2.4.
2 Proses Konsultan Perencana Dalam Mendapatkan Proyek
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomer 4 Tahun 2010(Presiden Republik Indonesia,
2014), dalam memperoleh suatu pekerjaan perencanaan, Konsultan mendapat melalui
beberapa cara yaitu :
a. Seleksi Umum
Pelelangan atau seleksi umum merupakan metoda pemilihan penyedia Jasa dan
Barang yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman luas sekurang kurangnya
di suatu surat kabar nasional dan surat kabar provinsi sehingga masyarakat luas dan
dunia usaha yang berminat serta memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya .
b. Seleksi Sederhana
Pelelangan atau seleksi sederhana merupakan metoda pemilihan Barang atau Jasa
yang dilakukan secara terbatas karena jumlah penyedia Barang dan Jasa yang
diyakini mampu terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks dengan pengumuman
luas sekurang kurangnya di suatu surat kabar nasional dan surat kabar provinsi yang
telah diyakini mampu , guna memberi kesempatan kepada penyedia Barang atau Jasa
lainnya yang memenuhi Kualifikasi
c. Pertunjukan Langsung
Merupakan metoda pemilihan penyediaan Barang atau Jasa dengan cara menunjuk
langsung penyedia Barang atau Jasa yang didasarkan pada kepercayaan pihak
pemberi tugas kepada konsultan perencana, yang dilatarbelakangi atas peniliaian
karya-karya konsultan perencana yang telah terwujud maupun melalui saran dari
Dapartemen Pekerjaan Umum atau pemerintahan daerah yang selalu memonitor hasil
kerja Konsultan Perencana.
d. Tender
tawaran resmi dan terstruktur untuk mencari mitra untuk mengajukan harga,
borongan pekerjaan, atau menyediakan jasa dan barang
e. Kontes /Sayembara
Merupakan metoda pemilihan Penyedia Jasa yang memperlombakan hasil karyanya,
kreativitas ataupun inovasi tertentu yang harga atau bianyanya tidak dapat ditetapkan
berdasarkan harga satuan. Cara sayembara ditempuh dalam upaya mencapai karya
perencanaan seoptimal mungkin terutama untuk bangunan khusus yang bersifat
monumental dan memiliki aspek Planologi kota yang penting. Sayembara dapat
bersifat umum dan terbuka dengan undangan melalui media massa maupun bersifat
terbatas. Untuk hal tersebut , pimpinan proyek membentuk suatu panitia atau tim juri
untuk membuat pedoman sayembara,tim juri ini nantinya berperan sebagai panitia
dan menentukan pemenang sayembara atas persetujuan pimpinan proyek dengan
catatan semua persyaratan yang berlaku harus dipenuhi.
Pedoman Perancangan
Pedoman rancangan yang dimaksud dalam perencanaan Master Plan Fakultas
Ilmu Budaya, Universitas Udayana ini menjelaskan mengenai jadwal kerja dari konsultan
yang dimana terdapat Torm Of Reference (TOR) , Time Schedule Project (TSP) yang
digunakan untuk menindaklanjuti pembuatan Kontrak Kerja :
1. Time Schedule Project (TSP) merupakan jadwal dari sebuah pekerjaan , dimana
jadwal yang dibuat menjadi sebuah pedoman pengerjaan sebuah proyek yang
tentunya disesuaikan dengan skala pekerjaan. Dalam pengerjaan proyek Masterplan
Fakultas Ilmu Budaya , Universitas Udayana waktunya cukup panjang berkisaran 6
bulan yang dihitung dari awal februari sampai awal juli 2021 dalam rentan waktu 6
bulan ini diharapkan target yang dicapai dapat terselesaikan.
2. Torm Of Reference (TOR) dalam pengerjaan proyek ini ,TOR merupakan segala
keinginan serta visi owner yang dijadikan sebagai acuan kerja. TOR ini disampaikan
oleh owner secara lisan lalu dicatat oleh konsultan biasanya disebut client brief.
Keinginan serta visi yang disampaikan owner biasanya berupa keinginan owner
terhadap bangunannya, pemakaian material yang selanjutnya dituangkan dalam
kontrak kerja.
3. Kontrak Kerja sangatlah penting dalam sebuah perencanaan sebuah proyek , karena
kontrak kerja dapat mengikat owner ataupun konsultan perencana, serta pihak yang
lain. Isi kontrak biasanya mencangkup perjanjian baik dalam hal pembayaran, waktu
pembayaran, dimana hal tersebut diatur secara hukum yang mengikat yang
menandatangani surat kontrak. Di dalam Kontrak Kerja Proyek Masterplan Fakultas
Ilmu Budaya, Universitas Udayana mengenai pembiayaan dibayar secara langsung
atau lebih dikenal dengan kontrak lupsum .