Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
PERTEMUAN 6 :
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN BISNIS, USAHA
MENGANTISIPASI DAN MENGADAPTASI PREDIKSI BISNIS
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai karakteristik lingkungan bisnis, usaha
mengantisipasi dan mengadaptasi prediksi bisnis, diharapkan mahasiswa mampu:
1.1. Mengetahui karakteristik lingkungan bisnis
1.2. Mengetahui usaha mengantisipasi dan mengadaptasi prediksi bisnis
B. URAIAN MATERI
Tujuan Pembelajaran 1.1:
Karakteristik Lingkungan Bisnis
JAMAN GLOBALISASI EKONOMI
Kita sekarang telah mengarungi Abad XXI, suatu abad yang diawali
dengan globalisasi ekonomi yang melanda semua negara di dunia. Dalam sejarah
umat manusia, belum pernah pergantian abad, yang sekaligus merupakan
pergantian millennium (masa seribu tahun), ditandai dengan globalisasi ekonomi
yang sedemikian pesat dan pervasif. Globalisasi ekonomi dimungkinkan dengan
semakin luasnya penerapan teknologi informasi (komputer, telekomunikasi, dan
peralatan kantor elektronik) dalam semua arena kehidupan dan kemajuan yang
pesat dalam bidang transportasi.
Tiba-tiba manajemen perusahaan Indonesia dipaksa untuk mengikuti
“olimpiade” dalam menghasilkan produk dan jasa, dengan mengikuti aturan-
S1 Manajemen Universitas Pamulang 1
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
aturan tingkat dunia. Keadaan ini memaksa manajemen perusahaan Indonesia
untuk mengubah secara radikal prinsip-prinsip manajemen yang selama ini
digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi masyarakat.
Untuk dapat bertahan hidup dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang
telah berubah ini, manajemen perusahaan perlu mengubah paradigma manajemen
mereka agar sikap dan tindakan mereka dalam menjalankan bisnis menjadi efektif.
Proses Globalisasi Ekonomi
Secara garis besar, globalisasi ekonomi ditandai dengan empat proses
berikut ini: mobilitas, keserentakan, pencarian jalan bebas hambatan, dan
kemajemukan. Kombinasi keempat proses tersebut mengakibatkan meningkatnya
aktivitas lintas batas antarnegara dan pemanfaatan teknologi informasi yang
memungkinkan komunikasi informasi ke seluruh dunia hampir secara sekejap.
1. Mobilitas
Pada waktu teaching hospitals di Boston USA mengalami kekurangan
tenaga perawat, secara cepat rumah sakit di sana memenuhi kebutuhan mereka
dari ketersediaan tenaga perawat di Irlandia dan Pilipina.
Disamping modal dan angkatan kerja, ide sangat mudah menembus batas-
batas antarnegara melalui media global, computer, dan telekomunikasi. Dalam
tahun 1994, CNN mencakup penyiaran di 140 negara, dengan jumlah penonton
123 juta rumah tangga. Koran Wall Street Journal, International Herald Tribune,
dan US Today melalui teknologi cetak jarak jauh, dapat dinikmati oleh
pembacanya di seluruh pelosok dunia pada saat bersamaan. Transfer informasi
berkecepatan tinggi (hight speed information transfer) memungkinkan transfer
S1 Manajemen Universitas Pamulang 2
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
informasi melalui komputer dan telekomunikasi tanpa hambatan oleh kekuasaan
pemerintah negara manapun. Mesin fax menjadikan aliran ide antarindividu
menembus batas-batas antarnegara.
2. Keserentakan
Di masa lalu TV hitam putih memerlukan waktu 12 tahun untuk memasuki
pasar di Eropa dan Jepang sejak dipasarkan pertama kali di USA. TV warna hanya
memerlukan waktu sekitar lima sampai enam tahun untuk memasuki pasar di
Jepang, dan sedikit lebih lama untuk memasuki Eropa, setelah TV warna
ditemukan di USA. Facimilie hanya memerlukan satu bulan untuk masuk ke pasar
Indonesia sejak diperkenalkan di USA. Proses keserentakan menjadi semakin
tinggi dalam jaman globalisasi ekonomi ini.
