0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan21 halaman

Sejarah dan Tantangan Akuntansi Global

1) Dokumen tersebut membahas sejarah awal akuntansi di berbagai peradaban kuno seperti Mesir, Babilonia, Yunani, dan Romawi. 2) Akuntansi mulai berkembang sejak 3000 SM seiring dengan munculnya tulisan, sistem desimal, dan perdagangan. 3) Prasyarat untuk munculnya sistem akuntansi yang sistematis antara lain adanya tulisan, aritmatika, milik pribadi, uang, perdagangan, dan modal.

Diunggah oleh

Fitri Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan21 halaman

Sejarah dan Tantangan Akuntansi Global

1) Dokumen tersebut membahas sejarah awal akuntansi di berbagai peradaban kuno seperti Mesir, Babilonia, Yunani, dan Romawi. 2) Akuntansi mulai berkembang sejak 3000 SM seiring dengan munculnya tulisan, sistem desimal, dan perdagangan. 3) Prasyarat untuk munculnya sistem akuntansi yang sistematis antara lain adanya tulisan, aritmatika, milik pribadi, uang, perdagangan, dan modal.

Diunggah oleh

Fitri Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

MODUL PERKULIAHAN

W322100016 -
Teori Akuntansi
Sejarah Akuntansi di Eropa,
Amerika, dan Indonesia

Abstrak Sub-CPMK

Dalam bab ini dibahas Agar mahasiswa dapat memahami


tentang sejarah Akuntansi di sejarah Akuntansi di Eropa, Amerika,
Eropa, Amerika, dan dan Indonesia.
Indonesia

Fakultas Program Studi Tatap Muka Disusun Oleh

Shinta Melzatia, S.E., [Link]


FEB [Link]
01
Pemikiran Ekonomi Pra-klasik, Klasik,
Sosialis, dan Neo-Klasik

Pemikiran-pemikiran ekonomi yang berkembang saat ini telah mengalami suatu


proses yang panjang selama berabad-abad, seiring munculnya peradaban di dunia. Salah
satu corak perkembangan pemikiran ekonomi pada masa lampau adalah kegiatan
bisnisnya yang menggunakan system bunga (riba). Para pakar sejarah pemikiran
ekonomi menyimpulkan bahwa kegiatan bisnis dengan system bunga telah ada sejak
tahun 2500 sebelum masehi, baik di Yunani kuno, Romawi kuno dan Mesir kuno (Amalia,
2010).
Pemikiran ekonomi pada masa-masa tersebut terutama masa Yunani kuno masih
merupakan bagian dari filsafat, terutama filsafat moral. Pada masa yang lebih modern,
banyak para ilmuwan Barat yang mengembangkan pemikiran ekonominya di atas
landasan teori-teori para filsuf Yunani kuno tersebut. Sebagai contoh adalah Adam Smith,
yang dikenal sebagai pelopor ilmu ekonomi modern atau system ekonomi kapitalisme,
dalam buku The Wealth of Nation-nya banyak mengambil referensi dari pemikiran
Pythagoras, Democritus, Epicurus, Zeno, Plato, dan Aristoteles.
Pemikiran tokoh Klasik Adam Smith (1723-1790), buku The Wealth of Nation
mengasumsikan bahwa orang bertindak sesuai dengan kepentingan dirinya sendiri.
Menganalisis bahwa apa yang menyebabkan standar hidup nasional meningkat dan
menunjukkan bahwa bagaimana kepentingan diri dan persaingan berperan dalam
pertumbuhan ekonomi.
Ketika Thomas Robert Malthus (1766-1834) sedang menulis karyanya, Principle of
Political Economy, Iggris Raya sedang mengalami depresi berat. Penyebab dari
semuanya adalah karena kapitalisme yang berkembang ketika itu membuat kaum
kapitalis memperoleh banyak pendapatan. Malthus menyatakan bahwa secara empiris
pendapatan kapitalis ternyata lebih besar dari investasi. Ada dua alas an yang menjadi
penyebab: Pertama, mesin-mesin baru membutuhkan pekerja baru. Kedua, mesin-mesin
baru akan meningkatkan produktifitas dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
David Ricardo (1772-1823) penganut Laissez Faire, dan mengembangkan dasar
teori nilai yang terkenal dengan labor theory of value. Perangkat teori yang dikembangkan
menyangkut empat pokok permasalahan, yaitu (1) teori tentang nilai dan harga barang
dan berkaitan dengan itu, (2) teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


2 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan
laba, (3) teori tentang perdagangan internasional, dan (4) teori tentang akumulasi dan
perkembangan ekonomi.
Jean Baptiste Say (1767-1832) merumuskan hipotesis untuk lebih memperjelas
pandangannya, yaitu cost reduction (pengurangan biaya), dimana nantinya akan
membuat biaya produksi turun hingga menjadi nol. Kemudian, semua barang akan
menjadi barang bebas, seperti udara dan air, sehingga dengan demikian permasalahan
ekonomi akan terpecahkan
John Stuart Mill (1806-1873) membolehkan campur tangan pemerintah berupa
peraturan-peraturan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat membawa kea rah
peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik. Dengan pandangannya itu,
setiap aktifitas ekonomi dapat diarahkan kepada sesuatu yang lebih baik dan lebih
pantas.
Sistem ekonomi liberalis-kapitalis itu ternyata berdampak negatif, yaitu
pendapatan yang tidak merata, peningkatan kemiskinan dan kesengajaan social yang
makin melebar. Timbul karena pasar yang bekerja maksimal membuat persaingan
menjadi tidak terhindar.
Kompetisi di dalam sistem sosialis adalah hal yang terlarang, untuk berprestasi
dan meningkatkan produktivitas kerja menjadi menurun. Sistem sosialisasi tidak mampu
mendorong pertumbuhan ekonomi dengan baik. Fenomena satu daSawarsa terakhir ini,
Negara-negara Eropa Timur yang menerapkan sistem sosialisasi ternyata mengalami
kebangkrutan ekonomi dan mulai melirik sistem pasar bebas sebagai landasan
pembangunan ekonomi.
Josep Schumpeter mengatakan, adanya “Great Gap” dalam sejarah pemikiran
ekonomi selama 500 tahun yaitu masa yang dikenal sebagai the dark ages. Dalam
karyanya, “History of Economis Analysis” , ia menegaskan bahwa pemikiran ekonomi
timbul pertama kali di zaman Yunani Kuno pada abad 4 SM dan bangkit kembali pada
abad ke 13 M ditangan pemikiran skolastik Thomas Aquinas. Dalam periodisasi sejarah
Islam, masa kegelapan Barat tersebut adalah masa kegemilangan Islam. Suatu hal yang
berusaha ditutupi oleh Barat karena pemikiran-pemikiran ekonomi Islam pada masa ini
yang kemudian banyak dijadikan rujukan oleh para ekonomi Barat.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


3 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Sejarah Akuntansi di Dunia
1.1 Sejarah awal akuntansi
Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu dari
lahirnya sistem pencatatan berpasangan yang telah menghasilkan berbagai skenario.
Kebanyakan skenario tersebut mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan
pencatatan di sebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi.
Termasuk di dalamnya adalah kebudayaan Chaldean-Babilonia, Asiria dan Sumeria, yang
menemukan pemerintahan terorganisasi pertama di dunia, termasuk juga beberapa
bahasa tulisan tertua, dan catatan-catatan usaha tertua yang masih dapat diselamatkan;
kebudayaan Mesir, di mana para juru tulisnya menjadi "titik pusat di mana keseluruhan
mesin perbendaharaan dan bagian-bagian lainnya berputar," kebudayaan Cina, di mana
akuntansi pemerintahannya memainkan peranan yang vital dan rumit pada masa dinasti
Chao (1122-256 SM); kebudayaan Yunani, di mana Zenon, seorang manajer dari wilayah
Appolonius yang luas, memperkenalkan di tahun 256 SM sebuah sistem akuntansi
pertanggungjawaban yang terperinci; dan kebudayaan Romawi, dengan hukum yang
mengharuskan para pembayar pajak membuat pelaporan mengenai posisi keuangan
mereka, dan di mana hak-hak sipil bergantung kepada jumlah harta benda yang
dilaporkan oleh para penduduknya. Kehadiran dari bentuk-bentuk pembukuan di dunia
kuno tersebut dapat dikaitkan kepada beberapa faktor, termasuk penemuan tulisan,
diperkenalkannya angka-angka Arab dan sistem desimal, penyebaran pengetahuan
mengenai aljabar, adanya sarana penulisan yang tidak mahal, meningkatnya tingkat
melek huruf, dan adanya suatu standar alat pertukaran. Bahkan, A.C. Littleton membuat
daftar tujuh prasyarat bagi munculnya pembukuan yang sistematis:
Seni Penulisan (The Art of Writing), karena pembukuan pada intinya adalah
sebuah catatan; Aritmetika (Arithmetic), karena aspek mekanis dari pembukuan
mengandung adanya serangkaian penghitungan sederhana; Milik Pribadi (Private
Property), karena pembukuan hanya berkepentingan dengan pencatatan fakta-fakta
mengenai harta benda dan hak miliknya; Uang (money) yaitu transaksi yang
belumselesai, karena tidak akan ada dorongan untuk membuat catatan apa pun jika
seluruh pertukaran dilakukan di tempat saat itu juga; Perdagangan (Commerce), karena
sebuah penjualan lokal saja tidak akan menciptakan cukup tekanan (volume bisnis) untuk
merangsang manusia mengoordinasikan berbagai pemikiran ke dalam suatu sistem;
Modal (Capital), karena tanpa modal perdagangan tidak akan berarti dan pemberian
kredit menjadi sesuatu yang tidak mungkin bisa dibayangkan.

Masing-masing kebudayaan kuno yang disebutkan di atas telah mencakup


prasyarat-prasyarat tersebut, sekaligus menjelaskan mengapa telah terdapat semacam
pembukuan di dalamnya.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


4 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Apa yang belum dapat ditemukan adalah sebuah skenario mengenai sejarah
akuntansi dari berbagai bagian yang saling terpisah dari informasi mengenai
risalah risalah awal adanya pembukuan. Satu skenario yang cukup masuk akal adalah
sebagai berikut:
Jika kita ingin melacak ilmu yang penting ini (akuntansi) kembali ke asal usulnya,
kita secara alamiah akan menganggap penemuan pertamanya akan berasal dari para
pedagang yang pertama; dan tidak ada seorang pun yang layak mengklaim hal tersebut
pada masa itu selain orang-orang Arab. Orang-orang Mesir, yang selama beberapa masa
menunjukkan kejayaannya di dunia perdagangan, memperoleh pemikiran melakukan
perdagangan tersebut melalui interaksinya dengan bangsa tersebut; dan, sebagai
konsekuensinya, dari merekalah orang-orang Mesir harus melakukan suatu bentuk
pertama dari akuntansi, yang menurut cara perdagangan yang umum, dikomunikasikan
ke seluruh kota-kota di Timur Tengah. Ketika kekaisaran di Barat diserbu oleh bangsa
Barbar, dan seluruh negeri yang berada di bawahnya, mengambil kesempatan untuk
mengumumkan kemerdekaan mereka, perdagangan tumbuh dengan cepat setelah
kemerdekaan terjadi; dan segera pula Italia, yang sebelumnya menjadi ruang sidang
dunia, menjadi pangkal perdagangan, di mana sisa-sisa keruntuhan dari kekaisaran Timur
di dekat Turki, yang kejeniusan atau ketahanannya tidak pernah dimasuki oleh seni
perdagangan, memberikan kontribusi yang besar. Bisnis perdagangan, yang untuk setiap
kota-kota perdagangan di Eropa dihubungkan oleh orang-orang Lombardia, ikut pula
memperkenalkan metode mereka dalam pencatatan rekening, melalui penggunaan
pencatatan berpasangan; yang kini dikenal dengan sebutan pembukuan Italia.

Pembukuan Italia ini berkembang, seiring dengan perkembangan perdagangan


dari republik Italia dan penggunaan metode pembukuan pencatatan berpasangan di abad
ke-14. Buku pencatatan berpasangan yang pertama kali dikenal adalah pembukuan
Massari dari Genoa, yang bertanggal sejak tahun 1340. Pembukuan pencatatan
berpasangan ini lebih dahulu berkembang sekitar dua ratus tahun dari Pacioli. Raymond
de Rover menggambarkan perkembangan awal dari akuntansi di Italia sebagai berikut:
Pencapaian terbesar dari para pedagang Italia, kira-kira berkisar antara tahun
1250 dan 1400, adalah penggabungan dari berbagai elemen yang heterogen ini ke dalam
sebuah sistem pengklasifikasian yang terintegrasi yang disebut sebagai
rekening/perkiraan/akun (accounts) dan dikembangkan dengan berdasarkan pada prinsip
dari pencatatan ganda untuk seluruh transaksi. Namun, kita hendaknya tidak berasumsi
bahwa mencatat pembukuan yang berimbang adalah menjadi sasaran utama dari
akuntansi abad pertengahan. Bahkan sebaliknya; setidaknya di Italia, para pedagangnya
di tahun 1400 telah mulai menggunakan akuntansi sebagai salah satu alat pengendalian
manajemen. Pastinya, mereka tidak semaju seperti kita sekarang dan mereka bahkan
sama sekali tidak menyadari akan potensi-potensi yang dimiliki oleh pembukuan
pencatatan berpasangan. Namun bagaimanapun, mereka telah membuat suatu awal
dengan mengembangkan kerangka-kerangka dasar dari akuntansi biaya dengan
memperkenalkan pencadangan dan jenis-jenis penyesuaian lainnya, seperti akrual dan

