0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
495 tayangan3 halaman

Tantangan Strategi Pemasaran Netflix

Dokumen ini membahas strategi globalisasi Netflix dalam ekspansi bisnisnya ke seluruh dunia. Strategi ini meliputi tiga fase yaitu awalnya memasuki pasar yang dekat secara geografis, kemudian memperluas ekspansi ke 50 negara, dan akhirnya memasuki 190 negara dengan memanfaatkan pengalaman dan pelajaran dari dua fase sebelumnya. Strategi kunci Netflix adalah menyediakan konten yang relevan secara lokal namun juga men

Diunggah oleh

Putu Ola
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
495 tayangan3 halaman

Tantangan Strategi Pemasaran Netflix

Dokumen ini membahas strategi globalisasi Netflix dalam ekspansi bisnisnya ke seluruh dunia. Strategi ini meliputi tiga fase yaitu awalnya memasuki pasar yang dekat secara geografis, kemudian memperluas ekspansi ke 50 negara, dan akhirnya memasuki 190 negara dengan memanfaatkan pengalaman dan pelajaran dari dua fase sebelumnya. Strategi kunci Netflix adalah menyediakan konten yang relevan secara lokal namun juga men

Diunggah oleh

Putu Ola
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MADE KASMAN

NIM : 2018008480

IMPLEMENTASI STRATEGI NETFLIX

Produk ekonomi kreatif yang sekarang berkembang pesat adalah Netflix yang berdiri
pada 1997, Netflix adalah aplikasi berbayar yang menyediakan layanan menonton tayangan
film di mana pun, kapan pun, dan hampir lewat media apa pun (smartphone, smartTV, tablet,
PC, dan laptop). Netflix hanya berada di A.S sebelum 2010, dan hanya di 50 negara pada
2015 dan pada 2017 netflix beroperasi di lebih dari 190 negara, dan hari ini hampir 73 juta
dari 130 juta pelanggannya berada di luar A.S. Pada kuartal kedua 2018, pendapatan
streaming internasionalnya melebihi pendapatan streaming domestik untuk pertama kalinya.

Pertumbuhan pada skala global atau pendekatan baru yang Louiss Brenann sebut
globalisasi eksponensial adalah faktor besar dalam kesuksesan Netflix, pendekatan tersebut
adalah siklus ekspansi yang dirancang dengan hati-hati, dilaksanakan dengan kecepatan
cukup tinggi ke banyak negara dan pelanggan. Tetapi strategi tersebut juga memiliki banyak
tantangan. Netflix harus mengamankan penawaran konten wilayah demi wilayah bahkan
negara demi negara. Netflix juga harus menghadapi beragam pembatasan peraturan nasional
di masing-masing negara, seperti pembatasan yang konten apa saja yang dapat disajikan di
pasar lokal. Pelanggan internasional juga banyak dari mereka tidak fasih berbahasa Inggris,
sehingga lebih sering tertarik pada pemrograman bahasa lokal. dan juga banyak pelanggan
potensial yang terbiasa dengan konten gratis, tetap ragu membayar layanan streaming sama
sekali.

Selain itu, persaingan yang kuat dalam streaming sudah ada di banyak negara. Di
Prancis dan India, misalnya, para produsen lokal menawarkan konten video berbahasa lokal,
sehingga Netflix kesulitan menghadapi hal tersebut. Di beberapa negara, seperti Jerman dan
India, pesaing seperti Amazon Prime sudah terbentuk lebih dahulu. Walaupun mayoritas
pelanggan Prime ada di A.S namun Netflix berhasil membuat terobosan bahkan ke pasar-
pasar tempat Prime datang pertama kali lewat konten-konten yang lebih variatif. Sekarang
Netflix, dengan jangkauan globalnya, memiliki lebih banyak pelanggan di seluruh dunia
daripada semua layanan streaming murni lainnya.
Keberhasilan Netflix dapat dikaitkan dengan dua langkah strategis – proses ekspansi
tiga tahap ke pasar baru dan cara kerjanya dengan pasar tersebut yang juga dapat digunakan
oleh perusahaan lain yang ingin melakukan ekspansi secara global.

