2.
Pendekatan : Dengan bertumpu pada inisiatif dan partisipasi penuh warga masyarakat,
maka penerapan CD/LD lebih ditekankan kepada upaya untuk mengembangkan kapasitas
warga masyarakat (client-centered) daripada pemecahan masalah demi masalah (problem-
centered). Bagi para perancang program pengembangan masyarakat, locality development
berarti program pendidikan bagi masyarakat untuk mampu mengaktualisasikan dirinya
sendiri dalam program-program pembangunan.
3. Kandungan operasional dalam Locality Development. a. Kepemimpinan lokal Dengan
system kemasyarakatan local yang relative masih bersifat organis dengan pola interaksi
harmonis, maka dalam perencanaan dan implementasi program pengembangan masyarakat
perlu dipertimbangkan, bahwa pemimpin-pemimpin masyarakat masih menempati posisi
kunci baik dalam pembuatan keputusan maupun sebagai representasi masyarakat lokal itu
sendiri. b. Jaringan Hubungan antar Kelompok (Intergroup relations) Masyarakat merupakan
suatu system sosial yang besar, yang di dalamnya berisikan unit-unit sosial yang lebih kecil
yang disebut kelompok. Dalam praktik pengembangan masyarakat, sesungguhnya yang
dihadapi dan dikembangkan adalah kelompok-kelompok warga masyarakat sehingga menjadi
sebuah jaringan kerja yang sinergis. Demikianlah mengapa pengorganisasian dan
pengembangan masyarakat (community organization and community development), sering
pula disebut sebagai ‘intergroup relations’.
Dihubungkan dengan interaksi industri-masyarakat sekitar, maka fihak industri harus
merancang dan mengembangkan program-program pengembangan masyarakat dengan
pengertian konsep termaksud. Hal tersebut berarti bahwa fihak industri harus menjalin
kerjasama dengan masyarakat dalam durasi yang panjang, yang tidak hanya bertumpu pada
pemberian bantuan sosial yang sifatnya sementara dan pendukung; bahkan dalam jangka
panjang bersifat kontra-produktif baik untuk pengembangan masyarakat maupun untuk
pengembangan industri itu sendiri.
Assumsi yang fundamental bagi Community Social Work (Murray G.
Ross, 1967):
1. Sebuah komunitas dapat mengembangkan kapasitasnya untuk
menghadapi masalah-masalah mereka;
2. Orang-orang ingin berubah dan memiliki kemampuan untuk
melakukannya;
3. Orang-orang perlu berpartisipasi dalam pembuatan, penyesuaian,
dan pengendalian perubahan penting yang terjadi dalam
komunitasnya;
4. Perubahan dalam kehidupan masyarakat yang berdasarkan kepada
self-imposed dan self developed memiliki pengertian dan ketetapan
bahwa perubahan yang dipaksakan tidak dapat dilakukan;
5. Sebuah “pendekatan yang holistik” dapat lebih berhasil dalam
mengatasi permasalahan yang tidak dapat diatasi oleh “pendekatan
yang terfragmentasi”;
6. Demokrasi membutuhkan partisipasi dan tindakan yang kooperatif
dalam persoalan masyarakat, dan orang-orang harus mempelajari
berbagai keterampilan yang membuatnya menjadi memungkinkan;
7. Pada umumnya orang-orang membutuhkan bantuan dalam
pengorganisasian untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sebagai
individu membutuhkan bantuan dalam mengatasi kebutuhan
individualnya.