Nama : Evi Nur Vadia Putri
Nim : G191600373
Kelas : VA
A. SOP Pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM)
Pemupukan TM dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman guna
menunjang pertumbuhan untuk mencapai produksi yang optimal, serta ketahanan
terhadap hama dan penyakit. Pemupukan memerlukan biaya yang sangat besar, oleh
karena itu dalam pelaksanaannya diperlukan perhatian dan pengawasan yang baik.
Pembuatan Rekomendasi Pemupukan
Rekomendasi pemupukan TM dibuat setiap tahun untuk menentukan dosis
pemupukan.
1) Penentuan Dosis Pupuk
Dosis pupuk ditentukan berdasarkan pertimbangan hasil analisa daun, hasil
penelitian (spesifik lokasi), umur dan kondisi tanaman, tanah, iklim, keseimbangan
hara, serta efisiensi biaya (pendekatan rasional).
2) Leaf Sampling Unit (LSU) dan Pengiriman Contoh Daun
Leaf sampling unit dilakukan oleh petani yang dikoordinasikan dengan pengurus
koprasi atai SPKS. LSU diambil setiap tahun sekali pada bulan Januari sampai
dengan Maret, pada kondisi normal LSU dilaksanakan sekitar 2-3 bulan setelah
pemupukan semester 2 selesai diaplikasi. LSU pertama kali dilakukan pada saat
awal tahun umur ke 3 TBM. Blok-blok LSU ditentukan secara sempel. Tenaga kerja
disediakan sebanyak 3 HK per LSU dan ditraining oleh Pengurus Koprasi atau
SPKS. Pengawasan dilakukan bersama oleh Kebun petani dan pengurus koprasi
dan SPKS. Sample LSU dikirim ke Laboratorium untuk dianalisa.
3) Soil Sampling Unit (SSU)
Soil sampling unit dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan
kadar hara di dalam tanah secara detail, yang akan digunakan sebagai pendukung
rekomendasi pemupukan. SSU pertama dilakukan saat TBM masuk umur 3 tahun,
selanjutnya dilakukan secara periodik setiap 5 tahun dan 1 tahun sebelum
dilakukan replanting. (TBM 3 th -> TM 8 th -> TM 13 th -> TM 18 th -> TM 23 th ->
1 th sebelum replanting) Contoh tanah diambil secara komposit pada piringan,
gawangan hidup, dan gawangan mati.
Kedalaman pengambilan contoh tanah : 0 -15 cm, 15 - 30 cm. Tenaga kerja
disediakan sebanyak 3 HK per SSU dan ditraining oleh pengurus koprasi atau
SPKD. Alat bor tanah mineral dan bor tanah gambut disiapkan masing-masing
kebun dalam jumlah yang mencukupi. Pengawasan dilakukan bersama. Contoh
SSU dipreparasi (dikering udara dan diayak) di sub station Perusahaan dan dikirim
ke Laboratorium untuk dianalisa.
4) Data Pendukung Rekomendasi Pupuk
Data tanaman pendukung rekomendasi pemupukan meliputi :
Data tanaman TM untuk tahun rekomendasi (Nama Blok, Soil Type, Manuring
Type, Luas, Jumlah Pokok)
Data aktual realisasi aplikasi pemupukan dicatan secara rutin setiap bulan.
Cara Aplikasi
Aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan secara manual. Aplikasi harus dilakukan
secara merata pada areal yang dipupuk.
1) Pemupukan Secara Manual
Dilakukan pada TM muda umur < 7 tahun atau pada TM yang lebih tua yang tidak
dimungkinkan untuk dilakukan secara mekanis.
Pada TM muda pupuk ditabur merata mulai batas luar piringan menuju ke dalam
dengan lebar 1 meter
Pada TM remaja dan tua, ¼ dosis pupuk ditabur 1 m didalam piringan dan ¾ dosis
pupuk ditabur diluar dari batas piringan.
Pupuk fosfat untuk TM muda diberikan di piringan sedangkan pada TM remaja dan
tua diberikan pada tumpukan pelepah maupun di atas bahan organik.
Aplikasi pupuk harus dilakukan dengan sistem untilan.
Pemupukan tanaman yang berada di sempadan sungai mengutamakan
penggunaan pupuk organik.
2) Pemberian Pupuk Mikro
Pupuk mikro HGFB, CuSO4, ZnSO4 dll, pada kondisi normal ditabur dalam
piringan dengan jarak 0,5 m dari pohon.
Pengawasan harus dilakukan dengan baik agar tepat dosis.
Waktu Aplikasi
Pemilihan waktu yang tepat merupakan kunci utama tercapainya efisiensi pemupukan
yang maksimal. Waktu aplikasi harus memperhatikan kondisi curah hujan dan
kebutuhan tanaman. Pupuk diaplikasi pada saat kondisi lembab yang umumnya pada
awal dan akhir musim hujan
Tabel [Link] Periode Akhir Musim Hujan (Aplikasi SM I) dan Awal Musim Hujan
(Aplikasi SM II) Berdasarkan Data Rerata Curah Hujan Setiap Wilayah merupakan
pedoman secara umum, namun demikian curah hujan di masing-masing kebun harus
diperhatikan.
Region Semester 1 semester 2 Aerial application: month to be avoided
too dry too wet
North Sumatra (North estates) March - April October - November February September
North Sumatra (South estates) February - March August -September - -
Riau March - April September - October - December
Jambi February - March August - September - January
South Sumatra April -May September - October August January to April
South Sumatra (MKNE - MTWE) April -May August - September - January and March
Bangka February - March August - September - November to December
Belitung February - March August - September - November to December
Lampung April - May September-October-Novemb August March and December
Central Kalimantan January-February August - September - March to April
South Kalimantan April - May September - October August -
South Kalimantan (TLTE & KNTE) February - March September - October - -
West Kalimantan February - March mid-July to mid-September - October to December
East Kalimantan February - March August - September - -
Papua January-February July-August - -
last revision: 21 March 2011 (jpc)
Pada saat curah hujan rendah dan musim kering, maka aplikasi pupuk harus
mempertimbangkan frekuensi curah hujan dengan ketentuan :
Pemupukan harus dihentikan segera apabila 7 hari berturut-turut tidak terjadi hujan
Pemupukan dapat dilanjutkan segera apabila terdapat minimal 2 hari hujan dengan
curah hujan 25 mm atau 1 hari hujan dengan curah hujan 50 mm dalam kurun waktu
7 hari berturut-turut.
Pemupukan harus dihentikan kembali apabila:
Untuk Urea, segera bila tidak ada hujan dalam 3 hari berturut-turut
Untuk pupuk MOP, Kieserite, Pupuk Mikro segera setelah 7 hari berturut-turuttidak
hujan.
Catatan :
Pupuk Rock Phosphate, Muriate of Potash, Super Phosphate, dan Super Dolomite
dapat diaplikasikan karena tidak terjadi penguapan.
Aplikasi pupuk harus dihindari pada hari dimana setelah hujan lebat. Umumnya CH
antara 30-60 mm (tergantung kondisi tanah khususnya infiltrasi, pada prinsipnya
aplikasi pupuk tidak boleh dilakukan pada kondisi tanah jenuh air) dalam 1 hari.
Maka aplikasi pupuk dapat dilakukan satu hari berikutnya.
1) Waktu aplikasi pupuk yang saling antagonis
Pupuk Ammonium (N) dan Pupuk Alkalis
Pupuk Ammonium seperti Ammonium Sulphate, Ammonium Chloride, dan
Ammonium Nitrate (tidak termasuk UREA) dengan pupuk Alkalis seperti Super
Dolomite, Rock Phosphate maupun Kaptan.
Pupuk Potassium (K) dan Magnesium (Mg)
Pupuk Potassium seperti Muriate of Potash (MOP/KCl) dan Sulphate of Potash
(ZK) dengan pupuk Magnesium seperti Kieserite atau Super Dolomite. Dan antara
pupuk potassium atau magnesium dengan kapur pertanian / kaptan.
Aplikasi pupuk antagonis dapat dilakukan dengan interval yang dekat (3 hari)
dengan kualitas sebaran aplikasi yang merata (tidak menumpuk disatu tempat
yang sama).
Frekuensi Pemupukan
Pada tanah pasir (berdasarkan klasifikasi tekstur tanah lebih dari 70 % pasir dan
kurang dari 20 % liat) Pupuk Urea dan MOP diaplikasi 2-3 kali setahun, sedangkan
Kieserite/ dolomite diaplikasi 1-2 kali setiap tahun. Apabila dosis Urea dan MOP
kurang dari 1.5 kg/pohon/tahun maka aplikasi hanya dilakukan 2 kali.
Nitrogen (N) dan Potassium (K)
Umumnya dua kali aplikasi per tahun. Jarak minimum antara aplikasi tidak kurang
dari 2 bulan. Pada tanah pasir 2-3 kali aplikasi per tahun tergantung pada besaran
dosis pupuk.
Phosphorus (P), Magnesium (Mg), Copper (Cu) dan Boron (B) Diberikan sesuai
dengan rekomendasi pemupukan.