0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan17 halaman

Keseimbangan Massa Berputar

Dokumen tersebut membahas tentang keseimbangan massa-massa yang berputar. Ada tiga cara untuk membuat seimbang massa-massa yang berputar yaitu membuat seimbang satu massa, lebih dari satu massa pada bidang datar yang sama, dan lebih dari satu massa pada beberapa bidang datar. Terdapat dua jenis keseimbangan yaitu statis dan dinamis, yang dapat dicapai dengan memenuhi persamaan yang menghitung total momen

Diunggah oleh

Ilham 011
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan17 halaman

Keseimbangan Massa Berputar

Dokumen tersebut membahas tentang keseimbangan massa-massa yang berputar. Ada tiga cara untuk membuat seimbang massa-massa yang berputar yaitu membuat seimbang satu massa, lebih dari satu massa pada bidang datar yang sama, dan lebih dari satu massa pada beberapa bidang datar. Terdapat dua jenis keseimbangan yaitu statis dan dinamis, yang dapat dicapai dengan memenuhi persamaan yang menghitung total momen

Diunggah oleh

Ilham 011
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab II.

Membuat Seimbang Massa-massa YANG BERPUTAR


( Rotating Mass Balancing )

Pada mekanisme yang berputar seringkali akan timbul gaya sentrifugal


akibat percepatan yang ada dan homogenitas material yang tidak merata. Gaya
sentrifugal ini dapat menimbulkan guncangan ( shaking forces ) pada mesin atau
konstruksi yang lazim disebut ketidakseimbangan sistem dan dapat merusakkan
sistem / konstruksi yang ada.
Ketidakseimbangan pada sistem yang berputar ini dapat diatasi dengan
memberikan atau menambahkan massa pada sistem yang akan dapat
menimbulkan gaya sentrifugal yang melawan goncangan tersebut. Cara ini lazim
digunakan untuk mengatasi permasalahan ketidakseimbangan pada roda mobil,
poros engkol, roda daya (flywheel), dan lain-lain.
Ditinjau dari sistem massa-massa yang berputar, ada 3 (tiga) macam cara
membuat seimbang massa-massa yang berputar, yaitu:
a. membuat seimbang sebuah massa yang berputar
b. membuat seimbang lebih dari sebuah massa yang berputar pada sebuah
bidang datar yang sama
c. membuat seimbang lebih dari sebuah massa yang berputar yang terletak
pada beberapa bidang datar.
Keseimbangan massa-massa yang berputar tersebut meliputi
1. kesimbangan statis ( static balance ) yaitu suatu sistem setimbang dalam
keadaan diam pada posisi sudut yang berbeda-beda dari 0o sampai 360o
2. keseimbangan dinamis (dynamic balance) yaitu suatu sistem setimbang
dalam keadaan berputar.

2.1 Membuat Setimbang Sebuah Massa Yang Berputar


Gambar di bawah menunjukkan sebuah massa m yang dipasang pada sebuah
poros dengan jarak R m m

R
θ
A B

Re
me me

Gambar 2.1 Skematis Kesetimbangan Sebuah Massa Yang Berputar

24
Keterangan : me = massa penyeimbang; Re = jarak massa penyeimbang
sampai poros
Misalkan poros berputar dengan kecepatan sudut ω, maka akibat putaran
tersebut timbul gaya sentrifugal akan mengakibatkan goncangan pada sistem
poros dan reaksi yang cukup besar pada bantalan A dan B
Untuk mengeleminasi gaya goncangan tersebut ditambahkan massa
penyeimbang me yang dipasang pada jarak Re dari poros dan pada posisi sudut
θ seperti pada gambar di atas.

Keseimbangan statis akan tercapai apabila total momen oleh gaya berat
dari sistem massa terhadap poros (O) sama dengan nol;

m . g . R cos θ – me . g . Re cos θ = 0

me .Re = m . R .......................................... (1)

Sedangkan kesimbangan dinamis akan tercapai bila total gaya sentrifugal


yang timbul akibat putaran massa sama dengan nol

m . R . ω2 – me . Re . ω2 = 0

me . Re = m . R ............................................ (2)

Persamaan (1) sama dengan persamaan (2), dengan demikian keseimbangan


statis dan keseimbangan dinamis tercapai bila memenuhi persyaratan

me . Re = m . R

Apabila harga Re ditentukan karena ketersediaan tempat yang ada maka


besarnya me dapat dihitung.

2.2 Membuat Seimbang Lebih Dari Sebuah Massa Yang Berputar Pada
Bidang Datar Yang Sama.
Apabila dalam suatu sistem terdapat 3 buah massa m1 ; m2 dan m3 yang
dipasang pada sebuah poros dengan jarak masing-masing : R1 ; R2 ;danR3 serta
posisi sudut masing-masing : θ1 ; θ2 dan θ3 seperti ganbar dibawah ini.
Untuk membuat sistem seimbang diperlukan sebuah massa penyeimbang me
yang dipasang pada poros sejauh Re dengan posisi sudut θe

25
2.2.1. Keseimbangan Statis
Keseimbangan statis akan tercapai bila jumlah momen oleh gaya berat
massa-massa tersebut terhadap poros sama dengan nol
m1
m1
m2
m2 R1
R2
m3
θ3
m3
θ2
θ1
R3

Re
θe
me me

Gambar 2.2 Skematis Kesetimbangan Beberapa Massa Yang Berputar


3


i 1
mi . g . Ri cos θi + me . g . Re cos θe = 0 atau


i 1
mi. Ri cos θi + me . Re cos θe = 0 .............................(3)

2.2.2 Keseimbangan Dinamis


Keseimbangan dinamis sistem diatas akan tercapai bila jumlah gaya
sentrifugal akibat putaran sama dengan nol.
 Untuk gaya-gaya sentrifugal arah horisontal :
3

 i 1
mi . ω2 . Ri cos θi + me . ω2 . Re cos θe = 0

 Untuk gaya-gaya sentrifugal arah vertikal :


3

 i 1
mi . ω2 . Ri sin θi + me . ω2 . Re sin θe = 0

Dua persamaan diatas dapat disederhanakan


3

 i 1
mi . Ri cos θi + me . Re cos θe = 0 ..........................................(4)

 i 1
mi . Ri sin θi + me . Re sin θe = 0 ............................................(5)

Persamaan (4) dan (5) adalah syarat tercapainya keseimbangan dinamis,


dan bila diperhatikan, syarat keseimbangan statis , persamaan (3), ternyata
sama dengan persamaan (4), maka dapat disimpulkan bahwa syarat
keseimbangan statis maupun keseimbangan dinamis dipenuhi oleh
persamaan (4) dan (5).

26
Dari 2 persamaan diatas ada tiga yang tidak diketahui, yaitu me ; Re dan θe . Dan
apabila satu diantaranya ditentukan, misalnya Re , maka dua yang lainnya akan
dapat dihitung. Biasanya dalam praktek sesungguhnya harga Re ditentukan
sebesar mungkin tergantung fasilitas yang tersedia.

Disamping cara analitis seperti uraian diatas maka penyeimbang me


dapat juga ditentukan secara grafis sebagai berikut:
Apabila jumlah gaya sentrifugal yang timbul sama dengan nol, maka secara
vektorial dapat dituliskan :
3

 i 1
mi . Ri . ω2 + me . Re . ω2 = 0 atau

 i 1
mi . Ri . + me . Re . = 0 ...................................(6)

Vektor-vektor pada persamaan (6) harus membentuk poligon tertutup, seperti


ditunjukkan oleh gambar berikut ini.
m3R3
m1

m2
R1 R2
m3 m2R2
θ3 θ1 θ2 meRe
R3
m1R1

θe Re

me

Gambar 2.3 Penyelesaian Masalah Kesetimbangan Secara Grafis

Dalam penyelesaian persoalan keseimbangan sistem secara grafis ini dituntut


ketelitian penggambaran dan skala gambar yang memadai. Untuk mencari
besarnya sudut θe juga dituntut ketelitian pengukuran dengan menggunakan alat
ukur yang tepat.

27
Contoh :
m2 m2

m1 m1

m3 m3

me me
Gambar 2.4 Skema Kesetimbangan Pada Contoh Soal

Diketahui : sebuah sistem poros seperti gambar diatas


m1 = 1 kg; R1 = 100 mm; θ1 = 30 0
m2 = 2,25 kg; R2 = 130 mm; θ2 = 80 0
m3 = 1,50 kg; R3 = 80 mm; θ3 = 160 0
Tentukan : massa penyeimbang me ; dan posisi θe bila jari-jari Re
ditentukan 90 mm.
Penyelesaian :

No. m, kg R, mm θ0 cos θ sin θ mRcosθ mRsinθ


1 1 100 30 0,866 0,50 86.6 50
2 2,25 130 80 0,174 0,985 50.895 288.113
3 1,50 80 160 -0,940 0,342 - 112.8 41.04
4 me 90 θe cos θe sin θe 90mecosθe 90mesinθe
Σ =0 Σ =0
3

 m .R . cos 
i 1
i i i  me .Re . cos  e  0 86,6+50,895 + (-112,8) + 90mecosθe = 0 (1)

 m .R . sin 
i 1
i i i  m e .Re . sin  e  0  50+288,113 + 41,04 + 90mesinθe = 0 (2)

90mesinθe = - 379,153 .........(3)


90mecosθe = - 24,695 ..........(4)
sin 
 tan   15,353  θe = 266,27 0
cos

 24,695
dari pers.(4)  90 mecos θe = - 24,695 ….. me =  4,22 kg
90 . cos  e

28
2.3 Membuat Seimbang Lebih Dari Sebuah Massa Yang Berputar Yang
Terletak Pada Beberapa Bidang Yang Sejajar

Gambar 2.5 Contoh kasus membuat seimbang lebih dari sebuah massa yang berputar
yang terletak pada beberapa bidang yang sejajar

Gambar dibawah menunjukkan keadaan yang umum dari massa-massa yang


diletakkan sepanjang poros yang berputar dengan kecepatan konstan.

m2
m1 m2
m1
R2
R1

R3

bid. A bid. B
m3 m3

Gambar 2.6 Skematis Kesetimbangan >1 Massa Yang Berputar Pada >1 Bidang

Jarak massa-massa m1; m2 dan m3 terhadap poros adalah R1; R2 dan R3,
sedangkan posisi sudutnya θ1; θ2 dan θ3.
Dalam kondisi seperti diatas, maka akibat putaran poros akan timbul gaya-
gaya sentrifugal yang sejajar pada jarak-jarak tertentu. Ketidakseimbangan
sistem dalam hal ini disebabkan oleh:
1. jumlah gaya sentrifugal yang timbul tidak sama dengan nol

29
2. jumlah momen (kopel) yang timbul tidak sama dengan nol.
Untuk mengatasi ketidakseimbangan karena kopel yang timbul, maka pada
sistem harus ditambahkan satusuatu kopel sehingga jumlahnya sama dengan
nol.
Kopel tambahan tersebut diatas diperoleh sebagai berikut:
Pada sistem ditambahkan dua buah massa penyeimbang yang tidak terletak
pada satu bidang datar. Karena putaran poros, pada massa-massa penyeimbang
tersebut akan timbul gaya-gaya sentrifugal yang sejajar pada jarak tertentu.
Ini akan menimbulkan kopel yang akan melawan kopel yang terjadi karena
putaran massa-massa m1; m2; dan m3 sehingga jumlah kopelnya sama dengan
nol.
Penempatan massa penyeimbang tergantung fasilitas yang tersedia,
misalnya dalam kasus ini massa penyeimbang mA dan mB ditempatkan pada
bidang A dan bidang B (lihat gambar)
Berikut ini akan diuraikan bagaimana massa penyeimbang mA dan mB
dapat membuat membuat sistem menjadi seimbang.
Mula-mula perhatikan pengaruh massa m1 terhadap bidang A dan bidang B
Massa m1 menimbulkan gaya sentrifugal sebesar m1.R1.ω2
Bila pada bidang A ditambahkan dua buah gaya yang sama besar berlawanan
arah m1.R1.ω2 , maka sistem tidak akan berubah,. Sekarang dapat dilihat bahwa
akibat gaya sentrifugal dari masa m1 dapat diganti dengan gaya sebesar
m1.R1.ω2 yang bekerja pada bidang A dan kopel sebesar m1.R1.ω2.a1 yang
bekerja
pada poros. bidang A bidang B

m1ω2R1 m1ω2R
1

m1ω2R1

a1

Gambar 2.7 Distribusi Beban Pada Sebuah Sistem Kesetimbangan

30
Kopel sebesar m1.R1.ω2.a1 tersebut diatas dapat diganti dengan dua buah gaya
yang sama, sejajar dan berlawanan arah sebesar F, masing-masing bekerja
pada bidang A dan bidang B seperti gambar berikut.

m1ω2R1 bid. A m.ω2.R1. a1/b

mω2R1.a1/b bid. B

Gambar 2.8 Distribusi Beban Pada 2 Buah Penyeimbang

Gaya F dalam hal ini harus memenuhi persamaan :


F.b = m1.R1.ω2.a1
a1
F = m1.R1.ω2.
b
a1
Terlihat pengaruh gaya sentrifugal m1 pada bidang A :..... m1.R1.ω2.(1- )
b
a1
Dan pada bidang B adalah : ............................................. m1.R1.ω2.
b

bid. bid. B
A
efek m1 = m1.ω2.R1[1- efek m1=m1.R1.ω2. a1/b
a1/b]

Gambar 2.9 Efek Massa Pada Bidang Penyeimbang

Dengan cara yang sama dapat ditentukan efek m2 dan m3 terhadap


bidang A dan bidang B seperti pada gambar berikut.

31
Gaya sentrifugal yang
disebabkan oleh massa
penyeimbang *) efek m1 efek m3
efek m1

efek m3 efek mB di bidang B


efek m2 yang seimbang
efek m2 dengan efek m1; m2
dan m3
*) efek mA dibidang A yang
seimbang dengan efek m1;
m2; dan m3

Gambar 2.10 Distribusi Efek Massa Beban Pada Bidang Penyeimbang

Agar gaya-gaya yang bekerja di bidang A seimbang, maka pada bidang A


tersebut harus ditambahkan sebuah gaya yang resultannya spabila
dijumlahkandengan efek m1; m2; dan m3 sama dengan nol. Gaya yang harus
ditambahkan tersebut diperoleh dengan cara dari gaya sentrifugal yang timbul
pada massa penyeimbang mA yang ditambahkan pada poros di bidang A, hal
yang sama dilakukan pada bidang B. Dengan demikian sekarang total gaya pada
bidang A sama dengan nol dan total gaya pada bidang B juga sama dengan nol.
Adapun cara penambahan massa penyeimbang pada bidang A dan
bidang B dapat dilakukan secara grafis maupun secara analitis.

A. Menentukan Massa Penyeimbang Secara Analitis


Misalkan mA dan mB adalah massa penyeimbang yang harus
ditambahkan pada bidang A dan bidang B yang berada pada jarak RA dan RB dari
poros dan posisi sudutnya θA dan θB ( lihat gambar )
mA
m1 m1
bid. B RA
bid. A m3
θA R1
R3
m3
a1
θ1

a2 RB
R2 mB
m2
aB m2
a3
Gambar 2.11 Contoh Kasus Kesetimbangan

32
a. Keseimbangan Statis
Keseimbangan statis terjadi apabila jumlah momen oleh gaya berat terhadap
poros sama dengan nol.
3


i 1
(mi . g . Ri cos θi )+ mA . g . RA cos θA + mB . g . RB cos θB = 0


i 1
(mi . Ri cos θi )+ mA . RA cos θA + mB . RB cos θB = 0 ........................... (7)

Apabila sistem diputar 900 melawan arah jarum jam, maka keseimbangan statis
dipenuhi oleh persamaan
3


i 1
[[Link] cos(θi+90)]+ [Link] cos (θA +90) + [Link] cos ( θB + 90 ) = 0


i 1
(mi . Ri sin θi )+ mA . RA sin θA + mB . RB sin θB = 0 ...........................(8)

b. Keseimbangan Dinamis
Keseimbangan dinamis terpenuhi apabila jumlah gaya –gaya sentrifugal
yang timbul sama dengan nol, dan jumlah momen oleh gaya-gaya sentrifugal
yang timbul sama dengan nol.

1. Untuk gaya sentrifugal kearah horisontal.


3


i 1
[mi . ω2 . Ri cos θi ] + mA . ω2 . RA cos θA + mB . ω2 . RB cos θB = 0


i 1
[mi .Ri cos θi ] + mA . RA cos θA + mB . RB cos θB = 0 ..........................(9)

2. Untuk gaya sentrifugal kearah vertikal


3


i 1
(mi . ω2 . Ri sin θi )+ mA . ω2 . RA sin θA + mB . ω2 . RB sin θB = 0


i 1
(mi . Ri sin θi )+ mA . RA sin θA + mB . RB sin θB = 0 ............................ (10)

33
3. Keseimbangan momen terhadap bidang A oleh gaya-gaya sentrifugal
kearah horisontal
Σ MA = 0
3


i 1
[mi . ω2. Ri cos θi . ai] + mA . ω2. RA cos θA . aA + mB . ω2. RB cos θB . aB = 0

Harga aA = 0 , maka
3


i 1
[mi . ω2. Ri cos θi . ai] + mB . ω2. RB cos θB . aB = 0 .............................(11)

4. Keseimbangan momen terhadap bidang A oleh gaya-gaya sentrifugal kearah


vertikal
Σ MA = 0
3


i 1
[mi . ω2. Ri sin θi . ai] + mA . ω2. RA sin θA . aA + mB . ω2. RB sin θB . aB = 0


i 1
[[Link] sin θ[Link]] + mB . RB sin θB . aB = 0 .............................(12)

Jadi kesimbangan dinamis dapat terpenuhi dengan persamaan (9);(10);(11) dan


persamaan (12).
Ternyata persyaratan keseimbangan statis , yaitu persamaan (7) dan (8)
sama dengan persamaan (9); dan (10) yang merupakan sebagian dari syarat
keseimbangan dinamis.
Dengan demikian, per. (9); (10); (11); dan (12) merupakan persyaratan
keseimbangan statis maupun keseimbangan dinamis.
Kemudian dari 4 (empat) persyaratan diatas, terdapat 6 (enam) elemen
yang tidak diketahui yaitu: mA; RA; θA; mB; RB; θB.
Apabila 2 (dua) elemen ditentukan, misal RA dan RB , maka empat elemen
yang lainnya dapat dihitung.

Catatan : Untuk menentukan keseimbangan momen dapat juga dilaksanakan


dengan menjumlahkan momen oleh gaya-gaya sentrifugal
terhadap bidang B

34
Contoh :

bidang A bidang B
m1 m1
m3 m3

m4
a1
a3 m4

a2

m2 m2
ab
a4

Diketahui : sebuah sistem poros seperti gambar diatas


m1 = 10 kg; R1 = 150 mm; θ1 = 80 0 ; a1 = -40
m2 = 15 kg; R2 = 80 mm; θ2 = 260 0 ; a2 = 30
m3 = 20 kg; R3 = 125 mm; θ3 = 60 0 ; a3 = 50
0
m4 = 10 kg; R3 = 75 mm; θ3 = 150 ; a4 = 150
aB = 100
Tentukan : massa penyeimbang mA ; mB dan posisi θA ; θB bila jari-jari RA dan RB
ditentukan 100 mm.
Penyelesaian :
No m R a cos θ sin θ mRcosθ mRSinθ mRaCosθ mRaSin θ
(kg) (mm) (mm)

1 10 150 -40 0,174 0,985 261 1477,5 -10440 -59100


2 15 80 30 -0,174 -0,984 -208,8 -1180,8 -6264 -35424
3 20 125 50 0,500 0,866 1250,0 2165,0 62500 108250
4 10 75 150 -0,866 0,500 -649,5 375,0 -97425 56250
A mA 100 0 cosθA sinθA 100mAcosθA 100mAsinθA 0 0
B mB 100 100 cosθB sinθB 100mBcosθB 100mBsinθB 10000 10000
mBcosθB mBsinθB
Σ=0 Σ=0 Σ=0 Σ=0

35
Σ [Link] θ = 0  100 mA cos θA + 100 mB cos θB + 652,7 = 0 ..........(g)
Σ [Link] θ = 0  100 mA sin θA + 100 mB sin θB + 2836,7 = 0 ........(h)
Σ [Link]θ = 0  10000 mB cos θB - 51629 = 0
10000 mB cos θB = 51629 ..................................(i)
Σ [Link]θ = 0  10000 mB sin θB + 69976 = 0
10000 mB sin θB = - 69976 .................................(j)

pers. (j) dibagi pers. (i), maka :


10000 mB sin  B  69976
  -1,355  tan θB = -1,355  θB = -53,58 0
10000 mB cos  B 51629

pers. (i)  [Link] θB = 51629


51629 51629
mB =   8,7 kg
10000 . cos( 53,58) 5936,9
masukkan harga θB dan mB pada pers. (g) dan pers. (h) untuk mendapatkan θA
dan mA . SELESAIKAN !!

Soal-soal
1. Diketahui sebuah sistem piringan tunggal yang berputar seperti pada
gambar.
Jika : m1 = 10 kg; R1 = 15 cm; θ1 = 30°, m2 = 15 kg; R2 = 20 cm; θ2 = 100°,
m3 = 10 kg; R3 = 10 cm; θ3 = 160° dan Re = 12,5 cm , hitunglah me dan
θe m2
m1
m3

36
2. Gambar di bawah adalah system yang terdiri dari dua massa MA = 1,82 kg
dan MB = 3,6 kg, yang jaraknya terhadap sumbu pore RA = RB = 15 cm,
sedangkan posisi sudut θA = 30° dan θB = 150°. Tentukan berat dan posisi
masaa penyeimbang yang ditempatkan pada bidang C dan D bila jaraknya
terhadap poros RC = RD = 15 cm.
MA MB MA MB

30 cm RA θA RB
10,2 cm 12,7 cm θB

bid. C bid. D

3. Data – data system massa yang tidak seimbang adalah seperti ditunjukkan
gambar di bawah ini.
bid.A bid.B

M1 M3
M3 M1
θ3
15 cm 8 cm M4 M4 θ4 θ1
10 cm 12 cm

10cm θ2
M2
M2

M1 = 6 kg; R1 = 15 cm ; θ1 = 45°
M2 = 14 kg; R2 = 20 cm; θ2 = -30°
M3 = 18 kg; R3 = 24 cm; θ3 = 110°
M4 = 8 kg; R4 = 22 cm; θ1 = 150°
a) Jika system diatas tanpa diberi massa penyeimbang, tentukan reaksi di
bantalan yang ditempatkan pada bidang A dan Bidang B, bila putaran
poros = 800 rpm.
b) Tentukan massa dan sudut penyeimbang MA dan MB yang ditempatkan di
bidang A dan bidang B, jika jarak RA = 12,5 cm dan RB = 10 cm

37
4. Sistem di bawah menunjukkan system yang terdiri dari 4 massa yang
berputar. M4
M4 = bid.A bid.B
5
180 90° 10 35 20 20
M3= 5 ° M1= 5

M1 15 M3
-
90°

M2= M2
5
Jika R1= R2 = R3 = R4 = RA = RB = 10 , tentukan MA dan MB yang
ditempatkan pada bidang A dan bidang B.

4. Suatu sistem massa yang berputar dan tidak seimbang seperti pada
gambar di bawah.

M1 M6 M1 M6
30 R1
R6
6

6 6 6 R3
R2 R6
R4
M2 M3 M4 M5 M3 M4 M2 M5

M1= M2 = M3 = M4 = M6 = 5; dan R1 = R2 = R3 = R4 = R5 = R6 = 6
Tentukan massa – massa penyeimbang yang ditempatkan pada bidang 1 dan
bidang 6 dengan jarak masing – masing terhadap poros adalah 6

38
Lampiran Rumus-rumus Trigonometric
Mathematics: 1.2 Trigonometric Functions 13

Trigonometric functions of right triangles


Definitions
~Ions in • Appllc:etlon
right triangle for .0: a for <r. {J

c hypotenuse a opposite line • liYPOtenuse sin a


opposite~
.!.
c sin{J E.
c
. -
side of a t-------- -----l--------1-------- -1
a · • !!d!!C!f!t ~ cos a • E. 8

=
cosine cos{J •
b adjacent s1de of a hypotenuse c c

c hypotenusyQ\_ a adjacent ~
tangent tan a •
8
• b
tan fJ • 8
~ J side of {J
b
t-----------+-------~1--------l
b opposite side of {J cotangent • o:!:Zt! :Q cot a - b
8
cot {J ~
8
1i
Graph of the trigonometric functions between ooand 3W
Representation on a unit circle Graph of the trigonometric functions

II col fJH
+
col a(•l I
·1
v n
v IV

Itt\ ~ l oa 01
.3
ro
~ ~ f\ /
z S<
- >
180° c:

'l¥'i'¥T¥T.
'
360° ~ oo

~, ,
~
c:
.!!

Ill IV I
210°

The values of the trigonometric functions of angles> 90" can be derived from the values of the angles between o• and
90" and then read from the tables (pages 11 and 12). Refer ro the graphed curves of the trigonometric functions for
the correct sign. Calculators with trigonometric functions display both the value and sign for the desired angle.

Example: Relationships for Quadrant II

Relationships Example: Function values for the angle 120" (a • 30" in the formulae)

sin (90" + a) = +cos a sin (90" + 30"1 =sin 120" = +0.8660 cos 30" • + 0.8660
cos (90" + al • - sin a COS (90" + 30") e COS 120" = -0.5000 - sin 30" =- 0.5000
tan (90" + a) = - cot a tan (90" + 3()0) =tan 120" • - 1.7321 -cot 30" • - 1.7321

Function v alues for selected angles

Function o• 90. 1800 270" 360" Function 180" 270" 360"

sin 0 +1 0 - 1 0 tan 0 0 0
""
cos +1 0 - 1 0 +1 cot 0 0
"" ()()
""
Relationships between the functions of an angle

tan a · cot a = 1

tan a = sin a cot a = cos a


cos a sin a
cos (1
Example: Calculation of tan a from sin a and cos a for a= 30•:
tan a= sina/ cosa = 0.5000/ 0.8660 = 0.5n4
14 Mathematics: 1.2 Trigonometric Functio ns

Trigonometric functions of oblique triangles, Angles, Theorem of intersecting lines


Law of sines and Law of cosines
Law of siMs LawofcosiNa

~ (
a: b: c • sin a : sinfJ: siny

a b c
sin a • sin/J • sin r
a2 . 1)2 + cl - 2 · b· C· cosa
t? . a2 + c2 - 2 . a. c. cosfJ
c2 . 8 2 + 1)2 - 2 . 8 • b · cosy

Application in calculating sides and angles


[Link]:ullltion of sides [Link] of •ngles
using the law of sines using the Law of cosines using the Law of sines using the law of cosines

b·sina c-sina 1)2 + c2 - a2


8 =- - =- - aa ~1)2 +c2 -2·b·c ·cosa sina~ a-sinfj . a-siny coso =
sinfJ sinr b c 2·b ·c
b = a-sinfJ =c-sin/J sinfJ = b·sina =b· siny a2+c2-b2
sina siny b= ~a2 +c2 -2 · 8· C·COSfJ 8 c
cos{J =
2·8·C
c . 8·siny . b·siny siny = c · sina = c-sinfJ a2+b2-c2
sina sin{J C =~a2 +b2- 2·8 ·b·COSy a b cosr = 2-a-b

Types of angles
Corr8$p()nding angles
If two parallels g 1 and gz are intersected
I I
H 91
by a Straight line g. there are geometrical
interrelationships between the corre-
sponding. opposite, alternate and adja-
a =f3
Opposite angles
oent angles.
I
nF I
{3=6
Alternate angles

9•
I a =o I
/. I
Adjacent angles

a+ r =180° I
Sum of angles in a triangle
Sum of angles

~
in a triangle
In every triangle the sum of the interior
angles equals 1110'.
I a+ {3 + y = 180° I
(

Theorem of intersecting lines


Theorem of intersecting
If two lines extending from Point A are lines
[Link] by two parallel lines BC and

~ \-t·!
a b c
I = I
B 1C1, the segments of the parallel lines
and the corresponding ray segments of
- -= -
~ b, c,
the lines extending from A form equal
ratios.

I ~= ~ I I ~=~ I
A
lb B 81
b,

Anda mungkin juga menyukai