0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan29 halaman

Kebijakan K3 dan Lingkungan Nutrifood

PT. Nutrifood Indonesia berkomitmen untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, memastikan pemahaman risiko pekerjaan, serta melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja K3 dan lingkungan sesuai dengan standar ISO.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan29 halaman

Kebijakan K3 dan Lingkungan Nutrifood

PT. Nutrifood Indonesia berkomitmen untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, memastikan pemahaman risiko pekerjaan, serta melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja K3 dan lingkungan sesuai dengan standar ISO.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

K3L Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan

Lingkungan
PT. Nutrifood Indonesia

nutrifood By HSE Team


k3l
Kebijakan K3 PT. Nutrifood Indonesia
PT. Nutrifood Indonesia berupaya untuk menciptakan
tempat kerja yang aman dan sehat dengan selalu:

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja sesuai dengan


tujuan, ukuran, konteks organisasi dan sifat spesifik dari resiko
dan peluang K3 guna mencegah terjadinya kecelakaan
kerja dan atau penyakit akibat kerja.
Memastikan bahwa setiap orang memahami risiko
pekerjaan dengan baik dan ikut bertanggung jawab akan
keselamatan diri, orang lain, dan aset di setiap tempat
kerjanya melalui proses konsultasi serta partisipasi pekerja
dalam pembuatan program K3.
Mematuhi peraturan K3 dan persyaratan lain yang relevan
terkait K3.
Melakukan perbaikan secara terus-menerus untuk
meningkatkan kinerja K3 maupun Sistem Manajemen K3,
dengan mengacu pada Standar ISO 45001.
Kebijakan Lingkungan PT. Nutrifood
Indonesia
PT. Nutrifood Indonesia, sebagai produsen
minuman/makanan kesehatan, berkomitmen untuk :
Mengendalikan dampak lingkungan sesuai dengan
peraturan perundangan dan persyaratan relevan
lainnya.
Upaya perbaikan terus menerus dilakukan untuk
mencegah pencemaran lingkungan
Meningkatkan kinerja lingkungan , melalui pembuatan
rencana strategis dan program improvement untuk
mencapai tujuan dan sasaran sistem manajemen
lingkungan yang mengacu pada standar ISO 14001
Prosedur Tanggap Darurat
Kondisi Darurat Jenis Kondisi Darurat
segala kejadian yang tidak direncanakan - Kebakaran dan ledakan
yang dapat menyebabkan kematian atau - Bencana Alam (Banjir, Gempa Bumi,dll)
injury serta pencemaran yang signifikan - Huru Hara
bagi para pekerja, orang yang berada
disuatu area kerja, dan lingkungan sehingga - Accident Lingkungan (tumpahan
dibutuhkan tindakan evakuasi, mitigasi B3/LB3, Kebocoran Jalur IPAL,dll)
dan recovery
SEGITIGA API
PROSES NYALA API

adalah Api yang tidak Untuk bisa terjadi api


diperlukan 3 UNSUR : Bahan
diinginkan dan tidak
bakar (Fuel), Udara (oksigen),
terkendali Sumber panas.

KEBAKARAN Pemahaman segitiga api


penting, dalam proses
pemadaman

PEMADAMAN
Memadamkan kebakaran adalah suatu teknik menghentikan
reaksi pembakaran/ nyala api dapat dilakukan dengan prinsip
menghilangkan salah satu/ beberapa unsur dalam proses nyala
api. (Depnakertrans, 2008).
APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Cara Menggunakan
APAR Ingat!! Konsep
PULL (Tarik Pin Pengaman) PASS
Aim (Arahkan Nozzle pada sumber api)

Squeeze (Tekan tuas)

Sweep (Sapu dari setiap sisi)


Prosedur Tanggap Darurat Kebakaran

Bila Melihat Api, segera padamkan menggunakan APAR, jika tidak dapat
menggunakan APAR, segera laporkan ke tim tanggap darurat area kerja

Bila Api tidak dapat dipadamkan, segera tekan tombol alarm

Saat mendengar suara alarm, segera lakukan evakuasi / keluar area kerja untuk
menuju titik kumpul yang sudah ditentukan

Petugas peran / penyelia area kerja, melakukan absensi di titik kumpul


untuk memastikan timnya sudah melakukan evakuasi

Bila di titik kumpul terdapat karyawan yang terluka segera tangani oleh tim P3K /
tim klinik

Seluruh mekanisme evakuasi sampai dgn tiba di titik kumpul maksimal 5


menit
P3K adalah suatu kegiatan pertolongan sementara yang langsung diberikan pada
korban kecelakaan, dengan maksud memberikan perawatan darurat sebelum
pertolongan dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih, disertai dengan
menerapkan protokol keamanan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
seperti : Masker, Baju Pelindung, Sarung Tangan dan Face Shield

Penanganan P3K
(Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

Tujuan P3K :
-Menyelamatkan nyawa
-Meringankan penderita
-Cegah penyakit lebih parah
-Mempertahankan daya tahan korban
Pengelolaan Bahan
B3 dan Limbah B3
Apa itu B3 dan Limbah B3?
Yuk kita lihat lagi bedanya di bawah ini ya…

Bahan B3
Bahan Berbahaya dan Beracun adalah zat, dan/atau komponen
lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya baik secara
langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau
merusak lingkungan hidup, membahayakan lingkungan hidup,
kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup
lain.

Limbah B3
Limbah B3 merupakan sisa usaha dan/atau kegiatan yang
mengandung B3. Limbah B3 dihasilkan dari kegiatan/usaha baik
dari sektor industri, pariwisata, pelayanan kesehatan maupun dari
domestik rumah tangga.
Yang Perlu diperhatikan Dalam
Pengelolaan Bahan B3

Tersedia MSDS Kemasan Tertempel Simbol dan Label Simpan B3 dI Tempat yang Aman
(Materia Safety Data Sheet)
Pastikan setiap kemasan B3 disertai dengan Pastikan bahan B3 tidak disimpan di
Pastikan MSDS terdiri dari 16 section, symbol dan label pada sisi kemasan yang dekat sinar matahari, sumber arus listrik,
diutamakan berbahasa Indonesia dan terlihat/tidak terhalang oleh apapun saat serta sumber panas lainnya.
tidak expired (berlaku 5 tahun dari disimpan.
tanggal terbit MSDS).
Simbol : Lambang yang menandakan
karakteristik bahan.

Label : Identitas nama bahan, konsentrasi,


nama produsen.
Contoh Simbol dan Label Limbah B3

Simbol B3 Label B3

Mudah meledak Iritasi


(explosive) (irritant)

Korosif
Pengoksidasi (corrosive)
(oxidizing)

Berbahaya bagi lingkungan


Mudah menyala
(dangerous to
(flammable) environment)

Beracun Karsinogenik (carcinogenic)


(toxic) Teratogenik (teratogenic
Mutagenik (mutangenic)

Berbahaya Bahaya lain berupa


(harmful) gas bertekanan
(pressure gas)
Cara Penempatan Simbol dan Label B3

Contoh Implementasi

• Pastikan setiap kemasan B3 tertempel simbol dan


label dalam kondisi baik (tidak terlepas/sobek).

• Pastikan juga simbol dan ada di sisi kemasan


yang terlihat saat disimpan.
Cara Penyimpanan Bahan B3

Penyimpanan antara dua jenis B3


harus ada jarak minimal 60 cm

Penyimpanan pada tanki harus dilengkapi dengan


bunwall/tampungan tumpahan dengan kapasitas
110% dari B3 yang disimpan.

Sistem penerangan (lampu/cahaya matahari) Jika


menggunakan lampu, maka harus dipasang minimal 1
meter di atas kemasan denqan sakelar (stop contact)
harus terpasang di sisi luar bangunan.

Ruangan penyimpanan pastikan mempunyai


sirkulasi udara yang baik dan dilenhkapi
dengan exhaust fan.
Tata Cara Pengemasan Limbah B3

Limbah B3 Padat

Contoh : kemasan B3 bekas, kain majun bekas,


batre bekas
Dikemas dalam wadah berbahan dasar plastic
atau kardus dan diikat/ ditutup rapat.

Limbah B3 Cair

Contoh : Solvent bekas, solar bekas, bahan


Kimia kadaluarsa, limbah lab cair.
Dikemas dalam jerigen berbahan dasar plastic
dan ditutup rapat.
Jangan melakukan hal dibawah ini saat
mengemas dan menyimpan B3 dan Limbah B3 ya

Menyimpan B3 tanpa Tidak langsung Mengemas limba B3 cair


disertai symbol dan mengumpulkan limbah B3 dalam kantong plastic
label. pada tempatnya. yang mudah bocor.
Pesawat
Angkat
Angkut
Latar
Belakang
• Kegiatan
pemindahan barang
Material Handling atau
mencapai 50% -
Perpindahan Barang 70% dari total waktu
merupakan aktivitas
memindahkan
produksi . (Apple,
bahan/material dari 1987 dalam Debrina
suatu titik ke titik
lainnya dengan jarak
2014)
tertentu. (Debrina,
2014)
GOALS

