang sedikit,
dan biaya yang murah.
g. Aksesibel
Pelayanan publik yang harus dapat dijangkau oleh warga negara
yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan
kendaraan publik, mudah ditemukan, dan lain – lain) dan dapat
dijangkau dalam arti non – fisik yang terkait dengan biaya dan
persyaratan yang harus dipenuhi.
h. Akuntabel
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat melalui
media publik baik secara cetak maupun elektronik.
i. Berkeadilan
Penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai
alat pelindung kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa
keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok
kuat.
25
Terdapat 3 unsurpentingdalampelayananpublik, yakni
5. Whole of Goverment
WoG didefinisikan sebagai “Suatu model pendekatan integrative
fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked
problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai
karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas
sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku.
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan
dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas
guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen
program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal
sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang
relevan.
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan mengapa WoG
menjadi penting dan tumbuh sebagai pendekatan yang mendapatkan
perhatian dari pemerintah. Pertama, adalah adanya faktor-faktor
eksternal seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi
26
kebijakan, program pembangunan dan pelayanan agar tercipta
penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Selain itu
perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika kebijakan yang
lebih kompleks juga mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan
institusi pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan
publik. Kedua, terkait faktor-faktor internal dengan adanya fenomena
ketimpangan kapasitas sektoral sebagai akibat dari adanya nuansa
kompetisi antar sector dalam pembangunan. Satu sector bias menjadi
sangat superior terhadap sektorlain, atau masing-masing sector tumbuh
namun tidak berjalan beriringan, melainkan justrukontra produktif atau
“saling membunuh”. Masing-masing sector menganggap bahwa
sektornya lebih penting dari yang lainnya. Ketiga, khususnya dalam
konteks Indonesia, keberagaman latarbelakang nilai, budaya, adat
istiadat, serta bentuk latarbelakang lainnya mendrong adanya potensi
disintegrasi bangsa. Pemerintah sebagai institusi formal berkewajiban
untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai perekat kebangsaan yang akan
menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan ini dalam satu frame
NKRI.
a. Faktor pendorong
27
b. Tantangan Wog
Gambar 3.3TantanganWog
6. IDENTIFIKASI ISU
Terdapat beberapa isu yang berkaitan dengan pelayanan di
ruang Rawat Inap Bougenville RSUD Sukamara. Untuk menyeleksi isu-
isu tersebut agar menemukan isu utama yang akan diangkat. Maka
penulis menggunakan metode dengan point tertinggi yang akan
diseleksi menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Urgency
1. Tidak penting
2. Kurang penting
3. Cukup penting
4. Penting
5. Sangat penting
Seriousness
1. Akibat yang ditimbulkan tidak serius
2. Akibat yang ditimbulkan kurang serius
3. Akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. Akibat yang ditimbulkan serius
5. Akibat yang ditimbulkan sangat serius
Growth :
1. Tidak berkembang
28
2. Kurang berkembang
3. Cukup berkembang
4. Berkembang
5. Sangat berkembang
Dari hasil seleksi didapatkan isu aktual yang akan diangkat penulis
adalah : Mengoptimalkan Kepatuhan dalam minum obat secara teratur.
7. Identifikasi Sumber Isu
RSUD Sukamara menyelenggarakan tugas dan fungsi dalam
pelayanan kesehatan. Salah satunya berupa Memberi penyuluhan atau
edukasi kesehatan kepada pasien sehubungan dengan penyakitnya.
Ketidakpatuhan minum obat pasien TB dapat meningkatkan kejadian
putus obat pada pasien TB yang menyebabkan pengobatan yang tidak
maksimal, dan berdampak pada peningkatan pasien TB-MDR.
