0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan37 halaman

Metode Penugasan Keperawatan Efektif

Metode penugasan keperawatan memberikan pendekatan yang berbeda dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Beberapa metode yang dijelaskan adalah metode kasus, fungsional, tim, dan primer, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada karakteristik pasien, jumlah perawat, dan tujuan pelayanan.

Diunggah oleh

Shinta Tinambunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan37 halaman

Metode Penugasan Keperawatan Efektif

Metode penugasan keperawatan memberikan pendekatan yang berbeda dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Beberapa metode yang dijelaskan adalah metode kasus, fungsional, tim, dan primer, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada karakteristik pasien, jumlah perawat, dan tujuan pelayanan.

Diunggah oleh

Shinta Tinambunan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN

KEPERAWATAN
24/03/2021
Via Zoom
METODE PENUGASAN
KEPERAWATAN
CARE DELIVERY
STRATEGIES
Ns. Hany Wihardja, [Link].
CAPAIAN PEMBELAJARAN

• Mengidentifikasi karakteristik, keuntungan,


kerugian dari masing-masing metode penugasan
yang digunakan di pelayanan Kesehatan

• Mendeterminasi peran perawat manajer dan


staf pada setiap metode penugasan
Mengapa Perlu Metode Penugasan ?
1. Metode penugasan dirancang untuk mewujudkan
pelayanan keperawatan yang aman, efektif, dan
efisien

2. Metode penugasan penting untuk manajer karena


pelayanan keperawatan merupakan unit cost di
sebuah RS

3. Metode yang dipilih merefleksikan falsafah organisasi,


struktur, ketenagaan, dan populasi pasien disesuaikan
dengan ketersediaan biaya, jumlah, dan kualifikasi
perawat serta tujuan organisasi.
Prinsip Memilih Metode Penugasan ?

- Perawat: Jumlah
ketenagaan, jenis kualifikasi
tenaga keperawatan

- Pasien: kualifikasi pasien,


Cost effective, jenis
pelayanan
Tingkat
ketergantungan
pasien

Memberikan
kepuasan kerja Costly
bagi effective
pelaksananya Kriteria
Pemilihan
Model

Jumlah & Kualitas


kualitas asuhan &
pelaksanaan kepuasan
asuhan konsumen
Jenis Metode Penugasan ?

1. Metode Fungsional
2. Metode Tim
3. Metode Primer (Primary)
4. Metode Kasus (Total Patient Care)
5. Case Management: Clinical Pathway
6. Perkembangan di Indonesia: MPKP
1. Metode Kasus

◆ Metode tertua: Florence Nightingale saat awal merawat pasien total


care dirumahnya.
◆ Satu perawat bertanggung jawab terhadap asuhan dan observasi
pada satu pasien, ex: digunakan pada pasien isolasi, ICU
◆ Rasio perawat : pasien = 1:1
◆ Sistem evaluasi menjadi lebih mudah.
◆ Dapat digunakan sebagai metode Nurse Educator – Nurse Student
◆ Perlu tenaga banyak yg punya kemampuan dasar sama (highly skill,
pengetahuan baik)
◆ Cost lebih mahal
Gambar 1. Case method of patient care for an 8-hour shift

Nurse 8 hour Nurse 8 hour

Patient
with
special
case

Nurse 8 hour
Metode Kasus
Kelebihan :

Kekurangan :
◦ Perawat lebih memahami
kasus per kasus
◦ Belum dapatnya
◦ Sederhana dan langsung diidentifikasi perawat
◦ Garis pertanggung jawaban penangung jawab
jelas ◦ Perlu tenaga yang cukup
◦ Kebutuhan pasien cepat banyak dan mempunyai
terpenuhi kemampuan dasar yang
sama
◦ Memudahkan perencanaan
tugas ◦ Tidak dapat dikerjakan
perawat non profesional
2. Metode Fungsional

◆ Sejarah: Popular pada Perang Dunia II, karena keterbatasan


perawat
◆ Satu perawat bertanggung jawab terhadap SATU jenis
keterampilan (procedural) keperawatan pada sekelompok besar
pasien
◆ Keterampilan: Ambil darah, Pemberian Obat, Hygiene, TTV
◆ Orientasi perawat: semua jenis keterampilan perawat akan
terkelola dan terkontrol sesuai masing-masing keahlian
◆ Waktu pengerjaan lebih singkat
◆ ASKEP: Terfragmentasi, maka sudah tidak digunakan lagi
Gambar 2. Metode Fungsional

Kepala
Ruang

Perawat Perawat Perawat Perawat


Perawat TTV
fungsi obat Rawat Luka Dokumentasi Pasang IV

Sekelompok Pasien
Metode Fungsional
Keuntungan
a. Perawat terampil utk tugas Kerugian
tertentu
a. Fragmentasi asuhan kep
b. Mudah memperoleh
“kepuasan kerja” saat tugas b. Proses keperawatan sulit
selesai dilaksanakan holistik
c. Kekurangan staf ahli dapat c. Selesai tugas perawat
diganti dgn perawat cenderung melakukan
terampil yg segera dapat tugas non keperawatan
dilatih
d. Komunikasi yang sedikit
d. Cost lebih rendah
antar perawat
3. Metode Tim

o Sejarah : Muncul paska World War II


o Menggunakan tim anggota yg berbeda-beda dlm
memberikan askep thd sekelompok pasien.
o Perawat dibagi menjadi beberapa tim yg terdiri dari tenaga
profesional, teknikal, dan pembantu dlm 1 klp kecil yg saling
membantu.
o PJ = Ketua tim
o Perawat : Pasien = 1 : 6 – 8 pasien
o Memungkinkan yankep yg menyeluruh; komunikasi antar tim
– konferensi yg membutuhkan waktu
3. Metode Tim

o Pembagian tugas dalam metode tim didasarkan pada:


1. Lokasi: tempat/kamar pasien
2. Tingkat penyakit pasien
3. Jenis penyakit pasien
4. Jumlah pasien yang dirawat
Tugas Kepala Ruang
▪ Planning
Menunjuk ketua tim yg akan bertugas.
▪ Organizing
Membuat rincian tugas masing2 tim &
rentang kendali
▪ Directing
Meningkatkan kolaborasi
▪ Controlling
Mengawasi askep yg diberikan - inspeksi, cek
dokumentasi & evaluasi
Tugas Ketua Tim
1. Membuat perencanaan
2. Membuat penugasan, supervisi, dan evaluasi
3. Mengenal/mengetahui kondisi pasien & dapat menilai
tingkat kebutuhan pasien
4. Mengembangkan kemampuan anggota
5. Memimpin konferensi (pre-post conference)
Tugas Anggota Tim

a. Memberikan asuhan keperawatan pada pasien


di bawah tanggung jawabnya
b. Kerja sama dg anggota tim dan antar tim
c. Membuat laporan asuhan keperawatan
Keuntungan Kerugian
◦ Ketua tim menghabiskan
◦ Memfasilitasi yankep banyak waktu untuk
komprehensif koordinasi dan supervisi
◦ Konflik dpt dikurangi mll pre- anggota tim
conference ◦ Menimbulkan fragmentasi
◦ Proses belajar dlm tim hub keperawatan bila tidak
diimplementasikan total
interpersonal
◦ Rapat tim membutuhkan
◦ Meningkatkan kemampuan
waktu
anggota tim secara efektif.
◦ Perawat yang belum trampil
◦ Peningkatan kerja sama dan dan belum berpengalaman
komunikasi antar tim selalu tergantung staf,
◦ Kualitas askep yang dapat berlindung kepada anggota
dipertanggungjawabkan tim yang mampu
◦ Akuntabilitas dari tim menjadi
kabur
Gambar 3. Metode Tim
Kepala
Ruang

Ketua Ketua
Tim 1 Tim 2

PA PA PA PA PA PA

Sekelompok Sekelompok
Pasien Pasien

*Perawat Associate (PA) dapat berpendidikan Ners ataupun Diploma Keperawatan


4. Model Primer

❑ Sejarah : Muncul pada Revolusi Kultural 1960’s setelah


perawat sempat kehilangan otonomi-nya
❑ Perawat bertanggung jawab penuh 24 jam thd askep
pasien mulai dari pasien masuk – keluar RS.
❑ PJ = Perawat Primer = Perawat Ners
❑ Ratio perawat : Klien = 1 : 4 – 6 klien
❑ Bertanggung jwb thd kondisi klien, semua kebutuhan &
koordinasi dgn tim kes lain
❑ Pada saat tidak bertugas PN lain bertindak sbg associate
PN yg libur/tdk jaga
Tugas Perawat Primer
▪ Mengkaji kebutuhan pasien
▪ Membuat renpra
▪ Melaksanakan renpra
▪ Kolaborasi antar pihak yg berkaitan
dengan renpra pasien
▪ Mengevaluasi askep yg diberikan
▪ Membuat discharge planning
▪ Melakukan rujukan
▪ Membuat jadwal perjanjian klinis
▪ Mengadakan home visit
Peran Kepala Ruang
✓ Konsultan & pengendali mutu
✓ Menyusun jadwal dinas
✓ Memberi penugasan pd perawat
asisten
✓ Mengevaluasi kinerja Perawat
Primer & Perawat Asossiate
Gambar 4. Metode Primer
Pasien

Perawatan Pasien
24 jam/hari

PP melapor Konsultasi dengan


pada Perawat Primer dokter dan
Supervisor tenaga medis lain

PA PA PA

*PA dalam metode primer adalah PP yang sedang tidak bertugas dan saling bergantian
Keuntungan

Meningkatnya
komunikasi antar Adanya otonomi
tenaga kesehatan perawat
Primary Nurse

Meningkatkan
Meningkatkan ++++++ motivasi kerja
rapor perawatan ++++++
++++++
perawat
pasien
++++
Perawat mampu
memberikan
Bekerja dengan perawatan
Keuntungan
professional holistik
antar profesi
Kerugian
Cost yang cukup
tinggi, karena RS Tanggung jawab
harus merekrut seorang PP
Primary Nurse berlaku 24 jam
perawat Ners

-------
------- PP mungkin saja
------- belum
berpengalaman
atau kurang
Kerugian otonomi
Arah Komunikasi antara Metode Tim dan Primer

Physician
Patient

Head Nurse

Team Leader Primary Primary


Nurse Physician

Team
Member

Team Nursing Primary Nursing


5. Metode Case
Management

 Definisi: Proses koordinasi dan integrasi layanan kesehatan untuk


klien/pasien secara individu atau kelompok
 Team multidisiplin → tanggung jawab secara kolaboratif dalam :
 Mengkaji kebutuhan Klien
 Menetapkan Rencana Tindakan – Implementasi – Evaluasi dari
saat Pasien diterima, dirujuk dan atau dipulangkan
5. Metode Case
Management
 Diperlukan :
1. Case manager
 Untuk menjalankan fungsi koordinasi dan kolaborasi
 Klasifikasi: Perawat dengan tingkat pengetahuan, skill, dan
pengambilan keputusan yang baik
2. Critical/Clinical pathway
 Panduan alur penanganan pasien secara terintegrasi mis: CP
pasien dengan DHF, DM, etc
Case Management

Nursing Administration

Case manager Case manager


Case manager Case manager
obgyn dan bedah dan
penyakit dalam pediatrik
maternitas trauma

All All All


All OB
Medical Pediatric Trauma
Patients
Patients Patients Patients
MODEL PRAKTIK
KEPERAWATAN PROFESIONAL
(MPKP)
Model Tg Jawab
Pelayanan Fragmentasi perawat 

MPKP

Sumber: Sitorus (1998)


Tujuan Pengembangan MPKP
◦ Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui
penataan sistem pemberian asuhan keperawatan baik
struktur, proses dan nilai-nilai yang diyakini dalam
pemberian asuhan keperawatan.
Jenis MPKP
Spesialis dan Doktoral
keperawatan → Riset

Tenaga Spesialis Keperawatan


sbg Konsultan, → Bimbingan
I Sp : 10 PP

Karu dan Ka Tim → Ners


→ Metode Tim Primer

Semua Tenaga minimal D3


Keperawatan
Penghargaan Hubungan
karir Profesional
(compensatory (professional
rewards) relationship)

Pendekatan Sistem
Manajemen pemberian
(Management asuhan pasien
(Patient care
Approach)
PILAR delivery system)

MPKP
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai