0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan53 halaman

Laporan PKL Promosi Kesehatan 2020

Laporan ini membahas pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukittinggi. Tujuannya adalah menerapkan ilmu promosi kesehatan yang telah dipelajari untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan promosi kesehatan. Lokasi PKL ini berada di Puskesmas Plus Mandiangin yang melayani masyarakat sekitar dengan berbagai program kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan53 halaman

Laporan PKL Promosi Kesehatan 2020

Laporan ini membahas pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukittinggi. Tujuannya adalah menerapkan ilmu promosi kesehatan yang telah dipelajari untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan promosi kesehatan. Lokasi PKL ini berada di Puskesmas Plus Mandiangin yang melayani masyarakat sekitar dengan berbagai program kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KEGIATAN

PUSKESMAS PLUS MANDIANGIN


MAHASISWA SARJANA TERAPAN PROMOSI KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PADANG
TAHUN 2020

Oleh :

Yolanda Elsa (176110713)


Yulia Savitri (176110714)

Dosen Pembimbing :
Aljufri, [Link], [Link]

JURUSAN PROMOSI KESEHATAN


POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
TAHUN 2020
PERSETUJUAN LAPORAN

Laporan Kegiatan Praktek Lapangan (PKL)/ Magang di Puskesmas Plus Mandiangin


Prodi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Jurusan Promosi Kesehatan Politeknik
Kesehatan Kemenkes Padang di Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukitting Tahun 2020,
telah disetujui.

Pembimbing Puskesmas Plus Mandiangin

( )

i
KATA PENGANTAR

Puuji syukur senantiasa selalu kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
limpahan Rahmat, Taufik dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan
kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukittinggi
walaupun menemui kesulitan dan rintangan. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan
kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan kebaikan dan kebenaran di
dunia dan akhirat kepada umat manusia.
Penulisan laporan ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah Praktek Kerja Lapangan
Promosi Kesehatan. Dalam penulisan laporan ini penulis menyadiri keterbatasan kemampuan
yang ada, sehingga penulis merasa masih belum sempurna baik dalam isi maupun dalam
penyajiannya. Untuk itu penulis terbuka atas kritik dan saran yang membangun guna
penyempurnaan laporan ini.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-
besarnya atas segala bimbingan dari Bapak Aljufri, SKM,[Link] selaku dosen pembimbing
Praktek Kerja lapangan (PKL) serta pihak-pihak lainnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, penulis berharap nantinya laporan ini dapat
bermanfaat.

Padang, 16 Desember 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan.................................................................................................................i
Kata Pengantar........................................................................................................................ii
Daftar Isi..................................................................................................................................iii
Daftar Tabel............................................................................................................................iv
Daftar Lampiran......................................................................................................................v
BAB I. Pendahuluan................................................................................................................1
A. Latar Belakang PKL................................................................................................1
B. Tujuan .....................................................................................................................4
1. Tujuan Umum....................................................................................................4
2. Tujuan Khusus...................................................................................................4
C. Lokasi PKL..............................................................................................................4
BAB II. PELAKSANAAN PKL..............................................................................................5
A. Gambaran Umum Puskesmas Plus Mandiangin......................................................5
B. Hasil Pelaksanaan Kegiatan PKL............................................................................9
1. Perencanaan Program Promosi Kesehatan.........................................................9
2. Implementasi Program Promosi Kesehatan.....................................................14
3. Monitoring dan Evaluasi Program Promosi Kesehatan...................................17
4. Pengembangan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas............................19
C. Pembahasan (Manajemen Pelayanan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Plus
Mandiangin)...........................................................................................................21
BAB III. PENUTUP...............................................................................................................28
A. Kesimpulan..................................................................................................................28
B. Saran............................................................................................................................28
Daftar Pustaka........................................................................................................................vi
Lampiran................................................................................................................................vii

iii
Daftar Tabel

Tabel 1. Jumlah penduduk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan...........................................9


Tabel 2. Jumlah penduduk sasaran kesehatan Puskesmas Plus Mandiangin...........................10
Tabel 3. 10 Penyakit terbanyak di Puskesmasa Plus Mandiangin...........................................10
Tabel 4. Menentukan prioritas masalah...................................................................................12
Tabel 5. POA (Plan of action) .................................................................................................12
Tabel 6. Gant chart...................................................................................................................13

iv
Daftar Lampiran

Lampiran 1. Peta wilayah Puskesmas Plus Mandiangin..........................................................

Lampiran 2. Kegiatan penyuluhan...........................................................................................

Lampiran 3. Pengembangan media..........................................................................................

Lampiran 4. Kegiatan SMD.....................................................................................................

Lampiran 5. Kegiatan MMK....................................................................................................

Lampiran 6. Kampanye keliling Covid-19...............................................................................

Lampiran 7. Kampanye 3M......................................................................................................

Lampiran 8. Kegiatan lokal karya mini lintas sektor...............................................................

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan tenaga kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan
secara nasional merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan masyarakat
sehat yang mandiri dan berkeadilan. Untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri
dan berkeadilan telah ditetapkan misi dan strategi yang meliputi peningkatan derajat
kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan
masyarakat madani, melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya
upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan, menjamin
ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan.
Menurut UU No 3 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan pada ayat (1) huruf f,
bahwa promosi kesehatan (promkes) merupakan termasuk dalam kelompok tenaga
kesehatan masyarakat. Peranan tenaga promkes perlu dioptimalakan dalam proses
pemberdaaan masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi dan
membantu masyarakat agar berperan aktif untuk mendukung perubahan perilaku dan
lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju derajat kasehatan yang
optimal.
Program Studi Sarjana Terapan/D4 Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes
Padang merupakan intitusi pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran
dengan visi “Menghasilkan Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Yang Profesional dan
Unggul di Bidang Promotif dan Preventif dengan Pendekatan Budaya Lokal dan Nilai-
Nilai Religius Tahun 2024”. Tenaga promosi kesehatan berperan sebagai implementator
promosi kesehatan, pemberdaya masyarakat, pengembang media promosi kesehatan,
fasilitator tim promosi kesehatan, advokator promosi kesehatan dan peneliti terapan
promosi kesehatan.
Fokus dari PKL/Magang di Institusi adalah pada peningkatan perilaku dan
kemandirian masyarakat serta upaya promotif dan preventif. Upaya penyelesaian masalah
kesehatan yang ada solusi utama dengan perubahan perilaku. Oleh karena itu,
memerlukan perhatian serius pada pelaksanaan strategi promosi kesehatan dan

1
pemberdayaan masyarakat, dan tentunya sangat memerlukan tenaga promotor kesehatan
yang professional.
a. Mampu melakukan kajian, analisis & identifikasi masalah masalah kesehatan yang
ada
1. Mengidentifikasi dan merumuskan secara tepat masalah perilaku berisiko
terhadap kesehatan.
2. Pelaksana untuk mengorganisasikan dan mendayagunakan sumber daya
masyarakat agar mau dan mampu menolong dirinya sendiri menggunakan
berbagai teori dan teknik perubahan perilaku (implementing)
b. Mampu mengaplikasikan pengembangan kebijakan dan perencanaan program
kesehatan
1. Sebagai Advokator promosi kesehatan.
2. Sebagai pengembang media promosi kesehatan.
3. Mengadvokasi program perubahan perilaku agar dapat di didukung menjadi
kebijakan yang mendukung kesehatan (advocating)
c. Mampu melakukan komunikasi, baik promosi kesehatan & penyuluhan
1. Terampil merancang media cetak untuk promosi & pencegahan masalah
kesehatan.
2. Mampu memilih dan menggunakan dan menciptakan alat bantu Komunikasi,
Informasi, Edukasi (KIE) yang tepat dan inovatif (developing media)
d. Mampu memahami budaya local
1. Mampu menggunakan strategi promkes kepada individu, kelompok dan
masyarakat sesuai dengan sosial budaya masyarakat untuk mewujudkan perilaku
hidup sehat
2. Mampu untuk mengorganisasikan dan mendayagunakan sumberdaya lokal yang
ada (empowering)
e. Mampu memberdayakan potensi di lingkungan masyarakat
1. Mampu untuk membentuk kerja tim atau berkoordinasi dengan tim lain
(teamworking)
2. Sebagai Fasilitator Tim Promosi Kesehatan (Team builder)
f. Mampu memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat

2
1. Mampu menerapkan strategi dasar promosi kesehatan untuk mengatasi masalah
kesehatan
2. Sebagai Peneliti promosi kesehatan
g. Mampu merencanakan dan mengelola sumber dana secara tepat guna
1. Mampu melakukan penelitian dan pelatihan promosi kesehatan
2. Merencanakan strategi untuk mengubah kebiasaan atau ide dan praktek
manajemen teknologi pemasaran sosial dalam promosi kesehatan.
h. Mampu memimpin, berfikir sistem & inovatif
1. Terampil dalam melaksanakan program promosi kesehatan.
2. Mampu menjelaskan pelaksanaan kegiatan dan pembuatan Satuan Acara
Penyuluhan (SAP) kesehatan.
3. Sebagai Impelementator promosi kesehatan.

Praktik lapangan adalah bentuk secara sistematis dan sinkronisasi antara


program pendidikan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
kegiatan kerja secara langsung di lapangan untuk mencapai keahlian tertentu.
Berdasarkan uraian diatas perlu untuk dilaksanakan kegiatan praktik kerja
lapangan bagi mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dari
pendidikan serta memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di bangku
perkuliahan. Sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini terjadinya pandemi Covid 19
dan kesediaan lahan praktek lapangan yang bersedia menerima mahasiswa melakukan
PKL/Magang di Institusi, maka tahun 2020 ini PKL/Magang di Institusi hanya
dilaksanakan di Puskesmas.
Visi dari Puskesmas Plus Mandiangin yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan
yang bermutu dan berkesinambungan untuk menciptakan masyarakat wilayah kerja
puskesmas plus mandiangin sehat, mandiri dan berkeadilan. Misi dari puskesmas Plus
Mandiangin yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna, merata, bermutu
dan terjangkau, mewujudkan penurunan angka kesakitan, angka kematian, stunting
dan penyehatan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat serta mendorong
kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat dan mewujudkan tersedianya
pelayanan jaminan kesehatan yang menyeluruh.

3
Pada kegiatan PKL ini penulis mendapat kesempatan melakukan PKL di
Puseksemas Plus Mandiangin kota bukittinggi. Berdasarkan fokus dari praktek kerja
lapangan (PKL) di intitusi adalah pada peningkatan perilaku dan kemandirian
masyarakat serta upaya promotif dan preventif.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pendidikan serta
memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan dibangku perkuliahan.
2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman terkait media promosi
kesehatan
2. Untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman menjadi implementator
promosi kesehatan
3. Untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman menjadi fasilitator tim
keseatan
4. Untuk mengetaui dan mendapatakan pengalaman menjadi pemberdaya
masyarakat
5. Untuk mengetahui dan mendapatkan pengalaman menjadi advocator
promosi kesehatan

C. Lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL)


Lokasi dilaksanakanya PKL yaitu di Puskesmas Plus Mandiangin Jl. Anggur
Pintu Kabun Bukittinggi, Telp. (0752) 8100529 e-mail : plusmandiangin@[Link]

4
BAB II
PELAKSANAAN

A. Gambaran Umum Lokasi


1. Geografi Puskesmas Plus Mandiangin
Puskesmas Plus Mandiangin berdiri dan diresmikan pada tanggal 11 Maret 2011,
yang terletak di Kelurahan Puhun Pintu Kabun Kecamatan Mandiangin Koto
Selayanan, dengan luas wilayah kerja sekitar 4,32 km², dan terletak pada ketinggian
780-950 m di atas permukaan laut. Puskesmas Plus Mandiangin berada di Kecamatan
Mandiangin Koto Selayan dengan wilayah kerja yang terdiri dari 2 kelurahan, yaitu
Kelurahan Puhun Pintu Kabun dengan luasnya 3,610 km², dan Kelurahan Puhun
Tembok dengan luasnya 0,710 km². Dengan keadaan daerah yang tidak rata dan
berbukit–bukit, yang memilik iklim pengunungan yang sejuk dengan temperatur
udara berkisar antara 16,1°-24,9° C, kelembaban udara antara 82,0–90,8 % dan
tekanan udara antara 22°C-25°C, serta curah hujan rata–rata antara 136,4 mm/tahun.
Puskesmas Plus Mandiangin mempunyai batas-batas wilayah sbb:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Gulai Bancah
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Bukit Apit Puhun Kecamatan
Plus Mandiangin
c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Campago Ipuh
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Gulai Bancah

2. Visi, Misi dan Tujuan Puskesmas


a. Visi
Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu dan Berkesinambungan
Untuk Menciptakan Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin
Sehat, Mandiri dan Berkeadilan.
b. Misi
1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan
terjangkau

5
2. Mewujudkan penurunan angka kesakitan, angka kematian, stunting dan
penyehatan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat serta mendorong
kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat
3. Mewujudkan tersedianya pelayanan jaminan kesehatan yang menyeluruh.

c. Tujuan
1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan dapat terjangkau oleh
masyarakat dengan peran serta masyarakat di bidang kesehatan.
2. Melaksanakan dan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dalam
mewujudkan hidup sehat yang bertujuan untuk mencapai pembangunan
kesehatan yang optimal.

Gambar Peta Wilayah Puskesmas Plus Mandiangin

6
3. Struktur organisasi Puskesmas Plus Mandiangin

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS PLUS MANDINANGIN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2020

KEPALA
Drg. Sanora Yuder

KASUBAG. TATA
USAHA

UKM (UKM) UKP KEFARMASIAN JARINGAN PELKES &


ESENSIAL & PENGEMBANGAN & LABORATORIUM JEJARING FASILITAS YANKES
PREMENKES PJ: Silvia PJ: dr. Nila Rahma Suryani PJ: Masindra Revi
[Link]

KESELAMATAN PASIEN Peningkatan Mutu


Pencegahan & Pengendalian Bangunan. Prsarana
Ketua : dr. Nila Rahma Ketua : Dr.
Infeksi dan Peralatan
Suryani Irwan,[Link]
PJ: dr. Nila Rahma Suryani PJ: Ayu Aulia,
Tim Audit Internal
AMKL
Ketua : Hardini Putri
Tim Keselamatan & Kesehatan
ZZ,SKM
Kerja
PJ: dr. Irwan Yuliadi,[Link]

7
4. Tugas dan fungsi Puskesmas Plus Mandiangin
a. Tugas pokok
Puskesmas adalah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan Pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara
terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dengan tugas pokok sbb :

 Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah


kerjanya.

 Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya dalam rangka


meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.

