0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan17 halaman

Pendaftaran PPDS UB Juli 2025

Dokumen ini berisi informasi tentang jadwal dan persyaratan seleksi program studi pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Terdapat dua periode seleksi setiap tahunnya dan dijelaskan tahapan seleksi serta persyaratan umum dan khusus untuk masing-masing program studi."

Diunggah oleh

Felicia Halim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan17 halaman

Pendaftaran PPDS UB Juli 2025

Dokumen ini berisi informasi tentang jadwal dan persyaratan seleksi program studi pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Terdapat dua periode seleksi setiap tahunnya dan dijelaskan tahapan seleksi serta persyaratan umum dan khusus untuk masing-masing program studi."

Diunggah oleh

Felicia Halim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Seleksi Program Studi Pendidikan

Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran


2020
December 31st, 2019 Berita,

JADWAL SELEKSI PENERIMAAN

Seleksi untuk Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis diselenggarakan 2 kali


dalam satu tahun akademik, yaitu :

Periode Januari

 Akan diumumkan kemudian

Periode Juli

 Pendaftaran diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2019 sampai 31


Januari 2020
 Tes Seleksi dilaksanakan pada bulan Maret 2020
 Kegiatan Pra Pendidikan Dilaksanakan Bulan Oktober – Desember 2020
 Mulai Pendidikan Bulan Juli 2020

TAHAPAN & PROSES SELEKSI PENERIMAAN

1. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 500.000,- sesuai program studi


melalui Bank yang bekerjasama dengan UB (Mandiri, BNI, BRI, BTN) . Kemudian
mendapatkan bukti pembayaran pendaftaran yang didalamnya terdapat PIN dan
nomor pendaftaran. Lihat Tata cara pembayaran.
2. Kode seleksi untuk pembayaran pendaftaran pendidikan dokter spesialis
053+nomor HP pendaftar, contoh (053081234567890)
3. Melakukan pendaftaran secara online dengan melengkapi data-data dan
dokumen yang diperlukan melalui [Link]
app/pendaftaran/spesialis
4. Peserta yang lolos pemberkasan dan jadwal Tes Tahap II akan diumumkan di
website [Link].
5. Mengikuti Tes Tahap II (TOEFL, TPA, Tes Kesehatan dan Tes Psikologi-
Psikiatri),
6. STANDAR KELULUSAN TES TAHAP II ADALAH SEBAGAI BERIKUT
 Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 500
 Tes Toefl minimal 475
 Tes Kesehatan Mental melalui Tes Psikologi-Psikiatri dengan standar
minimal :
A. Physical Quotient (PQ) minimal 50
B. Tidak boleh terdapat gambaran klinis berupa ganguan psikotik,
ganguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, dan gangguan
kepribadian antisosial.
 Tes Kesehatan Fisik, perserta tidak menderita penyakit yang
membahayakan diri sendiri maupun orang lain dan dapat menggangu proses
pendidikan dan pelayanan.
7. Peserta yang lolos Tes Tahap II dan jadwal Tes Tahap III akan diumumkan di
website [Link].
8. Mengikuti Tes Tahap III (Tes Tulis dan Wawancara) di masing-masing
program studi.
9. Pengumuman peserta yang diterima dan proses daftar ulang dilihat di website
[Link] dan SELMA

PERSYARATAN UMUM JALUR REGULER & BERKAS YANG HARUS


DISIAPKAN

1. Scan Surat Permohonan Kepada Dekan bisa dibuat perorangan atau Surat
dari Instansi
2. Scan Ijazah dokter dan Scan Sertifikat Akreditasi (jadi 1 file pdf)
3. Scan Sertifikat Akreditasi berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan
Tinggi (BAN PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan
(LAM-PTKes) yang berlaku saat ijazah diterbitkan. Jika di Ijaszah Dokter ada
keterangan Nilai Akreditasi maka tidak perlu scan sertifikat akreditasi.
4. Scan Transkrip dengan nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.50
dan IP Kumulatif (SKed dan Profesi) minimal 2.75 untuk Fakultas Kedokteran
dengan akreditasi A, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran dengan akreditasi B
harus mempunyai nilai Indeks Prestasi Sarjana Kedokteran minimal 2.75 dan
Indeks Prestasi Profesi minimal 3.00;
5. Umur Maximal 35,00 tahun pada saat pendidikan dimulai per tanggal 1 Juli
untuk periode Juli dan tanggal 1 Januari untuk periode Januari (tanggal lahir
sesuai dengan Ijazah);
6. Scan Surat Ijin Belajar/Tugas Belajar dari Kepala Daerah (Bupati, Gubernur) /
Badan Kepegawaian / Sekretaris Daerah Daerah Bagi yang PNS / PTT. Khusus
TNI / POLRI harus ada ijin dari Mabes dan surat perintah tugas belajar dari Ditjen
Kuathan. Surat ijin dari Instansi / Lembaga bagi yang bekerja di Instansi;
7. Scan Surat Keterangan Pertanggungjawaban Sumber Pembiayaan Studi
diatas materai, bisa ditambah Scan Surat Pembiayaan dari Sponsor / Beasiswa
8. Scan Surat rekomendasi dari IDI setempat yang menyatakan tidak pernah
melakukan Malpraktek atau pelanggaran kode etik kedokteran;
9. Scan STR / bukti telah mengurus STR dari Konsil Kedokteran Indonesia (STR
Dokter Umum bukan STR Internship);
10. Scan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK);
11. Scan Sertifikat Nilai UKDI;
12. Scan Surat Persetujuan mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis dari
Suami/Istri bagi yang sudah menikah atau Orang Tua bagi yang belum menikah.
13. Untuk PPDS Beasiswa LPDP Kemenkeu harus sudah melaksanakan
pembekalan saat penerimaan peserta didik baru.
14. Memiliki Asuransi Kesehatan (ASKES) atau Jaminan Kesehatan Nasional
Kartu Indonesia Sehat (Scan Kartu)

PERSAYARATAN KHUSUS JALUR REGULER & BERKAS YANG HARUS


DISIAPKAN

 Ilmu Penyakit Dalam


1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program
Studi Ilmu Penyakit Dalam FKUB.
2. Surat referensi dari 2 orang senior IPD tempat pendidikan dokter
umum
3. Surat pernyataan kembali ke daerah asal/daerah tempat tugas awal
bagi calon PPDS yang sudah PNS atau ikatan dinas

 Ilmu Kesehatan Anak


1. Rekomendasi 2 Senior Dokter IKA tempat Pendidikan Dokter Umum
2. Sertifikat Kegiatan Ilmiah
3. Surat Keterangan telah bekerja di Instansi Kesehatan (minimal 1
tahun)

Nilai Tambah IKA

1.
A. Karya Ilmiah dalam bidang IKA
B. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
C. Diutamakan yang bersedia mengikuti Program Pendayagunaan Dokter
Spesialis (PGDS)

Nilai baik untuk IKA ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan Prestasi.

 Radiologi
1. Surat referensi dari 2 senior Radiologi tempat pendidikan Dokter
Umum
2. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Radiologi ataupun Prodi
lain di seluruh Indonesia

Persyaratan khusus nilai tambah Radiologi

1.
A. Karya Ilmiah
B. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
C. Nilai baik untuk Radiologi : Ada Rekomendasi yang relevan
berdasarkan prestasi

 Jantung & Pembuluh Darah

–    Sertifikat ACLS

 Dermatologi dan Venereologi


1. Mengisi daftar riwayat hidup
2. Melampirkan sertifikat kegiatan ilmiah yang menunjang
3. Maksimal mendaftar 2 kali di prodi Dermatologi dan Venereologi FKUB
terhitung sampai dengan tahap wawancara
 

 Orthopedi & Traumatologi

–    Menyertakan bukti pendaftaran online dari Kolegium Orthopedi & Traumatologi


Indonesia.

 Urologi
1. Sertifikat ATLS, BSS serta sertifikat seminar dan workshop di bidang
Urologi
2. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di Prodi Urologi hanya
pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain
dimanapun di seluruh Indonesia
3. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Urologi ataupun Prodi lain
di seluruh Indonesia
4. Bagi calon peserta didik wanita, menyertakan surat pernyataan bahwa
tidak hamil dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang dan pernyataan
kesanggupan untuk tidak hamil pada tahun pertama pendidikan.
5. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan
Dokter yang menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) harap
melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang diterbitkan oleh
Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) Provinsi

 Patologi Klinik

1. Rekomendasi 2 Senior Dokter PK tempat pendidikan Dokter Umum


2. Sertifikat kegiatan ilmiah
3. Surat Keterangan telah bekerja di instansi kesehatan (minimal 1 Tahun) diluar
Internship
4. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
5. Nilai baik untuk PK : ada rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi

 Ilmu Bedah
1. Surat keterangan penempatan setelah lulus dari Instansi / rumah sakit
baik pemerintah / swasta (bermaterai)
2. Surat Rekomendasi dari Dokter Bedah di RS yang mengeluarkan surat
keterangan penempatan
3. Sertifikat ATLS dan BSS Dokter umum
4. Hanya boleh dua kali mendaftar pada prodi Ilmu Bedah FKUB
5. Surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal 6 bulan
(diluar internship)
6. Bagi calon peserta wanita membuat surat pernyataan bersedia untuk
tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.

 Patologi Anatomi
1. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
2. Rekomendasi 2 senior dokter spesialis PA di tempat pendidikan dokter
umum/tempat akan bekerja nantinya
3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di prodi Patologi Anatomi
hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS di Prodi apapaun dimanapun di
seluruh Indonesia
4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah
mendaftar sebelumnya dan belum diterima, atau surat pernyataan sudah
pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi apapun di seluruh
Indonesia

Nilai Tambah Patologi Anatomi

1. Sertifikat kegiatan ilmiah/bukti karya ilmiah bidang Patologi Anatomi


2. Nilai minimal B untuk mata kuliah/blok yang mengandung Anatomi, Histologi
dan Patologi Anatomi selama S1.

 Mikrobiologi Klinik
1. Mengisi Daftar Riwayat Hidup
2. Tidak mengalami buta warna meskipun parsial
3. Tidak ada batasan usia (setelah 5 tahun disesuaikan)
4. UKDI tidak disyaratkan (setelah 5 tahun disesuaikan)

 Anestesiologi dan Terapi Intensif


1. Minimal pernah mengikuti pelatihan PTC/BLS/ATLS/ACLS/FCCS
dalam wakti tidak lebih dari lima tahun saat pendaftaran.
2. Surat Rekomendasi dari 2 orang dokter spesialis Anestesiologi dari
asal tempat bekerja, kecuali daerah yang belum memiliki dokter spesialis
anestesi dapat diganti dengan rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan
atau pejabat yang berwenang di Daerah.
3. Bersedia mengikuti program PGDS.
4. Bagi calon peserta PS PDS perempuan yang sudah menikah harus
didampingi suami saat proses tes wawancara dan bersedia untuk tidak hamil
pada satu tahun pertama pendidikan.
5. Maksimal dapat mendaftar tiga kali pada Prodi Anestesiologi dan
Terapi Intensif FKUB.

 Ilmu Kesehatan THT-KL


1. Hanya boleh dua kali mendaftar di Prodi THT-KL FKUB
2. Mempunyai sertifikat kegiatan ilmiah THT (bukan online)

NILAI TAMBAH

1.
A. Baru pertama kali tes PPDS di semua center (membuat surat
pernyataan)
B. Menyertakan surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan
minimal satu tahun (diluar program internship)
C. Mempunyai karya ilmiah bidang THT-KL
D. Pernah mengikuti workshop dalam bidang THT
E. Nilai bidang THT saat pendidikan dokter umum
F. Ada Instansi Kesehatan yang menerima setelah calon lulus THT dan
lebih diutamakan mendapatkan beasiswa dari instansi tersebut
G. Pernah mengikuti BSS (Basic Surgical Science) dan ATLS (Advance
Trauma Life Support)

 Obstetri-Ginekologi
1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program
Studi Obstetri-Ginekologi FKUB

 Neurologi
– Hanya diperbolehkan maksimal tiga kali mendaftar pada Program Studi Neurologi
FKUB

 Ilmu Kesehatan Mata


1. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program
Studi Ilmu Kesehatan Mata FKUB
2. Peserta yang lolos Seleksi Tahap II wajib mengikuti Tes Kesehatan
Mata pada Seleksi Tahap III dengan biaya tambahan di luar biaya tes
kesehatan umum.

I.     JADWAL SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK PS PDS JALUR REGULER DAN UTUSAN DAERAH

Seleksi untuk Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis diselenggarakan 2 kali dalam satu tahun akademik
dilakukan serempak untuk program regular dan adaptasi, periode pendaftaran adalah sebagai berikut:

1. Periode Januari

o Pendaftaran diselenggarakan mulai 1 Juni s/d 31 Juli


o Tes Seleksi dilaksanakan pada bulan September
o Kegiatan Pra Pendidikan Dilaksanakan Bulan Oktober – Desember
o Mulai Pendidikan Bulan Januari

2. Periode Juli

o Pendaftaran diselenggarakan pada mulai 1 Desember dan 31 Januari


o Tes Seleksi dilaksanakan pada bulan Maret
o Kegiatan Pra Pendidikan Dilaksanakan Bulan Oktober – Desember
o Mulai Pendidikan Bulan Juli

3. Periode penerimaan sebagaimana disebutkan diatas bisa di tunda selama satu semester jika peserta PPUD
mengikuti Bimbingan.

II.   JALUR PENERIMAAN

1. Jalur Reguler adalah Jalur seleksi melalui Tes dengan mengutamakan kemampuan akademis yang
baik, kesehatan fisik dan mental yang baik, serta memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik.
2. Jalur Program Penerimaan Utusan Daerah (PPUD) adalah program yang bertujuan untuk :

 Membantu pemerataan pemenuhan pelayanan kesehatan medik spesialistik di tingkat nasional melalui
pendidikan bagi calon dokter spesialis dengan penerimaan jalur PPUD.
 Mewadahi peserta utusan daerah atau utusan instansi atau utusan kementerian melalui penerimaan
jalur PPUD.

 III.  TAHAPAN & PROSES SELEKSI

Proses Pendaftaran dan Seleksi dilaksanakan serempak baik jalur regular maupun PPUD dengan prosedur
sebagai berikut :
1. Membayar biaya pendaftaran sesuai program studi melalui Bank yang bekerjasama dengan UB
(Mandiri, BNI, BRI, BTN) . Kemudian mendapatkan bukti pembayaran pendaftaran yang didalamnya
terdapat PIN dan nomor pendaftaran. Lihat Tata cara pembayaran. (proses pembayaran hanya dapat
dilakukan pada jadwal pendaftaran saja)
2. Kode seleksi untuk pembayaran pendaftaran pendidikan dokter spesialis 053+nomor HP pendaftar,
contoh (053081234567890)Jika ada permasalahan terkait pembayaran atau prosesn mendapatkan PIN
bisa contac ke line HP 0812 1716 6013 telepon (0341) 335 222 atau email ke [Link]@[Link]
3. Melakukan pendaftaran secara online dengan melengkapi data-data dan dokumen yang diperlukan
melalui [Link]
4. Peserta yang lolos pemberkasan dan jadwal Tes Tahap II akan diumumkan di website [Link]
pada pertengahan Februari untuk periode Juli dan pertengahan Agustus untuk periode Januari.
5. Mengikuti Tes Tahap II (TOEFL, TPA, Tes Kesehatan dan Tes Psikologi-Psikiatri),
6. Standar Kelulusan Tes Tahap II Adalah Sebagai Berikut :

NO JENIS TES REGULER PPUD


1 Tes Potensi Akademik (TPA) Minimal 500 Minimal 475
2 Tes TOEFL Minimal 475 Minimal 450
3 Tes Psikologi-Psikiatri 1. Physical Quotient (PQ)
minimal 50
2. Intelligence Quotient (IQ)
minimal 90
3. Tidak boleh terdapat gambaran
klinis berupa ganguan psikotik, ganguan
bipolar, gangguan kepribadian
ambang,  dan gangguan kepribadian
antisosial. 

4 Tes Kesehatan Fisik Tidak menderita penyakit yang membahayakan


diri sendiri maupun orang lain dan dapat
menggangu proses pendidikan dan pelayanan.

7. Perserta Peserta yang lolos Tes Tahap II dan jadwal Tes Tahap III akan diumumkan daki website
[Link].
8. Mengikuti Tes Tahap III (Tes Tulis dan Wawancara) di masing-masing program studi.
9. Pengumuman peserta yang diterima dan proses daftar ulang dilihat di website [Link] dan
SELMA
10. Peserta PPUD yang diterima tetapi mempunyai hasil Nilai IPK dan Tes Tahap II di bawah standar
peserta regular  wajib megikuti Bimbingan PPUD
11. Bimbingan PPUD meliputi :

1. Bimbingan di Prodi jika peserta mempunyai IPK dibawah standar regular


2. Bimbingan Bahasa Inggris jika hasil tes tahap II mempunyai nilai di bawah 475
3. Bimbingan TPA jika hasil TPA di bawah 500
4. Bimbingan Piskologi Psikiatri jika ditemukan kelainan pada hasik tes Psikologi- Psikiatri
o Bimbingan PPUD dilaksanakan pada

 Bulan April s/d September untuk periode penerimaan Januari dan;


 Bulan Oktober s/d Maret untuk periode penerimaan Juli.
IV.    PERSYARATAN UMUM JALUR REGULER dan PPUD

No PERSYARATAN UMUM REGULER PPUD

1. Surat Pemohonan/lamaran ke Dekan untuk Dibuat pribadi Dibuat oleh instansi


mengikuti Program Pendidikan Dokter pengusul
Spesialis

Download contoh Lamaran PS PDS

2. Calon peserta PPUD merupakan Pegawai Tidak Wajib Wajib


Negeri Sipil atau Kontrak Daerah yang
dibuktikan dengan SK Pengangkatan
Pegawai dan SK Kepangkatan Terakhir

3. Umur Maximal pada saat pendidikan dimulai 35,00 40,00


per tanggal 1 Juli untuk periode Juli dan
tanggal 1 Januari untuk periode Januari;

4. Peserta harus mempunyai nilai IPK minimal 2.75 untuk Fakultas 2.50 untuk Fakultas
Kedokteran dengan Kedokteran dengan
akreditasi A, sedangkan akreditasi A, sedangkan
untuk Fakultas Kedokteran untuk Fakultas Kedokteran
dengan akreditasi B harus dengan akreditasi B harus
mempunyai nilai IPK mempunyai nilai IPK
minimal 3.00 minimal 2.75

5. Akreditasi Fakultas Kedokteran sebagai Wajib Wajib


mana disebutkan pada point (3)
berdasarkan Akreditasi Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) atau
Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan
Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) yang
berlaku saat ijazah diterbitkan, keterangan
Akreditasi Harus tercantum didalam Ijazah
Dokter, Jika tidak tercantum harus
menyerahkan Fotocopy Sertifikat Akreditasi;

