MAKALAH KELAS 5 BANGUN RUANG
Disusun Oleh:
Kelompok 2 (Kelas Palembang)
Elsafana Surbakti
Muhammad Ridho
Alifia Nestity
Luthfiyah farah H
Putri Nur Azizah
Dosen Pengampuh Mata Kuliah:
1. [Link] Hawa,[Link]
2. [Link],[Link]
3. Vina Amilia Suganda,[Link]
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2021
BAB I
PENDAHULIAN
Kita semua hidup dalam satu ruang. Semua kejadian yang kita saksikan atau kita alami sendiri
terjadi dalam ruang itu. Setiap hari kita bergaul dengan benda-benda ruang, seperti lemari, TV,
kotak snack, kaleng susu, rumah, tangki air, bak mandi, dan seterusnya. Maka bekal hidup yang
kita berikan kepada anak-anak kita melalui pembelajaran di Sekolah Dasar tidak dapat dianggap
lengkap apabila tidak meliputi pemahaman ruang. Pemahaman ruang itu dikembangkan melalui
pelajaran Bangun Ruang.
Bangun ruang merupakan salah satu komponen matematika yang perlu dipelajari untuk
menetapkan konsep keruangan. Maka dalam pelajaran Matematika perlu diberikan topik
pembelajaran ini kepada semua peserta didik sejak berada di Sekolah Dasar untuk membekali
peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif.
Kompetensi tersebut sangatlah perlu sebagai dasar dari peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang konsep dasar bangun ruang, meliputi: pengertian,
ciri, sifat, dan macam-macam bangun ruang.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bangun ruang?
2. Apa hubungan pangkay tiga dan akar?
3. Menentukan jaring-jaring balok dan kubus
BAB II
PEMBAHASAN
VOLUME BANGUN RUANG
Volume adalah ukuran seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Volume
atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati
dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun benda yang tidak
beraturan.
1. Kubus
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang kubus :
Memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi dan kongruen
Memiliki 12 rusuk yang sama panjang
Memiliki 8 titik sudut yang sama besar
Rumus :
Volume (V) = S × S × S
Luas permukaan = 6 ×(S × S)
2. Balok
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang balok :
Memiliki 6 sisi, 4 sisi berbentuk persegi panjang
Memiliki 12 rusuk yang sama panjang
Memiliki 8 titik sudut yang sama besar
Rumus :
Volume (V) = P × L × t
Luas permukaan = (2 × P × L) + (2 × P × t) + (2 × L × t)
3. Prisma Segitiga
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Prisma Segitiga :
Memiliki 5 sisi, 2 sisi berbentuk segitiga dan 3 sisi berbentuk
persegi panjang
Memiliki bidang alas dan tutup berbentuk segitiga yang kongruen
Memiliki 9 rusuk
Memiliki 6 titik sudut
Rumus :
1
Volume (V) = × a × b × t
2
4. Limas Segi Empat
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Limas Segi Empat :
Memiliki alas berbentuk segi empat
Memiliki 5 sisi, 4 sisi berbentuk segitiga, 1 sisi berbentuk segi empat
Memiliki 8 rusuk
Memiliki 5 titik sudut yang 1 titik sudutnya merupakan titik puncak
Rumus :
1
Volume (V) = × (P × l) × t
3
Luas permukaan = luas alas + luas selubung limas
5. Limas Segi Tiga
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Limas Segi Empat :
Memiliki alas berbentuk segitiga
Memiliki 3 sisi yang semuanya berbentuk segitiga
Memiliki 6 rusuk
Memiliki 4 titik sudut yang 1 titik sudutnya merupakan titik
puncak
Rumus :
1 1
Volume (V) = × ( × a × b) × t
3 3
Luas permukaan = luas alas + luas selubung limas
6. Tabung
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Tabung :
Memiliki alas dan tutup berbentuk lingkaran
Memiliki 3 sisi
Memiliki 2 rusuk
Tidak memiliki titik sudut
Rumus :
Volume (V) = π × r × r × t
Luas permukaan = 2 π r 2 + 2 π r
7. Kerucut
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Kerucut :
Memiliki 2 sisi
Memiliki 2 rusuk
Memiliki 1 titik sudut yaitu titik puncak
Rumus :
1
Volume (V) = π r2 t
3
Luas permukaan = π r 2 + π r
8. Bola
Sifat atau ciri-ciri bangun ruang Bola :
Memiliki 1 sisi
Tidak memiliki rusuk
Tidak memiliki titik sudut
Memiliki 1 titik pusat
Rumus :
4
Volume (V) = × π ×r × r × r
3
Luas permukaan = 4 × π ×r ×r
HUBUNGAN PANGKAT TIGA DAN AKAR PANGKAT TIGA
Bilangan berpangkat adalah perkalian berulang dengan bilangan itu sendiri sebanyak bilangan
pangkat tersebut.
Contoh 43 berarti bilangan 4 dikalikan bilangan 4 sebanyak 3 sehingga 43 = 4x4x4 hasilnya
adalah 64. Jadi 43 = 64. Contoh yang lain 73 = 7 x 7 x 7 hasilnya adalah 343 jadi 73= 343.
Bilangan kubik adalah bilangan hasil pemangkatan tiga suatu bilangan. Jadi bisa dikatakan
bahwa bilangan kubik adalah bilangan hasil perpangkatan tiga.
Contoh 23 = 8 jadi 8 adalah bilangan kubik.
Contoh lain 53 = 125 jadi 125 adalah bilangan kubik.
Tabel Bilangan Kubik
No Bilangan Berpangkat tiga Bilangan Kubik
.
1. 13 1
2. 23 8
3. 33 27
4. 43 64
5. 53 125
6. 63 216
7. 73 343
8. 83 512
9. 93 729
10. 103 1000
akar suatu bilangan lawannya adalah pangkat dari bilangan tersebut. Untuk mengingat kembali
coba kamu perhatikan contoh perhitungan akar pangkat dua di bawah ini.
√ 4 = 2 x 2 sehingga √ 4 = 2
√ 25 = 5 x 5 sehingga √ 25 = 5
Nah, bagaimana menentukan akar pangkat tiga dari bilangan kubik? Untuk memahaminya mari
kita pelajari contoh berikut ini!
∛ 216 = 6 x 6 x 6 = 216 sehingga ∛ 216 = 6
∛ 729 = 7 x 7 x 7 = 729 sehingga ∛ 729 = 7
a3 = b
∛b = a
MENENTUKAN JARING-JARING KUBUS
1. POLA 1- 4 - 1
1 persegi pada baris pertama (atas)
4 persegi pada baris kedua (tengah)
1 persegi pada baris ketiga (bawah)
Kompetensi Dasar Indikator
3. Menjelaskan dan menemukan 3.6.1 Menentukan jaring-jaring
6
jaring-jaring bangun ruang kubus.
sederhana (kubus dan balok).
2. POLA 2 – 3 – 1
2 persegi pada baris pertama (atas)
3 persegi pada baris kedua (tengah)
1 persegi pada baris ketiga (bawah)
3. POLA 2 – 2 – 2
2 persegi pada baris pertama (atas)
2 persegi pada baris kedua (tengah)
2 persegi pada baris ketiga (bawah)
4. POLA 3 – 3
3 persegi pada baris pertama (atas)
3 persegi pada baris ketiga (bawah)
Jadi, berikut ini jarring-jaring kubus :
MENENTUKAN JARING-JARING BALOK
Pengertian Jaring – Jaring Balok
Jaring – jaring balok merupakan sisi- sisi balok yang direntangkan selepas dipotong dengan
mengikuti jalur rusuk-rusuknya. Ciri atau karakteristik dari jaring-jaring balok dapat kita lihat
jika bentuk tersebut dilipat akan membentuk suatu bangun balok. Jaring balok memiliki berbagai
variasi karena bentuk sisinya terdiri dari bangun datar persegi panjang
Gunting dus sesuai pola dari kubus pada titik-titik tertentu. Jangan sisakan satu sisi bawah dan
satu sisi samping.
Maka akan kamu dapatkan bentuk berupa jaring-jaring balok seperti gambar di atas
Setelah membelah kotak dus menjadi sebuah jaring-jaring balok, maka dapat diketahui bahwa
jaring-jaring balok tersusun dari 6 buah persegi panjang yang terdiri dari 3 persegi panjang yang
sama besar. Maka
Persegi panjang ABCD sama dengan EFGH.
Persegi panjang EHDA sama dengan BCGF.
Persegi panjang ABFE sama dengan DCGH.
Berikut contoh jaring-jaring balok
Sisi yang bewarna biru adalah sisi kanan dan kiri balok
Membuat Jaring-Jaring Kubus
Pengertian Kubus
Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang kongruen
berbentuk bujur sangkar. Kubus memiliki 6 sisi sama besar, 12 rusuk sama panjang, dan 8 titik
sudut sama besar. Kubus juga disebut dengan Bidang enam beraturan, selain itu kubus juga
merupakan bentuk khusus dalam prisma segi empat, Kubus.
Jaring- Jaring kubus
Seperti yang telah di jelaskan dalam pengertian tadi bahwa kubus memiliki 6 sisi yang sama
besar baik itu luas ataupun kelilingnya. Jadi jarring jaring pada kabus akan berbentuk bangun
datar persegi.
Lihat jarring – jarring di bawah ini
Cara Membuat jaring-jaring kubus
Setelah 2 penjelasan di atas kita dapat simpulkan dalam membuat jaring jaring kubus itu semua
sisi kubus harus berbentuk bangun datar persegi dan dalam kubus juga memiliki 6 sisi, dalam
membuat kubus kita memerlukan 6 sisi yang sama besar dan di susun agar tidak saling
menumpuk
Contoh :
Benar
Salah
Kenapa Salah ?
Karena sisi no 2 dan 4 akan saling menumpuk dan kubus tersebut memiliki 1 sisi yang hilang dan
sisi lain yang saling menumpuk
Langkah-Langkah Pembuatan
1. Buat sisi alas terlebih dahulu
2. Buat 3 sisi yang mengitari alas
3. Lalu buat 2 sisi berjajar di sisi yang belum ada alasnya
Contoh-Contoh Jaring-Jaring Kubus
Membuat Jaring - Jaring Balok
Pengertian Balok
Balok merupakan bangun ruang tiga dimensi yang mempunyai 6 sisi dan 12 rusuk dan
juga 8 titik sudut.
Bangun Balok dapat terbentuk dari tiga buah pasang sisi yang berbentuk persegi atau
persegi panjang dan dimana satu diantaranya itu berukuran berbeda.
Pada Setiap sisi berimpitan dengan sisi persegi panjang yang lain dengan sisi yang
berhadapan dan besifat kongruen.
Apa sih kongruen itu?
Kongruen merupakan sebuah bentuk bangun dengan sudut-sudut yang bersesuaian dengan sama
besar dan juga dengan panjang yang sama.
Pengertian Jaring Jaring Balok
Jaring-jaring balok merupakan suatu sisi-sisi balok yang direntangkan setelah di potong
mengikuti rusuk-rusuknya. Misalnya pada Enam buah persegi panjang yang terdiri dari 3 pasang
persegi panjang yang kongruen kalau disusun belum tentu membentuk jaring balok.
Karakteristik yang dimiliki dari jaring-jaring ini bisa dilihat apabila bentuk tersebut kita lipat
dan membentuk sebua bangun balok. Kita dapat mengetahui bentuk dari jaring balok yaitu
dengan cara memotong model balok pada rusuk-rusuk tertentu maka akan menghasilkan sebuah
jaringan balok.
Cara pemotongannya sama apabila dimulai dari sisi yang berbeda maka akan menghasilkan
sebuah bentuk yang berbeda pula. Jaring-jaring dari balok tidak jauh berbeda dengan bentuk
dari jaring-jaring kubus. Perbedaannya hanya ada pada bentuk sisi dari keduanya.
Pada Jaring-jaring kubus memilki bentuk sisi hanya dalam bentuk persegi saja, sedangkan pada
sisi jaring-jaring balok terdiri dari beberapa bentuk persegi dan persegi panjang.
Variasi Gambar Jaring Jaring Balok
Berikut ini merupakan gambar variasi dari bentuk jaring-jaring balok yang dapat kita gunakan
untuk membetuk sebuah balok dirumah.
Gambar balok 1
Gambar balok 2
Gambar Jaring-jaring balok 3
Gambar balok 4
Gambar balok 5
Gambar balok 6
Gambar Balok 7
Gambar balok 8
Gambar balok 9
Dibawah ini merupakan gambaran salah satu dari variasinya
1. Cetaklah sebuah pola gambar dengan ukuran yang lebih besar.
2. kemudian, guntinglah kertas karton tersebut mengikuti ruas garis yang nampak.
3. Lakukan lipatan pada setiap jaring tersebut berdasarkan ruas garis sampai membentuk
balok yang hampir sempurna.
4. Balok tersebut adalah hasil dari melipat dan mengelem lidah jaring-jaringnya, dan dengan
persegi panjang bawah sebagai sisi depannya.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan gambar hasil dari percobaan diatas :