0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan11 halaman

Singkatan Medis dan Terminologi Kedokteran

Makalah ini membahas tentang singkatan dalam bidang kedokteran yang mencakup 3 poin utama: 1) Root yang berkaitan dengan sistem organ tubuh, 2) Terminologi yang berhubungan dengan kedokteran, 3) Contoh singkatan medis yang digunakan dalam bidang kedokteran.

Diunggah oleh

Billy Libing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan11 halaman

Singkatan Medis dan Terminologi Kedokteran

Makalah ini membahas tentang singkatan dalam bidang kedokteran yang mencakup 3 poin utama: 1) Root yang berkaitan dengan sistem organ tubuh, 2) Terminologi yang berhubungan dengan kedokteran, 3) Contoh singkatan medis yang digunakan dalam bidang kedokteran.

Diunggah oleh

Billy Libing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH SINGKATAN DALAM BIDANG

KEDOKTERAN

OLEH

KELOMPOK III

AXTRISANIA L.L MORON

FILOMENA MANE

HEN BILY H. LIBING

PUTRI A. MANTERO

SABARITA [Link]

SHERENA P. LEDOH

SOVIYANTI HEKE MEDO

YOHANA BUDE

PRODI FARMASI

POLTEKKES KEMENKES KUPANG

2021
1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepata Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini. Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena
masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik
penulisannya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami selaku penyusun
khususnya dan umumnya bagi para [Link] penutup, kami mengucapkan terimakasih.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Kupang, september 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. .

1.1 Latar Belakang....................................................................................... ..


1.2 Rumusan Masalah................................................................................. ...
1.3 Tujuan.......................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................

2.1 Root yang berkaitan dengan sistem organ.................................................

2.2 Terminologi yang berhubungan dengan kedokteran.................................

2.3 Singkatan medis.........................................................................................

BAB III PENUTUP.............................................................................................

3.1 Kesimpulan................................................................................................

3.2 Saran...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebuah istilah bisa berasal dari hanya bahasa tertentu atau campuran bahasa tersebut di atas.
Misalnya pada kata teleradiography, terdiri dari prefiks ‘tele‘ (bahasa Yunani) yang berari jauh, root
‘radius’ (bahasa Latin) yang berarti sinar dan sufiks ‘graphein’ (bahasa Yunani) yang berarti menulis.
Contoh lain adalah claustrophobia di mana sebagai root berasal dari bahasa Latin ‘claustrum’ yang berarti
ruang tertutup dan sufiks berasal dari bahasa Yunani ‘phobia’ yang berarti takut. Secara praktis tidak perlu
pembedaan asal-usul istilah karena yang perlu dipahami adalah arti dari terminologi atau istilah kesehatan
tersebut. Pemecahan istilah atas komponen kata terdiri dari prefiks (awalan), root (akar kata), dan sufiks
(akhiran). Dalam satu kata harus terdapat paling sedikit satu kata root dengan satu atau lebih prefiks atau
sufiks. Terminologi kesehatan yang berasal dari bahasa Yunani, Latin, Jerman atau bahasa asing lainnya
dapat diubah ke bahasa Indonesia sesuai aturan EYD yang berlaku saat ini . Terminologi kedokteran adalah
bahasa yang mempelajari kosa kata atau istilah yang digunakan dalam istilah kedokteran yang berhubungan
dengan tubuh manusia meliputi komponen, proses, dan kondisi di dalamnya. Terminologi bidang
kedokteran berhubungan  Spesialis dan Terminologi Kesehatan  24 dengan istilah yang berkaitan
dengan organ tubuh manusia meliputi sistem skeletal, muskuler, integumentari, kardiovaskuler, darah-
limpa, pernapasan, pencernaan, urinari dan sistem lainnya. Singkatan medis yang banyak digunakan luas
digunakan dalam bidang kesehatan dan kedokteran. Singkatan tersebut dapat berupa singkatan nama
penyakit/kondisi, nama instrumen yang digunakan untuk diagnosis, nama hasil/rekaman pemeriksaan
ataupun nama lainnya.

1.2 Rumusan masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Root yang Berkaitan dengan Sistem Organ?
1.2.2 Apa hubungan Terminologi dengan Kedokteran ?
1.2.3 Apa saja singkatan medis dalam bidang kedokteran?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mahasiswa mengetahui dan memahami apa itu Root serta kaitanya dengan sistem organ
1.3.2 Mahasiswa mengetahui dan memahami hubungan terminologi dengan kedokteran
1.3.3 Mahasiswa mengetahui dan memahami macam-macam singkatan medis dalam bidang kedokteran

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Root yang berkaitan dengan sistem organ


A. ROOT
Root /Akar kata dalam terminologi medis adalah elemen dasar dari istilah medis apa pun.
Akar sering menunjukkan bagian tubuh atau sistem. Artinya dapat dipengaruhi oleh suffix
dan prefix-nya. Seharusnya jika root-nya menggunakan bahasa Yunani, maka suffix dan
prefix juga Yunani /Greek, begitu juga dengan root Latin harusnya digunakan bersama
suffix dan prefix Latin. Namun kenyataannya tidak seperti itu /tidak konsisten.
Dalam penggunaannya, antara root dengan prefix atau suffx dapat disisipkan huruf hidup
(a, i, atau o), tujuannya adalah membantu pengucapan.
Contoh Root dan artinya :
Root yang Berhubungan dengan Bagian Tubuh

Roo Artin My/o Otot


t ya
Abdomin/o; gastr/o Perut/lambung Myel/o Sumsum
Angi/o; atreri/o Pembuluh darah Nephr/o; ren/o Ginjal
Atr/o ; arthr/o Sendi Neur/o Saraf
Blephar/o Kelopak mata Ophthalm/os Mata
Cardi/o Jantung Orchid/o Testis
Cephal/o Kepala Ost/eo Tulang
Cerebr/o Otak Ot/o Telinga
Cerv/o Leher, leher rahim Pedo Kaki, anak
Cheil/o Bibir Pharyng/o Tenggorokan
Chir/o Tangan Phleb/o Vena
Chondr/o Tulang rawan Pneum/o Paru paru
Colon/o Kolon (usus besar ) Proct/o Rektum
Cost/a Iga Pulmon/o Paru-paru
Crani/o Tengkorak Rhin/o Hidung
Cyst/o Kandung kemih Skelet/o Kerangka
Cyt/o Sel
Dactyl/o Jari
Dermat/o Kulit
Duoden/o Usus dua belas jari
Encephal/o Otak
Enter/o Usus (usus biasanya usus
kecil)
Gloss/o Lidah
Hem/o Darah

5
Hepat/o Hati
Hist/o Jaringan
Hyster/o Uterus
Lapar/o Dinding perut
Laryng/o Tenggorokan
Mast/o Payudara
Mening/o Selaput otak

6
B. TERMINOLOGI
Terminologi Medis adalah bahasa yang digunakan untuk menggambarkan struktur
anatomi, prosedur, kondisi, proses, dan perawatan. Meskipun istilah medis mungkin
awalnya tampak membingungkan, namun begitu struktur kata dasar dipahami dan definisi
dari beberapa elemen kata umum dihafal, arti dari ribuan istilah medis dapat dengan mudah
dimengerti Penjelasan dari Terminologi adalah ilmu berhubungan dengan batasan atau
istilah. Terminologi medis berarti istilah [Link] yang menyebut bahwa Terminologi
medis adalah juga disebut sebagai ilmu peristilahan kesehatan. Bahasa medis yang
digunakan para profesional berkomunikasi antar tenaga [Link] besar terminologi
medis mengikuti struktur tetap dari prefix, root, dan suffix. Seperangkat komponen kata
umum dirangkai seperti blok bangunan untuk membuat kosakata yang luas.
Struktur dasar
Terminologi Medis terdiri dari bagian kata standar berikut:
1. Prefix atau Awalan : Saat disertakan, awalan muncul di awal istilah medis dan biasanya
menunjukkan lokasi, arah, jenis, kualitas, atau kuantitas.
2. Root atau Akar : memberi istilah arti esensial. Hampir semua istilah medis mengandung
setidaknya satu akar. Ketika prefiks tidak ada, istilah tersebut dimulai dengan akar /root.
3. Suffix: Sufiks muncul di akhir istilah dan mungkin menunjukkan spesialisasi, tes,
prosedur, fungsi, gangguan, atau status. Jika tidak, itu mungkin hanya mengubah kata
menjadi kata benda atau kata Menggabungkan Vokal: Vokal gabungan (biasanya huruf
"o") dapat ditambahkan di antara bagian kata untuk membantu [Link].
Memecah kata menjadi bagian-bagiannya akan membantu pembaca menentukan arti dari istilah
yang tidak dikenal. Misalnya, hypothermia memiliki prefix hypo- (di bawah normal), root therm
(panas), dan suffix -ia (kondisi).

