Program PMKP RSUD Buleleng 2021
Program PMKP RSUD Buleleng 2021
SURAT PENGANTAR
NOMOR : ……./…… /2021
Kepada
Yth. Ketua Dewan Pengawas
RSU………..
di-
SINGARAJA
DIREKTUR
RSU………
(…………………)
PROGRAM
PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
TAHUN 2020
LEMBAR PERSETUJUAN
DISUSUN OLEH
KOMITE PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
RUMAH SAKIT UMUM ……………………………..
(……………………………………..) (………………………………………..)
Disetujui oleh,
KETUA DEWAN PENGAWAS RS………………..
(…………………………………..)
KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH………..
NOMOR : ……./………/2021
TENTANG
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Ditetapkan di : Singaraja
Pada Tanggal : ………….2021
DIREKTUR
RSU………
(…………………)
: KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
LAMPIRAN UMUM………………..
NOMOR : …../…………/2021
TANGGAL : ………….. 2021
TENTANG : PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN (PMKP) RUMAH
SAKIT………………………… TAHUN 2021
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI......................................................................................... i
DAFTAR TABEL………………………………………………………………....... iv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1
A. Tujuan Umum……………………………………………………………… 5
B. Tujuan Khusus…………………………………………………………….. 5
A. Kegiatan Pokok…………………………………………………………….. 6
B. Rincian Kegiatan…………………………………………………………… 6
BAB VI SASARAN................................................................................ 20
i
A. Sasaran Audience...................................................................... 20
B. Pelaporan Kegiatan.................................................................... 28
C. Evaluasi Program....................................................................... 31
BAB X PENUTUP................................................................................. 32
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Overview Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD
………Tahun 2021……………………………………… 4
iii
DAFTAR TABEL
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1
BAB II
LATAR BELAKANG
2
Dimensi mutu dan keselamatan pasien antara lain aman,
efektif, efisien, adil, berorientasi pasien, tepat waktu, dan integrasi.
Dimensi-dimensi ini merupakan suatu kerangka kerja yang sangat
berguna untuk dapat membantu para tim kesehatan untuk
menjelaskan dan menganalisa masalah-masalah mereka serta untuk
mengukur sejauh mana mereka dapat memenuhi standar program.
Dimensi-dimensi mutu ini sesuai untuk pelayanan klinis dan
manajerial yang dapat mendorong peningkatan mutu kualitas
pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD
Kabupaten Buleleng untuk tahun 2020 mengukur 7 dimensi mutu
sesuai dengan standar akreditasi yaitu :
1. Aman yaitu meminimalkan terjadinya kerugian (harm), risiko
cidera dan kesalahan medis yang bias dicegah kepada mereka
yang menerima pelayanan.
2. Efektif yaitu menyediakan pelayanan kesehatan berbasis
bukti kepada masyarakat.
3. Efisien yaitu optimalkan sumber daya yang ada, tanpa
pemborosan bahan, menyediakan pelayanan yang sesuai
dengan preferensi, kebutuhan dan nilai- nilai individu.
4. Adil yaitu menyediakan pelayanan yang seragam tanpa
membedakan jenis kelamin, suku, etnik, tempat tinggal,
agama, social ekonomi
5. Berorientasi Pasien yaitu menyediakan pelayanan yang
sesuai dengan preferensi kebutuhan dan nilai-nilai individu.
6. Tepat Waktu yaitu pelayanan kesehatan untuk seluruh siklus
kehidupan , mengurangi waktu tunggu dan keterlambatan
pemberian pelayanan kesehatan.
7. Integrasi yaitu menyediakan pelayanan yang terkoordinasi
lintas fasilitas pelayanan kesehatan dan pemberi pelayanan,
serta menyediakan pelayanan kesehatan untuk seluruh siklus
kehidupan.
3
Ketujuh dimensi diatas kemudian diintegrasikan dengan program
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien sehingga menghasilkan
overview sebagai berikut :
4
BAB III
TUJUAN
A. Tujuan Umum
Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit
secara berkelanjutan dan berkesinambungan melalui pengurangan
risiko dan meningkatkan budaya keselamatan pasien.
B. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan mutu pelayanan klinik melalui standarisasi
asuhan klinis dan monitoring indikator
2. Meningkatkan mutu pelayanan manajemen melalui monitoring
indikator
3. Meningkatkan keselamatan pasien melalui pelaporan insiden
dan penerapan sasaran keselamatan pasien.
5
BAB IV
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
A. Kegiatan Pokok
1. Upaya Peningkatan Mutu
2. Keselamatan Pasien
B. Rincian Kegiatan
1. Upaya Peningkatan Mutu
a. Menetapkan Prioritas Kegiatan Yang Akan Di Evaluasi
Pimpinan menetapkan proses yang dijadikan prioritas
untuk dilakukan evaluasi dan kegiatan peningkatan mutu
dan keselamatan pasien yang harus dilaksanakan. Oleh
karena itu, pimpinan fokus pada penilaian mutu dan kegiatan
peningkatan rumah sakit dengan cara:
1) Menetapkan prioritas rumah sakit dalam kegiatan evaluasi.
2) Menetapkan prioritas rumah sakit dalam kegiatan
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
3) Penerapan sasaran keselamatan pasien ditetapkan sebagai
salah satu prioritas.
Dasar Pertimbangan Penetapan Prioritas
Dalam menetapkan prioritas ada beberapa
pertimbangan yang harus diperhatikan , yakni:
- Besarnya masalah yang terjadi
- Pertimbangan biaya
- Persepsi pemberi pelayanan asuhan
4) Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan
Penetapkan prioritas difokuskan pada proses-proses
kegiatan utama yang kritikal, risiko tinggi, cenderung
bermasalah yang langsung terkait dengan mutu asuhan dan
keamanan lingkungan.
b. Melaksanakan sosialisasi/diseminasi hasil kegiatan PMKP
Penyebaran informasi tentang peningkatan mutu dan
keselamatan pasien adalah penting. Komunikasi dilakukan
secara reguler melalui media yang efektif melalui kegiatan
sosialisasi/diseminasi hasil kegiatan PMKP. Pemberian
informasi mencakup program peningkatan mutu dan
6
keselamatan pasien, kemajuan penerapan sasaran keselamatan
pasien, hasil analisis dari kejadian insiden kepada seluruh staf
dan melalui kegiatan orientasi kepada karyawan baru,
siswa/mahasiswa tentang program peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
c. Melaksanakan diklat PMKP
Pendidikan dan pelatihan PMKP yang dilaksanakan
untuk direksi, para pimpinan Rumah Sakit, dan seluruh staf
diupayakan yang berskala nasional dilaksanakan re-edukasi
secara berkala di internal RSUD Kabupaten Buleleng.
Pendidikan dan pelatihan yang diberikan tentang pengumpulan
data, analisis, perencanaan dan pelaksanaan peningkatan
mutu dan keselamatan pasien, dengan sasaran seluruh staf
RSUD Kabupaten Buleleng. Pelatihan dilaksanakan secara
berkala pada seluruh staf yang belum mendapat pelatihan
diberikan pelatihan secara langsung sedangkan untuk tenaga
staf yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dilakukan
re-evaluasi tentang peningkatan mutu dan keselamatan pasien
secara berjenjang sesuai dengan peran dalam program yang
direncanakan, mereka diminta untuk berpartisipasi dalam
melaksanakan kegiatan program. Kegiatan pelatihan ini
dilakukan dengan penyesuaian kegiatan rutin dari staf agar
tersedia cukup waktu bagi mereka untuk berpartisipasi secara
penuh dalam kegiatan pelatihan.
Rumah sakit mengidentifikasi dan menyediakan pelatih
terampil untuk pendidikan dan pelatihan staf serta ditunjang
dengan pola pembelajaran mandiri melalui IT (Program
SISMADAK) yang memberikan informasi tentang program
peningkatan mutu dan keselamatan pasien, program
manageman risiko dan program PPI.
d. Melakukan pengukuran mutu melalui pemilihan, penetapan,
pengumpulan data dan analisa untuk indikator mutu prioritas
rumah sakit.
Kegiatan pokok program peningkatan mutu dan
keselamatan pasien untuk tahun 2020 adalah mengevaluasi
indikator mutu dan indikator keselamatan pasien yang
7
menjadi prioritas rumah sakit dalam upaya melakukan
perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan (profil
indikator dapat dilihat di kamus indikator tahun 2020).
Kegiatan pengumpulan data indikator mutu dan keselamatan
pasien melalui program SISMADAK yang mencakup informasi
tentang hasil program peningkatan mutu dan keselamatan
pasien, program manageman risiko, program PPI, hasil
capaian indikator mutu dan insiden keselamatan pasien.
Program SISMADAK ini merupakan upaya Pimpinan Rumah
Sakit (Direktur RSUD Kabupaten Buleleng) dalam
memberikan bantuan teknologi dan dukungan lainnya untuk
mendukung program peningkatan mutu dan keselamatan
pasien.
Pemilihan indikator mutu berdasarkan high risk, high
volume, problem prone. Pemilihan indikator yang akan diambil
sebagai indikator mutu rumah sakit diprioritaskan
berdasarkan high risk dan problem prone mengingat angka
kematian ibu di kabupaten buleleng masih tinggi sehingga
mengambil area pelayanan kebidanan dan kandungan sebagai
pengukuran mutu prioritas rumah sakit. Indikator mutu di
RSUD Kabupaten Buleleng terdiri dari :
1). Indikator Mutu Unit
Pemilihan indikator di unit pelayanan klinis maupun
manajemen dipilih berdasar atas prioritasnya. Indikator
Unit yang ditetapkan di masing-masing Unit di RSUD
Kabupaten Buleleng meliputi:
a) Instalasi Rawat Inap
Asesmen awal medis 1X24 jam setelah pasien MRS
Asesmen awal Keperawatan 1 x 24 jam
Kepuasan pasien selama perawatan
Jam visite dokter spesialis
Kepatuhan DPJP terhadap Clinical Pathway
b) Instalasi Rawat Jalan
Kepuasan pasien atas pelayanan rawat jalan
8
c) Intalasi Bedah Sentral
Pengkajian pra anestesi
Pengkajian prabedah yang dilakukan pada pasien yang
akan dilakukan operasi
Kepatuhan pelaksanaan prosedur site marking pada
pasien yang akan dilakukan tindakan operasi
Ketidaksesuaian diagnosa pre operasi dan post operasi
Efek samping sedasi moderat atau dalam dengan
penggunaan anastesi umum, kejadian desaturasi
d) Instalasi Intensif
Rata-rata pasien kembali ke perawatan ruang intensif
dengan kasus sama < 72 jam
Pneumoni akibat pemakaian ventilator
Ketidakmampuan menangani BBLR 1500 – 2500 gr
e) Instalasi Gawat Darurat
Waktu Tanggap Pelayanan dokter di gawat darurat
Kepuasan pelanggan tentang pelayanan di
gawatdarurat
Kematian pasien kurang dari 8 jam
f) Instalasi Laboratorium
Waktu lapor tes kritis laboratorium
Sampel darah yang memenuhi syarat
Kelengkapan penulisan identitas pada surat pengantar
pemeriksaan laboratorium
Ketersediaan fasilitas dan peralatan laboratorium
klinik
g) Instalasi Radiologi
Waktu tunggu hasil pelayanan cito thorax foto
Kejadian pengulangan foto rontgen
Ketidaklengkapan pengisian permohonan permintaan
radiologi
h) Instalasi Farmasi
Penulisan resep sesuai dengan formularium nasional
Kesalahan penulisan resep
Jumlah kekosongan stok obat esensial
Kesalahan dispensing obat oleh farmasi
9
Kejadian serius akibat efek samping obat
Ketidaksesuaian obat yang dating dengan obat yang
dipesan
i) Intalasi Rehabilitasi Medik
Kejadian drop out dari program rehabilitasi medik
Kejadian kesalahan tindakan rehabilitasi medik
Kepuasan pasien atas pelayanan rehabilitasi medik
j) Instalasi Gizi
Kepatuhan penggunaan APD
Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien
Tidak adanya kesalahan dalam pemberian diet
Keluhan pasien dalam pelayanan gizi
k) Instalasi Rekam Medik
Ketidaklengkapan informed consent
Ketidaklengkapan catatan medis pasien (KLPCM)
l) CSSD
Uji Biological test
Kelengkapan setting alat operasi
m) Binatu
Jumlah linen tertukar
n) IPSRS
Waktu tanggap terhadap kerusakan alat
o) Unit HD
Adekuasi dialisis
p) Ambulans
Kecepatan memberikan pelayanan embulans/mobil
jenazah di rumah sakit
q) Keamanan
Tidak adanya barang milik pasien, pengunjung,
karyawan yang hilang
r) Pemulasaraan jenazah
Pengurusan dan pemulangan jenazah tepat
waktu
Pelatihan perawatan jenazah infeksius
Sarana dan prasarana perawatan jenazah
infeksius
10
s) Indikator PPRA
Perbaikan kuantitas penggunaan mikroba
Perbaikan kualitas penggunaan antibiotika
Peningkatan mutu penanganan kasus infeksi secara
multidisiplin dan terintegrasi
Penurunan angka infeksi rumah sakit yang disebabkan
oleh mikroba resisten
t) PPI
IDO
ISK
VAP
IAD
u) Sasaran Keselamatan Pasien
Mengidentifikasi Pasien Dengan Benar, dengan
Indikator Pemakaian gelang untuk identifikasi pasien
yang MRS di RSUD Kabupaten Buleleng;
Meningkatkan Komunikasi yang Efektif, dengan
Indikator Verifikasi pelaporan keadaan pasien kepada
DPJP dengan tehnik SBAR dan TBK dari petugas
kepada dokter DPJP dan ditanda tangani dalam waktu
24 jam;
Meningkatkan Keamanan Obat yang perlu
diwaspadai, dengan Indikator : Pemberian label obat
HIGH ALERT;
Memastikan terlaksananya proses tepat lokasi, tepat
prosedur, tepat pasien yang menjalani tindakan dan
prosedur pembedahanan dengan Indikator :
Kelengkapan pelaksanaan dan pendokumentasian
Sign In, Time Out, dan Sign Out pada pasien yang
dilakukan pembedahan;
Mengurangi Resiko Infeksi Terkait Pelayanan
Kesehatan, dengan Indikator Persentase kepatuhan
petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan
tangan dengan metode enam langkah dan lima momen;
11
Mengurangi Risiko Cedera karena pasien jatuh,
dengan Indikator Insiden pasien jatuh selama
perawatan dirumah sakit.
12
c) Indikator mutu Sasaran Keselamatan Pasien yaitu
indikator mutu yang mengukur kepatuhan staf dalam
penerapan sasaran keselamatan pasien dan budaya
keselamatan
1. Pemakaian gelang identifikasi pasien
2. Verifikasi pelaporan via telepon dengan teknik TBK
dari petugas rawat inap kepada DPJP dan ditandatangani
dalam 24 jam
3. Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalam
melakukan kebersihan tangan dengan metode enam
langkah dan lima momen
4. Kepatuhan pelaksanaan site marking pada pasien yang
akan dilakukan operasi
5. Mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh
insiden pasien jatuh selama perawatan di rumah sakit
13
i) Kepatuhan upaya pencegahan risiko cedera akibat pasien
jatuh
j) Kepatuhan DPJP terhadap clinical pathway
k) Kepuasan pasien dan keluarga
l) Kecepatan respon terhadap komplain
e. Melakukan Pemantauan Pelaksanaan Standarisasi Proses
Asuhan Klinis
1) Sosialisasi PPK dan CP ke staf klinis terkait
2) Uji coba implementasi
3) Finalisasi PPK dan CP
4) Implementasi PPK dan CP
5) Monitoring implementasi PPK CP dengan menggunakan
indicator mutu kepatuhan DPJP terhadap clinical pathway
setiap 3 bulan dan audit medis/klinis setahun sekali.
f. Melakukan koordinasi semua komponen dari kegiatan
pengukuran mutu dan pengendalian (koordinasi dengan
kegiatan PPI dan dengan manajemen risiko klinis).
Dilakukan koordinasi dalam pemantauan Healthcare
Assosiated Infections (HAIs), dengan pengendalian mutu di
laboratorium klinis, dengan manajemen risiko klinis yang
bertanggung jawab dalam pengumpulan data, analisa dan
evaluasi data serta melaporkan secara berkala ke Komite
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
2. Keselamatan Pasien
a. Menerapkan manajemen risiko klinis
1) Memotivasi pemilik risiko (risk owner) untuk mengambil
tanggung jawab manajemen risiko dengan menjadikannya
sebagai bagian penting dari aktivitas bisnis normal yang
menjadi tanggung jawab mereka.
2) Mengawasi risiko yang kemungkinan terjadi atas fasilitas
dan lingkungan dengan memperhatikan semua aspek yang
ada dalam program.
3) Memastikan risiko-risiko yang ada di pemerintah telah
diidentifikasi / dikenali dan dinilai tingkat signifikansinya,
serta telah dibuatkan rencana tindakan untuk
14
meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko
tersebut.
4) Memastikan bahwa jika rencana tindakan dilaksanakan
secara efektif, maka tindakan dimaksud dapat
meminimalisasi dampak dan kemungkinan terjadinya
risiko.
5) Memberikan rekomendasi kepada manajemen mengenai
risiko-risiko yang mungkin terjadi serta usulan
penanganannya.
b. Melaporkan dan analisis data insiden keselamatan pasien
1) Melaksanakan kegiatan pencatatan dan pelaporan IKP
(Insiden Keselamatan Pasien), meliputi kejadian Sentinel,
Kejadian Tidak Diharapkan, Kejadian Nyaris Cedera,
Kejadian Potensial Cedera, dan Kejadian Tidak Cedera
2) Melaksanakan analisis IKP melalui investigasi sederhana
dan RCA (Root Cause Analysis)
c. Melaksanakan dan mendokumentasikan FMEA dan rancang
ulang(minimal 1 laporan dalam setahun)
Satu alat yang dapat digunakan melakukan analisis
dari akibat suatu kejadian yang berujung pada risiko tinggi
adalah FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Rumah sakit
juga melakukan identifikasi dan menggunakan alat serupa
untuk melakukan identifikasi dan mengurangi risiko, yang
dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu tahun dan
dibuat dokumentasinya.
d. Koordinasi kegiatan dengan peningkatan mutu
Dalam pelaksanaan program peningkatan mutu di
mulai dari penanganan koordinasi dari semua komponen dari
kegiatan pengukuran mutu dan pengendalian dengan cara
melakukan kegiatan rapat koordinasi, simulasi , telusur dan
supervisi ke area-area pelayanan.
Rapat koordinasi dilaksanakan antar berbagai unit kerja
di rumah sakit terkait dengan mutu dan keselamatan pasien,
seperti pengendalian mutu di laboratorium klinis, program
manajeman risiko, program PPI dan program lainnya.
15
Kegiatan simulasi dilaksanakan untuk mendukung
kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien salah
satunya dengan simulasi penggunaan APAR dan Hand
Hygiene. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkoordinasi
dengan Komite PPI dan Manajemen Risiko.
Sedangkan untuk kegiatan supervisi seminggu sekali
dalam proses pengumpulan data dan analisa data dilakukan
oleh Direktur, Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien (PMKP), SPI dan Assesor Internal untuk melakukan
monitoring dan memandu penerapan program PMKP di Unit
Pelayanan RSUD Kabupaten Buleleng.
16
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
17
untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Upaya ini
akan menjamin mutu pelayanan agar tetap efektif dan efisien.
Apabila dari hasil audit ditemukan kesalahan /tidak
dipatuhinya standar maka perlu dilakukan pembinaan dan
dicari solusi pemecahan permasalahannya. Kegiatan audit
dilakukan oleh Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien (PMKP) yang bertugas menentukan masalah
peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang perlu
diperbaiki , menentukan kriteria untuk memperbaiki masalah
serta menilai pelaksanaan perbaikan yang telah ditetapkan,
kemudian menyampaikan hasil laporan secara periodik pada
pimpinan rumah sakit sebagai bahan pertimbangan kebijakan
lebih lanjut. Kegiatan ini bekerja sama dengan Instalasi/Unit,
Komite yang ada di rumah sakit seperti Farmasi, PPI, K3RS,
Rekam Medis, Pelayanan Medis dan lain-lain.
18
target indikator mutu yang akan ditingkatkan, agar sesuai
dengan konsep continuous improvement di manajemen mutu.
4. Proses pelaporan meliputi kegiatan sebagai berikut :
a. Menyajikan data yang telah dilakukan analisis dan
validasi data kedalam format capaian indikator mutu
b. Menyampaikan hasil laporan capaian indikator mutu
kepada Direktur dan Unit terkait serta lembaga tata
kelola/ Dewan Pengawas.
c. Memohon rekomendasi dari Direksi dan Unit terkait serta
lembaga tata kelola/Dewan Pengawas setelah
penyampaian hasil.
d. Melaksanakan pelaporan resmi setiap 3 bulan, dan
setahun sekali untuk laporan tahunan serta setiap 6
(enam) bulan Direktur Rumah Sakit melaporkan
penerapan keselamatan pasien kepada representasi
pemilik (Dewan Pengawas) antara lain mencakup :
Jumlah dan jenis kejadian tidak diharapkan/insiden
keselamatan pasien serta analisis akar masalahnya
Apakah pasien dan keluarga telah mendapatkan
informasi tentang kejadian tersebut
Tindakan yang telah diambil untuk meningkatkan
keselamatan sebagai respons terhadap kejadian
tersebut
Apakah tindakan perbaikan tersebut dipertahankan.
Khusus untuk kejadian sentinel, Direktur Rumah Sakit
wajib melaporkan kejadian kepada pemilik dan
representasi pemilik paling lambat 2 x 24 jam setelah
kejadian dan melaporkan ulang hasil analisis akar
masalah setelah 45 hari.
e. Distribusi laporan kepada Direktur dan unit lain serta
lembaga tata kelola/Dewan Pengawas.
f. Meminta feedback dan tindak lanjut laporan yang telah
didistribusikan sesuai ketentuan administrasi rumah
sakit.
19
BAB VI
SASARAN
20
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
Menetapkan prioritas
1 kegiatan yang akan di
evaluasi
2 Melaksanakan
sosialisasi/diseminasi
Hasil Capaian
Program PMKP
Kegiatan Program
PMKP kepada
karyawan baru,
siswa/mahasiswa
praktek
3 Melaksanakan Diklat
(Internal) secara
berjenjang
Pelatihan
penanggungjawab
data yang terlibat
dalam
pengumpulan,
analisis, dan
validasi data PMKP,
khususnya tentang
sistem manajemen
data
Pelatihan secara
langsung pada staf
yang belum
mendapat pelatihan
PMKP
Pelatihan re-
evaluasi pada
tenaga staf yang
sebelumnya sudah
mendapatkan
pelatihan PMKP
(ASSES)
Sertifikasi
Pemberian sertifikat
PMKP bagi setiap
staf yang pelatihan
dan
pengarsipan
sertifikat ke setiap
arsip kepegawaian
21
Tahun 2020
No Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
4 Melaksanakan diklat
Eksternal
Manajemen mutu
Keselamatan
pasien
Telusur Surveyor
Internal evaluasi
melalui telusur
5 internal Komite
Peningkatan Mutu
dan Keselamatan
Pasien (PMKP)
Melakukan
pengukuran mutu
melalui pemilihan,
6
penetapan untuk
indikator mutu
prioritas rS
Pengumpulan data
7 indikator mutu
Tabulasi data
8 indikator mutu
Analisis data mutu
9
Validasi ***)
10
Benchmarking
11
Supervisi dalam
proses pengumpulan
12
data di Unit
Pelayanan
13 Melaksanakan
kegiatan
-PDSA
-RCA **)
-FMEA
Monitoring dan
evaluasi
Program
Manajemen Risiko
(Tahun berikutnya*)
Melakukan
pemantauan
14
pelaksanaan
standarisasi proses
asuhan klinis
Melakukan
pengukuran budaya
keselamatan pasien
22
Tahun 2020
No Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
15 Melakukan koordinasi
semua komponen
dari kegiatan
pengukuran mutu
dan pengendalian
Pemantauan
Healthcare
Assossiated
Infections (HAIs) di
Komite PPI
Pemantauan
pengendalian
mutu di
laboratorium
klinis
16 Rapat :
Triwulan
Tahunan *)
(tahun berikutnya)
17 Pembuatan laporan
internal:
Bulanan
Triwulan
Semester
Tahunan *)
(tahun berikutnya)
Laporan Insiden
Keselamatan
Pasien **)
18 Pembuatan laporan
eksternal
Laporan Insiden
Keselamatan
Pasien ke KNKP**)
Keterangan :
*) Rapat dan laporan tahunan dilaksanakan dan dibuat pada
bulan Januari tahun berikutnya.
**) Dilaksanakan sewaktu-waktu setiap ada kejadian/insiden
keselamatan pasien.
***) Dilaksanakan validasi ulang bila data validasi di triwulan
pertama belum valid.
23
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
1. Evaluasi Semester I
Tabel 8.2 Evaluasi Semester I Tahun 2020
24
No Kegiatan Tahun 2020
9 Validasi ***)
10 Benchmarking
-PDSA
-RCA **)
Bulanan
Triwulan
Tahunan *)
(tahun berikutnya)
16 Pembuatan laporan internal :
Triwulan
Tahunan *)
(tahun berikutnya)
Laporan Insiden Keselamatan
Pasien **)
17 Pembuatan laporan eksternal
25
2. Evaluasi Semester II
Tabel 8.3 Evaluasi Semeter II Tahun 2020
No Kegiatan Tahun 2020
1 Melaksanakan
sosialisasi/diseminasi hasil
kegiatan PMKP
Hasil Capaian Program PMKP
Manajemen mutu
3
Keselamatan pasien
-PDSA
-RCA **)
-FMEA
Melakukan pemantauan
pelaksanaan standarisasi
proses asuhan klinis
26
Tahun 2020
No Kegiatan
Jul Ags Sep Okt Nov Des
Melakukan pemantauan
pelaksanaan penilaian kinerja
staf klinis dan non klinis
Melakukan pengukuran budaya
keselamatan pasien
13 Melakukan koordinasi semua
komponen dari kegiatan
pengukuran mutu dan
pengendalian
Pemantauan Healthcare
Assossiated Infections (HAIs) di
Komite PPI
Pemantauan pengendalian
mutu di laboratorium klinis
14 Rapat :
Triwulan
Bulanan
Triwulan
Semester
Keterangan :
**) Dilaksanakan sewaktu-waktu setiap ada kejadian/insiden
keselamatan pasien.
***) Dilaksanakan sewaktu-waktu bila data validasi di triwulan pertama
belum tercapai
B. Pelaporan Kegiatan
Hasil pengolahan dan analisa data dituangkan dalam bentuk
laporan yang kemudian akan dilaporkan kepada Direktur RSUD
Kabupaten Buleleng, selanjutnya disampaikan kepada
representasi pemilik setiap tiga bulan sekali dalam Rapat
Evaluasi Triwulan. Setiap semester Komite Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien (PMKP) melakukan evaluasi pelaksanaan
kegiatan, Disamping itu evaluasi semester II juga dilakukan guna
merangkum hasil pencapaian semua instalasi dan unit kerja
selama setahun. Evaluasi tahunan menghasilkan laporan
27
tahunan yang dilaporkan kepada Direktur RSUD Kabupaten
Buleleng, selanjutnya disampaikan kepada representasi pemilik.
Rapat Evaluasi Triwulan dan Tahunan akan menghasilkan
rekomendasi-rekomendasi yang harus dilakukan oleh instalasi
dan unit kerja. Rekomendasi yang dihasilkan merupakan cara
atau sarana untuk melakukan perbaikan dan pengembangan
kualitas pelayanan. Selanjutnya Komite Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien (PMKP) akan memantau pelaksanaan
rekomendasi tersebut dan melaporkan kembali kepada Direktur
RSUD Kabupaten Buleleng.
28
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
- Komite
- Penanggung jawab Peningkatan
Laporan Setiap pengumpul data di Mutu dan
1
Bulanan bulan masing-masing Keselamatan
unit/instalasi/komite Pasien
(PMKP)
- Direktur
RSUD Kab.
- Laporan PDSA
Buleleng
Laporan - Laporan Triwulan
2 3 Bulanan - Dewan
Triwulan - Laporan Validasi dan
Pengawas
Benchmarking
RSUD Kab.
Buleleng
- Direktur
RSUD Kab.
- Laporan Insiden Buleleng
Laporan
3 6 Bulanan keselamatan Pasien - Dewan
Semester
- Laporan RCA Pengawas
RSUD Kab.
Buleleng
- Direktur
RSUD Kab.
- Laporan PDSA
Buleleng
Laporan - Laporan Triwulan
4 Tahunan - Dewan
Tahunan - Laporan Validasi dan
Pengawas
Benchmarking
RSUD Kab.
Buleleng
29
C. Evaluasi Program
Evaluasi program dibuat dalam bentuk pelaporan setiap
tahun yang diserahkan kepada Direktur RSUD Kabupaten
Buleleng, selanjutnya disampaikan kepada representasi pemilik
(Dewan Pengawas).
30
BAB X
PENUTUP
Mengetahui,
……………………, 2021
DIREKTUR
RS…………
(……………………..)
31