Explanation text is a non-fiction text which describes a process For example,
the water cycle and so’on. Dengan kata lain, Explanation Text adalah sebuah
text yang berfungsi untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau
suatu hal secara detail, contoh peristiwa terjadinya hujan dari uap air atau
tsunami dan kejadian lainya yang memiliki unsur kejadian alam, budaya, sosial
dan lain-lain.
What is the Purpose of Explanation Text?
Tujuan atau purpose dari explanation text yaitu sama dengan nama
nya explain yang berarti ‘menjelaskan’ secara detail terjadinya suatu peristiwa
kepada pembaca nya agar pembaca dapat memahami dan memperoleh
informasi dengan baik.
How is the Structure of Explanation Text?
Terdapat tiga bagian dalam struktur kebahasaan Explanation Text, yaitu:
1. A general statement (Belqis Huril)
Dalam general statement berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena
yang akan dibahas, bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau
penjelasannya.
2. A squenced of explanation (Soimah)
A squenced of explanation berisi tentang penjelasan proses mengapa fenomena
tersebut bisa terjadi atau tercipta. A squenced of explanation berupa jawaban
dari pertanyaan ‘why’ dan ‘how’ penulis ketika membuat sebuah Explanation
text. Dalam squenced of explanation bisa terdiri lebih dari satu paragrap.
3. Closing (Latifatul)
Sebenarnya closing itu tidak tercantum dalam generic
structure dari Explanation text, tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa
paragrap terakhir dari sebuah Explanation text adalah closing, padahal itu
merupakan bagian dari squenced of explantaion yang berisi tentang langkah
akhir yang dijelaskan pada bagian squenced of explanation.
Menggunakan simpel present tens
Mengguankan abstract noun (kata benda yang nampak)
Mengguanakan Passive voice
Menggunakan Action verbs
The Communicative Purpose of the Text (Tujuan Komunikatif Text)
To explain the processes involved in the formation or working of natural
or sociocultural phenomena.
(Untuk menjelaskan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau
kegiatan yang terkait dengan fenomena alam, dunia ilmiah, sosial budaya,
atau lainnya). (Reka)
The Generic Structure (Struktur atau kerangka teks)
o General Statement (Pernyataan umun), pernyataan untuk
memposisikan pembaca. (Belqis Huril Z)
o A sequenced explanation of why or how something occurs, rentetan
penjelasan mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi. (Soimah)
o Closing (Penutup), Jika ada. (Latifa)
Significant Lexicogrammatical Features (Ciri Kebahasaan)
Menggunakan:
Focus on generic human and generic non-human Participants. (Monica)
Use of Passive Voice. (Nasiruddin)
Time Conjunctions. (Sofi)
Menggunakan Action verbs (Tri)
Untuk menambah pemahaman anda mengenai
penjelasan Explanation Text di atas, pelajari juga contoh explanation
text dengan terjemahannya berikut ini:
General statement
Woodchipping is a process used to obtain pulp and paper products from forest
trees. The woodchipping process begins when the trees are cut down in a
selected area of the forest called a coupe.
(Woodchipping adalah proses yang digunakan untuk memperoleh produk bubur
kertas dan kertas dari pohon-pohon hutan. Proses woodchipping dimulai ketika
pohon ditebang di area yang dipilih dari hutan yang disebut coupe.)
Squence of explanation
Next the tops and branches of the trees are cut out and then the logs are taken
to the mill. At the mill the bark of the logs is removed and the logs are taken to
a chipper which cuts them into small pieces called woodchips. The woodchips are
then screened to remove dirt and other impurities. At this stage they are either
exported in this form or changed into pulp by chemicals and heat. The pulp is
then bleached and the water content is removed.
(Selanjutnya bagian atas dan cabang-cabang dari pohon tersebut dipotong dan
kemudian batang-batang kayunya dibawa ke pabrik pengilingan. Di pabrik
pengilingan kulit kayu akan dihilangkan dan batang-batang kayu tersebut
dibawa ke mesin pemotong kayu (chipper) yang memotong batang-batang kayu
tersebut menjadi potongan-potongan kecil yang disebut serpihan kayu
(woodchips). Serpihan kayu tersebut kemudian disaring untuk menghilangkan
kotoran dan benda-benda lainnya. Pada tahap ini mereka bisa diekspor dalam
bentuk tersebut atau dirubah menjadi bubur kertas dengan bahan kimia dan
panas. Bubur tersebut kemudian diputihkan dan kadar airnya akan
dihilangkan.)
Closing
Finally the pulp is rolled out to make paper.
(Akhirnya bubur kertas tersebut digulung untuk dibuat kertas kertas. )
explanation text examples
How is Food Digested?
The food we aet is broken down and used by our bodies. This breaking down of food
is called digestion.
You may have heared your stomach gurgling after you have eaten . the stomach,
teeth, tongue and intestines all help to digests food.
when you chew your food, digestion begins. the food is pushed by the tongue to the
trapoloor at the back of the throath called the oesophagus. it then moves to the
stomach. where digestive juice make it smaller. in the small intestine. the goodness
is ‘soaked up’. Finally water is taken out in the large intestine.
The goodness that is left can now be carried arround the body by the blood to be
used for energy, repair and growth.
(Terjemahan)
Bagaimana makanan dicerna?
Makanan yang kita makan dipecah dan digunakan oleh tubuh kita. penghancuran makanan
ini disebut pencernaan.
Anda mungkin pernah mendengar perut anda
yang menggelegak setelah Anda makan. perut, gigi, lidah dan usus semua membantu untu
k mencerna makanan.
saat Anda mengunyah makanan Anda, pencernaan dimulai. makanan didorong oleh lidah k
e trapoloor bagian belakang tenggorokan yang disebut oesophagus. Hal
ini kemudian bergerak ke perut. dimana jus pencernaan membuatnya lebih
kecil. dalam usus kecil. sari makanan yang
baik diserap. Akhirnya air diambil dalam usus besar.
sari
makaan yang tersisa sekarang dapat salurkan diseluruh tubuh dengan darah yang digunaka
n sebagai energi, perbaikan dan pertumbuhan.
Understanding the Process of Tsunami
In Indonesia in particular, we are very close to the word “Tsunami”. Indeed, natural
disasters, this one never put deep scars for our nation. A few years ago, thousands of lives
floated swept the Tsunami in Banda Aceh. Indonesia mourns, the world mourns. Tsunami
indeed does not belong to Indonesia alone. All the countries bordering the sea and have a
high potential for earthquake-prone hit by tsunami. One of them is the digdaya country with
technology, Japan. Unfortunately, despite the tsunami is already so familiar, but not a few of
us who do not know the true understanding of the tsunami. Such is the case with the
tsunami occurrence process itself. This article tries to answer the second question.
What Is A Tsunami?
The word “Tsunami” itself is derived from the Japan which means a huge wave (Tsu:
ports and Nami: wave). An agreed definition of Adapan many people are of the tsunami is a
natural disaster caused by the rising tide of the sea to the Mainland with a high speed due to
the earthquake which was centered under the ocean. The quake could have been caused by
a landslide, ground plates shifted, a volcano erupts and the meteor that crashed in the
ocean. This usually happens when the tsunami magnitude earthquake exceeded the 7 on
the richter scale. The tsunami is quite dangerous, especially for those who live in the coastal
environment. With great power, he will sweep away what was spent.
The Process Of Occurrence Of Tsunamis
If talking about the process of the occurrence of a tsunami, then we certainly should start
from the cause, i.e. the area of the earthquake in the sea. Tsunami always starts a
movement of terrific that customarily we call the earthquake. Although it is known that there
are many kinds of quakes, but 90% of the tsunami caused by the movement of the plates in
the belly of the Earth happens to be located there in the ocean. However, it should be also
mentioned, history never recorded the terrible tsunami due to the eruption of Krakatoa.
The earthquake that occurred in the belly of the Earth would have resulted in the
emergence of pressure towards the vertical so that the ocean floor will rise and fall in a short
span of time. This will then trigger an imbalance on the ocean water is then pushed into a
large wave that moves mainland region.
With great power on the water wave, the fair only if the buildings on the Mainland
could be swept away easily. This tsunami waves propagate at speeds unimaginable. He
could reach 500 to 1000 kilometres per hour on the sea. And by the time it reaches shore, its
speed is reduced to 50 to 30 kilometers per hour. Despite the diminished rapidly, but the
pace could have caused severe damage to humans.
If we observe the process of occurrence of tsunamis, of course we understand that
there is no human intervention in it. As such, we do not have control in order to prevent
these causes. However, with maximum vigilance and preparation, we can minimize the
impact of the tsunami itself. Good examples already shown Japan. Though prone to
tsunamis, but awareness of its people is able to suppress the number of casualties due to
the disaster.
(Terjemahan)
Pengertian & Proses Terjadinya Tsunami
Di Indonesia khususnya, kita teramat dekat dengan kata “Tsunami”. Memang, bencana alam
yang satu ini pernah menggoreskan luka yang dalam bagi bangsa kita. Beberapa tahun
yang lalu, ribuan nyawa melayang tersapu Tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka,
dunia berduka. Tsunami sesungguhnya bukan milik Indonesia saja. Semua Negara yang
berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami.
Salah satunya adalah negeri yang digdaya dengan teknologi, Jepang. Sayangnya, meski
tsunami sudah demikian akrab, tapi tak sedikit di antara kita yang tak tahu pengertian
tsunami yang sesunggunya. Demikian halnya dengan proses terjadinya tsunami itu sendiri.
Artikel ini mencoba menjawab kedua persoalan tersebut.
Apa Itu Tsunami?
Kata “Tsunami” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti Ombak Besar (Tsu :
pelabuhan dan Nami : gelombang). Adapan definisi yang disepakati banyak orang adalah
tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh naiknya gelombang laut ke
daratan dengan kecepatan yang tinggi akibat adanya gempa yang berpusat di bawah
lautan. Gempa tersebut bisa saja diakibatkan oleh tanah yang longsor, lempeng yang
bergeser, gunung berapi yang mengalami erupsi serta meteor yang jatuh di lautan. Tsunami
ini biasanya terjadi apabila besarnya gempa melebihi 7 skala richter. Tsunami ini cukup
berbahaya, utamanya bagi mereka yang bermukim di sekitaran pantai. Dengan kekuatan
besar, ia akan menyapu apa saja yang dilewatinya.
Proses Terjadinya Tsunami
Jika berbicara mengenai proses terjadinya tsunami, maka kita tentu harus memulai dari
penyebabnya, yakni gempa di wilayah lautan. Tsunami selalu diawali suatu pergerakan
dahsyat yang lazim kita sebut gempa. Meski diketahui bahwa gempa ini ada beragam jenis,
namun 90% tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng di dalam perut bumi yang
letaknya kebetulan ada di dalam wilayah lautan. Akan tetapi perlu juga disebutkan, sejarah
pernah merekam tsunami yang dahsyat akibat meletusnya Gunung Krakatau.
Gempa yang terjadi di dalam perut bumi akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah
vertical sehingga dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat. Hal
ini kemudian akan memicu ketidakseimbangan pada air lautan yang kemudian terdorong
menjadi gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.
Dengan tenaga yang besar yang ada pada gelombang air tersebut, wajar saja jika
bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudahnya. Gelombang tsunami ini merambat
dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Ia bisa mencapai 500 sampai 1000 kilometer per
jam di lautan. Dan saat mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai
30 kilometer per jam. Meski berkurang pesat, namun kecepatan tersebut sudah bisa
menyebabkan kerusakan yang parah bagi manusia.
Jika kita mencermati proses terjadinya tsunami, tentu kita paham bahwa tak ada campur
tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kita tak memiliki kendali untuk mencegah
penyebab tersebut. Namun, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita bisa
meminimalisir dampak bencana tsunami ini sendiri. Contoh yang baik sudah diperlihatkan
Jepang. Meski rawan tsunami, namun kesadaran rakyatnya mampu menekan jumlah korban
akibat bencana tersebut.
Cukup mudah dipahami bukan sahabat KBI materi mengenai
explanation text tersebut? terus semangat belajar bahasa inggris ya
dan perbanyak berlatih. Good luck!