0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan2 halaman

Pengkajian Disability dalam Gawat Darurat

Dokumen ini membahas tentang penilaian tingkat kesadaran pasien menggunakan AVPU dan tahapan pengkajian keperawatan gawat darurat meliputi primary survey menggunakan DRABC dan secondary survey menggunakan SAMPLE. Primary survey dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan yang mengancam jiwa, sementara secondary survey lebih terperinci untuk mendeteksi seluruh cidera.

Diunggah oleh

dodi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan2 halaman

Pengkajian Disability dalam Gawat Darurat

Dokumen ini membahas tentang penilaian tingkat kesadaran pasien menggunakan AVPU dan tahapan pengkajian keperawatan gawat darurat meliputi primary survey menggunakan DRABC dan secondary survey menggunakan SAMPLE. Primary survey dilakukan untuk mengidentifikasi gangguan yang mengancam jiwa, sementara secondary survey lebih terperinci untuk mendeteksi seluruh cidera.

Diunggah oleh

dodi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

D: Disability (Status Kesadaran)

Tingkat kesadaran pasien dapat dinilai dengan menggunkan mmemonic


AVPU. Sebagai tambahan, cek kondisi pupil, ukuran, kesamaan, dan reaksi terhadap
cahaya. Pada saat survei primer, penilaian neurologis hanya dilakukan secara singkat.
Pengkajian dalam keperawatan gawat darurat dilakukan dengan Primary survey dan
Secondary survey (Sheehy, 2013, p. 9). Primary survey adalah penilaian yang cepat
serta sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengenali keadaan atau
kondisi yang mengancam kehidupan klien secepat mungkin. Primary survey ini
menggunkan pendekatan pengkajian inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi (Sheehy,
2013, pp. 9– 10).

Primary survey dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah DRABC


(Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation) yaitu sebagai berikut (Sheehy,
2013, p. 10):

1. Danger
Periksa situasi bahaya yang mengancam klien, pastikan lingkungan aman bagi
klien dan perawat sebelum memberikan pertolongan. Pastikan saat
memberikan pertolongan pada klien lihat sekeliling usahakan situasi aman.
2. Response
Kaji respon pasien, apakah pasien berespon saat di tanya. Gunakan AVPU
(Alert, Verbal, Pain, Unresponsive) untuk menentukan kesadaran klien.
Mnemonic AVPU meliputi : Awake atau Alert (sadar atau terjaga); Verbal
(berespons terhadap suara/verbal); Pain (berespons terhadap rangsang nyeri),
dan Unresponsive (tidak berespons).
A - alert, yaitu merespon suara dengan tepat, misalnya mematuhi perintah
yang diberikan
V - vocalises, mungkin tidak sesuai atau mengeluarkan suara yang tidak bisa
dimengerti
P - responds to pain only (harus dinilai semua keempat tungkai jika
ekstremitas awal yang digunakan untuk mengkaji gagal untuk merespon)
U - unresponsive to pain, jika pasien tidak merespon baik stimulus nyeri
maupun stimulus verbal.
3. Airway
Kaji keadaan jalan nafas pasien adakah sumbatan atau tidak. Jika ada
sumbatan dan pasien responsif berikan pertolongan untuk melancarkan jalan
nafas, jika ada sumbatan dan pasien tidak responsif lakukan head lift dan chin
lift untuk melancarkan jalan nafas.
4. Breathing
Cek pernafasan dan cek apakah ventilasinya adekuat pertimbangkan oksigen
dan assist ventilation.
5. Circulation
Kaji denyut nadi apakah nadi teraba dan tentukan nadi adekuat. Cek capillary
refil pertimbangkan defibrilasi, RJP, kontrol perdarahan, elevasi kaki (kecuali
pada cidera spinal).

Setelah primary survey selesai, lakukan secondary survey yang lebih terperini,
yang mencangkup pengkajian dari kepala ke kaki (head to toe). Bagian ini dari
pemeriksaan untuk mengidentifikasi semua cidera yang diderita oleh pasien. Lakukan
pengkajian tanda-tanda vital lengkap termasuk pernafasan, denyut nadi, tekanan
darah, dan temperatur. Jika saat pengkajian ada trauma dada dapatkan tekanan darah
pada kedua lengan (Williams and Wilkins, 2008, p. 13).

Secondary survey dilakukan dengan pengkajian history, vital sign dan pysical
examination. History, dilakukan menggunakan metode yang dinamakan SAMPLE,

 S (sign/symtoms yaitu tanda dan gejala),


 A ( Allergies, alergi),
 M (Medications, pengobatan),
 P (Past medical history, riwayat penyakit),
 L (Last oral intake, makanan yang dikonsumsi terakhir),
 E (Evenprior to the illness or injury, kejadian sebelum sakit).

Anda mungkin juga menyukai