Prosedur Remove & Install Komponen
Prosedur Remove & Install Komponen
Materi pembelajaran Basic Remove & Install terdiri atas 6 (enam) bab. Bab 1
membahas mengenai Working Safety. Bab 2 membahas mengenai handling heavy
material. Bab 3 membahas mengenai jenis-jenis alat angkat. Bab 4 membahas
mengenai prosedur pengangkatan. Bab 5 membahas mengenai prosedur remove &
install komponen. Bab 6 membahas mengneai coating material.
i
DAFTAR ISI
GAMBARAN UMUM PELATIHAN ...........................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
PENJELASAN PELATIHAN................................................................................................... iii
SASARAN PEMBELAJARAN ................................................................................................. iv
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ...................................................................................... v
REFERENSI ......................................................................................................................... vi
GLOSARIUM....................................................................................................................... vii
BAB I. WORKING SAFETY
Pelajaran 1 : Bekerja dengan Hand Tool ...................................................................................3
Pelajaran 2 : Power Tool..........................................................................................................7
Pelajaran 3 : Overhead Hoist Crane ........................................................................................ 12
BAB II. HANDLING HEAVY MATERIALS
Pelajaran 1 : ........................................................................................................................ 15
BAB III. JENIS-JENIS ALAT ANGKAT
Pelajaran 1 : Jenis-Jenis Alat Angkat....................................................................................... 25
BAB IV. PROSEDUR PENGANGKATAN
Pelajaran 1 : Prosedur-Prosedur Pengangkatan........................................................................ 33
BAB V. PROSEDUR REMOVE & INSTALL KOMPONEN
Pelajaran 1 : Prosedur-Prosedur Remove & Install Komponen ................................................... 53
BAB VI. COATING MATERIAL
Pelajaran 1 : Adhesive ........................................................................................................... 66
ii
PENJELASAN PELATIHAN
Metode
• Di dalam kelas (60%)
a. Ceramah
b. Diskusi
• Workshop (40%)
a. Demonstrasi
b. Praktek
Durasi
2 hari kerja (@ 7 jam)
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan
• Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.
• Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori: 75
b. Nilai minimal test praktek: 75.
Pemberian Sertifikat
• Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
• Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat
kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.
iii
SASARAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa dapat menjelaskan dan melakukan
pekerjaan remove dan install komponen dengan aman, baik dari segi manusia, alat maupun
aman.
iv
v
REFERENSI
Video :
Training Aid
UIM
Handout Basic Remove & Install TTD
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
vi
GLOSARIUM
Additive : bahan tambah.
Anti foam : sifat oli untuk tidak mudah berbusa.
Anti Rust/corrosion : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi.
Anti wear : sifat oli untuk mencegah keausan.
Ash content : besarnya kandungan debu pada fuel.
Bearing : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat
bagian yang saling berputar.
Belt : Pemindah tenaga melalui kontak antara belt dengan pulley penggerak dan pulley
yang digerakkan.
Boiling point : titik didih dari suatu material.
Bolt : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut.
Cetane number : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran fuel.
Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran.
Clamp : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam.
Coloumb (Q) : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada
sebuah penghantar.
Coolant : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.
Density : berat jenis.
Drop point : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.
Electrolyte battery : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan
asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan
arus.
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan.
vii
Fasteners : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa parts atau
komponen menjadi suatu komponen assembly.
Flash point : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar.
Gasket : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya terhadap
komponen yang dirakit dan bersifat static.
Key : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft.
Konduktor : Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan
sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari
empat pada lintasan (kulit) terluar.
Leverage/Mechanical lever : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah
gerakan dan gaya.
Liquid : suatu zat atau material yang berbentuk cair.
Nut : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt.
Pin : digunakan sebagai fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci
(lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan.
Pour point : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.
Pressure : gaya pada satuan luas.
O-ring : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada.
Oxidation inhibitor : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi.
Resistance : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan
melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah Ω.
Screw : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt
atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.
Seal : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan
terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan.
Snap ring : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau
penahan (retainer),
Spesific gravity : rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density)
suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni.
Stud : merupakan salah satu jenis fasteners berupa steel rod yang memiliki thread pada
kedua ujungnya.
Tensile strength : Kekuatan tarik dari suatu bahan.
Thread : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine
thread).
Viscosity : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap
parts atau komponen yang diikat.
viii
BAB I
WORKING SAFETY
Tujuan Bab 1:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menjelaskan dan
menggunakan hand tool, power tool dan overhead hoist crane dengan benar dan
aman sesuai dengan prosedur.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
WORKING SAFETY
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pekerjaan membongkar
dan memasang komponen, diantaranya:
Jangan menggunakan jari untuk meluruskan 4. Tempatkan penopang sebelum melepas baut
lubang pada komponen untuk membongkar komponen.
5. Jika akan membongkar komponen hidrolik,
pastikan tidak ada tekan hidrolik yang bekerja.
Lihat terlebih dahulu prosedur membebaskan
tekanan hidrolik pada shop manual alat tersebut.
6. Jika harus bekerja di bagian bawah alat, pastikan
anda mencabut starting key dan menempelkan
kode “ masih dalam tahap perbaikan “ pada kabin
operator untuk mencegah agar orang lain tidak
mengoperasikan alat tersebut.
Tempelkan kode pada kabin ketika melakukan
perbaikan di bawah alat 7. Matikan mesin ketika anda bekerja di dekat
komponen yang berputar.
2
Basic Remove & Install
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
hand tool dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.
Pendahuluan
1. Palu (Hammer)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja dengan menggunakan palu,
yaitu:
Pilih palu dengan kondisi yang baik b. Pastikan bahwa pegangan palu teikat kuat pada
kepala palu, jangan sampai terlepas ketika
sedang digunakan.
c. Pastikan tidak terdapat oli pada pegangan palu.
d. Jangan menggunakan sarung tangan ketika
sedang bekerja dengan menggunakan palu.
e. Pakai kacamata pelindung ketika sedang
bekerja dengan menggunakan palu.
f. Pastikan tempat bekerja disekitarnya aman.
g. Jangan menggunakan palu baja untuk memukul
material yang dikeraskan (tempered material),
Jangan menggunakan sarung tangan ketika
memukul dengan menggunakan palu sebisa mungkin gunakan palu kuningan atau
palu plastik.
h. Secara berkala periksa kondisi palu.
3
Basic Remove & Install
2. Wrenches
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja dengan menggunakan
wrenches, yaitu:
3. Pahat (Chisel)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan pahat, yaitu:
4
Basic Remove & Install
Pastikan area kerja anda aman Contoh cara memegang pahat yang benar
4. Screwdrivers
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja menggunakan screwdriver,
diantarany:
5
Basic Remove & Install
5. Punches
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan punch, yaitu:
6
Basic Remove & Install
Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
power tool dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.
Pendahuluan
Secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan power tools
(pneumatic), diantaranya:
Cobalah gerinda terlebih dahulu sebelum pastikan switch bekerja dengan baik, gerinda tidak
digunakan
menimbulkan suara yang abnormal dan play pada
poros batu gerinda tidak menyebabkan getaran yang
besar.
• Gunakan selalu kacamata pelindung (goggles).
• Ketika akan menaruh gerinda ke lantai, pastikan
gerinda dalam keadaan mati.
• Pastikan area penggerindaan bebas dari bahan-bahan
yang mudah terbakar.
• Jangan menggerinda pada posisi tubuh yang tidak
Posisi tubuh harus stabilpada saat menggerinda stabil.
• Posisi batu gerinda dengan permukaan material yang
digerinda harus tepat.
7
Basic Remove & Install
• Impact wrench
1. Sebelum digunakan, pastikan kondisi impact wrench
dalam keadaan baik.
2. Ukuran impact wrench harus sesuai dengan torsi
pengencangan bolt dan nut.
3. Cobalah terlebih dahulu sebelum digunakan. Pastikan
tidak terdapat bunyi yang abnormal dan kondisi hose
dalam keadaan baik.
Gunakan ukuran impact wrench yang sesuai
dengan torsi pengencangan bolt dan nut 4. Pastikan pada saat melepas dan memasang bolt dan
nut, putaran impact wrench harus sesuai.
5. Pastikan posisi impact wrench tegak lurus.
6. Gunakan selalu kacamata pelindung (goggles).
7. Jika akan menggunakan impact wrench dalam jangka
Posisi impact wrench harus tegak lurus waktu lama, gunakan sumbat telinga (ear plug).
8. Jika menggunakan impact wrench yang cukup besar,
maka posisi tubuh harus stabil dan pegangan harus
kuat.
• Air gun
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan air gun:
8
Basic Remove & Install
3.
Secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan power
tools (electric), diantaranya:
z Double-headed grinder
9
Basic Remove & Install
1. Electric drill
• Pastikan switch bekerja dengan baik.
• Pastikan tidak ada kebocoran listrik pada body.
• Pastikan mata bor tidak tumpul.
• Pastikan semua komponen terikat dengan
sempurna.
• Gunakan kacamata pengaman.
• Janagan gunakan sarung tangan.
Press Work
Bekerja dengan alat penekan sangat dibutuhkan kehati-hatian dan kecermatan, karena
resikonya sangat tinggi. Hal berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika bekerja
menggunakan alat penekan:
10
Basic Remove & Install
melenting.
5) Amati selalu pressure gauge, jika gaya
penekanan yang bekerja melebihi standar
segera hentikan penekanan.
11
Basic Remove & Install
Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menjelaskan cara dan penggunaan
overhead hoist crane dengan benar dan aman sesuai dengan prosedur.
Pendahuluan
Penggunaan crane sangat dibutuhkan kehati-hatian, maka dari itu hanya orang yang memiliki ijin saja
yang berhak mengoperasikannya.
Bekerja di ketinggian lebih beresiko jika dibandingkan dengan bekerja di lantai biasa. Bekerja
di ketinggian membutuhkan persiapan yang lebih matang untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Semakin hari semakin besar alat yang ada saat ini, berarti kita akan bekerja layaknya di ketinggian.
13
BAB II
Tujuan Bab 2:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 2, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan tipe dan aplikasi tali, wire rope chain sling, flat webbing dan aksesoris
perlengkapan angkat dengan benar.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
1. TALI
Ada dua jenis tali, yaitu sebagai berikut :
1. Tali Serat Alami
2. Tali Serat Sintetis
Pada umumnya penggunaan kedua tali di atas masih sangat popular digunakan pada
pekerjaan remove & install.
2. Wire Rope
Wire rope terdiri dari kawat baja yang sangat kuat. Secara konstruksi dibuat dari sejumlah tali
kawat yang terbelit bersama-sama untuk membentuk strands, biasanya ada 6 strands pada satu wire
rope,dan pada inti lilitan terdapat rope yang terdapat pelumasnya, strands melilitnya.
Ada beberapa konstruksi persilangan arah lilitan yang berbeda. Type No. 3,4 dan 6 yang
biasanya digunakan.
15
Basic Remove & Install
Wire rope yang arah lilitan strands nya berlawanan dengan basic wire disebut Regullar lay
rope, sedangkan wire rope yang arah lilitannya searah dengan yang lain disebut Lang lay rope.
Juga,seperti yang dilihat pada gambar, arah dari lilitan wire untuk strands disebut lilitan “Z”
or “S”. Yang paling populer adalah lilitan Z.
Diameter dari rope, artinya diameter lingkaran penuh dari wire rope. Berikut adalah gambar
Satuan diameter adalah mm (mili meter), pengukurannya adalah rata-rata dari dua
pengukuran yang berbeda yang diambil dari tempat yang berjarak lebih dari 1,5 m dari ujung wire
rope. Toleransi yang diizinkan adalah +7~0%.
16
Basic Remove & Install
Penanganan wire rope
Salah
17
Basic Remove & Install
Benar
3. FLAT WEBBING
Bahan pembuatnya dapat dari nilon, polyester, polypropylene atau aramid polyamide. Setiap
flat webbing ada label SWL
18
Basic Remove & Install
4. CHAIN SLING
Umumnya bobot rantai lebih berat dibandingkan tali baja dalam kapasitas angkat yang sama,
tapi rantai lebih memiliki daya tahan.
Biasakan untuk selalu memeriksa grade / kelas rantai yang tertera pada label (tag) pada setiap rantai.
19
Basic Remove & Install
1. Shackle
Ada 2 jenis shackle yaitu : shackle D ( Dee ) dan shackle Bow. Semua tipe shackle yang digunakan
harus bertanda SWL / WLL. Pastikan SWL shackle paling sedikit sama dengan SWL rantai / sling.
20
Basic Remove & Install
2. Eyebolt
Ada dua tipe eyebolt : eyebolt collar dan eyebolt uncollar ( plain eyebolt ).
21
Basic Remove & Install
3. Hook
Hook sebaiknya dilengkapi dengan sebuah kaitan pengaman, khususnya dimana ada kemungkinan
sling bergeser.
Ada bermacam ragam hook digunakan untuk chain sling. Hook pada umumnya baja
campuran kelas ( grade ) 80 dan tertera tanda SWL. Jika lubang hook membesar lebih dari 5 %,
maka hok tersebut tidak boleh digunakan lagi, jangan coba mengelas atau memperbaikinya.
4. Chain Block
Tersedia sejumlah chain block. Seperti peralatan pengangkat lainnya, kapasitas beban tertera
pada alat.
22
Basic Remove & Install
5. Lever block
23
BAB III
Tujuan Bab 3:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 3, siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan jenis dan fungsi alat angkat dengan benar.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
1. Forklift
2. Mobile crane
3. Overhead Crane
1. Forklift
a. Dilarang mengoperasikan Forklift selain operator atau orang yang telah memiliki Surat Ijin.
b. Periksa kondisi forklift
c. Saat mengoperasikan Forklift
d. Jangan meninggalkan Forklift, dalam keadaan engine running.
e. Jangan mengangkut orang berdiri diantara fork yang terangkat.
f. Jangan mengangkat muatan tinggi-tinggi.
g. Perhatikan counterweight saat membelok.
h. Jangan mengeluarkan anggota badan saat jalan.
i. Perhatikan ukuran dan berat barang yang diangkat.
2. Mobil Crane
• Dilarang mengoperasikan Mobil Crane selain operator/pemilik surat ijin.
• Operator wajib di bantu oleh satu orang pembantu yang tahu tata cara memberi aba-aba.
• Periksalah Kondisi Lingkungan
• Yakinkan beroprasi pada tanah atau pondasi yang kuat, gunakan papan atau balok-balok
untuk menahan jack dari kemungkinan meleset atau amblas.
• Pastikan daerah ayunan Mobile Crane (360 derajat) dalam kondisi aman dan tidak ada
orang/barang yang ada di area tsb.
Saat mengoprasikan crane
25
Basic Remove & Install
3. Overhead Crane
26
Basic Remove & Install
27
Basic Remove & Install
28
Basic Remove & Install
29
Basic Remove & Install
30
Basic Remove & Install
31
BAB IV
PROSEDUR PENGANGKATAN
Tujuan Bab 4
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 4 , siswa mampu menjelaskan
prosedur pengangkatan komponen dengan benar.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
PROSEDUR PENGANGKATAN
Dalam pengangkatan beban kita harus memperhatikan hal – hal berikut ini :
2. Sudut sling
Sudut sling terjadi apabila dua atau lebih sling dipakai pada satu kait crane. Sudut maksimum
yang dapat digunakan adalah 120o, sudut yang dianjurkan adalah 90o.
3. Faktor beban
Sebelum mengangkat kita harus mengetahui factor beban ( load factor ) atau factor ikatan
(reef factor ), seperti dibawah ini.
33
Basic Remove & Install
Misal :
WLL sling = 8 ton
Sudut pengangkatan 60o, factor sudut = 1,73
Tipe ikatan : single sling pada benda bentuk kotak = 0,5
Jadi beban maksimum yang dapat diangkat
34
Basic Remove & Install
= 8 x 1,73 x 0,5
= 6,92 ton
Pengaruh S.W.L (Safe Working Load) Sling Pada Pengangkat
Bila benda diangkat lurus vertikal, menggunakan sling tunggal, maka S.W.L tiap sling
tersebut akan menahan setengah dari berat benda yang diangkat.
Contoh gambar :
S.W.L = 1000 kg
35
Basic Remove & Install
Sling Ganda
Bila benda diangkat dengan lurus vertical, menggunakan sling ganda, maka S.W.L tiap sling
tersebut akan menahan setengah dari berat benda yang diangkat.
Contoh gambar :
Bentuk angkatan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 33% dari S.W.L yang telah ditetapkan
karena adanya titik jepitan (NIP).
Contoh gambar :
boleh diangkat
36
Basic Remove & Install
Pengurangan S.W.L sling harus dilakukan sebanyak 50% dari S.W.L yang telah ditetapkan
karena adanya tekukan disetiap sudut benda tersebut.
Contoh gambar :
boleh diangkat
S.W.L Sling akan bertambah 2 kali lipat dari S.W.L yang ditentukan tetapi harus hati-hati
jangan sampai sudut “include” nya melebihi 90 Derajat.
Contoh gambar :
37
Basic Remove & Install
S.W.L Sling akan tetap oleh karena adanya tekukan disetiap sudut benda tersebut.
Contoh gambar:
38
Basic Remove & Install
Contoh gambar:
Contoh gambar:
39
Basic Remove & Install
40
Basic Remove & Install
Untuk mengetahui beban berat yang akan diangkat ada beberapa cara seperti berikut ini :
Conical dan Piramida : dengan mengalikan luas area dasar dengan tinggi dan dibagi tiga.
41
Basic Remove & Install
Sphere dan ellipsoid : volume kubik dari sphere adalah diameter di pangkatkan tiga dan
dikalikan dengan 1/2. untuk ellepsoid, perkalian 3 arah diameter dikalikan dengan 1/2.
Bentuk lain : Menghitung volume kubiknya sama dengan perhitungan untuk columns, conicals,
pyramids, spheres, dan ellipsoids.
Sebagai contoh, volume kubik dari beer barrel dapat dihitung sebagai cylinder yang ditandai
garis rantai. Volume kubik dari separuh sphere adalah hanya setengah dari sphere. Volume kubik dari
conical yang dipotong ujungnya dapat dihitung dengan pegurangan volume yang dipotong.
Bentuk yang lebih rumit : Dengan membaginya ke dalam bentuk yang sederhana, kemudian
dihitung volume kubiknya dari tiap bagian, dan menjumlahkan volume kubiknya dari tiap bagian
tersebut.
42
Basic Remove & Install
Specifik gravity : Specifik gravity bervariasi dari satu material dengan material yang lain. Yang
berikut ini adalah specifik gravity dari beberapa material.
Ketika menggantung, menggangkat, menempatkan suatu muatan, selalu ada bahaya yang
mungkin terjadi, seperti jatuh, miring, atau mengayun. Karena masalah ini berhubungan dengan
posisi pusat gravitasi muatan, selalu tentukan pusat gravitasi sebelum menggantung, mengangkat,
atau menempatkan muatan.
Ketika penempatan suatu muatan, jika garis tegak lurus dari pusat gravitasi melewati dasar
dari muatan, maka muatan akan jatuh.
43
Basic Remove & Install
Sekalipun garis tegak melalui dasar muatan, tetapi lewat dekat tepinya, jika muatan
dimiringkan, garis tegak lurus itu boleh bergeser di luar dasar itu dan muatan akan jatuh.
Penempatan suatu muatan dengan cara ini adalah berbahaya.
Prinsip yang sama memegang muatan diatas block dan forklift. Block harus diletakkan
dibawah kedua sisi dari muatan. Jika suatu muatan pada forklift tidak stabil, muatan akan jatuh
kedepan, pada saat forklift di rem.
Suatu muatan dengan pusat gravitasi yang tinggi adalah tidak stabil. Sebagai contoh, suatu
kedudukan pencil akan jatuh dengan mudah, jadi tidak ada yang dapat meletakkannya seperti itu,
karena pusat gravitasinya tinggi.
44
Basic Remove & Install
Ketika penempatan suatu muatan pada bidang miring, garis tegak dari pusat gravitasi
menyimpang dari dasar menyebabkan muatan itu jatuh dengan mudah.
Ketika menempatkan blok di bawah suatu muatan, gunakan blok yang tingginya sama,
seperti ditunjukkan gambar di [Link] blok yang beda tingginya dengan pusat gravitasi yang
rendah, blok dapat mengulung sekalipun muatan tidak jatuh.
Ketika menggantung suatu muatan, gaya berat muatan yang benar di bawah hook. Oleh
karena itu, jika muatan tidak digantung di atas pusat gravitasi, muatan akan miring atau mengayun.
45
Basic Remove & Install
Ketika menggantung suatu muatan dengan di bawah rope, jika rope miring pada satu sisi
muatan, muatan akan miring, terjungkir, dan jatuh. Jika tali licin akan lebih berbahaya lagi.
Gaya berat pusat timbul di bawah hook ketika muatan tergantung, posisi pusat gravitasi
dapat ditemukan jika muatan tergantung dari tempat berbeda sebagaimana ditunjukkan pada
gambar berikut, tetapi hampir mustahil untuk melakukan itu dalam praktek. Bagaimanapun, jika
kamu memahami teori ini, kamu dapat menaksir pusat gravitasi oleh kecenderungan kemiringan
muatan.
46
Basic Remove & Install
Beban yang mantap atau stabil adalah beban yang tidak beratnya berada tepat dibawah
pengait utama dan dibawah titik terendah dari perangkat tambahan pada sling.
Pada saat mengangkat beban yang bentuknya beraturan, titik berat dari beban itu mudah
untuk diketahui pusat berat biasanya diperoleh berdasarkan pengalaman.
Angkatan percobaan : Perkiraan pusat bebannya angkatlah sedikit dari tanah untuk menguji
keseimbangan, turunkan lagi dan atur kembali dan aturkan kembali posisinya bila perlu.
Waspadalah terhadap beban yang berisi cairan atau benda yang dapat bergerak, hal ini akan
mempengaruhi keseimbangan beban.
Hal itu memerlukan banyak pengalaman untuk menaksir posisi pusat gravitasi dengan
menyaksikan suatu muatan selama bekerja. Pusat gravitasi dapat ditemukan dengan mudah jika
bentuk muatan sederhana, tetapi menjadi sulit ketika bentuk rumit. Bagaimanapun, hal ini adalah
mustahil untuk mengkalkulasi pusat gravitasi setiap kali kamu menggantung muatan.
Sekalipun kamu mempunyai keyakinan diri dalam menaksir pusat gravitasi, jangan
mengangkat muatan dengan cepat. Jika muatan memiringkan terlalu sering, perkiraan tentang pusat
gravitasinya salah, dan kamu harus mengoreksinya.
Jika muatan miring, pusat gravitasi adalah pada yang sebelah bawah, bukan di mana yang
kamu diperkirakan sebelumnya. Oleh karena itu, kamu harus menyangkutkan titik di arah sebelah
bawah.
47
Basic Remove & Install
[Link]
1. Pelindung yang cocok harus di pasang pada setiap sisi atau sudut muatan yang tajam.
2. Materialjyang cocok adalah papan berkayu halus, pipa belah, bahan ban conveyor tua, karet
atau papan kayu yang ditutup dengan berbagai lapis lenan atau karung.
3. Saat beban mulai diangkat pada ketinggian tertentu, kemasan harus melekat pada beban
sehingga apabila tekanan pada sling di kendorkan, kemasan tidak akan jatuh atau lepas.
48
Basic Remove & Install
• Dua simpul jerat dipasang pada beban dan direnggangkan untuk menjaga kestabilan.
• Lebih baik sari pada pengait tunggal untuk menangani material yang terpisah-pisah.
1. Sling di lilitkan sepenuhnya di sekeliling beban sebelum beban itu dikaitkan pada bagian
vertikal dari sling.
2. Pada saat bersentuhan sepenuhnya dengan beban, simpul jerat ini mengikat beban menjadi
satu dengan kuat.
3. Simpul ini dapat digunakan secara tunggal atau berpasangan.
• Tidak cocok untuk beban yang tidak seimbang karena beban itu akan terjungkal dan lepas
dari sling.
• Periksalah apakah beban tidak bergerak atau bergeser sepanjang sling pada saat
pengangkatan.
49
Basic Remove & Install
50
Basic Remove & Install
Jangan memasang sling dengan sudut melebar lebih dari 120 derajat ke pengait, karena berbahaya.
Sling mudah meloncat lepas gunakan shackle busur agar pengaitnya.
51
BAB V
Tujuan Bab 5
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 5 siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan prosedur remove & install komponen dengan benar.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
Final drive, track roller, dsb adalah komponen berputar yang selalu diliputi lumpur, tanah dan
pasir dan floating seal digunakan digunakan untukmencegah kebocoran oli dan mencegah material
asing masuk dan bercampur dengan oli. Floating seal terdiri dari dua O-ring dan dua ring metalik. O-
ring tersebut dalam aplikasinya akan diperas sambil dipilin, dan selanjutnya akan menekan seal ring
metalik dalam arah aksial dan akan membangkitkan tekanan yang merata (3,5 – 6 kg/cm2) pada
permukaan luncur (sliding survace) dari seal ring.
PERHATIAN !!
1. Kerusakan pada komponen biasanya disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor dibanding
satu sebab saja, tetapi banyak kerusakan yang hanya memiliki satu jenis penyebab biasa ;
KESALAHAN ASSEMBLING.
2. Floating seal harus selalu dipasang dengan pasanganya yang sesuai, yaitu, ring yang keduanya
baru atau dua ring yang telah berputar bersama-sama.
3. Setiap assembling, Selalulah menggunakan o-ring (Toric ring) yang baru.
a. Jangan pernah menjatuhkan atau memukul seal ring dengan benda keras, karena seal terbuat
dari cast iron dan sangat getas.
b. Untuk seal ring bekas pakai, ia dapat dipakai kembali bila memenuhi kriteria sbb:
• X > Y/2 (ketebalan bagian colarnya tidak kurang dari ½ tebal semula.
• A > 0.5 mm (Lebar dari bagian yang tidak mengkilap tidak kurang dari 0.5 mm ketika bagian
yang mengkilap tersebut mencapai diameter dalam.
53
Basic Remove & Install
• Pastikan bahwa permukaan seal (seal surface) harus terbebas dari debu, scratch(baret), chiping
(cuil) atau retak.
6. Saat pemasangan O-ring ke seal ring, pastikan o-ring tidak terpuntir dan duduk tertahan oleh
retaining lip dari seal ring ramp. Gunakan lampu senter kecil sebagai pandauan untuk
meemriksa o-ring tersebut terpuntir atau tidak selama assembling. Sinar lampu senter harus lurus
dan seragam di sekeliling O-ring tersebut.
54
Basic Remove & Install
7. Saat memasang satu bagian seal ring assy ke housingnya, berikan tekanan secara tiba-tiba dan
meratauntuk mendorong o-ring masuk masuk melalui retaining lip dari housingnya. Jika
diperlukan sedikit adjustment, jangan gunakan tool yang ujungnya tajam sebagai penekan.
8. Periksa variasi ketinggian pemasangan seal ring assy di empat tempat. Variasi ketinggian tidak
boleh lebih dari 1mm.
9. Berikan lapisan oli yang tipis pada masing-masing permukaan seal ring dan dengan
menggunakan jari tangan oli ke seluruh permukaan seal ring. Pastikan tidak ada oli yang
mengenai o-ring atau permukaan yang kontak dengan o-ring.
55
Basic Remove & Install
2. Cara membedakan sisi tanam dan sisi nut dari stud bolt.
• Biasanya sisi tanam (t) memiliki thread lebih pendek dibanding sisi nut (s).
• Sisi tanam (t) memiliki thread yang tidak sempurna pada pangkalnya (umumnya 2
thread), sedang sisi nut tidak.
56
Basic Remove & Install
[Link] pemasangan
a) Pegang body quick coupler hose dengan tangan, dorong dengan lurus ke adapter sampai
terdengar bunyi “ klik “.
b) Bila penyambungan sulit dilakukan , gerak-gerakan bagian “projection” partnya lalu lakukan
penyambungan kembali.
57
Basic Remove & Install
• Dorong body kearah adapter, dan tekan bagian yang menonjol (projection part) dengan ibu
jari lalu putar projection part kearah kanan.
58
Basic Remove & Install
• Dorong pelindung debu (dustproof cap) kearah adapter sampai terdengar bunyi “klik”
1. Periksa bahwa permukaan pin halus bebas dari karat, takikan dan bengkok
2. Gunakan jig atau special tool untuk pemasangan, karena pemukulan langsung dengan
hammer akan merusak pin
59
Basic Remove & Install
3. Pastikan bahwa ukuran tinggi pin sesuai dengan standard di shop manual
4. Pastikan arah pemasangan pin mengahadap atau membelakangi arah gaya beban. Jangan
tegak lurus gaya beban.
1. Penanganan bearing
• Hindari melekatnya material asing seperti debu pada bearing dengan cara selalu
emembungkus bearing selama penyimpanan, karena material asing yang menimbulkan
keausan premature pada bearing, saat bearing berputar.
• Hindari penanganan yang kasar atau benturan yang keras
60
Basic Remove & Install
• Jangan mengkombinasikan outer race dan inner race dari tapered roller bearing yang
diproduksi oleh pabrik yang berbeda karena tidak ada interchange antara pabrik – pabrik
tersebut.
• Kombinasi bearing yang sama part number dan dibuat oleh pabrik yang sama dapat
diterima. Tapi lebih bagus gunakan bearing yang didelivery sudah dalam satu set.
• Kombinasi dari bearing yang harus disetel saat pemasangan, tidak diperbolehkan.
• Gunakan press fit jig yang sesuai dalam pekerjaan press fit bearing
61
Basic Remove & Install
• Jangan menekan outer race pada pengepressan inner race, dan jangan menekan
inner race pada pengepressan outer race.
• Jangan menekan bearing yang posisinya miring relative terhadap lubang atau shaft .
Luruskan dudukan bearing dengan cara dipukul – pukul dengan hammer sebelum
press fitting. Jika bearing di press fit dalam kondisi miring akan menyebabkan
kerusakan.
• Periksa bahwa permukaan bearing benar – benar contact dengan bahu shaft setelah
dipress. Jika tidak contact, preload akan berubah dan bearing dapat rusak.
62
Basic Remove & Install
1. Pasang seal dengan main lip menghadap ke sisi oli ( hydraulic side )
2. Pastikan bahwa permukaan shaft yang akan contact dengan seal terbebas dari karat dan
scratch.
3. Lakukan pemasangan seal dengan cara press fit menggunakan tool yang sesuai
4. Berikan adhesive atau sealant pada bagian press fit dari oil seal. Untuk housing yang terbuat
dari cast iron harus digunakan pipe sealant untuk mencegah kebocoran.
5. Perhatikan saat pemasangan oil seal tidak boleh miring.
6. Berikan grease pada daerah lip setelah pemasangan
63
Basic Remove & Install
G. Bolt
1. Gunakan bolt yang panjangnya sesuai. Jika bolt terlalu panjang, hal ini dapat menyebabkab
bolt menyentuh dasar dari lubang ulir. Jika terlalu pendek, bolt tidak cukup menahan dari
parts, dan kekuatannya menurun.
2. Ketika assembling machines, kencangkan bolt dan nuts dengan torque yang sesuai.
3. Kencangkan bolts dan nut secara berurutan, atas dan bawah, kiri dan kanan, sehingga gaya
dapat merata.(seperti gambar di bawah ini)
4. Ketika pengencangan bolt dari parts yang penting seperti pada main bearing cap dan
conenting rod dari engine, mengencangkan secara bertahap agar efektif. Jika bolt
dikencangkan lagi setelah dikendorkan sekali, ini akan membuat botl lebih menempel pada
permukaan dan kekencangannya dapat merata.
5. Bolt yang dapat dengan mudah dikendorkan, gunakan coating material yang sesuai untuk
pengencangan bolt. Sebelum menggunaka coating material, bersihkan bolt dan female screw
dari kotoran dari oli.
64
BAB VI
COATING MATERIAL
Tujuan Bab 6:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 6 , siswa mampu menyebutkan dan
menjelaskan tipe dan aplikasi coating material dengan benar.
Referensi :
The Gold Book
Training Aids
Basic Operation Manual of Assembly (Second Edition)
Basic Remove & Install
Pelajaran 1: Adhesive
Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan tipe
dan aplikasi adhesive.
1. Threadlocking adhesive
Menjamin kekuatan hasil rakitan dengan mencegah kendurya nut, bolt screw akibat getaran
Contoh produk Loctite :
1. Threadlocking 243
Adhesive berkekuatan sedang untuk pemakaian umum, cocok untuk bolt hingga M36
2. Removable threadlocker 242
Adhesive kekuatan sedang untuk bolt hingga M36. Dapat dibuka kembali menggunakan kunci
biasa.
3. Permanen threadlocker 262
Adhesive berkekuatan tinggi untuk mengunci segala bolt yang harus menghadapi goncangan
dan getaran hebat.
4. High strength threadlocker 271
Adhesive berkekuatan sangat tinggi untuk bolt sampai dengan M36, dan untuk baut-baut
yang tidak akan dibuka kembali.
66
Basic Remove & Install
67
Basic Remove & Install
3. Flange sealant
Menutup kebocoran flange lebih efektif dari pada gasket biasa, karena kontak metal ke metal lebih
rapat, hanya mengisi jalur yang bocor.
68
Basic Remove & Install
4. Retaining compound
Dipakai sebagai perekat untuk bushing, bearing, pin, pulley, dll. Memperkuat part yang
dipasang dengan cara dipress. Atau mengencangkan kembali bagian yang sudah kendor dengan cara
mengisi celahnya. Mengatasi kebocoran cairan melalui bagian rakitan.
Contoh produk Loctite :
• Retaining compound 609
Bahan yang cepat kering, mengisi celah sampai dengan 0.15 mm, untuk pemakaian umum,
tegangan geser mencapai 24 N/mm2 pada baja.
• Retaining compound 603
Adhesive yang cepat kering dan encer, dipakai untuk merekat bagian-bagian silindris yang
tidak mungkin dihilangkan seluruh minyaknya.
• Retaining compound 641
Adhesive berkekuatan sedang untuk merakit bagian yang sewaktu – waktu dapat dibongkar
kembali
• Retaining compound 648
Adhesive berkekuatan tinggi dan cepat kering dengan tegangan geser 26 N/mm2
pada baja.
5. Anti-seize
Adalah pelumas untuk mencegah korosi dan keausan. Untuk melumasi ulir-ulir baut dan plug
yang sering terkena suhu tinggi atau rawan terkena karat, agar mudah dibuka kembali saat
pembongkaran.
69
Basic Remove & Install
1. Bersihkan oli / grease yang menempel pada bagian ulir yang akan diberi thread lock maupun
pasangannya, dengan menggunakan cairan pembersih. Juga bersihkan air yag menempel
pada bagian – bagian tersebut dengan angin. Kekuatan pengencangan akan berkurang
hingga 70% bila ada oli atau grease, dan thread lock akan mengapung tidak bisa mengeras
bila ada air.
2. Berikan thread lock ke sekeliling ulir.
• Lilitkan seal tape pada posisi 1 ulir dari ujung baut dengan ketegangan yang memungkinkan
seal tape menempel rapat pada ulir.
70
Basic Remove & Install
• Tekan – tekan seal tape dengan jari hingga ulir menggigit seal tape.
• Lilitkan seal tape kearah kanan pada baut ulir kanan, agar seal tape tidak terurai saat baut
dikencangkan.
• Lilitkan seal tape tanpa boleh terputus dan jangan terlalu banyak melilitkan seal tape ( cukup
2 lilitan penuh ), karena clearance dari baut dengan pasangannya tidak besar.
• Pemberian seal tepa dilakukan pada ulir yang tidak memungkinkan kita untuk membersihkan
olinya.
• Hindari menggunakan seal pada fuel system atau air intake system, karena jika seal tape
rusak akan menyumbat system tersebut.
c) Hindari pemberian pipe sealant pada ulir female, karena sealant akan masuk ke oli saat
pengencangan.
d) Berikan lagi sealant bila part tersebut harus dikencangkan atau dikendorkan lagi.
e) Gunakan seal tape sebagai pengganti pipe sealant bila grease atau oli tidak dapat
dibersihkan dari bagian berulit tersebut.
71
Basic Remove & Install
• Jangan menggerakkan cover setelah dipasang, karena liquid gasket dapat rusak.
• Berikan lagi liquid gasket bila cover kemudian dilepas lalu dipasang kembali.
72
Risks include crane instability and accidents from lifting loads beyond capacity or incorrect sling placement . Mitigation involves ensuring operation by licensed personnel only, verifying the crane's stability on solid ground with appropriate supports, and keeping load balances and safety distances .
To ensure safety, only authorized personnel should operate the crane, never exceed the specified load limit, and avoid positioning individuals directly beneath the load. Regular inspections of the crane and its components, including slings and ropes, must be conducted to prevent structural failures .
It is crucial to wear protective goggles when using a double-headed grinder to prevent eye injuries from flying debris . Additionally, the grinder's wheels should be inspected for cracks or any damage before use. Operators should not stand directly in front of the spinning wheel and must be competent in replacing wheels when necessary .
Untuk meningkatkan umur rantai pada peralatan angkat, beberapa langkah yang bisa diambil termasuk memberikan pelumas yang tepat secara berkala, membersihkan rantai dari kotoran secara teratur, dan menghindari penggunaan sprocket atau chain guide yang rusak. Menghindari beban kejut dan memilih beban seringan mungkin juga dapat membantu mencegah kerusakan dini pada rantai .
The Working Load Limit (WLL) dictates the maximum load a sling can handle without direct engagement, while the Safe Working Load (SWL) includes considerations for sling conditions and angles . Adhering to WLL and SWL ensures safe lifting practices, avoiding undue stress on equipment and preventing accidents .
Threadlocking adhesive adalah bahan perekat yang digunakan untuk mencegah kendurnya mur, baut, atau sekrup akibat getaran. Bahan ini diaplikasikan di sepanjang benang ulir dan cukup kuat untuk mengunci bagian-bagian tersebut sehingga tidak terlepas. Selain itu, beberapa jenis threadlocking dapat dibuka kembali dengan kunci biasa, menawarkan fleksibilitas dalam pemeliharaan peralatan .
Kode komunikasi berperan penting dalam operasi alat angkat seperti overhead crane karena membantu memastikan bahwa semua operator dan pekerja di sekitar alat mengerti satu sama lain, mengurangi kemungkinan kesalahan dan kecelakaan. Kode yang mudah dimengerti sangat penting saat bekerja dalam tim, karena sinkronisasi yang buruk dapat mengakibatkan miscommunication yang berpotensi berbahaya, seperti kebingungan instruksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja .
Ketika mengoperasikan crane, sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada orang atau barang di area yang berpotensi bahaya ketika boom atau beban memutar. Pemantauan area kerja dan penggunaan sinyal yang jelas dan tepat adalah krusial untuk menghindari kecelakaan. Operator harus memastikan bahwa beban tidak diputar di atas pekerja atau peralatan lain, karena ini bisa menyebabkan cedera serius atau kerusakan aset .
Flange sealants are preferable when a tighter metal-to-metal contact is needed, as they effectively fill in leak paths that traditional gaskets might miss. This results in better sealing performance under varying pressures and temperatures .
Untuk memastikan penggunaan shackle yang aman, pastikan bahwa shackle memiliki tanda SWL (Safe Working Load), yaitu beban maksimum sesuai spesifikasinya. SWL shackle harus setidaknya sama dengan SWL rantai atau sling yang digunakan. Selain itu, pastikan pemasangan shackle sesuai dengan petunjuk agar dapat menahan beban secara efektif, dan periksa kondisi fisik shackle untuk memastikan tidak ada kerusakan sebelum digunakan .