Netflix dengan hati-hati memilih pasar awal untuk ekspansi yang bedekatan dalam hal
geografinya, mereka tidak mencoba memasuki semua pasar sekaligus. Mereka menganggap
ketika daerah geografinya dekat, prilaku pasarnya pun akan relative lebih mirip. Misalnya,
ekspansi internasionalnya yang paling awal, pada 2010, adalah ke Kanada, yang secara
geografis dekat dengan dan memiliki banyak kesamaan dengan Amerika Serikat. Netflix
dengan demikian dapat mengembangkan kemampuan internasionalisasi di lokasi-lokasi di
mana tantangan “asing” kurang kurang. Dengan melakukan hal itu, perusahaan belajar
bagaimana memperluas dan meningkatkan kemampuan di pasar internasional.

Dalam hal itu, fase pertama dari proses globalisasi adalah konsisten dengan model
ekspansi tradisional. Dari fase ini, Netflix akhirnya memiliki pengalaman dan pembelajaran
dari proses itu, Netflix mengembangkan kemampuan untuk berkembang menjadi beragam
pasar dalam beberapa tahun.

Fase kedua ini, melibatkan ekspansi internasional yang lebih luas, Netflix memperluas
jejaknya ke sekitar 50 negara, mengambil pelajaran yang dipelajarinya pada fase pertama
untuk beroperasi di berbagai pasar yang lebih luas. Pilihan pasar-pasar tersebut dipengaruhi
oleh tingkat daya tarik mereka, seperti dari kesamaan yang dimiliki bersama, kehadiran
konsumen menengah keatas dan ketersediaan internet cukup memadai. Fase kedua membantu
Netflix terus belajar tentang internasionalisasi dan bermitra dengan pemangku kepentingan
lokal sambil juga meningkatkan pendapatannya. Karena fase ini melibatkan ekspansi ke pasar
yang lebih jauh, hal tersebut ternyata didukung oleh investasi dalam konten yang disesuaikan
dengan preferensi geografi tersebut, serta investasi teknologi dalam hal big data dan analitik.

Fase ketiga, di mana kecepatan masuknya yang dipercepat membawa Netflix ke 190
negara, menggunakan semua yang telah dipelajarinya dari dua fase yang sudah mereka
lakukan. Mereka mendapatkan keahlian dalam mempelajari konten yang disukai konsumen,
jenis pemasaran yang mereka tanggapi, dan bagaimana perusahaan perlu mengatur kebijakan
dari setiap negara. Sekarang Netflix berfokus untuk menambahkan lebih banyak bahasa
(termasuk untuk subtitle), mengoptimalkan algoritme personalisasi untuk referensi konten
global, dan memperluas serangkaian kemitraan perangkat, operasi, dan pembayaran.
Netflix melihat produksi konten film tidak hanya lokal-untuk-lokal, tetapi juga lokal-
untuk-global. Dengan kata lain, ini bertujuan agar konten menarik audiens tidak hanya secara
local tempat diproduksi, tetapi juga lebih luas. Dengan demikian, Netflix berpotensi menuai
manfaat berinvestasi dalam konten lokal di seluruh dunia. Untuk mengatasi proses berlarut-
larut dalam penandatanganan perjanjian konten dengan studio besar secara regional atau
lokal, mereka mengejar kesepakatan lisensi global sehingga dapat menyediakan konten di
semua pasar sekaligus. Netflix juga mulai sumber konten yang diproduksi secara regional,
memberikan win-win untuk produsen ini, yang konten lokalnya dapat menemukan audiens
global. karena beroperasi di banyak negara, Netflix dapat mencoba berbagai pendekatan di
pasar yang berbeda. Dengan bertambahnya jumlah pelanggan internasionalnya, kinerja
algoritme prediktifnya terus meningkat. Kini Netflix memperoleh keuntungan pada kuartal
empat tahun lalu mencapai USD 3,286 miliar atau Rp 43,7 triliun, sejalan dengan prediksi
perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai