Pendaftaran PPDS UB Juli 2025
Pendaftaran PPDS UB Juli 2025
Periode Januari
Periode Juli
1. Scan Surat Permohonan Kepada Dekan bisa dibuat perorangan atau Surat
dari Instansi
2. Scan Ijazah dokter dan Scan Sertifikat Akreditasi (jadi 1 file pdf)
3. Scan Sertifikat Akreditasi berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan
Tinggi (BAN PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan
(LAM-PTKes) yang berlaku saat ijazah diterbitkan. Jika di Ijaszah Dokter ada
keterangan Nilai Akreditasi maka tidak perlu scan sertifikat akreditasi.
4. Scan Transkrip dengan nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.50
dan IP Kumulatif (SKed dan Profesi) minimal 2.75 untuk Fakultas Kedokteran
dengan akreditasi A, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran dengan akreditasi B
harus mempunyai nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.75 dan
Indeks Prestasi Profesi minimal 3.00;
5. Umur Maximal 35,00 tahun pada saat pendidikan dimulai per tanggal 1 Juli
untuk periode Juli dan tanggal 1 Januari untuk periode Januari (tanggal lahir
sesuai dengan Ijazah);
6. Scan Surat Ijin Belajar/Tugas Belajar dari Kepala Daerah (Bupati, Gubernur) /
Badan Kepegawaian / Sekretaris Daerah Daerah Bagi yang PNS / PTT. Khusus
TNI / POLRI harus ada ijin dari Mabes dan surat perintah tugas belajar dari Ditjen
Kuathan. Surat ijin dari Instansi / Lembaga bagi yang bekerja di Instansi;
7. Scan Surat Keterangan Pertanggungjawaban Sumber Pembiayaan Studi
diatas materai, bisa ditambah Scan Surat Pembiayaan dari Sponsor / Beasiswa
8. Scan Surat rekomendasi dari IDI setempat yang menyatakan tidak pernah
melakukan Malpraktek atau pelanggaran kode etik kedokteran;
9. Scan STR / bukti telah mengurus STR dari Konsil Kedokteran Indonesia (STR
Dokter Umum bukan STR Internship);
10. Scan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
11. Scan Sertifikat Nilai UKDI;
12. Scan Surat Persetujuan mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis dari
Suami/Istri bagi yang sudah menikah atau Orang Tua bagi yang belum menikah.
13. Untuk PPDS Beasiswa LPDP Kemenkeu harus sudah melaksanakan
pembekalan saat penerimaan peserta didik baru.
14. Memiliki Asuransi Kesehatan (ASKES) atau Jaminan Kesehatan Nasional
Kartu Indonesia Sehat (Scan Kartu)
1.
A. Karya Ilmiah dalam bidang IKA
B. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
C. Diutamakan yang bersedia mengikuti Program Pendayagunaan Dokter
Spesialis (PGDS)
Nilai baik untuk IKA ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan Prestasi.
Radiologi
1. Surat referensi dari 2 senior Radiologi tempat pendidikan Dokter
Umum
2. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Radiologi ataupun Prodi
lain di seluruh Indonesia
1.
A. Karya Ilmiah
B. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
C. Nilai baik untuk Radiologi : Ada Rekomendasi yang relevan
berdasarkan prestasi
– Sertifikat ACLS
Urologi
1. Sertifikat ATLS, BSS serta sertifikat seminar dan workshop di bidang
Urologi
2. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di Prodi Urologi hanya
pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain
dimanapun di seluruh Indonesia
3. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain
di seluruh Indonesia
4. Bagi calon peserta didik wanita, menyertakan surat pernyataan bahwa
tidak hamil dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang dan pernyataan
kesanggupan untuk tidak hamil pada tahun pertama pendidikan.
5. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan
Dokter yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) harap
melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang diterbitkan oleh
Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) Provinsi
Patologi Klinik
Ilmu Bedah
1. Surat keterangan penempatan setelah lulus dari Instansi / rumah sakit
baik pemerintah / swasta (bermaterai)
2. Surat Rekomendasi dari Dokter Bedah di RS yang mengeluarkan surat
keterangan penempatan
3. Sertifikat ATLS dan BSS Dokter umum
4. Hanya boleh dua kali mendaftar pada prodi Ilmu Bedah FKUB
5. Surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal 6 bulan
(diluar internship)
6. Bagi calon peserta wanita membuat surat pernyataan bersedia untuk
tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.
Patologi Anatomi
1. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
2. Rekomendasi 2 senior dokter spesialis PA di tempat pendidikan dokter
umum/tempat akan bekerja nantinya
3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di prodi Patologi Anatomi
hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi apapaun dimanapun di
seluruh Indonesia
4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi apapun di seluruh
Indonesia
Mikrobiologi Klinik
1. Mengisi Daftar Riwayat Hidup
2. Tidak mengalami buta warna meskipun parsial
3. Tidak ada batasan usia (setelah 5 tahun disesuaikan)
4. UKDI tidak disyaratkan (setelah 5 tahun disesuaikan)
NILAI TAMBAH
1.
A. Baru pertama kali tes PPDS di semua center (membuat surat
pernyataan)
B. Menyertakan surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan
minimal satu tahun (diluar program internship)
C. Mempunyai karya ilmiah bidang THT-KL
D. Pernah mengikuti workshop dalam bidang THT
E. Nilai bidang THT saat pendidikan dokter umum
F. Ada Instansi Kesehatan yang menerima setelah calon lulus THT dan
lebih diutamakan mendapatkan beasiswa dari instansi tersebut
G. Pernah mengikuti BSS (Basic Surgical Science) dan ATLS (Advance
Trauma Life Support)
Obstetri-Ginekologi
1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program
Studi Obstetri-Ginekologi FKUB
Neurologi
– Hanya diperbolehkan maksimal tiga kali mendaftar pada Program Studi Neurologi
FKUB
I. JADWAL SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK PS PDS JALUR REGULER DAN UTUSAN DAERAH
Seleksi untuk Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis diselenggarakan 2 kali dalam satu tahun akademik
dilakukan serempak untuk program regular dan adaptasi, periode pendaftaran adalah sebagai berikut:
1. Periode Januari
2. Periode Juli
3. Periode penerimaan sebagaimana disebutkan diatas bisa di tunda selama satu semester jika peserta PPUD
mengikuti Bimbingan.
II. JALUR PENERIMAAN
1. Jalur Reguler adalah Jalur seleksi melalui Tes dengan mengutamakan kemampuan akademis yang
baik, kesehatan fisik dan mental yang baik, serta memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik.
2. Jalur Program Penerimaan Utusan Daerah (PPUD) adalah program yang bertujuan untuk :
Membantu pemerataan pemenuhan pelayanan kesehatan medik spesialistik di tingkat nasional melalui
pendidikan bagi calon dokter spesialis dengan penerimaan jalur PPUD.
Mewadahi peserta utusan daerah atau utusan instansi atau utusan kementerian melalui penerimaan
jalur PPUD.
Proses Pendaftaran dan Seleksi dilaksanakan serempak baik jalur regular maupun PPUD dengan prosedur
sebagai berikut :
1. Membayar biaya pendaftaran sesuai program studi melalui Bank yang bekerjasama dengan UB
(Mandiri, BNI, BRI, BTN) . Kemudian mendapatkan bukti pembayaran pendaftaran yang didalamnya
terdapat PIN dan nomor pendaftaran. Lihat Tata cara pembayaran. (proses pembayaran hanya dapat
dilakukan pada jadwal pendaftaran saja)
2. Kode seleksi untuk pembayaran pendaftaran pendidikan dokter spesialis 053+nomor HP pendaftar,
contoh (053081234567890)Jika ada permasalahan terkait pembayaran atau prosesn mendapatkan PIN
bisa contac ke line HP 0812 1716 6013 telepon (0341) 335 222 atau email ke [Link]@[Link]
3. Melakukan pendaftaran secara online dengan melengkapi data-data dan dokumen yang diperlukan
melalui [Link]
4. Peserta yang lolos pemberkasan dan jadwal Tes Tahap II akan diumumkan di website [Link]
pada pertengahan Februari untuk periode Juli dan pertengahan Agustus untuk periode Januari.
5. Mengikuti Tes Tahap II (TOEFL, TPA, Tes Kesehatan dan Tes Psikologi-Psikiatri),
6. Standar Kelulusan Tes Tahap II Adalah Sebagai Berikut :
7. Perserta Peserta yang lolos Tes Tahap II dan jadwal Tes Tahap III akan diumumkan daki website
[Link].
8. Mengikuti Tes Tahap III (Tes Tulis dan Wawancara) di masing-masing program studi.
9. Pengumuman peserta yang diterima dan proses daftar ulang dilihat di website [Link] dan
SELMA
10. Peserta PPUD yang diterima tetapi mempunyai hasil Nilai IPK dan Tes Tahap II di bawah standar
peserta regular wajib megikuti Bimbingan PPUD
11. Bimbingan PPUD meliputi :
4. Peserta harus mempunyai nilai IPK minimal 2.75 untuk Fakultas 2.50 untuk Fakultas
Kedokteran dengan Kedokteran dengan
akreditasi A, sedangkan akreditasi A, sedangkan
untuk Fakultas Kedokteran untuk Fakultas Kedokteran
dengan akreditasi B harus dengan akreditasi B harus
mempunyai nilai IPK mempunyai nilai IPK
minimal 3.00 minimal 2.75
1. Surat rekomendasi dari 2 staf Dosen/Senior Ilmu Penyakit Dalam tempat pendidikan dokter umum
2. Surat pernyataan kembali ke daerah asal/daerah tempat tugas awal bagi calon PPDS yang sudah PNS
atau ikatan dinas
3. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Ilmu Penyakit Dalam
FKUB. Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi
(2) Ilmu Kesehatan Anak
1. Rekomendasi 2 Staf Dosen /Senior Dokter IKA tempat Pendidikan Dokter Umum (tidak wajib saat
pandemi covid-19)
2. Sertifikat Kegiatan Ilmiah (tidak wajib saat pandemi covid-19)
3. Surat Keterangan telah bekerja di Instansi Kesehatan (minimal 1 tahun, Internship dapat
diperhitungkan)
4. Nilai Tambah IKA
3) Diutamakan yang bersedia mengikuti Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS)
(3) Radiologi
1. Surat referensi dari 2 Staf Dosen /Senior Dokter Radiologi tempat pendidikan Dokter Umum
2. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum
diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Radiologi
ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi
3. Persyaratan khusus nilai tambah Radiologi
1. Karya Ilmiah
2. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
3. Nilai baik untuk Radiologi : Ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi
Menyertakan bukti pendaftaran online dari Kolegium Orthopedi & Traumatologi Indonesia.
(7) Urologi
1. Sertifikat Advance Trauma Life Support (ATLS), Basic Surgical Science (BSS) dan untuk Dokter Umum
serta sertifikat seminar dan workshop di bidang Urologi
2. Pada pandemi covid-19, jika belum ada penyelenggaraan pelatihan/sertifikasi/workshop peserta
diperkenankan mengunakan bukti pendaftaran pelatihan/sertifikasi/workshop.
3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di Prodi Urologi hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS
di Prodi Urologi ataupun Prodi lain dimanapun di seluruh Indonesia Download Pernyataan Pernah
mengikuti Seleksi
4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum
diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Urologi
ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia
5. Bagi calon peserta didik wanita, menyertakan surat pernyataan bahwa tidak hamil dibuktikan dengan
pemeriksaan penunjang dan sanggup untuk tidak hamil pada tahun pertama pendidikan.
6. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang menggunakan Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK) harap melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang
diterbitkan oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) Provinsi
(8) Patologi Klinik
1. Rekomendasi 2 Staf Dosen /Senior Dokter PK tempat pendidikan Dokter Umum
2. Sertifikat kegiatan ilmiah
3. Surat Keterangan telah bekerja di instansi kesehatan (minimal 1 Tahun) diluar Internship
4. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
5. Nilai baik untuk PK : ada rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi
(9) Ilmu Bedah
1. Surat keterangan penempatan setelah lulus dari Instansi / rumah sakit baik pemerintah / swasta
(bermaterai)
2. Surat Rekomendasi dari Dokter Bedah di RS yang mengeluarkan surat keterangan penempatan
3. Sertifikat Advance Trauma Life Support (ATLS), Basic Surgical Science (BSS) (tidak wajib saat
pandemi covid-19)
4. Hanya boleh dua kali mendaftar pada prodi Ilmu Bedah FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti
Seleksi
5. Surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal 6 bulan (diluar internship)
6. Bagi calon peserta wanita membuat surat pernyataan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun
pertama pendidikan.
(10) Patologi Anatomi
2) Nilai minimal B untuk mata kuliah/blok yang mengandung Anatomi, Histologi dan Patologi Anatomi selama
S1.
(11) Mikrobiologi Klinik
1. Minimal pernah mengikuti pelatihan PTC/BLS/ATLS/ACLS/FCCS dalam wakti tidak lebih dari lima tahun
saat pendaftaran.
2. Pada masa pandemi covid-19, sertifikat pelatihan sebagaimana disebutkan pada point 1 tidak wajib
saat proses pendaftaran, tetapi wajib diikuti saat proses studi ppds.
3. Surat Rekomendasi dari 2 orang dokter spesialis Anestesiologi dari asal tempat bekerja, kecuali daerah
yang belum memiliki dokter spesialis anestesi dapat diganti dengan rekomendasi dari Kepala Dinas
Kesehatan atau pejabat yang berwenang di Daerah.
4. Bersedia mengikuti program PGDS.
5. Bagi calon peserta PS PDS perempuan yang sudah menikah harus didampingi suami saat proses tes
wawancara dan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.
6. Maksimal dapat mendaftar tiga kali pada Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUB.
1. Hanya boleh dua kali mendaftar di Prodi THT-KL FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti
Seleksi
2. Mempunyai sertifikat kegiatan ilmiah THT (bukan online)
NILAI TAMBAH
(14) Obstetri-Ginekologi
Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Obstetri-Ginekologi
FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi
(15) Neurologi
1. Tes Kesehatan Mata yang dilaksanakan saat Seleksi Tahap III / Tes Tulis dan Wawancara
2. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program Studi Ilmu Kesehatan Mata
FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi