Rencana Perkerasan Jalan Lentur dan Beton
Rencana Perkerasan Jalan Lentur dan Beton
Dosen:
Asisten :
Disusun Oleh :
22-2018-019
Kelas Asistensi AB
BANDUNG
2020
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
PROGRAM SARJANA TEKNIK SIPIL
Data Mahasiswa :
Nama : Rafi Yahdian Amna
NIM : 222018019
Nama Asisten : Mochamad Revaldi Budiman, S.T.
c. Umur rencana
• Ruji (dowel) = Ya
Data lalu-lintas harian rata-rata : sama dengan data lalu lintas perkerasan lentur
Direncanakan perkerasan beton semen untuk jalan 4 lajur 2 arah untuk Jalan Arteri.
DATA CBR
PERSEN CBR
JUMLAH
NO CBR(%) YANG SAMA ATAU
CBR
LEBIH BESAR
1 6,2 20 100
2 6,5 18 90
3 6,6 15 75
4 6,7 14 70
5 7 13 65
6 7,2 11 55
7 7,7 10 50
8 7,8 8 40
9 7,9 7 35
10 8 6 30
11 8,2 4 20
12 8,4 2 10
METODE GRAFIS
120
100
90 %
80
60
40
20
0
6.2 6.5 6.6 6.7 7 7.2 7.7 7.8 7.9 8 8.2 8.4
(8,4 %− 6,2 %)
= 7,335 % −
3,18
= 6,643 %
Dari semua metode yang ada, diambil nilai CBR segmen terkecil yaitu 6,06 %
2. Data beban lalulintas:
Beban Standar
Kelompok Sumbu (Kg) Untuk menentukan angka ekivalen digunakan rumus (MDP, 2017):
STRT 5400 𝐿𝑖𝑖 4
𝐸 = ( ) ; Dengan : Lii = Beban Pada Sumbu Kelompik Sumbu (Kg)
STRG 8160 𝑆𝐿
STdRG 13760
STrRG 18450 SL = Beban Standar Untuk Kelompok Sumbu (Kg)
Contoh perhitungan:
900 4
𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−2 = ( ) = 7,716 × 10−4
5400
𝑉𝐷𝐹 = 𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−1 + 𝐸𝑆𝑇𝑅𝑇−2 = 7,716 × 10−4 + 7,716 × 10−4 = 1,5432 × 103 = 0,0015
Golongan Berat
konfigurasi LHR 2020 LHR 2022 Angka N ESAL Lentur
No Kelas Kendaraan Kendaraan kendaraan DA DL
Sumbu (Kend/hari/2 arah) (Kend/hari/2 arah) Ekivalen (Lentur 20 Tahun) (LSS/UR/Lajur Rencana)
Bina Marga Rata - Rata
1 Kendaraan Penumpang 2 1.1 3686 3911 1,3 0,0004 6904,319049
2 Kendaraan Utilitas 1 (freight) 3 1.1 69 73 2 0,0024 773,227242
3 Utilitas 2 (passenger) 4 1.1 93 99 1,8 0,0015 655,3895288
4 (Bus tiga perempat) 5A 1.2 256 271 3 0,0047 5621,344396
5 Bus Besar 5B 1.2 234 248 5,1 0,0396 43343,09417
0,5 0,9 26,87
6 Truk 2 As Kecil (truk tiga perempat) 6A 1.2 780 827 8,3 0,277 1011016,686
7 Truk 2 As Besar 6B 1.2 104 111 18,2 6,4201 3145124,315
8 Truk 3 As (tronton) 7A 1.22 332 352 25 5,2422 8143841,156
9 Truk Gandengan 7B 1.2+2.2 0 0 31,5 9,7888 0
10 Truk Semi-trailer 7C 1.22-222 66 71 48 11,3592 3559419,207
CESAL LENTUR
(LSS/UR/ Lajur Rencana)
15916698,74
CONTOH PERHITUNGAN :
Mencari Nilai N
[(1 + 𝑖)𝑈𝑅 − 1]
𝑁=
𝑖
[(1 + 0,03)20 − 1]
𝑁=
0,03
𝑁 = 26,87
Mencari CESAL
𝑖=𝑛
CBR Segmen = 6 %
Terminal Service Ability (IPt) = 2,5 untuk jalan arteri dengan CESAL > 1000
Umur Rencana perkerasan lentur = 30 tahun
Initial Service Ability (IPo) = 4,5 untuk jenis lapis perkerasan LASTON
Asumsi :
∆𝑃𝑆𝐼
log ( )
4,2 − 1,5
log 𝑊18 = 𝑍𝑅 × 𝑆0 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log 𝑀𝑅 − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1)5,19
4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(9000) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 3 = 5,174
4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(22529,342) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 2 = 3,696
4 − 2,5
log ( )
4,2 − 1,5
log (15916699) = − 1,282 × 0,45 + 9,36 × log(𝑆𝑁 + 1) − 0,20 + + 2,32 × log(42205,446) − 8,07
1094
0,4 +
(𝑆𝑁 + 1) 5,19
SN 1 = 2,87
Menghitung Nilai D (Tebal Perkerasan)
Untuk menentukan nilai a1 , a2 , a3 bisa menggunakan tabel kekuatan bahan (tabel di lampirkan) Maka :
a1 = 0,40 (Laston)
SN 1 = a1 x D1
2,87 = 0,40 x D1
D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D1 = 19 cm (Laston)
SN 2 = a1 x D1 + a2 x D2 x m2
3,696 = (0,4 x7,175) + (0,13 x D2 x 1,25)
D2 = 5,083 in ≅ 12,911 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D2 = 13 cm (Batu Pecah Kelas B)
SN 3 = a1 x D1 + a2 x D2 x m2 + a3 x D3 x m3
5,174= (0,4 x 7,175) + (0,13 x 5,083 x 1,25) + (0,11 x D3 x 1,25)
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm, untuk pengerjaan agar lebih mudah D3 = 28 cm (Sirtu/Pitrun Kelas C)
Cek Tebal Minimum
D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm
D2 = 5,083 in ≅ 12,911 cm ≅ 13 cm
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm
Dari sini diperoleh D2 tidak memenuhi tebal minimum, maka D2 menggunakan 6 in
atau 15 cm
D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm
D2 = 15 cm
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm
D1 = 7,175 in ≅ 18,225 cm ≅ 19 cm
D2 = 6 in atau 15 cm
D3 = 10,749 in ≅ 27,417 cm ≅ 28 cm
LAMPIRAN
B. Rencanakan Tebal Pelat Beton Semen
• Ruji (dowel) = Ya
Data lalu-lintas harian rata-rata : sama dengan data lalu lintas perkerasan lentur
Direncanakan perkerasan beton semen untuk jalan 4 lajur 2 arah untuk Jalan Arteri.
Jawab :
Nilai
No. Penggunaan
FKB
1 Jalan bebas hambatan utama (major freeway) dan jalan berlajur banyak, 1,2
yang aliran lalu lintasnya tidak terhambat serta volume kendaraan niaga yang
tinggi.
Bila menggunakan data lalu-lintas dari hasil survai beban (weight-in-motion)
dan adanya kemungkinan route alternatif, maka nilai faktor keamanan beban
dapat dikurangi menjadi 1,15.
2 Jalan bebas hambatan (freeway) dan jalan arteri dengan volume kendaraan 1,1
niaga menengah.
3 Jalan dengan volume kendaraan niaga rendah. 1,0
Didapat Fkb = 1,1
Koefisien distribusi (c) = 0,45
JSKNrencana = C X JSKN
= 0,45 X 80942432,85
= 36424094,78
BEBAN
JENIS jumlah PROPORSI PROPORS LALIN REPETISI YANG
SUMBU
SUMBU sumbu BEBAN I SUMBU RENCANA TERJADI
(ton)
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] = [4].[5].[6]
STRT 6 332 0,12 0,77 36424094,78 3429608,47
5 170 0,06 0,77 36424094,78 1756124,819
4 780 0,29 0,77 36424094,78 8057513,876
3 490 0,18 0,77 36424094,78 5061771,538
2 952 0,35 0,77 36424094,78 9834298,988
TOTAL 2724 36424094,78
STRG 8 104 0,31 0,10 36424094,78 1074335,184
5 234 0,69 0,10 36424094,78 2417254,163
TOTAL 338 36424094,78
STdRG 14 398 0,86 0,13 36424094,78 4111398,106
7 66 0,14 0,13 36424094,78 681789,6357
TOTAL 464
TOTAL 54 7052 36424094,78
Contoh Perhitungan :
Dari grafik perencanaan tebal slab beton, dipilih kriteria grafik perencanaan yang
spesifikasinya mendekati atau sesuai dengan apa yang ada pada soal dan parameter
yang telah diketahui, maka didapatkan:
Tebal pelat beton taksiran = 170 mm
PELAT BETON
BAHAN
PENGIKAT
Didapatkan pada tebal 170 mm pada tabel ekivalen dan factor erosi untuk perkerasan jalan dengan
bahu beton yaitu :
Pada CBR Effektif tanah dasar 25 % Pada CBR Effektif tanah dasar 35 %
Interpolasi :
TE STRT FE STRT
x1 25 y1 1,080 x1 25 y1 1,950
x 26 y 1,077 x 26 y 1,949
x2 35 y2 1,050 x2 35 y2 1,940
TE STRG FE STRG
x1 25 y1 1,620 x1 25 y1 2,550
x 26 y 1,613 x 26 y 2,548
x2 35 y2 1,550 x2 35 y2 2,530
TE STdRG FE STdRG
x1 25 y1 1,350 x1 25 y1 2,550
x 26 y 1,345 x 26 y 2,546
x2 35 y2 1,300 x2 35 y2 2,510
𝑇𝐸 1,077 𝑇𝐸 1,345
FRT STRT = = = 0,3 FRT STdRG = = = 0,38
𝐹𝑐𝑓 3,5 𝐹𝑐𝑓 3,5
𝑇𝐸 1,61
FRT STRG = = = 0,46
𝐹𝑐𝑓 3,5
Beban Sumbu Beban Faktor Analisa Fatik Analisa Erosi
Jenis Repetisi yang
Rencana Per Tegangan dan Repetisi Persen Rusak Repetisi
Sumbu ton kN terjadi Persen Rusak (%)
roda (kN) Erosi ijin (%) ijin
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] = ([5]*100) / [7] [9] [10] = ([5]*100) / [9]
6 60 33 4077140,751 TE = 1,077 6 x10^6 67,952 TT 0
5 50 27,5 1277176,621 FRT = 0,30 TT 0 TT 0
STRT 4 40 22 9578824,656 FE = 1,949 TT 0 TT 0
3 30 16,5 2873647,397 TT 0 TT 0
2 20 11 9578824,656 TT 0 TT 0
8 80 22 1277176,621 TE = 1,613 TT 0 TT 0
STRG 5 50 13,75 2873647,397 FRT = 0,46 TT 0 TT 0
FE = 2,548 TT 0 TT 0
14 140 19,25 4077140,751 TE = 1,345 TT 0 TT 0
STdRG 7 70 9,625 810515,9324 FRT = 0,35 TT 0 TT 0
FE = 2,546
TOTAL 36424094,78 67,952 % < 100 % 0 % < 100 %
Catatan :
Jumlah roda per sumbu :
STRT = 2 roda
STRG = 4 roda
STdRG = 8 roda
Contoh perhitungan :
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑁 ×𝐹𝑘𝑏 60×1,11
Beban rencana per roda (kN) = = = 33
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑜𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑢 2
Dengan begini tebal slab beton taksiran sebesar 170 mm dapat memenuhi kabutuhan tebal perkersan kaku pada jalan yang akan
dibuat, karena presentase dari analisis fatik dan faktor erosi dibawah 100 %
170 mm
125 mm