100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
504 tayangan12 halaman

Skenario Tuhan dalam Kehidupan Anak

Dokumen tersebut merangkum perjalanan hidup penulis, mulai dari masa kanak-kanak hingga memasuki jenjang pendidikan menengah pertama. Terdapat pengalaman belajar di taman kanak-kanak dan sekolah dasar serta masa orientasi siswa baru di SMP.

Diunggah oleh

Triana Andini Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
504 tayangan12 halaman

Skenario Tuhan dalam Kehidupan Anak

Dokumen tersebut merangkum perjalanan hidup penulis, mulai dari masa kanak-kanak hingga memasuki jenjang pendidikan menengah pertama. Terdapat pengalaman belajar di taman kanak-kanak dan sekolah dasar serta masa orientasi siswa baru di SMP.

Diunggah oleh

Triana Andini Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO TUHAN TIDAK PERNAH SALAH

Pada hari Kamis tanggal 30 Mei 2003,lahirlah seorang putri dari pasangan suami istri
bernama Jamaluddin rahmat dan Darmawati. Saat itu hari yang dinanti-nantikan oleh suami
istri itu karena mereka sangat ingin anak perempuan, dan hari itu lahir seorang putri yang di
beri nama Triana Andini Putri yang memiliki arti “Putri ketiga yang penurut”.

Saat itu, keadaan yang saya alami masih sangat bahagia dan [Link] ini
membuat saya tumbuh menjadi anak yang ceria dan manja. Tingkah lakuku tidak bisa diam
layaknya anak kecil yang bermain seharian Pada saat saya berumur 3 tahun,saya sering ikut
ketempat kerja mama dan bapak kebetulan saat itu mereka bekerja di tempat yang sama dan
dekat dengan rumah orang tua bapak. Di sana saya memiliki teman bermain yang sebaya
dengan saya. Suatu ketika mama sudah ada di tempat ia bekerja sedangkan saya dan bapak
ada di rumah, saat itu bapak bilang ke saya jika dia ingin membeli bahan bakar dulu sebelum
berangkat,dia menyuruh saya untuk menunggunya di rumah , jadilah saya menunggu hingga
akhirnya saya melihat ia melewati rumah dan saat itu saya nangis dan ngamuk sejadi-jadinya.
Hingga orang tua mama menelfon bapak untuk kembali ke rumah mengambilku. Saat bapak
sampai di rumah baru saya berhenti menangis dan nenek membantuku merapikan kembali
jaket yang saya kenakan saat itu.

***

Pada umur sekitar 3,5 tahun saya di masukkan ke Paud yang tidak jauh dari rumah
orang tua bapakku. Saat itu orang tuaku memutuskan untuk memasukkanku ke Paud itu
karena mereka terlalu sibuk dan beberapa saudara ayahku sudah tidak bisa menjagaku,jadilah
saya dimasukkan di Paud itu, Di sana saya dan teman saya sering menjahili teman – temanku
dengan kaki [Link] saat jam makan tiba kami sering membagi apa yang kami bawa dan
percayalah sebagian besar isi tasku hanya makanan, cemilan, dan hanya susu saja. Saat itu
aku masih minum susu dengan dot tapi jika ke sekolah aku tidak membawa dot itu.

Pada saat itu orang tuaku pindah tugas ke Pangkep dan kembali tinggal di Pangkep.
Setelah orang tuaku pindah saya kembali dimasukkan ke Paud yang tidak jauh dari rumah
dengan alasan yang sama mereka sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku kembali di masukkan
Paud. Di Paud yang baru itu saya harus mulai beradaptasi kembali dengan teman-temanku
yang disana, beberapa kali saya masuk dan saya mulai nyaman dengan lingkungan itu. Di
sana saya belajar berbagai hal yang dulunya saya tidak pelajari di Paud sebelumnya.
***

Saat saya berumur sekitar 4 atau 5 tahun,saya mulai di masukkan ke TK


[Link] masuk sekolah saya diantar oleh ibu disana saya benar-benar hrus
beradaptasi kembali dengan orang-orang [Link] saat itu saya tidak ingin ditanggal oleh
ibu sedangkan teman-temanku yang lain sudah mulai masuk kelas dan beberapa siswa
lainpun sama sepertiku tidak ingin ditinggal oleh ibunya. Ternyata saya satu sekolah dengan
sepupu saya saat saya mengetahui itu barulah ibu saya pulang, jika saya tidak mengetahui itu
mungkin ibu tidak sayabiarkan ia pergi.

Pertama masuk sekolah cukup penuh drama ,hari-hari selanjutnya saya sudah tidak
diantar oleh ibu atau ayah melainkan saya dan sepupu naik bentor,yahh… bentor itu memang
langganan kedua orang tua kami jadi bemtor itu dipercaya untuk antar jemput kami.

Kelas B-1 itu nama kelasku,disana saya mulai belajar banyak lagi tentang berbagai
macam hal mulai dari menggambar,mewarnai,membuat berbagai kerajinan tangan dan saat-
saat tertentu guru mengajak kami bermain seperti menyanyi dan bermain game.

Ketika jam istirahat tiba itu hal yang paling kami tunggu karena kami dapat bermain
dengan sepuasnya. Seperti anak-anak tk pada umumnya yang sangat senang bermain, dan di
tk itu memang memfasilitasi berbagai macam mainan seperti jungkat-jungkit,ayunan,dan
banyak lagi.

Suatu waktu kita foto bersama dan dari pihak sekolah memang telah menyediakan
badut teletubbies,saat itu kami di suruh antri untuk foto bersama badut itu,sebagian teman –
teman saya ada yang takut dan tidak ingin berfoto bersama badut tersebut. Awalnya saya juga
takut tapi sangat ingin berfoto dengan badut itu,saat itu saya tetap memberanikan diri dan
alhasil foto saya berbelukan dengan badut dan muka saya yang datar menahan rasa takut itu
tapi ada perasaan gembira yang saya rasakan.

Ada satu peristiwa yang membuat saya takut menaiki salah satu permainan yang ada
disana karena teman saya pernah jatuh dari permainan itu hingga terjadi luka di bagian
kepalanya. Namanya anak kecil pasti takut dengan darah, sejak itu saya dan sepupu tidak
berani menaiki permainan itu. Hingga akhirnya permainan itu ditutup oleh kain dan tsudah
tidak ada yang boleh menaiki permainan itu sejak peristiwa itu.
Hal yang paling aku suka di tk itu adalah pakaian polisinya, dan saat kami memakai
seragam itu kami diajak berkeliling. Itu seperti apel pagi tapi kami berkeliling, dan setiap
berkeliling kami menyapa beberapa pegawai-pegawai yang sedang apel pagi begitupun
sebaliknya dia yang menyapa kami duluan. Dan saat perjalanan itu kami bernyanyi,
bergandengan, dan bersenang – senang hal itu yang tidak bisa aku lupa hingga sekarang.

Hingga tiba saatnya hari terakhir sekolah dan semua kelas rekreasi ke Makassar di
Mall Panakukang, kami menaiki sebuah bus dan kami di damping oleh orang tua dan guru.
Setelah kami sampai, disana kami bermain sepuasnya, setelah kami bermain kami makan di
salah satu restoran yang ada di sana. Saat pulang saya tidak ikut di bus itu lagi karena ayah
menjemput dan kami pulang ke rumah saudara ayah yang ada di Makassar.

***
Saat saya berumur sekitar 6 atau 7 tahun saya masuk di salah satu sekolah dasar yang
dekat dari rumah orang tua saya yaitu SDN 47 BARU-BARU TOWA. Awal masuk sekolah
saya tidak ingin ke sekolah jika tidak diantar karena saya masih malu dan takut dengan
suasana yang baru di sekolah dan akhirnya ibupun mengantar saya sampai sekolah di sana
saya mencoba memberanikan diri masuk ke kelas. Hingga akhirnya saya satu sekolah lagi
dengan sepupu saya, saat itu saya mulai berani karna ada sepupu saya yang saya temani.

Kelas 1 SD hal yang mengerjakan saya tentang tulis menulis, hitung menghitung,
membaca, dan menggambar. Saya sangat salut dengan guru yang mengajar di kelas 1 SD
karena ia begitu sabar mengajar murid yang ada di dalam kelas itu dan ia tanpa mengenal
lelah mengajar semua murid. Tidak hanya itu ia juga mengurus murid yang belum
beradaptasi dengan lingkungan. Hingga akhirnya saya mulai mengenal semua teman sekelas,
dan mulai berani ke sekolah sendiri.

Aku menjalankan masa SDku layaknya anak SD pada [Link] tiba aku
kelas 6 SD aku mulai merasa harus serius dalam belajar agar tergapai cita-cita yang saya
inginkan.

Setelah belajar dan menuntut ilmu selama 6 tahun di sekolah dasar, saatnya bagi kita
untuk meninggal sekolah tercinta kita setelah Ujian Nasional. Sebelum kami semua akhirnya
benar-benar berpisah untuk melanjutkan pendidkan kejenjang yang lebih tinggi lagi, semua
siswa kelas 6 berencana utuk melakukan acara perpisahan yang berupa rekreasi.
Awalnya semua siswa kelas 6 dan guru-guru bingung, kita akan rekreasi di mana,
sampai akhirnya kami semua memutuskan untuk rekreasi ke Gowa Waterpark. Saat
semuanya telah setuju, beberapa hari sebelum keberaangkatan, kami telah menyiapkan
beberapa keperluan, misalnya membayar biaya dan keperluan lainnya untuk keberangkatan.

Setelah perpisahan tersebut, kami pun mendaftar ke sekolah yang kami inginkan
masing-masing dan semenjak saat itu kami semua mulai terpisah, tapi masih ada juga
beberapa yang masih bersama.

***

Setelah tamat SD rencana saya selanjutnya adalah melanjutkan sekolah di SMPN 2


Pangkajene. Sebenarnya mamalah yang menyarankanku agar bersekolah di sana.

Saya mendaftar ke SMPN 2 bersama beberapa temanku yaitu, Fira, dan Hilma. Kami
bersama, sampai kami diterima sebagai siswa SMPN 2. Fira dan Hilma adalah teman SD ku
yang kebetulan ingin juga melanjutkan di sekolah yang sama.

Setelah memenuhi syarat untuk masuk ke SMPN 2 Pangkajene, kamipun dites. Saat
itu aku berada di ruangan 3. Syarat sebelum tes adalah membawa kartu Ujian Nasional.
Setelah memasuki ruangan dan segera mengerjakan soal. Hinggah tes pun telah berakhir dan
aku langsung pulang.

Hasil pengumuman tes telah keluar. Semua anak yang mendaftar di Spada langsung
berbondong-bondong ke papan informasi untuk mencari nama mereka masing-masing. Saat
melihat banyak deretan nama, aku sangat bersyukur karena aku melihat namaku diantara
deretan nama tersebut, saat itu aku berada di urutan 90an diantara kurang lebih 300 orang
yang lulus.

Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas, hal yang perlu dan wajib
dilakukan terlebih dahulu adalah MOS (Masa Orientasi Siswa) setelah pengumuman hasil
kelulusan telah keluar kami dibagi menjadi beberapa gugus disetiap ruangan. Saat itu saya
berada di gugus 6. Di gugus 6 aku mengenal beberapa teman, dan juga kakak gugus yang
baik dan ramah. Menurutku hal yang paling sulit dilakukan saat mos adalah meminta semua
tanda tangan kakak-kakak gugus, karena ada juga sebagian kakak gugus yang banyak
maunya. Di situlah saya bertemu dan berkenalan dengan Dian, Selain Dian saya juga
berkenalan dengan beberapa teman yang lainnya.
Setelah Masa Orientasi Siswa berakhir maka, dibagilah kelas setiap siswa. Saat itu
aku mencari kelasku mulai dari kelas atas yaitu 7A, setelah mencari-cari namaku di setiap
kelas, aku tidak menemukan namaku, sampai akhirnya aku berpapasan dengan teman SD ku
ia yang memberitahuku bahwa namaku berada di kelas 7G. Setelah mengetahui nama ku ada
di sana maka aku langsung segera menuju kelas 7G untuk mencari namaku.

Saat itu aku belum pasti mengetahui siapa-siapa saja teman kelas ku, karena banyak
juga siswa kelas lain yang masuk ke ruangan tersebut, untuk sekedar bertemu teman lamanya.
Pertama kali masuk ke kelas tersebut aku duduk sendirian di bangku ujung didekat jendela
kelas dan paling depan karena saat itu Dian dan Izza duduk berdua.

Setelah kami menyimpan tas kami langsung keluar dari kelas. Yahh aku, Dian, dan
Izza sudah dekat sekali. Setelah kami berkeliling dan membeli minuman, kamipun kembali
ke kelas. Hingga beberapa hari sekolah kami yang paling ribut dan paling akrab diantara
teman kelasku yang lain.

Beberapa minggu saya bersekolah saya sudah mulai akrab dengan semua teman
kelasku yang lain. Wali kelasku di kelas VII.G adalah ibu Hj Nurhaedah S,pd, beliau adalah
guru Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan.

***

Setelah 1 tahun di kelas VIII, kita semua telah naik ke kelas IX. Di kelas IX kami di
roling semua teman laki-laki di kelas VIII di pindahkan ke kelas IX F dan teman kelasku di
kelas IX Adalah anak Kelas VIII. Di kelas IX.G yang menjadi wali kelas kami adalah Ibu Hj.
Jahriani [Link], beliau adalah guru Ilmu Pengatahuan Alam kami.

Selain ibu Jahriani ada beberapa guruku yang selama 3 tahun mengajariku, mulai dari
pertama masuk ke SMP sampai aku tamat SMP beliau adalah Ibu Hj Nurhaedah [Link], [Link],
beliau adalah guru [Link], Ibu eda merupakan salah satu guru favoritku, karena beliau
adalah orang yang sangat tegas terhadap semua siswanya. Selain Ibu eda ada juga ibu kurma,
yang selama 3 tahun aku berada di SMP mengajariku pelajaran Prakarya.

Selama kelas IX G banyak sekali masalah yang terjadi persahabatnku. Tapi aku tidak
ingin mengingat itu lagi.
Setelah belajar selama 3 tahun di SMP, akhirnya tibalah saat perpisahan dengan
teman-teman, guru bahkan dengan gedung sekolahnya pun. Setelah mengikuti Ujian
Nasional. Acara perpisahan yang diadakan di Bira adalah rekreasi. Sebelum penamatan,
kami membayar beberapa biaya untuk penamatan tersebut mulai biaya Transport, Makan ,dan
penginapan.

Menurutku, waktu penamatan tersebut sangatlah terasa singkat, setelah semua


susunan acara selesai, kami pun berfoto-foto dengan teman-teman dan juga dengan guru-
guru. Saat penamatan, teman kelasku yang berangkat tidaklah lengkap, karena mempunyai
alasan tertentu Meskipun waktu terasa sangat singkat, tapi itu adalah moment-moment
terakhir kami bersama yang menyenangkan. Kami nginap di Bira selama 1 malam di sana
kami tidak bisa tidur karena penginapannya kecil dan di dalam kami berjumlah 12 orang
Setelah penamatan tersebut, kami tidak pernah lagi berkumpul dengan lengkap lagi, yaitu 28
orang. Jika kami mengadakan reunian pun hanya setengahnya saja yang datang, karena
masing-masing dari kami sudah memiliki ke sibukan dan kepentingan masing-masing.

***

Setelah Ujian Nasional, kami kembali di sibukkan lagi dengan pendaftaran masuk ke
Sekolah Menengah Atas yang kami inginkan masing-masing. Pilihan sekolah pertamaku
adalah SMA Negeri 1 Pangkep dan pilihan keduaku adalah SMA Negeri 11 Pangkep.

Setelah Ujian Nasional, semua SMA telah membuka pendaftaran lewat jalur
Akademik dan jalur domisili. Awalnya aku mendaftar di jalur Akademik tapidi jalur itu saya
tidak lulus dan pada saat pendaftaran Domisili di buka saya mendaftar lagi kami di beri kertas
dan di suruh memilih 3 SMA plihan tapi aku hanya memilih 2 sekolah saja, pilihan
pertamaku adalah SMAN 1 Pangkep, pilihan keduaku SMAN 11 Pangkajene. Setelah
melakukan pendaftaran di SMAN 1 kami di suruh ke pilihan ke 2 untuk membawa berkas
hasil dari SMAN 1.

Setelah saya dari SMAN 1 aku membawa berkas lagi ke SMAN 11, saat itu bagian
operator yang saya dapat adalah Pak Surya, saat itu Pak Surya meyakinkan saya lulus di
SMAN 11 karena lebih dekat jarak rumahku ke SMAN 11 dari pada jarak rumahku dengan
SMAN 1. Saat itu Pak Surya juga satu-satunya guru yang hampir membuatku menangis
karena menanyakan hal yang sangat susah saya jelaskan tapi saya harus menahan tangisanku.
Dan Pak Surya memberiku semangat dan ia mengingatkanku untuk terus berusaha dan
meyakinkanku bahwa nanti saya bisa sukses dan menyuruhku berdoa agar dapat lulus dan
dapat membanggakan keluargaku.

Pada hari pengumuman keluar aku lulus di SMA NEGERI 11 PANGKEP, saat
mendengar pengumuman saya sangat bahagia dan takut karena mendengar cerita bahwa
untuk sekolah di sana harus kuat dalam segala hal.

***

Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS),. Pembukaan PLS dilaksanakan saat


dimulainya tahun ajaran baru. Saat pengenalan lingkungan sekolah, tidak lagi dilaksanakan di
aula, tapi PLS dilaksanakan di ruang kelas 10. Kami diarahkan oleh kakak gugus. Kakak
gugus yang membimbing kami digugus Arung Palakka adalah kakak-kakak kelas yang sangat
baik dan ramah. Hari pertama PLS kami semua disuruh ke ruang kelas masing-masing setiap
gugus, ruang kelas yang kami tempati adalah kelas [Link] Hajar Dewantara.

Setelah kegiatan Pengenalan Lingkunga Sekolah telah berakhir, hasil tes psikologi
telah keluar dan saya d mpatkan di kelas ips kami memulai untuk melakukan kegiatan belajar
mengajar. Saat pembagian kelas aku sangat senang, karena satu kelas dengan Fira dan
beberapa teman SMPku selain itu aku juga satu kelas dengan beberapa teman gugusku.

Karena kelas kami tidak di ubah, jadilah aku kembali ke tempat duduk yang awalnya
aku duduki waktu PLS. Aku duduk bersama Nisa, jadi aku hanya mencarikan Fira tempat
kosong. Tapi hanya ada satu tempat kosong dan itu tidak dekat dengan tempat dudukku.

Hari pertama masuk ke kelas KHD, awalnya masih sangat canggung, karena kami
masih belum bisa beraptasi dengan suasana yang baru lagi. Aku dan Nisa duduk di bangku
kedua dari depan. Di kelas Ki Hajar Dewantara, wali kelas kami yaitu Ibu Fitriani,
sebenarnya aku sudah mengetahui beliau sejak digugus, karena beliaulah yang dulu datang ke
gugus untuk kegiatan belajar mengajar.

Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, hal terlebih dahulu yang harus
dilakukan adalah pembentukan pengurus kelas. Di kelas KHD , pada saat itu yang terpilih
menjadi ketua kelas adalah Muh. Fikri Marsekal Jaya atau bisa di panggil Fikri dan Wakilnya
adalah Arya Yustisi di panggi Arya dan yang mencalokan sebagai sekertaris Nur Rahmawati
Idrus atau bisa di panggil Riri dan yang mencalonkan sebagai bendahara adalah Dwi Zhafirah
Rusli atau di panggil Fira.
Selama kami duduk di bangku SMA kami sudah mempunyai banyak pengalaman
mulai dari kerja tugas, masak-masak, bermalam di rumah teman, pergi jalan dan masih
banyak lagi, sesudah ulangan semester 1 kami mengikuti kegiatan porseni yang diadakan
setiap tahunya, pada kegiatan porseni banyak sekali cabang lomba yaitu; Futsal, tarik
tambang, Volly, Bulu tangkis, basket, lari, dan masih ada lagi, pada saat porseni saya
mengikuti pertandingan Basket yang terdiri dalam 5 orang, diantara 5 orang itu adalah : Dwi
Zhafirah Rusli, Fakhira Khairunisa, Putri Andari, Triana Andini Putri, Ratu Salwa,
Nurwahidah Amir, pada saat itu kami melawan kelas X. B.J Habibie, dan kami kalah tapi
kalah kami karena kalah suit dan saat itu skornya seri.

Sesudah porseni kami libur dan masuk setelah tahun baru 2019 kami masuk pada
tanggal 7 januari dan 2 hari kemudian kami menerima Rapor dan beberapa hari kemudian
kami belajar normal lagi seperti biasanya.

Pada tanggal 13 maret 2019 kakak kelas XII melaksanakan Ujian akhir sekolah
(UAS), dan kami kelas XI dan kelas X diliburkan tapi kami masih di izinkan ke sekolah
untuk menyetor hafalan dengan syarat memakai pakaian sekolah dengan rapi, kami libur
sampai tanggal 21 maret 2019 tanggal 22 kami masuk sekolah bertepatan hari jum’at, selama
kami libur kami menggumpulkan dana untuk pensi atau pameran kami mengumpulkan dana
dengan bentuk berjualan. Pada saat itu kami semua setuju untuk berjualan tahu bulat dan
membuatnya di rumah Fitri karena rumah Fitrilah tempat yang terdekat dari SMP yang akan
kami datangi untuk menjual makanan yang akan kita jual.

Hari berikutnya kami masih penggalangan dana tapi kami mengganti menu dan
menambah minuman dan kami membuatnya masih di rumah Fitri juga. Alhamdulillah saat
kami penggalangan dana jualan kami habis, meskipun selama jualan juga kami lelah tapi itu
semua terbayar saat salah satu diantara kami ada yang bercanda.

Aku bersyukur karena satu kelas dengan mereka semua. Karena mereka semualah
yang akan mewarnai masa-masa putih abu-abu. Mereka yang selalu membuatku bahagia,
selalu membuatku tertawa, dan mereka yang sangat baik kepada ku.

***

Di pertengahan semester saya mengikuti LDK (latihan dasar kepemimpinan). Salah


satu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi UPT SMA Neg. 11 Pangkep, jika
berhalangan tidak mengikuti kegiatan tahunan ini maka siswa yang tidak mengikuti LDK
tersebut harus mengulangnya tahun depan.

Saat LDK saya banyak mendapat pelajaran dari para pemateri, saya juga belajar sopan
santun yang di ingat oleh para senior yang datang pada saat malam LDK. Kegiatan ini sangat
seru dan dapat mengajarkan kami dasar-dasar kepemimpinan.

***

Untuk melengkapi salah satu KD pada pelajaran seni budaya, maka akan diadakan
pentas seni atau biasa disebut ‘pensi’. Pensi ini akan diadakan oleh 8 kelas angkatan 10.
Sebenarnya hanya 4 kelas saja yang ikut pensi yang diajari oleh Pak Nur diangkatan 10.

Sebelum pensi, hal terlebih dulu dilakukan adalah menentukan apa yang akan
ditampilan karena setap siswa wajib untuk menampilakan peran diatas panggung. Jika tidak
memiliki peran diatas panggung, maka tidak akan mendapat nilai. Pensi merupakan ajang
tahunan yang dinanti-nati oleh para guru maupun semua warga sekolah, karena hanya
diadakan 1 kali setahun. Jadi kita harus betul-betul memaksimalkan penampilan yang akan
dibawakan.
Untuk melaksanankan pensi, tidak sedikit biaya yang dibutuhkan, biaya yang
dibuhkan unuk pensipun bisa mencapai 1-2 juta. Untuk menghemat biaya, akhirnya kami
siswa-siswi X. Ki Hajar Dewantara, akan melakukan penggalangan dana. Kami melakukan
penggalangan dana hinggah beberapa minggu, sampai uang yang kami telah kumpulkan
berkisar kurang lebih Rp. 800,000,00 lebih.
Saya mengikuti Tari Nusantara, dan yang mengikuti Tari Nusantara ada 6 orang, yaitu
: Saya, Dido, Putri, Fira, Nisya, dan Fitri. Kami memilih tari kreasi yang mana dalam tari
kreasi itu terdapat tari dari Aceh, Jakarta, Bali, dan Kalimantan Barat.

Penampilan demi penampilanpun telah ditampilkan. Aku dan beberapa temanku


sangat bangga karena dapat membuktikan ke semua orang bahwa kelas kami yang selama ini
di cap sebagai kelas yang tidak beres tapi kami dapat menampilkan penampilan kami dengan
sebaik mungkin.

***
Setelah ujian akhir semester dan libur, saya kembali masuk sekolah dan medapat
kelas XI Blaise Pascal. Teman kelaskupun tetap sama saat masih kelas X dulu. Pada kelas XI
ini saya, Dido, Putri, Nisa, dan Salwa sangat jarang main dengan teman-teman cewek di kelas
kami karena kami selalu mainnya sama cowok. Saat itu kami sangat akrab dengan teman
cowok seelas kami dan beberapa teman cowok dari kelas lain yang selalu main ke kelas kami,
bahkan tempat duduk kami jadi tempat main game mereka semua.

Pertengah semester kami kembali mengadakan pensi, tema kali ini ada modern jadi
tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak biaya. Kami hanya menyediakan dana dekorasi dan
konsumsi saja. Pensi kali ini sangat berjalan lancar dan sesuai ekspektasi kami semua, setelah
acara selesai kami berfoto sekelas karena ini pensi terakhir kami. Setelah sesi foto kami
membersihkan aula karena kita tampil pada hari terakhir.

Setelah pensi kami diliburkan karena kelas XII sedang melaksanakan Ujian Akhir
Sekolah, pengumuman libur sekolah selama 1 minggu tapi wabah virus corona sampai ke
Indonesia kami diliburkan seterusnya. Saat mengetahui kabar itu saya dan teman-teman
sangat kaget dan tetap mengikuti arahan sekola tapi seiring berjalannya waktu kami sangat
bosan dan mulai pusing dengan pelajaran yang kami kurang pahami.

Setelah melewati beberapa pekan, saya sudah mulai ujian akhir semester dan ujian itu
diadakan secara online karena wabah ini.

***

Setelah libur saya naik kelas ke kelas XII Ibnu Rusyd, saat kelas XII saya dan teman-
teman mulai rajin mengerjakan tugas dan ujian yang diberikan karena kami berpikir untuk
tetap fokus agar dapat lulus dengan nilai yang baik walau dalam pembelajaran daring.

Saat ujian sekolah kami ujian secara offline, jujur saya sangat senang karena kembali
kesekolah dan bertemu teman-teman walau itu masih dengan protokol yang sangat ketat.
Setelah ujian sekolah selesai, teman angkatan saya merencanakan untuk membuat buku
tahunan dan acara perpisahan.

Wabah Covid-19 mulai membaik, saya dan teman-teman mulai berfoto untuk foto
tahunan dan masih dalam protocol kesehatan serta izin dari satgas covid. Setelah sesi buku
tahunan selesai, kami kembali mengadakan acara penamatan.
***

Pengumuman yang masuk jalur undangan (SNMPTN) sudah keluar dan saya
membukanya ternyata ada nama saya dalam pengumuman itu. Saat itu saya sangat kaget
karena nama saya di nomor 60an dari 100an siswa yang masuk SNMPTN, saya langsung
memberitahu keluarga saya. Pendaftaran SNMPTN pun dibuka, saya mendaftar dengan
pilihan pertama saya di Universitas Brawijaya dengan jurusan Teknik Informatika dan pilihan
kedua saya di Universitas Hasanuddin dengan jurusan Teknik Informatika. Saya memilih
Teknik Informatika karenasaya sangat suka dengan percodingan dan ingin sekali bekerja di
PLN dan bagian yang cocok dengan jurusan yang saya pilih.

Saat pengumuman SNMPTN keluar saya tidak berani untuk melihatnya, teman-teman
dan keluargapun mulai menghubungi saya ingin menanyakan pengumumannya. Hingga
akhirnya saya berani membukanya tapi hasilnya saya tidak lulus di kedua PTN yang saya
inginkan. Teman-teman dan keluarga saya memberi saya semangat untuk tidak terlalu
berlarut dalam kesedihan.

Pendaftaran SBMPTN buka saya kembali mendaftar, dipilihan pertama saya memilih
Universitas Brawijaya dengan jurusan Teknik Informatikan dan dipilah kedua saya memilih
Universitas Hasanuddin dengan jurusan Pendidikan Dokter Gigi. Pilihan kedua saya itu atas
dasar saran dari keluarga saya yang sangat ingin saya menjadi deokter, saya memilih itu juga
karena di pikiran saya itu jika pilihan keluarga adalah pilihan yang direstui.

Pengumuman SBMPTN keluar, saya sudah menerima apapun hasilnya dan saya
kembali tidak lulus. Saya mengabari keluarga dan teman-teman bahwa saya tidak lulus,
teman-teman saya memberi semangat dan keluarga saya mengusulkan untuk saya menunda 1
tahun dulu, saya disarankan untuk masuk pesantren dan menghafal Al-Quran tapi saya
meminta untuk mendaftar mandiri untuk terakhir jika saya tidak lulus di jalur mandiri baru
saya mengikuti kemaunnya dan merekapun mengiyakan kemaunku.

Pendaftaran Mandiri UNM dibuka saya mendaftar dengan memilih jurusan


Administrasi Kesehatan. Sebenarnya saya ingin mengambil jurusan Psikologi tapi jurusan
Administrasi Kesehatan adalah saran mama saya untuk mengambil jurusan itu saja, karena
saya berpikir jika saya mengambil jurusan Administrasi kesehatan mungkin itu yang di ridhoi
uuntuk saya. Setelah mengikuti ujian, saya mendapat kabar bahwa pengumuman beberapa
minggu dari hari ujian.
Saat pengumuman keluar saya belum berani buka tapi sepupu saya memegang kartu
pendaftaran saya, jadi dia yang membuka dan mengirimi saya hasilnya ternyata saya lulus.
Saat itu saya sangat kaget karena saya mengerjakan ujian dengan jawaban yang tidak saya
yakini itu benar. Saya memberitahu keluarga saya dan saya menyelesaikan semua syarat-
syarat untuk daftar ulang hingga mendapatkan nim mahasiswa.

Saya sangat senang menyambut PKKMB Universitas Negeri Makassar, 3 hari saya
mengikuti PKKMB. 2 minggu stelah PKKMB perkuliahanpun mulai aktif dan saya sudah
mulai mengenal teman kelas saya dan beberapa dosen yang mengajar di kelas saya.

Saya berharap bisa kuliah dengan baik dan nantinya saya lulus dengan nilai yang baik.
Saya juga berharap agar bisa bertemu dengan teman-teman saya dan dosen-dosen.

Anda mungkin juga menyukai