0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan5 halaman

Kriteria Memilih Pasangan Hidup

Dokumen tersebut membahas tentang kriteria memilih pasangan, isu sosial budaya terkait, harapan terhadap pernikahan, dan layanan bimbingan dan konseling untuk pasangan. Empat kriteria dalam memilih pasangan menurut agama adalah karena hartanya, kedudukan, kecantikan, dan agamanya, tetapi yang paling penting adalah agama. Isu sosial budaya meliputi kontrol orang tua terhadap pemilihan pasangan menurut adat Jawa. Harapan ter

Diunggah oleh

Nabilla Amron
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan5 halaman

Kriteria Memilih Pasangan Hidup

Dokumen tersebut membahas tentang kriteria memilih pasangan, isu sosial budaya terkait, harapan terhadap pernikahan, dan layanan bimbingan dan konseling untuk pasangan. Empat kriteria dalam memilih pasangan menurut agama adalah karena hartanya, kedudukan, kecantikan, dan agamanya, tetapi yang paling penting adalah agama. Isu sosial budaya meliputi kontrol orang tua terhadap pemilihan pasangan menurut adat Jawa. Harapan ter

Diunggah oleh

Nabilla Amron
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 3

Konseling Pra-Nikah

“Memilih Pasangan”

Sebagai salah satu syarat pemenuhan nilai tugas matakuliah

Konseling Pranikah

Dosen :

Dra. Zikra, [Link]., Kons.

Disusun Oleh :

Nabilla Amron

18006043

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2021
Kriteria Isu Terkait
Empat kriteria dalam Dimana dalam adat Jawa kontrol
memilih pasangan yaitu karena terhadap pemilihan jodoh dan
hartanya, kedudukan, kecantikan, perkawinan dilakukan secara ketat
dan karena agamanya. Tetapi oleh orangtua. Dengan menekankan
pilihlah yang beragama, karena paksaan-paksaan tertentu serta
akan mendatangakan keberuntungan peraturan-peraturan yang keras.
yang akan menjadikan keluarga
bahagia,

MEMILI
H

Harapan
Layanan BK 1. Memiliki teman hidup sampai
masa tua nanti.
Konseling individual, konseling 2. Menjalankan ibadah
kelompok, konsultasi dan mediasi 3. Sangat mencitai pasangan
ini dapat diberikan dalam 4. Ingin memperoleh keturunan
pelaksanaan layanan bimbingan dan mengasuhnya bersama
dan konseling untuk pernikahan 5. Memiliki status dimasyarakat
dan keluarga 6. Membentuk keluarga bahagia
MEMILIH PASANGAN

A. Kriteria Pasangan
Sebagai seorang individu, tentulah memiliki kriteria tertentu dalam
memilih pasangan hidupnya. Pada generasi milenial paras adalah salah
satu hal yang diutamakan, dan mengesampingkan unsur-unsur penting
didalam perkawinan. Adakalanya didalam mencari pasangan hidup,
terkadang seseorang memiliki kriteria tersendiri, namun dalam
menentukan kriteria tersebut harus berdasarkan tuntunan agama. Dalam
hadis Hurairah rhadiyallahu anhu dari Nabi Muhammad SAW, beliau
berkata:
“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena
hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena
agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika
tidak, semoga kau) menjadi miskin”
Dalam hadist tersebut ada empat kriteria dalam
memilih pasangan yaitu karena hartanya, kedudukan, kecantikan, dan
karena agamanya. Tetapi pilihlah yang beragama, karena akan
mendatangakan keberuntungan yang akan menjadikan keluarga bahagia,
sebagaimana tujuan dari undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Bab I
tentang Dasar Perkawinan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan
kekal ataupun tujuan keluarga didalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 3
tentang Dasar-Dasar Perkawinan yaitu untuk mewujudkan kehidupan
rumah tangga yang sakῑnah, mawaddah, dan raḥmah (Rizqulloh, 2021)
B. Engagement dan isu terkait (sosial budaya dan lainnya)
Isu terkait dalam sosial budaya tentang kriteria pemilihan
pasangan, salah satunya terjadi dalam adat budaya Jawa. Dimana dalam
adat Jawa kontrol terhadap pemilihan jodoh dan perkawinan dilakukan
secara ketat oleh orangtua. Dengan menekankan paksaan-paksaan tertentu
serta peraturan-peraturan yang keras. Pada suku Jawa pemilihan jodoh
didasarkan pada pertimbangan bibit, bebet dan bobot (Setiyawati & Sakti,
2014)
C. Harapan Terhadap Pernikahan
Dikutip dari laman [Link] disini dijelaskan ada
beberapa hal yang menjadi alasan sehingga seseorang memutuskan untuk
menikah, yaitu:
1. Memiliki teman hidup sampai masa tua nanti.
2. Menjalankan ibadah
3. Sangat mencitai pasangan
4. Ingin memperoleh keturunan dan mengasuhnya bersama
5. Memiliki status dimasyarakat
6. Membentuk keluarga bahagia
D. Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Masalah yang dihadapi oleh pasangan dalam pernikahan dapat
dientaskan melalui layanan bimbingan dan konseling. Prayitno dan Amti
mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang
dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang
individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang
dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan
mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada
dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma- norma yang berlaku.
Konseling individual, konseling kelompok, konsultasi dan mediasi ini
dapat diberikan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling
untuk pernikahan dan keluarga (Yendi, Ardi & Ifdil, 2013).
KEPUSTAKAAN

[Link] Ditelusuri pada 09


September 2021 Pukul 23.00 WIB.

Rizqulloh, M. K. (2021). Kriteria Memilih Pasangan Dalam Upaya Pembentukan


Hubungan Keluarga Harmonis Pada Generasi Milenial Di Kecamatan
Gunung Jati Kabupaten Cirebon (Doctoral dissertation, IAIN Syekh Nurjati
Cirebon).

Setiyawati, D. P., & Sakti, H. (2014). Pengambilan Keputusan Memilih Pasangan


Hidup Pada Wanita Dewasa Awal Yang Orangtuanya Berbeda Suku. Jurnal
EMPATI, 3(4), 162-171.

Yendi, F. M., Ardi, Z., & Ifdil, I. (2013). Pelayanan Konseling untuk Remaja
Putri Usia Pernikahan. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1(2), 109-114.

Anda mungkin juga menyukai