0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan26 halaman

Rencana Perkerasan Jalan Lentur dan Beton

Tugas ini membahas perencanaan perkerasan jalan dan pelat beton untuk jalan arteri berdasarkan beberapa parameter seperti CBR tanah dasar, kuat tarik lentur, lalu lintas, dan umur rencana jalan. Beberapa metode digunakan untuk menentukan nilai CBR segmen sebagai dasar perencanaan tebal perkerasan lentur.

Diunggah oleh

Rafi Yahdian Amna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan26 halaman

Rencana Perkerasan Jalan Lentur dan Beton

Tugas ini membahas perencanaan perkerasan jalan dan pelat beton untuk jalan arteri berdasarkan beberapa parameter seperti CBR tanah dasar, kuat tarik lentur, lalu lintas, dan umur rencana jalan. Beberapa metode digunakan untuk menentukan nilai CBR segmen sebagai dasar perencanaan tebal perkerasan lentur.

Diunggah oleh

Rafi Yahdian Amna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS ASISTENSI

SIA – 311 PERANCANGAN PERKERASAN JALAN


Tugas ini untu memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan

Mata Kuliah SIA – 311 PERANCANGAN PERKERASAN JALAN

Dosen:

Dr., Ir. Imam Aschuri, M.T

Asisten :

Mochamad Reynaldi Budiman, S.T.

Disusun Oleh :

Rafi Yahdian Amna

22-2018-019

Kelas Asistensi AB

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

BANDUNG

2020
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
PROGRAM SARJANA TEKNIK SIPIL

Formulir Data Tugas Perancangan Perkerasan No : ITENAS/F_PRO/01/RPS/02


Jalan

Data Mahasiswa :
Nama : Rafi Yahdian Amna
NIM : 222018019
Nama Asisten : Mochamad Revaldi Budiman, S.T.

A. Rencanakan Ketebalan Perkerasan Jalan Lentur Dengan Metoda

Data-data jalan sbb:


a. Tipe jalan : 4/2 UD (NRP ganjil)
b. Fungsi jalan : Arteri (NRP ganjil)
c. Kondisi Lingkungan : Datar
1. Data daya dukung tanah dasar:
CBR titik tanah dasar diperoleh dari hasil uji di laboratorium dengan hasil sebagai berikut:

No. Sta CBR No. Sta CBR


1 0+000 6.5 11 1+000 6.2
2 0+001 6.2 12 1+001 6.5
3 0+002 6.7 13 1+002 6.6
4 0+003 7.0 14 1+003 7.0
5 0+004 7.7 15 1+004 7.8
6 0+005 7.2 16 1+005 7.7
7 0+006 8.0 17 1+006 8.0
8 0+007 8.4 18 1+007 8.2
9 0+008 8.2 19 1+008 8.4
10 0+009 6.5 20 1+009 7.9
2. Data beban lalulintas:
a. Tabel LHR Untuk Tahun ……………….
Golongan LHR Berat
No. Kelas Kendaraan Kendaraan Kend/ Kendaraan
Bina Marga 2 arah rata2, ton
1 Kendaraan Penumpang 2
2 Kendaraan Utilitas 1 (freight) 3
3 Kendaraan Utilitas 2 (passenger) 4
4 Bus Kecil (Bus tiga perempat) 5A
5 Bus Besar 5B
7 Truk 2 As Kecil (truk tiga 6A
perempat)
8 Truk 2 As Besar 6B
9 Truk 3 As (tronton) 7A
10 Truk Gandengan 7B
11 Truk Semi-trailer 7C

b. Data pertumbuhan lalulintas:

Tahun ……………sd tahun ……………………, pertumbuhan lalulintas ………….


%/thn

Tahun …………. sd tahun ……………………, pertumbuhan lalulintas …………. %/thn

Tahun …………. sd tahun ……………………, pertumbuhan lalulintas …………. %/thn

c. Umur rencana

Untuk Perkerasan Lentur 20 Tahun (NRP ganjil),

d. Jalan dibuka pada tahun ………………………………….

B. Rencanakan Tebal Pelat Beton Semen

Diketahui data parameter perencanaan sebagai beriku :

• CBR tanah dasar = 6% (NRP ganjil),


• Kuat tarik lentur (fcf) = 3,5 Mpa (NRP ganjil),

• Bahan pondasi bawah = stabilisasi

• Bahu jalan = Ya (beton)

• Ruji (dowel) = Ya

Data lalu-lintas harian rata-rata : sama dengan data lalu lintas perkerasan lentur

- Pertumbuhan lalu-lintas (i) : 4% (NRP ganjil), per tahun

- Umur rencana (UR) : 30 th (NRP ganjil),

Direncanakan perkerasan beton semen untuk jalan 4 lajur 2 arah untuk Jalan Arteri.

Perencanaan meliputi : Perkerasan beton bersambung tanpa tulangan (BBTT)

Bandung, 09 November 2020


Asisten

(Mochamad Revaldi Budiman, S.T.)


A. Rencanakan Ketebalan Perkerasan Jalan Lentur Dengan Metoda
1. Data daya dukung tanah dasar:

DATA CBR

No. Sta CBR − )^2


( x-x

1 0+000 6,5 0,70


2 0+001 6,2 1,29
3 0+002 6,7 0,40
4 0+003 7 0,11
5 0+004 7,7 0,13
6 0+005 7,2 0,02
7 0+006 8 0,44
8 0+007 8,4 1,13
9 0+008 8,2 0,75
10 0+009 6,5 0,70
11 1+000 6,2 1,29
12 1+100 6,5 0,70
13 1+200 6,6 0,54
14 1+300 7 0,11
15 1+400 7,8 0,22
16 1+500 7,7 0,13
17 1+600 8 0,44
18 1+700 8,2 0,75
19 1+800 8,4 1,13
20 1+900 7,9 0,32
jumlah 146,70 11,31
rata-rata 7,335

METODE DISTRIBUSI STANDAR METODE DISTRIBUSI NORMAL

K = 1,64 ------interval keyakinan 90 % CBR RATA-RATA = 7,335 %

∑(𝑥−𝑥 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎)2 11,31 F = 1,282 (PROBABILITAS 90 %)


S =√ =√ = 0,772
𝑛−1 20−1
S = 0,772
CBR SEGMEN = CBR RATA-RATA – K . S
CBR SEGMEN = CBR RATA-RATA – F . S
= 7,335 % − (1,64 . 0,772)
= 7,335 % − (1,282 . 0,772)
= 6,06 %
= 6,3 %
METODE GRAFIS

PERSEN CBR
JUMLAH
NO CBR(%) YANG SAMA ATAU
CBR
LEBIH BESAR
1 6,2 20 100
2 6,5 18 90
3 6,6 15 75
4 6,7 14 70
5 7 13 65
6 7,2 11 55
7 7,7 10 50
8 7,8 8 40
9 7,9 7 35
10 8 6 30
11 8,2 4 20
12 8,4 2 10

METODE GRAFIS
120

100
90 %
80

60

40

20

0
6.2 6.5 6.6 6.7 7 7.2 7.7 7.8 7.9 8 8.2 8.4

CBR DENGAN METODE GRAFIS = 6,5 %


METODE ANALITIS JAPAN ROAD ASS

(𝐶𝐵𝑅 𝑀𝐴𝑋.−𝐶𝐵𝑅 𝑀𝐼𝑁.)


CBR SEGMEN = CBR RATA-RATA –
𝑅

(8,4 %− 6,2 %)
= 7,335 % −
3,18

= 6,643 %

 Dari semua metode yang ada, diambil nilai CBR segmen terkecil yaitu 6,06 %
2. Data beban lalulintas:

Beban Standar
Kelompok Sumbu (Kg) Untuk menentukan angka ekivalen digunakan rumus (MDP, 2017):
STRT 5400 𝐿𝑖𝑖 4
𝐸 = ( ) ; Dengan : Lii = Beban Pada Sumbu Kelompik Sumbu (Kg)
STRG 8160 𝑆𝐿
STdRG 13760
STrRG 18450 SL = Beban Standar Untuk Kelompok Sumbu (Kg)

Contoh perhitungan:

 Pada Kelas kendaraan Utilitas 2(Passenger)


900 4
𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−1 = ( ) = 7,716 × 10−4
5400

900 4
𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−2 = ( ) = 7,716 × 10−4
5400

𝑉𝐷𝐹 = 𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−1 + 𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−2 = 7,716 × 10−4 + 7,716 × 10−4 = 1,5432 × 103 = 0,0015
Golongan Berat
konfigurasi LHR 2020 LHR 2022 Angka N ESAL Lentur
No Kelas Kendaraan Kendaraan kendaraan DA DL
Sumbu (Kend/hari/2 arah) (Kend/hari/2 arah) Ekivalen (Lentur 20 Tahun) (LSS/UR/Lajur Rencana)
Bina Marga Rata - Rata
1 Kendaraan Penumpang 2 1.1 3686 3911 1,3 0,0004 6904,319049
2 Kendaraan Utilitas 1 (freight) 3 1.1 69 73 2 0,0024 773,227242
3 Utilitas 2 (passenger) 4 1.1 93 99 1,8 0,0015 655,3895288
4 (Bus tiga perempat) 5A 1.2 256 271 3 0,0047 5621,344396
5 Bus Besar 5B 1.2 234 248 5,1 0,0396 43343,09417
0,5 0,9 26,87
6 Truk 2 As Kecil (truk tiga perempat) 6A 1.2 780 827 8,3 0,277 1011016,686
7 Truk 2 As Besar 6B 1.2 104 111 18,2 6,4201 3145124,315
8 Truk 3 As (tronton) 7A 1.22 332 352 25 5,2422 8143841,156
9 Truk Gandengan 7B 1.2+2.2 0 0 31,5 9,7888 0
10 Truk Semi-trailer 7C 1.22-222 66 71 48 11,3592 3559419,207
CESAL LENTUR
(LSS/UR/ Lajur Rencana)
15916698,74

CONTOH PERHITUNGAN :

Mencari Nilai N

[(1 + 𝑖)𝑈𝑅 − 1]
𝑁=
𝑖

[(1 + 0,03)20 − 1]
𝑁=
0,03

𝑁 = 26,87

Mencari CESAL
𝑖=𝑛

𝐶𝐸𝑆𝐴𝐿 = ∑ 𝐿𝐻𝑅𝑖 × 𝐷𝐴 × 𝐷𝐿 × 365 × 𝑁 × 𝐸


𝑖=1

𝐸𝑆𝐴𝐿3 = 99 × 0,5 × 0,9 × 365 × 26,87 × 0,0015 = 655,3895288 𝐿𝑆𝑆/𝑈𝑅/𝐿𝑎𝑗𝑢𝑟 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎

 𝐶𝐸𝑆𝐴𝐿 = ∑ 𝐸𝑆𝐴𝐿 = 15916698,74 ≅ 15916699 𝐿𝑆𝑆/𝑈𝑅/𝐿𝑎𝑗𝑢𝑟 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎


Data yang digunakan :

 CBR Segmen = 6 %

 CESAL = 15916699 LSS/UR/Lajur rencana

 Terminal Service Ability (IPt) = 2,5 untuk jalan arteri dengan CESAL > 1000
 Umur Rencana perkerasan lentur = 30 tahun

 Initial Service Ability (IPo) = 4,5 untuk jenis lapis perkerasan LASTON

 Realiabilty (R) = 90 % untuk jalan arteri perkotaan , maka Zr = -1,282

 Koefisien Drainase (m) = 1,25

 Standar Deviasi (so) = 0,45

Asumsi :