3. Pencarian jalan bebas hambatan
Monopoli pengiriman surat dan barang oleh pos di semua negara dipecah
oleh bisnis pengiriman barang dan surat seperti Federal Express dan DHL.
Monopoli siaran TV oleh pemerintah dipecahkan dengan munculnya siaran TV
swasta dan cable TV. Teknologi EFT (Electronic Fund Transfer) memungkinkan
transfer dana antarperusahaan menembus batas-batas negara dapat berlangsung
tanpa dapat dideteksi oleh bank sentral. Malaysia mempercepat akselerasi
pendidikan rakyatnya dengan mengubah undang-undang pendidikannya untuk
memungkinkan masuknya pendidikan tinggi luar negeri beroperasi di negara
tersebut. Indonesia perlu segera merevisi undang-undang pendidikannya untuk
memungkinkan negara-negara maju (seperti Australia) mendirikan pendidikan
tinggi di Indonesia. Proses pencarian jalan bebas hambatan menjadi semakin
meluas dalam jaman globalisasi ekonomi.
S1 Manajemen Universitas Pamulang 3
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
4. Kemajemukan (pluralisme)
Jaman globalisasi ekonomi ditandai dengan meningkatnya proses
kemajemukan, yang menjadikan pusat tidak dapat lagi mampu mengendalikan
semua urusan. Jaman ini menjadikan lingkungan bisnis sangat turbulen.
Lingkungan bisnis ini menjadikan pemusatan pengambilan keputusan di kantor
pusat menjadi tidak efektif lagi. Dengan samakin turbulennya lingkungan bisnis,
perusahaan-perusahaan memerlukan kecepatan respon terhadap setiap perubahan
yang terjadi. Bahkan desentralisasi wewenang pengambilan keputusan ke
manajemen bawah saja tidak cukup untuk menghadapi lingkungan bisnis yang
kompleks dan turbulen; perusahaan banyak yang menempuh pemberdayaan
karyawan menjadikan karyawan perusahaan memiliki wewenang untuk akses ke
pusat informasi dan menggunakannya untuk pengambilan keputusan atas
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, tanpa otorisasi dari manajer
atasannya.
Gambaran Perubahan Lingkungan Bisnis di Jaman Globalisasi Ekonomi
Pasar tidak lagi hanya dimasuki oleh pesaing-pesaing domestik, namun
telah didatangi oleh pesaing-pesaing mancangeara yang membawa produk dan
jasa yang sarat dengan kandungan pengetahuan tingkat dunia.
Globalisasi ekonomi berdampak terhadap 3 C: Customer, Competition,
and Change. Perusahaan-perusahaan dipaksa memasuki suatu daerah yang di
dalamnya 3 C tersebut mengalami perubahan yang sangat berbeda dengan
keadaannya di masa yang lalu.
1. Customer memegang kendali bisnis
S1 Manajemen Universitas Pamulang 4
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
Akibat globalisasi ekonomi, terjadi pergeseran kekuasaan dalam pasar.
Keadaan yang sebelumnya produsen yang menentukan produk dan jasa apa yang
harus disediakan di pasar, berubah menjadi customer menentukan produk dan jasa
yang mereka butuhkan, yang harus dipenuhi oleh produsen.
Customers meminta produk dan jasa yang didesain untuk memenuhi
kebutuhan unik dan tertentu mereka. Customers secara individual menuntut agar
ia diperlakukan secara individual. Customers menjadi sangat pemilih (choosy).
Dengan perubahan karakteristik customer ini, filosofi yang digunakan oleh
produsen dalam menghasilkan produk dan jasa berubah dari mass production
menjadi mass customization. Filosofi mass customization dipakai untuk
memenuhi kebutuhan customer berdasarkan anggapan bahwa pasar pada dasarnya
berupa segmented market. Setiap market segment terdapat sekelompok customers
yang menuntut untuk diperlakukan secara khusus oleh produsen sesuai dengan
kebutuhan khusus mereka.
