RESUME MODUL 3
KETERKAITAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN IPS
DAN MATA PELAJARAN LAIN
Kegiatan Belajar 1
A. Gambaran Umum, Hakikat, dan Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan
1. Latar Belakang
Sejak diberlakukannya kurikulum sekolah tahun 1975, Pendidikan menjadi mata kuliah yang
berdiri sendiri yang tujuaan umumnya adalah membentuk warga negara yang baik. Kemudian
dalam perkembangannya. Kemudian dalam perkembangannya menjadi PMP (Pendidikan Moral
Pancasila) yang sekarang dikenal dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Kemudian berubah
menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) didasarkan UU RI no 2 tahun
1989. PKn merupakan mata pelajaran yang sangat cepat perubahannya dikarenakan PKn rentan
terhadap perubahan politik. Namun secara umum isi (hafalan), pendekatan (politis dan
kekuasaan), dan penyampaiannya (satu arah/verbal) tidak banyak berubah.
2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
Di antara tujuan PKn adalah untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif terhadap isu kewarganegaraan
b. Aktif, bertanggungjawab, dan cerdas dalam tindakan bermasyarkat, berbangsa, dan bernegara
c. Berkembang secara positif dan demokratis.
d. Berinteraksi dengan negara lain dengan memanfaatkan IPTEK
B. Hakikat dan Karakteristik Bidang Studi Pendidikan
1. Hakikat Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Hakikat Pendidikan kewarganegaraan adalah merupakan mata pelajaran yang memfokuskan
pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku
bangsa untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang
dilandasai Pancasila UUD 1945. Oleh karena itu Bidang studi Pendidikan kewargenegaraan
diajarkan kepada mahasiswa agar kelak nanti ketika menjadi guru dan mengajarkannya ke siswa
SD, diharapkan agar siswa tersebut bukan hanya mengetahui dan menghayati tentang nilai-nilai
moral Pancasila, namun dapat mengamalkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tersebut sesuai
dengan tingkat kematangan siswa SD.
2. Karakterististik Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan menuntut lahirnya warga negara dan warga
masyarakat yang Pancasila, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
mengetahui hak dan kewajibannya, menyadari pentingnya melaksanakan kewajiban-
kewajibannya yang didasari oleh ksadaran dan tanggungjawabnya sebagai warga negara, tidak
mencemari air dan tidak merusak lingkungan. Hal tersebut berhubungan dengan landasan konsep
yang mendasari Pendidikan Kewarganegaraan yaitu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan
insan sosial politik yang terorganisasi dengan tujuan agar manusia Indonesia memiliki kemauan
dan kemampuan untuk:
a. Sadar dan patuh terhadap hukum (melek hukum)
b. Sadar dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
(melek politik)
c. Memahami dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional
d. Cinta bangsa dan tanah air.
Karakteristik Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan yaitu sebagai suatu bidang kajian
ilmiah dan program pendidikan di sekolah dan dapat diterima sebagai wahana utama serta esensi
pendidikan demokrasi di Indonesia yang dilaksanakan melalui:
a. Civic intelligence atau kecerdasan dan daya nalar warga.
b. Civic responsibility atau kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara
c. Civic participation atau kemampuan berpatisipasi baik indiividu, maupun sosial
Ada 3 kompetensi yang hendak diwujudkan melalui mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan
a. Kompetensi untuk menguasai pengetahuan kewarganegaraan
Tentang pemerintahan, konstitusi, dan hubungan luar negeri
b. Kompetensi untuk menguasai keterampilan kewarganegaraan
Tentang sikap dan pemecahan masalah
c. Kompetensi untuk menguasai karakter kewarganegaraan
Tentang penerapan nilai budi pekerti, demokrasi, ham, dan nasionalisme dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
C. Bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum S1 PGSD
1. Pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran SD
Landasan konsep yang mendasari pendidikan Kewarganegaran yaitu manusia adalah mahkluk
ciptaan Tuhan dan sebagai insan sosial dan politik yang terorganisasi melahirkan fungsi dan
peran serta tujuan pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan landasan konsep PKn tersebut,
maka fungsi serta tujuan PKn secara umum adalah:
a. Sebagai Pendidikan nilai dan moral Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945
Dalam hal ini siswa diajarkan tentang nilai moral yang diperlukan seorang warga negara dalam
kehidupan sebagai warga negara dan warga masyarakat.
b. Sebagai Pendidikan Politik
Siswa diajarkan bagaimana seharusnya mereka berpartisipasi dan berpikir positif terhadap
pembangunan nasional. Selain itu siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kreatif, dan
inovatif terhadap berbagai permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya serta memeiliki
rasa tanggung jawab, menghormati, dan menghargai aparat pemerintah.
c. Sebagai Pendidikan Kewarganegaraan
Siswa diharapkan bisa mengerti dan memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, dan bernegara,
d. Sebagai Pendidikan Hukum dan Kemasyarakatan
Siswa diharapkan melek terhadap hukum, yaitu sadar bahwa setiap tindakannya ada hukum dan
peraturan yang mengaturnya.
Kegiatan Belajar 2
Keterkaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan IPS
A. Keterkaitan Antara Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS serta Bagaimana Keterkaitan itu
Terjadi
PKn dan IPS secara historis memiliki keterkaitan yang kuat. Bidang studi PKn pengajarannya
erat kaitannya dengan Pancasila dan UUD 1945 dan hal-hal yang menyangkut warga negara
serta pemerintahan. Adapun disiplin Geografi, Ekonomi, dan Sejarah menjadi bidang studi IPS
dengan bagian materi yang erat kaitannya dengan Pancasila dan UUD 1945 adalah hal-hal yang
menyangkut warga Negara serta pemerintahan jelas bahwa telah terjadi pemisahan antara materi
pengajaran yang terdiri atas disiplin ilmu-ilmu social (IPS) dengan materi pengajaran yang
kemudian dikenal Bidang Studi Pendidikan Moral Pancasila.
B. Konsep Pembelajaran Terpadu
Konsep pembelajaran terpadu dikenal dalam bentuk sederhana pada kurikulum 1968 disebut
dengan pendekatan korelasi. Pendekatan korelasi yaitu menghubungkan dua atau lebih mata
pelajaran saat menjelaskan suatu mata pelajaran. Misalnya saat menjelaskan konsep geografi,
maka pada saat itu pula penjelasan konsep geografi tersebut [Link] konsep mata
pelajaran lainnya, misalnya dihubungkan dengan wilayah kekuasaan dan lokasi ketika perang
Diponegoro. Tujuan dari pendekatan ini tidak lain adalah agar pengajaran yang disampaikan
dapat lebih menarik bagi siswa menumbuhkan kreativitas mengajar guru, bahkan dapat
menumbuhkan kerjasama antar siswa, juga antara guru dengan siswa, agar kegiatan lebih utuh
dan terasa lebih nyata dan konkret.
Ada beberapa karakteristik dari pembelajaran terpadu:
1. Berpusat pada anak
2. Memberikan pengalaman langsung kepada anak
3. Pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas.
4. Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu pembelajaran
5. Bersifat luwes
6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan anak
Ada beberapa kelebihan dari pembelajaran terpadu:
1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak
2. Kegiatan yang dipilih lebih bermakna buat anak
3. Menumbuhkembangkan keterampilan anak
4. Meningkatkan keterampilan sosial anak.
5. Membahas permasalahan kekinian yang sering ditemui anak.
Oleh karena itu, guru diharapkan lebih professional yakni mampu dalam memadukan konsep
dari berbagai mata pelajaran dalam sebuah pembelajaran, juga lebih kreatif dalam menampilkan
konsep yang akan diajarkan.
C. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pendidikan Terpadu
Bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan pada dasarnya sudah menerapkan pembelajaran
terpadu, karena dilihat dari historisnya yang memiliki hubungan dengan bidang studi IPS. Ada
beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan pembelajaran Terpadu:
1. Karakterististik anak sd
2. Konsep disiplin ilmu
3. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator
4. Lingkungan Belajar Anak
Kegiatan Belajar 3
Hubungan Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan dengan Mata Pelajaran lainnya.
Bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan selain dapat dihubungkan dengan mata pelajaran IPS,
dapat juga dihubungan dengan bidang studi lainnya seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,
dan Kesenian. Agar dapat terhubung, maka guru dapat menerapkan dengan menggunakan
berbagai model pembelajaran seperti model connected, web, dan integrated. Untuk model
connected biasanya digunakan hanya yang berkaitan dengan mata pelajaran itu sendiri
(hubungan intra). Sedangkan web dan integrated dapat digunakan untuk menghubungkan
berbagai beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan pembelajaran.
Untuk melaksanakan keterkaitan tersebut ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan, namun
pada kesempatan ini contoh-contoh pendekatan-pendekatan yang dikemukakan hanyalah
beberapa di antaranya yang bersifat intra (connected) dan pendekatan yang bersifat antar, inter
atau lintas (webbed dan integrated). Dalam melaksanakannya harus dilakukan perancangan dan
penyusunan atau pengembangan Satuan Pelajaran sebagaimana lazimnya suatu pembelajaran
atau menyusun scenario pembelajaran. Satuan pelajaran tersebut mencakup nama mata pelajaran,
Kelas dan Cawu, Tema atau Topik serta pokok-pokok bahasan atau konsep, waktu atau
pertemuan. Kemudian, dilakukan tahap Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian baik
menyangkut proses maupun produk sebagaimana juga dilakukan dalam pembelajaran lainnya.