Edukasi yang baik dilakukan untuk memberi pemahaman kepada
pasien tentang pengobatan pasien secara [Link] edukasi
yang bervariasi melalui media-media edukasi dapat memudahkan
pasien dalam mengingat dan memahami, sehingga peserta tertarik
untuk melakukan edukasi kepatuhan minum obat pasien TB dengan
pemberian leaflet. Hal ini merupakan salah satu kegiatan untuk
meningkatkan mutu pelayanan dalam kepatuhan minum obat pasien
TB. Kegiatan ini sesuai dengan peran dan kedudukan ASN dalam NKRI
pada pelayanan publik, dimana pasien TB sebagai warga negara
berhak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
29
C. PELAKSANAAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN
1. Formulir 1 : Rancangan Kegiatan
Unit Kerja : Instalasi Rawat Inap Ruang Bougenville RSUD Sukamara
Identifikasi Isu :
Masih terdapatnya pasien TB yang tidak patuh minum obat karena ketidak pahaman
pasien tentang pentingnya terapi yang teratur sehingga mengakibatkan pengobatan
yang tidak optimal dan dapat memicu peningkatan jumlah kasus TB-MDR.
Isu yang diangkat :
“Belum optimalnya kepatuhan minum obat pada pasien TB
(PelayananPublik)”
Gagasan pemecahan masalah :
Pemberian edukasi mengenai kepatuhan minum obat pada pasien TB dengan
menggunakan media leaflet melalui kegiatan-kegiatan yang tertera dalam tabel di
bawah ini.
30
Tabel 3.3RancanganKegiatan
PENGUATAN
KONTRIBUSI TERHADAP
OUTPUT/HASIL KETERKAITAN SUBSTANSI MATA NILAI-NILAI
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN VISI DAN MISI
KEGIATAN PELATIHAN ORGANISASI
ORGANISASI (manfaat)
(Dampak Positif)
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan konsultasi 1. berkonsultasi dengan Adanya EtikaPublik Dalam Kegiatan ini Melakukan
dengan mentor mentor isu dn persamaan Melakukan komunikasi yang mendukung Visi rumah penggalangan
membahas kegiatan penyelesaian isu presepsi dengan baik,sopan dan saling menghormati. sakit yaitu : dukungan
rancangn aktualisasi. mentor. KomitmenMutu Terwujudnya Rumah pemaparan
komunikasiefektif,efisien dalam Sakit sebagai pilihan rancangan
menentukan isu. utama masyarakat aktualisasi dengan
[Link] rencana Adanya Akuntabilitas Sukamara dan Kepala Instalasi
kegiatan pemahaman Melakukan koordinasi dengan sekitarnya. sesuai dengan
tentang penuh tanggung jawab. nilai ANEKA,
rancangan Nasionalisme Dengan didukung Misi mendukung juga
aktualisasi dan Menyampaikan dan menghargai Rumah Sakit yaitu: nilai-nilai
kesepakatan pendapat, sesuai isi pancasila yaitu Menyelenggarakan organisasi yaitu:
mengenai sila ke-4, adanya musyawarah pelayanan kesehatan Profesional
edukasi dalam menentukan isu, gagasan prima yang berorientasi Integritas
kepatuhan pemecahan isu, dan implementasi pada pelanggan, Kerjasama
minum obat sehingga terjadi kesepakatan. profesional dan
pasien TB. Anti Korupsi terjangkau oleh
Bekerja dengan jujur,disiplin dan masyarakat.
tepat waktu
WOG
Berkoordinasi.
31
1 2 3 4 5 6 7
2. Survei mengenai 1. 1. Membuat daftar 1. Daftar EtikaPublik Dalam hal melakukan Melakukan survey
kepatuhan minum obat pertanyaan berupa pertanyaan cermatmembuatpertanyaandan survei mengenai kepatuhan mengenai
pasien TB di ruang kuesioner kuesioner. menghargai komunikasi yang minum obat pasien TB kepatuhan minum
rawat inap santun. dikedepankan nilai-nilai obat pasien TB
Bougenville. KomitmenMutu ANEKA sesuai dengan misi sesuai dengan
Inovatif,efektif dan efisien waktu RSUD Sukamara yaitu : nilai ANEKA,
untuk melihat gambaran kepatuhan Mendukung program mendukung juga
minum obat ;paien. prioritas bidang nilai-nilai
Anti Korupsi kesehatan. organisasi yaitu:
Bekerja keras Profesional
Nasionalisme Integritas
Bersikap adil dan jujur. Visi RSUD Sukamara Kerjasama
Akuntabilitas yaitu:
transparan,konsisten dan Terwujudnya Rumah
berintegritas Sakit sebagai pilihan
utama masyarakat
Sukamara dan
sekitarnya.