 Memberikan pelayanan kesehatan secara terpada kepada masyarakat


diwilayah kerjanya.
b. Fungsi
Puskesmas mempunyai fungsi pelayanan kesehatan strata pertama,
pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dan penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan, membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya
dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat, memberikan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu.

 Fungsi – fungsi tersebut dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :

 Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan


kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.

 Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali


dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.

 Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan


medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat.

 Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

 Bekerjasama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam


melaksanakan program Puskesmas.

8
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas Kesehatan yang dipimpinan
oleh seorang Kepala Puskesmas yang berada dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota.

B. Hasil Pelaksanaan Kegiatan PKL


Upaya kesehatan yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Plus Mandiangin
terhadap masyarakat adalah pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dijabarkan dalam
bentuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang tergabung dalam program Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) yang terdiri dari program UKM esensial dan UKM pengembangan
serta program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Pada pokok bahasan pengembangan kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas ini
akan dibahas lebih rinci tentang pelaksaan kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas.

1. Perencanaan
a. Analisis masalah kesehatan masyarakat di Puskesmas Plus Mandiangin
Analisis masalah kesehatan serta cakupan program yang ada di dalam
Laporan Tahunan Puskesmas Plus Mandiangin. Masalah kesehatan masyarakat di
Puskemas Plus Mndiangin yang dianalisis meliputi data tentang sepuluh penyakit
terbanyak di puskesmas baik yang menyerang bayi, anak balita maupun orang
dewasa.
Jumlah penduduk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan

Jumlah Penduduk
No. Kelurahan
Laki-laki Pr Total
1 Puhun Pintu Kabun 3346 3538 6885
6964
2 Puhun Tembok 3379 3585
Jumlah 6725 7123 13849
Tabel 1. Jumlah penduduk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan

9
Jumlah penduduk sasaran kesehatan Puskesams Plus Mandiangin

Jumlah Sasaran
NoKelurahan Bayi Balita BumilBumil RestiBusui Ibu WUS Anak SD Lansia
Bersalin
P. 14 6 1 3 1 1 20 7 5
Pint 7 7 5 0 3 4 12 0 4
u 9 2 8 5 3 8
Kab
un
Puh 14 6 1 3 1 1 20 7 5
un 9 8 5 1 3 4 39 1 5
Tem 4 3 9 6 1 5
bok
29 1 3 6 2 2 40 1 1
Puskesm 7 3 0 1 7 9 51 4 1
as 6 5 7 1 1 0
0 3 3
Tabel 2. Jumlah penduduk sasaran kesehatan Puskesmas Plus Mandiangin

10 Penyakit terbanyak yang ada di Puskesmas Plus Mandiangin

N Jenis Penyakit TOTAL


O
1 ISPA 89
2 GASTRITIS 79
3 HYPERTENSI 71
4 P. KULIT ALERGI 51
5 CAPALGIA 58
6 R. ARTRITIS 47
7 HYPOTENSI 44
8 COMMOND COLD 33
9 FEBRIS 30
10 KELAINAN REFRAKSI 29
Tabel 3. 10 Penyakit terbanyak yang ada di Puskesmas Plus Mandiangin

b. Prioritas masalah kesehatan di Puskesmas Plus Mandiangin


- Urgency, Seriousness, Growth (USG)
Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah salah satu alat untuk menyusun
urutan prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat
urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5
atau 1 – 10. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk

10
lebih jelasnya, pengertian urgency, seriousness, dan growth dapat diuraikan
sebagai berikut :
1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu
yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan
masalah yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut
atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab
isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama,
suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila
dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.
3. Growth
Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi
berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin
memburuk kalau dibiarkan.
Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas
masalah dengan metode teknik scoring. Proses untuk metode USG
dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan
masalah yang dihadapi, serta kemungkinan bekembangnya masalah tersebut
semakin besar. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Urgensy atau urgensi, yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidak masalah tersebut diselesaikan.
- Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yakni dengan melihat
dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan system atau tidak.
- Growth atau tingkat perkembangan masalah yakni apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk dicegah. 
Penggunaan metode USG dalam penentuan prioriotas masalah
dilaksanakan apabila pihak perencana telah siap mengatasi masalah yang ada,

11
serta hal yang sangat dipentingkan adalah aspek yang ada dimasyarakat dan
aspek dari masalah itu sendiri. Untuk sampai pada kesimpulan masalah apa
yang dihadapi atau yang prioritas, diperlukan konsensus, yang dapat
dilakukan dengan berbagai macam cara. Diantaranya dengan metode
pembobotan masalah yang diambil yaitu 3 masalah yang terbanyak di
puskesmas Plus Mandiangin yaitu Penyakit ISPA, Gastritis dan Hipertensi.

Kritetia Bobot Masalah


ISPA Gastritis Hipertensi
Urgency 1-5 5 4 3
Seriousness 1-5 5 4 1
Growth 1-5 5 2 2
Jumlah 15 10 6
Rangking 1 2 3
Tabel 4. Menentukan prioritas masalah
Dapat disimpulkan dari tabel masalah diatas yang lebih prioritas di
puskesmas Plus Mandiangin adalah ISPA. Dimasa pandemi ini selain penyakit
ISPA yang menjadi prioritas ternyata COVID-19 juga menjadi prioritas masalah
dimana hampir seluruh dunia terserang oleh covid-19 ini.

Cara penularan COVID-19 hampir sama dengan penularan ISPA yaitu


melalui droplet yang dikeluarkan saat batuk dan bersin, bersentuhan dengan
benda-benda yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri dan pertukaran air liur.
Tetapi COVID-19 dipercaya lebih mudah menular dan menyebar karena sifat
virus yang agresif. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perencanaan
program promosi kesehatan.

c. POA (PLAN OF ACTION)

Biaya
Kegiatan Tujuan Sasaran dan Waktu Lokasi
Sumber
Pengembangan Untuk memberikan Masyarakat - 23 Nov dan Puskesmas
media promosi informasi bagi kecamatan 08-11 Des
kesehatan masyarakat terkait mandiangin

12
segala hal yang koto selayan
bertujuan pada
peningkatan kualitas
kesehatan
Pemberdayaan Untuk meningkatkan Pengunjung - 26 Nov Puskesmas
masyarakat di pengetahuan puskesmas
puskesmas masyarakat mengenai
pencegahan Covid-19
Kampanye Untuk meningkatkan Masyarakat - 27, 30 Nov Kec.
keliling kesadaran masyarakat kecamatan dan 01 Des Mandiangin
agar berprilaku hidup mandiangin koto selayan
bersih dan sehat koto selayan
Survei mawas Pengumpulan dan Masyarakat - 23-25 Nov Kelurahan
diri (SMD) pengkajian masalah kecamatan pintu kabun
kesehatan oleh tokoh mandiangin dan puhun
masyarakat dan kader koto selayan tembok
kesehatan
Musyawarah Untuk membahas hasil Tokoh - 07 Des Aula
masyarakat SMD dan masyarakat Puskesmas
kelurahan merencanakan upaya dan kader
(MMK) penanggulangan
masalah kesehatan,
lingkungan dan
perilaku yang
-diperoleh dari hasil
survei
Pembagian Untuk meningkatkan Masyaraakt - 11 Des Wilayah kota
Masker dan pengetahuan dan kota Bukittingi
pemberian kesadaran masyarakat bukittinggi
edukasi lintas terhadap PHBS
sektor
Lokal karya Untuk meningkatkan Tokoh - 14 Des Aula
mini lintas kerjasama tim dalam masyarakat, puskesmas
sektor meninkatkan kader dan
kesehatan masyarakat tenaga
kesehatan
Tabel 5. POA (plan of action)

d. Gantt Chart

Waktu Pelaksanaan
Kegiatan
23 24 25 26 27 30 01 07 08 11 14
No Nov No Nov Nov Nov Des Des Des Des Des
v v

