RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA UNGGUL DEL
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (Pertemuan 1)
A. Kompetensi Inti
KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pen
getahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1 1.6. Bersyukur kepada Tuhan 1.6.1 Menerima nilai-nilai persatuan dan
Yang Maha Esa atas kesatuan bangsa dalam Negara
Nilai-Nilai Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia.
Kesatuan bangsa dalam 1.6.2 Meyakini nilai-nilai persatuan dan
Negara Kesatuan kesatuan bangsa dalam Negara
Republik Indonesia Kesatuan Republik Indonesia.
2 2.6. Bersikap proaktif dalam 2.6.1 Memiliki sikap proaktif dalam
menerapkan nilai-nilai menerapkan nilai - nilai persatuan
persatuan dan kesatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara
bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesatuan Republik 2.6.2 Mengamalkan sikap proaktif dalam
Indonesia. menerapkan nilai-nilai persatuan dan
kesatuan bangsa dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
3 3.6. Mengidentifikasi faktor 3.6.1 Menjelaskan makna Persatuan dan
pendorong dan Kesatuan Bangsa.
penghambat persatuan 3.6.2 Menjelaskan aspek-aspek kehidupan
dan kesatuan bangsa bangsa dilihat dari aspek alamiah.
dalam Negara Kesatuan 3.6.3 Menjelaskan aspek-aspek kehidupan
Republik Indonesia. bangsa dilihat dari aspek sosial.
4 4.6. Menyaji hasil identifikasi 4.6.1 Menyaji hasil identifikasi makna
tentang faktor pedorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa
dan penghambat 4.6.2 Menyaji hasil identifikasi aspek-
persatuan dan kesatuan aspek kehidupan bangsa dilihat dari
bangsa dalam Negara aspek alamiah dan sosial.
Kesatuan Republik
Indonesia
C. Tujuan Pembelajaran :
Melalui pembelajaran aktif dengan model pembelajaran discovery learning,
peserta didik mengalami pembelajaran bermakna sehingga memiliki
kompetensi untuk Menerima nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Meyakini nilai-nilai persatuan dan
kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Memiliki
sikap proaktif dalam menerapkan nilai - nilai persatuan dan kesatuan bangsa
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Mengamalkan sikap proaktif
dalam menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara
Kesatuan Republik Indonesia, Menjelaskan makna Persatuan dan Kesatuan
Bangsa, Menjelaskan aspekaspek kehidupan bangsa dilihat dari aspek
alamiah, Menjelaskan aspek-aspek kehidupan bangsa dilihat dari aspek sosial,
Menyaji hasil identifikasi makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa, dan
Menyaji hasil identifikasi aspek-aspek kehidupan bangsa dilihat dari aspek
alamiah dan sosial.
D. Materi Pembelajaran
Makna Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
1. Fakta
Persatuan dan Kesatuan
Negara Kesatuan Repoblik Indonesia
2. Konsep
Kehidupan Bernegara dalam konsep NKRI
Faktor Pendong dan Penghambat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Indonesia
3. Prosedur
Sikap Menjaga Keutuhan NKRI
4. Metakognitif
Tindakan yang menunjukkan sikap menjaga keutuhan NKRI
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model pembelajaran : Discovery Learning dengan
Debate
3. Metode : Diskusi dan Penugasan
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media
- [Link]
- Video
Alat dan Bahan
- White Board
- Spidol
- Laptop
- Infocus
Sumber Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Kelas XI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Rencana Strategis (Renstra), Kementerian Luar Negeri selama
2015-2019
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ketiga (90 menit )
No Kegiatan Alokasi
Proses Pembelajaran
Waktu
1 Pendahuluan 1 Guru menyampaikan ucapan 10
Persiapan
salam menit
Guru menyiapkan fisik dan
psikis peserta didik
2 Guru melakukan pembukaan dengan
Absensi
salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai
sikap disiplin dan menyanyikan lagu
nasionalisme
3 Guru mengondisikan suasana
Motivasi
belajar yang menyenangkan,
misalnya dengan memberikan
motivasi atau bercerita kejadian
faktual yang berkaitan dengan
Peran Indonesia dalam Perdamaian
Dunia.
4 Melakukan apersepsi tentang
Apersepsi
Materi Ancaman Terhadap
NKRI.
Guru menyampaikan indikator
yang akan dicapai pada
pertemuan pertama
Kegiatan Inti
Sintak Model 70
Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran Menit
Stimulation Guru Menanya kepada siswa tentang
(stimullasi/ pemahaman siswa berkaitan Makna
pemberian Persatuan dan Kesatuan.
Guru meminta peserta didik untuk
rangsangan)
mengamati video yang telah disiapkan
oleh Guru, yaitu berkaitan dengan
Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Indonesia.
Guru menanamkan sikap cermat dan
fokus terhadap pengamatan yang
dilakukan siswa berdasarkan video
tersebut.
Problem Siswa diminta mencatat permasalahan
statemen apa saja yang ada di dalam video
(pertanyaan/ tersebut.
identifikasi Guru menjelaskan Model Pembelajaran
masalah) yang akan dilaksanakan oleh siswa yaitu
Debat dengan Topik “Persatuan dan
Kesatuan dalam aspek sosial budaya Di
Era pemerintahan Jokowi”
Data Guru membagi siswa menjadi 2
collection kelompok peserta debat, yang kelompok
(pengumpulan pertama Pro dan Kelompok dua Kontra
data) dengan duduk berhadapan antar
kelompok.
Data Guru memberikan waktu selama 5 menit
processing untuk menguasai materi dari topik yang
(pengolahan sudah diberikan Guru Setelah selesai
Data) membaca materi, Guru menunjuk salah
satu anggota kelompok pro
Comunication Peserta didik semuanya harus
(Mengkomunikasika memberikan argumennya dan beradu
n))Generalizatio pendapat untuk mempertahankan
(menarik argumennya masing-masing.
kesimpulan) Setiap kelompok harus komitmen
dengan materi yang disampaikan jika ia
kelompok Pro begitu juga sebaliknya
untuk kelompok yang kontra.
Kegiatan Penutup 10
Menit
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi
pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal
Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat
proses pembelajaran yang telah dilakukan
Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya
Guru memberikan tugas dan mengakhiri pembelajaran dengan
berdoa bersama
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi
pembelajaran melalui tanya jawab secara klasikal
Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat
proses pembelajaran yang telah dilakukan
Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya
Guru memberikan tugas dan mengakhiri pembelajaran dengan
berdoa bersama.
H. Penilaian
1. Kompetensi Sikap Spiritual
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Penilaian : Lembar Observasi
2. Kompetensi Sikap Sosial
Teknik Penilaian : Observasi
Bentuk Penilaian : Lembar Observasi
3. Kompetensi Pengetahuan
Teknik Penilaian : Tes Tertulis
Bentuk Penilaian : Lembar Nilai Tes
Kisi Kisi
4. Kompetensi Keterampilan
Teknik Penilaian : Observasi Diskusi dan Unjuk Kerja Presentasi
Bentuk Penilaian : Rubrik Penilaian
I. Lampiran-Lampiran
Materi Pembelajaran
Instrumen Penilaian
RPP KD 6 Pertemuan 1
Materi
Persatuan
dan Kesatuan
Bangsa
dalam NKRI
Aspek-aspek kehidupan
bangsa dilihat dari aspek
alamiah
aspek-aspek kehidupan
bangsa dilihat dari aspek
sosial
Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Persatuan/kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak
terpecah-belah. Persatuan/kesatuan mengandung arti “bersatunya macam-macam
corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.”
Persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas
dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat.
Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sudah tampak saat proklamasi
kemerdekaan bangsa Indonesia yang juga merupakan awal dibentuknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Negara Indonesia yang diproklamasikan oleh para
pendiri negara adalah negara kesatuan. Pasal 1 ayat (1) UUD. Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 menyatakan, “Negara Indonesia adalah negara kesatuan
yang berbentuk republik”. Sila ketiga Pancasila menegaskan kembali bagaimana
tekad bangsa Indonesia mewujudkan persatuan.
Namun, apabila hal-hal yang berhubungan dengan arti dan makna
persatuan Indonesia dikaji lebih jauh, terdapat beberapa prinsip yang juga harus
kita hayati serta kita pahami, lalu kita [Link]-prinsip yang berhubungan
dengan arti dan makna persatuan Indonesia yang dimaksud adalah sebagai
berikut.
Di dalam persatuan dan kesatuan setiap negara khususnya Indonesia,
terdapat 3 makna penting di dalamnya.
1. Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling
melengkapi antara satu sama lain.
2. Menjalin rasa kemanusiaan dan tingginya sikao saling toleransi serta
keharmonisan untuk hidup secara berdampingan.
3. Menjalin rasa persahabatan,kekeluargaan dan sikap saling tolong
menolong antar sesama dan bersikap nasionalisme.
Intinya, makna dari sebuah persatuan dan kesatuan haruslah saling bahu-
membahu untuk mempertahankan, merebut dan saling mengisi.
Aspek- aspek Kehidupan Bangsa dari Aspek
Alamiah
Dalam usaha meningkatkan Persatuan dan Kesatuan, setiap bangsa
berupaya untuk mebangun segala aspek-aspek yang dapat mendukung hal tersebut
sehingga tujuan bangsa dan negara dapat terwujud. Berikut adalah aspek-aspek
yang mendukung dalam mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
1. Aspek alamiah
Aspek alamiah merupakan aspek ketahanan nasional yang bersifat statis.
Artinya, aspek tersebut tidak berubah menurut waktu (tetap) sehingga kondisi
tersebut sangat sulit untuk dipantau karena berhubungan dengan kondisi yang
sangat kompleks. Aspek ini sering juga disebut dengan Trigatra. Aspek alamiah
terdiri atas 3 bagian, yaitu :
a. Geografi
Aspek geografi merupakan aspek berhubungan dengan kondisi geografis
sebuah bangsa seperti, letak suatu negara tertentu. Seperti kita ketahui bahwa
negara Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan. Kondisi tersebut
tentu berpengaruh dalam upaya pertahanan nasional Indonesia. Letak geografis
suatu wilayah yang berbeda tentu dapat menyulitkan upaya penstabilan kondisi
suatu negara, untuk itu diperlukan kerjasama antar setiap warga negara sehingga
konsepsi pertahanan nasional tetap terjaga keutuhannya.
b. Kependudukan
Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan
jumlah penduduk tertinggi di dunia. Akan tetapi, kemampuan sumber daya
manusia di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena
jumlah pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pengelolaan sumber daya
manusia manusia. Jika kondisi tesebut terus-menerus terjadi, maka bukan tidak
mungkin negara Indonesia akan dipandang rendah oleh negara lain. Kondisi
tersebut tentu akan menjadi ancaman bagi negara Indonesia dalam menjaga
kestabilan negara, sehingga perlu dilakukan suatu usaha pencegahan guna
melawan berbagai ancaman yang dapat mengganggu pertahanan nasional. Usaha
tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah saja tetapi kerjasama seluruh warga
negara Indonesia.
c. Sumber daya alam
Negara Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara yang kaya akan
sumber daya alam. Berbagai sumber daya alam yang dihasilkan sangat melimpah,
seperti bahan tambang. Akan tetapi, pengelolaan akan sumber daya tersebut yang
ada masih sangat minim. Hal tersebut memungkinkan bagi negara lain untuk
mengeksploitasi sumber daya yang ada. Bila hal tersebut terjadi, maka akan
sangat mudah bagi negara lain untuk mengambil sumber-sumber kekayaan alam
yang ada.
2. Aspek Sosial
Aspek sosial yang bersifat dinamis, artinya dapat berubah seiring dengan
perkembangan IPTEK. Aspek ini sering juga disebut Saptagtra, yang meliputi :
a. Aspek ekonomi
Ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dalam usaha menjaga kestabilan
perekonomian nasional sehingga berjalan secara dinamis dengan berlandaskan
pada Pancasila dan UUD 1945. Perwujudan hal tersebut tentu harus dilaksanakan
secara sehat dengan melaksanakan segala hal yang menunjang terwujudnya upaya
tersebut, yaitu :
Sistem perekonomian Indonesia mampu menciptakan kesejahteraan dan
kemakmuran yang adil dan merata sebagai mana tercantum dalam UUD
1945 dan berlandaskan Pancasila.
Dalam sistem perekonomian kerakyatan, harus menghindari hal-hal
yang dapat mematikan sektor-sektor perekonomian seperti monopoli,
estatistme dan sistem free fight liberalism.
Adanya keseimbangan dalam setiap sektor perekonomian diantaranya
sector pertanian, industi dan jasa
Pemerataan pembangunan dalam perekonomian harus selalu
mempertimbangkan antara sektor dan wilayah secara merata.
b. Aspek sosial budaya
Aspek sosial budaya adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu
negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik ancaman,
gangguan serta hambatan dalam kebudayaan negara baik yang berasal dari dalam
ataupun luar negeri guna menghindari kebudayaan negara baik yang berasal dari
dalam ataupun luar negeri guna menghindari pengaruh-pengaruh budaya asing
yang bersifat negatif. Wujud ketahanan tersebut terlihat dalam kehidupan
masyarakat di Indonesia yang senantiasa menciptakan suasana yang rukun dan
harmonis dalam kehidupan soial. Selain itu, wujud pengembangan kebudayaan
bangsa Indonesia diterapkan dalam keseharian dan pengembangan potensi dalam
usaha menciptakan masyarakat bermoral.
