0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan3 halaman

Prinsip Dasar Taylorisme dalam Manajemen

Taylorisme (Manajemen Ilmiah) menekankan peningkatan produktivitas dengan mengoptimalkan kerja karyawan berdasarkan ilmu pengetahuan. Frederick Taylor dipandang sebagai bapak manajemen ilmiah dengan empat prinsip utamanya yaitu menghilangkan sistem coba-coba, memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas, menerapkan ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugas, dan kerjasama antara manajemen dan karyawan.

Diunggah oleh

Rahma Tia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan3 halaman

Prinsip Dasar Taylorisme dalam Manajemen

Taylorisme (Manajemen Ilmiah) menekankan peningkatan produktivitas dengan mengoptimalkan kerja karyawan berdasarkan ilmu pengetahuan. Frederick Taylor dipandang sebagai bapak manajemen ilmiah dengan empat prinsip utamanya yaitu menghilangkan sistem coba-coba, memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas, menerapkan ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugas, dan kerjasama antara manajemen dan karyawan.

Diunggah oleh

Rahma Tia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Taylorisme (Manajemen Ilmiah)

Pada masa aliran manajemen ilmiah, produktivitas menjadi masalah utama. Oleh
karena itu para manajer mulai mencari bagaimana cara menggunakan karyawan secara
lebih eisien. Para manajer mulai berfokus cara meningkatkan kinerja karyawan. Tokoh
dalam manajemen ilmiah adalah Frederick W. Taylor yang merupakan perumus teori
perilaku industrial. [ CITATION Mam16 \l 1033 ]

Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management). Hasil


penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama
yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal
ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu
pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
[ CITATION Rok14 \l 1033 ]

Prinsip yang dikembangkannya adalah menciptakan iklim industrial dengan terjadinya


kemitraan antara modal dan karyawan sehingga tercapai peningkatan efisiensi organisasi.
Taylor menyatakan bahwa manajemen harus mempelajari pekerjaan yang harus dilakukan
agar menjadi satu cara terbaik dalam mengerjakan tugas. Taylor juga menyatakan bahwa
dengan maksimisasi efisiensi produk setiap karyawan, manajemen ilmiah akan
memaksimumkan penghasilan karyawan dan pengusaha. Menurut Taylor, dengan
rancangan dan pembayaran tugas yang tepat, sumber konflik sistem dapat dikurangi.
Hubungan antarkaryawan menekankan supervisi yang baik, keterbukaan dalam
komunikasi, dan hubungan yang baik antar karyawan. Pandangan baru dalam hubungan
antarkaryawan memperbaiki pendekatan sebelumnya. [ CITATION Mam16 \l 1033 ]

Menurut Irfan Muhammad H.R dalam [ CITATION Sya13 \l 1033 ], menyatakan bahwa
manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern adalah kepemimpinan atau
pengelolaan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kerja yang
berdasarkan prinsip-prinsip atau pedoman-pedoman keilmuan. Adapun ciri-ciri
manajemen ilmiah adalah sebagai berikut :

1. Menggunakan cara kerja keilmuan dan prinsip-prinsip keilmuan sebagai hasil


percobaan dan penyelidikan yang ilmiah pula.
2. Terdapat rasionalisasi yaitu bekerja berdasarkan perhitungan-perhitungan atau
pemikiran yang cermat dan teliti, jadi meninggalkan cara kerja trial and error.

3. Terdapat standarisasi yaitu bekerja berdasarkan ukuran-ukuran (standar-standar)


tertentu, baik dalam cara kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi
yang diharapkan.

4. Terjadi peningkatan produktivitas sebagai hasil kerja yang efektif dan efisien.

5. Cara kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan
jaman yang makin meningkat.

Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu : pertama,


Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan
disetiap unsur-unsur kegiatan. Kedua, Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas
tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja. Ketiga, Setiap
petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
Keempat, Harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja. Hal yang
menarik dari pendapat taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana
manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat
sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini
dinamakan studi gerak dan waktu (time and a motion study). [ CITATION Eko12 \l 1033 ]

Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi


mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor
mendekati ilmiah adalah : [ CITATION Rok14 \l 1033 ]

1. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.

2. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.

3. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.

4. Bekerja untuk hasil yang maksimal.

5. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk


tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Mamik, & Syarif, U. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Sidoarjo: Zifatama
Publisher.
Rokhayati, I. (2014). PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN DARI PEMIKIRAN
SCIENTIFIC MANAGEMENT HINGGA ERA MODERN SUATU TINJAUAN
PUSTAKA. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Volume 15. Nomor 02, 4-12.
Supeno, E. (2012). Evolusi Pemikiran Manajemen: Sebuah Tinjauan Wren dan Bedeian.
Jejaring Administrasi Publik, 56-59.
Syahrul. (2013). PENELITIAN SEBAGAI INSTRUMEN PERBAIKAN KUALITAS
KINERJA ORGANISASI PENDIDIKAN SECARA BERKELANJUTAN
(CONTINUOUS IMPROVEMENT). Jurnal Al-Ta’dib, Vol. 6 No. 1, 152-154.

Anda mungkin juga menyukai