 CBR Sub Base = 30 %


 CBR Base Course = 80 %

Menghitung Nilai MR CBR ≤ 10 % , maka :

MR segmen = 1500 x CBR = 1500 x 6 = 9000 psi

CBR > 10 % , maka :

MR = 2555 x (𝐶𝐵𝑅) 0,64 = 2555 x (80)0,64 = 42205,446 psi


MR = 2555 x (𝐶𝐵𝑅) 0,64 = 2555 x (30)0,64 = 22529,342 psi
Menghitung Nilai SN

∆𝑃𝑆𝐼
log ( )
4,2 − 1,5
log 𝑊18 = 𝑍𝑅 × 𝑆0 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log 𝑀𝑅 − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1)5,19

4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(9000) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 3 = 5,174

4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(22529,342) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 2 = 3,696

4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(42205,446) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 1 = 2,87
Menghitung Nilai D (Tebal Perkerasan)

Untuk menentukan nilai a1 , a2 , a3 bisa menggunakan tabel kekuatan bahan (tabel di lampirkan) Maka :

a1 = 0,40 (Laston)

a2 = 0,13 (Batu Pecah Kelas B dengan CBR = 80 %)

a3 = 0,11 (Sirtu/Pitrun Kelas C dengan CBR = 30 %)

 SN 1 = a1 x D1
2,87 = 0,40 x D1
D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D1 = 19 cm (Laston)

 SN 2 = a1 x D1 + a2 x D2 x m2
3,696 = (0,4 x7,175) + (0,13 x D2 x 1,25)
D2 = 5,083 in ≅ 12,911 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D2 = 13 cm (Batu Pecah Kelas B)

 SN 3 = a1 x D1 + a2 x D2 x m2 + a3 x D3 x m3
5,174= (0,4 x 7,175) + (0,13 x 5,083 x 1,25) + (0,11 x D3 x 1,25)
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D3 = 28 cm (Sirtu/Pitrun Kelas C)
Cek Tebal Minimum

D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm
D2 = 5,083 in ≅ 12,911 cm ≅ 13 cm
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm
 Dari sini diperoleh D2 tidak memenuhi tebal minimum, maka D2 menggunakan 6 in
atau 15 cm

D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm
D2 = 15 cm
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm

D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm

D2 = 6 in atau 15 cm

D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm
LAMPIRAN
B. Rencanakan Tebal Pelat Beton Semen

Diketahui data parameter perencanaan sebagai beriku :

• CBR tanah dasar = 6% (NRP ganjil),

• Kuat tarik lentur (fcf) = 3,5 Mpa (NRP ganjil),

• Bahan pondasi bawah = stabilisasi

• Bahu jalan = Ya (beton)

• Ruji (dowel) = Ya

Data lalu-lintas harian rata-rata : sama dengan data lalu lintas perkerasan lentur

- Pertumbuhan lalu-lintas (i) : 4% (NRP ganjil), per tahun

- Umur rencana (UR) : 30 th (NRP ganjil),

Direncanakan perkerasan beton semen untuk jalan 4 lajur 2 arah untuk Jalan Arteri.

Perencanaan meliputi : Perkerasan beton bersambung tanpa tulangan (BBTT)

Jawab :

 Faktor pertumbuhan lalu lintas dengan umur rencana :


UR = 30 tahun
i=4%
(1 + 𝑖)𝑈𝑅 − 1
𝑅=
𝑖
(1 + 0,04)30 − 1
𝑅= = 56,085
0,04

Nilai
No. Penggunaan
FKB
1 Jalan bebas hambatan utama (major freeway) dan jalan berlajur banyak, 1,2
yang aliran lalu lintasnya tidak terhambat serta volume kendaraan niaga yang
tinggi.
Bila menggunakan data lalu-lintas dari hasil survai beban (weight-in-motion)
dan adanya kemungkinan route alternatif, maka nilai faktor keamanan beban
dapat dikurangi menjadi 1,15.
2 Jalan bebas hambatan (freeway) dan jalan arteri dengan volume kendaraan 1,1
niaga menengah.
3 Jalan dengan volume kendaraan niaga rendah. 1,0
 Didapat Fkb = 1,1
 Koefisien distribusi (c) = 0,45