13
Pengembangan
media promosi
kesehatan
Pemberdayaan
masyarakat di
puskesmas
Kampanye
keliling
Survei mawas
diri (SMD)
Musyawarah
masyarakat
kelurahan
(MMK)
Pembagian
Masker dan
pemberian
edukasi lintas
sektor
Lokal karya
mini lintas
sektor
Tabel 6. Gant chart

2. Implementasi
Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan saat praktek kerja
lapangan di Puskesmas Plus Mandiangin adalah :
a. Pengembangan media promosi kesehatan
Media promosi kesehatan di Puskesmas Plus Mandiangin sebelumnya
sudah menyediakan media baik berupa poster, leaflet, bookllet, brosur dan
penempelan media disetiap jendela puskesmas plus mandiangin khusunya
jendela dalam gedung. Saat melakukan penyuluhan baik di dalam maupun
diluar gedung tenaga kesehatan menggunakan media promosi kesehatan
seperti leaflet dan brosur guna penunjang kegiatan penyuluhan. Media leaflet
dianggap efektif saat melakukan penyuluhan karena media tersebut bisa
dibawa pulang untuk dibaca kembali.

14
Tenaga promosi kesehatan juga merancang sendiri media yang akan
dibuat atau dicetak sesuai permasalahan kesehatan yang ada, kami juga
merancang 10 media promosi kesehatan menganai 10 penyakit terbanyak di
Puskesmas Plus Mandiangin media yang kami buat yaitu leaflet, brosur dan
spanduk.
b. Pemberdayaan masyarakat
Dimasa pandemi Covid-19 ini pemberdayaan yang dilakukan berupa
penyuluhan dalam gedung yaitu di loket pendaftaran serta tetap menerapkan
protokol kesehatan. Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama
masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta
mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial
budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan
kesehatan. Pelaksanaan penyuluhan di dalam gedung puskesmas plus
mandiangin berjalan dengan baik dan tidak lupa juga menggunakan media
leaflet untuk menunjang kegiatan tersebut serta tidak ketinggalan penerapan
protokol kesehatan demi pemutusan rantai Covid-19.
c. Kampanye keliling
Petugas promosi kesehatan dapat menjadi elemen penting dari kampanye
gerakan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan karena
petugas promosi kesehatan merupakan sosok yang berinteraksi langsung di
tingkatan masyarakat serta mengetahui kondisi di lapangan sebagai bagian
dari institusi puskesmas. Tujuan promosi kesehatan yang utama adalah
memberikan informasi yang pada tingkatan lebih lanjut dapat memicu
kesadaran masyarakat mengenai program atau gerakan yang tengah
dicanangkan oleh pemerintah.
Kampanye keliling yang dilakukan tenaga promosi keshatan Puskesmas
Plus Mandiangin saat masa pandemi Covid-19 ini yaitu merupakan himbauan
kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan berperilaku
hidup bersih an sehat (PHBS). Waktu pelaksanaan kampanye keliling di

15
kecamatan mandiangin koto selayan dilakukan pada pukul 09.00 sampai
selesai.
d. Survei Mawas Diri (SMD)
Survei Mawas Diri (SMD) merupakan kegiatan pengenalan, pengumpulan
dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader kesehatan
dilaksanakan oleh Puskesmas Plus Mandiangin. Tujuan SMD ini adalah untuk
mengenal kesehatan yang ada di kecamatan mandiangin koto selayan dan
menimbulkan minat atau kesadaran untuk mengetahui masalah kesehatan dan
pentingnya permasalahan tersebut untuk diatasi. Survei mawas diri diperlukan
untuk melaksanakan tahapan perencanaan Puskesmas Plus mandiangin yang
berkualitas dengan mengedepankan kebutuhan dan harapan masyarakat
sebagai sasaran pelayanan kesehatan.
Pelakasanaan Survei Mawas Diri ini sangat penting, maka Puskesmas Plus
Mandiangin berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan SMD setiap
tahun. Pada tahun ini SMD dilakukan dengan penerapak protokol kesehatan
seperti tetap menjaga jagak, manggunakan masker dan mencuci tangan pakai
sabun. Implementasi Survei Maswas Diri pada tahun ini dilakukan selama tiga
hari pada bulan November.
e. Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK)
Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) yang dilaksanakan oleh
Puskesmas Plus Mandiangin pada bulan desember guna dilakukannya MMK
ini untuk membahas hasil survei mawas diri dan merencanakan upaya
penanggulangan masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang diperoleh
dari hasil survei mawas diri. Kegiatan MMK yang dilakukan Puskesmas Plus
Mandiangin tidak lupa menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak,
mencuci tangan sebelum masuk ruangan dan memakai masker dan diharapkan
mampu menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi dan layanan kesehatan.
Dimana dengan cara seperti ini merujuk pada keinginan agar persoalan
tentang kesehatan yang terjadi di masyarakat dapat diatasi dengan cepat dan
tepat.
f. Pembagian masker dan pemberian edukasi lintas sektor

16
Pelaksaan saat pemberian masker dan edukasi lintas sektor dilakukan pada
bulan desember di wilayah kota bukittinggi kegiatan ini dilakukan langsung
oleh tenaga promosi kesehatan, kader Puskesmas Plus Mandiangin dan
institusi kesehatan lainya serta tetap menerapkan protokol kesehatan seperti
menjaga jarak dan menggunakan masker. Sasaran pelaksanaan pemberian
masker dan edukasi lintas sektor yaitu masyarakat kota bukittinggi, edukasi
yang diberikan berupa pembagian poster, leaflet dan himbaun kepada
masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
g. Lokal karya mini lintas sektor
Implementasi lokal karya mini lintas sektor di Puskesmas Plus
Mandiangin dilaksanakan pada bulan desember, kegiatan ini dihadiri oleh
kepala puskesmas, tenaga promosi kesehatan dan petugas puskesmas lainnya,
kader dan tokoh-tokoh masyarakat. Tujuan lokal karya mini ini untuk
memantau cakupan pelayanan puskesmas serta membina peran serta
masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas itu
sendiri. Kegiatan lokal karya mini lintas sektor di Puskesmas Plus Mandiangin
tidak lupa menerapakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker,
menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabaun atau membawa hand
sanitizer.

3. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan evaluasi promosi kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Plus
Mandiangin dilakukan pada saat melakukan kegiatan dengan memperhatikan apakah
kegiatan yang dilakukan berjalan sesuai dengan tujuan seperti :
a. Pengembangan media promosi kesehatan, perlu diperhatikan apakah media
tersebut mampu menarik pengunjung atau pasien saat kita menggunkan media
itu untuk penyuluhan.
- Faktor pendukung : saat dilakukannya pengembangan media kegiatan
tersebut berjalan dengan lancar, baik dari segi rancanganan media,
fasiltas sarana dan sarananya dan daya tarik media tersebut.