Tabel 2.1. Istilah yang Berkaitan dengan Aturan Pakai

Singkatan Istilah Arti


[Link] Ad libitum Sesukanya
B Bis Dua kali
App Applicandum Untuk digunakan
b.i.d Bis in die Dua kali sehari
t.d.d [Link] Tiga kali sehari
q.d.d. Quartuor de die Empat kali sehari
u.c. Usus cognitus Pemakaian tahu
u.e. Usus externus Dipakai untuk luar
p.r.n Pro renata Jika perlu
S Signa tanda/ tandai

7
Tabel 2.2. Bahasa Latin yang Berkaitan dengan Jumlah Pemakaian

Singkatan Istilah Arti


a/aa Ana Tiap tiap
C Cochlear Sendok makan, 15 ml
Cth Cochlear theae Sendok teh 5 ml
d.i.d Da in dimido Berilah separuhnya
ad. Ad 50 ml Sampai 50 ml
d.t.d Da tales doses Berikan sekian takaran
Gtt Guttae Tetes
q.s. Quantum sufficit Secukupnya

Tabel 2.3. Bahasa Latin yang Berkaitan dengan Perintah Pembuatan


Singkatan Istilah Arti
R Recipe Ambilah
Add Adde Tambahkan
F Fac Dibuat
m.f. misce fac campur buat
Cito cito dispensetur Segera dibuat
l.a. lege artis menurut aturan seni

Tabel 2.4. Bahasa Latin yang Berkaitan dengan Keterangan Waktu

Singkatan Istilah Arti


a.c. ante coenam sebelum makan
d.c. durante coenam selagi makan
p.c post coneam setelah makan
d.d. de die Sehari
Vesp Vespere Malam

Tabel 2.5. Bahasa Latin yang Berkaitan dengan Pembuatan dan Bentuk Sediaan
Singkatan Istilah Arti
Aq Aqua Air
Aq dest aqua destilata air suling
Aq bidest aqua bidestilata air 2 kali penyulingan
Cer Cera malam/lilin
Dil Dilutus encer/encerkan
Supp. Suposituria sediaan padat bentuk
Suppos peluru
P atau pulv Pulvis Serbuk
Pulv. Adsp. pulvis adspersorius serbuk tabur
Cap Capsula Kapsul
Aurist Auristillae tetes telinga

8
Tabel 2.6. Bahasa Latin yang Berkaitan dengan Keterangan Tempat, Penggunaan Obat
dan Istilah Lainnya

Singkatan Istilah Arti


Aur Auris Telinga
a.d. auris dexter telinga kanan
a.l. auris laeva telinga kiri
o.d. oculuc dexter mata kanan
o.s. oculuc sinister mata kiri
Iter Iteratur Diulang
u.p. usus propium untuk sendiri
n.i. ne iter tidak diulang
R Recen segar/baru
ne det ne detur belum diserahkan
i.m.m in manus medici diserahkan ke tangan
dokter
S Signa tanda/ tandai
Det Detur Diserahkan
r.p. recen paratus dibuat segar
non rep non reparatur jangan diulang

2.2
2.3 Singkatan medis dalam bidang kedokteran
Dalam mempelajari ilmu farmasi banyak aspek yang harus diketahui, beberapa aspek erat
hubungannya dengan cabang ilmu farmasi, dalam bagian ini Anda terutama akan mempelajari istilah
kefarmasian yang berhubungan erat dengan istilah yang banyak dipakai pada bidang farmakologi
yang berguna dalam pemberian informasi di bidang pelayanan kefarmasian. Istilah kefarmasian cukup
banyak dan beragam, hal ini dikarenakan ilmu farmasi yang berkembang, di bawah ini tabel istilah
yang banyak dipakai dalam bidang kefarmasian terutama bidang farmasi komunitas yang
berhubungan langsung dengan pasien. Istilah lainnya yang tidak tercantum di bawah dapat Anda
pelajari pada buku yang memuat peristilahan medis

. Istilah yang Berhubungan dengan Kefarmasian

1. Analgetika 1. Mengurangi rasa nyeri


2. Antelmintika 2. Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia
3. Anoreksia 3. Tidak ada atau berkurang nafsu makan.
4. Ansietas 4. Rasa cemas yang berlebihan tidak sesuai dengan realitas.
5. Artritis 5. Radang sendi terutama pada rheumatik
6. Anuria 6. Tidak terjadi ekskresi urin
7. Ataksia 7. Gangguan koordinasi gerakan
8. Asites 8. Penimbunan cairan dalam rongga perut
9. Asidosis 9. Penurunan pH darah dibawah 7,37
10. Antifungi 10. Membasmi jamur
11. Antihipertensi 11. Menurunkan tekanan darah
12. Antipiretika 12. Menurunkan suhu badan
13. Antiemetika 13. Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah
14. Antidiare 14. Menghentikan BAB yang bersifat diare
15. Antineuralgia 15. Menghilangka rasa sakit /nyeri
16. Antireumatika 16. Menghilangkan sakit pada encok / rematik

9
17. Antispasmodika 17. Pereda / pelawan keadaan kejang
18. Antiseptika 18. Membasmi kuman di luar tubuh
19. Antidotum 19. Penawar racun
20. Antitusif 20. Pereda batuk tidak berdahak
21. Antidiabetika 21. Untuk mengobati kencing manis
22. Anthemoroida 22. Untuk mengobati wasir
23. Antiiritansia 23. Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir
24. Aprodisiaka 24. obat penguat syahwat
25. Astringensia 25. Menciutkan selaput lender atau pori / pengelat
26. Kardiak 26. Jantung
27. kardiotonika 27. Untuk penguat kerja jantung
28. kholagoga 28. Membantu fungsi dari empedu
29. Dismenorrhoe 29. Rasa sakit pada saat menstruasi
30. Diaforetika 30. Memperbanyak keluarnya keringat
31. Digestiva 31. Merangsang pencernaan makanan
32. Diuretika 32. Melancarkan keluarnya air seni
33. Dilatator 33. Melebarkan pembuluh darah
34. Ensefalitis 34. Radang otak
35. Ekspektoransi 35. Mengurangi batuk berdahak
36. Emenagoga 36. Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid
37. Emetika 37. Menyebabkan muntah
38. Emoliensia 38. Menghaluskan, melembutkan, dan melemaskan jaringan kulit.
39. Flatulensi 39. Terbentuknya banyak gas dalam usus
40. Gonorrhoe 40. Kencing nanah
41. Hemostatika 41. Menghentikan pendarahan
42. Hipotiroidism 42. Kekurangan aktivitas kelenjar gondok
43. Insektisida 43. Membasmi serangga
44. Ileus 44. Penyumbatan usus
45. Keratitis 45. Radang kornea mata
46. Konstipasi 46. Sembelit / Susah BAB
47. Karminativa 47. Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia
48. Laktasi 48. produksi susu pada kelenjar payudara wanita setelah melahirkan
49. Laktagoga 49. Memperlancar ASI
50. Laktifuga 50. Menghentikan atau mengurangi ASI
51. Litotriptika 51. Menghancurkan batu pada kandung kemih
52. Laksana/Laksativ 52. Melancarkan BAB / Pencahar
53. Meningitis 53. Radang selaput otak
54. Nephrolithiasis 54. Penyakit kencing batu
55. Neuropsikiatrik 55. gangguan kejiwaan.
56. Parasimpatolitika 56. pelawan efek perangsang saraf parasimpatik.
57. Pertusis 57. Batuk rejan / batuk 100 hari
58. Postpartum 58. Setelah kelahiran
[Link]/ 59. Obat kuat
Tonikum 60. Obat penenang
60. Sedativa 61. Obat kudis
61. Skabisida 62. Sariawan, gusi berdarah karena kekurangan Vitamin C
62. Skorbut 63. Memacu enzim-enzim pencernaan
63. Stomakika 64. Di bawah kulit
64. Urolithiasis 65. Adanya batu pada saluran kemih
65. Sub kutan 66. Penimbunan cairan tubuh akibat gangguan metabolisme elektrolit
66. Udema dan retensi
67. Memperlebar pembuluh darah
67. vasodilator

10
11

Anda mungkin juga menyukai