0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan13 halaman

Metodologi Penelitian R&D Pendidikan

Makalah ini membahas penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) sebagai salah satu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk baru dan menguji validitas serta keefektifannya. R&D dapat dilakukan di berbagai bidang termasuk pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran."

Diunggah oleh

sri mulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
190 tayangan13 halaman

Metodologi Penelitian R&D Pendidikan

Makalah ini membahas penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) sebagai salah satu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk baru dan menguji validitas serta keefektifannya. R&D dapat dilakukan di berbagai bidang termasuk pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran."

Diunggah oleh

sri mulyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester pada mata kuliah
Methodologi Penelitian
Dosen pengampu : [Link] Faizah, [Link]. [Link].

Disusun oleh kelompok III :

1. Khusnul Khotimah Dwi Astuti 19170608


2. Siti Solichah 19170645
3. Sri Mulyani 19170648
4. Sri Nariyani 19170650
5. Suminem 19170658
6. Rofiqotul Ummah 19170631

SEKOLAH TINGGI PENDIDIKAN ISLAM (STPI)


BINA INSAN MULIA YOGYAKARTA
JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI ( PIAUD )
TAHUN 2021
RESEARCH AND DEVELOPMENT (R&D)

Seiring berkembangnya zaman, manusia selalu berusaha melakukan usaha untuk


meningkatkan taraf hidup mereka. Salah satunya adalah dalam bidang Pendidikan.
Banyak usaha yang dapat dilakukan warga Pendidikan untuk meningkatkan kualitas
Pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan penelitian.
Melalui penelitian, masalah-masalah yang ada dalam dunia Pendidikan dapat
diungkapkan dan dicari solusinya. Selain itu, melalui penelitian juga dapat
mengembangkan dan mengaplikasikan hal baru yang lebih inovatif. Ada beberapa jenis
penelitian yang bisa dilakukan, salah satunya adalah penelitian research and
development (R&D) atau penelitian dan pengembangan (litbang).

A. Apakah R&D itu?


R&D merupakan singkatan dari Research and Development. Secara etimologi,
research berasal dari kata re yang berarti kembali dan search yang berarti
mencari. Dengan demikian, research berarti mencari kembali. Secara leksikal
(arti kata dalam kamus) kata research berarti penelitian, yang kemudian
mengalami adaptasi menjadi kata serapan dalam Bahasa Indonesia yaitu riset.
Sedangkan kata development berarti pengembangan. Sehingga, Research and
Development diartikan sebagai penelitian dan pengembangan atau penelitian
pengembangan yang biasa disingkat menjadi litbang.
Secara umum, pengertian penelitian pengembangan dapat diartikan sebagai cara
ilmiah untuk memperoleh data sehingga dapat dipergunakan untuk
menghasilkan, mengembangkan, dan memvalidasi produk.
Menurut beberapa ahli seperti Borg dan Gall, Gay, Seels dan Richey dan
Sugiyono, pengertian penelitian pengembangan didefinisikan sebagai berikut :
1. Borg dan Gall (1889)
“Penelitian pengembangan (R&D) pendidikan adalah suatu proses yang
digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan”
2. Gay (1990)
Penelitian pengembangan (R&D) didefinisikan sebagai upaya untuk
mengembangkan suatu produk yang efektif dan berupa bahan-bahan
pembelajaran, media, strategi pembelajaran untuk digunakan di sekolah, dan
bukan untuk menguji teori.
3. Seels dan Richey (1994)
Penelitian pengembangan (R&D) diartikan sebagai suatu analisis sistematik
terhadap perancangan, pengembangan dan evaluasi, proses dan produk
pembelajaran yang harus memenuhi kriteria efektifitas, validitas, dan
kepraktisan.
4. Sugiyono (2011)
Metode penelitian dan pengembangan (R&D) didefinisikan sebagai suatu
metode penelitian yang dipakai untuk menghasilkan produk tertentu dan
menguji efektifitas produk tersebut.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian pengembangan memuat
beberapa definisi sebagai berikut :
a. R&D adalah penelitian dengan memberikan perlakuan, diawali dengan adanya
kebutuhan atau permasalahan yang membutuhkan pemecahan berdasarkan pada
kerangka teori tertentu;
b. R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu dan menguji validitas serta keefektifan produk tersebut;
c. R&D adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu
produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, sehingga prosesnya
memakan waktu relatif lama.

