BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Dalam kehidupan bersosialisasi, tidak terlepas dari aktivitas transaksi barang maupun
uang. Terlebih pada transaksi simpan pinjam di suatu Bank. Pasti kita akan menemukan
beberapa keuntungan seperti bunga, suku bunga yang diperhitungkan untuk masa depan
keuangan dalam suatu organisasi.
Seseorang haruslah pintar–pintar mengelola uang. Apabila seseorang mengalami
kekurangan modal, maka orang tersebut akan meminjam ke suatu bank, walau demikian
haruslah memikir seberapa besar bunga yang akan dibayar ketika periode pembayaran
nantinya. Sehingga tidak akan memberatkan dalam masa pembayaran dan juga tidak ada
hambatan ketika membayar. Dan apabila dalam bekerja telah mendapatkan keuntungan maka,
saatnya mengembangkan keuntungan agar menjadi berlipat sehingga dapat digunakan untuk
masa kedepannya.
[Link] Masalah
1. Apa pengertian Aritmatika Sosial?
2. Bagaimana harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi dalam Aritmatika
Sosial?
3. Bagaimana persentase untung dan rugi dalam Aritmatika Sosial?
4. Bagaimana menghitung rabat(diskon), bruto, tara, dan neto dalam Aritmatika
Sosial?
5. Bagaimana menghitung bunga tabungan dan pajak dalam Aritmatika Sosial?
1
[Link]
1. Mengetahui pengertian Aritmatika Sosial
2. Mengetahui harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi dalam Aritmatika
Sosial
3. Mengetahui persentase untung dan rugi dalam Aritmatika Sosial
4. Mengetahui menghitung rabat(diskon), bruto, tara, dan neto dalam Aritmatika
Sosial
5. Mengetahui menghitung bunga tabungan dan pajak dalam Aritmatika Sosial
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Aritmatika Sosial
Aritmatika sosial adalah bidang atau cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang
matematika pada kehidupan sosial. Biasanya hal seperti ini selalu berkaitan dengan
matematika di bidang IPS seperti contoh Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Dahulunya
pengertian ini hanya berlaku untuk matematika yang sifatnya berada dalam kehidupan
ekonomi, namun sekarang aritmatika sosial digunakan dalam kehidupan sosial.
B. Harga pembelian, Harga penjualan, Untung, dan Rugi dalam Aritmatika Sosial
Harga pembelian dan harga penjualan
- Harga pembelian adalah sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli atau
memperoleh suatu barang.
- Harga penjualan adalah sejumlah uang yang diterima sebagai pengganti dari barang
yang dijual.
Contoh:
Amir membeli apel 4 kg dengan harga Rp. 40.000 lalu ia menjualnya kembali dengan harga
Rp.50.000. maka bisa dikatakan bahwa:
Harga beli 3kg Apel = Rp. 40.000
Harga Jual 3kg Apel = Rp. 50.000
Untung
adalah keadaan yang terjadi bila harga jual lebih tinggi dari harga beli.
Untuk memahami pengertian untung perhatikan contoh berikut:
Pak Umar membeli sebidang tanah dengan harga Rp 10.000.000,- kemudian karena ada
suatu keperluan pak Umar menjual kembali sawah tersebut dengan harga Rp 11.500.000,-.
3
Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti pak Umar mendapat
untung.
Selisih harga penjualan dengan harga pembelian
=Rp 11.500.000,- – Rp 10.000.000,-
=Rp 1.500.000,-
Jadi pak Umar mendapatkan untung sebesar Rp 1.500.000,-
Berdasarkan contoh diatas, maka dapat ditarik kesimpulan:
Penjual dikatakan untung jika jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga
pembelian.
Jadi,
Rugi
adalah keadaan yang terjadi apabila harga jual lebih rendah dari harga beli.
Contoh:
Ruri membeli radio bekas dengan harga Rp 150.000,- radio itu diperbaiki dan menghabiskan
biaya Rp 30.000,- kemudian Ruri menjual radio itu dan terjual dengan harga Rp 160.000,-
Modal (harga pembelian) = Rp 150.000,- + Rp 30.000,-
= Rp 180.000,-
Harga penjualan = Rp 160.000,-
Ternyata harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi Ruri mengalami rugi.
Selisih harga pembelian dan harga penjualan:
=Rp 180.000,- – Rp 160.000,-
=RP 20.000,-
Berdasarkan uraian diatas penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding
harga pembelian.
