KARAKTERISTIK ARUS LALU
LINTAS
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS HASYIM ASYARI
Arus Lalu Lintas
Arus Lalu lintas : interaksi antara pengemudi,
kendaraan, dan jalan
Parameter :
1. Volume
2. Kecepatan dan kepadatan
3. Tingkat Pelayanan (LOS)
4. Derajat Kejenuhan (DS)
Arus Lalu Lintas
Menurut Wohl dan Brian (1967) dalam sebuah
aliran lalulintas pada suatu ruas jalan terdapat
tiga variabel utama yang digunakan untuk
mengetahui karakteristik arus lalulintas, yaitu :
1. Volume (flow)
2. Kecepatan (speed)
3. Kepadatan (density)
Volume
Volume (flow) yaitu jumlah kendaraan yang
melewati suatu titik tinjau tertentu pada suatu
ruas jalan per satuan waktu tertentu. Satuannya
adalah kend/jam atau kend/hari
Kecepatan
Kecepatan (speed) yaitu jarak yang dapat
ditempuh kendaraan pada suatu ruas jalan per
satuan waktu, dalam satuan km/jam atau
m/detik.
Kepadatan
Kepadatan (density) yaitu jumlah kendaraan per
satuan panjang jalan tertentu dengan satuan
kend/km.
Hubungan Dasar
Hubungan dasar dari ketiga variable utama
tersebut dapat dinyatakan dalam hubungan
matematis (Papacostas dan Prevendourus,
2001), sebagai berikut :
q = k . Vs
dengan :
q = volume (kend/jam)
k = kepadatan (kend/km)
Vs = kecepatan rata – rata ruang (km/jam)
Hubungan Dasar
Hubungan secara grafis
Hubungan Dasar
Dari Gambar terlihat bahwa kecepatan (V) akan berkurang
jika kepadatan lalulintas (k) bertambah. Kecepatan volume bebas
(free flow speed) di titik V1 akan terjadi pada saat kepadatan (k)
= 0, dan ketika terjadi kemacetan (jam density) di titik k1
kecepatan (V) akan sama dengan 0.
Hubungan antara volume dan kepadatan memperlihatkan
bahwa volume akan bertambah apabila kepadatannya juga akan
bertambah. Volume maksimum (qmax) terjadi pada saat
kepadatan mencapai titik km saat kapasitas jalan sudah tercapai.
Setelah mencapai titik ini, volume akan kembali menurun
walaupun kepadatan bertambah sampai kemacetan di titik k1
terjadi.
Volume
Volume adalah jumlah kendaraan (atau mobil
penumpang) yang melalui suatu titik tiap satuan
waktu.
Manfaat data volume :
• Nilai kepetingan relatif suatu rute
• Fluktuasi dalam arus
• Distribusi lalu lintas dalam sebuah sistem jalan
• Kecenderungan pemakai jalan
Volume
Data volume dapat berupa volume :
a. Berdasarkan arah arus
• Dua arah
• Satu arah
• Arus lurus
• Arus belok (kiri atau kanan)
b. Berdasarkan jenis kendaraan
• Mobil penumpang atau kendaraan ringan
• Truk besar
• Truk kecil
• Bus
• Angkutan kota
• Sepeda motor
Volume
c. Waktu pengamatan survei lalu lintas, seperti 15 menit, 1 jam
atau 1 jam hijau (khusus persimpangan berlampu lalu lintas)
d. Volume jenuh merupakan volume yang hanya dikenal pada
persimpangan berlampu lalu lintas. Volume jenuh merupakan
volume maksimum yag dapat melewati garis stop, setelah
kendaraan mengantri pada saat lampu merah, kemudian
bergerak ketika menerima lampu hijau.
Volume
Volume lalu lintas mempunyai nama khusus berdsarkan
bagaimana data itu diperoleh :
1. ADT (average daily traffic)
2. AADT (average annual daily traffic
3. AAWT (average annual weakday traffic)
4. Maximum annual hourly volume
5. 30 HV (30th highest annual hourly volume)
6. Rate of flow atau flow rate
7. Peak hour factor (PHF)
Kecepatan
Kecepatan adalah jarak yang ditempuh dalam satuan waktu,
atau nilai prubahan jarak terhadap waktu. Kecepatan dari suatu
kendaraan dipengaruhi oleh faktor – faktor manusia, kendaran
dan prasarana, serta dipenuhi pula oleh arus lalulintas, kondisi
cuaca dan lingkungan alam sekitarnya.
Kecepatan merupakan parameter yang penting khususnya
dalam desain jalan, sebagai informasi mengenai kondisi
perjalanan, tingkat pelayanan dan kualitas arus lalulintas
(kemacetan dan unjuk kerja lalulintas) (Teknik Survai lalulintas
dan Angkutan Jalan,1995). Batas kecepatan kendaraan yang
digunakan adalah 85 persentil.
Kecepatan
Hubungan antara kecepatan, jarak dan waktu :
Kecepatan
Istilah dalam kecepatan :
1. Speed
2. Spot Speed
3. Average Spot Speed
4. Running Speed
5. Overall Travel Speed
6. Operating Speed
7. Design Speed
Kecepatan
Istilah untuk kualifikasi kecepatan jalan :
1. Median Speed
2. Eighty five percentile Speed
3. Modal Speed atau Mode
4. Pace
Kepadatan
Kepadatan adalah jumlah kendaraan yang menempati panjang
ruas jalan tertentu atau lajur yang umumnya dinyatakan sebagai
jumlah kendaraan per kilometer
Hubungan kepadatan:
K = kepadatan
L = panjang ruas yang diamati
N = jumlah kendaraan
Tingkat Pelayanan (LOS)
Tingkat pelayanan menyatakan tingkat kualitas arus lalu lintas
yang sesungguhnya terjadi.
Ukuran LOS untuk berbagai jenis prasarana :
Tingkat Pelayanan (LOS)
Tingkat pelayanan untuk masing masing kelas jalan bebas
hambatan (freeway) :
a. Free flow
b. Stable flow, pengemudi mulai merasakan pengaruh
kehadiran kendaraan lain
c. ‘Stable flow, pengemudi sangat merasakan pengaruh
keberadaan kendaraan lain
d. Stable flow dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi
e. Ustable flow
f. Forced flow
Tingkat Pelayanan (LOS)
Penggolongan tingkat pelayanan untuk ruas utama jalan bebas
hambatan :
Derajat Kejenuhan (DS)
Derajat Kejenuhan (DS)
Tingkat Pelayanan Jalan
Kecepatan
Tingkat Batas
Rata –
Pelayana Lingkup Karakteristik – karakteristik
rata
n DS
(km/jam)
Kondisi arus bebas dengan kecepatan tinggi.
Pengemudi dapat memilih kecepatan yang
A >48 0,00 – 0,20
diinginkan tanpa hambatan.
Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai
dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi
B >40 0,21 – 0,44 memiliki kebebasan yang cukup untuk
memilih kecepatan.
Arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak
kendaraan dikendalikan. Pengemudi dibatasi
C >32 0,45 – 0,74
dalam memilih kecepatan
Arus mendekati tidak stabil, kecepatan
masih dikendalikan, DS masih dapat
D >24 0,75 -0,84
ditolerir.
Volume lalu lintas mendekati/berada pada
kapasitas arus lalu lintas tidak stabil,
E =24 0,85 – 1,00
kecepatan terkadang terhenti.
Arus yang dipaksakan atau macet, volume
dibawah kapasitas, terjadi antrian panjang
F <24 >1,00
dan hambatan – hambatan yang besar.
Tugas
1. Baca MKJI 1997
2. Buat makalah tentang Jalan Perkotaan (Bab 5)