0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan16 halaman

Perawatan Roda dan Ban Sepeda Motor

1. Bab I membahas pendahuluan mengenai pentingnya perawatan roda dan ban sepeda motor untuk keamanan dan kenyamanan berkendara. 2. Bab II menjelaskan fungsi dan cara servis serta perbaikan bagian-bagian roda seperti jari-jari, pelek, serta ban sepeda motor beserta jenis dan ukurannya. 3. Modul ini memberikan panduan praktis tentang perawatan roda dan ban sepeda motor agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Diunggah oleh

Hana Kristina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan16 halaman

Perawatan Roda dan Ban Sepeda Motor

1. Bab I membahas pendahuluan mengenai pentingnya perawatan roda dan ban sepeda motor untuk keamanan dan kenyamanan berkendara. 2. Bab II menjelaskan fungsi dan cara servis serta perbaikan bagian-bagian roda seperti jari-jari, pelek, serta ban sepeda motor beserta jenis dan ukurannya. 3. Modul ini memberikan panduan praktis tentang perawatan roda dan ban sepeda motor agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Diunggah oleh

Hana Kristina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
Keberadaan sepeda motor saat ini bukan barang mewah lagi. Sepeda motor juga bukan
hanya milik orang kota, tetapi sekarang sudah banyak dimiliki orang-orang sampai ke
pelosok desa.
Setiap pemilik sepeda motor selalu menginginkan sepeda motornya menjadi
sarana transportasi yang dapat diandalkan, bahkan tidak sedikit yang
menggunakan sepeda motor sebagai sarana usaha, seperti ojek, dan sebagainya.
Kenyamanan mengendarai sepeda motor sebagai sarana transportasi sangat
menentukan keselamatan bagi pengendaranya. Salah satu bagian yang sangat
menentukan kenyamanan mengendarai sepeda motor adalah roda dan kondisi ban
yang baik dan seimbang.
Tekanan udara ban dan roda menentukan tingkat kecepatan keausan ban, juga
sangat ditentukan perawatan ban dan roda itu sendiri, maka roda dan ban sepeda
motor sangat perlu untuk dilakukan perawatan dan perbaikan demi keamanan dan
kenyamanan pengemudi.
Roda sepeda motor merupakan bagian ban yang sangat penting, tanpa roda
sepeda motor tidak akan dapat berjalan. Maka roda dan ban sepeda motor sangat
perlu untuk dilakukan service dan perbaikan demi keamanan dankenyamanan
pengemudi.
A. INDIKATOR HASIL PEMBELAJARAN
Pokok bahasan : Roda dan Ban
Sub Pokok Bahasan :
o Melepas Roda
o Membuka Ban
o Mengidentifikasi roda dan ban
o Memasang kembali
Setelah membaca dan mempelajari modul ini, siswa peserta program paket
ketrampilan Otomotif diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran sebagai
berikut.
1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Siswa dapat membongkar , menyervis dan merakit sistem penggerak roda, rem dan
ban, serta mekanik penggerak.
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Pada akhir kegiatan ini diharapkan siswa dapat :
a. Menyebutkan fungsi roda sepeda motor.
b. Menyebutkan bagian-bagian roda.
c. Menyebutkan fungsi jari-jari
d. Merakit jari—jari sepeda motor
e. Menyebutkan jenis-jenis pelek
f. Menyebutkan fungsi pelek
g. Menyebutkan fungsi ban sepeda motor
h. Menyebutkan fungsi ban luar
i. Menyebutkan fungsi ban dalam
j. Menyebutkan penyebab ban oleng
k. Memperbaiki roda yang oleng
l. Melepas roda depan sepeda motor secara benar
m. Melepas roda belakang
n. Memasang roda depan dengan benar
o. Memasang roda belakang dengan benar
BAB II
SERVIS DAN PERBAIKAN RODA SERTA BAN SEPEDA
MOTOR
Roda terdiri dari ban, pelek, tromol (hub), jari-jari dan bantalan roda. Karena roda
merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan pengemudi, maka harus
cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendara,
pengereman dan berbagai tenaga yang bertumpu pada jalan, dan harus dibalance
(laras imbang) dengan baik, dengan demikian roda dapat berputar dengan lembut
pada putaran tinggi, dan dapat mengikat ban dengan baik.

Fungsi Roda
 Roda depan dan belakang adalah sebagai penunjang sepeda motor untuk berjalan.
 Tenaga yang memutar roda belakang adalah didapat dari tenaga mesin yang disalurkan
melalui transmisi dan rantai
 Roda juga berfungsi untuk menerima berat dan semua beban (gaya) yang ditimbulkan
oleh kondisi jalan
Oleh karena itu roda dituntut harus:
 Kuat dan ringan
 Dapat memindahkan panas dengan baik (gesekan ban)
 Perawatan mudah
A. JARI-JARI
1. Fungsi
Susunan jari-jari dan pusatnya adalah sebagai penghubung teromol roda dengan
peleknya. Jari-jari juga sebagai penopang berat dari sepeda motor dan sekaligus sebagai
penyerap getaran/ goncangan dari kondisi jalan.
Nama Bagian:
1. Bantalan roda
2. Hub/ tromol
3. Pelek
4. Jari-jari
5. Collar antara
6. Sil penahan debu
7. Collar samping

2. Merakit Jari-jari
Merakit jari-jari ke tromol maupun ke pelek ada perbedaan pola anyaman untuk jenis rem
tromol maupun rem cakram.
 Jenis Rem Tromol
Pola 4 H. 3R
Artinya : 4 lubang pada Hub. Dan 3 lubang untuk Rim
 Jenis Rem Cakram
Pola 6 H. 3R
Artinya : 6 lubang pada Hub. Dan 3 lubang pada Rim

Catatan :
 Pola anyaman adalah
persilangan antara jari-
jari luar dan dalam
 Jari-jari luar mengarah
Putaran jarum jam
 Jari-jari dalam
berlawanan dari putaran
jarum jam

B. PELEK (VELG)
 Fungsi
Pelek dibuat sedemikian kuat agar dapat mengatasi keolengan dan kebengkokan.
Disamping itu mempunyai bentuk yang memungkinkan ban luar dan ban dalam dapat
dipasangkan secara sempurna
 Jenis-jenis Pelek
a. Pelek Baja (Besi)
Pelek ini dibuat dari baja pres (dari lembaran baja yang digulungkan dan dipres)
Sifatnya :
 daya tahan pemakain tinggi
 murah
b. Pelek Alumunium Paduan
Kebanyakan pelek jenis ini dibuat dari paduan alumunium dan magnesium.
Sifatnya :
 ringan, dapat memberikan kenyamanan pada pengendara
 awet karena tidak terjadi korosi
C. UKURAN PELEK
UKURAN PELEK ARTI KODE PADA PELEK
1.25 – 17 A.25= LEBAR PELEK (INCH)
A.2617 = DIAQMETER PELEK (INCH)
1.40 – 18 - F 1.40 = LEBAR PELEK (INCH)
18 = DIAMETER PELEK (INCH)
F = FRONT (Untuk rada depan)
1.60 – 18 - R 1.60 = LEBAR PELEK (INCH)
18 = DIAMETER PELEK(INCH)
r = REAR (Untuk roda belakang)

D. BAN
1. Fungsi
Ban merupakan bagian dari kendaraan yang langsung berhubungan dengan jalan. Ban
berfungsi untuk menjamin kendaraan berjalan nyaman dan aman dengan mengurangi
hambatan-hambatan gelinding roda. Oleh karena itu banyak sekali tuntunan-tuntunan yang
harus dipenuhi oleh ban. Antara lain : mampu manahan berat kendaraan dan muatan (arah
atas dan bawah), mampu menahan gaya (dorongan) dari samping kiri dan kanan (saat
melewati jalan yang berbelok/berkelok-kelok), mampu menahan gaya memanjang (saat
pengereman) dan akselerasi, tuntunan lainnya yaitu tahanan gelinding kecil, dapat
meredam getaran, dan kemampuan cengkeram besar.
Jenis Ban ada dua macam :
 Ban dalam
Fungsi ban dalam
Di dalam ban dibutuhkan sejumlah udara yang dapat membantu menyerap getaran dari
jalanan. Sebagai wadah dari udara itu dipasangkan ban bagian dalam, lengkap dengan klep
pemasukan udara (pentil)
 Ban luar
Fungsi ban luar
Melindungi ban dalam dan menyangga beban kendaraan dan penumpangnya Kembang ban
pada permukaan ban depan mempunyai bentuk yang berlainan dengan kembang ban pada
permukaan ban belakang.
 Ban depan
Kembang ban depan relatif sempit dengan corak yang sesuai dan tepat untuk melayani
pengendalian sepeda motor secara umum.
Corak ini disebut “corak rusuk”
 Ban belakang
Karena roda belakang sebagai penyalur tenaga yang dihasilkan oleh mesin, maka
untuk mengefisienkan tenaga dibentuk corak dan kembang ban yang ketat terhadap
permukaan jalan.
Corak ini disebut “corak berbungkal / corak renggut”
2. Ban dengan ban dalam dan tanpa ban dalam
 Ban dengan ban dalam
Mempunyai kode tube – type Pentil melekat pada ban dalam
 Ban tanpa ban dalam
Mempunyai kode tube less Pentil melekat pada pelek
3. Menurut konstruksi ( struktur ) karkasnya
 Ban bias ( diagonal )
Ban bias atau ban diagonal disebut juga ban konvensional
Terdiri dari beberapa lapisan lilitan karkas yang ditenun 300  600 terhadap garis tengah
ban

 Ban radial Konstruksi


terdiri dari dua bagian pokok yaitu :
 Lililtan karkas ( 1 ) yang ditenun 900 terhadap garis tengah ban
 Sabuk ban ( belt ) yang terdiri beberapa lapis, ditenun 250 – 400
terhadap garis tengah ban

4. Tekanan Ban
Tekanan ban akan menentukan kenyamanan dan keamanan berkendaraan Sebaiknya lihat
tabel ban yang dianjurkan.
Akibat tekanan udara kurang :
o Mudah slip
o Keausan ban tidak merata
o Tahan gelinding besar
o Ban menjadi panas, dapat terkelupas
Akibat tekanan tinggi :
• Keausan ban bagian tengah besar
• Kenyamanan berkurang
Catatan :
Penambahan / pengisian udara, ban dalam keadaan kondisi temperatur normal (dingin)

5. Ukuran ban dan aspek ratio


a. Ukuran ban
1 = Lebar ban ( W )
2 = Leba telapak ban
3 = Tinggi ban ( H )
4 = Tinggi tanduk pelek
5 = Lebar pelek
6 =  Pelek
7 = Jari – jari roda
b. Aspek ratio ( Profil ban )
Aspek ratio adalah perbandingan tinggi ( H ) dan lebar ban ( W )
Aspek ratio ( % ) = H ( tinggi ban ) X W ( lebar ban )
Besar aspek ratio standart adalah 80

Ban yang digunakan secara spesifik tidak sama antara ban depan dan belakang. Penentuan
ini dipengaruhi oleh faktor-faktor teknis. Rancangan kembang ban depan lebih
mengutamakan faktor anti slip. Sementara ban belakang pada kekuatan cengkeram (traksi)
terhadap jalan.
c. KODE DAN UKURAN BAN
 2.75 – 18 – 4PR/42 P
2.75 = Lebar ban (inch)
18 = Garis tengah lingkaran ban (inch) / diameter pelek
4 PR = Jumlah lapisan penguat (Ply Rating)
42 = Kode beban maksimum (kg) P = Kode batas kecepatan (km/jam)
 100 / 90 – 18 – 56 P
100 = Lebar ban (inch)
90 = Aspek Ratio (%)
18 = Garis tengah lingkaran dalam ban
56 = Kode beban maksimum (kg)
P = Kode batas kecepatan (km/jam)
 4.00 H – 18 – 4 PR
4.00 = Lebar ban (inch)
H = Kode batas kecepatan (km/jam)
18 = Garis tengah lingkaran dalam ban
56 = Kode beban maksimum (kg)
PR = Jumlah Lapisan Penguat
 170 / 60 R – 18 – 73 H
170 = Lebar ban (mm)
60 = Aspek Ratio (%)
R = Ban Radial
18 = Diameter Pelek (inchi)
73 = Kode beban maksimum (kg)
H = Kode batas kecepatan (km/jam)

d. PR (PLY RATING)
Angka yang tertuli di depan ply rating bukan jaminan menunjukkan jumlah lapisan yang
sebenarnya, tetapi menunjukkan kekuatan pikul ban. Hal ini tergantung dari jenis bahan
yang digunakan sebagai lapisan piulnya

e. INDEK KECEPATAN / INDEK SPEED


INDEK F G J K L M N
KM/JAM 80 90 100 110 120 130 140
f. KEKUATAN PIKUL BAN

LI kg LI kg LI kg LI kg LI kg LI kg LI kg
0 45 11 61.5 22 85 33 118 44 160 55 218 66 300
1 46.2 12 63 23 87.5 34 121 45 165 56 224 67 315
2 47.5 13 65 24 90 35 125 46 170 57 230 68 325
3 48.7 14 67 25 92.5 36 128 47 175 58 236 69 335
4 50 15 69 26 95 37 132 48 180 59 243 70 345
5 51.5 16 71 27 97.5 38 136 49 185 60 250 71 355
6 53 17 73 28 100 39 140 50 190 61 257 72 365
7 54.5 18 75 29 106 40 145 51 195 62 265 73 375
8 56 19 77.5 30 109 41 150 52 200 63 272 74 387
9 58 20 80 31 112 42 155 53 206 64 280 75 400
10 60 21 82.5 32 115 43 160 54 212 65 290 76 412

E. TWI (TREAD WEAR INDIKATORS)


TWI adalah tanda indicator yang dipakai untuk menentukan tingkat keausan telapak ban.
Tinggi TWI umumnya 1 s.d 1,5 mm diukur dari telapak ban.
Ganti ban apabila tanda keausan “….. “ atau tulisan TWI sudah dicapai oleh
kondisi keausan ban.

Perhatian !
Kedalaman minimum kembang ban : 1 mm

F. Cara membuka ban luar/ dalam dari pelek


 Bukalah tutup pentil, bagian dalam pentil (katup) dan mur penguat pentil pada
bagian pelek
 Tekan-tekan bagian beadnya (kaki ban) di sekeliling ban tersebut, agar ban luar
tidak menempel atau rapat pada bagian pelek (rim)
 Selipkan alat penyungkil ban luar atau sendok ban di antara bead dan pelek,
kemudian cungkil ban luar tersebut dengan mengarahkan sendok ban kearah jari-
jari dan tahan sendok bannya
 Lakukan hal yang sama pada sekeliling bead sampai bagian bead yang di atas
terbebas dari bagian pelek
 Untuk melepas bead yang bawah, maka lakukan hal yang sama seperti di atas.
G. Cara memasang ban luar / dalam pada pelek
a. Pasang ban bagian dalam pada bagian ban luar dengan posisi yang baik
b. Tempatkan ban luar dan dalam di atas pelek, dengan bagian pentil harus dekat dan
lurus dengan lubang kedudukan pentil pada pelek
c. Masukkan semua bead ke arah bagian tengah pelek dengan jalan ditekan, baik bead
bawah maupun bead atas. setelah kurang lebih setengah lingkaran ban, selebihnya
cukup ditekan dengan tangan sampai bead yang tersisa tinggal sedikit, sisa bead
yang sedikit dapat dimasukkan dengan bantuan sendok ban.

H. Cara mengatasi gangguan


a. Gangguan :
Roda depan dan belakang oleng
b. Penyebab
1) Bantalan / laher roda depan dan belakang aus
• Hal ini akibat dari kurang gemuk pelumas atau mungkin masuknya lumpur ke
dalam bantalan
2) Pelek depan dan belakang oleng / bengkok
• Akibat dari jari-jari yang kendor
• Kemungkinan juga dari tekanan
 Pelek dapat bengkok, apabila sepeda motor bejalan pada kondisi jalanan yang
buruk, sehingga pelek terbentur akibat ayunan pada jalan yang buruk itu
3) Jari – jari kendor
 Apabila jari-jari kendor tidak terikat secara merata dengan kuat sesuai spesifikasi
pengencangan, beberapa diantaranya dapat menjadi kendor
 Jari-jari juga dapat menjadi longgar apabila sepeda motor dimuati beban yang
terlalu berat
4) Karet dudukan poros garpu belakang sudah aus
 Perubahan bentuk pada frame. Terjadinya perubahan bentuk pada frame adalah
akibat dari beban muatan yang terlalu berat atau akibat tabrakan
5) Penyetelan rantai roda yang tidak tepat Apabila salah satu posisi garis skala pada
penyetelan rantai (kiri dan kanan) tidak sesuai dengan garis lainnya.
Ketidak lurusan roda belakang akibat penyetelan yang tidak tepat ini, akan terasa
pada pengemudian
6) Ban sudah usang Apabila terjadi ban dalam menonjol keluar akibat ban luar yang
sudah usang, maka pada batang kemudi terasa getaran turun naik
7) Sistem kemudi yang goyang Hal ini adalah akibat dari
•Poros kemudi yang longgar
•Peluru-peluru aus
•Dudukan peluru / kones rusak atau aus
Alat-alat yang digunakan dalam bongkar pasang roda dan ban
 Pengungkit
 Pengukur tekanan udara
 Stand penyetel jeruji dan pelek
 Kunci penyetel jeruji
 Kunci pas
 Kunci ring
 Martil
 Pompa
 Mistar

 Keterampilan yang Diperlukan untuk Membongkar, Memasang, dan Mengganti


Ban Dalam dan Ban Luar
Siapkan peralatan dan ban dalam baru. Peralat yang dibutuhkan untuk mengganti ban
dalam diantaranya :
1. Kunci sok ukuran 17mm (untuk membuka baut dishock depan bagian kiri)
2. Kunci Pas Ukuran 14mm (Untuk menahan kepala baut dishock depan bagian
kiri)
3. Dua buah obeng min yang panjang (Untuk mencongkel bibir ban luar)
4. Kunci pas ukuran 12 mm untuk mengendorkan dan mengencangkan baut
ditempat lubang angin.
5. Ember bekas untuk mengganjal dek.
6. Pompa angin.
7. Ban dalam baru
Prosedur Penggantian Ban:
1. Kempeskan roda
2. Tekan-tekan sisi ban secara merata.
3. Congkel salah satu sisi ban luar menggunakan 3 pencongkel sekaligus di 3
bagian yang berdekatan (arah congkelan keluar velg).
4. Kendorkan baut pengikat pentil dan keluarkan ban dalam.
5. Keluarkan sisi ban luar yang belum terlepas, menggunakan alat congkelan tadi
sampai terlepas. .
6. Pompalah ban dalam yang baru untuk memastikan kondisi ban benar-benar
tidak bocor.
7. Pasangkan ban luar yang baru dengan cara memasukkan sebelah sisi terlebih
dahulu.
8. Pasangkan ban dalam yang baru dengan cara tepatkan pentil ke lubang pentil
yang ada di velg terlebih dahulu, lalu pasangkan mur lobang angin dan
kencangkan.
9. Congkel sisi ban luar yang belum dipasang kearah dalam velg sampai
semuanya terpasang ke alur velg seperti semula dan usahakan jangan
mencongkel ban dalam, dikarenakan jika trercongkel, bisa kemungkinan
bocor.
10. Tekan-tekan ban secara merata.
11. isikan angin ke ban
12. Pasangkan roda dan tepatkan ke lubang garpu lalu pasangkan poros roda lalu
kencangkan.

 Sikap yang Diperlukan untuk Membongkar, Memasang, dan Mengganti Ban


Dalam dan Ban Luar
1. Sikap kerja secara umum:
1. Hati-hati dan teliti saat menggunakan peralatan kerja
2. Bekerja sesuai dengan Standat Operasional Prosedur baik yang ditentukan
oleh pabrikan pembuatan komponen maupun tempat kerja
3. Periksa secara cermat, komponen-komponen dari kerusakan atau perubahan
bentuk
4. Periksa tanda-tanda pemasangan maupun pelepasan untk mempermudah
analisis hasil pekerjaan
5. Cermat dan teliiti dalam menganalisis data-data
6. Berpikir analistis serta evaluatif ketika melakukan analisis
7. Selalu melaksanakan kaidah Kesehatan dan Kelematan Kerja (K3) dalam
melaksanakan setiap pekerjaan
2. Sikap kerja secara khusus
1. Gunakan kunci yang sesuai dengan ukuran baut
2. Letakkan roda jauh dari lokasi kerja, agar tidak mengganggu

MEMPERBAIKI BAN DALAM DAN BAN LUAR


A. Pengetahuan yang Diperlukan untuk Memperbaiki Ban Dalam dan Ban Luar
1. Menambal Ban Dalam (Tube)
Sebelum kita menambal ban dalam kendaraan, kita siapkan alat-alatnya:
1. alat pemanas,
2. obeng minus atau pencongkel ban,
3. alat pengepres ban,
4. gunting, korek api,
5. dan beberapa kunci yang digunakan untuk membuka ban.
Jika semua alat-alat tersebut sudah disediakan maka kita masuk langkah berikutnya, yaitu
cara dalam menambal ban:
a. Lepas ban dalam pada roda kendaraan sesuai dengan prosedur melepas ban dalam.
b. Pasangkan pentil pada ban kemudian ban dalam tersebut diberi tekanan angin
menggunakan pompa manual atau kompresor, tekanan yang disarankan adalah kurang
lebih 3 kg/cm2.
c. Untuk mengecek adanya kebocoran atau tidak pada kendaraan, caranya adalah dengan
memasukkan ban dalam yang telah diberi angin tersebut ke dalam bak berisi air. Putar
ban tersebut sambil dilihat, hingga kita melihat adanya gelembung udara yang keluar
dari ban dan itu menunjukkan adanya kebocoran.
d. Tandai posisi kebocoran pada ban dalam tersebut dengan menggoreskan obeng atau
apa saja yang dapat terlihat.
e. Lalu pasangkan alat pemanas (alat tambal ban) pada jala-jala listrik.
f. Keringkan terlebih dahulu ban dalam menggunakan kain lap hingga benarbenar kering
agar nantinya hasil tambalan yang di dapat memuaskan.
g. Siapkan bahan parut penggosok dan gunakan parut tersebut untuk menggosok bagian
ban dalam yang bocor tadi hingga permukaannya menjadi kasar.
h. Potong bahan penambal ban atau kompound dengan ukuran secukupnya (sekitar 2x2
cm).
i. Oleskan lem pada bagian ban dalam yang akan ditambal dan oleskan lem juga pada
salah satu sisi permukaan guntingan kompound tadi.
j. Tempelkan guntingan kompound yang telah diberi lem pada bagian yang ban dalam
yang bocor.
k. Pasang kertas timah pada bagian atas guntingan kompound.
l. Letakkan ban dalam di alat pres ban dengan posisi kompound tadi menempel secara
terbalik pada alat pengepres ban.
m. Putarlah ulir pres ban sampai dengan kompound menempel kuat pada ban dalam.
n. Hidupkan tombol On yang ada pada alat pres, dan filamen atau elemen pemanas akan
memanaskan tambalan ban.
o. Tunggu sekitar 10 menit sampai kompound menyatu dengan ban dalam yang bocor
tadi secara kuat.
p. Matikan terlebih dahulu peralatan tambal ban dengan cara menekan tombol off.
q. Teteskan air pada sekitar tambalan ban tadi denan pelan atau sedikit demi sedikit, hal
ini agar bagian tambalan bisa terlepas dari alat pres ban.
r. Kemudian pasang kembali pentil ban dan isilah ban dengan angin dengan tekanan
kurang lebih 3 kg/cm2.
s. Cek juga hasil tambalan ban dengan cara yang sama seperti di atas yaitu memasukkan
ban ke dalam bak air, dan jika tidak ada gelembung udara, maka berarti proses
tambalan berhasil. Setelah itu kempeskan kembali ban dalam tersebut agar
memudahkan pemasangan ban dalam pada ban luarnya.
t. Pasang lagi ban dalam pada roda dan pompa kembali sesuai dengan tekanan kerja yang
telah ditentukan pada masing-masing kendaraan.
2. Menambal Ban Tubeless
Menambal ban tubeless diharus memperhatikan prosedur yang ada serta tidak boleh
asal menambal seperti pada ban umumnya dan cara menambal ban tubeless silahkan anda
ikuti panduannya berikut ini:
a. Langkah yang pertama adalah kendurkan dahulu baut-baut roda untuk melepas
rodanya dari kendaraan. Serta simpan dan perhatikan bautbautnya agar tidak salah
pasang saat nanti memasang roda kembali.
b. Kemudian bersihkan semua permukaan ban tubeless, dan lebih baiknya
menyemprotnya dengan air agar ban benar-benar bersih.
c. Periksa terlebih dahulu ban tubeless secara visual dahulu apakah terdapat paku atau
benda lancip lainnya yang mungkin menancap di ban [Link] Menambal Ban
Tubeles Terkena Ranjau

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1. Fungsi roda pada sepeda motor adalah sebagai penunjang speda motor untuk berjalan,
meneruskan tenaga penggerak yang didapat dari engine dan menerima berat/beban (gaya)
yang ditimbulkan oelh kondisi jalan.
2. Roda pada sepeda motor harus memilki 3 faktor agar dapat berfungsi dengan baik,
faktor/persyaratan tersebut adalah :
- Roda harus kuat dan ringan
- Roda harus mampu memindahkan panas dengan baik
- Roda harus mudah perawatannya
3. Begian-bagian utama roda adalah sebagai berikut: jari-jari. Pelek, ban, bantalan roda,
bushing, dan hub (tromol) serta as roda (axle shaft)
4. Secara visual jari-jari luar memiliki sudut kebengkokan kurang dari 90 0 /jarak antara
kepala dengan kebengkokan lebih panjang. Sedangkan jari-jari dalam memiliki sudut
kebnegkokan lebih dari 90 0 /jarak antara kepala dengan kebengkokan lebih pendek.
5. Pola anyaman yang digunakan untuk merakit jari-jari ke tromol meupun ke pelek untuk
jenis rom tromol adalh 4H3R (4HUB/3RIM) sedangkan untuk jenis rem cakram adalah
6H3R (6HUB/3RIM).
6. Jenis pelek dibedakan menurut jenis bahan yang digunakan dan ban yang diapakai.
Menurut jenis bahannya pelek dibagi menjadi pelek besi, pelek alumunium paduan dan
pelek besi tuang. Sedangkan menurut ban yang dipakai pelek dibagi menjadi pelek untuk
jenis tube tire tyre (ban dalam) dan jenis tubeless type (tanpa ban dalam).
7. Ukuran pelek biasanya dinyatakan dengan kode 1.40 x 18 – F atau 1.60 x x18 – R yang
berarti 1.40/1.60 adalah lebar pelek (inchi), 18 = diameter pelek (inchi) dan F/R adalah
front/rear (depan/belakang)
8. Keolengan pelek maksimal yang diizinkan adalah arah radial 1.0 mm dan axsial 1.0 mm.
DAFTAR PUSTAKA

HONDA Pengantar Teori Bahan Bensin, ASTRA MOTOR Training Centre. PT


ASTRA Semarang.

“Kumpulan Materi Ketrampilan otomotif. Tim Pengajar BLK (Depnaker) Pasar Rebo.

Departemen Pndidikan Nasional Direktorat Jenrdral Pendidikan Dasar dan Menegah.


Tahun 2000

Modul Pelatihan Sepeda motor Teori. Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi
Vocational Education Development Centre Malang. 2000

Anda mungkin juga menyukai