Oleh kelompok 3 SDM:
I Dewa Gede Wisesa Nugraha 1607522013
I Kadek Gede Karinuada 1607522018
I Putu Erwin Djodi 1607522025
PENDAHULUAN
Metode Pengumpulan data merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan dalam
penelitian, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam
rangkai mencapai tujuan penelitian tersebut. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis,
hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu
di uji secara empiris, dan maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan
ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel
yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai
sasaran penelitian. Semakin kurangnya pengalaman pengumpulan data, semakin mudah
dipengaruhi oleh keinginan pribadinya, semakin condong(bias) data yang terkumpul. Oleh
karena itu, pengumpulan data walaupun tampaknya hanya pengumpulan data, bukan pemimpin
peniliti atau sekertaris yang mempunyai jabatan yang cukup penting dan mentereng, harus
mempunyai keahlian yang cukup untuk melakukannya.
Mengingat pentingnya metode pengumpulan data. Maka, akan dibahas mengenai
1. Macam-Macam Metode Analisis Data
2. Pemilihan Metode Analisis Data
3. Pemilihan Metode Statistik Menurut Skala Pengukuran
4. Interpretasi Hasil-Hasil Analisis Data
12.1. Macam-Macam Metode Analisis Data
Ada dua metode secara umum yang dapat digunakan dalam penelitian yaitu analisis data
secara kualitatif yang digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pada
analisis ini tidak menggunakan alat statistik, akan tetapi dilakukan dengan menbaca tabel-tabel,
grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia kemudian melakukan uraian dan penafsiran.
Analisis data secara kuantitatif digunakan pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif.
Pada pendekatan seperti ini menggunakan alat statistik. Bila pendekatan menggunakan alat
statistik berarti analisis data dilakukan menurut dasar-dasar statistik. Ada dua macam alat
statistik yang digunakan yaitu:
a. Statistik deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku
untuk umum atau generalisasi. Termasuk dalam statistic deskriptif adalah penyajian data melalui
table, grafik, diagram lingkaran, pictogram, pengukuran tendensi sentral, perhitungan desil,
persentil, perhitungan penyebaran data melalui rata-rata dan standar deviasi, perhitungan
prosentase.
a) Frekuensi, merupakan salah satu ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai
sidtribusi data penelitian yang memiliki kesatuan kategori. Frekuensi suatu distribusi data
penelitian dinyatakan dengan ukuran absolut (f) atau proporsi (%).
b) Tendensi Sentral, merupakan ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai
sentral dari distribusi data penelitian. Tendensi sentral dapat dinyatakan dalam tiga ukuran,
yaitu rata-rata (mean), median, dan modus.
c) Dispersi, mengukur variasi data yang diteliti dari angka rata-ratanya. Perbedaan antara nilai
data yang diteliti dengan nilai rata-ratanya disebut dengan deviasi.
b. Statistik inferensial
Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dengan
maksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. statistik ini disebut sebagai statistik
probabilitas, karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel itu
kebenarannya bersibat peluang (probability). Statistik inferensial meliputi statistik parametris
dan statistik nonparametris.
1. Statistik parametrik, digunakan untuk menguji parameter pupulasi melalui statistik atau
menguji ukuran populasi melalui data sampel. Penggunaan statisktik parametrik jika data data
penelitian diukur dengan skala interval dan skala rasio dan asumsi bahwa distribusi data populasi
yang digunakan untuk memilih sampel adalah normal.
[Link] nonparametrik, digunakan jika data penelitian diukur dengan skala nominal dan skala
ordinal, sehingga tidak memerlukan asumsi data populasi yang distribusinya normal.
Jumlah variabel yang diteliti merupakan factor lain yang dipertimbangkan dalam pemilihan
metode statistik. Jika dilihat dari jumlah variabel yang dianalisis ada 3 jenis analisis data yaitu:
1. Analisis data univariate, terdiri atas metode-metode statistik deskriptif dan statistic
inferensial yang digunakan untuk menganalisis data satu variabel penelitian. Tujuannya
untuk mendeskripsikan distribusi satu variabel penelitian dan uji perbedaan antara data yang
diteliti dengan ekspektasi atau hipotesis peneliti.
2. Analisis data bivariate, terdiri atas metode-metode statistik deskriptif dan statistic
inferensial yang digunakan untuk menganalisis data dua variabel penelitian. Tujuannya untuk
mendeskripsikan distribusi data, menguji perbedaan dan mengukur hubungan antara dua
variabel yang lain diteliti.
3. Analisis data multivariate, terdiri atas metode-metode statistik deskriptif dan statistik
inferensial yang digunakan untuk menganalisis data lebih dari dua variabel penelitian.
Tujuannya, disamping untuk mendeskripsikan distribusi data, juga menguji dependensi dan
interdependensi antar variabel yang diteliti.
12.2. Pemilihan Metode Analisis Data
Pemilihan metode analisis data menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif. Dalam
pendekatan kuantitatif persyaratan pertama yang harus terpenuhi adalah alat uji statistik yang
akan digunakan harus sesuai. Pertimbangan utama dalam memilih alat uji statistik ditentukan
oleh pertanyaan untuk apa penelitian tersebut dilakukan dan ditentukan oleh tingkat/skala,
distribusi dan penyebaran data. Pertimbangan kedua dalam memilih alat uji statistik ini adalah
luasnya pengetahuan statistik yang dimiliki serta ketersediaan sumber-sumber dalam
hubungannya dengan perhitungan dan penafsiran data.
Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif berbeda dengan pendekatan kuantitatif,
dalam pendekatan kualitatif perhatian dipusatkan kepada prinsip umum yang mendasari
perwujudan dan satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia atau pola yang ada. Analisis
yang dilakukan adalah gejala sosial dan budaya dengan menggunakan kebudayaan masyarakat
yang bersangkutan untuk memperoleh pola yang berlaku, dan pola tersebut dianalisis dengan
teori yang objektif.
Penelitian kualitatif mampu mengungkapkan gejala yang ada di masyarakat secara sistematis.
Oleh karena itu urutan atau sistimatika yang ada dalam penelitian memberikan urutan serta pola
berfikir secara sistematis dan komplek. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini mampu
mengungkap gejala yang ada di masyarakat secara sistematis secara mampu mengungkapkan
kejadian yang sebenarnya sehingga akan sulit ditolak kebenarannya.
Dalam memilih metode analisis perlu dipertimbangkan:
1. Kecocokan/kesesuaian metode.
2. Kehandalan/ketangguhan.
3. Kepekaan.
4. Kecepatan/kemudahan.
5. Kepraktisan / fleksibel.
6. Keamanan.
Cara menentukan metode analisis yang akan digunakan:
1. Menetapkan tujuan.
2. Jenis metode.
3. Kemungkinan penggunaan metode.
4. Macam atribut metode yang digunakan.
5. Pemilihan metode alternatif.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih metode analisis adalah:
1. Apakah analisis dilakukan untuk 1 sampel, jarang atau sering dengan contoh yang sama.
2. Pereaksi apa saja yang harus tersedia.
3. Berapa lama waktu yang diperlukan.
4. Apa jenis matriks sampel yang dianalisis.
5. Berapa tingkat ketelitian yang diharapkan.
6. Apa ada zat pengganggu.
7. Apa ada badan khusus atau persyaratan peraturan, batas tindakan, atau batas pelaporan.
8. Apakah diperlukan prosedur yang mampu menseleksi,mendeteksi, dan identifikasi untuk
campuran.
9. Berapa biaya yang harus dibayar pelanggan.
Jika menggunakan metode yang dikembangkan sendiri harus:
1. Merupakan kegiatan yang direncanakan.
2. Ditugaskan kepada personil yang memenuhi persyaratan.
3. Dilengkapi dengan sumber daya laboratorium yang memadai.
Apabila menggunakan metode non standar, maka harus :
1. Mendapat persetujuan pemilik sampel.
2. Memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pemilik sampel.
3. Sesuai dengan tujuan analisis.
12.3. Pemilihan Metode Statistik Menurut Skala Pengukuran
Pemilihan terhadap alat statistika dalam penelitian kuantitatif sangat tergantung pada skala
pengukuran dari variabel yang digunakan. Dalam analisis nantinya apakah menggunakan
statistik parametrik atau statistik non parametrik. Bila dalam analisis kuantitatif tersebut dimana
skala ukuran variabel adalah nominal atau ordinal umumnya menggunakan statistik non
parametrik. Apabila skala ukuran variabel yang digunakan adalah interval atau rasio maka
statistik yang digunakan adalah statistik parametrik. Walaupun demikian untuk skala interval
atau rasio dapat juga menggunakan alat statistik non parametrik namun banyak sekali kehilangan
informasi yang dimiliki oleh data dengan skala interval dan rasio tersebut.
Penggunaan statistik parametrik dan non parametrik untuk menganalisis data khususnya
menguji hipotesis yang diajukan. Contoh statistik parametrik antara lain korelasi product
moment, korelasi parsial, korelasi ganda, regresi, analisis varian dan sebagainya. Contoh statistik
non parametrik adalah Chi kuadrat, Mann Whitney, Mc Memar, Cochran, Coefisien contingency,
korelasi Rank Spearman, Kruskal Wallis, dan sebagainya.
Menurut sugiono (2003:147), hipotesis deskriptif yang akan diuji dengan statistik parametrik
merupakan dugaan terhadap nilai dalam satu sampel dibandingkan dengan standar, sedangkan
hipotesis deskriftif yang akan diuji dengan statistik non parametrik merupakan dugaan ada
tidaknya perbedaan secara signifikan nilai antar kelompok dalam satu sampel. Hipotesis
komparatif merupakan dugaan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai-nilai 2 kelompok
atau lebih. Hipotesis asosiatif adalah dugaan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan
antara dua variabel atau lebih.
Dibawah ini diberikan tabel yang berisi tentang penggunaan statistik parametrik dan non
parametrik untuk menguji hipotesis.
Macam Bentuk Hipotesis
data Deskripti Komparatif (2 sampel) Komparatif (lebih dari Asosiatif
f (satu dua sampel)
variabel Relatif Independen Relatif Independ
atau satu en
sample)
Nomina Binomial Mc Fisher Exact Cochran Q X2 untuk k Contingency
l X2 satu Memar Probability sampel Coefficient
sampel X2 dua
sampel
Ordinal Run Test Sign Test Median Test Priedman Median Spearman
Wilcoxon Mann Two Way Extension Rank
Matched Whitney Anova Kruskal Correlation
Pairs Test Wallis one Kendall Tahu
Kormogoro Way
v Anova
Semmirnov
Wald
Wolfowitz
Interval t-test t-test of t-test One-Way One-Way Korelasi
Rasio relative independent Anova Anova product
moment
Two-Way Two-Way Korelasi
Anova Anova parsial
Korelasi ganda
Regresi
sederhana dan
ganda
Pemilihan metode statistik juga dipengaruhi oleh tipe skala pengukuran yang digunakan (skala
nominal, skala ordinal, skala interval, skala rasio). Tipe skala pengukuran menjadi pertimbangan
peneliti untuk menetukan pemilihan metode parametrik dan non parametrik dalam statistik
inferensial. Jika suatu penelitian menggunakan skala interval dan skala rasio dengan ukuran
sampel relative besar (n>30) statistik parametrik merupakan metode analisis data yang tepat,
dengan asumsi bahwa distribusi populasi datanya normal. Jika peneliti tidak menggunakan
asumsi normalitas, penggunaan statistik non parametrik merupakan metode analisis yang tepat.
12.4. Interpretasi Hasil-Hasil Analisis Data
Untuk interpretasi yang didasarkan atas statistik deskriptif khususnya tabulasi silang ada
ketentuan atau aturan yang perlu diperhatikan. Jika diasumsikan ada satu variabel yang bertindak
sebagai variabel pengaruh dan satunya lagi sebagai variabel terpengaruh maka arah perhitungan
untuk tabulasi silang selalu dihitung searah dengan variabel pengaruhnya. Dalam
menginterpretasikan tabulasi silang tersebut dengan membandingkan angka persen pada sel tabel
searah dengan variabel pengaruhnya.
Interpretasi hasil penelitian dilakukan untuk mencari makna dan implikasi yang lebih luas
dari hasil-hasil penelitian. Interpretasi hasil analisis dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
sebagai berikut:
1) Interpretasi secara terbatas karena peneliti hanya melakukan interpretasi atas data dan hubungan
yang ada dalam penelitiannya.
2) Peneliti mencoba mencari pengertian yang lebih luas tentang hasil-hasil yang telah
didapatkannya dari analisis.
Interpretasi secara terbatas karena peneliti hanya melakukan interpretasi atas data dan
hubungan yang ada dalam penelitiannya. Interpretasi ini dalam pengertian sempit tetapi paling
sering dilakukan.
Pada waktu menganalisis data penelitian, secara otomatis peneliti membuat interpretasi
dimana analisis dan interpretasi yang dilakukan sangat erat hubungannya karena keduanya
dilakukan hampir bersamaan.
Apabila peneliti mencoba mencari pengertian yang lebih luas tentang hasil-hasil yang telah
didapatkannya dari analisis. Hal ini dilakukan oleh peneliti dengan cara membandingkan hasil
analisis dengan kesimpulan peneliti lain dan dengan menghubungkan kembali interpretasinya
dengan teori. Tahap ini sangat penting dilakukan, namun sering tidak dilakukan oleh peneliti
sosial.
Misalnya suatu penelitian menggunakan teknik korelasi untuk mencari hubungan dua
variabel. Setelah dihitung diperoleh hasil koefisien korelasi yang cukup tinggi (r = 0,85) dengan
tingkat signifikansi 0,001, tahap inilah yang dinamakan analisa. Proses analisa kemudian
dilanjutkan dengan menginterpretasikan koefisien korelasi yang diperoleh tersebut. Dalam proses
interpretasi ada serangkaian pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang peneliti yaitu sebagai
berikut ini:
1) Apakah arti koefisien korelasi 0,85 tersebut?
2) Apakah arti yang lebih luas dari penemuan tersebut bila dibandingkan dengan hasil penelitian-
penelitian terdahulu?
Arti koefisien korelasi 0,85 ini adalah karena nilainya tinggi dan signifikan dapat dikatakan
bahwa korelasi yang tinggi dapat disimpulkan bahwa hubungan yang tinggi antara variabel yang
satu dengan variabel yang lainnya bukan terjadi secara kebetulan tetapi secara sistematis. Maka
dapat dikatakan hipotesis tersebut didukung oleh observasi atau realitas, dengan demikian hasil
ini dapat dikatakan mendukung teori dengan konsisten.
KESIMPULAN
1. Dari materi diatas dapat disimpulkan bahwa Ada dua metode secara umum yang dapat
digunakan dalam penelitian yaitu analisis data secara kualitatif yang digunakan pada penelitian
yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pada analisis ini tidak menggunakan alat statistik,
akan tetapi dilakukan dengan menbaca tabel-tabel, grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia
kemudian melakukan uraian dan penafsiran. Analisis data secara kuantitatif digunakan pada
penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Pada pendekatan seperti ini menggunakan alat statistik.
Bila pendekatan menggunakan alat statistik berarti analisis data dilakukan menurut dasar-dasar
statistik. Ada dua macam alat statistik yang digunakan yaitu: a) Strategi diferensial, b) Strategi
Inferensial
2. Pemilihan metode analisis data menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif. Dalam
pendekatan kuantitatif persyaratan pertama yang harus terpenuhi adalah alat uji statistik yang
akan digunakan harus sesuai. Pertimbangan utama dalam memilih alat uji statistik ditentukan
oleh pertanyaan untuk apa penelitian tersebut dilakukan dan ditentukan oleh tingkat/skala,
distribusi dan penyebaran data. Pertimbangan kedua dalam memilih alat uji statistik ini adalah
luasnya pengetahuan statistik yang dimiliki serta ketersediaan sumber-sumber dalam
hubungannya dengan perhitungan dan penafsiran data.
3. Pemilihan terhadap alat statistika dalam penelitian kuantitatif sangat tergantung pada skala
pengukuran dari variabel yang digunakan. Dalam analisis nantinya apakah menggunakan
statistik parametrik atau statistik non parametrik. Bila dalam analisis kuantitatif tersebut dimana
skala ukuran variabel adalah nominal atau ordinal umumnya menggunakan statistik non
parametrik. Apabila skala ukuran variabel yang digunakan adalah interval atau rasio maka
statistik yang digunakan adalah statistik parametrik.
4. Untuk interpretasi yang didasarkan atas statistik deskriptif khususnya tabulasi silang ada
ketentuan atau aturan yang perlu diperhatikan. Jika diasumsikan ada satu variabel yang bertindak
sebagai variabel pengaruh dan satunya lagi sebagai variabel terpengaruh maka arah perhitungan
untuk tabulasi silang selalu dihitung searah dengan variabel pengaruhnya. Dalam
menginterpretasikan tabulasi silang tersebut dengan membandingkan angka persen pada sel tabel
searah dengan variabel pengaruhnya.
DAFTAR PUSTAKA
Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 2013. Metode Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan
Manajemen. Yogyakarta : BPFE
Saebani, Beni Ahmad. 2008. Metode Penelitian. Bandung : Pustaka Setia
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta