A.
Kripton (Kr)
1. Konfigurasi Elektron
36 Kr : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 3d6
36 Kr : [Ar] 3d10 4s2 3d6
2. Kelimpahan di Alam Semesta
Kripton terdapat di udara dengan konsentrasi sekitar 1ppm. Gas ini ditandai dengan
spectrum garis-garis cerah hijau dan oranye. Pada tahun 1960, disepakati secara
internasional bahwa satuan dasar panjang, meter, didefinisikan sebagai
1m= 1.650.763,73 panjang gelombang (dalam vakum) dari garis oranye-merah Kr-
33. Kripton merupakan gas yang paling langka di atmosfer dari unsur-unsur gas mulia
lainnya. Terdapat total lebih dari 15 miliar ton gas ini di atmosfer dengan sekitar 8 ton
per tahun diekstrak melalui udara cair.
3. Kegunaan dan Contoh
Kripton digunakan dalam produk pencahayaan
Penggunaan kripton penting ada pada lampu landasan pacu bandara bertenaga
tinggi.
Ionisasi gas kripton akan mengeluarkan warna keputihan yang membuat kripton
berguna sebagai bahan pengisi bola lampu sebagai sumber cahaya putih
cemerlang dalam fotografi kecepatan tinggi.
Kripton dipadukan bersamaan dengan gas-gas lain untuk membuat ‘lampu neon’
yang bercahaya dengan cahaya kuning kehijauan yang digunakan sebagai lampu
penanda.
Kripton digunakan sebagai gas pengisian untuk lampu fluoresen hemat energi dan
sebagai gas dalam lampu pijar.
Kelimpahan relatif Kripton terhadap hidrogen dapat digunakan oleh para
astronom untuk mengukur seberapa banyak nukleosintesis (pembentukan unsur)
yang telah terjadi di wilayah manapun dari ruang antar bintang.
4. Sifat Fisika
Tidak berwarna
Tidak berbau
Apabila diletakkan pada medan listrik bertegangan tinggi, kripton akan
memancarkan cahaya berwarna putih
Memiliki titik leleh -157oC
Memiliki titik didih -152oC
Memiliki densitas 3,73 g/L
Memiliki massa molar 83,80 g/mol
Kripton padat berwujud zat kristal putih dengan struktur kubus
5. Sifat Kimia
Tidak stabil
Memiliki jari – jari atom 197 pm
Memiliki energi ionisasi 1350 kJ/mol