32
1 2 3 4 5 6 7
3. Persiapan alat dan [Link] referensi Materi tentang Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
bahan serta media terkait kepatuhan minum kepatuhan tanggungjawab persiapan alat dan bahan persiapan alat dan
edukasi. obat pasien TB. minum obat Nasionalisme serta media edukasi bahan serta media
pasien TB. Kerja keras dikedepankan nilai-nilai edukasi sesuai
EtikaPublik ANEKA sesuai dengan misi dengan nilai
Cermat dalam mengumpulkan RSUD Sukamara yaitu: ANEKA,
referensi Meningkatkan Kualitas mendukung juga
1. [Link] cetakan Cetakan leaflet dan kuantitas nilai-nilai
leaflet yang sudah tersedia . Komitmen Mutu sumberdaya manusia organisasi yaitu:
berinovasi dan berorientasi mutu rumah sakit yang Profesional
berdaya saing kuat dan Integritas
professional. Kerjasama
2. Mendukung program
Anti Korupsi prioritas bidang
Bekerja keras dan mandiri kesehatan.
33
1 2 3 4 5 6 7
4. Berkoordinasi dengan 1. Menjelaskan maksud Adanya Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
Kepala ruangan dan dan tujuan kegiatan pemahaman Melakukan koordinasi dengan penyuluhan mengenai penyuluhan
rekan perawat tentang kepada kepala ruangan tentang penuh tanggung jawab. kepatuhan minum obat mengenai
pemaparan rancangan rawat inap Bougenville. rancangan Nasionalisme pasien TB dikedepankan kepatuhan minum
aktualisasi di ruang aktualisasi dan Menyampaikan dan menghargai nilai-nilai ANEKA sesuai obat pasien TB
rawat Inap Bougenville [Link] dengan kesepakatan pendapat, sesuai isi pancasila yaitu dengan misi RSUD sesuai dengan nilai
rekan perawat di ruang mengena sila ke-4, adanya musyawarah Sukamara yaitu: ANEKA,
rawat inap bougenville. iedukasi dalam menentukan isu, gagasan Menyelenggarakan mendukung juga
kepatuhan pemecahan isu, dan implementasi pelayanan kesehatan nilai-nilai organisasi
minum obat sehingga terjadi kesepakatan. prima yang berorientasi yaitu:
pasien TB. EtikaPublik pada pelanggan, Profesional
Melakukan komunikasi yang profesional dan Integritas
baik,sopan dan saling menghormati. terjangkau oleh Kerjasama.
KomitmenMutu masyarakat.
Komunikasi efektif,efisien dalam
menentukan isu. Mendukung program
Anti Korupsi prioritas bidang
Bekerja dengan jujur,disiplin dan kesehatan.
tepat waktu.
WOG Visi RSUD Sukamara yaitu
Berkoordinasi :
Terwujudnya Rumah
Sakit sebagai pilihan
utama masyarakat
Sukamara dan
sekitarnya.
34
1 2 3 4 5 6 7
5. Pemberian edukasi [Link] edukasi Pemahan pasien Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
obat dan diskusi mengenai tanggungjawab penyuluhan mengenai penyuluhan
kepatuhan minum obat kepatuhan Nasionalisme kepatuhan minum obat mengenai
pada pasien TB di minum obat. Kerja keras dan diiplin waktu. pasien TB dikedepankan kepatuhan minum
ruang rawat inap EtikaPublik nilai-nilai ANEKA sesuai obat pasien TB
Bougenville Melayani dengan hormat,sopan dengan misi RSUD sesuai dengan nilai
daan tanpa tekanan. Sukamara yaitu: ANEKA,
KomitmenMutu Menyelenggarakan mendukung juga
berinovasi dan menggunakan waktu pelayanan kesehatan nilai-nilai organisasi
dengan efisien. prima yang berorientasi yaitu:
[Link] leaflet Anti Korupsi pada pelanggan, Profesional
peduli dan bekerja secara mandiri profesional dan Integritas
terjangkau oleh Kerjasama.
masyarakat.
Mendukung program
prioritas bidang
kesehatan.
35
1 2 3 4 5 6 7
6. Monitoring evaluasi 1. [Link] lembar 1. Lembar EtikaPublik Dalam hal melakukan Melakukan
hasil kegiatan kuesiner pre dan post kuesioner diisi cermatmembuatpertanyaan dan monitoring evaluasi hasil melakukan
pemberian edukasi. oleh pasien atau menghargai komunikasi yang kegiatandikedepankan monitoring
keluarga. santun. nilai-nilai ANEKA sesuai evaluasi hasil
KomitmenMutu dengan misi RSUD kegiatansesuai
Berkomunikasi dengan efektif dan Sukamara yaitu: dengan nilai
efisien waktu untuk melihat Meningkatkan Kualitas ANEKA,
gambaran kepatuhan minum obat dan kuantitas mendukung juga
pasien. sumberdaya manusia nilai-nilai
rumah sakit yang organisasi yaitu:
[Link] pemahaman 2. Hasil survei Nasionalisme berdaya saing kuat dan Profesional
pasien mengenai kuesioner bersikapadil dan jujur professional. Integritas
kepatuhan minum obat pemahaman Akuntabilitas Mendukung program Kerjasama
pasien pasien transparan, konsisten dan prioritas bidang
berintegritas kesehatan.
Anti Korupsi
bekerjakeras dan jujur Visi RSUD Sukamara:
Terwujudnya Rumah
Sakit sebagai pilihan
utama masyarakat
Sukamara dan
sekitarnya.
36
1 2 3 4 5 6 7
7. Pelaporan hasil [Link] hasil survei Tanda tangan Akuntabilitas Dalam hal melakukan Melakukan
kegiatan terkait kepatuhan minum Kepala Instalasi transparan pelaporan hasil melakukan
obat pasien setelah Rawat Inap Nasionalisme kegiatandikedepankan pelaporan hasil
melakukan aktualisasi Bougenville Disiplin waktu nilai-nilai Akuntabilitas, kegiatansesuai
kepada Kepala Instalasi EtikaPublik Nasionalisme, Etika Publik, dengan nilai
Rawat Inap Bougenville. Menghargai komunikasi, konsultasi, Komitmen Mutu, dan Anti ANEKA,
dan kerjasama yang santun. Korupsi sesuai dengan misi mendukung juga
KomitmenMutu RSUD Sukamara yaitu: nilai-nilai
Berkomunikasi dengan efektif Meningkatkan Kualitas organisasi yaitu:
Anti Korupsibekerja dengan jujur dan kuantitas Profesional
dan berani sumberdaya manusia Integritas
1. [Link] laporan Printout laporan rumah sakit yang Kerjasama
kegiatan kegiatan berdaya saing kuat dan
professional.
Mendukung program
prioritas bidang
kesehatan.
.
Visi RSUD Sukamara:
Terwujudnya Rumah
Sakit sebagai pilihan
utama masyarakat
Sukamara dan
sekitarnya.
37
2. Jadwal Kegiatan
Kegiatan aktualisasi mengenai isu Belum Optimalnya Kepatuhan Minum
Obat Pasien TB di RSUD Sukamara dilakukan di Ruang Rawat Inap
Bougenville mulai tanggal 30 Okober 2019 – 4 Desember 2019. Dengan
difasilitasi mentor dr. Eflin N. M. Sianipar, dan coach Pamela, [Link], [Link]
38
3. Jadwal Kegiatan Aktualisasis
Tabel 3.4 Jadwal kegiatan aktualisasi
Out-Put
WAKTU
No. KEGIATAN TEMPAT SASARAN KEGIATAN
PELAKSANAAN
(PRODUK)
1 2 3 4 5 6
1. Melakukan 04 November – 08 RSUD Keluarga Terlampir
konsultasi kepada November 2019 Sukamara Pasien
mentor membahas
kegiatan
2. Berkoordinasi 08 November Rawat Keluarga Terlampir
dengan Kepala 2019 Inap Pasien
ruangan dan rekan
perawat tentang
pemaparan
rancangan
aktualisasi di ruang
rawat Inap
Bougenvile
3. Persiapan alat dan 13 November 201 Rawat Keluarga Terlampir
bahan media 9 -15 November Inap Pasien
edukasi 2019
4. Pemberian edukasi 16 November Rawat Keluarga Terlampir
kepatuhan minum 2019 – 28 Inap Pasien
obat pada pasien November 2019
TB di ruang rawat
inap Bougenville
5. Survei mengenai 16 November Rawat Keluarga Terlampir
kepatuhan minum 2019 – 28 Inap Pasien
obat pasien TB di N0vember 2019
ruang Bougenville
6. Monitoring evaluasi 16 November Rawat Keluarga Terlampir
hasil kegiatan 2019-28 Inap Pasien
November 2019
7 Pelaporan hasil 03 Desember Rawat Keuarga terlampir
kegiatan 2019 inap pasien
39
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI
40
B. CapaianAktualisasi
Dalam rincian pelaksanaan kegiatan penulis mencoba untuk
memperdalam hasil pelaksanaan kegiatan dengan menerapkan nilai-nilai
dasar ASN, serta kontribusi terhadap visi misi organisasi dan penguatan nilai
organisasi dari setiap kegiatan, penulis akan menyajikan rincian tersebut
sebagai berikut.
Kegiatan 1
Nama kegiatan Melakukan konsultasi dengan mentor terkait isu yang
dipilih dan penyelesaian isu aktualisasi
Tanggal pelaksanaan 04 November 2019 – 08 November 2019
kegiatan
A. Melakukan konsultasi isu rancangan aktualisasi
41
Output / Hasil Adanya persetujuan dari Direktur Rumah Sakit
sekaligus Mentor untuk pelaksanaan kegiatan
aktualisasi dengan adanya Surat Persetujuan
kegiatan.
Keterkaitan substansi Akuntabilitas : tanggung jawab dan konsisten dalam
mata ajar. melakukan aktualisasi
Nasionalisme : Penulis dalam melakukan kegiatan 1
dengan berpedoman pada Pancasila sila ke-4
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan dan perwakilan, butir ke-3
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama dalam koordinasi
mengenai pelaksanaan aktualisasi.
42
Anti Korupsi: Bertanggung jawab melaksanankan
keputusan yang diperoleh dari hasil koordinasi dengan
atasan
43
Kegiatan 2
Nama Kegiatan Melakukan konsultasi rancangan aktualisasi dengan kepala
ruangan dan rekan perawat dirawat inap Bougenvile
Tanggal
Pelaksanaan 08 November 2019s
Kegiatan
Tahapan kegiatan A. Berkoordinasi dengan kepala rungan rawat inap
bougenville terkait kegiatan aktualisasi yang akan
dilaksanakan.
44
ruangan rawat inap Bougenville,kemudian dengan rekan
perawat. Penulis menjelaskan rancangan kegiatan
aktualisasi yang akan dilakukan. Hasil dari kegiatan ini
adalah adanya pemahaman dan dukungan dari kepala
ruangan dan teman sejawat tentang rancangan aktualisasi
kegiatan edukasi kepada pasien dan keluarga penderita
tuberculosis.
Keterkaitan Akuntabilitas : Melakasanakan koordinasi dengan penuh
Substansi Mata tanggung jawab.
Pelatihan Nasionalisme : Penulis dalam melakukan kegiatan 2
dengan berpedoman pada Pancasila sesuai dengan sila ke
4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam
permusyawaratan dan perwakilan” butir ke 3
“Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama"
Etika publik : Melakukan komunikasi yang baik,sopan dan
menghormati rekan sejawat.
Komitmen mutu : Pelaksanaan kegiatan yang efektif dan
efisien
Anti korupsi : Disiplin waktu dalam pelaksanaan kegiatan
aktualisasi.
WOG : Koordinasi / sharing dengan kepala ruangan dan
rekan perawat di ruang rawat inap Bougenville.
Kontribusi terhadp Terlaksananya kegiatan koordinasi ini membantu dalam
visi misi Rumah mencapai misi RSUD Sukamara yaitu meningkatkan
Sakit kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Rumah Sakit
yang berdaya saing kuat dan profesional.
Penguatan Nilai Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan penerapan
Organisasi ANEKA, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan
kuantitas sumber daya manusia Rumah Sakit yang berdaya
saing kuat dan profesional.
Tabel 4.2
45
Kegiatan 3
Nama kegiatan Mempersiapkan alat dan media edukasi
Tanggal pelaksanaan
13 – 15 November 2019
kegiatan
Tahapan kegiatan A. Menentukan materi tentang kepatuhan minum obat
pada pasien tuberculosis.
46
Hasil / output Dalam kegiatan ini,penulis mencari materi sebagai bahan
yang akan digunakan dalam memberikan informasi kepada
pasien dan keluarga tentang penyakit dan pengobatan yang
diberikan. Dengan adanya bahan materi memudahkan
penulis dalam memberikan edukasi kepada pasien dan
keluarga.
Keterkaitan Akuntabilitas : Tanggungjawab dalam mengumpulkan dan
substansi mata ajar membuat materi .
47
berdaya saing kuat dan profesiaonal
Penguatan nilai Dengan adanya penerapan ANEKA yang dilakukan
organisasi dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, penuh rasa
peduli, tidak diskriminatif, dapat dipertanggung jawabkan,
diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit.
Tabel 4.3
Kegiatan 4
Nama kegiatan Memberikan edukasi mengenai kepatuhan dalam minum
obat.
Tanggal pelaksanaan
16-28 November 2019
kegiatan
Tahapan kegiatan 1. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga
mengenai kepatuhan minum obat tuberculosis.
a. Mempersiapkan bahan edukasi
48
c. Sebelum memberikan edukasi lebih lanjut,dilakukan
pretest untuk mengetahui pengetahuan pasien dan
keluarga mengenai kepatuhan minum obat.
49
50
e. Memberikan leaflet kepada pasien dan keluarga
51
f. Setelah memberikan edukasi,pasien dan keluarga
mengisi kuesioner posttest.
52
h. Mengucapkan terimakasih dan mengakhiri kegiatan.
53
edukasi pasien.
Kontribusi Kegiatan ini memilikik kontribusi dalam mencapai misi
Terhadap Visi Misi RSUD Sukamara yaitu menyelenggarakan pelayanan
Organisasi kesehatan prima yang berorientasi pada pelanggan,
professional dan terjangkau oleh masyarakat
Penguatan Nilai Dengan melakukan tindakan ini perawat mampu
Organisasi mewujudkan kinerjanya secara efektif dan efisien serta
dapat menguatkan nilai profesionalisme, unggul, serta
akurat sesuai dengan nilai – nilai organisasi RSUD
Sukamara.
