0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
846 tayangan2 halaman

Skenario Roleplay Terapi Modalitas

Dokumen ini menggambarkan skenario roleplay terapi lingkungan dan keluarga untuk seorang pasien yang frustasi karena ditinggal pacarnya. Perawat berusaha mengajak pasien makan dan berolahraga bersama dengan pasien lain untuk membantunya membuka diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Diunggah oleh

Eka Nurdamayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
846 tayangan2 halaman

Skenario Roleplay Terapi Modalitas

Dokumen ini menggambarkan skenario roleplay terapi lingkungan dan keluarga untuk seorang pasien yang frustasi karena ditinggal pacarnya. Perawat berusaha mengajak pasien makan dan berolahraga bersama dengan pasien lain untuk membantunya membuka diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Diunggah oleh

Eka Nurdamayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO ROLEPLAY

TERAPI MODALITAS: TERAPI LINGKUNGAN DAN TERAPI KELUARGA

Perawat 1 : Mariatul Kiptiah

Perawat 2 : Nur Syarifah

Pasien : Eka Nurdamayanti

Disuatu rumah sakit jiwa, terdapat seorang pasien datang ke rumah sakit jiwa
pada tiga hari yang lalu. Dia frustasi karena ditinggal menikah oleh pacarnya sehingga
pasien sering melamun sendirian dan menarik diri tidak mau bergabung dengan yang
lainnya. Sedangkan keluarga si pasien sudah tidak mau mengurusinya dan
menyerahkan ke rumah sakit jiwa

Perawat 1 : “Bu, sekarang jadwalnya makan siang, ibu makan ya,,, saya suapin”

Pasien : (hanya melamun)

Perawat 1 : “Bu,,, (sambil memegang tangan pasien) ibu harus makan ya”

Pasien : (menoleh dan mulai mengangguk)

Perawat 1 : (tersenyum) “ Baiklah bu,, ibu buka mulutnya”

Pasien : (makan)

Perawat 1 : “Ibu kenapa? Sebaiknya ibu bercerita pada saya”

Pasien : “Suami saya di rebut orang lain”

Setelah perawat dan pasien saling bercerita, perawat pun meninggalkan pasien
dengan berpamitan

Perawat 1 : “Baiklah bu, kalau begitu saya tinggal ya,, ibu siap-siap sebentar lagi ada
jadwal olahraga bersama”

Pasien : (mengangguk)

Setelah selesai makan, seluruh pasien jiwa di kumpulkan di lapangan untuk


berolahraga bersama, tapi ibu itu tetap diam sendiri
Perawat 2 : “Ibu kenapa sendiri?”

Pasien : (menggeleng kepala)

Perawat 2 : “Ayo kita kelapangan,,, kita berolahraga bersama dengan yang lain”

Pasien : (menengok ke lapangan)

Perawat 2 : (sambil memegang tangan pasien) “Ayo bu,,”

Pasien : (tersenyum dan mengikuti perawat)

Pasien pun mau pergi ke lapangan untuk berolahraga bersama, dan mungkin
pasien tersebut mulai membuka diri di lingkungan

Anda mungkin juga menyukai