MATRIKS
Matematika III
DEFINISI
Matriks adalah kumpulan bilangan, simbol, atau ekspresi,
berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris
dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu
matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks.
Perhatikan contoh berikut:
2 3 1 0 2 2
3
0
1
4
1 12
13
Merupakan Merupakan Merupakan matrik
matrik dengan matrik dengan dengan baris 3
baris 2 kolom 2. baris 2 kolom 3. kolom 1.
JENIS-JENIS MATRIKS
Untuk memahami jenis-jenis matriks kita pahami
dahulu diagonal matriks, yaitu diagonal utama dan
diagonal sekunder. Perhatikan Matriks berikut !
Jenis-jenis matriks sebagai berikut:
1. Matriks Persegi
Matriks persegi adalah matriks yang banyak baris
dan kolomnya sama. Dengan kata lain, matriks
persegi memiliki ordo n x n seperti 2x2, 3x3, dan
seterusnya.
2. Matriks Baris
Matriks baris adalah matriks yang
terdiri dari satu baris dan beberapa
kolom.
3. Matriks Kolom
Matriks kolom adalah matriks yang
terdiri dari satu kolom dan
beberapa baris.
4. Matriks Mendatar
Matriks mendatar adalah matriks yang
jumlah kolomnya lebih banyak dari
jumlah barisnya misalnya matriks
dengan ordo 2x4, 2x6, dan lain
sebagainya.
5. Matriks Tegak
Matriks tegak adalah matriks yang
jumlah barisnya lebih banyak dari
jumlah kolomnya misalnya matriks
dengan ordo 4x2, 6x3, dan lain
sebagainya.
6. Matriks Nol
Matriks nol adalah matriks berordo
m x n yang elemen-elemennya
bernilai nol.
7. Matriks Diagonal
Matriks diagonal adalah matriks
persegi yang elemen-elemen selain
diagonal utama bernilai nol.
8. Matriks Segitiga
Matriks segitiga terdiri dari dua jenis yaitu matriks segitiga
atas dan matriks segitiga bawah. Matriks segitiga atas
merupakan matriks yang elemen-elemen di bawah diagonal
utamanya bernilai nol. Matriks segitiga bawah merupakan
matriks yang elemen-elemen di atas diagonal utamanya
bernilai nol.
(matriks segitiga atas) (matriks segitiga bawah)
9. Matriks Simetris
Matriks simetris adalah matriks yang
elemen-elemen di bawah dan di atas
diagonal utamanya simetris. Dengan
kata lain, elemen pada sel mn sama
dengan elemen pada sel nm, misalnya
elemen pada sel 12 sama dengan
elemen pada sel 21. Pada gambar di
bawah dapat dilihat bahwa elemen
pada sel 21 sama dengan elemen
pada sel 12 yaitu 2.
10. Matriks Skalar
Matriks skalar adalah matriks yang elemen-elemen
pada diagonal utamanya sama dan elemen lain
bernilai nol.
2 0 0
0 2 0
0 0 2
11. Dua Matriks yang sama
Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks
memiliki ukuran yang sama dan entri-entri yang
seletak juga sama.
Jika x = 5 maka maka A = B
Untuk nilai selain 5 maka A ≠ B
A ≠ C karena ukurannya berbeda.
OPERASI MATRIKS
Penjumlahan dan pengurangan
Syarat yang harus dipenuhi pada operasi
penjumlahan dan pengurangan pada matriks adalah
kedua matriks memiliki ukuran/ordo yang sama.
Contoh :
1 0 2 2
Misalkan A dan B
13 2 4 3
1 0 2 2 1 2
maka A B
13 2 4 3 17 1
2 2 1 0 3 2
B A
4 3 13 2 9 5
lanjutan
misal
maka
Sedangkan A + C, A – C, B + C, B – C tidak
didefinisikan.
Perkalian matriks dengan skalar
1 0
Diberikan matriks A
13 2
1 0 3 0
maka 3A 3 39 6
13 2
1 0
2A 2
13 2
lanjutan
Diberikan matriks
maka
Perkalian matriks dengan matriks
Dua matriks dapat dikalikan, dengan syarat jumlah
kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris
matriks ke dua. Perkalian dua matriks dilakukan
dengan cara mengalikan tiap baris matriks pertama
dengan tiap kolom matriks ke dua, lalu dijumlahkan
pada baris yang sama.
Contoh:
lanjutan
Tinjaulah matriks berikut
Hasil kali AB adalah matriks dengan ordo 2 x 4
Di dalam
Di luar
Transpose Matriks
Ada Pertanyaan ?
Sifat-sifat operasi matriks
1. Penjumlahan matriks dan perkalian dengan
skalar
2. Perkalian matriks
Sifat-sifat Penjumlahan matriks dan perkalian
dengan skalar
1. A+B=B+A sifat komutatif
2. (A + B) + C = A + (B + C) sifat asosiatif
3. A+0=0+A=A sifat matriks nol, identitas penjumlahan
4. A + (-A) = -A + A = 0 sifat negatif matriks
5. k(A + B) = kA + kB sifat distributif terhadap skalar k
6. (k + l)A = kA + lA sifat distributif terhadap skalar k dan l
7. (kl)A = k(lA) sifat asosiatif terhadap perkalian skalar
8. 1A = A sifat perkalian dengan skalar 1
Sifat-sifat perkalian matriks
Pada sifat-sifat berikut ordo matriks dianggap
memnuhi syarat sehingga operasinya daat
dilakukan.
AB ≠ BA perkalian matriks tidak bersifat
komutatif
Latihan soal
1. Misalkan matriks A, B, C dan D memiliki ukuran
tentukan di mana pernyataan berikut yang
didefinisikan, berikan ukuran matriks tersebut
a) BA e) E (A + B)
b) AC + D f) E (AC)
c) AE + B g) ETA
d) AB + B h) (AT + E)D
Latihan soal
2. Carilah nilai a, b, c dan d dari persaman matriks
3. Tinjaulah matrik
hitung
(a)
Latihan soal
2. Carilah nilai a, b, c dan d dari persaman matriks
3. Tinjaulah matrik
hitung
(a) D + E (c) 5A (e) 2B – C
(b) D – E (d) -7C (f) 4E – 2D
Untuk matriks no. 3
4. Hitunglah (jika mungkin)
Untuk matriks no. 3
5. Hitunglah (jika mungkin)
Untuk matriks no. 3
6. Hitunglah (jika mungkin)
7. Misalkan
carilah
a) baris pertama dari AB
b) baris ketiga dari AB
c) kolom kedua dari AB
d) kolom pertama dari BA
e) baris ketiga dari AA
f) kolom ketiga dari AA
Buatlah matriks C dan D dengan ketentuan sebagai
berikut !
Matriks C dapat di jumlahkan dengan matriks B,
carilah hasil B + C
Matriks D dapat dikalikan dengan matriks B, dan
hitunglah hasil dari BD.
Lalu dikumpulkan ke Sekretaris
Selesai
Next determinan