KLIPING
“PEMBERITAAN BERKAITAN DENGAN
LEMBAGA PENEGAK HUKUM”
Disusun oleh
Aulia Savira F
Raihan Naufal A
SMA NEGERI 1 BABADAN
Jl. Perikanan, Pondok, Babadan, Kabupaten Ponorogo
Telp : (0352) 486657
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT hingga saat ini masih memberikan
nafas kehidupan dan anugerah akal, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan kliping ini
dengan judul “Pemberitaan yang Berkaitan dengan peran Lembaga-lembaga Penegak Hukum” tepat
pada waktunya. Terima kasih pula kepada semua pihak yang telah ikut membantu hingga dapat
disusunnya kliping ini.
Kliping sederhana ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan. Dalam kliping ini membahas tentang pengertian penegak hukum, dan
pemberitaan yang berhubungan dengan lembaga penegak hukum. Akhirnya saya sampaikan terima
kasih atas perhatiannya terhadap kliping ini, dan kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi
kami dan khususnya pembaca pada umumnya.
Akhirnya, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekurangan. Dengan segala
kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari para
pembaca guna peningkatan kualitas makalah ini dan kliping lainnya pada waktu mendatang.
Ponorogo, 01 November 2021
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN
Penegakan hukum adalah upaya yang dilakukan untuk tegaknya atau berfungsinya
norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman pelaku dalam lalu lintas atau hubungan
hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Setiap negara memiliki produk
hukum yang berbeda-beda, hukum diciptakan sesuai dengan kebutuhan bermasyarakat
maupun bernegara dengan tujuan tidak lain untuk menciptakan dan meningkatkan
ketertiban serta kepastian hukum dalam masyarakat.
Untuk dapat terciptanya penegakan hukum di dalam masyarakat maka perlu
dilakukan upaya-upaya dengan menertibkan lembaga-lembaga yang bertugas menegakkan
hukum sesuai dengan proporsi ruang lingkup masing-masing, serta didasarkan atas sistem
kerja sama yang baik dan mendukung tujuan yang hendak dicapai.
Pada hakikatnya penegakan hukum dilakukan untuk mewujudkan cita cita atau
kaidah-kaidah yang memuat keadilan, kebenaran, penegakan hukum tidak sebatas tugas
daripada penegak hukum yang sudah di kenal secara konvensional, melainkan menjadi tugas
dari setiap orang. Walaupun demikian dalam kaitannya dengan hukum publik yang paling
bertanggung jawab adalah pemerintah.
B. TEORI PENEGAKAN HUKUM
Dalam penegakan hukum harus memperhatikan 3 dimensi:
1. Penerapan hukum dipandang sebagai sistem normatif (Normative Systems) adalah,
penerapan keseluruhan aturan hukum yang menggambarkan nilai-nilai sosial yang
didukung oleh saksi pidana.
2. Penerapan hukum harus dipandang sebagai sistem administratif (adminstrative
System) yang mencakup interaktif antara berbagai aparatur penegak hukum yang
merupakan sub sistem peradilan diatas.
3. Penerapan hukum pidana merupakan sistem sosial, dalam arti bahwa dalam
mendefinisikan tindak pidana harus memperhitungkan berbagai perspektif
pemikiran yang terdapat pada lapisan masyarakat .
C. PENEGAK HUKUM DI INDONESIA
1. Kepolisian
Lembaga penegak hukum yang satu ini sudah populer dan selalu menjadi
salah satu cita-cita yang diinginkan anak-anak Lembaga ini selalu berinteraksi
dengan masyarakat dan selalu dapat ditemukan dimanapun dan kapanpun.
Tidak hanya itu, Kepolisian juga memiliki banyak unit yang memegang peran
tertentu dalam bertugas dengan tujuan yaitu melindungi masyarakat.
Dalam hal ini, salah satu yang selalu dapat dijumpai adalah SATLANTAS
(Satuan Lalu Lintas) yang berkaitan dengan berjalannya kepatuhan dalam
berkendara. Dalam pasal Undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian
Indonesia bahwa fungsi kepolisian untuk menjaga dan melindungi masyarakat
sebagai penegak hukum dan melakukan pelayanan kepada masyarakat.
Fungsi ini merupakan ketatapan dari Pemerintah yang keberadaannya juga
telah dijamin oleh Pemerintah.. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah
satu lembaga penegak hukum juga memiliki fungsi untuk memberikan bantuan
kepada lembaga pemerintahan lain dalam melaksanakan tugas. Adapun lembaga
pemerintahan lain yang dibantu oleh Kepolisian Adalah OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
dan Direktorat Jendral lainnya yang membutuhkan bantuan penegak hukum.
2. Mahkamah Konstitusi
Lembaga ini menangani kasus hukum yang telah berada di pengadilan.
Pengadilan merupakan tempat dimana sebuah perkara akan ditindaklanjuti atau
tidak. Dalam hal ini, Mahkamah Konstitusi memiliki peran penting untuk
menegakkan hukum secara obyektif. Pengesahan Mahkamah Konstitusi dilakukan
pada tahun 2003 dengan poin yang terdapat dalam Undang-undang No. 24 tahun
2003 dalam bulan Agustus.
3. Mahkamah Agung
Mahkamah Agung merupakan tingkat tertinggi peradilan tinggi di Indonesia.
Dalam hal ini Mahkamah Agung akan mengadili perkara pada tingkat kasasi ketika
seseorang tidak puas dengan putusan yang diberikan oleh hakim di Pengadilan
Negeri dan Pengadilan Tinggi, berhak untuk mengajukan kasasi.
4. Peradilan Militer
Lembaga penegak hukum yang terakhir adalah Pengadilan Militer yang
merupakan kekuatan di bidang keamanan Negara. Pengadilan Militer terdiri dari
dua, yaitu tingkat A di KODAM, dan tingkat B di KOREM.
Dalam kedua tingkat ini, Pengadilan Militer juga memiliki tingkatan
Seperti pada dua poin di bawah ini:
Pengadilan Militer Tinggi
Pengadilan Militer Utama
BAB II
PEMBAHASAN
A. PEMBERITAAN YANG BERKAITAN DENGAN LEMBAGA
PENEGAK HUKUM
Redam Situasi Intan Jaya, Mahfud Minta TNI-Polri Ambil Tindakan Terukur
JAKARTA, [Link] - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
(Menko Polhukam) Mahfud MD meminta aparat TNI-Porli untuk mengambil tindakan terukur setelah
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Intan Jaya, Papua.
Mahfud mengatakan, masyarakat sebetulnya mengetahui bahwa TNI-Polri selama ini sudah
sangat berhati-hati melindungi warga sipil. Namun demikian, ia menyebutkan, KKB selalu menyerang
dari belakang dan menjadikan warga sipil sebagai tameng dan korban.
Di sisi lain, Mahfud menilai bahwa KKB selalu mengambil momentum untuk menarik
perhatian luar negeri, seperti kontak tembak yang terjadi belakangan ini. Peristiwa ini berlangsung
ketika Presiden Joko Widodo sedang mengikuti agenda KTT G20 di Roma, [Link] dia, KKB
memanfaatkan momentum itu untuk menarik perhatian dunia internasional.
Padahal, kata dia, di lembaga-lembaga internasional yang resmi, masalah separatisme Papua
tidak pernah diagendakan. “Dunia internasional melihat Papua seperti melihat daerah-daerah lain,
misalnya masalah penyelamatan lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat, bukan soal
disintegrasi,” kata dia.
Berantas Pinjol Ilegal, Polri Upayakan Penegakan Hukum dan Beri Pemahaman pada
Masyarakat
[Link] – Kabag Penum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan
Polri akan melindungi masyarakat dari pinjaman online (pinjol) ilegal yang semakin hari semakin
banyak memakan korban.
Pasalnya pinjol ilegal ini sudah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tapi
juga melanggar UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selain itu kebanyakan korban juga
mendapatkan ancaman berupa pembullyan hingga pornografi.
“Terkait dengan kasus ini tentunya Polri juga melindungi masyarakat, di dalam tindak pidana
yang dilakukan pinjol ilegal ini ada tindakan lain. Bukan saja tindak pidana terkait dengan UU ITE
maupun UU TPPU tapi juga ada ancaman pembullyan bahkan ada pornografinya. Ini tentu sangat
merugikan para nasabah,” kata Ramadhan dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV,
Minggu (24/10/2021). Lebih lanjut Ramadhan menyebut Polri tidak hanya melakukan upaya
penegakan hukum pada penyedia jasa pinjol ilegal ini. Tapi juga mengupayakan tindakan preventif,
yakni dengan melakukan pemahaman kepada masyarakat terkait cara peminjaman uang melalui
pinjaman online.
Agar nantinya tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari pinjol ilegal. Terkait
dengan itu maka Polri tentu siap untuk melindungi terhadap para korban. Upaya yang dilakukan
bukan saja penegakan hukum, tentu ada upaya-upaya preventif.” “Dan ini yang paling penting,
memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada lagi korban pinjol ilegal,” terangnya.
Cara Polisi Tilang Pemotor Berteduh di Kolong Jalan
DKI Jakarta dan sekitarnya sudah memasuki waktu musim hujan. Fenomena sering terjadi
ketika hujan deras mengguyur jalanan di kota ini, banyaknya pengguna sepeda motor berteduh di
kolong jalan. Gusar dengan kondisi itu, kepolisian bakal menerapkan sanksi tilang.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Valentino Tatareda menegaskan, sanksi
itu tidak langsung diberikan. Pihak bakal mengimbau terlebih dahulu. Bila tidak digubris maka
langsung dilakukan tilang bagi pengemudi berteduh di bawah fly over. Banyaknya pengendara
berteduh membuat arus lalu lintas tersendat. Sebab, jalur di bawah itu dipenuhi kendaraan
bermotor sehingga mempersempit jalan.
Sebelumnya pihak kepolisian mengancam warga yang berteduh di bawah fly over akan
ditilang ataupun denda sebesar 250.000. Sebenarnya kebijakan ini sesuai dengan ketentuan undang-
undang pasal 282 Undang-Undang RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan
(LLAJ).
Sigit Riyanto: Peran Lembaga Pengadilan dalam Menjaga Integritas Hukum
Seperti yang diketahui, kekuatan politik dan kepentingan ekonomi sudah dapat dirasakan
mulai dari pembentukan dan merumuskan norma hukum. Hal ini disampaikan oleh Sigit Riyanto
selaku Dekan dan Guru Besar FH UGM sebagai pembicara terakhir dalam diskusi panel bertajuk
“Tantangan Menjaga Integritas dalam Penegakan Hukum dan Keadilan” yang digelar pada Selasa
(10/9/2019) di Fakultas Hukum UGM, Yogyakarta.
Sigit menjelaskan supremasi hukum dan keadilan perlu didukung dengan berbagai elemen
yang mendukung. Mulai dari penegakan hukum dan keadilan, standar etika dan standar perilaku,
kesetaraan, keadilan penerapan, transparansi dan akuntabilitas, serta kapasitas dan kompetensi.
Selain itu, Sigit juga berpendapat hal yang sama mengenai pendapat Romo Beny yang
merupakan pembicara sebelumnya pada diskusi panel bahwa dalam hukum terdapat kepercayaan
dan hati nurani. Namun bersinggungan ketika mahasiswa di kampus belajar tentang dasar ilmu
hukum, hukum merupakan sebagai ilmu menyelesaikan konflik kepentingan. Sehingga hukum
bukanlah hal yang teknis semata dalam menyelesaikan konflik, maka terdapat norma, nilai sosial,
dan rasa percaya. “Disinilah peran lembaga pengadilan untuk menjaga kepercayaan publik,” tegas
Sigit.
Kemudian, Sigit menjelaskan kebebasan pengadilan dan hakim dibangun atas kepercayaan
publik dan untuk menjaga hakim harus memiliki standar etik tertentu. Sehingga integritas dimulai
pada pengadilan hukum.
MK: Perlu Reformasi Penegakan Hukum Sambut Society 5.0
Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo memandang perlu Indonesia
melakukan reformasi penegakan hukum untuk dapat mencapai supremasi hukum yang berkeadilan
dalam menghadapi tantangan Society 5.0.
“Bedanya dengan praktik penegakan hukum (konvensional, red.), kini di era Society 5.0 ada
dukungan internet of things (IOT) dalam penegakan hukum,” kata Suhartoyo ketika menyampaikan
pidato kunci dalam seminar nasional bertajuk “Refleksi Penegakan Hukum Indonesia pada Era
Society 5.0” yang disiarkan di kanal YouTube FKPH FH UII, dan dipantau dari Jakarta, Minggu (31/10),
seperti dikutip Antara. Dalam 2 tahun terakhir yang selaras dengan kemunculan pandemi Covid-19,
kata Suhartoyo, paradigma kehidupan yang mulanya dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0, kini
telah bergeser ke paradigma Society [Link] Society 5.0 mengombinasikan Revolusi Industri
4.0 dengan inisiatif untuk menitikberatkan pembangunan yang berdasarkan pada nilai-nilai humanis.
“Society 5.0 merupakan suatu paradigma yang dikembangkan untuk menjawab tantangan
global, seperti makin tingginya kesenjangan sosial dan ekonomi, sumber daya alam yang makin tipis,
terorisme, pandemi kehidupan, pandemi ketidakpastian, dan kompleksitas pada hampir setiap
tingkat kehidupan,” kata Suhartoyo. Oleh karena itu, Society 5.0 akan mengembangkan masyarakat
untuk menjadi lebih terpusat pada kepentingan manusia, yakni menyeimbangkan laju ekonomi guna
menghapus kesenjangan, dan penyelesaian masalah sosial dengan menggunakan sistem yang
mengintegrasikan ruang siber dan ruang fisik.
Terkait dengan penegakan hukum yang lebih berorientasi pada manusia, Suhartoyo
memandang perlu untuk melakukan pembaruan penegakan hukum dalam beberapa aspek, yakni
reformasi pada penggunaan hukum yang berkeadilan sebagai landasan pengambilan keputusan yang
baik oleh aparatur negara, serta mengharuskan lembaga peradilan untuk mempertahankan prinsip
independensi, imparsialitas, dan kebebasan dalam memutus perkara.
B. ANALISIS PEMBERITAAN
Kasus Corona di Bogor Terus Naik, Bima Arya: Akibat Kurang Edukasi dan
Penegakan Hukum.
Sesuai pengakuan Wali Kota Bogor, Bima Arya, bahwa lonjakan kasus positif covid-19
disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya Kurangnya edukasi dan lemahnya penegakan hukum.
Seharusnya pemerintah/lembaga negara lebih giat lagi memberikan edukasi dan sosialisasi kepada
masyarakat agar tingkat kesadaran diri dalam masyarakat meningkat, sehingga dapat meminimalisir
adanya penambahan kasus baru positif covid-19.
Selain itu, lemahnya penegak hukum juga menjadi salah satu faktor penyebab
bertambahnya kasus baru [Link],sanksi tidak perlu langsung diberikan kepada
masyarakat yang melanggar protokol kesehatan,tetapi perlu diberi himbauan/sosialisasi terlebih
dahulu. Namun jika masyarakat tetap melanggar protokol kesehatan setelah diberi edukasi, maka
lembaga negara perlu memberikan sanksi yang tegas seperti yang dituangkan di Perwali Nomor
107/2020,agar masyarakat tidak lagi menghiraukan atau melanggar protokol kesehatan.
Cara Polisi Tilang Pemotor Berteduh di Kolong Jalan
Sesuai pernyataan AKBP Valentino Tatareda (Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya)
sanksi tidak perlu langsung diberikan kepada pemotor, tetapi perlu diberi himbauan terlebih dahulu.
Karena kita harus memberikan kesempatan untuk pemotor, dan juga memerlukan sosialisasi
mengenai berteduh di kolong jalan (fly over). Perbuatan mereka dapat membuat jalan mengecil dan
tertutup, sehingga dapat mengganggu pengguna jalan yang lain. Jika sudah dihimbau tetapi tidak
mau melakukan sesuai peraturan, maka pemotor harus diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku
yaitu ditilang atau didenda 250 ribu.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Penegakan hukum adalah upaya yang dilakukan untuk tegaknya atau berfungsinya
norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman pelaku dalam lalu lintas atau hubungan
hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Setiap negara memiliki produk
hukum yang berbeda-beda, hukum diciptakan sesuai dengan kebutuhan bermasyarakat
maupun bernegara dengan tujuan tidak lain untuk menciptakan dan meningkatkan
ketertiban serta kepastian hukum dalam masyarakat.
Ada banyak jenis pemberitaan yang berkaitan dengan peran lembagal lembaga
penegak hukum di Indonesia. Penyebab dari pemberitaan itu sendiri pun berasal dari faktor
hukumnya sendiri, faktor penegak hukumnya, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat,
dan kebudayaan.
B. SARAN
Kita sebagai warga Indonesia yang baik hendaklah memahami akan segala a seorang
hakim dalam penegakan hukum. Dan untuk pemerintah hendaklah lebih aktif dalam
merumuskan sebuah undang-undang yang lebih berkeadilan dan hukum yang pro rakyat,
agar tidak ada simpang-siur dalam memahami sebuah hukum. Serta pemerintah lebih aktif
untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat.