PROCESS FLOW DIAGRAM
Ernia Novika Dewi, ST. MT.
PROGRAM STUDI DIV- TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI MALANG
BAB 1
PROCESS FLOW DIAGRAM (PFD)
Capaian Pembelajaran :
• Mampu memahami macam-macam flow diagram
• Mampu memahami penggunaan macam-macam
simbol serta aturan dalam penamaan alat pada
gambar PFD
1.1 FLOW DIAGRAM
Pada umumnya, proses kimia di industri sangatlah
kompleks. Berbagai macam proses yang terlibat dengan
berbagai macam peralatan, instrumen, material tentulah
menimbulkan potensi bahaya yang besar apabila terjadi
missed communication. Terjadinya ledakan, kerusakan
lingkungan bahkan dapat menyebabkan ganguan
kesehatan yang berujung kematian dikarenakan
terjadinya missed communication di industri. Agar tidak
terjadi kesalah pahaman tersebut, diperlukan suatu
informasi secara visual yang dapat menggambarkan
jalannya proses beserta peralatan maupun instrumen di
dalamnya.
1
Cara komunikasi paling efektif dalam berkomunikasi
tentang suatu proses di dalam industri adalah melalui
media gambar yang disebut flow diagram (diagram alir).
Flow Diagram dapat digunakan untuk
merepresentasikan suatu desain pabrik (plant design)
dari waktu ke waktu. Ketika suatu pabrik akan
didirikan, dibuatlah suatu flow diagram yang akan
mengalami revisi ketika terjadi perubahan baik pada
proses maupun peralatan di dalamnya. Di samping itu,
flow diagram juga digunakan untuk menunjukkan
perubahan yang terjadi di pabrik karena adanya
perubahan bahan baku, spesifikasi produk, performance
peralatan, perubahan utilitas, dsb.
Flow diagram juga digunakan untuk mendiagnosa
permasalahan operasional, mencari penyelesaian
permasalahan maupun memprediksi efek dari suatu
kondisi operasi. Berdasarkan beberapa kegunaan di
atas, sangatlah penting untuk membuat proses diagram
yang tepat dan dianalisa serta dapat diintepretasikan
dengan baik oleh orang lain.
2
Dalam Teknik Kimia, dikenal tiga diagram penting yang
umum digunakan yaitu block flow, process flow dan piping
and instrumentation diagram.
a. Diagram Alir Blok (Block Flow Diagram)
Diagram alir blok diperkenalkan di awal
kurikulum pembelajaran Teknik Kimia. Pada materi
kesetimbangan neraca massa dan neraca energi,
seringkali digunakan diagram alir ini. Terdiri atas suatu
seri blok yang merespresentasikan perbedaan peralatan
atau unit operasi yang dihubungkan oleh aliran input
dan output. Informasi penting seperti suhu, tekanan,
konversi, dan yield termasuk di dalam diagram alir blok
bersama dengan laju alir dan komposisi kimia. Diagram
jenis ini tidak disertai dengan penjelasan detail
peralatan. Diagram ini menggambarkan hubungan antar
aliran proses.
3
Gambar 1.1 Diagram Alir Blok Produksi Benzene
(Turton,2013)
b. Diagram Alir Proses (Process Flow Diagram /PFD)
Diagram Alir Proses (PFD) merepresentasikan
tahap lanjut dari diagram alir blok dalam hal informasi
yang terkandung di dalamnya. PFD terdiri atas data-
data dalam teknik kimia yang diperlukan untuk desain
proses kimia. Diagram jenis ini menggambarkan aliran
proses secara lebih lengkap dibandingkan dengan
diagram alir blok. PFD merupakan diagram yang
kompleks yang membutuhkan usaha lebih untuk
membuatnya. Biasanya PFD digambar pada kertas
berukuran besar (A1/A0).
4
Pada PFD, semua peralatan utama dalam proses
akan digambar dalam diagram bersamaan dengan nama
peralatan. Tiap peralatan memliki nomor dan nama
masing-masing. Pada diagram jenis ini, semua aliran
proses ditampilkan dan teridentifikasi dalam nomor
tertentu. Demikian juga dengan aliran utilitas yang
menyuplai ke peralatan utama yang mendukung fungsi
proses juga ditampilkan.
c. Piping and Instrumentation Diagram (P&ID)
P&ID juga dikenal dengan mechanical flow diagram
(MFD) merupakan diagram yang memberikan informasi
yang dibutuhkan engineer untuk mulai merencanakan
konstruksi suatu pabrik. Gambar P&ID merupakan
suatu diagram yang di dalamnya menunjukkan sistem
pengendalian proses dari suatu industri kimia,
dilengkapi dengan equipment dan instrumen yang
bekerja di dalamnya.
5
1.2 PROSES FLOW DIAGRAM
PFD dari suatu perusahaan bisa sedikit berbeda
dibanding PFD perusahaan lain. Namun, secara umum,
PFD terdiri dari informasi-informasi berikut :
1. Elemen Utama
✓ Simbol Peralatan
✓ Garis aliran proses
✓ Nomor Peralatan
✓ Nama Peralatan
✓ Utilitas
✓ Suhu dan Tekanan pada aliran proses
✓ Laju alir volumetrik dan laju alir molar
✓ Tabel Neraca Massa
2. Elemen Tambahan
✓ Perubahan laju energi
✓ Instrumen utama
✓ Properti fisik aliran proses
6
Simbol Peralatan
Contoh simbol flow sheet untuk penamaan aliran dan
identifikasi yang digunakan dalam menggambar PFD
adalah sebagai berikut :
Gambar 1.2 Simbol identifikasi aliran pada PFD
(Ulrich, 1984)
7
Aturan Penulisan Simbol aliran :
Aliran dari kiri ke kanan dengan bahan baku
masuk dari kiri dan produk atau aliran limbah di berada
di sebelah kanan.
Flow sheet berorientasi secara horisontal dengan
perbandingan ukuran dalam diagram secara
proporsional sesuai dengan proses yang nyata.
Aliran proses dibuat dengan garis tebal. Jika ada
aliran yang saling bertemu tanpa terjadi pencampuran
proses, salah satu garis (biasanya garis vertikal) dibuat
putus untuk memberikan jarak pada titik pertemuan.
Arah tanda panah pada masing-masing aliran
menunjukkan arah aliran. Untuk mencegah
kebingungan, arah tanda panah pada semua aliran
digambar memasuki persimpangan jika garis aliran
tergabung.
Aturan Penamaan Peralatan dalam PFD
Sistem Penomoran Peralatan :
1. Penomoran pada tiap area proses, dimulai dari 100,
200, 300, dst.
8
2. Penomoran pada peralatan proses utama pada tiap
area dimulai dengan 110, 120, 130, dst
3. Penomoran peralatan pendukung yang terintegrasi
dengan peralatan utama pada suatu unit proses
dimulai daro nomor terbesar setelah nomor unit
proses utamanya, seperto 111, 112, 113, dst.
4. Huruf awalan ditambahkan pada masing-masing
penomoran peralatan mengikuti list tertentu seperti
contoh berikut :
F-110 B-120
G-111 G-121
E-112 G-122
E-113
5. Tambahkan huruf di belakang nomor peralatan
untuk menuliskan peralatan cadangan/duplikasi,
contoh : G-111A,B (menunjukkan dua pompa yang
identik pada G-111)
9
Sistem Abjad dalam Penomoran Peralatan :
Gambar 1.3 Sistem abjad dalam penomoran peralatan
(Ulrich, 1984)
10
Contoh PFD :
Gambar 1.4 Contoh PFD Produksi Benzene dengan
Hidrodealkylation of Toluene (Turton, 2013)
11