B. Mengapa menggunakan R&D?


Metode R&D berbeda dari metode penelitian lainnya. Metode ini lebih sering
digunakan karena :
1. Metode R&D bisa menjembatani kesenjangan antara temuan yang terjadi
dalam penelitian dengan praktek pendidikan, atau bisa dikatakan antara
basic research dan applied research.
2. R&D ini menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi suatu produk
sehingga penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan
meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran secara efektif.
3. Untuk menguji satu atau lebih teori yang mendasari lahirnya suatu produk,
apakah teori tersebut efektif berarti produknya efektif, ataukah teorinya
sudah tidak relevan pada era sekarang terbukti produknya tidak efektif,
bahkan mungkin teorinya perlu dikolaborasikan dengan teori lain bila
produknya dirancang secara multidisiplin.
Menurut Borg and Gall (1989), R&D memiliki empat ciri utama yaitu :
a. Studying research findings pertinent to the product to be develop. Artinya,
melakukan studi atau penelitian awal guna mencari temuan-temuan
penelitian yang berhubungan dengan produk yang hendak dikembangkan
b. Developing the product base on this findings. Artinya, mengembangkan
produk berdasarkan pada hasil temuan penelitian awal tersebut.
c. Field testing it in the setting where it will be used eventually. Artinya,
dilakukan pengujian lapangan dalam setting atau situasi senyata mungkin di
mana produk tersebut nantinya akan dipakai.
d. Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage.
Artinya, melakukan revisi guna memperbaiki kelemahan-kelemahan yang
ditemukan di lapangan.

C. Dimana R&D diaplikasikan?


1. Pada mulanya R&D diaplikasikan di dunia teknologi dan industri yang
merupakan ujung tombak untuk menghasilkan suatu produk baru yang
benar-benar dibutuhkan oleh pasar. Dalam hal ini R&D dilakukan di
perusahaan dan lingkungan masyarakat sebagai pengguna produk.
2. Saat ini R&D lebih banyak digunakan dalam bidang pendidikan dan sosial.
Penelitian ini dilakukan di lembaga pendidikan formal dari jenjang PAUD
sampai perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan non formal seperti pada
kursus atau bimbingan belajar. Penelitian tersebut bertujuan untuk
menghasilkan pengembangan pembelajaran yang lebih baik dan efektif.
Topik penelitian R&D dalam bidang Pendidikan
Secara garis besar wilayah kajian R&D dalam bidang pendidikan menurut
vesi Sumarno dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Organisasi dan Manajemen Pendidikan
Masalah-masalah R&D dalam bidang organisasi dan manajemen
Pendidikan antara lain meliputi metodologi pengubahan perilaku
sistemik organisasi Pendidikan :
 Debirokratisasi structural
 Debirokratisasi kultural
 Profesionalisme interaksional
b. Pembiayaan Pendidikan
Masalah-masalah R&D dalam bidang pembiayaan Pendidikan antara lain
meliputi :
 Model pembiayaan sekolah/ satuan Pendidikan
 Model penggajian guru
 Model pendanaan masyarakat
 Model beasiswa
c. Mutu pembelajaran
Masalah-masalah R&D dalam bidang mutu pembelajaran antara lain
meliputi :
 Implementasi KBK
 Efektivitas kinerja program (akselerasi, unggulan, pengembangan
kultur, ujian akhir)
 Model-model pembelajaran aktif dan berbasis budaya
d. Guru/ pendidik
Masalah-masalah R&D dalam bidang guru/ pendidik antara lain
meliputi:
 Model diklat efektif
 Model LPMP yang efektif sebagai pusat pengembangan karir
guru
 Model peningkatan insentif atau kesejahteraan guru
 Advokasi profesi

D. Siapa yang melakukan R&D?


1. Aktivitas R&D ini biasanya dilakukan oleh suatu unit, lembaga atau pusat
khusus yang dimilik oleh suatu perusahaan, perguruan tinggi, atau lembaga
negara. Dalam konteks bisnis, penelitian pengembangan biasanya merujuk
pada aktivitas yang berorientasi ke masa yang akan datang, dan untuk jangka
panjang.
2. Metode R&D yang menggunakan teknik riset ilmiah standar tanpa
mengharapkan hasil yang pasti (bentuk riset ilmiah murni) biasanya
dilakukan oleh lembaga penelitian seperti BATAN, LIPI, LAPAN, dll.
3. Bentuk pengembangan dari hasil riset yang bersifat praktis bisa dilakukan
oleh BPPT dan Pusat Litbang yang ada di masing-masing departemen
pemerintah ataupun perusahaan.
4. Dalam dunia pendidikan, R&D ini bisa dilakukan oleh guru, dosen, dan
mahasiswa.

E. Kapan R&D dilakukan?


R&D ini dapat dilakukan ketika muncul salah satu atau kedua kondisi seperti
berikut :
1. Muncul masalah terhadap produk yang sudah ada sehingga perlu diperbaiki;
2. Munculnya potensi yang memungkinkan produk yang sudah ada bisa
dikembangkan lebih baik lagi.

F. Bagaimana langkah-langkah R&D?


1. Model Sugiyono

Potensi dan Pengumpulan


Desain Produk Validasi Desain
Masalah data

Perbaikan
Uji coba Revisi produk Uji coba produk desain
pemakaian

Revisi Produk Produksi Masal


Menurut Sugiyono (2009), langkah-langkah penelitian pengembangan terdiri
dari 10 langkah sebagai berikut :
a. Potensi dan masalah
Penelitian berawal dari adanya potensi dan masalah. Potensi adalah segala
sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah juga
bisa dijadikan potensi, apabila dapat mendayagunakannya. Masalah akan
terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang
terjadi.
Potensi dan masalah yang muncul atau dikemukakan dalam penelitian
haruslah ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah
itu tidak harus dicari sendiri, akan tetapi bisa juga berdasarkan laporan
penelitian orang lain maupun dari dokumentasi laporan kegiatan yang
berasal dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date.
b. Pengumpulan data
Mengumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan
sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat
mengatasi masalah tersebut. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-
konsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatu produk,
termasuk ruang lingkup produk, keluasan penggunaan, kondisi-kondisi
pendukung agar produk dapat digunakan secara optimal, serta keunggulan
dan keterbatasannya. Studi literatur juga diperlukan untuk mengetahui
langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut.
c. Desain produk
Hasil akhir dari kegiatan ini berupa desain produk baru yang lengkap dengan
spesifikasinya. Desain produk diperoleh dari pembuatan sistem kerja baru
yang didasarkan pada penilaian terhadap sistem kerja lama serta penelitian
terhadap unit lain yang dipandang sistem kerjanya bagus.
Desain produk ini harus diwujudkan dengan gambar atau bagan, sehingga
dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya, serta
akan memudahkan pihak lain untuk memahaminya.
d. Validasi desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan
produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari
yang lama atau tidak. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut
dalam forum diskusi sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan
kekuatannya.
e. Revisi desain (perbaikan desain)
Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli
lainnya maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut
selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain.
f. Uji coba produk
Desain produk harus dibuat terlebih dahulu menghasilkan produk kemudian
dilakukan pengujian dengan eksperimen yaitu dengan membandingkan
efektivitas dan efisiensi sistem kerja lama dengan yang baru.
g. Revisi produk
Pengujian produk pada sampel terbatas tersebut, menunjukkan bahwa kinerja
sistem baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. Perbedaan sangat
signifikan, sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan.
h. Uji coba pemakaian
Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang
tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru
tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. Namun
dalam operasinya tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul
guna perbaikan lebih lanjut.
i. Revisi produk
Revisi produk dilakukan kembali apabila dalam perbaikan kondisi nyata
terdapat kekurangan dan kelebihan.
j. Produksi masal
Pembuatan produk secara masal dilakukan apabila produk yang telah
diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal.
2. Model Borg and Gall
Menurut Borg dan Gall (1989), penelitian R&D dalam pendidikan meliputi
sepuluh langkah, yaitu :

Research and
Information Develop preliminary Preliminary field
Planning Form of product
collecting testing

Operational Main field Main product


Operational field
Product revision testing revision
testing
testing Product revision

Final Product Disemination and


revision implementation

a. Research and information collecting (penelitian dan pengumpulan data)


Meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, penelitian
skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan.
b. Planning (perencanaan)
Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan-kemampuan yang
diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak
dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah
penelitian, kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas.
c. Develop preliminary form of product (pengembangan draft produk awal)
Meliputi penentuan desain produk yang akan dikembangkan, penentuan
sarana dan prasarana penelitian, penentuan tahap-tahap pelaksanaan uji
desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas pihak-pihak yang
terlibat.
d. Preliminary field testing (uji coba lapangan awal)
Merupakan uji produk secara terbatas, yaitu melakukan uji lapangan
awal terhadap desain produk, yang bersifat terbatas, baik substansi
desain maupun pihak-pihak yang terlibat.
e. Main product revision (revisi hasil uji coba)
Merupakan perbaikan model atau desain berdasarkan uji lapangan
terbatas.
f. Main field testing (uji lapangan produk utama)
Merupakan uji produk secara lebih, meliputi uji efektivitas desain (pada
umumnya menggunakan teknik eksperimen model pengulangan). Hasil
dari uji ini adalah diperolehnya desain yang efektif, baik dari sisi
substansi maupun metodologi.
g. Operational product revision (revisi produk)
Merupakan penyempurnaan produk atas hasil uji lapangan berdasarkan
masukan dan hasil uji lapangan utama.
h. Operational field testing (uji coba lapangan skala luas/ uji kelayakan)
Langkah ini dilakukan dengan skala besar, meliputi uji efektivitas dan
adaptabilitas desain melibatkan para calom pemakai produk.
i. Final product revision (revisi produk final)
Merupakan penyempurnaan produk yang sedang dikembangkan.
j. Disemination and implementation (desiminasi dan implementasi)
Melaporkan produk pada forum-forum profesional di dalam jurnal dan
implementasi produk pada praktek pendidikan.
G. Contoh Judul Penelitian R&D dalam Bidang Pendidikan
Berikut beberapa contoh judul penelitian R&D dalam bidang Pendidikan :
a. Pengembangan Metode Pembelajaran Keterampilan Membaca Bahasa Arab
Berbasis Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence).
b. Pengembangan Media Pembelajaran Gambar Berseri untuk Meningkatkan
Keterampilan Berbahasa Indonesia pada Anak Kelas II SDN 3 Semeru Raya.
c. Pengembangan Model Pembelajaran Sains Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Lampung.
d. Pengembangan Alat Peraga Pembelajaran Matematika Untuk Kelas III SD
dengan Materi Perkalian Berbasis Metode Montessori.
e. Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning (M-Learning)
Berbasis Android pada Sistem Peredaran Darah Manusia.
H. Sistematika Laporan Hasil Penelitian R&D dalam Bidang Pendidikan
Berikut adalah contoh sistematika laporan hasil penelitian R&D dalam bidang
Pendidikan :

Sistematika Laporan Hasil Penelitian R&D

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Teoritis
B. Kerangka Berfikir
C. Hipotesis (Produk yang Dihasilkan)
BAB III METODE PENELITIAN
A. Model Pengembangan
B. Prosedur Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Instrumen Penelitian
F. Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Desain Awal Produk
B. Hasil Pengujian Pertama
C. Revisi Produk
D. Hasil Pengujian Tahap II
E. Revisi Produk
F. Pengujian Tahap III
G. Penyempurnaan Produk
H. Pembahasan Produk
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN INSTRUMEN
LAMPIRAN DATA
LAMPIRAN PRODUK
DAFTAR PUSTAKA

Aliya, Humaira. 2021. Pelajari Research and Development serta Peran Pentingnya
untuk Inovasi Perusahaan. [Link]
development-adalah/#.YUWyjbgzbIV 18 Maret 2021
Hanafi. 2017. “Konsep Penelitian R&D dalam Bidang Pendidikan. Saintifika Islamica:
Jurnal Kajian Keislaman Volume 4 N0. 2 Juli-Desember 2017. ISSN : 2407-
053X Halaman : 129-150.
Hidayat, Candra. “Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli, Tujuan dan
Ciri-Cirinya”. [Link]
menurut-ahli/
[Link]
Sumarni, Sri. 2019. “Model Penelitian dan Pengembangan (R&D) Lima Tahap
(MANTAP). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Anda mungkin juga menyukai