KONFIGURASI BEBAN SUMBU JUMLAH JUMLAH SUMBU STRT STRG STdRG


JUMLAH
JENIS KENDARAAN (T) KENDARAAN PER KENDARAAN BS JS BS JS BS JS
SUMBU
RD RB RGD RGB (bh) (bh) (ton) (ton) (ton) (ton) (ton) (ton)
[1] [2] [3] [4] [5]=[4].[3] [6] [7] [8] [9] [10] [11]
Mobil penumpang 1 1 - - 3686 - - - - - - - -
Kendaraan utilitas 1 (freight) 1 1 - - 73 2 146 2 73 - - - -
Kendaraan utilitas 2 (passengger) 1 1 - - 99 2 198 2 99 - - - -
Bus (tiga per empat) 3 5 - - 256 2 512 3 256 - - - -
Bus 3 5 - - 234 2 468 3 234 5 234 - -
2 780 - - - -
Truk 2 As kecil 2 4 - - 780 2 1560
4 780 - - - -
Truk 2 As Besar 5 8 - - 104 2 208 5 104 8 104 - -
Truk 3As 14 19 - - 332 2 664 6 332 - - 14 332
6 0 - - 14 0
Truk gandengan 6 14 5 5 0 4 0 5 0 - - - -
5 0 - - - -
5 66 - - 14 66
Truk semi trailer 5 7 - 14 66 3 198 - - - - 7 66
- - - - - -
jumlah 3954 2724 338 464

 jumlah sumbu kendaraan niaga harian (JSKNH) = 3954


 jumlah sumbu kendaraan niaga (JSKN) selama umur rencana :
JSKN = JSKNH X 356 X R
= 3954 X 365 X 56,085
= 80942432,85

JSKNrencana = C X JSKN

= 0,45 X 80942432,85

= 36424094,78

Pendekatan untuk mempermudah pengeplotan di table = 3,642x 107

BEBAN
JENIS jumlah PROPORSI PROPORS LALIN REPETISI YANG
SUMBU
SUMBU sumbu BEBAN I SUMBU RENCANA TERJADI
(ton)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] = [4].[5].[6]
STRT 6 332 0,12 0,77 36424094,78 3429608,47
5 170 0,06 0,77 36424094,78 1756124,819
4 780 0,29 0,77 36424094,78 8057513,876
3 490 0,18 0,77 36424094,78 5061771,538
2 952 0,35 0,77 36424094,78 9834298,988
TOTAL 2724 36424094,78
STRG 8 104 0,31 0,10 36424094,78 1074335,184
5 234 0,69 0,10 36424094,78 2417254,163
TOTAL 338 36424094,78
STdRG 14 398 0,86 0,13 36424094,78 4111398,106
7 66 0,14 0,13 36424094,78 681789,6357
TOTAL 464
TOTAL 54 7052 36424094,78

Contoh Perhitungan :

 Proporsi beban (STRT dengan 6 ton beban sumbu)


332
=
2724
= 0,12
 Proporsi sumbu (STRT dengan 6 ton beban sumbu)
2724
=
7052
= 0,77
 Repetisi yang terjadi (STRT dengan 6 ton beban sumbu)
= proporsi beban x proporsi sumbu x lalu lintas Rencana
= 0,12 x 0,77 x 36424094,78 = 3429608,47
3,642 x 107

 Dari lampiran diatas didapatkan :


tebal Bahan Pengikat = 125 mm
CBR tanah dasar efektif (%) = 26 %
3,642 x 107

 Dari grafik perencanaan tebal slab beton, dipilih kriteria grafik perencanaan yang
spesifikasinya mendekati atau sesuai dengan apa yang ada pada soal dan parameter
yang telah diketahui, maka didapatkan:
Tebal pelat beton taksiran = 170 mm

PELAT BETON

BAHAN
PENGIKAT
Didapatkan pada tebal 170 mm pada tabel ekivalen dan factor erosi untuk perkerasan jalan dengan
bahu beton yaitu :

Pada CBR Effektif tanah dasar 25 % Pada CBR Effektif tanah dasar 35 %

Tebal pelat beton 170 mm Tebal pelat beton 170 mm

Tegangan setara: Tegangan setara:

STRT = 1,08 STRT = 1,05

STRG = 1,62 STRG = 1,55

STdRG = 1,35 STdRG = 1,3

Faktor erosi dengan ruji : Faktor erosi dengan ruji :

STRT = 1,95 STRT = 1,94

STRG = 2,55 STRG = 2,53

STdRG = 2,55 STdRG = 2,51

Interpolasi :

TE STRT FE STRT
x1 25 y1 1,080 x1 25 y1 1,950
x 26 y 1,077 x 26 y 1,949
x2 35 y2 1,050 x2 35 y2 1,940

TE STRG FE STRG
x1 25 y1 1,620 x1 25 y1 2,550
x 26 y 1,613 x 26 y 2,548
x2 35 y2 1,550 x2 35 y2 2,530

TE STdRG FE STdRG
x1 25 y1 1,350 x1 25 y1 2,550
x 26 y 1,345 x 26 y 2,546
x2 35 y2 1,300 x2 35 y2 2,510
𝑇𝐸 1,077 𝑇𝐸 1,345
FRT STRT = = = 0,3 FRT STdRG = = = 0,38
𝐹𝑐𝑓 3,5 𝐹𝑐𝑓 3,5

𝑇𝐸 1,61
FRT STRG = = = 0,46
𝐹𝑐𝑓 3,5
Beban Sumbu Beban Faktor Analisa Fatik Analisa Erosi
Jenis Repetisi yang
Rencana Per Tegangan dan Repetisi Persen Rusak Repetisi
Sumbu ton kN terjadi Persen Rusak (%)
roda (kN) Erosi ijin (%) ijin
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] = ([5]*100) / [7] [9] [10] = ([5]*100) / [9]
6 60 33 4077140,751 TE = 1,077 6 x10^6 67,952 TT 0
5 50 27,5 1277176,621 FRT = 0,30 TT 0 TT 0
STRT 4 40 22 9578824,656 FE = 1,949 TT 0 TT 0
3 30 16,5 2873647,397 TT 0 TT 0
2 20 11 9578824,656 TT 0 TT 0
8 80 22 1277176,621 TE = 1,613 TT 0 TT 0
STRG 5 50 13,75 2873647,397 FRT = 0,46 TT 0 TT 0
FE = 2,548 TT 0 TT 0
14 140 19,25 4077140,751 TE = 1,345 TT 0 TT 0
STdRG 7 70 9,625 810515,9324 FRT = 0,35 TT 0 TT 0
FE = 2,546
TOTAL 36424094,78 67,952 % < 100 % 0 % < 100 %

 Catatan :
Jumlah roda per sumbu :
 STRT = 2 roda
 STRG = 4 roda
 STdRG = 8 roda
 Contoh perhitungan :
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑁 ×𝐹𝑘𝑏 60×1,11
 Beban rencana per roda (kN) = = = 33
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑜𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 2

 Repetisi dapat didapatkan dari tabel perhitungan repetisi yang terjadi


repetisi yang terjadi x 100 3058371,136 x 100
 Persen rusak pada analiss fatik = = = 67,952 %
𝑟𝑒𝑝𝑒𝑡𝑖𝑠𝑖 𝑖𝑗𝑖𝑛 6000000

 Dengan begini tebal slab beton taksiran sebesar 170 mm dapat memenuhi kabutuhan tebal perkersan kaku pada jalan yang akan
dibuat, karena presentase dari analisis fatik dan faktor erosi dibawah 100 %

170 mm

125 mm

Anda mungkin juga menyukai