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


5 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
hal-hal yang ditangguhkan, dan dengan memberikan perhatian kepada audit atas neraca.
Hanya dalam analisis laporan keuangan, para pedagang pada masa itu dapat membuat
sedikit kemajuan.
Mungkin akan adil jika disebutkan di sini bahwa sebuah kerangka dasar dari
akuntansi pencatatan berpasangan juga ditemukan pada kebudayaan Inca kuno pada
tahun 1577.
1.2 Kontribusi Luca Pacioli Nama Luca Pacioli, seorang pastur dari ordo
Fransiskus, pada umumnya diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan pencatatan
berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa
de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang di dalamnya terdapat dua
buah bab-de Computis et Scripturis- yang menjelaskan pembukuan pencatatan
berpasangan. Risalahnya mencerminkan praktik-praktik yang berlaku di Venesia pada
masa itu, yang kemudian dikenal sebagai "Metode Venesia" atau "Metode Italia." Oleh
sebab itu, ia bukanlah penemu dari pembukuan pencatatan berpasangan, tetapi
menguraikan mengenai apa yang dipraktikkan pada masa itu. Ia menyatakan bahwa
tujuan pembukuan adalah "untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para
pedagang mengenai keadaan aktiva dan utang-utangnya." Debit (adebeo) dan kredit
(credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan
berpasangan. Ia berkata, "Seluruh pencatatan harus berpasangan. Yaitu, jika Anda
membuat seorang kreditor, maka Anda harus membuat seorang 10 debitor. Tiga buku
digunakan di sini: sebuah memorandum, sebuah jurnal, dan sebuah buku besar.
Pencatatan-pencatatannya cukup deskriptif. Pacioli menyarankan agar "tidak hanya nama
dari pembeli atau penjual saja yang dicatat, begitu pula deskripsi mengenai barangnya
dengan berat, ukuran atau hasil pengukuran, dan harganya, tetapi syarat pembayaran
juga harus ditampilkan" dan "kapan saja uang diterima atau dikeluarkan, pencatatan akan
menyajikan jenis mata uang yang dipergunakan dan nilai tukarnya. Pada waktu yang
bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli
menyarankan penghitungan dari laba suatu periode dan penutupan buku. Di bawah ini
adalah saran yang diberikan:
Merupakan suatu hal yang baik untuk menutup buku setiap tahun, terutama jika
Anda memiliki kerja sama kemitraan dengan pihak-pihak lain. Seringnya melakukan
pencatatan akuntansi akan memperpanjang persahabatan.
Buku Pacioli tersebut diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, memberikan
kontribusi kepada merebaknya popularitas dari metode Italia ini. Menarik untuk dicatat
bahwa Pacioli berteman dengan Leonardo Da Vinci. Da Vinci bahkan pernah

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


6 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
berkolaborasi dengan Pacioli di dalam buku "Divine Proportione," di mana Pacioli
membuat naskahnya sedangkan Da Vinci ilustrasinya.

Perkembangan pembukuan pencatatan


berpasangan

"Metode Italia" ini menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16 dan 17, yang
selanjutnya menerima karakteristik-karakteristik dan perkembangan-perkembangan baru,
untuk menjadi apa yang kita kenal sekarang sebagai model pencatatan berpasangan.
Dalam sebuah usaha untuk menunjukkan bahwa model pencatatan berpasangan telah
mengalami evolusi dengan cara yang sangat mirip dengan ilmu pengetahuan secara
umum, Cushing mencatatkan serangkaian perkembangan. Perkembangan tersebut
meliputi hal-hal berikut ini:
1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik
pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkannya jurnal jurnal
khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda. Menurut opini
Yamey:

Hal ini meliputi penggunaan buku-buku tambahan khusus, misalnya, untuk


mencatat transaksi kas, transaksi penagihan atau jenis-jenis pengeluaran tertentu.
Tujuannya adalah untuk menjaga agar detail berada di luar jurnal dan buku besar,
dengan maksud untuk tidak membuatnya cepat penuh. ... Tampaknya sudah
merupakan suatu praktik yang umum untuk memiliki paling tidak sebuah buku kas
yang terpisah, dengan pencatatan-pencatatan berkala atas jumlah totalnya ke
akun kas di dalam buku besar, dengan ataupun tanpa sebuah rangkuman
pencatatan di dalam jurnal.

2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik.
Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan 18 terjadi evolusi pada personifikasi
dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan
aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti
hubungannya dan abstrak.

3. Penerapan dari sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis jenis


organisasi yang lain. Menurut Peragallo: Dalam siklus kedua, sepanjang tahun

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


7 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
1559 hingga 1795, telah muncul suatu unsur baru -kritik atas pembukuan. Saat ini
adalah juga periode di mana pencatatan berpasangan memperluas bidang
pengaplikasiannya ke jenis jenis organisasi yang lain, seperti biara dan negara
bagian. Dengan adanya kritik dan lingkungan yang semakin melebar atas
pembukuan, dimulailah pelaksanaan riset-riset teoretis atas subjek ini.

4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang


terpisah untuk jeres barang yang berbeda. Menurut Yamey:

... berbagai akun barang digabungkan dengan akun barang-barang lain dalam
konsinyasi, barang di dalam kemitraan ("perusahaan"), dan akun dalam perjalanan
mungkin dapat menjadi satu bagian yang besar di dalam buku besar. Dan akan
tidak mungkin untuk mencari sebuah akun tunggal kolektif untuk penjualan, di
mana hasil dari seluruh aktivitas pembelian dan penjualan untuk satu periode
dikumpulkan bersama, persiapan sebelum ditranfer ke akun laba rugi umum. Kita
harus menarik kesimpulan bahwa banyak pedagang akan menerima manfaat jika
tersedia banyak akun barang yang terpisah, jika tidak justru akan ada pertanyaan
mengenai akuntansi kepada partner atau prinsipal atas pembuangan barang -
barang mereka.

5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti
dengan perkembangan dari perusahaan tadi seiring dengan revolusi industri,
akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya
kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada
konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.

6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-
18. Menurut Yamey:
Pertama-tama, aktiva tersebut dicatat sesuai dengan biaya perolehannya,
perbedaan antara pembayaran "pendapatan" dan penerimaannya (contohnya,
perbaikan rumah dan pendapatan sewa yang diterima), yang umumnya
dimasukkan ke dalam akun aktiva, dipindahkan ke akun laba rugi pada saat
tanggal neraca. Kedua, akun aktiva, yang berisi pencatatan pencatatan mengenai
pembiayaan awal dan pengeluaran-pengeluaran serta penerimaan-penerimaan
lain (termasuk penerimaan dari penjualan sebagian aktiva tersebut) ditutup pada
saat tanggal neraca dan perbedaan antara total debit dan total kredit dibawa
sebagai saldo akun. Tidak ada debit atau kredit yang dicatat ke akun laba rugi.
Ketiga, aktiva tersebut direvaluasi, naik ataupun turun, pada saat tanggal neraca;

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


8 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
nilai yang direvisi dicatat di dalam akun dan perbedaannya (termasuk laba atau
rugi atas revaluasi) dicatat ke dalam akun laba rugi untuk menyeimbangkannya.

7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya
diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Pada paruh kedua abad
ke-19, depresiasi pada industri rel kereta api dianggap tidak dibutuhkan kecuali
jika aktiva tetap tersebut dinilai memiliki kondisi yang sudah tidak dapat
dipergunakan lagi. Meskipun tidak terlalu banyak dipergunakan, terdapat bukti,
yang ditunjukkan oleh Saliero pada tahun 1915, akan adanya metode-metode
depresiasi berikut ini: garis lurus (straight line), metode saldo menurun (reducing
method), metode dana pelunasan dan anuitas (sinking fund and annuity method),
dan metode unit biaya (unit cost method)." Baru setelah tahun 1930-an beban
depresiasi menjadi lebih umum dipergunakan.

8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi
industri. Akuntansi biaya ini diawali oleh pabrik-pabrik tekstil abad ke-15. D.R.
Scott mencatat hasil berikut dari perkembangan pabrik di dalam bukunya, The
Cultural Significance of Acounts:
Sebelum revolusi industri, akuntansi hanyalah sebuah pencatatan atas hubungan
eksternal antara satu unit bisnis dengan unit bisnis lainnya, pencatatan atas
hubungan yang ditentukan di dalam pasar. Namun dengan munculnya operasi
produksi berskala besar.... berkembang kebutuhan untuk lebih memberikan
penekanan pada akuntansi untuk kepentingan di dalam unit-unit kompetitif dan
pada penggunaan catatan akuntansi sebagai salah satu cara pengendalian
administratif atas perusahaan.... Munculnya akuntansi biaya pada perusahaan
manufaktur. .adalah (sebuah] contoh.

Catatan-catatan dari pabrik-pabrik tekstil dan perusahäan-perusahaan manufaktur


raksasa di abad ke-19 dipakai untuk mendukung kedua hipotesis berikut ini:
a. Hipotesis pertama adalah meningkatnya penggunaan aktiva tetap memicu
perkembangan dari akuntansi biaya pada industri.
b. Hipotesis kedua adalah bahwa perubahan pada bagaimana aktivitas ekonomi
diorganisasikan, dan bukan hanya untuk perubahan sementara pada struktur
biaya mereka, memicu perkembangan dari prosedur akuntansi biaya internal pada
abad ke-19.

9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik teknik
akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk
memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


9 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.

11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk


isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk
perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun,
sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa
keuangan (financial engineering).

Perkembangan Prinsip-Prinsip Akuntansi di


Amerika Serikat

Berbagai kelompok yang ada di Amerika Serikat, yang telah


mengimplementasikan gabungan dari bermacam-macam pendekatan, telah menjadikan
teori dan praktik akuntansi sebagai subjek dari pemeriksaan ulang yang konstan dan
analisis yang penting. Empat tahapan dari proses ini dapat diidentifikasikan. Pada tahap
pertama (1900-1933) manajemen memiliki kendali penuh atas pemilihan dari informasi
keuangan yang akan diungkapkan di dalam laporan tahunan; pada tahap kedua (1933-
1959) dan tahap ketiga (1959-1973) badan-badan profesional memainkan peranan yang
signifikan dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi; dan pada tahap keempat, yang
berlangsung sampai sekarang, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial
Accounting Standards Board-FASB) Amerika Serikat dan berbagai kelompok yang
berpengaruh lainnya sedang bergerak ke arah politisasi akuntansi

1.1 Tahap kontribusi manajemen (1900-1933)


Pengaruh manajemen di dalam formulasi prinsip-prinsip akuntansi muncul dari
meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomi dominan yang
dimainkan oleh perusahaan-perusahaan industri setelah tahun 1900. Peleburan
kepemilikan saham memberikan kendali penuh kepada manajemen atas format
dan isi dari pengungkapan-pengungkapan akuntansi. Intervensi yang dilakukan
manajemen dapat diartikan sebagai solusi ad hoc atas masalah-masalah yang
mendesak dan kontrover Konsekuensi dari adanya ketergantungan kepada inisiatif
manajemen ini akan meliputi:

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


10 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
1. Jika melihat sifat pragmatis dari solusi yang diterapkan, maka kebanyakan
teknik-teknik akuntane kurang memiliki dukungan teoretis.
2. Fokusnya adalah menentukan laba kena pajak dan meminimalkan pajak
penghasilan.
3. Teknik-teknik yang diadopsi dimotivasi oleh keinginan untuk meratakan laba
(earnings smooth).
4. Masalah-masalah yang kompleks dihindari dan solusi yang cepat diadopsi.
5. Perusahaan yang berbeda akan mengadopsi teknik-teknik akuntansi yang
berbeda untuk masalah yang sama.

Situasi ini menimbulkan ketidakpuasan selama tahun 1920-an. Dua orang


khususnya, William Z. Ripley dan J.M.B. Hoxley, dengan terang terangan
mendesak untuk melakukan perbaikan di dalam standar untuk pelaporan
keuangan. Begitu pula Adolph A. Berle dan Gardiner C. Means yang telah
menunjuk kepada kekayaan perusahaan dan kekuatan dari perusahaan-
perusahaan industri dan meminta adanya perlindungan terhadap para investor.
Pemain utama pada masa itu adalah asosiasi akuntan profesional, American
Institute of Accountants (AIA), yang pada tahun 1917 menetapkan suatu Dewan
Pemeriksa (Board of Examiners) untuk membuat satu ujian CPA yang seragam,
dan Bursa Efek New York (New York Stock Exchange NYSE), yang sejak tahun
1900 mensyaratkan seluruh perusahaan yang masuk bursa saham untuk
menerbitkan laporan keuangan tahunan. Debat teoretis dan kontroversial pada
masa itu adalah terjadi pada pertanyaan mengenai akuntansi untuk biaya bunga.
Memorandum Diskusi FASB mengenai "Akuntansi untuk Biaya Bunga" melihat
kembali latar belakang dari kontroversi "bunga sebagai biaya":

Mendekati akhir abad ke-19, isu mengenai akuntansi untuk bunga muncul sebagai
bagian dari sebuah kepentingan yang lebih besar seiring dengan pengembangan
biaya produk yang realistis yang akan digunakan sebagai basis untuk menetapkan
harga jual dan pengukuran efisiensi proses manufaktur. Meningkatnya
kompleksitas dari bisnis, meningkatnya ketergantungan kepada mesin dan adanya
konsekuensi kebutuhan untuk menginvestasikan modal dalam jumlah besar
selama jangka waktu yang cukup panjang, meningkatkan jumlah biaya overhead
dengan sangat besar, Diperhitungkannya biaya overhead di dalam harga pokok
produk menjadi sebuah isu akuntansi utama.

Posisi dari AIA atas permintaan dari Komisi Dagang Federal (Federal Trade
Commission-FTC) adalah bahwa "tidak ada biaya penjualan, beban bunga atau
beban administrasi di dalam biaya overhead pabrik." Penentang atas posisi dari

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


11 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Institut ini menghadapi pernyataan di dalam laporan yang mengatakan
"diperhitungkannya bunga di dalam biaya produksi adalah teori yang tidak
berdasar dan salah, dan dapat dikatakan mustahil (absurd) di dalam praktiknya".
Pihak yang menentang pun mengalami kekalahan, seiring dengan mengalahnya
Institut atas permintaan akan adanya praktik- praktik akuntansi yang seragam dari
FTC dan adanya panggilan yang "menakutkan" dari ketuanya, Edward N. Hurley,
yang mengatakan "mungkin perlu dipertimbangkan akan adanya kemungkinan
untuk mengembangkan suatu register bagi akuntan publik yang sertifikasi auditnya
akan dapat diterima oleh Komisi dan Dewan [Federal Reservel". Namun menarik
pula untuk dicatat, bahwa perselisihan mengenai akuntansi untuk biaya bunga
kemudian dilihat lebih jauh oleh Previts dan Merino sebagai konflik antara teori
entitas (entity theory) dan teori pemilik (proprietary theory)."
Kejadian penting yang lain di masa itu adalah meningkatnya dampak dari
teori akuntansi terhadap perpajakan atas laba usaha. Meskipun Undang undang
pendapatan tahun 1913 telah memberikan dasar kalkulasi laba kena pajak dengan
dasar penerimaan dan pengeluaran kas, Undang-undang tahun 1918 adalah yang
pertama mengakui peranan dari prosedur akuntansi di dalam penentuan laba kena
pajak. Seperti yang dinyatakan di dalam Seksi 212(b) dari undang-undang
tersebut:

Laba bersih akan diperhitungkan menurut basis dari masa tahunan akuntansi dari
pembayar pajak (mungkin dalam kasus ini, tahun fiskal atau tahun kalender)
sesuai dengan metode akuntansi yang dipakai secara reguler di dalam
pembukuan pembayar pajak; jika metode semacam itu belum diterapkan, atau jika
metode yang diterapkan tidak mencerminkan labanya, penghitungan akan
dilakukan menurut dasar tersebut dan dengan cara yang menurut para Komisaris
dapat mencerminkan laba dengan jelas.

Hal di atas menjadi awal dari adanya suatu harmonisasi antara akuntansi pajak
dan akuntansi keuangan.

1.2 Tahap kontribusi institusi (1933-1959)


Tahap ini ditandai dengan adanya pembuatan dan peningkatan peranan
institusi di dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi. Hal ini meliputi
pendirian Securities and Exchange Commission (SEC); persetujuan atas "prinsip-
prinsip umum" oleh AIA; dan peran baru yang dimainkan oleh Komite Prosedur
Akuntansi (Committee on Accounting Procedures-CAP). Masing-masing akan
ditinjau di bawah ini.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


12 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
1. Pada tahun 1934, Kongres menciptakan SEC dengan tugas untuk mengelola
beragam hukum- hukum investasi federal, termasuk Undang undang Sekuritas
pada tahun 1933 yang mengatur penerbitan sekuritas di pasar-pasar antarnegara
bagian dan Undang-undang Sekuritas tahun 1934 yang mengatur perdagangan
sekuritas. Berkaitan dengan peran yang ia miliki dalam pengembangan prinsip-
prinsip akuntansi, Seksi 13(b) dari Undang undang Perdagangan Sekuritas
(Securities Exchange Act) tahun 1934 menetapkan bahwa:

Komisi dapat menentukan, sehubungan dengan laporan menurut judul ini, format
atau format-format dari informasi yang akan disampaikan, hal-hal atau detail-detail
yang akan ditunjukkan di dalam neraca dan laporan keuntungan dan metode-
metode yang harus diikuti di dalam pembuatan laporan, di dalam penaksiran atau
valuasi atas aktiva dan kewajiban, di dalam penentuan depresiasi dan deplesi, di
dalam pembedaan dari laba yang berulang dan tidak berulang..

Untuk memperjelas, pada tanggal 25 April 1938 SEC mengirimkan sebuah pesan
yang tegas bahwa kecuali jika profesi dapat menetapkan suatu badan yang
menetapkan standar, maka SEC akan menggunakan mandat yang ia miliki dan
mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi. Mari kis lihat pernyataan berikut ini dari
Accounting Series Release (ASR) No. 4:

Dalam kasus di mana laporan keuangan diserahkan kepada Komisi ... dibuat
sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang tidak memiliki adanya dukungan
substansial dari pihak berwenang, maka laporan keuangan seperti itu akan
dianggap sebagai tidak benar atau tidak akurat meskipun terdapat pengungkapan
yang termuat di dalam sertifikasi dari akuntan atau catatan kaki di dalam laporan
yang menyatakan bahwa hal-hal yang disajikan adalah material. Pada kasus-
kasus di mana terdapat perbedaan opini di antara Komisi dan pendaftar mengenai
prinsip-prinsip akuntansi yang manakah yang harus diikuti, pengungkapannya
akan diterima setelah adanya perbaikan dari laporan keuangan itu sendiri hanya
jika poin - poin yang terlibat adalah sedemikian rupa sehingga terdapat dukungan
yang substansial dari pihak yang berwenang pada praktik-praktik yang dijalankan
oleh pendaftar dan posisi dari Komisi sebelumnya belum pernah ditampilkan di
dalam peraturan, regulasi, atau edaran- edaran resmi Komisi lainnya, termasuk
opini dari akuntan kepala (chief accountant) yang telah diterbitkan.

Hal di atas menjadi awal dari peranan SEC sebagai 'pengganggu yang kreatif' di
dalam perkembangan dari prinsip-prinsip akuntansi di AS.

2. Setelah publikasi yang dilakukan oleh Ripley di dalam satu artikel yang
mengkritik teknik- teknik pelaporan sebagai sesuatu yang memperdayakan,
George O. May, kebangsaan Inggris, mengusulkan agar Institut Akuntan Publik

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


13 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Bersertifikat Amerika (American Institute of Certified Public Accountant AICPA)
memulai sebuah usaha kerja sama dengan bursa efek sehingga:

..dapat ditetapkan standar bagi akun-akun neraca dan laba rugi, yang tentunya
akan diterima .. oleh banyak eksekutif perusahaan dan akuntan yang ingin untuk
dipandu oleh prakik-praktik yang terbaik, jika mereka dapat diyakinkan mengenai
apa sajakah praktik-praktik tersebut.

Sebagai akibatnya, Komite Khusus dari AICPA melalui kerja sama dengan Bursa
Efek menyarankan solusi umum berikut ini kepada Komite NYSE:

Alternatif yang lebih praktikal adalah membiarkan setiap perusahaan untuk bebas
memilih metode-metode akuntansinya sendiri di dalam. .. batasan yang sangat
luas. .. namun mengharuskan adanya pengungkapan dari metode yang
dipergunakan dan konsistensi pengaplikasiannya dari tahun ke tahun...

Sebagai tambahan, Komite mengusulkan percobaan resminya yang pertama


untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi yang berlaku umum. Dikenal
sebagai "prinisip-prinsip umum" (board principles) dari May, yang meliputi hal hal
sebagai berikut:
a. Bahwa akun-akun pendapatan seharusnya tidak termasuk laba yang belum
direalisasi, dan pengeluaran-pengeluaran rutin yang dapat dibebankan kepada
laba seharusnya tidak dicatatkan pembebanannya terhadap laba yang belum
direalisasi.
b. Surplus modal (tambahan modal disetor) hendaknya tidak dibebankan dengan
jumlah yang umumnya dapat dibebankan kepada laba.
c. Bahwa surplus yang dihasilkan (atau laba ditahan) dari suatu anak perusahaan
yang dibuat sebelum terjadinya akuisisi adalah bukan menjadi bagian dari surplus
keuntungan konsolidasi dari induk perusahaan.
d. Bahwa dividen dari saham diperoleh kembali (treasury stock) tidak dapat
dikreditkan ke laba perusahaan.
e. Bahwa jumlah piutang dari para pejabat, karyawan, dan
perusahaan perusahaan afiliasi hendaknya disajikan secara terpisah.

Evaluasi yang baik atas usaha gabungan ini adalah sebagai berikut:
Rekomendasi yang diberikan [seluruh aspek dari dokumen awal NYSE/AICPA]
belum diimplementasikan sepenuhnya, namun konsep dasar yang mengizinkan setiap
perusahaan untuk memilih metode-metode dan prosedur prosedur yang lebih tepat untuk
laporan keuangannya sendiri di dalam kerangka dasar dari "prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku," menjadi titik fokus dari perkembangan prinsip-prinsip di Amerika Serikat."

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


14 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
3. Setelah diterbitkannya ASR No. 4 oleh SEC, yang menantang profesi akuntan
untuk memberikan "dukungan substansial dari yang berwenang" bagi prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku, dan meningkatnya kecaman dari Asosiasi Akuntansi Amerika
(American Accounting Association) dan para anggotanya yang baru saja dibentuk, Institut
selanjutnya di tahun 1938 memutuskan memberikan kuasa kepada Komite Prosedur
Akuntansi (Committee Accounting Procedure-CAP) untuk mengumumkan keputusannya.
CAP menerbitkan 12 Accounting Research Bulletins (ARB) selama periode 1938-1939
saja, dan tetap terus melakukannya selama masa-masa perang. Periode pascaperang
adalah masa-masa aktivitas yang sangat banyak bagi CAP, dengan diterbitkannya 18
ARB mulai dari tahun 1946 hingga tahun 1953, dengan strategi untuk mengeliminasi
praktik- praktik akuntansi yang dicurigai dan dipertanyakan, dan berfokus pada masalah-
masalah pelaporan khusus, termasuk akuntansi untuk dampak dari perubahan tingkat
harga, dan merekomendasikan konsep kinerja operasional saat ini dengan ARB 32.
Meskipun dengan seluruh kegiatan-kegiatan di atas, periode 1957 hingga 1959 ditandai
dengan kritik-kritik intensif yang ditujukan kepada CAP untuk berbagai alasan, termasuk
kegagalan untuk memberikan pemeriksaan yang memadai kepada para eksekutif
keuangan dan praktisi akuntansi; kegagalan dalam penanganan berbagai isu-isu yang
tidak populer; kegagalan dalam mengembangkan suatu pernyataan yang komprehensif
mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar; dan beberapa kali berbeda opini dengan SEC,
yang. tidak menyukai preferensi CAP akan konsep "kinerja operasi yang sedang berjalan"
untuk laporan laba rugi dan gagalnya CAP untuk membatasi alternatif-alternatif yang
tersedia bagi manajemen.

1.3 Tahap kontribusi profesional (1959-1973)


Ketidakpuasan terhadap CAP dengan sangat jelas diungkapkan oleh presiden
AICPA waktu itu, Alvin R. Jennings, dengan pertanyaan mengenai "seberapa sukseskah
kita dalam mempersempit area-area yang memiliki perbedaan dan ketidakkonsistenan di
dalam pembuatan dan penyajian dari informasi keuangan?" Suatu Komite Khusus atas
Program Riset yang dibuat di tahun 1957 dan 1958 mengusulkan untuk melakukan
pembubaran CAP dan departemen risetnya. AICPA menerima rekomendasi dari komite
dan mendirikan di tahun 1959, Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles BoardA
dan Divisi Riset Akuntansi (Accounting Research Division) dengan misi untuk memajukan
pernyataan tertulis dari apa yang dinyatakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Accounting Research Division melanjutkan dengan publikasi dari posisi

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


15 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
yang masih diperdebatkan dengan c yang bergantung pada pemberian alasan melalui
deduksi.
APB juga menerbitkan berbagai Opini yang menangani isu-isu kontroversial,
mencapai seiust 31 Opini antara tahun 1959 dan 1973. Asosiasi Akuntansi Amerika juga
ikut berpartisipasi di dal proses ini melalui beberapa studi riset dan percobaan untuk
mengembangkan suatu pernyataan yane terintegrasi dari teori akuntansi dasar. Usaha-
usaha yang dilakukan tidak selalu berhasil. APB sendiri ditentang dan dikritik untuk:
• opini yang terbatas, kontroversial atau ad hoc, termasuk APB 8 mengenai
akuntansi pensiun, APB 11 mengenai alokasi pajak penghasilan, serta APB 2 dan 4
mengenai kredit pajak investasi; dan
• kegagalannya untuk memecahkan masalah mengenai akuntansi bagi kombinasi
bisnis dan goodwill.

Anggapan bahwa terdapat mata rantai antara profesi dengan APB juga tidak
membantu. Intervensi dari asosiasi dan agen-agen profesi di dalam formulasi suatu teori
akuntansi dipicu oleh usaha-usaha untuk melenyapkan teknik-teknik yang tidak
dikehendaki dan untuk mengodifikasikan teknik-teknik yang dapat diterima. Sekali lagi,
ketergantungan terhadap asosiasi dan agen-agen seperti di atas bukannya tidak memiliki
konsekuensi, yang termasuk hal-hal berikut ini:
1. Asosiasi dan keagenan tidak bersandar pada kerangka kerja teoretis yang telah
dibuat.
2. Wewenang atas pernyataan tidak dinyatakan dengan jelas.
3. Adanya perlakuan alternatif memungkinkan adanya fleksibilitas di dalam
pemilihan teknik-teknik akuntansi.

Ketidakpuasan akibat adanya intervensi profesional, seperti yang telah


diungkapkan dalam tulisan oleh Briloff, adalah suatu cara yang efektif dalam menarik
perhatian masyarakat umum akan adanya penyalahgunaan akuntansi yang mendominasi
beberapa laporan tahunan tertentu.

1.4 Tahap politisasi (1973-sekarang)


Keterbatasan yang dimiliki oleh baik asosiasi profesional maupun manajemen di
dalam memformulasikan suatu teori akuntansi telah mengarah kepada pengadopsian
suatu pendekatan yang lebih deduktit sekaligus melakukan politisasi atas proses
penetapan standarnya-sebuah situasi yang diciptakan oleh pandangan yang berlaku
umum bahwa angka-angka akuntansi memengaruhi perilaku berekonomi dan, sebagai

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


16 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
konsekuensinya, aturan-aturan akuntansi hendaknya dibuat di dalam arena politik. Dalam
pandangan yang sama, Horngren menyatakan:

Penetapan dari standar akuntansi selain dari produk logika yang tanpa cela atau
temuan temuan empiris adalah juga suatu produk dari tindakan politis. Mengapa? Karena
penetapan standar adalah suatu keputusan sosial. Standar memberikan batasan pada
perilaku; karenanya, ia harus dapat diterima oleh pihak pihak yang terkena akibatnya.
Penerimaan dapat dipaksakan atau secara sukarela atau sebagian dari keduanya. Di
dalam sebuah masyarakat yang demokratis, mendapatkan penerimaan adalah suatu
proses yang luar biasa rumit dan membutuhkan keahlian pemasaran di arena politik.

Sejak awal, FASB telah menerapkan sebuah pendekatan deduktif dan quasi politik
dalam formulasi dari prinsip-prinsip akuntansi. Hal yang dilakukan oleh FASB
mendapatkan nilai yang lebih baik, pertama, dengan adanya usaha untuk
mengembangkan suatu kerangka kerja teoretis atau kesepakatan dalam akuntansi, dan
kedua, dengan lahirnya berbagai kelompok yang berkepentingan, yang kontribusinya
diperlukan bagi penerimaan "umum" atas standar baru. Oleh sebab itu, proses penetapan
standar memiliki aspek politis di dalamnya. Pernyataan yang diberikan oleh FASB berikut
ini mengindikasikan kesadaran yang mereka miliki akan situasi baru yang sedang terjadi:

Proses dari penetapan standar dapat digambarkan sebagai demokratis karena,


seperti semua badan pembuat peraturan, hak Dewan untuk membuat peraturan pada
akhirnya akan sangat bergantung kepada persetujuan dari pihak yang diatur. Tetapi
karena penetapan standar membutuhkan beberapa perspektif, maka tidaklah tepat jika
suatu standar ditetapkan dengan hanya didasarkan pada penggambaran dari para
pemilihnya. Hal yang serupa pula, proses tersebut dapat diuraikan sebagai legislatif
karena penetapan standar harus dimusyawarahkan dan karena seluruh pandangan harus
didengarkan. Tetapi para penyusun standar diharapkan untuk dapat mewakili seluruh
pemilih sebagai satu kesatuan dan tidak menjadi perwakilan dari satu kelompok pemilih
tertentu. Proses ini dapat diuraikan sebagai bersifat politis karena terdapat satu usaha
pembelajaran yang terkait dengan usaha untuk mendapatkan penerimaan satu standar
baru. Tetapi proses penetapan standar juga tidak bersifat politis di dalam artian bahwa
dibutuhkan suatu akomodasi sebelum satu pernyataan diterbitkan.

Bahwa proses dari formulasi standar-standar akuntansi menjadi lebih politis


dijelaskan dengan lebih Manajemen, yang diberi judul The Accounting Establishment.
Dikenal dengan sebutan "Metcalf Report" (Laporan Metcalf), laporan ini menuduh kantor
akuntan publik "Big Eight" (Delapan Besar) telah memonopoli pengauditan atas
perusahaan-perusahaan besar dan mengendalikan proses penetapan standar. Hubungan
dari organisasi-organisasi besar menyarankan agar "Delapan Besar" dan AICPA memiliki
kendali atas standar-standar akuntansi yang disetujui oleh SEC.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


17 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Perkembangan Akuntansi di Indonesia

 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) : 23 Desember 1957

Di awal masa kemerdekaan Indonesia, warisan dari penjajah Belanda masih


dirasakan dengan tidak adanya satupun akuntan yang dimiliki atau dipimpin oleh
bangsa Indonesia. Pada masa ini masih mengikuti pola Belanda masih diikuti,
dimana akuntan didaftarkan dalam suatu register negara. Di negeri Belanda
sendiri ada dua organisasi profesi yaitu Vereniging van Academisch Gevormde
Accountans (VAGA ) yaitu ikatan akuntan lulusan perguruan tinggi dan
Nederlands Instituut van Accountants (NIvA) yang anggotanya terdiri dari lulusan
berbagai program sertifikasi akuntan dan memiliki pengalaman kerja. Akuntan-
akuntan Indonesia pertama lulusan periode sesudah kemerdekaan tidak dapat
menjadi anggota VAGA atau NIvA.

Situasi ini mendorong Prof. R. Soemardjo Tjitrosidojo dan empat lulusan pertama
FEUI yaitu Drs. Basuki [Link], Drs. Hendra Darmawan, Drs. Tan Tong Joe
dan Drs. Go Tie Siem memprakarsai berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia
yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia yang disingkat IAI pada tanggal 23
Desember 1957 di Aula Universitas Indonesia.

 Ikatan Akuntan Indonesia – Seksi Akuntan Publik (IAI-SAP) : 7 April 1977

Di masa pemerintahan orde baru, terjadi banyak perubahan signifikan dalam


perekonomian Indonesia, antara lain terbitnya Undang-Undang Penanaman Modal
Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) serta berdirinya pasar
modal. Perubahan perekonomian ini membawa dampak terhadap kebutuhan akan
profesi akuntan publik, dimana pada masa itu telah berdiri banyak kantor akuntan
Indonesia dan masuknya kantor akuntan asing yang bekerja sama dengan kantor
akuntan Indonesia. 30 tahun setelah berdirinya IAI, atas gagasan Drs. Theodorus
M. Tuanakotta , pada tanggal 7 April 1977 IAI membentuk Seksi Akuntan Publik
sebagai wadah para akuntan publik di Indonesia untuk melaksanakan program-
program pengembangan akuntan publik.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


18 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
 Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) : 1994

Dalam kurun waktu 17 tahun sejak dibentuknya Seksi Akuntan Publik, profesi
akuntan publik berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan pasar
modal dan perbankan di Indonesia, diperlukan perubahan standar akuntansi
keuangan dan standar profesional akuntan publik yang setara dengan standar
internasional. Dalam Kongres IAI ke VII tahun 1994, anggota IAI sepakat untuk
memberikan hak otonomi kepada akuntan publik dengan merubah Seksi Akuntan
Publik menjadi Kompartemen Akuntan Publik.

 Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) : 24 Mei 2007

Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia,


tepatnya pada tanggal 24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan Publik Indonesia
(IAPI) sebagai organisasi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan
berbadan hukum yang diputuskan melalui Rapat Umum Anggota Luar Biasa IAI –
Kompartemen Akuntan Publik.

 Berdirinya Institut Akuntan Publik Indonesia adalah respons terhadap dampak


globalisasi, dimana Drs. Ahmadi Hadibroto sebagai Ketua Dewan Pengurus
Nasional IAI mengusulkan perluasan keanggotaan IAI selain individu. Hal ini telah
diputuskan dalam Kongres IAI X pada tanggal 23 Nopember 2006. Keputusan
inilah yang menjadi dasar untuk merubah IAI – Kompartemen Akuntan Publik
menjadi asosiasi yang independen yang mampu secara mandiri mengembangkan
profesi akuntan publik. IAPI diharapkan dapat memenuhi seluruh persyaratan
International Federation of Accountans (IFAC) yang berhubungan dengan profesi
dan etika akuntan publik, sekaligus untuk memenuhi persyaratan yang diminta
oleh IFAC sebagaimana tercantum dalam Statement of Member Obligation (SMO).

 Pada tanggal 4 Juni 2007, secara resmi IAPI diterima sebagai anggota asosiasi
yang pertama oleh IAI. Pada tanggal 5 Pebruari 2008, Pemerintah Republik
Indonesia melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 mengakui
IAPI sebagai organisasi profesi akuntan publik yang berwenang melaksanakan
ujian sertifikasi akuntan publik, penyusunan dan penerbitan standar profesional

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


19 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
dan etika akuntan publik, serta menyelenggarakan program pendidikan
berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik di Indonesia.

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


20 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]
Daftar Pustaka

1 Schooeder, R.G., M.W. Clark, Jack M. Cathay. (2016). Financial Accounting


Theory and Analysis. 12th edition.
2 Scott, William R. (2019). Financial Accounting Theory. 8th edition.
3 Godfrey, J., A. Hodgson, A. Tarca. (2010). Accounting Theory. 7th edition. John
Wiley.
4 Belkaoui, Ahmed Riahi. (2011). Accounting Theory. 6th edition. Salemba Empat.
Jakarta
5 Soewardjono. (2016). Teori Akuntansi. Edisi 3. YKPN.
6 Standar Akuntansi Keuangan. 2019. Ikatan Akuntan Indonesia

2021 Teori Akuntansi Biro Bahan Ajar E-learning dan MKCU


21 Shinta Melzatia, S.E., [Link] [Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Pada abad ke-17 hingga 18, sistem pembukuan berpasangan mulai diterapkan di sektor non-perdagangan, termasuk lembaga keagamaan dan pemerintahan. Perluasan ini mendorong riset lebih lanjut tentang baik teoritis maupun praktis, yang menghasilkan berbagai inovasi termasuk akun persediaan terpisah dan teknik pencatatan lainnya. Penggunaan dalam sektor non-perdagangan membantu menetapkan standar yang lebih universal dan meningkatkan kualitas serta transparansi pencatatan keuangan di berbagai organisasi .

Kebudayaan Arab dan kemudian Mesir yang memfasilitasi perjalanan perdagangan memperkenalkan pemikiran melakukan pencatatan perdagangan yang kemudian dibagikan ke kota-kota di Timur Tengah. Ketika perdagangan berkembang pesat, praktik ini menyebar ke Eropa terutama melalui pengaruh Italia setelah penurunan kekaisaran Barat. Metode panggilan 'pembukuan Italia' memperkenalkan pencatatan berpasangan dan berkembang bersama meningkatnya perdagangan di Italia antara tahun 1250 dan 1400. Dokumentasi Massari dari Genoa pada tahun 1340 dianggap sebagai contoh pembukuan berpasangan tertua sebelum penyempurnaan oleh Pacioli .

Pacioli berkontribusi pada praktik-praktik akuntansi modern dengan menyebarluaskan pembukuan berpasangan lewat karyanya yang menjelaskan prinsip dasar dan metodologi pencatatan transaksi. Dengan menyarankan penggunaan tiga jenis buku untuk pencatatan dan memberikan deskripsi mendetail tentang prosedur transaksi, beliau menyiapkan landasan untuk sistem pencatatan modern yang terorganisir dan mudah diaudit. Pacioli juga mendorong pentingnya penghitungan periodik laba dan penutupan buku, yang menjadi praktik standar bagi perusahaan untuk mempertahankan akurasi keuangannya .

Sejak era politisasi penetapan standar akuntansi, tantangan utama adalah mendapatkan kesepakatan dalam formulasi standar yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Proses ini membutuhkan akomodasi berbagai perspektif dari berbagai pemilih, memastikan bahwa standar akuntansi tersebut menggambarkan kondisionalis sosial dan ekonomi yang berlaku. Adanya kepentingan politis dan bisnis juga menjadikan standar akuntansi sebagai hasil dari kompromi dan bukan hanya dari landasan logika atau empiris. 'Metcalf Report' juga telah menunjukkan kontrol kuat yang dimiliki beberapa organisasi besar seperti 'Delapan Besar', yang monopoli mereka membuat proses ini lebih sulit .

Globalisasi berdampak signifikan terhadap profesi akuntansi di Indonesia dengan menumbuhkan kebutuhan akan standar akuntansi yang sebanding dengan standar internasional. Hal ini mendorong pembentukan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada tahun 2007 untuk memfasilitasi profesionalisme yang lebih tinggi dalam akuntansi publik melalui penyusunan standar akuntansi keuangan dan standar profesional akuntan publik yang setara dengan standar global. IAPI, sebagai organisasi independen, juga bertanggung jawab untuk menyelenggarakan program pendidikan kontinu dan memenuhi persyaratan dari International Federation of Accountants (IFAC), memberi dasar yang kuat bagi perkembangan profesi sesuai tuntutan globalisasi .

Dalam penetapan standar akuntansi modern, politik memainkan peran signifikan karena penetapan standar merupakan keputusan sosial yang mempengaruhi perilaku ekonomi. Sejak awal, FASB mengadopsi pendekatan deduktif dan kuasi-politik dalam formulasi prinsip-prinsip akuntansi. Proses pembuatan standar harus mendapatkan konsensus dari berbagai pemangku kepentingan. Hal ini menciptakan lingkungan di mana opini dari kelompok yang berbeda harus dipertimbangkan sebelum standar baru bisa diterima. Oleh karena itu, penetapan standar akuntansi bersifat kompleks dan memerlukan balance antara konsensus dan realitas politik .

Pembukuan berpasangan dari Italia, yang dikenal sebagai 'Metode Italia', berkembang di seluruh Eropa pada abad ke-16 dan ke-17. Pada periode ini, teknik-teknik akuntansi mulai mengalami evolusi termasuk pengenalan buku jurnal khusus untuk berbagai jenis transaksi, dan laporan keuangan secara periodik. Penerapan sistem ini luas digunakan dalam organisasi, dari pedagang hingga pemerintah dan lembaga keagamaan. Dalam abad-abad tersebut, berbagai perubahan signifikan seperti penggunaan akun persediaan terpisah dan personifikasi akun menjadi upaya untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit .

Littleton mengidentifikasi tujuh prasyarat munculnya pembukuan yang sistematis. Prasyarat tersebut adalah: Seni Penulisan, Aritmetika, Milik Pribadi, Uang, Perdagangan, Modal, dan Kredit. Seni Penulisan diperlukan karena pembukuan adalah sebuah catatan, Aritmetika terkait dengan serangkaian penghitungan sederhana dalam pembukuan. Milik Pribadi berkaitan dengan pencatatan fakta-fakta hak milik, sementara Uang dianggap penting karena transaksi tidak akan tercatat tanpa adanya penggunaan uang. Perdagangan memunculkan volume bisnis yang membutuhkan sistem, dan Modal serta Kredit mendorong penggunaan pembukuan untuk manajemen keuangan yang lebih baik .

Sistem pembukuan berpasangan awalnya digunakan dalam perdagangan, namun pada abad ke-17 hingga 18 mulai diterapkan dalam berbagai jenis organisasi, termasuk biara dan lembaga negara. Ini menandai perluasan aplikasi sistem dari lingkup perdagangan yang murni ke bidang lain, yang juga mendorong penelitian teoretis mengenai pembukuan. Dengan meluasnya penggunaan ini, kebutuhan untuk mengkritisi dan terus meneliti sistem pembukuan menjadi mendesak, karena kontribusi feedback dari berbagai organisasi membantu memperbaiki teknik-teknik pembukuan yang digunakan .

Luca Pacioli tidak menciptakan sistem pembukuan berpasangan tetapi memberikan deskripsi yang rinci tentang praktik yang ada dalam bukunya tahun 1494, 'Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita'. Dia menjelaskan pemanfaatan sistem ini dalam dua bab berjudul 'de Computis et Scripturis'. Pacioli menguraikan prinsip konfirmasi semua transaksi dalam debit dan kredit serta penggunaan tiga buku utama yaitu memorandum, jurnal, dan buku besar. Hal ini memberikan dasar teoretis yang kuat bagi apa yang disebut dengan 'Metode Venesia' dan menyebarluaskannya melalui terjemahan buku ke berbagai bahasa .

Anda mungkin juga menyukai