c. Aspek pertahanan dan keamanan
Aspek pertahanan dan keamanan adalah salah satu usaha yang dilakukan
oleh suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik
ancaman, gangguan serta hambatan dalam menjaga pertahanan dan keamanan
negara baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri yang dapat mengganggu
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka memelihara
stabilitas nasional, dibutuhkan beberapa sikap yang dapat mendorong terwujudnya
ketahan nasional yaitu :
Sikap semangat juang dalam usaha memelihara ketahanan nasional
dengan menumbuhkan potensi dalam setiap diri dalam usaha
peningkatan stabilitas nasional.
Menumbuhkan sikap sadar dan peduli pada diri sehingga penerapan
aspek-aspek tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.
Sikap-sikap tersebut sangat diperlukan sehingga pengaruh-pengaruh baik
dari luar maupun dalam negeri yang mengganggu stabilitas nasional dapat dicegah
dan ketahanan Indonesia dapat terwujud.
d. Aspek politik
Aspek politik adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu negara
dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan politik baik ancaman,
gangguan serta hambatan dalam menjaga stabilitas kehidupan politik negara.
Kondisi politik yang sehat dan dinamis dapat mempengaruhi proses pelaksanaan
usaha pertahanan nasional. Pengaruh aspek tersebut adalah :
Memberikan citra positif Indonesia kepada negara lain, hal tersebut
dapat dilakukan melakukan kerjasama /diplomasi, pertukaran
pelajar dan lain-lain.
Mengembangkan peningkatan kerjasama antar negara guna
meningkatkan kepentingan nasional.
Meningkatkan kualitas SDM sehingga mampu bersaing dengan
negara lain dalam upaya mengembangkan potensi.
Meningkatkan upaya pembenahan sistem pendidikan dalam negara
sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan.
e. Aspek ideologi
Aspek ideologi merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu
negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik ancaman,
gangguan serta hambatan dalam menjaga ideologi negara. Aspek ini merupakan
salah satu aspek terpenting dalam negara. Apabila aspek ideologi tidak dapat
dilaksanakan dengan baik maka stabilitas nasional dapat terancam. Ancaman
tersebut dapat mengkibatkan konflik yang berkepanjangan. Jika hal tersebut
terjadi maka pertahanan nasional Indonesia akan sangat mudah dipengaruhi oleh
gangguan-gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan suatu upaya yang mampu
menanggulangi hal tersebut, yaitu :
Mengamalkan setiap pokok-pokok ajaran Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari.
Mengembangkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dalam usaha menjaga
persatuan dan kesatuan.
Menanamkan sikap moral yang berdasarkan Pancasila melalui
pendidikan baik formal maupun nonformal.
Instrumen Penilaian
A. Penilaian Sikap
Sikap Spritual
No Aspek Pengamatan Rubrik Penilaian
1 Berdoa sebelum sesudah 4 = selalu, apabila selalu
dan
menjalankan sesuatu melakukan sesuai pernyataan
2 Memberi salam pada saat awal dan 3 = sering, apabila sering
melakukan sesuai pernyataan
akhir presentasi sesuai agama yang
dan kadang - kadang tidak
dianut. melakukan
3 Mengucapkan syukur ketika berhasil
2 = kadang-kadang, apabila
mengerjakan sesuatu kadang-kadang melakukan dan
4 Memelihara hubungan baik dengan sering tidak melakukan
sesame umat ciptaan Tuhan Yang 1 = tidak pernah, apabila tidak
Maha Esa pernah melakukan
JumlahSkor 16
Sikap Sosial
Aspek Penilaian Rubrik Penilaian
Jujur 4 = selalu, apabila selalu melakukan
1. Tidak nyontek dalam mengerjakan tugas sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan
2. Tidak melakukan plagiat sesuai pernyataan dan kadang -
(mengambil/menyalin karya orang lain kadang tidak melakukan
tanpa menyebutkan sumber) dalam 2 = kadang-kadang, apabila kadang-
mengerjakan setiap tugas kadang melakukan dan sering
Toleransi
3. Melaksanakan tugas individu dengan baik tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah
4. Tidak menuduh orang lain tanpa bukti
melakukan
yang akurat
Jumlah 16
Tabel Penilaian Sikap Spritual dan Sikap Sosial
No Nama Siswa Penilaian Sikap
Sikap Spritual Skor Sikap Sosial Skor
1 2 3 4 1 2 3 4
B. Penilaian Pengetahuan
No Kommpetensi Indikator Indikator Pencapaian Level Bentuk Nomor
Dasar Soal kompetensi Kognitif Soal Soal
3.6. Mengidentifikasi Disajikan Menjelaskan makna C4 Pilihan
dalam buku Persatuan dan berganda
faktor pendorong dan
siswa PPKn Kesatuan Bangsa. dan
penghambat persatuan Menjelaskan aspek-
k 13 Uraian
dan kesatuan bangsa aspek kehidupan
Penerbit
bangsa dilihat dari
dalam Negara Erlangga aspek alamiah.
Kesatuan Republik Menjelaskan aspek-
aspek kehidupan
Indonesia. bangsa dilihat dari
aspek sosial.
Menyaji hasil
Menyaji hasil
identifikasi tentang identifikasi makna
faktor pedorong dan Persatuan dan
penghambat Kesatuan Bangsa
persatuan dan Menyaji hasil
identifikasi aspek-
kesatuan bangsa
aspek kehidupan
dalam Negara bangsa dilihat dari
Kesatuan Republik aspek alamiah dan
Indonesia sosial.
Soal
Pilihan Berganda
1. Untuk memupuk persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari dapat
dilakukan dengan cara….
a. Mempelajari dan memahami kesenian tradisional
b. Mengadakan pertukaran pemuda antar daerah.
c. Mengakui keanekaragaman budaya daerah
d. Mengembangkan kebudayaan daerah masing-masing
2. Untuk memperoleh persatuan dan kesatuan, keterbukaan pada dasarnya
sesuatu yang sangat penting karena keterbukaan adalah….
a. sesuatu yang bisa dilakukan semua pihak
b. hanya bisa dilakukan semua pejabat
c. ketentuan dalam penyelenggaraan Negara
d. tradisi aparatur Negara
3. Persatuan dan kesatuan kokoh apabila….
a. setiap orang saling terbuka terhadap kepentingannya.
b. setiap golongan bangsa berani membuka aibnya.
c. para pemimpin mampu membuka dirinya
d. tidak ada kesewenang-wenangan dalam kehidupan
4. Upaya membina persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari hari antara lain....
a selalu menerima pendapat dari orang lain
b. mengendalikan sikap dan tutur kata
c. memelihara diri terhadap pengaruh asing
d. bersikap rendah diri dalam pergaulan
5. Sikap yang dapat merusak persatuan dan kesatuan adalah…
a. Mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum
b. Gotong royong
c. Rela berkorban
d. Bersemangat tinggi untuk memajukan Indonesia
Uraian Test
1. Jelaskan peran serta masyarakat dalam mempertahankan persatuan dan
kesatuan bangsa?
2. Jelaskan persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari aspek alamiah dan
aspek sosial.
3. Bagaimana cara kita menjaga persatuan dalam negara yang memiliki
keanekaragaman budaya?
4. Mengapa persatuan dan kesatuan sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara?
5 .Apa manfaat keanekaragaman yang ada di Indonesia dalam upaya
meningkatkan persatuan bangsa?
Kunci Jawaban
Pilihan Berganda
1.D
2.C
3.A
4.B
5.A
Jika jawabannya benar skornya 5 dan jika jawabannya salah skornya 0
x 100
C. Penilaian Keterampilan
Lembar Observasi Keterampilan dalam Debate
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai Keterampilan peserta didik. Berilah
rentan skor 1-4 pada kolom aspek penilaian sesuai keterampilan yang ditampilkan
oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
No Aspek Penilaian Keterangan Aspek
Nama Kelompok Nilai
. A B C D E Penilaian
1 A. Kejelasan isi paparan
2 B. Menyampaikan
3 gagasan dengan
lancar dan logis
4
C. Kerjasama
Dst dalamkelompok
D. Menanggapi
pernyataan dengan
lugas dan jelas
E. Menerima secara
logis pendapat
kelompok lain
Rubrik Penilaian:
Skor akhir = x 100
Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 4
Baik : apabila memperoleh skor : 3
Cukup : apabila memperoleh skor : 2
Kurang : apabila memperoleh skor : 1
Sitoluama, Januari 2018
Diketahui oleh
Kepala Sekolah SMA UNGGUL DEL Guru Mata Pelajaran PPKn
J.H.E Matulessy,[Link] Serius Duprisel Lubis, [Link]