1 2 3
Mengenali Jenis- Memahami cara Memahami Sumber
Jenis Pesawat penggunaan dan Bahaya pada
Angkat Angkut Fungsinya Pesawat Angkat
Angkut
Mengenali Pesawat Angkat Angkut

pesawat atau peralatan yang dibuat dan dikonstruksi untuk


memindahkan benda atau muatan, atau orang secara
horisontal, vertikal, diagonal, dengan menggunakan
pesawat atau peralatan yang dibuat, dan di pasang kemudi ataupun tidak dan bergerak di atas landasan,
untuk mengangkat, menurunkan, mengatur posisi permukaan maupun rel atau secara terus menerus dengan
dan/atau menahan benda kerja dan/atau muatan. menggunakan bantuan ban, atau rantai atau rol.
Sumber : Permenaker 8 2020 (K3 Pesawat Angkat Angkut)
Memahami Fungsi & Cara Penggunaan

Motor penggerak :
komponen yang berguna sebagai penggerak Lift Cargo (Hoist Crane) Penggunaan Lift Cargo
hoist dan crane dengan memanfaatkan sistem
• Sebelum katrol digunakan, pastikan seluruh komponen (Rantai/Pintu
kerja elektrik
pengaman, Sling, Rambu (lampu buzzer),Seluruh tombol operasional
dan Emergency) dalam kondisi baik.
Sling/Wire rope : • Letakkan barang sesuai Marka, untuk menjaga kestabilan katrol ketika
Komponen ini berfungsi untuk mengangkat proses pengangkatan
muatan maupun beban pada kapasitas tertentu • Pastikan Beban Barang tidak Melebihi kapasitas daya angkut
• Pastikan katrol sampai pada area yang akan dituju
• Pada saat katrol Tidak digunakan/Tidak ada petugas, letakkan katrol
Hook :
pada Lantai Dasar
Komponen ini berfungsi untuk menyambungkan
antara sling dan sangkar • Bila terjadi Kondisi Abnormal pada katrol ketika dioprasikan, gunakan
tombol EMERGENCY dan segera hubungi penyelia & teknisi

Sangkar :
suatu tempat yang digunakan untuk mengangkut
penumpang maupun barang

Pintu pengaman/rantai pengaman :


Sebagai penanda katrol sedang beroprasi dan
berfungsi sebagai pengaman/memberikan akses
terhadap katrol
Memahami Fungsi & Cara Penggunaan

Sensor Kemudi : Pallet Mover Penggunaan Pallet Mover


komponen ini berguna sebagai kemudi dan sensor
aktivasi unit pallet mover. Dilengkapi dengan tombol • Pastikan Pengguna unit ini telah mengikuti Pelatihan internal
klakson, kode aktivasi, dan penggunaan garpu.
• Sebelum digunakan Cek kondisi unit dan komponennya (kondisi
Garpu: garpu,baterai (bocor/tidak serta kapasitas terisi),roda, klakson dan
Komponen ini berfungsi untuk mengangkat muatan sensor kemudi)
maupun beban pada kapasitas tertentu • Pastikan Berat Barang Tidak Melebihi kapasitas daya angkut unit
• Ketika berada dipersimpangan/area blind spot, gunakan Klakson
Baterai : sebagai penanda
Komponen ini berfungsi sebagai sumber tenaga unit
pallet mover • Jika Sudah tidak digunakan, kunci kembali unit dengan menekan
Tombol merah pada kemudi
Area Pijakan: • Jika ditemukan Kondisi abnormal (terutama pada sensor kemudi)
Berfungsi sebagai pijakan petugas ketika mengendarai hubungi Penyelia dan Teknisi
unit ini
Memahami Fungsi & Cara Penggunaan

Sensor Kemudi :
komponen ini berguna sebagai kemudi dan sensor Pallet Stacker Penggunaan Pallet Stacker
aktivasi unit pallet mover. Dilengkapi dengan tombol
klakson, kode aktivasi, dan penggunaan garpu. Serta • Pastikan Pengguna unit ini telah mengikuti Pelatihan internal
status baterai • Sebelum digunakan Cek kondisi unit dan komponennya (kondisi
Garpu: garpu,baterai (bocor/tidak serta kapasitas terisi),sling/rantai,
Komponen ini berfungsi untuk mengangkat muatan hidrulik,roda, klakson dan sensor kemudi)
maupun beban pada kapasitas tertentu • Pastikan berat barang Tidak melebihi kapasitas daya angkut unit
Rantai/Sling : • Pada saat menyimpan/mengangkut barang pada ketinggian >1m
Komponen ini berfungsi untuk menggerakan garpu (Naik pastikan barang dalam kondisi terikat/kondisi tidak goyang
turun) • Ketika berada dipersimpangan/area blind spot, gunakan Klakson
sebagai penanda
Baterai & Hidrulik : • Jika sudah Tidak digunakan, kunci kembali unit dengan menekan
Komponen ini berfungsi sebagai sumber tenaga dan
Tombol merah pada kemudi
sistem angkat
• Jika ditemukan kondisi abnormal (terutama pada sensor kemudi)
hubungi Penyelia dan teknisi
Sumber Bahaya Pesawat Angkat Angkut
Kondisi/Aktifitas Resiko Akibat Pengendalian
Penggunaan Lift Cargo/Katrol Berbahaya
Sling tidak standar Sling putus Sangkar tejatuh Pemeriksaan sling pada saat akan
digunakan

Pemeriksaan berkala oleh teknisi


(min 6 bulan)
Berat beban melebihi Sling putus Sangkar terjatuh Pemasangan rambu kapasitas
kapasitas katrol maksimal
Peletakkan barang tidak Barang menabrak Kerusakan barang Penyesuaian dimensi barang angkut
sesuai marka (overhang) dinding/lantai kerja dan sangkar katrol
Barang angkut hanya dimasukkan 1
unit
Katrol berada diatas tanpa kondisi abnormal pada Sangkar jatuh Bila tidak digunakan,letakkan pada
pengawasan petugas motor,sling lantai dasar
putus/kendor
Katrol tidak diawasi pada kondisi abnormal pada Sangkar jatuh Pastikan katrol sampai pada area
saat proses angkat motor,sling tujuan
putus/kendor
Penggunaan katrol Sling kendor/tidak pada Sling jenuh/cepat Jookey hanya digunakan untuk
menggunakan jookey lintasannya getas kebutuhan maintenance
secara terus menerus
Sumber Bahaya Pesawat Angkat Angkut
Kondisi/Aktifitas Resiko Akibat Pengendalian
Penggunaan Pallet Mover Berbahaya
Pengguna unit belum Terjatuh dari unit, Cidera, Penunjukan PIC pengguna,
terlatih Unit menabrak Material damage Pengguna harus melalui proses
training internal
Berat beban melebihi Kebocoran hidrulik, Material damage Pemasangan rambu kapasitas
kapasitas unit Garpu patah maksimal
Kapasitas baterai tidak Unit mati tiba-tiba Material damage Pengecekkan kondisi baterai
cukup
Sensor kemudi abnormal Terjatuh dari unit, Cidera, Segera hubungi penyelia,
Unit menabrak Material damage Dihimbau untuk unit tidak
digunakan sampai perbaikan selesai
Pallet mover berada pada Pallet mover menabrak Cidera Penggunaan klakson pada saat
area blind petugas berada di area
spot/persimpangan blindspot/persimpangan
Kebocoran pada baterai & Pencemaran kerusakan lantai Pemeriksaan kondisi baterai dan
hidrulik lingkungan, (korosif), hidrulik pada saat akan digunakan
Proses pengangkatan Barang tiba-tiba
terganggu turun dan terjatuh
Sumber Bahaya Pesawat Angkat Angkut
Kondisi/Aktifitas Resiko Akibat Pengendalian
Penggunaan Pallet Stacker Berbahaya
Pengguna unit belum terlatih Terjatuh dari unit, Cidera, Penunjukan PIC pengguna,
Unit menabrak Material damage Pengguna harus melalui proses training
internal
Berat beban melebihi kapasitas Kebocoran hidrulik, Material damage Pemasangan rambu kapasitas maksimal
unit Garpu patah
Kapasitas baterai tidak cukup Unit mati tiba-tiba Material damage Pengecekkan kondisi baterai

Sensor kemudi abnormal Terjatuh dari unit, Cidera, Segera hubungi penyelia,
Unit menabrak Material damage Dihimbau untuk unit tidak digunakan
sampai perbaikan selesai
Pallet stacker berada pada area Pallet stacker menabrak Cidera Penggunaan klakson pada saat berada di
blind spot/persimpangan petugas area blindspot/persimpangan
Kebocoran pada baterai & Pencemaran lingkungan, kerusakan lantai Pemeriksaan kondisi baterai dan hidrulik
hidrulik Proses pengangkatan (korosif), pada saat akan digunakan
terganggu Barang tiba-tiba turun
dan terjatuh
barang tidak diikat/posisi barang terjatuh Menimpa petugas, Pastikan posisi barang yang diangkut tidak
barang tidak standar Material damage bergeser/bergerak
Penggunaan tali/wraping agar barang tidak
bergeser
Sling/rantai tidak standar Proses pengangkatan Barang terjatuh, Pemeriksaan kondisi rantai/sling sebelum
terganggu Menimpa petugas digunakan,

Hubungi penyelia & teknisi jika terjadi


kondisi abnormal
Link Post Test:

[Link]
UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Ingat! Keluarga dan Jodohmu [bagi yg Jomblo] Menunggu di rumah

Anda mungkin juga menyukai