PT Jadul
Diketahui:
Kebutuhan vitamin selama setahun sebanyak 100.000 unit dengan biaya pemesanan Rp
2.500.000 dengan biaya simpan sebesar 20% dari harga barang per tahun.
Harga untuk setiap volume penjualan:
1) Rp 25.000 per unit bila pembelian maks 10.000 unit
2) Rp 24.000 per unit bila pembelian antara 10.000-15.000 unit
3) Rp 23.000 per unit bila pembelian min 15.000 unit
Berikut ini kandungan gizi dan 2 merek pakan ternak yang akan dipilih:
Komposisi Makanan Ternak
Kandungan Gizi Merek A gr Merek B gr Kebutuhan Min
Bulanan (gr)
Kalsium 2 4 16
Magnesium 4 3 24
Harga $/gr 6 3
Berikut ini daftar biaya distribusi untuk masing-masing kota besar yang akan dipasok oleh PT
Jadul:
Lokasi Jumlah Biaya Distribusi
Peternakan Ternak Jakarta Surabaya Palembang Makasar
Lampung 2500 7 9 3 10
Padang 2200 8 10 4 10
Nusa 6000 12 5 12 7
Tenggara
Barat
Jawa Barat 3300 5 7 12 10
Total 7000 4000 1500 1500
Perusahaan memiliki hanya satu karyawati yang melayani pembelian yang datang ke
peternakan PT Jadul, dan perusahaan mempertimbangkan untuk menambah satu orang
karyawati sebagai upaya meningkatkan layanan. Berikut ini data jumlah kedatangan pembeli
serta kapasitas layanan yang mampu diberikan yaitu sebesar 3 menit per pelanggan, dengan
jumlah kedatangan pelanggan 18 orang per jam
Nomor 1. Modul 3
Ukuran pemesan yg ekonomis bagi PT Jadul
2 R Cs
Qmin =
√ Ci
2(100.000)(2.500 .000)
1) Qmin =
√ 0,2(25.000)
= 10.000
Oleh karena Qmin = 10.000 unit sama besar dari batas potongan harga, titik Q* sebesar
10.000 unit.
Jumlah Harga
dan Biaya
JHB1
JHB2
0 b = 10.000 Qmin (10.000) Q
2(100.000)(2.500 .000)
2) Qmin =
√ 0,2(24.000)
= 10.206
2(100.000)(2.500 .000)
3) Qmin =
√ 0,2(23.000)
= 10.425
Karena Qmin = 10.425 unit lebih kecil daripada b. Maka, harus dibandingkan JHB1 pada titik
Qmin dengan JHB2 pada titik b.
JHB1 pada Qmin:
100.000 10.206
= 100.000(24.000) + (2.500.000) + (20% x 24.000) = Rp. [Link]
10.206 2
JHB2 pada titik b:
100.000 15.000
= 100.000(23.000) + (2.500.000) + (20% x 23.000) = Rp [Link]
15.000 2
Oleh karena JHB2 pada titik b lebih murah daripada JHB1 pada titik Qmin, jumlah setiap
pembelian yang optimum (Q*) sebesar b, yaitu 15.000 unit.
Jumlah Harga
dan Biaya
JHB1
JHB2
0 Qmin (10.206) b = 15.000 Q
Nomor 2. Modul 5
Dari kasus PT Jadul, gunakan metode liner programming dengan metode simpleks untuk
menghitung biaya minimum yang harus dikeluarkan.
Fungsi tujuan: minimumkan Z = 16X1 + 24X2
Batasan-batasan: (1) 2X1 + 4X2 ≤ 6
(2) 4X1 + 3X2 ≤ 3
(3) X1, X2 ≥0
Langkah 1: Mengubah Fungsi Tujuan
Fungsi tujuan diubah sedemikian rupa sehingga semua variabel yang belum diketahui
nilainya berada di sebelah kiri tanda sama dengan (=), misalnya fungsi tujuan:
Maksimumkan Z = 16X1 + 24X2 diubah menjadi:
Maksimumkan Z – 16X1 – 24X2 = 0
Langkah 2: Mengubah Batasan-batasan
Semua batasan yang mula-mula bertanda lebih kecil atau sama dengan (≤) diubah menjadi
tanda persamaan (=). Perubahan ini menggunakan suatu tambahan variabel yang sering
disebut slack variable dan biasanya diberi simbol S.
2X1 + 4X2 ≤ 6 diubah menjadi:
2X1 + 4X2 + S1 = 6
Demikian pula dengan batasan kedua, ubah tandanya menjadi persamaan berikut.
4X1 + 3X2 +¿ S2 = 3
Dengan demikian, bentuk persamaan-persamaan tadi menjadi sebagai berikut.
Fungsi tujuan: maksimumkan Z – 16X1 – 24X2 = 0
Batasan-batasan: (1) 2X1 + 4X2 + S1 = 6
(2) 4X1 + 3X2 +¿ S2 = 3
(3) X1, X2, S1, S2≥ 0
Langkah 3: Menyusun Persamaan-persamaan dalam Tabel
Persamaan-persamaan diatas kemudian dimasukan dalam tabel simpleks, kalau dinyatakan
dalam angka-angka terlihat seperti Tabel 1.1
Tabel 1.1
Tabel Simpleks Pertama untuk Masalah Produksi PT Jadul
V.D Z X1 X2 S1 S2 NK
Z 1 -16 -24 0 0 0
S1 0 2 4 1 0 6
Tabel pertama S2 0 4 3 0 1 3inilah yang nanti
diperbaiki sampai
memperoleh hasil optimal. Tabel itu bisa dibaca sebagai berikut. Batasan bahan baku A
masih utuh 6 gr, belum digunakan (S1 = 6). Batasan bahan baku B masih utuh 3 gr, belum
digunakan (S2 = 3). Aktivitas/ produk pertama dan kedua belum dilaksanakan/dihasilkan.
Sumbangan terhadap laba belum ada (Z = 0)
Langkah 4: Memilih Kolom Kunci
Kolom kunci adalah kolom yang merupakan dasar untuk mengubah/memperbaiki tabel di
atas. Agar bisa lebih cepat memperoleh pemecahan optimal, pilihlah kolom yang pada baris Z
mempunyai nilai negatif terkecil (yang paling negatif). Ternyata, nilainya pada kolom X1
sebesar -16 dan pada kolom X2 sebesar -24. Jadi, kolom X2 yang dipilih sebagai kolom kunci.
Lingkari kolom itu untuk memudahkan mengingatnya.
Tabel 1.2
Memilih Kolom Kunci
V.D Z X1 X2 S1 S2 NK
Z 1 -16 -24 0 0 0
S1 0 2 4 1 0 6
S2 0 4 3 0 1 3
Selama dalam baris Z masih terdapat bilangan negatif, tabel itu masih bisa
diubah/diperbaiki. Akan tetapi, kalau sudah tidak ada yang negatif, berarti tabel itu sudah
optimal.
Langkah 5: Memilih Baris Kunci
Baris kunci adalah baris yang merupakan dasar untuk mengubah/mengadakan
perbaikan. Untuk menentukannya, terlebih dahulu mencari indeks tiap-tiap baris.
Nilai pada kolom N . K
Indeks =
Nilai pada kolom kunci
Tabel 1.3
Memilih Baris Kunci
V.D Z X1 X2 S1 S2 NK
Z 1 -16 -24 0 0 0
S1 0 2 4 1 0 6
S2 0 4 3 0 1 3
Indeks:
6/4 = 1,5
3/3 = 1
Kemudian, pilih baris kunci, yaitu baris yang mempunyai indeks positif terkecil, yakni baris
batasan kedua (indeks batasan pertama 1,5 dan batasan kedua hanya 1). Kemudian, baris
kunci ini dilingkari. Dari tabel diatas, dapat dilihat adanya angka yang masuk dalam kunci
dan juga masuk dalam baris kunci, yaitu yang disebut sebagai angka kunci sebesar 3.
Langkah 6: Mengubah Nilai Baris Kunci
Mengubah nilai-nilai yang terdapat pada tabel 1.3. mula-mula mengubah nilai-nilai
baris kunci dengan membagi semua angka dengan angka kunci. Jadi, semua angka pada baris
kunci itu dibagi 3. Di samping itu, variabel dasarnya kita ganti dengan variabel yang
kolomnya terpilih sebagai kolom kunci, variabel X2.
Tabel 1.4
Mengubah Nilai-nilai Baris Kunci
V.D Z X1 X2 S1 S2 NK
I Z 1 -16 -24 0 0 0
S1 0 2 4 1 0 6
S2 0 4 3 0 1 3
Z 1
II S1 0
X2 0 4/3 1 0 1/3 1
Langkah 7: Mengubah Nilai-nilai di Luar Baris Kunci
Nilai baru dari baris-baris yang bukan merupakan baris kunci dapat dihitung dengan rumus:
[ Nilai baris baru ] =[ Nilai baris lama ] −[ Koefisien pa da kolom kunci ] x [ Nilai baru baris kunci ]
Baris pertama (Z)
[ −16−24 0 0 0 ]
4 1
- (-24) [ 3
10 1
3 ]
Nilai baru = [ 16 0 0 8 24 ]
Baris ke-2 (batasan 1)
[ 2 4 1 0 6]
4 1
- (4) [ 3
10 1
3 ]
−10 4
Nilai baru = [ 3
0 1− 2
3 ]
Tabel 1.5
Tabel I Nilai Lama dan Tabel II Nilai Baru (Setelah Diperbaiki Sekali)
V.D Z X1 X2 S1 S2 NK
Z 1 -16 -24 0 0 0
I
S1 0 2 4 1 0 6
S2 0 4 3 0 1 3
Z 1 16 0 0 8 24
S1 0 -10/3 0 1 -4/3 2
II
X2 0 4/3 1 0 1/3 1
Pada bagian II tabel diatas, ternyata baris Z sudah tidak memiliki nilai negatif lagi yang
berarti tabel ini sudah optimal. Arti dari hasil pemecahan optimal tersebut sebagai berikut.
Produk pertama dihasilkan 1,5 unit (X1 = 1,5), produk kedua 1 unit (X2 = 1), dan sumbangan
terhadap laba sebesar $ 24 ( Z = 24)
Nomor 3.
Hitung jumlah distribusi dari masing wilayah dengan metode North West Corner? Bagaimana
pendapat saudara atas metode tersebut?
Lokasi Jumlah Biaya Distribusi
Peternakan Ternak Jakarta Surabaya Palembang Makasar
Lampung 2500 7 9 3 10
Padang 2200 8 10 4 10
Nusa 6000 12 5 12 7
Tenggara
Barat
Jawa Barat 3300 5 7 12 10
Total 7000 4000 1500 1500
Respresentasi dalam bentuk jaringan:
Lokasi Lokasi
Peternakan Distribusi
Lampung Jakarta 7.000
2.500
2.200 Surabaya 4.000
Padang
6.000 NTB Palembang 1.500
3.300 Jawa
Makasar 1.500
Barat
Ke Jakarta Surabaya Palembang Makasar Jumlah
Dari Ternak
Lampung 7 9 3 10 2.500 0
2.500 _ _ _
Padang 8 10 4 10 2.200 0
2.200 _ _ _
NTB 12 5 _ 12 _ 7 6.000 3.700
2.300 3.700 0
Jawa Barat _ 5 7 12 10 3.300 3000
300 1.500 1.500 1.500
Total 7.000 4.500 4.000 300 0 1.500 0 1.500 14.000
2.300 0
Biaya yang dikeluarkan:
(2.500 x 7) + (2.200 x 8) + (2.300 x 12) + (3.700 x 5) + (300 x 7) + (1.500 x 12) + (1.500 x
10) = 116.300
Analisis:
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode NWC, Lampung didistribusikan ke
Jakarta sebanyak 2.500 dan Padang didistribusikan ke Jakarta sebanyak 2.200, NTB
didistribusikan ke Jakarta sebanyak 2.300 dan ke Surabaya sebanyak 3.700, sedangkan Jawa
barat didistribusikan ke Surabaya sebanyak 300, ke palembang 1.500 dan ke makasar 1.500.
Total biaya distribusi transportasi yang dikeluarkan PT Jadul adalah sebesar 116.300.
Nomor 4. Modul 7
Hitung tingkat kesibukan sistem yang ada pada saat ini, jumlah rata-rata konsumen dalam
antrian, waktu pelanggan dalam garis tunggu serta waktu pelanggan dalam system?
Diketahui:
λ = 18
μ = 1 per 3 menit
1 jam = 60 menit
60 menit : 3 menit = 20 kapasitas pelayanan yang ada rata-rata setiap jam
Tingkat kesibukan sistem
P = 18/20 = 0,9
Angka tersebut menunjukan bahwa karyawati akan sibuk melayani pelanggan selama
90% dari waktunya. Sedangkan 10% dari waktunya (1-p) yang sering disebut idle
time akan digunakan untuk istirahat, dll.
Jumlah rata-rata konsumen dalam antrian
Nq = 182/ 20 (20-18) = 32,4 orang
Waktu pelanggan dalam garis tunggu
tq = 18/20 (20-18) = 1,8.
Waktu pelanggan dalam system
tt = 1/(20-18) =0,5 jam.