Tabel kegiatan 4.4
54
Kegiatan 5
Nama kegiatan Melakukan survei kepatuhan dalam minum obat tuberculosis
Tanggal pelaksanaan
16-28 November 2019
kegiatan
Tahapan kegiatan 1. Membuat daftar pertanyaan berupa kuesioner
a. Kuesioner pretest
b. Kuesioner posttest
55
Keterkaitan Akuntabilitas : Konsisten dalam melakukan evaluasi.
Substansi Mata
Pelatihan Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan bersikap adil
dan jujur.
56
Kegiatan 6
Nama kegiatan Monitoring hasil survei pengisian kuesioner
Tanggal pelaksanaan
16-28 November 2019
kegiatan
Tahapan kegiatan 1. Pengisian lembar kuesioner pretest dan posttest
oleh pasien atau keluarga
a. Pengisian lembar kuesioner pretest
57
Output/Hasil Dalam pengisian lembar kuesioner didapatkan hasil.
Kuesioner pretest terdapat 5 pertanyaan yang
diberikan meliputi kebiasaan pengunaan aturan
pakai obat,jadwal dalam mengkonsumsi obat. Hasil
yang diperoleh adalah masih adanya pasien yang
lupa untuk meminum obat sebanyak 2 orang,tidak
mengerti aturan minum obat sebanyak 3
orang,minum obat sesuai anjuran dokter sebanyak
6 orang,pengetahuan pasien atau keluarga tentang
pengobatan tuberculosis jangka panjang sebanyak
4 orang.
Didapatkan hasil 33% pasien yang lupa dalam
meminum obat,50% tidak mengerti aturan dalam
meminum obat,100% pasien minum obat sesuai
anjuran dokter dan 66% tidak mengetahui bila
pengobatan tubercuosis memerlukan waktu jangka
panjang.
Pertanyaan postest terdapat 5 pertanyaan yang
diberikan diantaranya pengetahuan tentang cara
minum obat sebanyak 6 orang yang tahu,cara
penularan penyakit tuberculosis sebanyak 6 orang
tahu,pengetahuan tetang gejala penyakit 6 orang
tahu, yang menyadari pentingnya pengobatan
tuberculosis 6 orang ,dan harapan untuk
kesembuhan dan dukungan keluarga untuk
kesembuhan masing-masing sebanyak 6 orang.
Didaptakan hasil masing-masing 100% untuk setiap
pertanyaan menunjukan peningkatan pengetahuan
pasien dan keluarga .
Keterkaitan substansi Akuntabilitas : Transparan dan Konsisten dalam
mata pelatihan melakukan evaluasi.
58
Nasionalisme : Dalam melakukan kegiatan bersikap adil
dan jujur.
Tabel 4.6
59
Kegiatan 7
Nama kegiatan Pelaporan hasil kegiatan
Tanggal pelaksanaan
03 Desember 2019
kegiatan
Tahapan kegiatan 1. Melaporkan kepada kepala ruangan rawat inap
Bougenville bahwa kegiatan aktualisasi telah selesai.
60
Visi Misi Organisasi RSUD Sukamara yaitu meningkatkan kualitas dan
kuantitas sumber daya manusia Rumah Sakit yang
berdaya saing kuat dan profesional.
Penguatan Nilai Dengan melakukan kegiatan ini dapat meningkatkan
Organisasi profesionalisme bagi tenaga kesehatan sesuai dengan
nilai organisasi RSUD Sukamara.
Tabel 4.7
61
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Laporan ini dibuat sebagai hasil pelaksanaan kegiatan yang
dilaksanakan untuk menjawab isu yang dipilih oleh penulis yaitu belum
optimalnya kepatuhan minum obat pasien tuberculosis pada pasien di Ruang
Bougenville RSUD Sukamara, sebagai upaya untuk menerapkan nilai – nilai
dasar ASN, kedudukan dan peran PNS dalam NKRI melalui kerjasama yang
baik antara penulis, coach, mentor dan Perawat di Ruang Bougenville RSUD
Sukamara maka kesimpulan dari kegiatan aktualisasi yaitu sebagai berikut :
1. Penerapan nilai – nilai dasar ASN, kedudukan dan peran PNS dalam
NKRI yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi, Manajemen ASN, dan Pelayanan Publik yang dilakukan oleh
penulis selama masa habituasi pada tanggal 30 Oktober 2019 – 4
Desember 2019 di RSUD Sukamara yang telah dilaksnakan dengan baik
sehingga tercipta pelayanan yang bermutu prima seperti salah satu misi
dari RSUD Sukamara.
2. Dalam melaksanakan delapan kegiatan, penulis berhasil melakukan
seluruh kegiatan sesuai dengan tahapan – tahapan kegiatan yang telah
dirancang sebelumnya. Hasil dari kegiatan mendapat respon positif dari
Mentor, Kepala Ruangan dan teman sejawat.
3. Ilmu yang didapat oleh penulis selama menjalani pelatihan dasar di
BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah yaitu nilai – nilai dasar ASN,
kedudukan dan peran PNS dalam NKRI yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen ASN, Whole of
Government dan Pelayanan Publik menjadi modal bagi penulis untuk
menjadi ASN yang berdaya juang tinggi, profesional serta berintegrasi
dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.
62
B. Saran
Berdasarkan hasil dari kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan, terdapat
beberapa hal yang diharapkan dapat dilakukan yaitu berupa saran sebagai
berikut :
1. BPSDM
BPSDM sebagai pihak yang melaksanakan Pelatihan Dasar CPNS
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah penulis berharap dan sekedar
memberikan saran supaya kedepannya lagi terus meningkatkan
pelayanan dan pelatihan bagi pegawai – pegawai pemerintah sebagai
abdi negara supaya teruc menciptakan ASN yang berkualitas.
2. Organisasi tempat bertugas
Organisasi tempat penulis bertugas adalah RSUD Sukamara yang dimana
harapan kedepannya akan terus mendukung inovasi – inovasi yang
membangun dan positif dari berbagai sumber agar tercipta peningkatan
pelayanan mutu prima melalui SDM yang berkualitas.
3. Diri sendiri
Untuk penulis sendiri, penulis berpesan dalam diri penulis sendiri agar
dapat memberikan inovasi kreatif dan positif serta terus meningkatkan dan
bersumbangsih kepada pekerjaan dan organisasi tempat penulis bekerja
lebih memberikan hal positif dan membantu tugas sebagai abdi negara
maupun sebagai bagian yang harus meningkatkan kemajuan dan hal – hal
positif bagi penulis, organisasi, dan masyarakat.
63
3. Inovasi yang sudah dibuat diharapkan mampu diaplikasikan serta dapat
menjadi suatu terobosan inovasi yang sesuai dengan Standar Nasional
Akreditasi Rumah Sakit.
4. Tingkat kesadaran pasien terhadap pentingnya kesehatan dapat
meningkat.
5. Tingkat kreatifitas tenaga kesehatan meningkat agar masayarakat dapat
lebih mudah menerima pendidikan kesehatan yang diberikan.
6. Optimalnya pemberian edukasi kepatuhan minum obat pada pasien di
setiap ruangan rawat inap terutama ruang bougenville sehingga dapat
meningkatkan taraf kesehatan masayarakat setelah mendapat pelayanan
kesehatan di rumah sakit.
64
DAFTAR PUSTAKA
.2019. Akuntabilitas, Modul Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara Jakarta.
.2019. Nasonalisme, Modul Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara Jakarta
2019. Etika Publik, Modul Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara Jakarta
2019. Komitmen Mutu, Modul Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara Jakarta
.2019. Anti Korupsi, Modul Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan I dan II. Lembaga Administrasi Negara Jakarta
2019. Whole Of Goverment, Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Lembaga Administrasi Negara Jakarta.
2019. Manajemen Aparatur Sipil Negara, Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil. Lembaga Administrasi Negara Jakarta.
L2019. Pelayanan Publik, Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Lembaga Administrasi Negara Jakarta.