0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan25 halaman

Pengenalan PLC Schneider dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas pengantar mengenai PLC Schneider. PLC merupakan pengontrol berbasis mikroprosesor yang dapat diprogram untuk mengimplementasikan logika, sequensing, pewaktuan, dan aritmatika guna mengontrol mesin dan proses. Dokumen tersebut menjelaskan komponen utama PLC, prinsip kerja, fungsi, kelebihan, dan beberapa tipe PLC yang diproduksi oleh Schneider seperti Twido, TSX Micro, dan Modicon Premium-TSX

Diunggah oleh

Wahyutrihan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
351 tayangan25 halaman

Pengenalan PLC Schneider dan Fungsinya

Dokumen tersebut membahas pengantar mengenai PLC Schneider. PLC merupakan pengontrol berbasis mikroprosesor yang dapat diprogram untuk mengimplementasikan logika, sequensing, pewaktuan, dan aritmatika guna mengontrol mesin dan proses. Dokumen tersebut menjelaskan komponen utama PLC, prinsip kerja, fungsi, kelebihan, dan beberapa tipe PLC yang diproduksi oleh Schneider seperti Twido, TSX Micro, dan Modicon Premium-TSX

Diunggah oleh

Wahyutrihan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGENALAN PLC SCHNEIDER

Oleh
Mahasiswa 1 NPM
Mahasiswa 2 NPM
Mahasiswa 3 NPM

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2021
PENGENALAN PLC SCHNEIDER

A. Tujuan
1. Menambah pengetahuan mengenai PLC
2. Dapat membuat simulasi PLC schneider secara sederhana
3. Mengimplementasikan PLC dalam kehidupan sehari-hari

B. Teori
Programmable Logic Controllers (PLC) merupakan suatu bentuk khusus
pengontrol berbasis-mikrroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat di
program untuk menyimpan instruksi-instruksi dan untuk mengimplementasikan
fungsi-fungsi semisal logika, sequensing, pewaktuan (timing), pencacahan
(counting) dan aritmatika guna mengontrol mesin-mesin dan proses-proses
melalui modul-modul I/O digital maupun analog yang dirancang untuk
dioperasikan oleh para insinyur yang hanya memahami sedikit pengetahuan
mengenai komputer dan bahasa program. Sebagian besar industri telah
menerapkan sistem otomatis dalam proses produksi. Pada umumnya sistem
otomatis yang diterapkan terdiri atas dua metode yaitu otomatisasi berbasis
kontrol relay dan otomatisasi berbasis Programmable Logic Control (PLC).
Otomatisasi berbasis relay banyak digunakan pada mesinmesin yang memiliki
urutan-urutan (sekuens) yang sederhana, sedangkan otomatisasi PLC dapat
memiliki sekuens yang lebih kompleks dari relay. Otomatisasi berbasis PLC dapat
diintegrasikan dengan sistem monitoring. Sistem monitoring berbasis PLC adalah
suatu sistem yang berguna untuk mengontrol proses suatu kerja tertentu., dimana
parameter atau inputan data diambil dan diolah oleh Personal Computer (PC) dan
melalui sebuah program tertentu (Bolton, 2006 : 3)

Komponen Utama PLC:


a. CPU (Central Processing unit), yaitu otak dari PLC yang mengerjakan
berbagai operasi, antara lain mengeksekusi program, menyimpan dan
mengambil data dari memori, membaca kondisi/nilai input serta mengatur
nilai output, memeriksa adanya kerusakan (self - diagnosis), serta melakukan
komunikasi dengan perangkat lain.
b. Input, merupakan bagian PLC yang berhubungan dengan perangkat luar yang
memberikan masukan kepada CPU. Perangkat luar input dapat berupa
tombol, switch, sensor atau piranti lain.
c. Output, merupakan bagian PLC yang berhubungan dengan perangkat luar
yang memberikan keluaran dari CPU. Perangkat luar output dapat berupa
lampu, katub (valve), motor dan perangkat – perangkat lain.
d. Memori, yaitu tempat untuk menyimpan program dan data yang akan
dijalankan dan diolah oleh CPU. Dalam pembahasan PLC, memori sering
disebut sebagai file. Dalam PLC memori terdiri atas memori program untuk
menyimpan program yang akan dieksekusi, memori data untuk menyimpan
nilai-nilai hasil operasi CPU, nilai timer dan counter, serta memori yang
menyimpan nilai kondisi input dan output. Kebanyakan PLC sekarang
memiliki satuan memori dalam word (16 bit).
e. Fasilitas komunikasi, yang membantu CPU dalam melakukan pertukaran data
dengan perangkat lain, termasuk juga berkomunikasi dengan komputer untuk
melakukan pemrograman dan pemantauan.
f. Fasilitas ekstensi, untuk menghubungkan modul PLC dengan modul
pengembangan input/output sehingga jumlah terminal I/O dapat ditingkatkan.
g. Catu daya, untuk memberikan sumber tegangan kepada semua komponen
dalam PLC. Biasanya sumber tegangan PLC adalah 220 V AC atau 24 VDC

Gambar 1. Komponen PLC


Input-input dan output-output seluruhnya diidentifikasikan melalui alamat-
alamatnya, notasi yang dipergunakan tergantung pada pabrikan PLC yang
bersangkutan. Alamat-alamat ini mengidentifikasikan notasi input atau output di
dalam memori PLC. Sebagai contoh:
a. Mitsubishi
Mengawali alamat untuk input dengan sebuah huruf X dan alamat untuk
output dengan sebuah huruf Y, sehingga kita akan menjumpai alamat-alamat
semisal X400 dan X401 untuk input-input dan Y430 dan Y431 untuk output-
output.
b. Toshiba
Menggunakan sebuah huruf X dan sebuah huruf Y, dimana contoh alamat
input-inputnya X000 dan X001, sedangkan contoh alamat output-outputnya
Y000 dan Y001.
c. Siemens
Mengawali alamat-alamat input dengan huruf I dan output dengan huruf Q,
misalnya: I0.1 dan Q2.0.
d. Sprecher+Schuh
Mengawali alamat-alamat input dengan huruf X dan output dengan huruf Y,
misalnya X001 dan Y001.
e. Allen Bradley
Menggunakan huruf I dan O, misalnya: I:21/01 dan O:22/01.

Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :


1. Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk
menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi
atau kegunaannya.
2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan
logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan,
mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses
sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
Fungsi dan kegunaan PLC dibagi menjadi dua yaitu secara umum dan
secara khusus.
Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang
digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial),
disini PLC xmenjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial
berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant. PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem
(misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan
yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai
sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.

Secara khusus fungsi PLC ialah dapat memberikan input ke CNC


(Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke
CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan
PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC
biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan
sebagainya.

Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang
dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal
masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu
menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan
lainnya.

Beberapa kelebihan PLC pada sistem kontrol menurut Agfianto, 2007


diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Dibandingkan dengan system kontrol proses konvensional, jumlah kabel yang
dibutuhkan bisa berkurang 80%.
2. PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan system kontrol
proses konvensional (berbasis relay).
3. Fungsi diagnostic pada sebuah kontrol PLC membolehkan pendeteksian
kesalahan yang mudah dan cepat.
4. Perubahan pada urutan operasional atau proses (aplikasi) dapat dilaukan
dengan mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian
program, baik melalui terminal konsol maupun komputer PC.
5. Tidak membutuhkan spare part yang banyak.
6. Lebih murah dibandingkan dengan system konvensional, khusunya dalam
kasus penggunaan instrument I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional
prosesnya cukup kompleks.
7. Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relay auto-mekanik.

Schneider adalah brand terkemuka untuk produk-produk programmable


logic controller. Berdasarkan fungsinya ada beberapa tipe PLC yang diproduksi
oleh Schneider.
Diantaranya adalah seperti diuraikan di bawah ini:
A. PLC dengan fungsi pemrograman aplikasi
Telemecanique Programmable controllers Twido PLC
Ada 3 jenis Twido PLC yaitu:
1. Twido Compact
2. Twido Modular
3. Twido Extreme
PLC Twido ini berfungsi sebagai programming kontroler untuk aplikasi
standar yang terdiri dari 10 hingga 100 I/O.
Gambar 2. Telemecanique Programmable controllers Twido PLC

B. PLC dengan fungsi OEM machine builder


PLC Telemecanique TSX Micro
PLC TSX Micro memiliki tingkat akurasi yang tinggi, fleksibel dan
meningkatkan produktivitas yang signifikan. PLC TSX Micro menawarkan
solusi dengan biaya yang murah untuk beragam mesin yang memerlukan
pemrogaman PLC dengan modularitas yang mampu memaksimalkan
kemampuan mesin.
PLC TSX Micro memiliki spesifikasi sebagai berikut
• Memory hingga 128k words
• Kecepatan kurang dari 0.15 µs/instruksi
• Bisa ditambahkan aplikasi dengan fungsi yang spesifik seperti:
Counting/position control, Analog/PID, Math functions, Fuzzy logic, dll
• Software multi-task application
• Beberapa sensor/actuator Bus networks menggunakan Ethernet TCP/IP
Gambar 3. PLC Telemecanique TSX Micro

C. PLC dengan fungsi machine control


PLC Telemecanique Modicon Premium-TSX 57
Lebih fleksibel dan bisa diaplikasikan untuk kontrol beragam mesin. Modicon
Premium-TSX 57 menawarkan kinerja tak tertandingi, mengurangi waktu
siklus dan mengurangi kebutuhan akan part-part lain untuk optimasi, lebih
terintegrasi untuk diagnostik dan data produksi, kebebasan komunikasi dan
akses ke pemrograman generik.
Modicon Premium-TSX 57 memiliki spesifikasi sebagai berikut:
• Memiliki 5 bahasa pemrograman IEC: LD, ST, FBD, SFC, IL.
• Performa CPU yang tinggi dengan 37 ns per instruksi dan mampu
menyimpan hingga 7 Mb program.
• Memiliki sistem high-level multitasking
• Dengan High End processor terbaru
• Semua Ethernet TCP/IP Transparent Ready services: IO scanning, Global
Data, Web server, e-mail messaging, direct access to databases, TCP Open,
Network Time Protocol, dll
• Tersedia berbagai macam port seperti: USB port, Ethernet TCP/IP port
dengan Web server, CANopen atau FIP master port, Modbus serial port.
Gambar 4. PLC Telemecanique Modicon Premium-TSX 57

D. PLC dengan fungsi process control


PLC Modicon Quantum–140
Modicon Quantum–140 memiliki prosesor kinerja tinggi yang sangat cocok
untuk proses yang kompleks. Kekuatan Quantum prosesor dalam waktu
siklus optimal ketika mengintegrasikan fungsi yang lebih komunikatif,
diagnostik, fleksibilitas memori dan penyimpanan data sehingga dapat
menawarkan peningkatan fleksibilitas dan keterbukaan.
PLC Modicon Quantum–140 memiliki spesifikasi sebagai berikut:
• Memiliki 5 bahasa pemrograman IEC: LD, ST, FBD, SFC, IL.
• Memiliki sistem high-level multitasking
• Kapasitas memori hingga 7 Mb menggunakan ekstensi PCMCIA.
• Berbentuk khusus untuk aplikasi proses kontrol dengan modul dilapisi
konformal, IOS intrinsik aman dan katalog modul partner lengkap.
• Kinerja tinggi solusi Hot-Standby Plug & Play dengan keypad LCD untuk
pemantauan lokal.
• Banyak built-in port (port ISB, port Ethernet TCP / IP dengan server Web,
Modbus Plus dan setidaknya satu port serial Modbus) pada panel depan.
Gambar 5. PLC Modicon Quantum–140

E. Peralatan yang Digunakan


Peralatan yang digunakan apabila akan melakukan simulasi PLC schneider:
1. PC
2. Software PLC Schneider (Twido)

F. Langkah Percobaan
1. Install software twido.
2. Pilih “Programming Mode” untuk memprogram PLC.
3. Pilih “Create a new project”

4. Rangkailah ladder diagram pada software twido. Untuk kasus berikut:


Membuat Simulasi yang menggambarkan sistem lampu pada perumahan yang
apabila terjadi pemutusan arus listrik dari PLN dapat menggunakan cadangan
listrik dari generator.
I0.1 merupakan panel NO (normally open) untuk menghidupkan generator.
I0.2 merupakan panel NO (normally open) untuk menghidupkan saklar
lampu. I0.0 merupakan panel NC (normally close) untuk menghidupkan
sistem PLC. Dan Q0.0 merupakan indikator lampu.

G. Hasil
Gambar 6. Saklar ON

Gambar 7. Lampu ON
Gambar 8. Generator ON

H. Analisa

I. Kesimpulan

J. Daftar Pustaka

Bolton, William. 2003. Programmable Logic Controller (PLC) Sebuah


Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Dst……….

JOB 2
PENERAPAN GERBANG LOGIKA MENGGUNAKAN PLC

I. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan kali ini, mahasiswa diharapkan dapat :
1. Mempelajari ladder diagram untuk gerbang dasar logika
2. Membuat program dengan gerbang logika pada PLC
3. Menganalisa penerapan gerbang logika pada PLC

II. DASAR TEORI


Konsep logika ini merupakan bagian penting dari dunia digital
termasuk dalam mempelajari ic-ic digital (Gerbang logika), instruksi
mikroprosesor atau mikrokontroller termasuk juga dalam pemrograman
PLC. Konsep logika ini adalah dasar dari sebuah teknologi komputasi dalam
pembuatan komputer hingga menjadi komputer yang sangat canggih yang
biasa kita pakai sekarang ini.
Inti dari konsep logika yaitu “untuk menentukan hasil
keputusan/output/keluaran dari satu atau beberapa input” karena ini
dalam dunia digital maka diinterpretasikan oleh 1 atau 0. Atau dalam input
yaitu sebuah saklar yang mempunyai dua keadaan yakni bernilai 1 atau ON
jika saklar ditekan/close dan bernilai 0 atau OFF jika tidak ditekan/open.
Konsep logika terdiri dari beberapa fungsi/Gerbang logika dasar/utama,
dari Gerbang logika dasar tersebut menghasilkan fungsi logika turunan.
Fungsi logika dasar yaitu Gerbang AND, Gerbang OR, dan Gerbang NOT.
Sedangkan turunannya yaitu NAND (NOT AND), NOR (NOT
OR), XOR dan XNOR (NOT XOR).
Berikut merupakan macam-macam gerbang dasar logika :

1. Gerbang AND
Gerbang AND jika di ibaratkan lagi sebagai sakelar maka gerbang
AND merupakan kombinasi sakelar secara seri. Dimana, agar arus listrik
dapat mengalir maka kedua sakelar harus dalam keadaan tertutup jika
hanya salah satu-nya saja yang tertutup maka arus listrik tidak dapat
mengalir.
Jika di notasi-kan terhadap operasi matematika, maka gerbang
AND merupakan operasi perkalian bilangan biner A x B = Y. Dimana
”A” dan ”B” merupakan masukan dan “Y“ merupakan keluaran.

Gambar 1.1 Simbol Gerbang AND

Tabel 1.1 tabel kebenaran Gerbang AND

Input Output
A B Y
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
Pada PLC Konversi untuk logika ladder untuk Gerbang AND
adalah seperti dua kontak yang berdampingan.

Gambar 1.2 Konstruksi Gerbang AND pada PLC

2. Gerbang OR
Jika diibaratkan sakelar, maka gerbang OR merupakan dua sakelar
elektronik dalam kombinasi paralel. Bila salah satu atau keduanya
terhubung maka arus listrik dapat mengalir melalui sakelar (tingkat
tegangan “1“ ) tetapi jika keduanya terputus maka tidak akan ada arus
listrik yang mengalir (tingkat tegangan “0“ ), seperti yang terlihat pada
gambar berikut.
Kombinasi sakelar diatas merupakan operasi penjumlahan bilangan
biner A+B =Y, dimana “A“ dan “B“ merupakan masukan dan “Y“
merupakan keluaran atau hasil penjumlahan, sehingga dari hasil
penjumlahan tersebut dapat dibuat dalam suatu tabel kebenaran.

Gambar 1.3 Simbol Gerbang OR

Tabel 1.2 tabel kebenaran Gerbang OR

Input Output
A B Y
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
Pada PLC, konversi logika ladder untuk Gerbang OR adalah seperti dua
kontak yang disusun parallel atau satu di atas dan satu di bawah.

Gambar 1.4 Konstruksi Gerbang OR pada PLC

3. Gerbang NOT
Gerbang NOT merupakan gerbang logika yang hanya memiliki
satu masukan dan satu keluaran, berbeda dengan gerbang logika lainnya
yang memiliki jumlah masukan lebih dari satu.
Seperti namanya “inverter“ yang berarti pembalik, maksudnya
adalah jika ada suatu tingkat tegangan logika masuk ke gerbang ini
maka keluaran-nya akan merupakan kebalikan dari masukan-nya,
contoh jika masukan logika “1“ maka keluaran-nya akan berubah
menjadi “0“ begitu pula sebaliknya.

Gambar 1.5 Simbol Gerbang NOT

Tabel 1.3 tabel kebenaran Gerbang NOT

Input (A) Output (Y)


1 0
0 1
Pada PLC, Konversi untuk logika ladder adalah seperti kontak normal
namun dengan tanda slash diatasnya.

Gambar 1.6 Konstruksi Gerbang NOT pada PLC

4. Gerbang NAND
Gerbang NAND (NOT-AND) merupakan penggabungan gerbang
AND dan NOT yang keluaran-nya merupakan kebalikan gerbang AND.
Berikut ekspresi boelan dari gerbang NAND dan simbol logikanya

Gambar 1.7 Simbol Gerbang NAND


Tabel 1.4 tabel kebenaran Gerbang NAND

Input Output
A B Y
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Pada PLC, gerbang NAND dikonversikan dengan dua simbol NOT
yang di buat parallel atau di OR kan.

Gambar 1.8 Konstruksi Gerbang NAND pada PLC

5. Gerbang NOR
Gerbang NOR (NOT-OR) merupakan penggabungan gerbang OR
dan NOT yang keluaran-nya merupakan kebalikan dari gerbang OR.
Berikut ekspresi boelan dari gerbang NOR dan simbol elektronika-nya.

Gambar 1.9 Simbol Gerbang NOR

Tabel 1.5 tabel kebenaran Gerbang NOR

Input Output
A B Y
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 0

Pada PLC, gerbang NOR dikonversikan dengan dua simbol Ladder


diagram NOT yang diserikan atau di AND kan.

Gambar 1.10 Konstruksi Gerbang NOR pada PLC

6. Gerbang X-OR
Gerbang Eksklusif-NOR atau biasa disingkat sebagai gerbang EX-
NOR merupakan gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang X-OR dan
NOT. Keluaran dari gerbang X-NOR merupakan kebalikan dari gerbang
X-OR.

Gambar 1.11 Simbol Gerbang X-OR

Tabel 1.6 tabel kebenaran Gerbang XOR

Input Output
A B Y
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Pada PLC, gerbang logika X-OR lebih kompleks dibandingkan
gerbang-gerbang sebelumnya. Berikut merupakan ladder diagram
gerbang XOR.
Gambar 1.12 Konstruksi Gerbang XOR pada PLC

7. Gerbang X-NOR
Gerbang Eksklusif-NOR atau biasa disingkat sebagai gerbang X-
NOR merupakan gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang X-OR dan
NOT. Keluaran dari gerbang X-NOR merupakan kebalikan dari gerbang
X-OR.

Gambar 1.13 Simbol Gerbang X-NOR

Tabel 1.7 tabel kebenaran Gerbang X-NOR

Input Output
A B Y
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 1
Sama halnya dengan gerbang X-OR, pada PLC gerbang X-NOR di
konversikan cukup kompleks. Berikut merupakan konversi gerbang X-
NOR pada PLC.
Gambar 1.14 Konstruksi Gerbang X-NOR pada PLC

III. ALAT DAN BAHAN


1. Unit PLC 1 buah
2. Unit Input 1 buah
3. Unit Output 1 buah
4. Komputer 1 set
5. Kabel penghubung secukupnya

IV. LANGKAH PERCOBAAN


A. Percobaan Pertama
1. Buatlah project baru dengan nama LATIH-1 dan deskripsi logika AND
2. Buatlah allocation list sebagai berikut
Absolut Op. Symbolic Op. Deskripsi
I0.0 S1 Saklar “ON” / “1”
I0.1 S2 saat ditekan
O0.0 LAMPU “ON” saat bernilai 1
3. Buatlah ladder diagram berikut dengan komputer

4. Buatlah rangkaian berikut


5. Downloadlah ladder diagram ke PLC
6. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN/STOP hingga pada posisi
RUN
7. Tekanlah S1, apakah lampu menyala atau tidak
8. Tekanlah S2, apakah lampu menyala atau tidak
9. Tekanlah S1 dan S2 secara bersamaan , apakah lampu menyala atau
tidak

B. Percobaan Kedua
1. Buatlah project baru dengan nama LATIH-1 dan deskripsi logika AND
2. Buatlah allocation list sebagai berikut
Absolut Op. Symbolic Op. Deskripsi
I0.0 S1 Saklar “ON” / “1”
I0.1 S2 saat ditekan
O0.0 LAMPU “ON” saat bernilai 1
3. Buatlah ladder diagram berikut dengan komputer
4. Buatlah rangkaian sebagai berikut.

5. Downloadlah ladder diagram ke PLC


6. Jalankan PLC dengan menekan tombol RUN/STOP hingga pada posisi
RUN
7. Tekanlah S1, apakah lampu menyala atau tidak
8. Tekanlah S2, apakah lampu menyala atau tidak
9. Tekanlah S1 dan S2 secara bersamaan , apakah lampu menyala atau
tidak

C. Percobaan Ketiga
1. Buatlah rangkaian gerbang logika sebagai berikut
Y = (A+B) (A+C)
V. ANALISA PERCOBAAN

KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai