LAPORAN PRAKTEK SISTEM KENDALI DISKRIT
Disusun oleh:
Nama : Arif Rachman Al Farabbi
NIM : 061730320906
Kelas : 5ED
Kelompok : Kelompok 1
Judul : Counter Up/Down (Job 4)
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2019/2020
JOB IV
COUNTER UP/DOWN
1. Tujuan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mengetahui aplikasi couter Up/Down pada PLC.
2. Mengtahui prinsip kerja dari couter Up/Down pada PLC.
2. Teori Dasar
Sebuah couter disebut sebagai Up counter jika dapat menghitung secara berurutan mulai
dari bilangan terkecil sampai bilangan terbesar. Contoh : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-…
sedangkan cown counter adalah counter yang dapat menghitung secara berurutan dari
bilangan terbesar ke bilangan terkecil.
Gambar 4.1 Simbol Logika COUNTER
Gambar 4.2 Simbol Counter Up/Down Pada PLC
Counter atau penghitung input suatu sinyal dari kerja mesin atau benda benda lain yang
menjadi input juga dalam PLC. Perintah CNT (Fungsi tombol instruksi pada programming
consule untuk couter) juga sebagai penunda kerja kontak CNT yang mengendalikan kontak
lain atau output. Pada CNT bukan waktu yang di hitung melainkan sinyal yang menjadi
input dari CNT itu sendiri. Input yang dihitung CNT dalam PLC antara 0000 hingga 9999
kali hitungan sinyal input. CNT dapat di reset bila akan dihentikan dan akan bekerja
menghitung dari awal bila reset sudah terbuka dan sunyal input ada yang masuk.
Dibawah ini merupakan konfigurasi pin untuk counter up/down.
CU = Up counter pulse input
CD = Down counter pulse input
R = Reset
LD = Load a preset value
PV = Preset value
QU = Up counter output
QD = Down counter output
CV = Corrent value
3. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1. Perangkat komputer 1 buah
2. Modul PLC 1 buah
3. Software GMWIN 1 buah
4. Kabel penghubung/Banana secukupnya
4. Langkah Kerja
1. Buka program GMWIN4 Version 4.0
2. Klik project, pilih new project
3. Enter project file nama isi dengan “CTUD”
4. Select PLC type, pilih GM6
5. Pilih location c :/GMWNI 4/source/kel 1 & klz 5ED 2019/CTUD
6. Pilih next, enter program file nama ganti noname00 dengan CTUD
7. Enter program instance name is dengan CTUD
8. Pilih next,
9. Select language, pilih LD (Ladder Diagram)
10. Finish
11. Klik gambar (function blok), pilih CTUD
12. Klik gambar (open contact), letakan pada Row 0.
13. Beri nama pada name dengan nama SW1, enter
14. Pilih asign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.1, ok
15. Klik dua kali pada CD, isi Name dengan SW2, ok.
16. Pilih asign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.2
17. Klik dua kali pada R, isi Name dengan %MX0, ok.
18. Klik dua kali pada LD, isi dengan %MX1.
19. Klik dua kali pada PV, isi Name dengan STACK_MAX.
20. Klik dua kali pada QD, isi Name dengan STACK_EMPTY.
21. Klik dua kali pada CV, isi Name dengan STACK_NUMBER.
22. Pilih gambar (coil), letakan pada QU.
23. Beri nama OUT1.
24. Pilih assigm (AT) isi kolom % dengan QX0.2.1
25. Compile status, compile succesfully, klik ok
26. Klik online, pilih connect
27. Klik online, pilih connect+write+RUN+monitor on
28. Write, pilih parameter and program, pilih upload program, ok
29. Build all, ok
30. Tunggu proses penguploadan PLC selesai
31. Uji rangkaian dan buat analisa serta kesimpulan.
5. Gambar Rangkaian
Gambar 1. Ladder Diagram Untuk Rangkaian Interlock dengan
Timer On Delay dan Counter UP
6. Hasil Percobaan
Gambar 2. Ketika switch ditekan dan Timer ON mulai aktif
Gambar 3. Timer masih aktif bahkan saat switch sudah tidak di tekan
Gambar 4. Pada saat switch 2 di aktif-mati kan, CV mulai menghiung berapa kali di aktifkan
Gambar 5. Pada saat CV terhitung 5, maka OFFM akan aktif dan mematikan timer dan interlock
7. Analisa Percobaan
Pada percobaan kali ini ketika SW1 ditekan maka timer akan hidup selama 5 detik setelah
itu baru OUTPUT 1 baru akan menyala, dan ketika OUTPUT 2 ingin menyala maka SW2 akan
ditekan sebanyak 5 kali karena menggunakan rangkaian counter. Setelah itu apabila kita meneka
SW3 maka seluruh rangkaian akan tereset seperti semula.
8. Kesimpulan
Pada Percobaan kali ini baik SW 1 maupun SW 2 bisa ditukar menggunakan timer
ataupun counter, untuk rangkaian reset juga bisa dibuat pada rangkaian yang dimana bisa
lansung terhubung dengan SW1 SW2 maupun SW1 saja. Untuk percobaan ini bisa diaplikasikan
untuk perusahaan – perusahaan besar yang sistem kerjanya lebih ke menggunakan robot.