LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI DISKRIT
DISUSUN OLEH :
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Palembang
2021
Percobaan III
Timer
I. Tujuan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa diharapkan dapat :
1. Dapat membuat ladder diagram dari sebuah rangkaian timer.
2. Dapat membuat analisa dan kesimpulan dari percobaan membuat ladder
diagram dari rangkaian timer.
II. Teori Dasar
Time Delay Relay (TDR) adalah suatu piranti yang menggunakan
elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar sering disebut
juga relay timer atau relay penunda batas waktu banyak digunakan dalam
instalasi motor terutama instalasi yang membutuhkan pengaturan waktu secara
otomatis. Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan kontrol
lain, contohnya dengan MC (Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay,
dan lainlain.. Tujuan dari pemasangan timer itu sendiri adalah sebagai pengatur
waktu bagi peralatan yang dikendalikannya. Timer ini dimaksudkan untuk
mengatur waktu hidup atau mati dari kontaktor dalam delay waktu tertentu.
Prinsip kerja timer bagian input timer biasanya dinyatakan sebagai kumparan
(Coil) dan bagian outputnya sebagai kontak NO atau NC. Kumparan pada timer
akan bekerja selama mendapat sumber arus. Apabila telah mencapai batas waktu
yang diinginkan maka secara otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak
NO menjadi NC dan NC menjadi NO.
Terdapat beberapa bentuk timer yang dapat dijumpai pada PLC yaitu :
1. Timer On-Delay
Timer semacam ini akan hidup setelah suatu periode waktu tunda yang
telah ditetapkan. TON merupakan simbol yang digunakan untuk menotasikan
timer on-delay. Selain itu, timer on-delay juga dipresentasikan oleh T-0.
2. Timer Off-Delay
Timer semacam ini akan berada dalam keadaan hidup selama periode
waktu yang telah ditentukan kemudian akan mati. TOF merupakan simbol
untuk menotasikan off-delay. Selain itu, timer off-delay dipresentasikan oleh
0-T.
3. Timer Pulsa
Timer jenis ini berubah menjadi aktif atau tidak aktif selama perioda
waktu yang telah ditetapkan. Timer pulsa dinotasikan dengan TP.
Sebuah timer dapat menjadi ketiga jenis timer diatas tergantung dari
penggunaan timer itu sendiri. Durasi waktu yang ditetapkan untuk sebuah
timer disebut sebagai waktu preset dan besarnya adalah kelipatan dari satuan
atau basis waktu yang digunakan.
III. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1. Perangkat komputer 1 buah
2. Modul PLC 1 buah
3. Software GMWIN 1 buah
4. Kabel penghubung/Banana secukupnya
IV. Langkah Kerja
1. Rancangan Timer On-Delay
2. Buka program GMWIN4 Version 4.0
3. Klik project, pilih new project
4. Enter project file nama isi dengan “TON”
5. Select PLC type, pilih GM6
6. Pilih location c :/GMWNI 4/source/kel 4 & klz 5ED 2019/TON
7. Pilih next, enter program file nama ganti noname00 dengan TON
8. Enter program instance name is dengan TON
9. Pilih next,
10. Select language, pilih LD (Ladder Diagram)
11. Finish
12. Klik gambar (horizontal link), letakkan pada Row 0
13. Klik gambar (open contact), letakkan sejajar dengan horizontal link.
14. Beri nama pada name dengan nama SW1, enter
15. Pilih asign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.0, ok
16. Letakkan kembali gambar (close contact) sejajar dengan open contact
sebelumnya
17. Beri nama SW2, enter
18. Pilih assign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.1, ok
19. Letakkan kembali gambar open contact pada Row 1
20. Beri nama OUT1, secara otomatis assign (AT) akan terisi dengan memori
yang sama dengan OUT1 coil
21. Hubungkan OUT1 open contact dengan hubungan antara SW1 dan SW2
dengan menggunakan horizontal link.
22. Klik gambar function blok.
23. Pilih TON, ok.
24. Hubungkan IN pada TON dengan SW2 close contact.
25. Double klik pada PT yang berada pada Row 1.
26. Isikan Name dengan T#5S.
27. Kemudian pilih gambar (coil) sebagai output.
28. Hubungkan dengan Q.
29. Beri nama OUT1.
30. Pilih assigm (AT) isi kolom % dengan QX0.2.1, ok
31. Pilih compile, enter, confirm compile, pilih yes
32. Compile status, compile succesfully, klik ok
33. Klik online, pilih connect
34. Klik online, pilih connect+write+RUN+monitor on
35. Write, pilih parameter and program, pilih upload program, ok
36. Build all, ok
37. Tunggu proses penguploadan PLC selesai
38. Uji rangkaian dan buat analisa serta kesimpulan.
39. Rancangan Time off delay
40. Klik gambar (horizontal link), letakkan pada Row 3
41. Klik gambar (open contact), letakkan sejajar dengan horizontal link.
42. Beri nama pada name dengan nama SW1, enter
43. Pilih asign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.0, ok
44. Letakkan kembali gambar (close contact) sejajar dengan open contact
sebelumnya
45. Beri nama SW2, enter
46. Pilih assign (AT), isi kolom % dengan IX0.0.1, ok
47. Letakkan kembali gambar open contact pada Row 4
48. Beri nama OUT2, secara otomatis assign (AT) akan terisi dengan memori
yang sama dengan OUT2 coil
49. Hubungkan OUT2 open contact dengan hubungan antara SW1 dan SW2
dengan menggunakan horizontal link.
50. Klik gambar function blok.
51. Pilih TOF, ok.
52. Hubungkan IN pada TOF dengan SW2 close contact.
53. Double klik pada PT yang berada pada Row 4.
54. Isikan Name dengan T#5S.
55. Kemudian pilih gambar (coil) sebagai output.
56. Hubungkan dengan Q.
57. Beri nama OUT2.
58. Pilih assigm (AT) isi kolom % dengan QX0.2.2, ok
59. Pilih compile, enter, confirm compile, pilih yes
60. Compile status, compile succesfully, klik ok
61. Klik online, pilih connect
62. Klik online, pilih connect+write+RUN+monitor on
63. Write, pilih parameter and program, pilih upload program, ok
64. Build all, ok
65. Tunggu proses penguploadan PLC selesai
66. Uji rangkaian dan buat analisa serta kesimpulan.
V. Gambar Rangkaian
Gambar 1. Ladder Diagram Untuk Rangkaian Interlock Timer On Delay
Gambar 2. Ladder Diagram Untuk Rangkaian Interlock Timer Off Delay
VI. Hasil Percobaan
VII. Analisa Percobaan
Pada rangkaian TON, apabila SW1 berlogika 1 dan SW2 berlogika 0, output
tidak akan langsung aktif, dalam percobaan ini time nya 5 detik, setelah jeda 5
detik output akan aktif. Dan apabila SW2 berlogika 1, maka outputnya akan
langsung mati.
Pada rangkaian TOF, apabila SW1 berlogika 0 dan SW2 berlogika 1, maka
akan langsung aktif. Sedangkan jika SW1 berlogika 1 dan SW2 berlogika 0 maka
output tidak akan langsung mati, dalam percobaan ini time nya 5 detik, setelah
jeda 5 detik baru output akan mati.
VIII. Kesimpulan
Pada rangkaian TON, digunakan ketika sebuah rangkaian tidak ingin
langsung aktif atau memiliki jeda untuk hidup namun langsung mati apabila
dimatikan. Dan sebaliknya pada rangkaian TOF digunakan ketika sebuah
rangkaian tidak ingin langsung mati atau memiliki jeda untuk hidup namun
langsung aktif jika diaktifkan.