Laporan Praktikum Uji Coba Subneting
Mata kuliah: jaringan komputer
Dosen : Damar Eko C,[Link]
Disusun oleh: Wahyu Nur Hidayat
NIM :
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
POLSA KUTOARJO
2021
1. Tujuan
Mampu melakukan Konfigurasi IP Address di Komputer Jaringan
Memahami konsep teknik subnetting menggunakan metode VLSM
Memahami teknik penggunaan subnet mask
2. Dasar Teori
a. VLSM (Variable length Subnet Mask)
VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik
network (network administrator) dari blok IP yang diberikan padanya (sifatnya local dan
tidak dikenal di internet), adapun keuntungan dari subnetting vlsm:
Mengurang lalu lintas jaringan (reduced network traffic)
Teroptimasinya unjuk kerja jaringan (optimized network performance)
Pengelolaan yang disederhanakan (simplified management)
Membantu penembangan jaringan ke jarak geografis yang jauh (facilitated spanning ol
large geographical distance)
Menghemat ruang alamat
VLSM merupakan bentuk lain dari teknik subnetting akantetapi pada subnetting ini yang
digunakan bukan berdasarkan jumlah banyak IP dalam satu subnet/class melainkan
banyaknya host yang ingin dibuat. Hal ini membuat semakin banyak jaringan yang dapat
dipisahkan pada suatu subnet maupun class.
3. Skenario
Suatu jaringan pada sebuahperkantoran menggunakan ip address class c dengan alamat
network [Link]. Jaringan tersebut intin membagi jaringannya menjadi 5 buah subnet
per divisi dan masing-masing divisi tidak dapat saling berhubungan atau berkomunikasi
melalui jaringan lokal. Rincian hostper divisi sebagai berikut:
Subnet #1 (divisi Keuangan) sejumlah 50 Host.
Subnet #2 (divisi Tata Usaha) sejumlah 50 Host.
Subnet #3 (divisi R&D) sejumlah 50 Host.
Subnet #4 (divisi HRD) sejumlah 30 Host.
Subnet #5 (divisi Pelayanan) sejumlah 30 Host.
Rincian diatas tidak akan tercapai apabila menggunakan static subnetting. Untuk hal
tersebut apabila menggunakan subneting [Link] maka hanya akan didapat 4 subnet
dengan tiap-tiap subnet memiliki 64 host, akan tetapi untuk kasus ini dibutuhkan 5 subnet.
dan apabila menggunakan subnet [Link] mungkin bisa 8 subnet tetapi tiap subnet-
nya hanya memiliki jumlah host maksimal 32 host, padahal kita butuh 50 host untuk 3 subnet
dan 30 host untuk 2 subnet.
Cara Perhitungan Menggunakan VLSM
Diketahui alamat network [Link], karena masuk ke dalam kelompok ip klas c
maka subnet mask default-nya adalah [Link]
Desimal Biner
[Link] 11000000.10101000.00001010.00000000
[Link] 11111111.11111111.11111111.00000000
Pertama adalah kita tentukan berapa netmask yang akan digunakan untuk 3 divisi yang
jumlah client maksimalnya adalah 50 client atau 50 host. jika menggunakan teknik
subnetting CIDR paling memungkinkan adalah menggunakan netmask [Link]
dengan maksimal host adalah 62, dengan rincian sebagai berikut:
Desimal Biner
[Link] 11000000.10101000.00001010.00000000
[Link] 11111111.11111111.11111111.11000000
Jumlah subnet
n=2x
n=22
n=4
Menentukan jumlah host tiap subnet
Host =2 y −2
Host =26−2
Host = 62
Menentukan blok subnet dengan perhitungan : 256–192 = 64
Sehingga diperoleh blok subnet adalah kelipatan dari angka 64 dimulai dari 0.
Diperoleh 0, 64, 128, dan 192. Sehingga dari perhitungan tersebut didapattabel
dibawah ini,
#1 #2 #3 #4
Subnet
[Link] [Link] [Link] [Link]
Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link]
6
Broadcast [Link] [Link] [Link] [Link]
7
Maksimal Host 62 62 62 62
Jika menggunakan netmask [Link] untuk divisi keuangan, tata usaha dan &D
sudah lebih dari cukup karena kebutuhan host per divisi masimal hanya 50 host. Bagaimana
untuk divisi HRD dan pelayanan dimana jumlah host per divisinya adalah30 sedangkan
hanya tersisa satu subnet dengan maksimum host 62. Jika dilihat darijumlahnya mungkin
divisi HRD dan pelayanan dapat digabung dan menggunakan subnet ke #4, namun apakah
sesuai skenario? Jawabnya tidak, kedua divisi tersebut masih dapat berkomunikasi melalui
jaringan local. Langkah yang harus dilakukan adalah memecah lagi subnet terakhir menjadi 2
buah subnet work atau subnet baru akan sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.