Teknologi informasi menyediakan shared database yang mudah diakses,
yang memungkinkan para produsen produk dan jasa serta pengecer untuk
memiliki dan menggunakan informasi mengenai costumer mereka, tidak hanya
informasi dan berbagai tuntutan mereka, sehingga keadaan ini meletakkan dasar
baru dalam persaingan.
2. Kompetisi semakin tajam
Globalisasi ekonomi tidak hanya menambah jumlah pesaing di pasar,
namun juga menyebabkan bervariasinya persaingan yang terdapat di [Link]
dan jasa dalam persaingan global bersaing berdasarkan kandungan pengetahuan
yang terdapat di [Link] global diwarnai oleh keadaan yang
S1 Manajemen Universitas Pamulang 5
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
didalamnya perusahaan yang memiliki kinerja yang baik mendesak keluar
perusahaan yang [Link] informasi telah mengubah secara dramatis
karakteristik persaingan yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya oleh banyak
perusahaan. Teknologi informasi memperluas hal yang mungkin dilaksanakan
oleh perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka, sehingga meningkatkan
tuntutan customers terhadap perusahaan-perusahaan yang memenuhi kebutuhan
mereka.
3. Perubahan menjadi berubah
Globalisasi ekonomi menyebabkan karakteristik perubahan sangat berbeda
dengan sebelumnya. Jika dimasa lalu orang hanya mengenal bahwa yang konstan
di dunia ini hanya perubahan, dalam jaman globalisasi ekonomi ini, perubahan
telah berubah menjadi konstan, pesat, radikal, serentak, dan pervasif. Perubahan
menjadi suatu yang normal terjadi. Globalisasi ekonomi telah mengubah tingkat
perubahan yang terjadi dalam [Link] perubahan menjadi meningkat
dengan pesat dan serentak. Di samping itu, perubahan yang terjadi mempunyai
dampak merembes (pervasif) ke seluruh dunia.
Perubahan Jalan Pikiran Produsen Ke Logika Customer
Namun, mengubah jalan pikiran bukan merupakan hal yang mudah
dilakukan, karena orang memiliki kecendrungan untuk functional fixation, mudah
menafsirkan sesuatu yang baru dengan konsep lama yang telah dimiliki
sebelumnya. Berikut ini disajikan perbedaan jalan pikiran produsen dan logika
customers menurut Risabeth Moss Kanter dalam bukunya yang berjudul World
Class: Thriving Locally in The Global Economy.
S1 Manajemen Universitas Pamulang 6
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
1. Produsen berpikir bahwa mereka membuat produk. Customers berpikir
bahwa mereka membeli jasa.
2. Produsen menginginkan untuk memaksimumkan kembalian (return) atas
sumber daya yang mereka miliki. Custumers mempedulikan tentang
apakah sumber daya digunakan oleh produsen untuk memberikan manfaat
bagi customer, bukan bagi pemiliknya.
3. Produsen khawatir tentang kekeliruan yang terlihat. Customer meninggalkan
produsen karena kekeliruan yang tidak terlihat.
4. Produsen berpikir bahwa teknologi mereka menciptakan produk. Customer
berpikir bahwa kebutuhan merekalah yang menciptakan produk.
5. Produsen mengorganisasi kegiatan untuk kenyamanan intern mereka.
Customer menginginkan kenyamanan mereka yang diutamakan.
Logika produsen: mereka membuat produk. Logika customer: mereka
membeli jasa. Dipandang dari sisi customer, produk yang dihasilkan oleh
produsen tidak lebih dari sekedar suatu alat berwujud untuk mendapatkan jasa
yang dapat dihasilkanoleh produk tersebut. Suatu produk baru dapat menghasilkan
value bagi customer setelah melalui use process (yang secara keseluruhan melalui
tahap-tahap lengkap: find, acquire, transport, store, use, dispose of, stop).
Logika produsen: memaksimisasi kembalian (return) atas sumber daya
yang mereka miliki. Logika customer: seluruh sumber daya perusahaan digunakan
untuk menghasilkan manfaat bagi customer. Produsen menginginkan untuk dapat
menjual lebih banyak melampaui kapasitas untuk membuat yang telah mereka
miliki. Namun, customer tidak perlu peduli dengan kepemilikan sumberdaya
tertentu; mereka menginginkan berbagai sumberdaya terbaik ditarik bersama dari
S1 Manajemen Universitas Pamulang 7
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
berbagai sumber untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka. Pergeseran logika
produsen ini menjadikan perusahaan lebih fleksibel: kepemilikan atas fasilitas
tetap menjadi berkurang dan kemitraan dengan perusahaan lain menjadi
meningkat untuk memenuhi kebutuhan tertent customer.
Logika produsen: khawatir tentang kekeliruan yang terlihat. Logika
customer: mereka meninggalkan produsen karena kekeliruan yang tidak terlihat.
Customer menginginkan masalah mereka dapat diselesaikan dan mimpi mereka
[Link] masa lalu, produsen hanya memfokuskan untuk menghasilkan zero
defect dalam pengelolaan kualitas, sehingga dapat menghindarkan diri dari biaya-
biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya kekeliruan yang dapat [Link]
masa kini, produsen lebih mengkhawatirkan terjadinya kekeliruan yang tidak
terlihat-kegagalan untuk mengambil resiko. Perusahaan perlu melaksanakan
inovasi untuk memenuhi kebutuhan customer tersebut, atau pihak lain yang akan
memenuhinya. Di masa kini, bisnis dikelilingi oleh (1) kesempatan yang
terselubung-harapan dan impian customer-dan (2) musuh yang tidak terlihat-
perusahaan baru di luar negeri atau di luar industri yang memiliki kemampuan
yang lebih baik dalam memenuhi harapan dan impian customer [Link]
produsen: teknologi mereka menciptakan produk. Logika customers: kebutuhan
mereka yang menciptakan produk. Produsen yakin bahwa mereka berorientasi ke
pasar jika mereka menanyakan kepada customer tentang pendapat customer
terhadap produk yang telah ada.
Logika produsen: kegiatan diorganisasi untuk kenyamanan intern mereka.
Logika customer: kenyamanan mereka yang perlu diutamakan. Menurut logika
produsen, pertimbangan manajerial merupakan yang utama: mengorganisasi
S1 Manajemen Universitas Pamulang 8
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
fungsi, membuat deskripsi pekerjaan, atau membuat sistem pengendalian. Sebagai
contoh, dari sudut produsen, keseragaman dan strandarisasi merupakan hal yang
sangat memudahkan [Link], customer menginginkan keberagaman
dan kesesuaian dengan keinginan [Link] karena itu, dimasa sekarang,
produsen yang berorientasi kepada customer mengutamakan kenyamanan
customer dalam mendesain sistem informasi manajemen untuk melayani transaksi
perubahan dengan customer.
Tujuan Pembelajaran 1.2:
Usaha Mengantisipasi Persaingan Bisnis
Dalam dunia usaha, persaingan adalah sesuatu yang wajar dan biasa
terjadi. Karena produsen suatu produk tidak hanya satu, tapi banyak sekali
produsen yang menerjuni pasar produk yang sama. Maka jika hal ini terjadi,
persaingan tak bisa di hindari. Oleh karena itu system marketing yang baik akan
sangat membantu anda dalam bertahan menghadapi persaingan. Tapi bukan hanya
itu, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk membantu anda
menghadapi sengitnya persaingan dalam usaha. Dan inilah Empat Cara
Mengatasi Persaingan Usaha yang dapat anda terapkan.
Empat Cara Mengatasi Persaingan Usaha
Cara Menghadapi Persaingan Usaha
1. Produk yang Menarik
Jika anda sudah terbiasa dalam dunia usaha, tentu produk yang menarik di mata
pelanggan menjadi sebuah produk yang memiliki prospek cerah. Seperti yang
S1 Manajemen Universitas Pamulang 9
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
dikutip dalam blog informasi tabloid peluang bisnis Jika usaha anda berada di
bidang yang persainganya cukup ketat, maka anda harus bisa membuat produk
anda semenarik mungkin. Buatlah produk anda terlihat unik dan beda dari produk-
produk perusahaan lain. Selain dapat menarik konsumen, produk yang unik juga
akan memberi identitas yang kuat bagi produk anda di pasar.
Karena dengan keunikan yang di miliki produk anda, maka para konsumen akan
dengan mudah mengenali produk anda. Selain itu, produk yang unik dan belum
pernah ada, biasanya akan mendapat sambutan yang cukup hangat. Alasanya,
karena para konsumen akan merasa penasaran dan ingin membedakan apa
bedanya produk anda dengan produk lain yang sejenis. Dan ketika produk anda
sudah mulai mendapat pelanggan tetap, maka anda dapat mengembangkanya agar
para pelanggan anda tidak pindah ke “lain hati”.
2. Manfa’atkan Teknologi
Dalam menghadapin persaingan, anda juga dapat memanfa’atkan teknologi yang
sudah mulai maju dalam produksi anda. Dengan memanfa’atkan teknologi, anda
dapat meningkatkan kualitas produk anda. Dan tentunya anda dapat
meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam proses produksi yang biasanya sering
di lakukan oleh tenaga manusia. Selain itu, adanya teknologi juga akan membantu
proses produksi semakin cepat. Dan hal ini akan sangat penting untuk memenuhi
jadwal produk anda yang sudah di target oleh perusahaan.
3. Tingkatkan Kualitas SDM
S1 Manajemen Universitas Pamulang 10
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
Dalam menghadapi persaingan usaha, anda harus lebih inovatif. Dan untuk bisa
inovatif, anda harus di dukung oleh SDM (sumber daya manusia) yang kreatif dan
produktif. Maka dari itu, anda harus mampu meningkatkan kualitas SDM yang
anda miliki dengan mengajarkan berbagai pelatihan yang di butuhkan untuk
membantu perkembangan usaha anda dan mampu di ajak bekerja sama
menghadapi persaingan.
4. Perhatikan Pelayanan
Pelanggan adalah raja. Ini adalah prinsip yang harus anda pegang teguh. Karena
dengan pelayanan yang baik, para pelanggan anda secara tak langsung akan
terikat dengan anda. Dan ini menjadi situasi yang menguntungkan anda dalam
menghadapi persaingan. Terutama dengan para pesaing-pesaing baru. Karena
biasanya para pelanggan lebih memilih dengan produsen yang sudah mereka
percayai dengan pelayanan yang ramah dari pada produsen baru yang belum
mereka kenal. Intinya, pelayanan yang baik akan sangat anda butuhkan untuk
menjalin komunikasi dan hubungan yang baik antara anda dan konsumen anda.
C. SOAL LATIHAN/TUGAS
1. Sebutkan empat Cara Mengatasi Persaingan Usaha!
2. Bagaimanakah cara meningkatkan kualitas SDM!
3. Jelaskan perbedaan jalan pikiran produsen dan logika customers menurut
Risabeth Moss Kanter dalam bukunya yang berjudul World Class:
Thriving Locally in The Global Economy!
DAFTAR PUSTAKA
S1 Manajemen Universitas Pamulang 11
Modul Seminar Perencanaan Sumber Daya Manusia
Hasibuan, Malayu.2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Bumi
Aksara
Mangkunegara, Anwar Prabu. [Link] Sumber Daya Perusahaan.
Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Marwansyah, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.
Nawawi, Hadari. [Link] SDM Untuk Organisasi Yang Kompetitif.
Jakarta: Gajah Mada University Press.
S1 Manajemen Universitas Pamulang 12