[NAMA SKENARIO DENGAN HURUF BESAR]
Tips untuk menulis nama skenario:
Buat nama sememikat mungkin.
Pikirkan tema cerita: jika ini film misteri/menegangkan, judul yang menimbulkan
pertanyaan akan sangat bagus!
Apakah judul menginspirasi? Apakah judul membangkitkan emosi yang diinginkan?
Gunakan alat modern seperti Penganalisis Judul.
Ditulis oleh
[NAMA PENULIS]
Untuk baris ditulis oleh, sebutkan semua penulis skenario. Pisahkan dua nama dengan ‘&’
bukan ‘dan’.
[Nama Perusahaan Anda/Agensi]
[Alamat]
[Nomor Telepon]
[Alamat Email]
FADE IN:
INT/EXT. [LOKASI] — SIANG/MALAM
Baris ini memberi informasi tentang tempat adegan berlangsung. Ada tiga bagian di
dalamnya. Setiap bagian harus ditulis dengan huruf besar semua.
Bagian 1: Tentukan apakah adegan akan dibidik di dalam atau luar ruangan. INT untuk
dalam ruangan dan EXT untuk luar ruangan. INT atau EXT selalu diakhiri dengan tanda
titik.
Bagian 2: LOKASI. Menunjukkan lokasi adegan dibidik.
Bagian 3: Waktu dalam sehari. Menunjukkan apakah adegan berlangsung pada SIANG
atau MALAM hari.
[AKSI]
AKSI menjelaskan adegan skenario dalam bentuk waktu kini. Beri tahu audiens apa yang
terjadi dan bagaimana terjadinya. Buat seakurat mungkin sehingga tidak ada kemungkinan
pembaca akan kebingungan. Tanyakan diri Anda sendiri: dapatkah pembaca
memvisualisasikan hal yang berusaha Anda sampaikan secara visual?
[Perkenalkan KARAKTER yang akan muncul di layar untuk pertama
kalinya. Tuliskan nama dengan HURUF BESAR.]
[NAMA KARAKTER-1] [V.O., O.C., ATAU O.S.]
Setelah nama karakter, tunjukkan bagaimana karakter akan
memulai kalimatnya: Tuliskan V.O. jika voiceover, O.C. untuk
Off-Camera, atau O.S. untuk Off-Screen.
[Dialog]
Dialog menunjukkan teks yang diucapkan karakter tertentu.
[Perkenalkan KARAKTER-2 yang akan muncul di layar pertama
kalinya. Tuliskan nama dengan HURUF BESAR.]
[NAMA KARAKTER-2]
[Dialog]
[NAMA KARAKTER-1]
[Dialog]
[NAMA KARAKTER-2]
[Dialog]
(SELENGKAPNYA)
SELENGKAPNYA menunjukkan bahwa dialog karakter ini berlanjut ke halaman berikutnya.
[NAMA KARAKTER-2] (LANJUTAN)
LANJUTAN menunjukkan bahwa karakter yang sama dari halaman sebelumnya masih terus
berbicara.
[Dialog terus berlanjut...]
[NAMA KARAKTER-1]
[Dialog]
DISSOLVE TO:
Gunakan “TRANSISI” ini antara dua adegan. Transisi dapat digunakan kapan saja dalam
skenario, dan bersama dengan jenis transisi lain. DISSOLVE TO digunakan dalam contoh ini
untuk menunjukkan waktu yang cukup panjang. Transisi lain seperti CUT TO atau QUICK CUT
juga banyak digunakan.
INT/EXT. INT/EXT. — INT/EXT.
[Deskripsi adegan-2]
[NAMA KARAKTER-2]
[Dialog]
[NAMA KARAKTER-1]
[Dialog]
[NAMA KARAKTER-2]
[Dialog]
[NAMA KARAKTER-1]
[Dialog]
FADE OUT.
FADE OUT penutup ini merupakan kesepakatan standar yang menunjukkan akhir skenario.
TAMAT
PANDUAN UNTUK PENULIS SKENARIO
Templat yang sederhana dan mudah digunakan ini dirancang agar ide kreatif Anda dapat
mengalir bebas tanpa perlu mengkhawatirkan tentang teknis pemformatan skenario. Gaya
templat ini telah disiapkan agar pemformatan skenario tradisional mudah dilakukan dan
sederhana dengan beberapa klik saja. Semuanya sudah disiapkan untuk Anda, Anda hanya
tinggal duduk dan menulis cerita Anda!
Jika ide, baik yang berhubungan maupun tidak, muncul di pikiran saat Anda sedang menulis
skenario, tuliskan ide itu di komentar dokumen ini atau di tempat lain. Anda bisa kembali lagi ke
ide itu nanti atau mengembangkan ide Anda saat ada waktu.
Sebelum mulai menulis skenario, tanyakan diri Anda:
Apakah Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah Anda dengan baik, misalnya:
o Apakah karakter dan plot keseluruhan jelas, dijabarkan dengan baik, dan mudah diikuti
dalam pikiran?
o Dapatkah Anda memvisualisasikannya dengan cukup mendetail?
o Jelaskah gambaran Anda mengenai cerita secara mendetail sebelum Anda mulai
menulis?
o Sudahkah Anda benar-benar memperhatikan bagian pembuka, inti cerita, dan bagian
penutup?
o Apakah pembukaan Anda cukup memikat untuk memesona orang dalam beberapa baris
pertama sehingga mereka tidak akan kehilangan minat terhadap cerita sebelum
diceritakan?
Apakah karakter dijabarkan dengan baik, misalnya, sudahkah Anda:
o Menjabarkan kepribadian dan bahasa tubuh karakter?
o Benar-benar membayangkan bagaimana karakter Anda seharusnya muncul di layar?
o Benar-benar memikirkan tentang berapa seharusnya usia karakter, bagaimana
penampilan, adat-istiadat, dan kebiasaannya?
o Memberi dasar bagi sutradara dan perancang busana untuk bekerja menghidupkan
karakter Anda?
Apakah lokasi sudah ditentukan/dipikirkan?
Siapakah sasaran audiens Anda? Apa kesukaan mereka?
Memang, Anda dapat terus menyempurnakan skenario sampai Anda benar-benar puas dengan
seluruh cerita, tetapi sangat bagus menjawab semua pertanyaan ini sebelum memulai. Bagian
pembukaan sangat penting untuk meraih perhatian audiens. Ketika menjawab pertanyaan yang
diajukan di atas, cobalah melihat dengan kacamata audiens.
Skenario pada akhirnya akan dibuat menjadi film. Pastikan bahwa skrip Anda dikomunikasikan
secara visual.
Jika Anda ingin membangun adegan yang suram, cobalah menulis dengan cara ini: adegan
yang gelap dan suram baik secara visual (deskripsi adegan) maupun verbal (dialog).
Di sisi lain, skenario yang riang dan semarak harus ditulis dengan cara yang berbeda: penuh
warna dan gilang-gemilang.
Ingatlah, Anda sedang bercerita secara visual, lewat kamera, bukan menulis buku yang
menyerahkan imajinasi kepada pembaca!
Pengenalan karakter harus mendetail dan akurat sehingga aktor atau aktris bisa mewujudkan
visi Anda di layar. Ingatlah, media visual sangat luar biasa dan dapat mengikutsertakan detail
yang terkecil. Semakin deskriptif skenario Anda, semakin baik! Dalam pengenalan karakter,
sebutkan:
Penampilan,
Busana,
Kebiasaan,
Bahasa tubuh, dan
Sampai sedetail apa karakter harus digambarkan?
Anda mungkin ingin memerinci beberapa karakter, supaya pemirsa dapat mengetahuinya
dengan baik, sementara Anda hanya memberi detail singkat pada beberapa karakter lain, yang
tidak terlalu penting.
Tulis skenario di tempat yang Anda rasa secara alami paling baik bagi Anda dan menginspirasi
Anda untuk menulis. Bagi beberapa orang, alam adalah tempat yang mereka sukai untuk
mendapatkan inspirasi. Bagi yang lain, duduk sambil minum kopi di depan jendela ada tempat
terbaik untuk menulis. Di mana tempat terbaik Anda?
Jangan beri ruang sedikit pun untuk kebingungan, usahakan agar Anda sejelas mungkin.
Jangan bergantung pada ingatan, ingatan pasti akan mengecewakan Anda! Jika sebuah ide, baik
berkaitan maupun tidak, muncul dalam pikiran Anda, catat ide itu coret-coretan, atau di
templat coret-coretan, atau di komentar dokumen ini, supaya Anda bisa melihatnya kembali
nanti dan mengembangkannya saat Anda ada waktu. Ada banyak ide hebat akhirnya hilang
hanya karena tidak dicatat tepat waktu.
Bantuan Pemformatan
Setelah selesai menggunakan instruksi templat ini, klik dan hapus teks tips berwarna biru.
Tekan DELETE sekali lagi untuk membersihkan sisa spasi baris yang tadinya tempat teks tips.
Tindakan ini memastikan Anda mulai mengetik di bagian yang diformat sebelumnya.
Saat Anda ingin memperbarui teks placeholder, cukup klik pada teks dan mulai mengetik. Gaya
bawaan sudah diterapkan pada semua teks placeholder dan akan terus dipakai saat Anda
memasukkan teks.
Ingin mengubah format pada salah satu sisipan Anda? Gunakan grup Gaya di Pita Beranda
untuk memformat teks dengan satu klik.