17
- Faktor penghambat : pengembangan media yang dilaksanakan sudah baik
hanya saja penyebaran atau demonstrasi media kurang ini dikarenakan
sedikitnya pengunjung yang datang dimasa pandemi covid-19.
b. Perberdayaan masyarakat, seperti melakukan penyuluhan perlu diperhatikan
bagaimana persiapan dari seorang promotor kesehatan tersebut, dilihat dari
kesiapan materi yang diberikan, media, waktu, tempat, cara penyampaian dari
promotor kesehatan tersebut.
- Faktor pendukung, saat dilakukan kegiatan penyuluhan berjalan lancar,
media yang digunakanpun diterima baik oleh pengunjung Puskesmas
Plus Mandiangin, fasilitas sarana dan prasarana pun baik, antusias
pengunjung saat dilakukannya penyuluhannya pun tampak ini dilihat dari
adanya pengunjung yang menanya kepada tenaga kesehatan.
- Faktor penghambat, saat dilaksanakan kegiatan penyuluhan kendala yang
didapat yaitu kurangnya jumlah pengunjung yang tidak ikut dalam
penyuluhan ini dikarenakan dalam masa pandemi dimana kapasitas
pengunjung dibatasi.
c. Kampanye keliling, perlu diperhatikan bagaimana persiapan untuk turun
kelapangan seperti meteri yang akan disampaikan, lokasi dan waktu
pelaksanaan.
- Faktor pendukung : saat dilaksanakan kampanye keliling kegiatan
tersebut berjalan dengan baik, perencanan dan teori yang disampaikan
sudah sesuai dengan kondisi saat ini, yaitu himbauan kepada masyarakat
agar tetap melakukan protokol kesehatan dan PHBS. Sarana dan prasaran
yang kami gunakanpun mendukung kegiatan .
- Faktor penghambat : kegiatan kampanye keliling yang dilakukan ini
masih ada sebagian masyarakat yang tidak mendengarkan, speaker yang
digunakan saat kampanye masih kurang keras.
d. Fasilitator tim kesehatan, perlu diperhatikan dari tenaga kesehatan apakah
sudah ada kesiapan baik dari segi perencanaan kegiatan, pelakasanaan dan
kerjasama dalam tim

18
- Faktor pendukung : Kegiatan SMD yang dilakukan sudah berjalan
dengan lancar, respon kader dan warga saat SMD terlihat sangat
antusias. Kegiatan MMK pun juga berjalan dengan lancar, sarana dan
prasarana yang digunakanpun mendukung seperti pengeras suara, laptop,
infokus dan ruangan.
- Faktor penghambat : Sebagian masyarakat yang di survei tidak mau ada
yang beranggap tenaga kesehatan dari partai ini dikarena kan dimasa
pemilihan umum daerah.

4. Pengembangan program promosi keshatan di Puskesmas

a. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)


Promkes di Puskesmas Plus Mandiangin

1. Pelayanan balita di posyandu bertujuan untuk menunjang percepatan


penurunan AKI, AKB, AKBA melalui upaya pemberdayaan masyarakat,
sasaran yang dituju bayi, anak balita, bumil, bufas, busui dan PUS.

2. Survei Mawas Diri (SMD) bertujuan untuk mengindentifikasi masalah yang


ada dimasyarakat, sasaran yang dituju masyarakat.

3. Musyawarah Masyaraakt Kelurahan (MMK) bertujuan untuk adanya


monitoring evaluasi dan bimbingan teknis terpadu dalam pengembangan
kelurahan seiaga aktif dan terpecahkannya permasalahan kesehatan yang ada
melalui masukan, solusi pemecahan masalah dan dukungan dari ELPE dan LS
terkait, sasaran yang dituju yaitu lurah, TPPKK, LPM, Kasie PM, RT/RW,
kader, petugas dan pembina wilayah.

4. Pertemuan kader posyandu bertujuan untuk meningkatkan kinerja posyandu


agar terwujud visi indinesia sehat dan meninglatkan peran masyaraakt dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan dasar tertama yang berkaitan dengan
penurunan AKI dan AKB, sasaran yang dituju seluruh kader posyandu
dengan jumlah 70 orang.

19
5. Penyuluhan kesehatan ke sekolah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
dokter kecil tentang kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyrakat
dengan sasaran siswa.

6. Penyuluhan kesehatan kemasyarakat yang bertujuan untuk terselenggaranya


kegiatan promkes pada masyarakat dan meningkatkan pengetahuan
masayarakat tentang kesehatan dengan sasaran masyarakat

7. Pembuatan dam pemasangan spanduk betujuan untuk meningkatkan promosi


kesehatan kepada masyarakat dengan sasaran masyarakat.

8. Pembinaan PHBS di rumah tangga bertujuan agar semua keluarga berprilaku


hidup bersih dan sehat degan sasaran masyarakat.

9. Pembinaan PHBS di institusi tempat kerja bertujuan untuk memberdayakan


para pekerja/pegawai agar tau dan mau untuk melakukan PHBS dan berperan
menciptakan tempat kerja yang sehat dengan sasaran kantor pemerintahan
diwilayah kerja Puskesmas.

10. Cetak media promkes bertujuan untuk tersedianya media promkes dengan
sasaran posyandu dan masyarakat.

b. Kegiatan yang dilakukan Promosi Kesehatan ( PROMKES ) di Puskesmas Plus


Mandiangin.
1) Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS )dilakukan pada ;
a) Rumah Tangga
b) Institusi Pendidikan
c) Institusi sarana kesehatan
d) Institusi TTU
e) Institusi tempat kerja

2) MendorongTerbentuknya dan Berperannya Pemimpin Masyarakat yang


Berwawasan Kesehatan;
a) Pembentukan tokoh masyarakat/adat dan agama
b) Kader Kesehatan aktif

3) Mendorong terbentuknya Upaya kesehatan bersumber dayamasyarakat

20
a) Posyandu Aktif
b) Posyandu yang madya, Purnama dan mandiri
c) Bina Kesehatan Tradisional
d) Pembentukan Toga dan Pemaanfaatan oleh masyarakat
e) Membuat Toga percontohan
f) Pembinaan Pengobatan Tradisional yang menggunakan keterampilan.
g) Pemberian kartu berobat untuk keluarga miskin dan kelompok khusus
masyarakat.
h) Kunjungan pelayanan kartu berobat keluarga miskin di Puskesmas
i) Meningkatkan kunjungan posyandu dengan cara :
- Meningkatkan kreativitas kader dalam Posyandu, agar dapat menarik
minat sasaran untuk datang ke posyandu.
- Memberikan pengumuman melalui Puskel, Mesjid.
- Meningkatkan partisipasi lintas sektor dan Toma dalam pelaksanaan
posyandu.
- Mengusulkan tempat posyandu dalam acara Musrenbang
- Menganjurkan kepada masyarakat agar setiap rumah memiliki Toga.
j) Meningkatkan penyuluhan keliling.
k) Memanfaatkan pertemuan-pertemuan masyarakat dan lintas sector dalam
memberikan penyuluhan ( Pertemuan Wali Murid, Rakor Kecamatan,
Pertemuan PKK Kelurahan dan Dasawisma,dll.

C. Pembahasan
1. Definisi Manajemen
Notoatmodjo (2007) dalam Encylopedia of the Sosial Sience mengatakan bahwa
manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu
diselenggarakan dan diawasi. Selanjutnya, Hilman dalam Notoatmodjo(2007)
mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan
orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang
melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah

21
tujuantujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata (Notoatmodjo, 2007).
Manajemen juga berarti seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait
dengan pencapaian tujuan (Ernie & Kurniawan, 2005). Manajemen kesehatan adalah
manajemen yang diterapkan pada pelayanan kesehatan demi terciptanya keadaan
sehat.
Manajemen kesehatan adalah sebuah proses untuk mengelola sumber daya
manusia yang diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Manajemen kesehatan masyarakat adalah sebuah proses mengelola sumber daya
manusia melalui penyelenggaraan program-program kesehatan serta upaya
menggerakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat yang lebih fokus pada upaya
upaya preventif dan promotif.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen kesehatan adalah proses mengelola sumber
daya manusia untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya penyelenggaraan
program kesehatan juga penggerakan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat yang
berfokus pada upaya promotif dan preventif. Seorang manajer yang baik akan
melakukan sesuatu dengan dua hal yaitu secara efektif dan efisien. Efektif adalah
untuk mencapai tujuan organisasi sedangkan efisien mengacu pada tercapainya tujuan
dengan penggunaan sumber daya yang minimal.

2. Level manajemen
Semua manajer sesungguhnya melaksanakan fungsi manajemen, terkait dengan
manajemen terdapat beberapa level dalam manajemen mencakup: first line, middle
and top managers. Adapun level dalam manajemen harus memperhatikan managerial
skills. Pengertian skill adalah sebuah kemampuan individu untuk menterjemahkan
pengetahuan yang dimiliki ke dalam sebuah aksi. Untuk sukses dalam organisasinya,
manajer perlu memproses tiga macam skills yaitu:
a. Skill atau kemampuan konseptual
Skill secara konseptual adalah kemampuan seorang manajer dalam melihat
organisasinya secara luas dan berpandangan ke depan. Manajer juga punya
kemampuan yang bersifat abstrak, menganalisis kekuatan kerja dalam situasi
tertentu, kemampuan kreatif dan inovatif, kemampuan untuk menganalisis

22
lingkungan dan perubahannya serta mengambil tindakan dalam kondisi tersebut.
Seorang manajer mempunyai kemampuan untuk mengonsep lingkungan,
organisasi dan pekerjaannya, sehingga seorang manajer mampu mengeset tujuan
untuk organisasinya, baik, untuk dirinya sendiri dan timnya.
b. Kemampuan atau skill teknis
Kemampuan manajer memiliki skill untuk memahami sifat dari pekerjaan yang
akan dilaksanakan oleh bawahannya. Hal ini merujuk pada pengetahuan dan
kecakapan seseorang dalam proses atau tehnis
c. Kemampuan atau skill hubungan antar manusia
Skill ini merupakan kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dengan
orang-orang pada semua level. Kemapuan ini sangat penting untuk menjaga
hubungan serta komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi

3. Kegiatan Manajemen Promkes


Menurut Notoatmodjo (2007), komponen fungsi manajemen dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a. Planning (perencanaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan
tujuan organisasi sampai dengan menetapkan alternatif kegiatan untuk
pencapaiannya.

b. Organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan manajemen untuk


menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimiliki oleh organisasi dan
memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

c. Actuating (directing, commanding, motivating, staffing, coordinating) atau


fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan kepada staff agar
mereka mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai
dengan keterampilan yang telah dimiliki, dan dukungan sumber daya yang
tersedia.

d. Controlling (monitoring) atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah


proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai

23
dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi
penyimpangan.

4. Pengetian promosi kesehatan

Green dan Kreuter (2005) menyatakan bahwa “Promosi kesehatan adalah


kombinasi upaya-upaya pendidikan, kebijakan (politik), peraturan, dan organisasi
untuk mendukung kegiatan-kegiatan dan kondisi-kondisi hidup yang menguntungkan
kesehatan individu, kelompok, atau komunitas”.

Definisi/pengertian yang dikemukakan Green ini dapat dilihat sebagai


operasionalisasi dari definisi WHO (hasil Ottawa Charter) yang lebih bersifat
konseptual. Di dalam rumusan pengertian diatas terlihat dengan jelas aktivitas-
aktivitas yang harus dilakukan dalam kerangka “promosi kesehatan”. Sedangkan
Kementerian/Departemen Kesehatan Republik Indonesia merumuskan pengertian
promosi kesehatan sebagai berikut: “Upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam mengendalikan faktor-faktor kesehatan melalui pembelajaran dari,
oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,
serta mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat, sesuai sosial budaya
setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.” Hal
tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan No.
1114/Menkes/SK/VIII/2005.
5. Ruang lingkup promosi kesehatan
Adapun ruang lingkup promosi kesehatan adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan Kesehatan (perubahan perilaku)
b. Kampanye Sosialisasi (sosial marketing)
c. Penyuluhan (komunikasi, informasi dan edukasi)
d. Upaya peningkatan (upaya promotif)
e. Advokasi (upaya mempengaruhi lingkungan)
f. Pengorganisasian dan penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat
g. Upaya lain sesuai dengan keadaan dan kebutuhan

6. Indikator Keberhasilan Promosi Kesehatan

24
Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan
evaluasi Promosi Kesehatan (Notoadmodjo, 2007). Indikator keberhasilan mencakup
indikator masukan (input), indikator proses, dan indikator (output).
a. Indikator Masukan
Masukan yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber
daya manusia, sarana/peralatan, dan dana dengan sasaran individu, kelompok, dan
masyarakat. Oleh karena itu, indikator masukan ini perlu diperhatikan secara
detail sebelum melakukan Promosi Kesehatan.
b. Indikator Proses
Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan Promosi Kesehatan yang
akan mempengaruhi orang lain. Hal ini bisa merupakan media dan metode yang
digunakan dalam Promosi Kesehatan.
c. Indikator Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari Promosi Kesehatan yaitu perilaku
kesehatan yang kondusif untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan yang
terbagi atas:
- Perubahan perilaku, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
kesehatan dirubah.
- Pembinaan perilaku, yaitu perilaku masyarakat yang sudah sehat tetap
dilanjutkan.
- Pengembangan perilaku, yaitu membiasakan perilaku hidup sehat dimulai
bagi anak-anak.

7. Manajemen Puskesmas Plus Mandiangin


Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Puskesmas tersebut, Puskesmas harus
melaksanakan manajemen Puskesmas secara efektif dan efisien. Siklus manajemen
Puskesmas yang berkualitas merupakan rangkaian kegiatan rutin berkesinambungan,
yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan secara bermutu,
yang harus selalu dipantau secara berkala dan teratur, diawasi dan dikendalikan
sepanjang waktu, agar kinerjanya dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam satu siklus
“Plan-Do-Check-Action (P-D-C-A)”.

25
a. Perencanaan (P1)
Perencanaan yang disusun melalui pengenalan permasalahan secara tepat
berdasarkan data yang akurat, serta diperoleh dengan cara dan dalam waktu yang
tepat, maka akan dapat mengarahkan upaya kesehatan yang dilaksanakan
Puskesmas dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Dalam upaya mencakup
seluas mungkin sasaran masyarakat yang harus dilayani, serta mengingat
ketersediaan sumber daya yang terbatas, maka pelayanan kesehatan harus dapat
dilaksanakan secara terintegrasi baik lintas program maupun lintas sektor.
Kepala Puskesmas harus mampu membangun kerjasama dan mengkoordinasikan
program di internal Puskesmas dan di eksternal dengan mitra lintas sektor.
Koordinasi dengan lintas sektor sangat diperlukan, karena faktor penyebab dan
latar belakang masalah kesehatan tertentu kemungkinan hanya dapat
diselesaikan oleh mitra lintas sektor.
Proses perencanaan Puskesmas dilaksanakan berdasarkan siklus
perencanaan pembangunan daerah, dimulai dari tingkat desa/kelurahan,
selanjutnya disusun pada tingkat kecamatan dan kemudian diusulkan ke dinas
kesehatan kabupaten/kota. Perencanaan Puskesmas yang diperlukan terintegrasi
dengan lintas sektor kecamatan, akan diusulkan melalui kecamatan ke
pemerintah daerah kabupaten/kota.
Puskesmas menyusun rencana 5 (lima) tahunan dan rincian rencana
tahunannya berdasarkan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya dan mengacu
pada kebijakan kesehatan dari tingkat administrasi diatasnya, baik
kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Untuk kepentingan penyusunan
perencanaan Puskesmas, perlu diselaraskan dengan Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga.
Perencanaan yang di lakukan di Puskesmas mempunyai beberapa tahap
yang dilaksanakan pada tahun 2020 ini, dimana semuanya berjalan dengan baik,
dan dalam pelaksanaannya ada beberapa kegiatan yang belum mencapai hasil
yang maksimal seperti yang diharapkan,semuanya itu dapat dilihat pada hasil
kegiatannya di bawah ini.
Tahap Perencanaan Puskesmas :

26
1. Pengumpulan Dan Analisa Data Puskesmas
2. Target Program Puskesmas
3. Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ( RUK )
4. Pengusulan Rencana Usulan Kegiatan
5. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK )
Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) disusun berdasarkan Rencana
Usulan Kegiatan (RUK) yang telah disetujui oleh Dinkes Kota Rencana
Pelaksanaan Kegiatan (RPK) di susun berdasarkan :
- Rencana Pelaksanaan Kegiatan disusun untuk kegiatan selama 1 tahun
anggaran berjalan dipisahkan antara upaya kesehatan wajib dan upaya
kesehatan pilihan
- Dalam Lokakarya Mini Puskesmas Kegiatan pertahun di pecah menjadi
perbulan atau sering disebut POA ( Plan Of Action)
2. Penggerakan dan Pelaksanaan (P2)
Penggerakan dan Pelaksanaan program/kegiatan merupakan kegiatan lanjutan dari
RPK. Penggerakan pelaksanaan program/kegiatan dapat dilakukan melalui berbagai
cara, diantaranya adalah rapat dinas, pengarahan pada saat apel pegawai, pelaksanaan
kegiatan dari setiap program sesuai penjadwalan pada Rencana Pelaksanaan Kegiatan
bulanan, maupun dilakukan melalui forum yang dibentuk khusus untuk itu. Forum
yang dibentuk khusus untuk melakukan penggerakan pelaksanaan program/kegiatan
dinamakan forum Lokakarya Mini Puskesmas. Dalam rangka penggerakan dan
pelaksanaan program/kegiatan, Kepala Puskesmas dapat melakukan pengorganisasian
ulang petugas di Puskesmas dalam rangka penguatan dan pemantapan organisasi.
Penggerakan dan pelaksanaan program/kegiatan tersebut terdiri dari :
a. Lokakarya mini bulanan.
 Lokakarya mini bulanan yang pertama.
 Lokakarya mini bulanan rutin.
b. Lokakarya mini tribulanan
 Lokakarya mini tribulanan pertama
 Lokakarya mini tribulanan rutin.
3. Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian Kinerja (P3)

27
Penggerakan dan Pelaksanaan program/kegiatan merupakan kegiatan lanjutan dari
RPK. Penggerakan pelaksanaan program/kegiatan dapat dilakukan melalui berbagai
cara, diantaranya adalah rapat dinas, pengarahan pada saat apel pegawai, pelaksanaan
kegiatan dari setiap program sesuai penjadwalan pada Rencana Pelaksanaan Kegiatan
bulanan, maupun dilakukan melalui forum yang dibentuk khusus untuk itu. Forum yang
dibentuk khusus untuk melakukan penggerakan pelaksanaan program/kegiatan
dinamakan forum Lokakarya Mini Puskesmas. Dalam rangka penggerakan dan
pelaksanaan program/kegiatan, Kepala Puskesmas dapat melakukan pengorganisasian
ulang petugas di Puskesmas dalam rangka penguatan dan pemantapan organisasi.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Puskesmas Plus Mandiangin terletak di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yang
memilik 2 kelurahan wilayah kerja yaitu kelurahan Puhun Tembok dan Pintu Kabun.
Kesehatan yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Plus Mandiangin terhadap
masyarakat adalah pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dijabarkan dalam bentuk
pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang tergabung dalam program Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) yang terdiri dari program UKM esensial dan UKM pengembangan
serta program Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas Plus Mandiangin sudah
dilakukan dengan baik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan peran sebagai pemberdaya
masyarakat, advokator promosi kesehatan, fasilitator tim kesehatan, implementator
promosi kesehatan dan pengembangan media promosi kesehatan.

B. Saran

28
Pelaksanaan promgram promosi kesehatan di Puskesmas Plus Mandianing sudah
berjalan dengan baik dengan pencapaai tujuan kegiatan sudah 80% di tahun 2020 ini juga
dikarenakan dalam masa pandemi Covid-19. Untuk meningkatkan program promosi
kesehatan di Puskesmas Plus Mandiangin alahkah baiknya semua petugas dapat salaing
medukung dan membantu dalam mewujudkan terlaksanaanya kegiatan yang telah
direncanakan.

29
DAFTAR PUSTAKA

[1] Nurmala Ila, Fauzie Rahman, et all, 2018. Promosi Kesehatan, Surabaya. Airlangga
University Press
[Link]

[2] Uryani Pudji, 2018. Modul Prmbelajaran Media Promosi Kesehatan, Malang
[Link]

[3] Susilo Dwi, 2016. Promosi Kesehatan. Jakarta Selatan. Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia
[Link]

[4] Jatmika Septian Emma Dwi, Maulana Muchin, et all, 2019. Pengembangan Media
Promosi Kesehatan, Yogyakarta
[Link]
%20Media%20Promosi%[Link]

[5] Profil UPTD Puskesmas Plus Mandiangin

[6] Laporan tahunan Puskesmas Plus Mandiangin

[7] [Link]

[Link]
sequence=4&isAllowed=y

vi
LAMPIRAN

vii
- Peta Wilayah Puskesmas Plus Mandiangin

- Kegiatan Penyuluhan
- Pengembangan media
- Kegiatan SMD (survei mawas diri)
- Kegiatan MMK (musyawarah masyaraakt kelurahan)
- Kegiatan Kampanye Keliling
- Kegiatan Kampanye 3M foto
- Kegiatan lokal karya mini lintas sektor
- Satuan acara penyuluhan

Satuan Acara Penyuluhan


1. Pokok Bahasan : Hipertensi
2. Sub pokok bahasan : pencegahan Hipertensi
3. Sasaran : Pengunjung posyandu
4. Tempat : posyandu
5. Waktu : 10 menit
6. Tujuan
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan promosi kesehatan seputar hipertensi dapat memahami
tentang hal-hal yang berkaitan dengan Hipertensi
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
1. Setelah mendapatkan promosi kesehatan tentang pengertian Covid-19 diharapkan
masyarakat dapat meyebutkan pengertian Covid-19 dengan benar tanpa bantuan
tenaga promosi kesehatan.
2. Setelah mendapatkan promosi kesehatan tentang Mencegah Covid-19 dengan cara
CERDIK diharapkan masyarakat dapat mengetahui Mencegah Covid-19 dengan
cara CERDIK
7. Metode : Ceramah dan Tanya jawab
8. Media : Poster
9. Materi :
a. Pengertian Covid-19
b. Cara mengatasi covid-19 dengan malakukan CERDIK

10. Sumber
1. [Link]
cerdik-masa-muda-sehat-hari-tua-nikmat-tanpa-penyakit-tidak-
menular/#:~:text=CERDIK%20adalah%20slogan%20kesehatan%20yang,diterapkan
%20melalui%20kegiatan%20Posbindu%20PTM.
2. [Link]

11. Skenario Promosi Kesehatan

No Kegiatan promosi Me M W Kegiatan


kesehatan tod ed a Sasaran
e ia k
t
u
1. Pembukaan
[Link] Mendeng
arkan
Ce 2
[Link] Memper
ra m
hatikan
ma e
[Link] h n Menjawa
it b
pertanya
an
2. Materi
a. Menjelask Ce Br 2 Memper
an pengertian ra os m hatikan
Covid-19 ma ur e Mendeng
h da n arkan
da n it Memaha
n po mi
Ta we Menjawa
ny r b
a po pertanya
ja int an
wa
b
b. Menjelask Ce Br 2 Memper
an Cara mengatasi ra os m hatikan
covid-19 dengan ma ur e Mendeng
h da n arkan
melakukan
da n it Memaha
CERDIK n po mi
Ta we Menjawa
ny r b
a po pertanya
ja int an
wa
b
Penutup
a. Evaluasi Ta 3 Menjawa
ny m b
3. a e
ja n
wa it
b
[Link] 2 Menyim
m pulkan
e bersama-
n sama
it
[Link] 1 Mendeng
m arkan
e
n
it
Total Waktu 1
2
m
e
n
it

12. Evaluasi
a. Bentuk : Lisan
b. Prosedur : Langsung

Pertanyaan :
1. Sebutkanlah pengertian Covid-19 ?
2. Jelaskanlah Cara mengatasi covid-19 dengan malakukan CERDIK

Jawaban :
1. Pengertian Covid-19

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang


menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan, sedang seperti penyakit flu
hingga parah seperti menyababkan kematian
2. Cara mengatasi Covid-19 dengan melakukan CERDIK

1. Cek Kesehatan Secara Berkala

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mengabaikan cek kesehatan


secara berkala. Padahal langkah ini bisa membantu masyarakat mendeteksi
penyakit-penyakit dalam sejak dini.
2. Enyahkan Asap Rokok
Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan bukan hanya bagi diri
sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda. Dampak rokok juga bukan hanya
pada sektor kesehatan, tapi juga keuangan.
3. Rajin Aktivitas Fisik/Olahraga

Guna menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kardiovaskuler,


berolahragalah secara rutin setidaknya minimal selama 30 menit per hari
sebanyak 3-5 kali per minggu.
4. Diet Sehat dan Seimbang

Imbangi aktivitas olahraga dengan melakukan diet sehat dan seimbang


yakni mengkonsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari. Batasi konsumsi gula tak
lebih dari 4 sendok makan per hari per orang dan garam tak lebih dari 1 sendok
teh per orang per hari.
5. Istirahat Cukup

Bagi orang dewasa, istirahatlah yang cukup dengan tidur selama 7-8 jam
sehari.
6. Kelola Stres

Sering-seringlah rekreasi, relaksasi, berpikiran positif dan bercengkrama


dengan orang lain. Terapkan pola hidup teratur dan rencanakan masa depan Anda
sebaik-baiknya.
13. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
CERDIK merupakan perilaku hidup sehat yang mampu menjauhkan Anda dari
berbagai penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit pembuluh darah, jantung,
hingga masalah ginjal. CERDIK adalah slogan kesehatan yang setiap hurufnya
mempunyai makna yaitu; C = Cek kesehatan secara berkala, E = Enyahkan asap
rokok, R = Rajin aktifitas fisik, D = Diet sehat dengan kalori seimbang, I = Istirahat
cukup dan K = Kelola stress. Perilaku CERDIK ini dapat diterapkan melalui kegiatan
Posbindu PTM.
B. Saran
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan
memahami apa itu Covid-19 dan Cara mengatasi covid-19 dengan melakukan
CERDIK.

Mengetahui Padang, 11 Desember 2020


Ka Puskesmas Promotor Kesehatan

Drg. Sonora Yuder Yolanda Elsa

14. Konsep Materi


1. Pengertian Covid-19

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang


menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan, sedang seperti penyakit flu
hingga parah seperti menyababkan kematian
2. Cara mengatasi Covid-19 dengan melakukan CERDIK

1. Cek Kesehatan Secara Berkala

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mengabaikan cek kesehatan


secara berkala. Padahal langkah ini bisa membantu masyarakat mendeteksi
penyakit-penyakit dalam sejak dini.
2. Enyahkan Asap Rokok

Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan bukan hanya bagi diri
sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar Anda. Dampak rokok juga bukan hanya
pada sektor kesehatan, tapi juga keuangan.
3. Rajin Aktivitas Fisik/Olahraga

Guna menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kardiovaskuler,


berolahragalah secara rutin setidaknya minimal selama 30 menit per hari
sebanyak 3-5 kali per minggu.
4. Diet Sehat dan Seimbang

Imbangi aktivitas olahraga dengan melakukan diet sehat dan seimbang


yakni mengkonsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari. Batasi konsumsi gula tak
lebih dari 4 sendok makan per hari per orang dan garam tak lebih dari 1 sendok
teh per orang per hari.
5. Istirahat Cukup

Bagi orang dewasa, istirahatlah yang cukup dengan tidur selama 7-8 jam
sehari.
6. Kelola Stres

Sering-seringlah rekreasi, relaksasi, berpikiran positif dan bercengkrama


dengan orang lain. Terapkan pola hidup teratur dan rencanakan masa depan Anda
sebaik-baiknya.
Skrip Kampanye Keliling
Selamat Pagi

Assalamualaikum [Link]

Kami dari tenaga kesehatan Puskesmas Plus Mandiangin Kecamatan Koto Selayan, Kota
Bukittinggi. Dihimbau kepada seluruh masayarakat dengan merebaknya wabah virus corona atau
Covid-19, mari bersama – sama melakukan pencegahan dengan cara :

1. Menggunakan masker, kenakan masker jika pembatasan fisik tidak memungkinkan, etika
batuk dan bersin dengan memakai masker atau menutup mulut dengan siku bagian dalam.
2. Mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir dan gunakan Hand Sanitizer.
3. Menjaga Jarak, tidak berada ditempat keramaian, kerumunan orang banyak dengan jarak
minimal per orangan 1 meter.

Sekali lagi dihimbau kepada masyarakat dirumah saja lebih baik apabila tidak ada kegiatan
diluar rumah. SALAM SEHAT, SEHAT INDONESIA.

Selamat Pagi

Assalamualaikum [Link]

Kami dari tenaga kesehatan Puskesmas Plus Mandiangin Kecamatan Mandiangin Koto Selayan,
Kota Bukittinggi. Menghimbau seluruh masyarakat untuk dapat mencegah virus corona atau
Covid-19 ini dengan cara melaksanakan protokol kesehatan di antaranya :

1. Sering – seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik
hingga bersih
2. Memakai masker saat diluar rumah
3. Hindari menyentuh wajah saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci
4. Hindari kontak langsung dengan orang sakit.

Anda mungkin juga menyukai