6. Surat Keterangan Pembiayaan bermaterai 1. Surat keterangan  Dapat juga


pembiayaan menggunakan
Download Surat Keterangan Pembiayaan mandiri perjanajian
PS PDS 2. Bisa ditambahkan dengan daerah
Surat pembiayaan seperti yang
dari sponsor atau disebutkan pada
instansi point 7
 Surat Keterangan
Pembiayaan yang
dibuat oleh
pejabat yang
berwenang bisa
Kepala Daerah
(Gubernur,
Walikota/Bupati)
atau Pejabat dari
Kementerian.

7. Perjanjian antara peserta dengan daerah Tidak Wajib Wajib


yang memuat pengabdian di Daerah
pengirim atau Kementerian pengirim
minimal satu kali masa studi dan mencakup
juga beasiswa pendidikan (dalam bentuk
akta notaris).

8. Surat Pernyataan persetujuan Suami/istri Wajib Wajib


bagi yang sudah menikah atau Orang Tua
bagi yang belum menikah.

Download Surat Persetujuan Suami, Istri


dan Orangtua

9. Lebih diutamakan yang mendapat Opsional Opsional


Rekomendasi dari Organisasi profesi
tentang kebutuhan tenaga spesialis dari
perhimpunan/organisasi profesi spesialis
masing-masing di daerah;

10. Surat rekomendasi dari IDI setempat yang Wajib Wajib


menyatakan tidak pernah melakukan
Malpraktek atau pelanggaran kode etik
kedokteran

11. Surat Tanda Registrasi Dokter (STR) / bias Wajib Wajib


diganti bukti telah mengurus STR dari
Konsil Kedokteran Indonesia (STR Dokter
Umum bukan STR Internship)

12 Surat Keterangan Catatan Kepolisian Wajib Wajib


(SKCK)

13. Sertifikat Nilai UKDI Wajib Wajib

14. Memiliki Asuransi Kesehatan (ASKES) atau Wajib Wajib


Jaminan Kesehatan Nasional Kartu
Indonesia Sehat

V. PERSAYARATAN KHUSUS REGULER DAN PPUD

Persyaratan Khusus sesuai dengan Program Studi meliputi:

(1)     Ilmu Penyakit Dalam

1. Surat rekomendasi dari 2 staf Dosen/Senior Ilmu Penyakit Dalam tempat pendidikan dokter umum
2. Surat pernyataan kembali ke daerah asal/daerah tempat tugas awal bagi calon PPDS yang sudah PNS
atau ikatan dinas
3. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program  Studi Ilmu Penyakit Dalam
FKUB. Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi
(2)     Ilmu Kesehatan Anak

1. Rekomendasi 2 Staf Dosen /Senior Dokter IKA tempat Pendidikan Dokter Umum  (tidak wajib saat
pandemi covid-19)
2. Sertifikat Kegiatan Ilmiah  (tidak wajib saat pandemi covid-19)
3. Surat Keterangan telah bekerja di Instansi Kesehatan (minimal 1 tahun, Internship dapat
diperhitungkan)
4. Nilai Tambah IKA

1)  Karya Ilmiah dalam bidang IKA

2)  Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)

3)  Diutamakan yang bersedia mengikuti Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS)

(3)     Radiologi

1. Surat referensi dari 2 Staf Dosen /Senior Dokter Radiologi tempat pendidikan Dokter Umum
2. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum
diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Radiologi
ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi
3. Persyaratan khusus nilai tambah Radiologi
1. Karya Ilmiah
2. Penghargaan (Kegiatan di bidang kesehatan)
3. Nilai baik untuk Radiologi : Ada Rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi

(4)     Jantung & Pembuluh Darah

 Sertifikat ACLS (Status kadaluarsa diperbolehkan saat pandemi Covid-19)

(5)     Dermatologi dan Venereologi

 Mengisi daftar riwayat hidup Download Form Biodata


 Melampirkan sertifikat kegiatan ilmiah yang menunjang (tidak harus ada saat pandemi covid-19)
 Maksimal mendaftar 2 kali di prodi  Dermatologi dan Venereologi FKUB terhitung sampai dengan tahap
wawancara Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi

(6)     Orthopedi & Traumatologi

 Menyertakan bukti pendaftaran online dari Kolegium Orthopedi & Traumatologi Indonesia.

(7)     Urologi

1. Sertifikat Advance Trauma Life Support (ATLS), Basic Surgical Science (BSS) dan untuk Dokter Umum
serta sertifikat seminar dan workshop di bidang Urologi
2. Pada pandemi covid-19, jika belum ada penyelenggaraan pelatihan/sertifikasi/workshop peserta
diperkenankan mengunakan bukti pendaftaran pelatihan/sertifikasi/workshop.
3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di Prodi Urologi hanya pernah satu kali mengikuti tes PPDS
di Prodi Urologi ataupun Prodi lain dimanapun di seluruh Indonesia Download Pernyataan Pernah
mengikuti Seleksi
4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum
diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi Urologi
ataupun Prodi lain di seluruh Indonesia
5. Bagi calon peserta didik wanita, menyertakan surat pernyataan bahwa tidak hamil dibuktikan dengan
pemeriksaan penunjang dan sanggup untuk tidak hamil pada tahun pertama pendidikan.
6. Bagi Calon Peserta PPDS, Lulusan Program Studi S1 Pendidikan Dokter yang menggunakan Kurikulum
Berbasis Kompetensi (KBK) harap melampirkan Surat Tanda Selesai Internship (STSI) yang
diterbitkan oleh Komite Internship Dokter Indonesia (KIDI) Provinsi

(8)     Patologi Klinik
1. Rekomendasi 2 Staf Dosen /Senior Dokter PK tempat pendidikan Dokter Umum
2. Sertifikat kegiatan ilmiah
3. Surat Keterangan telah bekerja di instansi kesehatan (minimal 1 Tahun) diluar Internship
4. Tidak menderita buta warna meskipun parsial
5. Nilai baik untuk PK : ada rekomendasi yang relevan berdasarkan prestasi

(9)     Ilmu Bedah

1. Surat keterangan penempatan setelah lulus dari Instansi / rumah sakit baik pemerintah / swasta
(bermaterai)
2. Surat Rekomendasi dari Dokter Bedah di RS yang mengeluarkan surat keterangan penempatan
3. Sertifikat Advance Trauma Life Support (ATLS), Basic Surgical Science (BSS)  (tidak wajib saat
pandemi covid-19)
4. Hanya boleh dua kali mendaftar pada prodi Ilmu Bedah FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti
Seleksi
5. Surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal 6 bulan (diluar internship)
6. Bagi calon peserta wanita membuat surat pernyataan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun
pertama pendidikan.

(10)      Patologi Anatomi

1. Tidak menderita buta warna meskipun parsial


2. Rekomendasi 2 Staf Dosen /Senior Dokter Spesialis PA di tempat pendidikan dokter umum atau Senior
Spesialis PA tempat akan bekerja nantinya
3. Bagi calon peserta yang akan menjalani tes di prodi Patologi Anatomi hanya pernah satu kali mengikuti
tes PPDS di Prodi Patologi Anatomi di seluruh Indonesia Download Pernyataan Pernah mengikuti
Seleksi
4. Menyertakan surat penolakan bagi pelamar yang sudah pernah mendaftar sebelumnya dan belum
diterima, atau surat pernyataan sudah pernah atau tidak pernah mendaftar PPDS di Prodi apapun di
seluruh Indonesia
5. Nilai Tambah Patologi Anatomi

1)  Sertifikat kegiatan ilmiah/bukti karya ilmiah bidang Patologi Anatomi

2)  Nilai minimal B untuk mata kuliah/blok yang mengandung Anatomi, Histologi dan Patologi Anatomi selama
S1.

(11)      Mikrobiologi Klinik

1. Mengisi Daftar Riwayat Hidup


2. Tidak mengalami buta warna meskipun parsial
3. Tidak ada batasan usia (setelah 5 tahun disesuaikan)
4. UKDI tidak disyaratkan (setelah 5 tahun disesuaikan)

(12)      Anestesiologi dan Terapi Intensif

1. Minimal pernah mengikuti pelatihan PTC/BLS/ATLS/ACLS/FCCS dalam wakti tidak lebih dari lima tahun
saat pendaftaran.
2. Pada masa pandemi covid-19, sertifikat pelatihan sebagaimana disebutkan pada point 1 tidak wajib
saat proses pendaftaran, tetapi wajib diikuti saat proses studi ppds.
3. Surat Rekomendasi dari 2 orang dokter spesialis Anestesiologi dari asal tempat bekerja, kecuali daerah
yang belum memiliki dokter spesialis anestesi dapat diganti dengan rekomendasi dari Kepala Dinas
Kesehatan atau pejabat yang berwenang di Daerah.
4. Bersedia mengikuti program PGDS.
5. Bagi calon peserta PS PDS perempuan yang sudah menikah harus didampingi suami saat proses tes
wawancara dan bersedia untuk tidak hamil pada satu tahun pertama pendidikan.
6. Maksimal dapat mendaftar tiga kali pada Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUB.

(13)      Ilmu Kesehatan THT-KL

1. Hanya boleh dua kali mendaftar di Prodi THT-KL FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti
Seleksi
2. Mempunyai sertifikat kegiatan ilmiah THT (bukan online)

NILAI TAMBAH

1. Baru pertama kali tes (membuat surat pernyataan)


2. Menyertakan surat keterangan telah bekerja di instansi kesehatan minimal satu tahun (diluar program
internship)
3. Mempunyai karya ilmiah bidang THT-KL
4. Pernah mengikuti workshop dalam bidang THT
5. Nilai bidang THT saat pendidikan dokter umum
6. Ada Instansi Kesehatan yang menerima setelah calon lulus THT dan lebih diutamakan mendapatkan
beasiswa dari instansi tersebut
7. Pernah mengikuti BSS (Basic Surgical Science) dan ATLS (Advance Trauma Life Support)

(14)      Obstetri-Ginekologi

 Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program  Studi Obstetri-Ginekologi
FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi

(15)      Neurologi

1. Maksimal 3x mendaftar di PS PDS Neurologi Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi


2. Bila belum memiliki NIP (Nomer Induk Pegawai) sesuai UU ASN, harus ada surat keterangan Bekerja di
daerah tersebut minimal 2 tahun yang dikeluarkan oleh BKD dan atau Sekretaris Daerah dan atau
Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah (wajib untuk program PPUD)
3. Menandatangani surat kesediaan mengundurkan diri apabila melanggar etika & kesusilaan yang di
tetapkan oleh komisi etik FKUB
4. Tidak menggunakan media sosial kecuali atas ijin Ketua Program Studi (KPS) diluar kepentingan
pelayanan & pendidikan selama masa studi.
5. Berjanji tidak melakukan pelanggaran kode etik.

(16)      Ilmu Kesehatan Mata

1. Tes Kesehatan Mata yang dilaksanakan saat Seleksi Tahap III / Tes Tulis dan Wawancara
2. Hanya diperbolehkan maksimal dua kali mendaftar pada Program  Studi Ilmu Kesehatan Mata
FKUB Download Pernyataan Pernah mengikuti Seleksi

Anda mungkin juga menyukai