Jadi,
Rugi = harga beli – harga jual
4
C. Persentase untung dan rugi
Persen adalah besarnya keuntungan atau kerugian dibanding harga beli (pokok) yang
dinyatakan dengan perseratus.
1. Menentukan Persentase Untung atau Rugi
Pada persentase untung berarti untung dibanding dengan harga pembelian, dan persentase
rugi berarti rugi dibanding harga pembelian.
Persentase Untung = X 100 %
Persentase Rugi = X 100 %
Contoh soal 1:
Seorang pedagang membeli 1 kuintal beras dengan harga Rp6.000,00 per kg. Pedagang itu
menjual beras tersebut dan memperoleh uang sebanyak Rp620.000,00. Tentukan persentase
untung atau rugi pedagang itu!
Penyelesaian:
Misal harga pembelian kita misalkan dengan HB, harga penjualan HJ, untung U, dan
persentase untung %U maka:
HB = 100 x Rp6.000,00 (Ingat: 1 kuintal = 100 kg)
HB = Rp600.000,00
HJ = Rp620.000,00
Harga penjualan lebih besar dari harga pembelian maka pedagang itu mengalami untung
sebesar:
U = Rp620.000,00 – Rp600.000,00
U = Rp20.000,00
Persentase keuntungan pedagang itu adalah:
%U = (Untung/ Harga Pembelian) x 100%
%U = (20.000/ 600.000) x 100%
%U = 3,33%
5
Contoh Soal 2
Seorang pedagang buah membeli jeruk manis sebanyak 75 kg dengan harga Rp. 375.000,00.
Kemudian jeruk-jeruk itu dijual kembali Rp. 6.500,00 per kg. Tentukanlah:
a) Harga penjualan
b) Keuntungan yang diperoleh
c) Persentase keuntungannya
Penyelesaian:
Misalkan harga beli HB, harga jual HJ, keuntungan U, dan persentase keuntungan %U, maka:
a) Harga penjualan dapat dicari dengan mengalikan harga jual per kilo dengan banyaknya
jeruk dalam kilo juga.
HJ = 75 kg x Rp. 6.500,00/kg
HJ = Rp. 487.500,00
b) Keuntungan dapat dicari dengan mengurangi harga jual dengan harga beli.
U = Rp. 487.500,00 – Rp. 375.000,00
U = Rp. 112.500,00
c) Persentase keuntungan dapat dicari dengan rumus di atas yakni:
%U = (U/HB) x 100%
%U= (112.500/ 375.000) x 100%
%U= 30%
Contoh Soal 3
Seorang pedagang membeli 1 kuintal beras seharga Rp. 500.000,00 kemudian beras tersebut
ia jual seharga Rp. 5.500,00 per kg. Setelah ditimbang ternyata berasnya menyusut menjadi
90 kg. Tentukanlah:
a) Harga penjualan
b) Kerugian
c) Persentase kerugian yang diperoleh
Penyelesaian:
Misalkan harga pembelian HB, harga jual HJ, kerugian R, dan persentase kerugian %R.
a) Harga beli 1 kuintal (100 kg) beras adalah Rp. 500.000,00 dan penyusutan 10 kg, maka:
6
HJ = 90 kg x Rp. 5.500,00
HJ = Rp. 495.000,00
b) Kerugian dapat dicari dengan rumus harga pembelian dikurangi harga penjualan, maka:
R = HB – HJ
R = Rp. 500.000,00 – Rp. 495.000,00
R = Rp. 5.000,00
c) Persentase kerugian dapat dicari dengan rumus di atas maka:
%R = (R/HB) x 100%
%R = (5.000/500.000) x 100%
%R = 1%
D. Rabat(diskon), bruto, tara, dan neto
Rabat (diskon) adalah potongan harga.
Contoh:
Sebuah toko memberikan diskon 15 %, budi membeli sebuah rice cooker dengan harga
Rp 420.000. berapakah harga yang harus dibayar budi?
Jawab:
Harga sebelum diskon = Rp 420.000
Potongan harga = 15 % x Rp 420.000 = Rp 63.000
Harga setelah diskon = Rp 420.000 – Rp 63.000 = Rp 375. 000
Jadi budi harus membayar Rp 375.000
Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus:
Harga bersih = harga kotor – Rabat (diskon)
Harga kotor adalah harga sebelum didiskon
Harga bersih adalah harga setelah didiskon
7
Bruto, Tara, dan Neto
- Bruto adalah berat kotor.
- Netto adalah berat bersih.
- Tara adalah berat kemasan.
Contoh soal :
1. Ibu membeli 5 kaleng susu. Di setiap kaleng itu tertulis neto 1 kg. Setelah ditimbang
ternyata berat seluruh kaleng susu tersebut 6 kg. Berapakah bruto dan tara setiap kaleng ?
Penyelesaian :
Bruto setiap kaleng = 6 kg : 5 = 1,2 kg
Tara setiap kaleng = 1,2 kg – 1 kg = 0,2 kg
2. Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg sedangkan berat
kotor 0,08 kg, maka berat seluruhnya = 50kg + 0,08kg=50,8kg.
Berat karung dan pupuk yaitu 50,8 kg disebut bruto(berat kotor)
Berar karung 0,08 kg disebut tara
Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih)
Jadi hubungan bruto, tara, dan neto adalah:
Neto = Bruto – T ara
Jika diketahui persen tara dan bruto maka untuk mencari tara digunakan rumus:
Tara = Persen Tara x Bruto
Untuk setiap pembelian yang mendapat potongan berat(tara) dapat dirumuskan:
Harga bersih = neto x harga persatuan berat
8
E. Bunga tabungan dan pajak
1. Bunga tabungan (Bunga Tunggal)
Jika kita menyimpan uang dibank jumlah uang kita akan bertambah, hal itu terjadi karena
kita mendapatkan bunga dari bank. Jenis bunga tabungan yang akan kita pelajari adalah
bunga tunggal, artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya
tidak akan berbunga lagi. Apabila bunganya turut berbunga maka jenis bunga tersebut disebut
bunga majemuk.
Pada perhitungan bunga tunggal lambang-lambang yang dipakai sebagai berikut:
Modal/Pokok : P
Bunga :b
Suku Bunga :s
Waktu :t
Contoh:
Setiap siswa SD diwajibkan menabung setiap bulan di sekolah. tabungan Rachel di
sekolah setelah 10 bulan berjumlah Rp 100.000,-00. oleh bu guru tabungan Rachel di
sekolah dimasukkan di bank dan bunganya Rp 2.500,-00 pertahun. Tentukan besarnya
suku bunga!
Penyelesaian:
Modal : Rp 100.000,-00
Bunga : Rp 2.500,-00
s= b = 2.500 x 100% = 2,5% /1 tahun
M 100.000
9
2. Pajak
Pajak adalah statu kewajiban dari masyarakat untuk menterahkan sebagian kekayaannya
pada negara menurut peraturan yan di tetapkan oleh negara. Pegawai tetap maupun swasta
negeri dikenakan pajak dari penghasilan kena pajak yang disebut pajak penghasilan (PPh).
Sedangkan barang atau belanjaan dari pabrik, dealer, grosor, atau toko maka harga barangnya
dikenakan pajak yang disebut pajak pertambahan nilai (PPN).
Contoh:
Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp 1.000.000 dengan penghasilan tidak kena
pajak Rp 400.000. jika besar pajak penghasilan (PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang
diterima ibu tersebut?
Jawab:
Diketahui: Besar penghasilan Rp 1.000.000
Penghasilan tidak kena pajak Rp 400.000
Pengahasilan kena pajak = Rp 1.000.000 – Rp 400.000
= Rp 600.000
Pajak penghasilan 10 %
Ditanya: gaji yang diterima ibu tersebut
Jawab:
Besar pajak penghasilan = 10 % x Rp 600.000
= x Rp 600.000
= Rp 60.000
Jadi besar gaji yang diterima ibu tersebut adalah
= Rp 1.000.000 – Rp 60.000
= Rp 940.000
10
BAB III
PENUTUP
[Link]
Aritmatika sosial adalah bidang atau cabang ilmu matematika yang mempelajari
tentang matematika pada kehidupan sosial. Penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih
rendah dibanding harga pembelian dan sebaliknya,penjual dikatakan untung apabila harga
jual lebih tinggi dari harga [Link], netto dan tara adalah istilah-istilah yang berkaitan
dengan berat barang. Bruto adalah berat kotor suatu barang yaitu berat bersih dan berat
kemasan. Netto adalah berat bersih atau berat sebenarnya dari suatu barang. Sedangkan tara
adalah potongan berat suatu barang, yaitu berat kemasan.
[Link]
Sebaiknya kita dapat menguasai aritmatika sosial, karena hal tersebut sangat
bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari.
11