Maka dilakukan teknik subnetting lagi untuk subnet terakhir #4 dengan network atau
alamat jaringan [Link].
Desimal Biner
[Link] 11000000.10101000.00001010.00000000
[Link] 11111111.11111111.11111111.11000000
Karena yang dibutuhkan adalah 30 client maka rumus yang digunakan terlebih dahulu
adalah;
2 y −2=30
2 y =32
y=5
dimana y tersebut adalah jumlah angka binary 0 pada octet terakhir netmask kelas C. dengan
demikian dapat diperoleh berapa jumlah angka binary 1 pada octet terakhir netmask tersebut.
Dari perhitungan tersebut diatas maka diperoleh netmask ;
Desimal Biner
[Link] 11111111.11111111.11111111.11100000
Kemudian dihitung blok subnet dengan rumus 256-224 = 32. Maka diperoleh kelipatan blok
subnet-nya adalah 32, namun tidak dimulai dari 0 melainkan dimulai dari 192 sesuai dengan
nomor jaringan pada subnet terakhir yang dipecah. Sehingga diperoleh blok subnet 192 dan
224. Dari data tersebut maka dibuatlah tabel sebagai berikut,
#1 #2
Subnet [Link] [Link]
2
Host Pertama [Link] [Link]
3
Host Terakhir [Link] [Link]
2
Broadcast [Link] [Link]
3
Maksimal Host 30 30
Dari hasil perhitungan tersebut maka diperoleh tabel sebagai berikut,
#1 #2 #3 #4 #5
Subnet
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Pertama [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Host Terakhir [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Broadcast [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Maksimal Host 62 62 62 30 30
Kebutuhan 50 50 50 30 30
Tersisa 12 12 21 0 0
Divisi Keuangan Tata Usaha R&D HRD Pelayanan
netmask [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
4
4. Alat dan Bahan
Software Simulasi Cisco Packet Tracer 7.3.1
5. Skenario Praktik
Uji coba teknik subnetting dengan konsep VLSM
6. Langkah Kerja
a. Buka Aplikasi Cisco Packet tracer 7.3.1
b. Klikicon end devices pada menu dibagian kiri bawah untuk menambahkan beberapa
komputer.
c. Kemudian pilih devices yang ada di sebelah kanan sidebar end devices untuk
ditambahkan dengan cara drag and drop pada lembar kerja.
d. M i s a l k a n k i t a p
kerja dan buat seperti gambar dibawah ini.
e. Sesuaikan pemasangan ip address dengan gambar diatas. Kemudian uji koneksi antar
kelima PC tersebut. Jika pengaturan ip address tersebut sesuai dengan gambar diatas
maka kelima PC tersebut tidak akan bisa terkoneksi karena kelimanya berbeda subnet.
Hal tersebut telah mensimulasikan teknik subnetting VLSM sesuai dengan scenario
diatas.
7. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, mengenai troubleshooting sistem dan
jaringan komputer maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1) Beberapa masalah yang sering terjadi pada sistem dan jaringan komputer antara lain yaitu:
masalah konektivitas, masalah kinerja jaringan, kegagalan komunikasi dsb.
2) Permasalahan mengenai sistem dan jaringan komputer, dapat diatasi dengan
melakukan beberapa cara atau langkah. Cara yang dapat dilakukan untuk
mengatasinya adalah dengan menggunakan alat (tools), penyelesaiannya dapat dilakukan
pada bagian hardware maupun software-nya. Beberapa alat
troubleshooting untuk software yang digunakan berbasiskan pada platform sistem operasi
(OS) Linux dan Windows.
3) Untuk mencegah terjadinya masalah (trouble) yang sering terjadi pada sistem dan jaringan
komputer, maka harus dilakukan kegiatan maintenance terhadap komponen hardware
maupun software yang berhubungan langsung dengan jaringan tersebut, secara
teratur/berkala, sehingga kemungkinan terjadinyanikhan Diskusi / tugas
a. [Pendalaman teknik CIDR] Hitunglahsubnetdari [Link]/28! Buatlah simulasi pada
packet tracert dimana persubnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer !
[Teknik VLSM] Misalkan ada sebuah perusahaan terbagi dalam 5 buah divisi yaitu
A, B, C, D dan E. Divisi A terdiri dari 30 komputer, divisi B terdiri dari 25 komputer,
divisi C terdiri dari 20 komputer, divisi D terdiri dari 14 komputer, dan divisi E terdiri
dari 14 komputer. Setting ip address 5 buah komputer dengan network atau nomor
jaringan awal adalah [Link]. Bagaimana hasilnya dan sertakan perhitungannya
secara detail?