100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan81 halaman

Prosedur Remove & Install Komponen

Modul ini memberikan pelatihan dasar tentang prosedur remove dan install komponen dengan cara yang aman melalui 6 bab yang membahas tentang keselamatan kerja, penanganan beban berat, alat angkat, prosedur pengangkatan, prosedur remove dan install komponen, serta bahan pelapis."

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan81 halaman

Prosedur Remove & Install Komponen

Modul ini memberikan pelatihan dasar tentang prosedur remove dan install komponen dengan cara yang aman melalui 6 bab yang membahas tentang keselamatan kerja, penanganan beban berat, alat angkat, prosedur pengangkatan, prosedur remove dan install komponen, serta bahan pelapis."

Diunggah oleh

Bintang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

 

BASIC REMOVE &


INSTALL
BASIC COURSE I

 
 
 
 
 

Juni 2009 MSBRI


 

Basic Remove &


Install
 
GAMBARAN UMUM PELATIHAN

Materi pembelajaran Basic Remove & Install terdiri atas 6 (enam) bab. Bab 1
membahas mengenai Working Safety. Bab 2 membahas mengenai handling heavy
material. Bab 3 membahas mengenai jenis-jenis alat angkat. Bab 4 membahas
mengenai prosedur pengangkatan. Bab 5 membahas mengenai prosedur remove &
install komponen. Bab 6 membahas mengneai coating material.

i
 
 
DAFTAR ISI
 
GAMBARAN UMUM PELATIHAN ...........................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
PENJELASAN PELATIHAN................................................................................................... iii
SASARAN PEMBELAJARAN ................................................................................................. iv
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ...................................................................................... v
REFERENSI ......................................................................................................................... vi
GLOSARIUM....................................................................................................................... vii
BAB I. WORKING SAFETY
Pelajaran 1 : Bekerja dengan Hand Tool ...................................................................................3
Pelajaran 2 : Power Tool..........................................................................................................7
Pelajaran 3 : Overhead Hoist Crane ........................................................................................ 12
BAB II. HANDLING HEAVY MATERIALS
Pelajaran 1 : ........................................................................................................................ 15
BAB III. JENIS-JENIS ALAT ANGKAT
Pelajaran 1 : Jenis-Jenis Alat Angkat....................................................................................... 25
BAB IV. PROSEDUR PENGANGKATAN
Pelajaran 1 : Prosedur-Prosedur Pengangkatan........................................................................ 33
BAB V. PROSEDUR REMOVE & INSTALL KOMPONEN
Pelajaran 1 : Prosedur-Prosedur Remove & Install Komponen ................................................... 53
BAB VI. COATING MATERIAL
Pelajaran 1 : Adhesive ........................................................................................................... 66

ii
 

Basic Remove &


Install

PENJELASAN PELATIHAN

Metode
• Di dalam kelas (60%)
a. Ceramah
b. Diskusi
• Workshop (40%)
a. Demonstrasi
b. Praktek
Durasi
2 hari kerja (@ 7 jam)
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan
• Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.
• Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori: 75
b. Nilai minimal test praktek: 75.
Pemberian Sertifikat
• Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
• Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat
kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.

iii
 

Basic Remove &


Install

SASARAN PELATIHAN 
Setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa dapat menjelaskan dan melakukan
pekerjaan remove dan install komponen dengan aman, baik dari segi manusia, alat maupun
aman.

iv
 

Basic Remove &


Install

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL  


• Petunjuk Bagi Siswa
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini,
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:
ƒ Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada
pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas,
siswa dapat bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar
tersebut.
ƒ Kerjakanlah setiap soal latihan yang terdapat pada modul ini untuk
mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-
materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
ƒ Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang
mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

• Petunjuk Bagi Instruktur


Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:
ƒ Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
ƒ Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam
tahap belajar.
ƒ Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab
pertamnyaan siswa mengenai proses belajarnya.
ƒ Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain
yang diperlukan untuk belajrar.
ƒ Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

v
 

Basic Remove &


Install

REFERENSI

Video :
Training Aid
UIM
Handout Basic Remove & Install TTD
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)

vi
 

Basic Remove &


Install

GLOSARIUM
Additive : bahan tambah.
Anti foam : sifat oli untuk tidak mudah berbusa.
Anti Rust/corrosion : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi.
Anti wear : sifat oli untuk mencegah keausan.
Ash content : besarnya kandungan debu pada fuel.
Bearing : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat
bagian yang saling berputar.
Belt : Pemindah tenaga melalui kontak antara belt dengan pulley penggerak dan pulley
yang digerakkan.
Boiling point : titik didih dari suatu material.
Bolt : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut.
Cetane number : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran fuel.
Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran.
Clamp : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam.
Coloumb (Q) : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada
sebuah penghantar.
Coolant : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.
Density : berat jenis.
Drop point : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.
Electrolyte battery : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan
asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan
arus.
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan.

vii
Fasteners : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa parts atau
komponen menjadi suatu komponen assembly.
Flash point : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar.
Gasket : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya terhadap
komponen yang dirakit dan bersifat static.
Key : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft.
Konduktor : Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan
sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari
empat pada lintasan (kulit) terluar.
Leverage/Mechanical lever : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah
gerakan dan gaya.
Liquid : suatu zat atau material yang berbentuk cair.
Nut : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt.
Pin : digunakan sebagai fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci
(lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan.
Pour point : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.
Pressure : gaya pada satuan luas.
O-ring : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada.
Oxidation inhibitor : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi.
Resistance : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan
melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah Ω.
Screw : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt
atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.
Seal : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan
terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan.
Snap ring : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau
penahan (retainer),
Spesific gravity : rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density)
suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni.
Stud : merupakan salah satu jenis fasteners berupa steel rod yang memiliki thread pada
kedua ujungnya.
Tensile strength : Kekuatan tarik dari suatu bahan.
Thread : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine
thread).
Viscosity : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap
parts atau komponen yang diikat.

viii
 

BAB I

WORKING SAFETY

Tujuan Bab 1:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menjelaskan dan
menggunakan hand tool, power tool dan overhead hoist crane dengan benar dan
aman sesuai dengan prosedur.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

WORKING SAFETY

Membongkar dan Memasang Komponen

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pekerjaan membongkar
dan memasang komponen, diantaranya:

1. Selalu gunakan peralatan kerja yang tepat sesuai


dengan peruntukkannya. Jangan menggunakan
peralatan kerja yang sudah rusak.
2. Tempatkan peralatan kerja dengan benar.
3. Jangan sekali-kali menggunakan jari untuk
meluruskan lubang pada komponen, pakailah
obeng, rod, atau stick.

Jangan menggunakan jari untuk meluruskan 4. Tempatkan penopang sebelum melepas baut
lubang pada komponen untuk membongkar komponen.
5. Jika akan membongkar komponen hidrolik,
pastikan tidak ada tekan hidrolik yang bekerja.
Lihat terlebih dahulu prosedur membebaskan
tekanan hidrolik pada shop manual alat tersebut.
6. Jika harus bekerja di bagian bawah alat, pastikan
anda mencabut starting key dan menempelkan
kode “ masih dalam tahap perbaikan “ pada kabin
operator untuk mencegah agar orang lain tidak
mengoperasikan alat tersebut.
Tempelkan kode pada kabin ketika melakukan
perbaikan di bawah alat 7. Matikan mesin ketika anda bekerja di dekat
komponen yang berputar.

  2
 
    Basic Remove & Install 

Pelajaran 1: Bekerja dengan Hand Tool

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
hand tool dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.

Pendahuluan

1. Palu (Hammer)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja dengan menggunakan palu,
yaitu:

a. Sebelum menggunakan palu, periksa telebih


dahulu apakah kondisinya layak digunakan atau
tidak. Periksa apakah sudah terjadi
kebengkokan atau cacat pada kepala palu
tersebut.

Pilih palu dengan kondisi yang baik b. Pastikan bahwa pegangan palu teikat kuat pada
kepala palu, jangan sampai terlepas ketika
sedang digunakan.
c. Pastikan tidak terdapat oli pada pegangan palu.
d. Jangan menggunakan sarung tangan ketika
sedang bekerja dengan menggunakan palu.
e. Pakai kacamata pelindung ketika sedang
bekerja dengan menggunakan palu.
f. Pastikan tempat bekerja disekitarnya aman.
g. Jangan menggunakan palu baja untuk memukul
material yang dikeraskan (tempered material),
Jangan menggunakan sarung tangan ketika
memukul dengan menggunakan palu sebisa mungkin gunakan palu kuningan atau
palu plastik.
h. Secara berkala periksa kondisi palu.

Jangan memukul material yang dikeraskan


dengan menggunakan palu besi

  3
 
    Basic Remove & Install 

2. Wrenches
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja dengan menggunakan
wrenches, yaitu:

• Periksa wrenches sebelum digunakan, pastikan


kondisi rahangnya tidak rusak, tidak benkok,
tidak aus, dan tidak retak.
• Gunakan wrench sesuai dengan ukurannya.
• Jangan menyambung dua buah wrench
sekaligus untuk menambah torsi ketika
membuka bolt dan nut.

Jangan menyambung wrench • Jangan menggunakan wrench untuk memukul


atau mengungkit sesuatu.
• Arah putar pada saat pengencangan atau
pelepasan harus tepat.
• Ketika akan membuka atau mengencangkan
bolt dan nut dengan torsi pengencangan yang
besar, pastikan daerah disekitar anda aman dari
material-material yang dapat membahayakan.
Arah putaran wrench
Pastikan pula posisi kaki anda yang kokoh.

3. Pahat (Chisel)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan pahat, yaitu:

1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika


bekerja dengan menggunakan pahat, yaitu:
2. Pastikan pahat yang digunakan dalam kondisi
baik, tidak bengkok, tidak ada retak di bagian
ujung dan pangkal pahat, dan memiliki susdt
potong yang baik.
Kondisi pahat yang tidak layak pakai
3. Gunakan selalu kacamata pelindung (goggles)
untuk melindungi mata dari serpihan logam.
4. Pastikan kondidi di sekitar area kerja aman,
jangan sampai serpihan besi mengenai orang-
orang disekitar anda bekerja.
5. Pegang pahat dengan kuat dan benar.

Gunakan kacamata (goggles) pada saat memahat

  4
 
    Basic Remove & Install 

Pastikan area kerja anda aman Contoh cara memegang pahat yang benar

4. Screwdrivers
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja menggunakan screwdriver,
diantarany:

• Sebelum digunakan, pastikan pegangan


(handle) tidak terdapat retak, tidak ada play
antara handle dan screwdriver, tidak bengkok,
dan ujung screwdriver dalam kondisi baik.
• Ukuran screwdriver harus sesuai dengan screw
yang akan dilepas atau dikencangkan.
• Jangan gunakan screwdriver untuk mengungkit.
• Jangan pernah memukul pegangan (handle)
Gunakan ukuran screwdriver yang sesuai
pada screwdriver dengan menggunakan palu
(kecuali untuk shock screwdriver). Dan jangan
pernah menggunakan screwdriver seperti
pahat.
• Jangan menggunakan screwdriver untuk
melakukan pengetesan arus listrik. Hal ini akan

Jangan gunakan screwdriver seperti pahat mengakibatkan menurunnya kekuatan


mekanikal bahan pada screwdriver.

Jangan gunakan screwdriver untuk mengungkit

  5
 
    Basic Remove & Install 

5. Punches
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan punch, yaitu:

a) Sebelum digunakan pastikan kondisinya baik,


tidak ada retak, tidak bengkok dan tidak ada
serpihan logam.
b) Pukul punch dengan arah tegak lurus. Hal ini
untuk menghindari melesetnya punch ketika
dipukul.
c) Pukul pelan punch untuk pertama kali, hal ini
bertujuan untuk mendudukkan punch pada
lubang.

Kondisi punch tidak layak pakai

Pukul punch dengan arah tegak lurus

  6
 
    Basic Remove & Install 

Pelajaran 2: Power Tool

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
power tool dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.

Pendahuluan

Secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan power tools
(pneumatic), diantaranya:

• Buka valve udara secara bertahap.


• Jangan pernah menahan tekanan udara yang keluar dengan menggunakan bagian tubuh.
• Jangan pernah memperpanjang hoses melebihi kebutuhan.
• Hati-hati ketika akan membuka sambungan, pastikan tidak ada tekanan udara.
power tools yang sering digunakan adalah gerinda tangan, impact wrench, dan air gun. Berikut akan
dijelaskan mengenai cara pnggunaan yang aman pada masing-masing power tools tersebut.

• Gerinda tangan (portable grinder)


• Sebelum digunakan pastikan penutup batu gerinda
terikat dengan baik, tidak ada bagian yang kendor,
batu gerinda dalam kondisi baik (tidak pecah, retak,
atau terkunci), batu gerinda yang digunakan sesuai
dengan material yang akan digerinda.
• Cobalah terlebih dahulu sebelum digunakan dan

Cobalah gerinda terlebih dahulu sebelum pastikan switch bekerja dengan baik, gerinda tidak
digunakan
menimbulkan suara yang abnormal dan play pada
poros batu gerinda tidak menyebabkan getaran yang
besar.
• Gunakan selalu kacamata pelindung (goggles).
• Ketika akan menaruh gerinda ke lantai, pastikan
gerinda dalam keadaan mati.
• Pastikan area penggerindaan bebas dari bahan-bahan
yang mudah terbakar.
• Jangan menggerinda pada posisi tubuh yang tidak
Posisi tubuh harus stabilpada saat menggerinda stabil.
• Posisi batu gerinda dengan permukaan material yang
digerinda harus tepat.

  7
 
    Basic Remove & Install 

Posisi batu gerinda yang benar

• Impact wrench
1. Sebelum digunakan, pastikan kondisi impact wrench
dalam keadaan baik.
2. Ukuran impact wrench harus sesuai dengan torsi
pengencangan bolt dan nut.
3. Cobalah terlebih dahulu sebelum digunakan. Pastikan
tidak terdapat bunyi yang abnormal dan kondisi hose
dalam keadaan baik.
Gunakan ukuran impact wrench yang sesuai
dengan torsi pengencangan bolt dan nut 4. Pastikan pada saat melepas dan memasang bolt dan
nut, putaran impact wrench harus sesuai.
5. Pastikan posisi impact wrench tegak lurus.
6. Gunakan selalu kacamata pelindung (goggles).
7. Jika akan menggunakan impact wrench dalam jangka
Posisi impact wrench harus tegak lurus waktu lama, gunakan sumbat telinga (ear plug).
8. Jika menggunakan impact wrench yang cukup besar,
maka posisi tubuh harus stabil dan pegangan harus
kuat.

• Air gun
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan air gun:

1. Jangan pernah mengarahkan nozzle ke tubuh


orang lain.
2. Gunakan kacamata pelindung (protective goggles).

  8
 
    Basic Remove & Install 

3.

Jangan pernah mengarahkan nozzle ke orang lain

Power Tools (Electric)

Secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan power
tools (electric), diantaranya:

• Periksa kondisi circuit breaker.


• Pastikan tidak ada kerusakan pada bagian-bagian sambungan.
• Jangan memegang komponen yang berputar sampai komponen tersebut benar-benar berhenti
dengan sempurna.
• Pakailah selalu alat pelindung diri yang dianjurkan (kacamata pelindung, sarung tangan atau
masker).

Berikut ini beberapa contoh power tools yang sering digunakan.

z Double-headed grinder

• Putar roda gerinda dan periksa adanya


keretakan atau kerusakan yang lainnya.
• Coba dahulu sebelum digunakan dan pastikan
bahwa: tidak ada play pada shaft, roda
gerinda dapat berputar dengan sempurna dan
tidak menimbulkan suara yang abnormal.
• Pakai selalu kacamata pelindung (safety
goggles).
• Jangan berdiri tepat di depan batu gerinda
Posisi tubuh ketika menggerinda yang sedang berbutar.
• Jika akan mengganti batu gerinda dengan
yang baru, pastikan rang tersebut sudah
memiliki kompetensi dalam hal tersebut.

  9
 
    Basic Remove & Install 

1. Electric drill
• Pastikan switch bekerja dengan baik.
• Pastikan tidak ada kebocoran listrik pada body.
• Pastikan mata bor tidak tumpul.
• Pastikan semua komponen terikat dengan
sempurna.
• Gunakan kacamata pengaman.
• Janagan gunakan sarung tangan.

Jangan menggunakan sarung tangan ketika


• Jangan pernah meniup lubang hasil
melakukan pengeboran pengeboran dengan tujuan untuk
membersihkannya, hal ini sangat berbahaya
karena serbuk besi dapat masuk ke mata
anda.
• Buat lubang dengan penitik khusus untuk
mengebor suatu lubang.
• Jaga posisi tubuh anda agar selalu stabil.

Posisi pengeboran harus tepat

Press Work

Bekerja dengan alat penekan sangat dibutuhkan kehati-hatian dan kecermatan, karena
resikonya sangat tinggi. Hal berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja
menggunakan alat penekan:

1) Untuk pekerjaan press-fitting dan


pembengkokan, gunakan liner khusus yang
sesuai.
2) Material-material yang dikeraskan (tempered
material) sangat beresiko pecah ketika
dilakukan penekanan.
3) Jika bekerja dengan orang lain, gunakan kode
yang mudah dimengerti.
4) Posisi penekan dan material yang ditekan
harus benar-benar lurus untuk menjaga agar
Koordinasi dengan rekan kerja sangat dibutuhkan
jangan sampai material yang ditekan

  10
 
    Basic Remove & Install 

melenting.
5) Amati selalu pressure gauge, jika gaya
penekanan yang bekerja melebihi standar
segera hentikan penekanan.

Amati selalu pressure gauge

  11
 
    Basic Remove & Install 

Pelajaran 3: Overhead Hoist Crane

Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
overhead hoist crane dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.

Pendahuluan

Penggunaan crane sangat dibutuhkan kehati-hatian, maka dari itu hanya orang yang memiliki ijin saja
yang berhak mengoperasikannya.

1. Periksa kondisi crane sebelum digunakan.


2. Periksa kondisi sling/ rantai sebelum
digunakan.
3. Pemberi sinyal atau aba-aba harus
berkompenten dalam hal tersebut.
4. Jangan pernah naik atau berada di atas
barang yang di angkat.
5. Pada prinsipnya sudut sling pada saat
Periksa kondisi sling/rantai sebelum digunakan
untuk mengangkat pengangkatan adalah 600, jika tidak
memungkinkan, maka sudut pengangkatan
bisa melebihi 600 tetapi tidak boleh lebih dari
900.
6. Pastikan barang yang kita angkat benar-benar
stabil.

Berikan aba-aba yang jelas kepada operator

Sudut pengangkatan barang

Bekerja Di Ketinggian (Lebih dari 2 meter)

Jangan naik diatas muatan


  12
 
    Basic Remove & Install 

Bekerja Di Ketinggian (Lebih dari 2 meter)

Bekerja di ketinggian lebih beresiko jika dibandingkan dengan bekerja di lantai biasa. Bekerja
di ketinggian membutuhkan persiapan yang lebih matang untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Semakin hari semakin besar alat yang ada saat ini, berarti kita akan bekerja layaknya di ketinggian.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bekerja di ketinggian adalah:

• Pakailah pakaian yang ringan dan


kancingkan baju anda dengan benar.
• Jangan menggunakan sepatu yang
mudah selip.
• Jangan menggunakan sarung tangan
ketika naik dan turun.
• Pastikan orang-orang di sekitar
mengetahui bahwa sedang ada
pekerjaan di ketinggian.
• Gunakan alat angkut ketinggian yang

Pastikan tangga yang digunakan dalam posisi disarankan.


stabil dan terkunci dengan baik • Gunakan tiga titik tumpu (three point
support system) ketika naik dan turun
dari ketinggian.
• Jangan pernah membawa beban
apapun ketika naik dan turun melalui
tangga.
• Gunakan tangga dengan posisi yang
stabil dan terkunci dengan benar
ketika bekerja di ketinggian.
• Gunakan tali dan sabuk pengaman untuk menjaga jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.

  13
 
 

BAB II

HANDLING HEAVY MATERIALS

Tujuan Bab 2:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 2, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan tipe dan aplikasi tali, wire rope chain sling, flat webbing dan aksesoris
perlengkapan angkat dengan benar.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

1. TALI
Ada dua jenis tali, yaitu sebagai berikut :
1. Tali Serat Alami
2. Tali Serat Sintetis
Pada umumnya penggunaan kedua tali di atas masih sangat popular digunakan pada
pekerjaan remove & install.

a. Tali Serat Alami


Material tali serat alami terbuat dari serat kulit tumbuhan Abaca, yang biasanya bila sudah
jadi tali disebut tali manila.
Tali manila biasa dibentuk menjadi sling untuk mengangkat benda ringan tapi sulit atau
dibentuk menjadi kargo net (jarring pengangkat), karena bahannya dari tumbuhan alami, tali serat
alami ini tahan terhadap radiasi sinar matahari dan popular digunakan di luar ruangan.

b. Tali Serat Sintetis


Material tali serat sintetis terbuat dari bahan kimia sintetis betujuan menggantikan penggunaan tali
manila.
Ada 4 macam tali serat sintetis di pasaran, yaitu : Nylon, Terylene, Polythylene Staple,
Polypropylene. Tali nilon banyak tersedia di pasaran dan harganya murah, tali sintetis lainnya juga
tersedia tapi harganya mahal.
Karena bahannya terbuat dari kimia sintetis,maka tali serat sintetis ini kurang tahan terhadap
radiasi sinar matahari. Penggunaan regular sebaiknya di bawah atap.

2. Wire Rope

Wire rope terdiri dari kawat baja yang sangat kuat. Secara konstruksi dibuat dari sejumlah tali
kawat yang terbelit bersama-sama untuk membentuk strands, biasanya ada 6 strands pada satu wire
rope,dan pada inti lilitan terdapat rope yang terdapat pelumasnya, strands melilitnya.

Ada beberapa konstruksi persilangan arah lilitan yang berbeda. Type No. 3,4 dan 6 yang
biasanya digunakan.

  15
 
    Basic Remove & Install 

Wire rope yang arah lilitan strands nya berlawanan dengan basic wire disebut Regullar lay
rope, sedangkan wire rope yang arah lilitannya searah dengan yang lain disebut Lang lay rope.
Juga,seperti yang dilihat pada gambar, arah dari lilitan wire untuk strands disebut lilitan “Z”
or “S”. Yang paling populer adalah lilitan Z.

Diameter dari rope, artinya diameter lingkaran penuh dari wire rope. Berikut adalah gambar

pengukuran diameter yang benar.

Satuan diameter adalah mm (mili meter), pengukurannya adalah rata-rata dari dua
pengukuran yang berbeda yang diambil dari tempat yang berjarak lebih dari 1,5 m dari ujung wire
rope. Toleransi yang diizinkan adalah +7~0%.

  16
 
    Basic Remove & Install 

Tipe tipe mata wire Rope

Kriteria sling ( Wire rope ) tidak layak pakai :


• Kawat putus
• Keausan atau berkurang diameter tali baja
• Terpuntir
• Bentuk sarang burung
• Tonjolan untaian
• Kusut
• Untaian tergencet, gepeng atau terjepit

Petunjuk pemakaian wire rope :


1. Hindari tekukan
2. Gunakan pelindung untuk melindungi tali dari tepi yang tajam
3. Suhu pemakain tali maksimum 95 derajat celcius
4. Gunakan tali baja yang tidak kusut atau terpuntir

Penanganan wire rope 

Salah

  17
 
    Basic Remove & Install 

Benar

3. FLAT WEBBING
Bahan pembuatnya dapat dari nilon, polyester, polypropylene atau aramid polyamide. Setiap
flat webbing ada label SWL

Warna dari label menyatakan material sebagai berikut :


Nilon – hijau
Polyester – biru
Polypropilene – Coklat

Kriteria webbing sling tidak layak pakai :


• Sling kahilangan 10 % dari kekuatannya
• Label telah hilang atau rusak
• Lapisan pelindung rusak
• Bahan sling nilon terkontaminasi dengan asam ( acid )
• Bahan sling polyester terkontaminasi dengan zat alkaline ( kapur )
• Bahan sling polypropylene terkontaminasi dengan bahan / larutan organic , missal: cat,
thiner, aspal

  18
 
    Basic Remove & Install 

4. CHAIN SLING
Umumnya bobot rantai lebih berat dibandingkan tali baja dalam kapasitas angkat yang sama,
tapi rantai lebih memiliki daya tahan.

Biasakan untuk selalu memeriksa grade / kelas rantai yang tertera pada label (tag) pada setiap rantai.

Yang perlu diperhatikan sebelum memakai rantai

a) Jangan mengangkat beban lebih dari SWL nya


b) Jangan dipakai bila kondisi mata rantai lentur dan rapuh
c) Jangan dipakai bila terdapat keausan lebih 10 % diameter rantai
d) Jangan menjatuhkan rantai dari ketinggian
e) Jangan menggulung rantai pada beban yang diangkat
f) Pakai lapisan pelindung saat mengangkat benda dengan tepi yang tajam
g) Jangan menggunakan rantai pada kondisi suhu lebih dari 260 derajat celcius
h) Jangan menggunakan rantai yang terbelit
i) Jangan menggunakan rantai langsung untuk mengangkat benda kerja
j) Jangan membebani rantai dengan beban kejut

Memanjangkan usia rantai

a) Pemberian pelumas yang tepat secara berkala


b) Membersihkan rantai dari waktu ke waktu secara berkala
c) Jangan menggunakan sprocket atau chain guide yang rusak dengan rantai yg baru
d) Pilih beban yang seringan mungkin.

  19
 
    Basic Remove & Install 

AKSESORIS PERALATAN ANGKAT

1. Shackle
Ada 2 jenis shackle yaitu : shackle D ( Dee ) dan shackle Bow. Semua tipe shackle yang digunakan
harus bertanda SWL / WLL. Pastikan SWL shackle paling sedikit sama dengan SWL rantai / sling.

Shacle ”D” Shacle Bow


Berikut beberapa gambar yang menunjukkan pemakaian shackle yang benar dan tidak benar

  20
 
    Basic Remove & Install 

2. Eyebolt
Ada dua tipe eyebolt : eyebolt collar dan eyebolt uncollar ( plain eyebolt ).

Jangan menggunakan eyebolt uncollar untuk mengangkat apapun selain pengangkatan


vertical, karena eyebolt uncollar / tidak bercollar dapat putus saat timbul tegangan sisi.

  21
 
    Basic Remove & Install 

3. Hook
Hook sebaiknya dilengkapi dengan sebuah kaitan pengaman, khususnya dimana ada kemungkinan
sling bergeser.

Ada bermacam ragam hook digunakan untuk chain sling. Hook pada umumnya baja
campuran kelas ( grade ) 80 dan tertera tanda SWL. Jika lubang hook membesar lebih dari 5 %,
maka hok tersebut tidak boleh digunakan lagi, jangan coba mengelas atau memperbaikinya.

4. Chain Block
Tersedia sejumlah chain block. Seperti peralatan pengangkat lainnya, kapasitas beban tertera
pada alat.

  22
 
    Basic Remove & Install 

5. Lever block

  23
 
 

BAB III

JENIS-JENIS ALAT ANGKAT

Tujuan Bab 3:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 3, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan jenis dan fungsi alat angkat dengan benar.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

JENIS-JENIS ALAT ANGKAT

Jenis-jenis alat angkat yaitu:

1. Forklift
2. Mobile crane
3. Overhead Crane

1. Forklift
a. Dilarang mengoperasikan Forklift selain operator atau orang yang telah memiliki Surat Ijin.
b. Periksa kondisi forklift
c. Saat mengoperasikan Forklift
d. Jangan meninggalkan Forklift, dalam keadaan engine running.
e. Jangan mengangkut orang berdiri diantara fork yang terangkat.
f. Jangan mengangkat muatan tinggi-tinggi.
g. Perhatikan counterweight saat membelok.
h. Jangan mengeluarkan anggota badan saat jalan.
i. Perhatikan ukuran dan berat barang yang diangkat.

2. Mobil Crane
• Dilarang mengoperasikan Mobil Crane selain operator/pemilik surat ijin.
• Operator wajib di bantu oleh satu orang pembantu yang tahu tata cara memberi aba-aba.
• Periksalah Kondisi Lingkungan
• Yakinkan beroprasi pada tanah atau pondasi yang kuat, gunakan papan atau balok-balok
untuk menahan jack dari kemungkinan meleset atau amblas.
• Pastikan daerah ayunan Mobile Crane (360 derajat) dalam kondisi aman dan tidak ada
orang/barang yang ada di area tsb.
Saat mengoprasikan crane

• jangan mengangkat muatan melebihi kapasitas Crane, perhatikan standard Working


Radius/Lifting Height Chart.
• Pasanglah sling atau rantai betul-betul di tengah hook dan jaga keseimbangan beban untuk
masing-masing sling/rantai saat akan mengangkat barang.
• Jangan melambungkan boom dengan muatan di atas pekerja atau peralatan lain.
• Orang lain/pembantu operator Crane di larang berada di atas lantai bak Mobile Crane
sewaktu pemuatan/pembongkaran ataupun perjalanan menuju lokasi kerja.
• Jaga posisi tangan dari kemungkinan-kemungkinan terjepitnya tangan sling-sling pengikat.
• Hentikan proses pengangkatan barang dan segara turunkan barang saat Mobile Crane mulai
bergeser atau mulai amblas.

  25
 
    Basic Remove & Install 

3. Overhead Crane

Jangan membiarkan orang yang tidak


berwenang/bertanggung jawab mengoperasikan crane

Jangan pernah berada tepat di bawah beban atau load


block ketika sedang mengoperasikan crane/hoist

Jangan mengangkat beban melebihi kapasitas yang


sudah ditentukan

Catatan : Beban lebih juga dapat disebabkan oleh


penekanan berulang-ulang terhadap push button
(inching), tarik miring

  26
 
    Basic Remove & Install 

Jangan membawa orang/personil pada hook atau


beban

  Jangan lengah/mengalihkan perhatian pada saat beban


  masih tergantung
 
 
 
 
 
 
 
 

Jangan mengoperasikan crane/hoist secara


inching (start/stop dalam tempo waktu yang
pendek)

Catatan : Setiap kali hoist start akan memerlukan


arus yang lebih besar dibandingkan ketika hoist
sedang beroperasi, hal ini akan menyebabkan
motor overheat (panas berlebih) sehingga akan
dapat menyebabkan kerusakan pada motor,
seperti motor terbakar.
 
 
 
  Jangan mengoperasikan crane/hoist untuk tarik
  miring atau menarik beban
 
 

  27
 
    Basic Remove & Install 

Jangan membiarkan chain/rope terlilit ketika akan


mengangkat beban

  28
 
    Basic Remove & Install 

Pastikan rope/chain tidak twist ketika akan


mengangkat beban.

Jangan meletakan titik berat beban pada ujung


hook dari load block

Gunakan slow speed ketika beban akan terangkat


dari lantai atau stop sesaat ketika rantai/rope
sudah dalam kondisi tegang

  29
 
    Basic Remove & Install 

Gunakan slow speed ketika beban hampir


mendekati batas atas (upper limit)

Pada saat harus mengangkat beban yang cukup


berat dengan menggunakan dua crane/hoist,
letakkanlah beban secara berimbang

Berikanlah perawatan secara berkala terhadap


crane/hoist

Berilah pelumasan secara berkala untuk


chain/rope

  30
 
    Basic Remove & Install 

Senantiasa melakukan visual cek terhadap seluruh


fasilitas yang ada pada crane/hoist, terutama
terhadap hal-hal yang sifatnya darurat (misalnya
Emergency Stop button)

  31
 
 

BAB IV

PROSEDUR PENGANGKATAN

Tujuan Bab 4
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 4 , siswa mampu menjelaskan
prosedur pengangkatan komponen dengan benar.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

PROSEDUR PENGANGKATAN

Dalam pengangkatan beban kita harus memperhatikan hal – hal berikut ini :

1. WLL dan SWL

Working Load Limit ( Batas Beban Kerja )


Beban maksimm yang ditanggung oleh sling pada saat benda diangkat secara langsung tanpa
adanya pengikatan sling pada benda.

Safe Working Load ( Beban Kerja Aman )


Beban maksimum yang ditanggung oleh sling pada saat benda diangkat secara tidak
langsung karena adanya pengikatan sling pada benda. Sling tidak digunakan untuk mengangkat
beban yang melebihi SWL yang tertera pada label sebuah sling. SWL sebuah sling harus disesuaikan
dengan metode pengangkatan dan pengikatan serta ditinjau dari bentuk beban, sudut pengankatan,
gerak dinamis beban yang berlebihan dan kondisi kerja yang tidak umum.

2. Sudut sling
Sudut sling terjadi apabila dua atau lebih sling dipakai pada satu kait crane. Sudut maksimum
yang dapat digunakan adalah 120o, sudut yang dianjurkan adalah 90o.

3. Faktor beban
Sebelum mengangkat kita harus mengetahui factor beban ( load factor ) atau factor ikatan
(reef factor ), seperti dibawah ini.

  33
 
    Basic Remove & Install 

4. Aplikasi pengangkatan beban


Rumus :
Beban maksimum = WLL x factor sudut x reef factor

Misal :
WLL sling = 8 ton
Sudut pengangkatan 60o, factor sudut = 1,73
Tipe ikatan : single sling pada benda bentuk kotak = 0,5
Jadi beban maksimum yang dapat diangkat

  34
 
    Basic Remove & Install 

= 8 x 1,73 x 0,5
= 6,92 ton

Bagan beban SWL

Pengaruh S.W.L (Safe Working Load) Sling Pada Pengangkat 

Sling Tunggal (Straight Load)

Bila benda diangkat lurus vertikal, menggunakan sling tunggal, maka S.W.L tiap sling
tersebut akan menahan setengah dari berat benda yang diangkat.

Contoh gambar :

Berat beban = 1000 kg

S.W.L = 1000 kg

  35
 
    Basic Remove & Install 

Sling Ganda

Bila benda diangkat dengan lurus vertical, menggunakan sling ganda, maka S.W.L tiap sling
tersebut akan menahan setengah dari berat benda yang diangkat.

Contoh gambar :

Berat beban = 1000 kg

S.W.L Sling A = 500 kg

S.W.L Sling B = 500 kg

Single Round Chocke

Bentuk angkatan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 33% dari S.W.L yang telah ditetapkan
karena adanya titik jepitan (NIP).

Contoh gambar :

S.W.L Sling = 1000 kg

Berat beban yang = 670 kg

boleh diangkat

  36
 
    Basic Remove & Install 

Single Square Chocke

Pengurangan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 50% dari S.W.L yang telah ditetapkan
karena adanya tekukan disetiap sudut benda tersebut.

Contoh gambar :

S.W.L Sling = 1000 kg

Berat beban yang = 500 kg

boleh diangkat

Bentuk Angkatan Keranjang Pada Beban Bundar

S.W.L Sling akan bertambah 2 kali lipat dari S.W.L yang ditentukan tetapi harus hati-hati
jangan sampai sudut “include” nya melebihi 90 Derajat.

Contoh gambar :

S.W.L Sling = 1000 kg

Berat beban yang dapat diangkat = 2000 kg

  37
 
    Basic Remove & Install 

Bentuk Angkatan Keranjang Pada Benda Persegi

S.W.L Sling akan tetap oleh karena adanya tekukan disetiap sudut benda tersebut.

Contoh gambar (1) :

S.W.L Sling = 1000 kg

Berat beban yang dapat diangkat = 1000 kg

Angkatan Sling Berkaki Dua Dengan Sudut “Included” 60 derajat.

Contoh gambar:

Berat beban = 1000 kg

S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa?

RUMUS : Berat Beban x Faktor Perhitungan

jumla sling yang menyanggah beban

S.W.L Sling = 1000 klg x 1.15 = 575 kg

S.W.L Sling 575 kg sebanyak 2 lembar

  38
 
    Basic Remove & Install 

Angkatan Sling Berkaki Tiga Dengan Sudut “Included” 60 derjat.

Contoh gambar:

Berat beban = 1000 kg

S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa?

S.W.L Sling = 1000 kg x 1.15 = 383 kg

S.W.L Sling 383 kg sebanyak 3 lembar

Angkatan Sling Berkaki Empat Dengan Sudut “Included” 60 derajat.

Contoh gambar:

Berat beban = 1000 kg

S.W.L Sling yang dibutuhkan berapa?

S.W.L Sling = 1000 kg x 1.15 = 287.5 kg

S.W.L Sling 287.5 kg sebanyak 4 lembar

  39
 
    Basic Remove & Install 

  40
 
    Basic Remove & Install 

5. PERHITUNGAN BERAT BEBAN

Untuk mengetahui beban berat yang akan diangkat ada beberapa cara seperti berikut ini :

1. Membaca label yang berada di peralatan tersebut.


2. Membaca manual shop pada unit yang akan diangkat.
3. Mencari kubikasi, selanjutnya dikalikan dengan berat jenis dasar dari material tersebut.
Ukuran Luas : Untuk bentuk berikut, ukuran luas dapat dihitung dengan perkalian dimensi yang
ditandai dengan tanda panah.

Volume kubik : Dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Columns : dengan mengalikan luas dasar dengan tinggi.

Conical dan Piramida : dengan mengalikan luas area dasar dengan tinggi dan dibagi tiga.

  41
 
    Basic Remove & Install 

Sphere dan ellipsoid : volume kubik dari sphere adalah diameter di pangkatkan tiga dan
dikalikan dengan 1/2. untuk ellepsoid, perkalian 3 arah diameter dikalikan dengan 1/2.

Bentuk lain : Menghitung volume kubiknya sama dengan perhitungan untuk columns, conicals,
pyramids, spheres, dan ellipsoids.

Sebagai contoh, volume kubik dari beer barrel dapat dihitung sebagai cylinder yang ditandai
garis rantai. Volume kubik dari separuh sphere adalah hanya setengah dari sphere. Volume kubik dari
conical yang dipotong ujungnya dapat dihitung dengan pegurangan volume yang dipotong.

Bentuk yang lebih rumit : Dengan membaginya ke dalam bentuk yang sederhana, kemudian
dihitung volume kubiknya dari tiap bagian, dan menjumlahkan volume kubiknya dari tiap bagian
tersebut.

  42
 
    Basic Remove & Install 

Specifik gravity : Specifik gravity bervariasi dari satu material dengan material yang lain. Yang
berikut ini adalah specifik gravity dari beberapa material.

6. PUSAT GRAVITASI MUATAN

Ketika menggantung, menggangkat, menempatkan suatu muatan, selalu ada bahaya yang
mungkin terjadi, seperti jatuh, miring, atau mengayun. Karena masalah ini berhubungan dengan
posisi pusat gravitasi muatan, selalu tentukan pusat gravitasi sebelum menggantung, mengangkat,
atau menempatkan muatan.

Ketika penempatan suatu muatan, jika garis tegak lurus dari pusat gravitasi melewati dasar
dari muatan, maka muatan akan jatuh.

  43
 
    Basic Remove & Install 

Sekalipun garis tegak melalui dasar muatan, tetapi lewat dekat tepinya, jika muatan
dimiringkan, garis tegak lurus itu boleh bergeser di luar dasar itu dan muatan akan jatuh.
Penempatan suatu muatan dengan cara ini adalah berbahaya.

Prinsip yang sama memegang muatan diatas block dan forklift. Block harus diletakkan
dibawah kedua sisi dari muatan. Jika suatu muatan pada forklift tidak stabil, muatan akan jatuh
kedepan, pada saat forklift di rem.

Suatu muatan dengan pusat gravitasi yang tinggi adalah tidak stabil. Sebagai contoh, suatu
kedudukan pencil akan jatuh dengan mudah, jadi tidak ada yang dapat meletakkannya seperti itu,
karena pusat gravitasinya tinggi.

  44
 
    Basic Remove & Install 

Ketika penempatan suatu muatan pada bidang miring, garis tegak dari pusat gravitasi
menyimpang dari dasar menyebabkan muatan itu jatuh dengan mudah.

Ketika menempatkan blok di bawah suatu muatan, gunakan blok yang tingginya sama,
seperti ditunjukkan gambar di [Link] blok yang beda tingginya dengan pusat gravitasi yang
rendah, blok dapat mengulung sekalipun muatan tidak jatuh.

Ketika menggantung suatu muatan, gaya berat muatan yang benar di bawah hook. Oleh
karena itu, jika muatan tidak digantung di atas pusat gravitasi, muatan akan miring atau mengayun.

  45
 
    Basic Remove & Install 

Ketika menggantung suatu muatan dengan di bawah rope, jika rope miring pada satu sisi
muatan, muatan akan miring, terjungkir, dan jatuh. Jika tali licin akan lebih berbahaya lagi.

7. POSISI PUSAT GRAVITASI

Gaya berat pusat timbul di bawah hook ketika muatan tergantung, posisi pusat gravitasi
dapat ditemukan jika muatan tergantung dari tempat berbeda sebagaimana ditunjukkan pada
gambar berikut, tetapi hampir mustahil untuk melakukan itu dalam praktek. Bagaimanapun, jika
kamu memahami teori ini, kamu dapat menaksir pusat gravitasi oleh kecenderungan kemiringan
muatan.

  46
 
    Basic Remove & Install 

Beban yang mantap atau stabil adalah beban yang tidak beratnya berada tepat dibawah
pengait utama dan dibawah titik terendah dari perangkat tambahan pada sling.

Pada saat mengangkat beban yang bentuknya beraturan, titik berat dari beban itu mudah
untuk diketahui pusat berat biasanya diperoleh berdasarkan pengalaman.

Angkatan percobaan : Perkiraan pusat bebannya angkatlah sedikit dari tanah untuk menguji
keseimbangan, turunkan lagi dan atur kembali dan aturkan kembali posisinya bila perlu.

Waspadalah terhadap beban yang berisi cairan atau benda yang dapat bergerak, hal ini akan
mempengaruhi keseimbangan beban.

Hal itu memerlukan banyak pengalaman untuk menaksir posisi pusat gravitasi dengan
menyaksikan suatu muatan selama bekerja. Pusat gravitasi dapat ditemukan dengan mudah jika
bentuk muatan sederhana, tetapi menjadi sulit ketika bentuk rumit. Bagaimanapun, hal ini adalah
mustahil untuk mengkalkulasi pusat gravitasi setiap kali kamu menggantung muatan.

Sekalipun kamu mempunyai keyakinan diri dalam menaksir pusat gravitasi, jangan
mengangkat muatan dengan cepat. Jika muatan memiringkan terlalu sering, perkiraan tentang pusat
gravitasinya salah, dan kamu harus mengoreksinya.

Jika muatan miring, pusat gravitasi adalah pada yang sebelah bawah, bukan di mana yang
kamu diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, kamu harus menyangkutkan titik di arah sebelah
bawah.

  47
 
    Basic Remove & Install 

Tidak stabil : Pengait tidak berada diatas titik berat beban

[Link]

Untuk melindungi sling dan beban

1. Pelindung yang cocok harus di pasang pada setiap sisi atau sudut muatan yang tajam.
2. Materialjyang cocok adalah papan berkayu halus, pipa belah, bahan ban conveyor tua, karet
atau papan kayu yang ditutup dengan berbagai lapis lenan atau karung.
3. Saat beban mulai diangkat pada ketinggian tertentu, kemasan harus melekat pada beban
sehingga apabila tekanan pada sling di kendorkan, kemasan tidak akan jatuh atau lepas.

Contoh Beberapa Pengangkatan dan Pengepakan

Metode Pemasang Sling-Simpul Serat

Simpul Jerat Tunggal

a. Berbentuk buhul yang mengencangkan pada saat beban diangkat.


b. Tidak cocok untuk benda yang tidak seimbang atau beban yang bahan materialnya terpisah-
pisah.

  48
 
    Basic Remove & Install 

Simpul Jerat Ganda

• Dua simpul jerat dipasang pada beban dan direnggangkan untuk menjaga kestabilan.
• Lebih baik sari pada pengait tunggal untuk menangani material yang terpisah-pisah.

Simpul Jerat Dengan Pelapis Ganda

1. Sling di lilitkan sepenuhnya di sekeliling beban sebelum beban itu dikaitkan pada bagian
vertikal dari sling.
2. Pada saat bersentuhan sepenuhnya dengan beban, simpul jerat ini mengikat beban menjadi
satu dengan kuat.
3. Simpul ini dapat digunakan secara tunggal atau berpasangan.

Simpul Keranjang Tunggal

• Tidak cocok untuk beban yang tidak seimbang karena beban itu akan terjungkal dan lepas
dari sling.
• Periksalah apakah beban tidak bergerak atau bergeser sepanjang sling pada saat
pengangkatan.

  49
 
    Basic Remove & Install 

Simpul Keranjang Ganda

a) Pengait dengan dua buah keranjang tunggal di pasang pada beban.


b) Pengait harus dipasang sedemikian rupa sehingga berada dalam keseimbangan.
c) Jangan merenggangkan kaki-kaki sling jika tidak diperlukan.

Simpul Keranjang Pembebat Ganda

• Dapat digunakan berpasangan.


• Sangat baik untuk menangani material yang terpisah-pisah seperti pipa-pipa atau beban
silinder yang halus lainnya.

Beberapa Larangan Dalam Pengangkatan

Jangan melilitkan sling pada berat dan lembar.

  50
 
    Basic Remove & Install 

Jangan melilitkan sling pada benda yang potongan ujung-ujungnya tajam

Jangan memasang sling dengan sudut melebar lebih dari 120 derajat ke pengait, karena berbahaya.
Sling mudah meloncat lepas gunakan shackle busur agar pengaitnya.

  51
 
 

BAB V

PROSEDUR REMOVE & INSTALL


KOMPONEN

Tujuan Bab 5
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 5 siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan prosedur remove & install komponen dengan benar.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

PROSEDUR REMOVE DAN INSTALL KOMPONEN

A. Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat memasang floating seal.

Final drive, track roller, dsb adalah komponen berputar yang selalu diliputi lumpur, tanah dan
pasir dan floating seal digunakan digunakan untukmencegah kebocoran oli dan mencegah material
asing masuk dan bercampur dengan oli. Floating seal terdiri dari dua O-ring dan dua ring metalik. O-
ring tersebut dalam aplikasinya akan diperas sambil dipilin, dan selanjutnya akan menekan seal ring
metalik dalam arah aksial dan akan membangkitkan tekanan yang merata (3,5 – 6 kg/cm2) pada
permukaan luncur (sliding survace) dari seal ring.

PERHATIAN !!

1. Kerusakan pada komponen biasanya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor dibanding
satu sebab saja, tetapi banyak kerusakan yang hanya memiliki satu jenis penyebab biasa ;
KESALAHAN ASSEMBLING.
2. Floating seal harus selalu dipasang dengan pasanganya yang sesuai, yaitu, ring yang keduanya
baru atau dua ring yang telah berputar bersama-sama.
3. Setiap assembling, Selalulah menggunakan o-ring (Toric ring) yang baru.

a. Jangan pernah menjatuhkan atau memukul seal ring dengan benda keras, karena seal terbuat
dari cast iron dan sangat getas.
b. Untuk seal ring bekas pakai, ia dapat dipakai kembali bila memenuhi kriteria sbb:
• X > Y/2 (ketebalan bagian colarnya tidak kurang dari ½ tebal semula.
• A > 0.5 mm (Lebar dari bagian yang tidak mengkilap tidak kurang dari 0.5 mm ketika bagian
yang mengkilap tersebut mencapai diameter dalam.

  53
 
    Basic Remove & Install 

• Pastikan bahwa permukaan seal (seal surface) harus terbebas dari debu, scratch(baret), chiping
(cuil) atau retak.

• Pastikan permukaan yang kontakdengan o-ring terbebas dari oli

5. Jangan memberikan oli atau grease pada O-ring !


O-ring dengan kuat menahan dan menekan floating seal dengan gaya memilin dalam arah sesuai
tanda panah pada gambar dibawah. Ketika oli masuk, O-ring akan tergelincir dan gaya tekan
yang sesuai tidak dapat dihasilkan, sehingga dapat menyebabkan kebocoran.

6. Saat pemasangan O-ring ke seal ring, pastikan o-ring tidak terpuntir dan duduk tertahan oleh
retaining lip dari seal ring ramp. Gunakan lampu senter kecil sebagai pandauan untuk
meemriksa o-ring tersebut terpuntir atau tidak selama assembling. Sinar lampu senter harus lurus
dan seragam di sekeliling O-ring tersebut.

  54
 
    Basic Remove & Install 

7. Saat memasang satu bagian seal ring assy ke housingnya, berikan tekanan secara tiba-tiba dan
meratauntuk mendorong o-ring masuk masuk melalui retaining lip dari housingnya. Jika
diperlukan sedikit adjustment, jangan gunakan tool yang ujungnya tajam sebagai penekan.

8. Periksa variasi ketinggian pemasangan seal ring assy di empat tempat. Variasi ketinggian tidak
boleh lebih dari 1mm.

9. Berikan lapisan oli yang tipis pada masing-masing permukaan seal ring dan dengan
menggunakan jari tangan oli ke seluruh permukaan seal ring. Pastikan tidak ada oli yang
mengenai o-ring atau permukaan yang kontak dengan o-ring.

  55
 
    Basic Remove & Install 

B. Cara melepas dan memasang stud bolt

1. Struktur stud bolt


Stud bolt terdiri dari 2 sisi: sisi tanam (plantation side) dan sisi nut (nut side)

2. Cara membedakan sisi tanam dan sisi nut dari stud bolt.
• Biasanya sisi tanam (t) memiliki thread lebih pendek dibanding sisi nut (s).
• Sisi tanam (t) memiliki thread yang tidak sempurna pada pangkalnya (umumnya 2
thread), sedang sisi nut tidak.

3. Cara pemasangan stud bolt.


1. Saat pemasangan berikan anti seize sebagai pelumas, karena diameter efektif bolt pada sisi
tanam sangat besar sehingga kemungkinan thread dapat aus saat pemasangan.
2. Gunakan double nut, stud nut atau special socket saat penanaman stud bolt.
3. Kencangkan stud bolt sampai pada thread yang tidak sempurna (karena thread ini adalah
sebagai pengunci). Jadi kencangkan stud bolt sampai terasa keras untuk mencapai
pengencangan.

  56
 
    Basic Remove & Install 

4. Cara melepas double nut.


Setelah melakukan penanaman stud bolt menggunakan double nut, maka saat melepas
double nut adalah dengan cara : Tahan nut sisi dalam dengan kunci kearah pengencangan lalu
kendorkan nut sisi luar, baru kendorkan nut sisi dalam. Ini untuk menjaga agar stud bolt tidak
kendor

C. Prosedur memasang dan melepas quick coupler hose

[Link] Quick coupler Hose.

[Link] pemasangan
a) Pegang body quick coupler hose dengan tangan, dorong dengan lurus ke adapter sampai
terdengar bunyi “ klik “.

b) Bila penyambungan sulit dilakukan , gerak-gerakan bagian “projection” partnya lalu lakukan
penyambungan kembali.

c) Jangan melakukan pemasangan dengan memegang pada bagian levernya.

  57
 
    Basic Remove & Install 

d) Jangan melakukan pemasangan dengan memegang pada bagian hosenya.

3. Memastikan kondisi penyambungan.


1. Pegang Body dengan tangan, dan tarik body 1 sampai dua kali dengan lurus, pastikan bahwa
quick coupler hose tidak terlepas.

2. Jangan memeriksa kondisi penyambungan dengan menariknya secara diagonal.

4. Prosedur pelepasan quick coupler hose type 1

• Dorong body kearah adapter, dan tekan bagian yang menonjol (projection part) dengan ibu
jari lalu putar projection part kearah kanan.

• Tarik hose dalam arah lurus.

  58
 
    Basic Remove & Install 

• Jangan menarik hose dengan arah diagonal

5. Prosedur pelepasan quick coupler hose tipe 2


• Dorong quick coupler assy ke arah adapter]

• Dorong pelindung debu (dustproof cap) kearah adapter sampai terdengar bunyi “klik”

• Tarik hose dalam arah lurus.

D. Prosedur pemasangan spring pin / roll pin

1. Periksa bahwa permukaan pin halus bebas dari karat, takikan dan bengkok
2. Gunakan jig atau special tool untuk pemasangan, karena pemukulan langsung dengan
hammer akan merusak pin

  59
 
    Basic Remove & Install 

3. Pastikan bahwa ukuran tinggi pin sesuai dengan standard di shop manual
4. Pastikan arah pemasangan pin mengahadap atau membelakangi arah gaya beban. Jangan
tegak lurus gaya beban.

5. Contoh posisi pemasangan pin :


Pada kasus seperti dibawah, pasang roll pin dengan sisi yang belah menghadap arah vertical,
searah dengan gerakan lever.

E. Pekerjaan pemasangan bearing/bushing

1. Penanganan bearing
• Hindari melekatnya material asing seperti debu pada bearing dengan cara selalu
emembungkus bearing selama penyimpanan, karena material asing yang menimbulkan
keausan premature pada bearing, saat bearing berputar.
• Hindari penanganan yang kasar atau benturan yang keras

  60
 
    Basic Remove & Install 

2. Kombinasi bearing ( untuk tapered roller bearing )

• Jangan mengkombinasikan outer race dan inner race dari tapered roller bearing yang
diproduksi oleh pabrik yang berbeda karena tidak ada interchange antara pabrik – pabrik
tersebut.
• Kombinasi bearing yang sama part number dan dibuat oleh pabrik yang sama dapat
diterima. Tapi lebih bagus gunakan bearing yang didelivery sudah dalam satu set.
• Kombinasi dari bearing yang harus disetel saat pemasangan, tidak diperbolehkan.

3. Pemasangan bearing dengan cara press fit


Adalah pemasangan dengan cara ditekan / dipress pada suhu normal.
• Periksa permukaan yang akan di press harus bebas dari luka, scratch dan
menempelnya material asing.
• Berikan oli pada permukaan yang akan dipress.
• Jangan menggunakan hammer dalam pekerjaan press fit bearing

• Gunakan press fit jig yang sesuai dalam pekerjaan press fit bearing

  61
 
    Basic Remove & Install 

• Jangan menekan outer race pada pengepressan inner race, dan jangan menekan
inner race pada pengepressan outer race.
• Jangan menekan bearing yang posisinya miring relative terhadap lubang atau shaft .
Luruskan dudukan bearing dengan cara dipukul – pukul dengan hammer sebelum
press fitting. Jika bearing di press fit dalam kondisi miring akan menyebabkan
kerusakan.
• Periksa bahwa permukaan bearing benar – benar contact dengan bahu shaft setelah
dipress. Jika tidak contact, preload akan berubah dan bearing dapat rusak.

4. Pemasangan bearing dengan cara shrinkage fit


Adalah pemasangan dengan cara ditekan pada suhu tinggi agar dapat duduk dengan pas dan
terikat ketat saat suhu bearing turun.
• Jangan menaikkan suhu pemanasan lebih dari 120oC, karena kekerasan material
akan rusak dan umur bearing akan pendek
• Berikan oli pada bagian roller setelah pemasangan

5. Pemasangan bearing dengan cara expansion fit


Adalah pemasangan dengan cara ditekan pada suhu rendah ( dingin ) agar dapat duduk pas
dan terikat ketat saat suhu bearing kembali normal.
• Pekerjaan pemasangan harus dilakukan dengan cepat karena suhu cepat sekali naik
• Jangan memukul bearing dengan hammer besi, karena saat dingin sekali bearing
menjadi getas.
• Berikan oli pada bagian roller setelah pemasangan.

  62
 
    Basic Remove & Install 

F. Pemasanganoil seal dan dust seal

1. Pasang seal dengan main lip menghadap ke sisi oli ( hydraulic side )

2. Pastikan bahwa permukaan shaft yang akan contact dengan seal terbebas dari karat dan
scratch.
3. Lakukan pemasangan seal dengan cara press fit menggunakan tool yang sesuai

4. Berikan adhesive atau sealant pada bagian press fit dari oil seal. Untuk housing yang terbuat
dari cast iron harus digunakan pipe sealant untuk mencegah kebocoran.
5. Perhatikan saat pemasangan oil seal tidak boleh miring.
6. Berikan grease pada daerah lip setelah pemasangan

  63
 
    Basic Remove & Install 

G. Bolt

1. Gunakan bolt yang panjangnya sesuai. Jika bolt terlalu panjang, hal ini dapat menyebabkab
bolt menyentuh dasar dari lubang ulir. Jika terlalu pendek, bolt tidak cukup menahan dari
parts, dan kekuatannya menurun.
2. Ketika assembling machines, kencangkan bolt dan nuts dengan torque yang sesuai.
3. Kencangkan bolts dan nut secara berurutan, atas dan bawah, kiri dan kanan, sehingga gaya
dapat merata.(seperti gambar di bawah ini)

4. Ketika pengencangan bolt dari parts yang penting seperti pada main bearing cap dan
conenting rod dari engine, mengencangkan secara bertahap agar efektif. Jika bolt
dikencangkan lagi setelah dikendorkan sekali, ini akan membuat botl lebih menempel pada
permukaan dan kekencangannya dapat merata.
5. Bolt yang dapat dengan mudah dikendorkan, gunakan coating material yang sesuai untuk
pengencangan bolt. Sebelum menggunaka coating material, bersihkan bolt dan female screw
dari kotoran dari oli.

  64
 
 

BAB VI

COATING MATERIAL

Tujuan Bab 6:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 6 , siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan tipe dan aplikasi coating material dengan benar.

Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
    Basic Remove & Install 

Pelajaran 1: Adhesive

Tujuan Pelajaran 1

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan tipe
dan aplikasi adhesive.

1. Threadlocking adhesive
Menjamin kekuatan hasil rakitan dengan mencegah kendurya nut, bolt screw akibat getaran
Contoh produk Loctite :
1. Threadlocking 243
Adhesive berkekuatan sedang untuk pemakaian umum, cocok untuk bolt hingga M36
2. Removable threadlocker 242
Adhesive kekuatan sedang untuk bolt hingga M36. Dapat dibuka kembali menggunakan kunci
biasa.
3. Permanen threadlocker 262
Adhesive berkekuatan tinggi untuk mengunci segala bolt yang harus menghadapi goncangan
dan getaran hebat.
4. High strength threadlocker 271
Adhesive berkekuatan sangat tinggi untuk bolt sampai dengan M36, dan untuk baut-baut
yang tidak akan dibuka kembali.

  66
 
    Basic Remove & Install 

2. Thread sealing / Pipe sealant


Menjamin pencegahan kebocoran di celah – celah ulir. Mengisi celah yang sangat tahan terhadap zat
kimia. Berfungsi sebagai pelumas pada pemasangan ulir pipa, mencegah gesekan serta memberikan
torsi yang konstan.
Contoh produk Loctite :

1. PST Pipe sealant 565


Cepat kering, tahan bahan pelarut, menyegel seketika pada tekanan rendah, kekuatana dapat
diatur untuk memudahkan pembongkaran kembali.
2. PST Pipe sealant 577
Cepat kering dan kental, menyekat dengan cepat, bila sudah mongering kekuatan
seal dapat mencapai titik ledak pipa.
3. PST Pipe sealant 567
Sealant pipa untuk pemakaian pada stainless steel dan sambungan metal, sangat efektif
untuk tekanan tinggi. Memiliki ketahanan tinggi terhadap bahan pelarut. Sebagai pelumas
saat pemasanganan pipa.

  67
 
    Basic Remove & Install 

3. Flange sealant
Menutup kebocoran flange lebih efektif dari pada gasket biasa, karena kontak metal ke metal lebih
rapat, hanya mengisi jalur yang bocor.

Contoh produk Loctite :

a. Gasket Eliminator 515


Sealant untuk pemakaian umum, terutama untuk pembuatan gasket yang fleksibel.
b. Gasket eliminator 518
Anaerobic yang cepat kering dan fleksibel untuk membuat gasket dirancang khusus untuk
metal yang pasif dan bias menyesuaikan gerakan flange. Tegangan gesernya sangat tinggi ,
mengisi celah sampai ketebalan 0.5 mm.
c. Gasket eliminator 510
Sealan yang tahan panas tinggi khusus dirancang untuk membuat atau melapisi gasket dalam
kondisi perakitan yang ekstem.

  68
 
    Basic Remove & Install 

4. Retaining compound
Dipakai sebagai perekat untuk bushing, bearing, pin, pulley, dll. Memperkuat part yang
dipasang dengan cara dipress. Atau mengencangkan kembali bagian yang sudah kendor dengan cara
mengisi celahnya. Mengatasi kebocoran cairan melalui bagian rakitan.
Contoh produk Loctite :
• Retaining compound 609
Bahan yang cepat kering, mengisi celah sampai dengan 0.15 mm, untuk pemakaian umum,
tegangan geser mencapai 24 N/mm2 pada baja.
• Retaining compound 603
Adhesive yang cepat kering dan encer, dipakai untuk merekat bagian-bagian silindris yang
tidak mungkin dihilangkan seluruh minyaknya.
• Retaining compound 641
Adhesive berkekuatan sedang untuk merakit bagian yang sewaktu – waktu dapat dibongkar
kembali
• Retaining compound 648
Adhesive berkekuatan tinggi dan cepat kering dengan tegangan geser 26 N/mm2
pada baja.
5. Anti-seize
Adalah pelumas untuk mencegah korosi dan keausan. Untuk melumasi ulir-ulir baut dan plug
yang sering terkena suhu tinggi atau rawan terkena karat, agar mudah dibuka kembali saat
pembongkaran.

  69
 
    Basic Remove & Install 

PEMBERIAN LIQUID ADHESIVE (THREAD LOCK)

1. Bersihkan oli / grease yang menempel pada bagian ulir yang akan diberi thread lock maupun
pasangannya, dengan menggunakan cairan pembersih. Juga bersihkan air yag menempel
pada bagian – bagian tersebut dengan angin. Kekuatan pengencangan akan berkurang
hingga 70% bila ada oli atau grease, dan thread lock akan mengapung tidak bisa mengeras
bila ada air.
2. Berikan thread lock ke sekeliling ulir.

3. Jangan menambahkan pengencangan atau pengendoran pada baut yang sudah


dikencangkan sebelumnya, karena thread lock sudah mengeras dan tidak dapat diharapkan
lagi pengencangan tambahan.

PEMBERIAN SEAL TAPE PADA ULIR

• Lilitkan seal tape pada posisi 1 ulir dari ujung baut dengan ketegangan yang memungkinkan
seal tape menempel rapat pada ulir.

  70
 
    Basic Remove & Install 

• Tekan – tekan seal tape dengan jari hingga ulir menggigit seal tape.
• Lilitkan seal tape kearah kanan pada baut ulir kanan, agar seal tape tidak terurai saat baut
dikencangkan.
• Lilitkan seal tape tanpa boleh terputus dan jangan terlalu banyak melilitkan seal tape ( cukup
2 lilitan penuh ), karena clearance dari baut dengan pasangannya tidak besar.
• Pemberian seal tepa dilakukan pada ulir yang tidak memungkinkan kita untuk membersihkan
olinya.
• Hindari menggunakan seal pada fuel system atau air intake system, karena jika seal tape
rusak akan menyumbat system tersebut.

PEMBERIAN PIPE SEALANT


a) Pastikan bahwa ulir part maupun pasangannya terbebas dari luka, debu, grease atau oli.
b) Berikan pipe sealant ke sekeliling ulir secara merata, karena kecilnya clearance dari ulir
elbow, nipple atau taper plug, sehingga tidak bias bila kita hanya memberikan pipe sealant di
satu titik saja.

c) Hindari pemberian pipe sealant pada ulir female, karena sealant akan masuk ke oli saat
pengencangan.
d) Berikan lagi sealant bila part tersebut harus dikencangkan atau dikendorkan lagi.
e) Gunakan seal tape sebagai pengganti pipe sealant bila grease atau oli tidak dapat
dibersihkan dari bagian berulit tersebut.

  71
 
    Basic Remove & Install 

J. PEMBERIAN LIQUID GASKET


• Pastikan bagian yang berpasangan bebas dari luka, kotoran, grease maupun oli.
• Berikan liquid gasket ke sekaliling permukaan yang akan dipasangkan tanpa terputus, dan
segera pasangkan part tersebut, jangan biarkan liquid gasket sampai mengeras.

• Jangan menggerakkan cover setelah dipasang, karena liquid gasket dapat rusak.
• Berikan lagi liquid gasket bila cover kemudian dilepas lalu dipasang kembali.

  72
 

Common questions

Didukung oleh AI

Risks include crane instability and accidents from lifting loads beyond capacity or incorrect sling placement . Mitigation involves ensuring operation by licensed personnel only, verifying the crane's stability on solid ground with appropriate supports, and keeping load balances and safety distances .

To ensure safety, only authorized personnel should operate the crane, never exceed the specified load limit, and avoid positioning individuals directly beneath the load. Regular inspections of the crane and its components, including slings and ropes, must be conducted to prevent structural failures .

It is crucial to wear protective goggles when using a double-headed grinder to prevent eye injuries from flying debris . Additionally, the grinder's wheels should be inspected for cracks or any damage before use. Operators should not stand directly in front of the spinning wheel and must be competent in replacing wheels when necessary .

Untuk meningkatkan umur rantai pada peralatan angkat, beberapa langkah yang bisa diambil termasuk memberikan pelumas yang tepat secara berkala, membersihkan rantai dari kotoran secara teratur, dan menghindari penggunaan sprocket atau chain guide yang rusak. Menghindari beban kejut dan memilih beban seringan mungkin juga dapat membantu mencegah kerusakan dini pada rantai .

The Working Load Limit (WLL) dictates the maximum load a sling can handle without direct engagement, while the Safe Working Load (SWL) includes considerations for sling conditions and angles . Adhering to WLL and SWL ensures safe lifting practices, avoiding undue stress on equipment and preventing accidents .

Threadlocking adhesive adalah bahan perekat yang digunakan untuk mencegah kendurnya mur, baut, atau sekrup akibat getaran. Bahan ini diaplikasikan di sepanjang benang ulir dan cukup kuat untuk mengunci bagian-bagian tersebut sehingga tidak terlepas. Selain itu, beberapa jenis threadlocking dapat dibuka kembali dengan kunci biasa, menawarkan fleksibilitas dalam pemeliharaan peralatan .

Kode komunikasi berperan penting dalam operasi alat angkat seperti overhead crane karena membantu memastikan bahwa semua operator dan pekerja di sekitar alat mengerti satu sama lain, mengurangi kemungkinan kesalahan dan kecelakaan. Kode yang mudah dimengerti sangat penting saat bekerja dalam tim, karena sinkronisasi yang buruk dapat mengakibatkan miscommunication yang berpotensi berbahaya, seperti kebingungan instruksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja .

Ketika mengoperasikan crane, sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada orang atau barang di area yang berpotensi bahaya ketika boom atau beban memutar. Pemantauan area kerja dan penggunaan sinyal yang jelas dan tepat adalah krusial untuk menghindari kecelakaan. Operator harus memastikan bahwa beban tidak diputar di atas pekerja atau peralatan lain, karena ini bisa menyebabkan cedera serius atau kerusakan aset .

Flange sealants are preferable when a tighter metal-to-metal contact is needed, as they effectively fill in leak paths that traditional gaskets might miss. This results in better sealing performance under varying pressures and temperatures .

Untuk memastikan penggunaan shackle yang aman, pastikan bahwa shackle memiliki tanda SWL (Safe Working Load), yaitu beban maksimum sesuai spesifikasinya. SWL shackle harus setidaknya sama dengan SWL rantai atau sling yang digunakan. Selain itu, pastikan pemasangan shackle sesuai dengan petunjuk agar dapat menahan beban secara efektif, dan periksa kondisi fisik shackle untuk memastikan tidak ada kerusakan sebelum digunakan .

Anda mungkin juga menyukai