0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan13 halaman

Materi Belajar Aplikasi GIS di SMK

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang sistem informasi geografis pada SMK Negeri 1 Nganjuk. Dokumen ini menjelaskan kompetensi inti dan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, dan materi pembelajaran tentang definisi SIG, subsistem SIG, sejarah SIG, komponen SIG, dan tugas utama SIG.

Diunggah oleh

Dini Sulistiyawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan13 halaman

Materi Belajar Aplikasi GIS di SMK

Rencana pelaksanaan pembelajaran ini membahas tentang sistem informasi geografis pada SMK Negeri 1 Nganjuk. Dokumen ini menjelaskan kompetensi inti dan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, dan materi pembelajaran tentang definisi SIG, subsistem SIG, sejarah SIG, komponen SIG, dan tugas utama SIG.

Diunggah oleh

Dini Sulistiyawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EMERINTAH PROVINSI JAWATIMUR

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 NGANJUK
Jl. Dr. Soetomo 61C Telp.(0358) 321483 Faks. (0358) 329358 Nganjuk
Website: [Link].E-mail: smknegeri1nganjuk@[Link]
NGANJUK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Nganjuk
Mata Pelajaran : Sistem Informasi Geografis
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Materi Pokok : Sistem Informasi Geografis
Alokasi Waktu : 4 JP @ 45 menit ( 5 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti :

3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural


berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar
1. Memahami perangkat dalam mendukung analisis GIS
2. Mengolah penggunaan program ArcGIS

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menjelaskan kelengkapan perangkat dalam mendukung SIG


2. Mengidentifikasi komponen perangkat pendukung analisis SIG
3. Menjelaskan cara kerja komponen perangkat SIG
4. Menjelaskan penggunaan program arcGIS
5. Mendiagnosa kesalahan dalam penggunaan program arcGIS

D. Tujuan Pembelajaran
1. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu menjelaskan kelengkapan
perangkat dalam mendukung SIG
2. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu mengidentifikasi komponen
perangkat pendukung analisis SIG
3. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu Menjelaskan cara kerja
komponen perangkat SIG
4. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik mampu menjelaskan penggunaan
program arcGIS
5. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, peserta didik dapat mendiagnosakesalahan dalam
penggunaan program arcGIS

E. Materi Pembelajaran

1. Definisi SIG
Aronoff (1989), SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam
menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan
pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil
akhir (output) dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang
berhubungan dengan geografi.
SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di
bumi, menggabungkannya, menganalisa, dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang diolah pada SIG
adalah data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki
sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa
pertanyaan seperti lokasi,kondisi, tren, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG
dengan sistem informasi lainnya.
2. Subsistem SIG
SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut :
Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan menyimpan data spasial dan
atributnya dari berbagai sumber. Sub-sistem ini pula yang bertanggung jawab dalam mengonversikan
atau mentransformasikan format-format data aslinya ke dalam format yang dapat digunakan oeh
perangkat SIG yang bersangkutan.

Data Output
Sub-sistem ini bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan keluaran (termasuk mengekspornya
ke format yang dikehendaki) seluruh atau sebagian basis data (spasial) baik dalam bentuk softcopy
maupun hardcopy seperti halnya tabel, grafik, report, peta, dan lain sebagainya.

Data Management
Sub-sistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun tabel-tabel atribut terkait ke dalam
sebuah sistem basis data sedemikian rupa hingga mudah dipanggil kembali atau di-retrieve, diupdate,
dan diedit.
Data Manipulation & Analysis
Sub-sistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu sub-
sistem ini juga melakukan manipulasi (evaluasi dan penggunaan fungsi-fungsi dan operator matematika
& logika) dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.
Sub-sistem SIG di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Gambar 1. Ilustrasi Uraian Sub-sistem SIG [5]

3. Sejarah SIG
Sistem ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972 dengan nama Data Banks
for Development. Munculnya istilah Sistem Informasi Geografis seperti sekarang ini setelah dicetuskan
oleh General Assembly dari International Geographical Union di Ottawa Kanada pada tahun 1967.
Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS-SIG Kanada).
CGIS digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk
inventarisasi. Tanah Kanada (CLI-Canadian Land Inventory) yang merupakan sebuah inisiatif untuk
mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi
pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000.
Sejak saat itu Sistem Informasi Geografis berkembang di beberapa benua terutama Benua
Amerika, Benua Eropa, Benua Australia, dan Benua Asia. Seperti di Negaranegara yang lain, di
Indonesia pengembangan SIG dimulai di lingkungan pemerintahan dan militer. Perkembangan SIG
menjadi pesat semenjak di ditunjang oleh sumberdaya yang bergerak di lingkungan akademis (kampus).
Dalam sejarahnya penggunaan SIG modern (berbasis computer, digital) dimulai sejak tahun
1960-an. Pada saat itu untuk menjalankan perangkat SIG diperlukan computer mainframe khusus dan
mahal. Dengan perkembangan computer PC, kecanggihan CPU, dan semakin murahnya memori,
sekarang SIG tersedia bagi siapapun dengan harga murah.
Gambar 2. Sejarah singkat SIG

4. Komponen SIG
Menurut John E. Harmon, Steven J. Anderson, 2003, secara rinci SIG dapat beroperasi dengan
komponen- komponen sebagai berikut :
a. Sumber Daya Manusia
Programer yang mengembangkan bahkan memperoleh manfaat dari sistem. Kategori orang
yang menjadi bagian dari SIG beragam, misalnya operator, analis, programmer, database
administrator bahkan stakeholder.
b. Data
Data yang digunakan dalam SIG dapat berupa data grafis dan data atribut.
 Data posisi/koordinat/grafis/ruang/spasial, merupakan data yang merupakan representasi
fenomena permukaan bumi/keruangan yang memiliki referensi (koordinat) lazim berupa peta,
foto udara, citra satelit dan sebagainya atau hasil dari interpretasi data-data tersebut.
 Data atribut/non-spasial, data yang merepresentasikan aspek-aspek deskriptif dari fenomena yang
dimodelkannya. Misalnya data sensus penduduk, catatan survei, data statistik lainnya.
c. Software
Aplikasi merupakan prosedur yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi.
Misalnya penjumlahan, klasifikasi, rotasi, koreksi geometri, query,overlay, buffer, jointable, dsb.
Software merupakan perangkat lunak SIG berupa program aplikasi yang memiliki kemampuan
pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan, analisis dan penayangan data spasial (contoh : ArcView,
Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dll)
d. Hardware
Hardware, perangkat keras yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem berupa perangkat
komputer, printer, scanner, digitizer, plotter dan perangkat pendukung [Link] kelima
komponen di atas, ada satu komponen yang sebenarnya tidak kalah pentingyaitu Metode. Sebuah
SIG yang baik adalah apabila didukung dengan metode perencanaan desain sistem yang baik dan
sesuai dengan ‘’business rules’’ organisasi yang menggunakan SIG tersebut.
Gambar 3. Komponen GIS [4]

5. Tugas Utama SIG


Berdasarkan desain awalnya tugas utama SIG adalah untuk melakukan analisis data spasial.
Dilihat dari sudut pemrosesan data geografik, SIG bukanlah penemuan baru. Pemrosesan data
geografik sudah lama dilakukan oleh berbagai macam bidang ilmu, yang membedakannya dengan
pemrosesan lama hanyalah digunakannya data digital. Adapun tugas utama dalam SIG adalah
sebagai berikut:
a) Input Data,
Sebelum data geografis digunakan dalam SIG, data tersebut harus dikonversi terlebih dahulu ke
dalam bentuk digital. Proses konversi data dari peta atas atau foto ke dalam bentuk digital disebut
dengan digitizing. SIG modern bisa melakukan proses ini secara otomatis menggunakan teknologi
scanning.
b) Pembuatan peta,
Proses pembuatan peta dalam SIG lebih fleksibel dibandingkan dengan cara manual atau
pendekatan kartografi otomatis. Prosesnya diawali Sistem Informasi dengan pembuatan database.
Peta kertas dapat didigitalkan dan informasi digital tersebut dapat diterjemahkan ke dalam SIG. Peta
yang dihasilkan dapat dibuat dengan berbagai skala dan dapat menunjukkan informasi yang dipilih
sesuai dengan karakteristik tertentu.
c) Manipulasi data,
Data dalam SIG akan membutuhkan transformasi atau manipulasi untuk membuat data-data
tersebut kompatibel dengan [Link] SIG menyediakan berbagai macam alat bantu untuk
memanipulasi data yang ada dan menghilangkan data-data yang tidak dibutuhkan.
d) Manajemen file,
Ketika volume data yang ada semakin besar dan jumlah data user semakin banyak, maka hal
terbaik yang harus dilakukan adalah menggunakan database management system (DBMS) untuk
membantu menyimpan, mengatur, dan mengelola data
e) Analisis query,
SIG menyediakan kapabilitas untuk menampilkan query dan alat bantu untuk menganalisis
informasi yang ada. Teknologi SIG digunakan untuk menganalisis data geografis untuk melihat pola
dan tren.
f) Memvisualisasikan hasil,
Untuk berbagai macam tipe operasi geografis, hasil akhirnya divisualisasikan dalam bentuk
peta atau graf. Peta sangat efisien untuk menyimpan dan mengkomunikasikan informasi geografis.
Namun saat ini SIG juga sudah mengintegrasikan tampilan peta dengan menambahkan laporan,
tampilan tiga dimensi, dan multimedia.

6. Bidang-bidang Aplikasi SIG


Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam mendapatkan data-
data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah
dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk dijital. Sistem ini
merelasikan data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para penggunanya
dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan berbagai cara. SIG merupakan alat yang
handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital
sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, tabel, atau dalam bentuk
konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang
diperlukan. Beberapa alasan penggunaan SIG, antara lain:
a) SIG sangat efektif dalam membantu proses-proses pembentukan, pengembangan, atau perbaikan
peta mental yang telah dimiliki oleh setiap orang yang selalu berdampingan dengan lingkungan
dunia nyata.
b) SIG dapat digunakan sebagai alat bantu utama yang effektif, menarik, dan menantang dalam
usaha-usaha untuk meningkatkan pemahaman, pengertian, dan pendidikan mengenai ide atau
konsep lokasi, ruang (spasial), kependudukan dan unsur-unsur geografis yang terdapat
dipermukaan bumi berikut data atribut terkait yang menyertainya.
c) SIG dapat memberikan gambaran yang lengkap dan komprehensif terhadap suatu masalah nyata
yang terkait spasial permukaan bumi. Semua entitas yang dilibatkan dapat divisualkan untuk
memberikan informasi baik yang tersirat (implisit) maupun yang tersurat (eksplisit).
d) SIG menggunakan baik data spasial maupun atribut secara terintegrasi hingga sistemnya dapat
menjawab baik pertanyaan spasial maupun non-spasial, memiliki kemampuan analisis spasial
dan non-spasial.
e) SIG memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisualkan data spasial berikut atribut-
atributnya. Modifikasi warna, bentuk dan ukuran simbol yang diperlukan untuk
merepresentasikan unsur-unsur permukaan bumi dapat dilakukan dengan mudah.
f) SIG memiliki kemampuan untuk menguraikan unsur-unsur yang terdapat di permukaan bumi ke
dalam bentuk layer, tematik, atau coverage data spasial. Dengan layer ini permukaan bumi dapat
‘’direkonstruksi’’ kembali atau dimodelkan ke dalam bentuk nyata (real world tiga dimensi)
dengan
g) menggunakan data ketinggian berikut layer tematik yang diperlukan.
h) SIG dapat menurunkan informasi secara otomatis tanpa keharusan untuk selalu melakukan
interpretasi secara manual. Dengan demikian, SIG dengan mudah dapat menghasilkan data
spasial tematik yang merupakan (hasil) turuan dari data spasial yang lain (primer) dengan hanya
memanipulasi atribut-atributnya.
7. Aplikasi ArcGIS
ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science &
Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang
berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web.
Kegunaan ArcGis
a) ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat menggunakan produk
ArcGIS lainnya;
b) ArcGIS Desktop, memiliki lima tingkat lisensi:
c) ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat peta berlapis,
serta melakukan analisis spasial dasar;
d) ArcMap adalah aplikasi utama untuk kebanyakan proses GIS dan pemetaan dengan
komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk visualisasi, membangun database spasial
yang baru, memilih (query), editing, menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan
tampilan akhir dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcMap
diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing), presenting result,
customizing data dan programming
e) ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan tambahan peralatan untuk
memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;
f) ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan fungsi manipulasi
data, penyuntingan, dan analisis.
g) ArcCatalog , tool untuk menjelajah (browsing), mengatur (organizing), membagi (distribution)
mendokumentasikan data spasial maupun metadata dan menyimpan (documentation) data – data
SIG. ArcCatalog membantu dalam proses eksplorasi dan pengelolaan data spasial. Setelah data
terhubung, ArcCatalog dapat digunakan untuk melihat data. Bila ada data yang akan digunakan,
dapat langsung ditambahkan pada peta.  Seringkali, saat memperoleh data dari pihak lain, data
tidak dapat langsung digunakan. Data tersebut mungkin masih perlu diubah sistem koordinat
atau proyeksinya, dimodifikasi atributnya, atau dihubungkan antara data geografis dengan atribut
yang tersimpan pada tabel terpisah. Pada saat data siap, isi dan struktur data sebagaimana halnya
perubahan-perubahan yang dilakukan, harus didokumentasikan. Berbagai aktivitas pengelolaan
data ini dapat dilakukan menggunakan fasilitas yang tersedia pada ArcCatalog.

F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifik (scientific). Model pembelajaran Inqury
terbimbing, Metode demonstrasi, kajian buku, observasi eksperimen, diskusi dan praktek.
G. Kegiatan Pembelajaran

H. Pertemuan Pertama

Kegiatan Pendahuluan
Tahap Kegiatan Waktu
1. Salam pembukaan.
2. Berdo’a sesuai agama masing-masing.
3. Mengecek kehadiran siswa.
15’x
Guru memberi pertanyaan kepada siswa terkait dengan materi pembelajaran yang akan
4. 2
dipelajari.
Guru memberikan informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah
5.
pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti
Tahap Kegiatan Waktu
1. Guru membantu siswa dalam pembentukan kelompok belajar.
2. Guru memberikan buku siswa kepada masing-masing kelompok.
Guru memberikan rumusan masalah terkait dengan materi memahami perangkat dalam
3.
mendukung analisis GIS.
4. Guru menugaskan masing-masing kelompok untuk mendiskusikan rumusan masalah.
5. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam mendiskusikan materi.
Guru memfasilitasi masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil
6. 210'x2
diskusinya.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya-jawab dengan kelompok
7.
yang presentasi.
8. Guru memberi penghargaan kepada siswa yang aktif bertanya-jawab.
9. Guru memberi penghargaan dan masukan kepada kelompok yang presentasi.
10. Guru mengevaluasi tiap kelompok yang presentasi.
11 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dan siswa yang berkinerja baik

Kegiatan Penutup
Tahap Kegiatan Waktu
1. Meminta siswa untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan itu.
Secara bersama-sama (guru dan siswa) menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada
2. pertemuan itu (apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran) secara tertulis maupun
lisan.
3. Guru memberikan informasi terkait materi pada pertemuan berikutnya. 15’ x 2
4. Menugaskan siswa untuk mencari dan membaca materi berikutnya.
5. Mengecek siswa.
6. Berdo’a sesuai agama masing-masing.
7. Salam Penutup

I. Pertemuan Kedua
Kegiatan Pendahuluan
Tahap Kegiatan Waktu
1. Salam pembukaan.
2. Berdo’a sesuai agama masing-masing.
3. Mengecek kehadiran siswa.
Guru memberi pertanyaan kepada siswa terkait dengan materi pembelajaran yang akan 15’ x 3
4.
dipelajari.
Guru memberikan informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah
5.
pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti
Tahap Kegiatan Waktu
1. Guru membantu siswa dalam pembentukan kelompok belajar.
2. Guru memberikan rumusan masalah terkait dengan materi memahami program SIG.
Guru mendemonstrasikan langkah merangkai program SIG kepada perwakilan tiap
3.
kelompok.
4. Guru memberikan kesempatan kepada perwakilan tiap kelompok untuk bertanya.
Perwakilan tiap kelompok kembali kekelompoknya dan memberikan petunjuk langkah
5.
merangkai program SIG kepada teman satu kelompok.
Guru menugaskan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi dan merangkai
6. 210'x
program SIG.
3
7. Guru membimbing dan mengamati siswa.
Guru memfasilitasi masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil
8.
diskusinya.
9. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya-jawab..
10. Guru memberi penghargaan kepada siswa yang aktif bertanya-jawab.
11. Guru memberi penghargaan dan masukan kepada kelompok yang presentasi.
12 Guru mengevaluasi seluruh kelompok yang presentasi.
13 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dan siswa yang berkinerja terbaik

Kegiatan Penutup
Tahap Kegiatan Waktu
1. Meminta siswa untuk menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada pertemuan itu.
Secara bersama-sama (guru dan siswa) menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada
2. pertemuan itu (apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran) secara tertulis maupun
lisan.
3. Guru memberikan informasi terkait materi pada pertemuan berikutnya. 15’ x 3
4. Menugaskan siswa untuk membuat laporan praktik dan mempelajari materi berikutnya.
5. Mengecek siswa.
6. Berdo’a sesuai agama masing-masing.
7. Salam Penutup
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
1. Instrumen dan Teknik Penilaian
2. Analisis Hasil Penilaian
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

I. Alat, Bahan, Media dan Sumber Belajar

Alat : Buku, Laptop dan LCD


Media : Power point, media cetak
Sumber belajar : Prahasta, Eddy. 2009. Sistem Informasi Geografis : Konsep-konsep Dasar
(Perspektif Geodesi & Geomatika). Penerbit Informatika, Bandung..

Lampiran 1
Penilaian
1. Penilaian Sikap
Aspek yang Teknik Waktu Instrumen
No Keterangan
dinilai Penilaian Penilaian Penilaian
1. Disiplin Observasi Proses Lembar Hasil penilaian no. 1 dan 2 untuk
2. Proaktif Observasi masukan pembinaan dan informasi
3. Peduli
bagi Guru Agama dan Guru PKn
a. Instrumen Penilaian Sikap
Skor aspek yang dinilai
Total (∑) skor
No Nama Siswa Nilai
A B C (A+B+C)
Disiplin Proaktif Peduli
1
2
3
Keterangan : Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang skor 1 sampai 5.
1 = sangat kurang; 2 = kurang; 3 = cukup; 4 = baik dan 5 = amat baik.

2. Penilaian Hasil Belajar (Penilaian Pengetahuan)


Kisi – kisi soal dan Soal
Kompetensi IPK Indikator soal Jenis Soal
Dasar soal

3.1 Memahami 1. Menjelaskan 1. Secara mandiri tanpa Tes 1. Jelaskan


perangkat kelengkapan perangkat membuka bahanajar, tertulis pengertian Sistem

dalam dalam mendukung SIG peserta didik mampu Informasi


mendukung 2. Mengidentifikasi menjelaskan Geografis
analisis GIS komponen perangkat kelengkapan perangkat 2. Jelaskan fungsi
4.1 Mengolah pendukung analisis dalam mendukung SIG dan tujuan

penggunaan SIG 2. Secara mandiri dan penggunaan SIG


program 3. Menjelaskan cara kerja tanpa membuka bahan 3. Sebutkan macam-

ArcGIS komponen perangkat ajar, peserta didik macam komponen


SIG mampu yang dibutuhkan
4. Menjelaskan mengidentifikasi dalam mendukung
penggunaan program komponen perangkat kegiatan SIG
arcGIS pendukung analisis SIG 4. Jelaskan
5. Mempraktikan cara3. Secara mandiri dan pengertian dari
penggunaan program tanpa membuka bahan arcSIG
arcGIS ajar, peserta didik 5. Sebutkan apa saja
6. Mendiagnosa mampu menjelaskan jenis dari software
kesalahan dalam cara kerja komponen arcGIS dan
penggunaan program perangkat SIG jelaskan fungsinya
arcGIS 4. Secara mandiri dan
tanpa membuka bahan
ajar, peserta didik
mampu menjelaskan
penggunaan program
arcGIS
5. Secara mandiri dan
tanpa membuka bahan
ajar, peserta didik dapat
mendiagnosa kesalahan
dalam penggunaan
program ArcGIS

Kunci jawaban
1. Pengertian
SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data
bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan
kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhir
(output) dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan
dengan geografi.
2. Fungsi dan Tujuan SIG
 Fungsi Sistem Informasi Geografis (SIG)
 Sebagai penunjang Pengembangan wilayah
 Menejemen tataguna lahan / ruangan
 Inventarisasi sumber daya alam
 Untuk pengawasan daerah bencana
 Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah untuk mempermudah
mendapatkan informasi yang telah di olah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek.
Ciri utama data yang bisa di manfaatkan dalam SIG adalah data yang berkaitan dengan lokasi
dan merupakan dasar-dasar yang belum dispesifikasi.
3. Komponen pendukung SIG
 Hardware/perangkat keras
 Software/ Perangkat lunak
 Data
 Sumber daya manusia
4. ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science &
Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang
berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web.
5. Jenis-jenis ArcGis beserta fungsinya
 ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat menggunakan produk
ArcGIS lainnya;
 ArcGIS Desktop, memiliki lima tingkat lisensi:
 ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat peta berlapis,
serta melakukan analisis spasial dasar;
 ArcMap adalah aplikasi utama untuk kebanyakan proses GIS dan pemetaan dengan
komputer. ArcMap memiliki kemampuan utama untuk visualisasi, membangun database spasial
yang baru, memilih (query), editing, menciptakan desain-desain peta, analisis dan pembuatan
tampilan akhir dalam laporan-laporan kegiatan. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ArcMap
diantaranya yaitu penjelajahan data (exploring), analisa sig (analyzing), presenting result,
customizing data dan programming
 ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan tambahan peralatan untuk
memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;
 ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan fungsi manipulasi
data, penyuntingan, dan analisis.
 ArcCatalog , tool untuk menjelajah (browsing), mengatur (organizing), membagi (distribution)
mendokumentasikan data spasial maupun metadata dan menyimpan (documentation) data – data
SIG. ArcCatalog membantu dalam proses eksplorasi dan pengelolaan data spasial. Setelah data
terhubung, ArcCatalog dapat digunakan untuk melihat data. Bila ada data yang akan digunakan,
dapat langsung ditambahkan pada peta.  Seringkali, saat memperoleh data dari pihak lain, data
tidak dapat langsung digunakan. Data tersebut mungkin masih perlu diubah sistem koordinat
atau proyeksinya, dimodifikasi atributnya, atau dihubungkan antara data geografis dengan atribut
yang tersimpan pada tabel terpisah. Pada saat data siap, isi dan struktur data sebagaimana halnya
perubahan-perubahan yang dilakukan, harus didokumentasikan. Berbagai aktivitas pengelolaan
data ini dapat dilakukan menggunakan fasilitas yang tersedia pada ArcCatalog.

Pedoman Penilaian Soal Isian


Soal Nomor Benar Kurang Tepat Salah Nilai
1 100 75-85 0 100
2 100 75-85 0 100
3 100 75-85 0 100
4 20@point 75-85 0 100
5 100 75-85 0 100
Nilai Akhir = ∑ nilai soal isian 100
5

Mengetahui Nganjuk, 18 Juli 2017


Kepala Sekolah, Guru Diklat,

Drs. KOESTIYO HADI, [Link]. RIZKY FITRIA [Link]


NIP. NIP.

Anda mungkin juga menyukai